Makalah Mikrobiologi

Oleh Herlina Novianti

156,1 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Mikrobiologi

MAKALAH MIKROBIOLOGI VIRUS DAN VAKSIN Disusun oleh Nama : Herlina novanti NIM : 1117023 Dosen : Yuniatin.S.Si.M.Pd Akadimi Farmasi Al – Ishlah Cilegon Jl Al – Ishlah no. 02 Jombang, Cilegon, Banten 2018 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Ungkapan puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpah kan karunia – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah teori Kimia Dasar yang berjudul “MAKALAH MIKROBIOLOGI VIRUS DAN VAKSIN” Penulis ucapkan terima kasih kepada teman satu angkatan atas kerja samanya serta tak lupa penulis ucapkan terima kasih banyak kepada Dosen teori Kimia Dasar yaitu ibu Yuniatin.S.Si.M.Pd atas bimbingan dan arahan nya selama mengerjakan makalah ini Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca khusus nya penulis Teima kasih Cilegon 15 February 2018 Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................................................................1 Daftar isi........................................................................................................................................2 Bab I Pendahuluan.................................................................................................................................3 A. Latar belakang .........................................................................................................................3 B.Rumusan Masalah.....................................................................................................................5 C.Tujuan........................................................................................................................................5 Bab.II ISI A. Pembiakan Virus...............................................................................................................6 1. Cara perbenihan jaringan (invitro).....................................................................................6 2. Cara telur bertunas (inovo)................................................................................................8 B. Penyakit manusia yang Disebabkan oleh Virus................................................................9 C. Pencegahan dan Pengobatan.........................................................................................15 Bab III PENUTUP A. Kesimpulan.............................................................................................................................17 B. Saran......................................................................................................................................17 Daftar Pustaka............................................................................................................................18 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus fluburung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pembiakan virus ? 2. Penyakit apa yang di timbulkan oleh virus ? 3. bagaimana mencegah dan mengobati penyakit yang di timbulkan oleh virus ? C. Tujuan 1. Agar mengetahui tentang pembiakan virus 2. Agar mengetahui tentang penyakit yang di timbulkan oleh virus 3. Untuk memahami dan mengetahui pencegahan dan pengobatan penyakit yang ditimbulkan oleh virus BAB II ISI A. Pembiakan Virus Virus adalah parasit obligat intrasel, karenanya virus tidak dapat berkembang biak di dalam medium mati. Ada tiga cara mengembangbiakan virus, yaitu: cara perbenihan jaringan (in vitro) dan telur bertunas (in ovo). 1. Cara perbenihan jaringan (in vitro) In vitro pada sel yang ditumbuhkan dalam bentuk potongan organ (biakan organ), potongan kecil jaringan (biakan jaringan), sel-sel yang telah dilepaskan dari pengikatnya (biakan sel). Biakan organ dan biakan jaringan hanya dapat bertahan dalam beberapa hari sampai beberapa minggu saja. Sedangkan biakan sel dapat bertahan beberapa hari sampai beberapa waktu yang tak terbatas, tergantung pada jenis biakan. Biakan sel terbagi atas: ● Biakan sel primer Sel diambil dalam keadaan segar dari binatang. Sel demikian mampu secara terbatas membelah dan selanjutnya mati, misalnya biakan primer berasal dari ginjal monyet, embrio ayam, dll. Proses pembuatan biakan sel dimulai dengan pelepasan sel-sel dari alat-alat tubuh dengan mengocok sepotong jaringan dengan larutan tripsin. Sel-sel yang didapatkan dalam suspensi ini kemudian dibiakan dalam larutan pembenihan tertentu. Sel-sel akan tumbuh melekat pada dinding tabung sampai mebentuk selapis jaringan yang siap digunakan untuk pembiakan virus. Sel-sel ini dapat dipindahbiakan dengan membuat suspensi baru dan disebarkan dalam tabung-tabung lain sehingga didapat biakan sekunder. Tergantung pada asal sel, di dalam biakan jaringan akan didapatkan sel-sel jenis tertentu. Misalnya biakan sel-sel jaringan yang berasal dari ginjal monyet akan menghasilkan sel-sel jenis epitel. Biakan yang berasal dari embrio ayam akan menghasilkan sel jenis fibroblas. Jenis sel tertentu diperlukan untuk pembiakan virus-virus tertentu. Virus yang dibiakan di dalam sel biakan jaringan dapat menimbulkan ESP (Efek Sitopatogenik), seperti perubahan bentuk sel menjadi lebih bulat, perubahan pada inti sel, kemungkinan pembentukkan jisim atau sel sinsitia dan juga sel-sel akan melepas dari dinding tabung.infeksi selanjutnya akan menyerang sel-sel disekitarnya dan bila pada tepat itu sudah ada banyak sel yang terlepas, maka akan tampak sebagai tempat yang berlubang dan tempat ini disebut plaque. Tiap virion infektif dalam biakan sel dapat membentuk plaque dan ini dapat dipakai untuk titrasi virus, sama halnya dengan pembentukkan koloni oleh kuman pada permukaan perbenihan padat. ● Biakan sel haploid Yaitu kumpulan satu jenis sel yang mampu membelah kira-kira 100 kali sebelum mati. ● Biakan sel letusan (continous cell lines culture) Yaitu sel yang mampu membelah tak terbatas. Kromosomnya sudah bersifat poliploid atau aneuploid. Dapat berasal dari sel tumor ganas ataupun sel diploid yang telah mengalami transformasi. Diantaranya adalah sel Hela, Hep-2, KB yang berasal dari manusia, BHK-21 yang berasal dari binatang hamster, sel LLC-MK dari ginjal monyet, J-III dari leukemia manusia dan sebagainya. Cara pembiakan in vitro dapat bermanfaat untuk: ● Isolasi primer virus dari bahan klinis. Untuk itu, dipilih sel yang mempunyai kepekaan tinggi, mudah dan cepat menimbulkan ESP ● Pembuatan vaksin. Untuk itu, dipilih sel yang mampu menghasilkan virus dalam jumlah besar ● Penyelidikan biokimiawi, biasanya dipilih biakan sel terusan dalam bentuk suspensi 2. Cara telur bertunas (inovo) Telur juga merupakan perbenihan virus yang sudah steril dan embrio telur yang tumbuh di dalamnya tidak mebentuk zat anti yang dapat mengganggu pertumbuhan virus. Karena telur merupakan sumber sel hidup yang relatif murah untuk isolasi virus, maka cara in ovo ini sering digunakan dalam laboratorium. Cara pertama: dengan mempergunakan lapisan luar (lapisan ektoderm) selaput korioalantois telur berembrio 10 hari. Cara penanaman ini berguna untuk isolasi virus yang menyebabkan kelainan pada kulit yang dulu digolongkan sebagai virus dermatotrofik seperti virus variola, virus vaccinia, dan virus herpes. Tiap virion yang infektif akan meyerang sel-sel di sekitarnya dan menibulkan reaksi inflamasi yang dapat dilihat sebagai bercak putih yang disebut pock. Pock ini berlainan ukurannya dan bersifat bergantung pada virus yang menyebabkannya. Cara penanaman pada selaput korioalantois juga berguna untuk titrasi virus dan titrasi antibodi terhadap virus dengan teknik menghitung jumlah pock. Cara kedua: dengan menyuntikkan bahan ke dalam ruang anion terlur berembrio yang berumur 10-15 hari. Cara ini terutama untuk isolasi virus influenza dan virus parotitis karena virus ini tumbuh di dalam sel epitel paru-paru embrio yang sedang berkembang. Adanya perkembangan virus dikenal dengan adanya reaksi hemaglutinasi. B. Penyakit manusia yang Disebabkan oleh Virus Contoh penyakit manusia yang umum yang disebabkan oleh virus termasuk pilek, influenza, cacar air dan luka dingin. Banyak penyakit serius seperti ebola, AIDS, flu burung dan SARS disebabkan oleh virus. Kemampuan relatif dari virus untuk menyebabkan penyakit dijelaskan dalam hal virulensi. Penyakit lainnya yang sedang diselidiki, apakah mereka juga memiliki virus sebagai agen penyebab, seperti hubungan yang mungkin antara virus herpes manusia enam (HHV6) dan penyakit saraf seperti multiple sclerosis dan sindrom kelelahan kronis. Ada kontroversi mengenai apakah virus Borna, yang sebelumnya diduga menyebabkan penyakit saraf pada kuda, bisa bertanggung jawab untuk penyakit kejiwaan pada manusia. Virus memiliki mekanisme yang berbeda dengan yang mereka hasilkan penyakit pada organisme, yang sebagian besar tergantung pada spesies virus. Mekanisme pada tingkat sel terutama meliputi lisis sel, kematian terbuka dan selanjutnya melanggar sel. Pada organisme multiseluler, jika sel-sel cukup mati seluruh organisme akan mulai untuk menderita efek. Meskipun virus menyebabkan gangguan homeostasis sehat, mengakibatkan penyakit, mereka mungkin ada yang relatif tidak berbahaya dalam suatu organisme. Sebuah contoh akan mencakup kemampuan dari virus herpes simplex, yang menyebabkan luka dingin, untuk tetap dalam keadaan aktif dalam tubuh manusia. Ini disebut latency dan merupakan karakteristik dari semua virus herpes termasuk virus Epstein-Barr, yang menyebabkan demam kelenjar, dan virus varicella zoster, yang menyebabkan cacar air. Kebanyakan orang telah terinfeksi dengan setidaknya salah satu jenis virus herpes. Namun, virus ini mungkin kadang-kadang laten bermanfaat, sebagai kehadiran virus dapat meningkatkan kekebalan terhadap bakteri patogen, seperti''pestis Yersinia. Di sisi lain, cacar air infeksi laten kembali di kemudian hari sebagai penyakit yang disebut herpes zoster. Beberapa virus dapat menyebabkan infeksi seumur hidup atau kronis, di mana virus terus bereplikasi dalam tubuh meskipun mekanisme pertahanan tuan rumah. Ini adalah umum pada hepatitis B virus dan infeksi virus hepatitis C. Orang yang terinfeksi kronis yang dikenal sebagai pembawa, karena mereka berfungsi sebagai reservoir virus menular. Dalam populasi dengan proporsi yang tinggi dari operator, penyakit ini dikatakan endemik. Berbeda dengan infeksi virus akut litik kegigihan ini menyiratkan interaksi kompatibel dengan organisme inang. Virus persisten bahkan mungkin memperluas potensi evolusioner dari spesies inang. Epidemiologi Epidemiologi virus adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan transmisi dan pengendalian infeksi virus pada manusia. Penularan virus bisa vertikal, yaitu dari ibu ke anak, atau horizontal, yang berarti dari orang ke orang. Contoh transmisi vertikal termasuk virus hepatitis B dan HIV di mana bayi lahir sudah terinfeksi virus. Lain, lebih jarang, contohnya adalah virus varicella zoster, yang meskipun menyebabkan infeksi relatif ringan pada manusia, dapat berakibat fatal bagi bayi yang baru lahir janin dan. Transmisi horizontal adalah mekanisme yang paling umum penyebaran virus dalam populasi. Transmisi dapat pertukaran darah dengan aktivitas seksual, misalnya HIV, hepatitis B dan hepatitis C; melalui mulut dengan pertukaran air liur, misalnya virus Epstein-Barr, atau dari makanan yang terkontaminasi atau air, norovirus misalnya; dengan menghirup virus dalam bentuk aerosol, misalnya virus influenza, dan oleh vektor serangga seperti nyamuk, misalnya demam berdarah. Tingkat atau kecepatan penularan infeksi virus tergantung pada faktor-faktor yang meliputi kepadatan penduduk, jumlah individu yang rentan, (yaitu orang-orang yang tidak kebal), kualitas perawatan kesehatan dan cuaca. Epidemiologi digunakan untuk memutus rantai infeksi pada populasi selama wabah penyakit virus. Langkah pengendalian yang digunakan yang didasarkan pada pengetahuan tentang bagaimana virus ditularkan. Hal ini penting untuk menemukan sumber, atau sumber, wabah dan untuk mengidentifikasi virus. Setelah virus telah diidentifikasi, rantai penularan kadang-kadang bisa dipatahkan oleh vaksin. Ketika vaksin tidak tersedia sanitasi dan desinfeksi bisa efektif. Seringkali orang terinfeksi diisolasi dari sisa masyarakat dan orang-orang yang telah terkena virus ditempatkan di karantina. Untuk mengontrol wabah penyakit kaki dan mulut pada sapi di Inggris pada tahun 2001, ribuan ternak dibantai. Sebagian besar infeksi virus dari manusia dan hewan lain memiliki periode inkubasi selama infeksi tidak menyebabkan tandatanda atau gejala. Inkubasi periode untuk penyakit virus berkisar dari beberapa hari sampai beberapa minggu tetapi kebanyakan infeksi dikenal. Agak tumpang tindih, tetapi terutama setelah periode inkubasi, ada periode penularan, waktu ketika seorang individu yang terinfeksi atau hewan menular dan dapat menginfeksi orang lain atau hewan. Hal ini juga dikenal untuk infeksi virus banyak dan pengetahuan panjang kedua periode penting dalam pengendalian wabah. Ketika wabah menyebabkan proporsi sangat tinggi dari kasus di wilayah populasi, masyarakat atau mereka disebut epidemi. Jika wabah menyebar ke seluruh dunia mereka disebut pandemi. Epidemi dan pandemi Populasi penduduk asli Amerika hancur oleh penyakit menular, terutama penyakit cacar, yang dibawa ke Amerika oleh kolonis Eropa. Tidak jelas berapa banyak penduduk asli Amerika tewas oleh penyakit asing setelah kedatangan Columbus di Amerika, namun jumlah telah diperkirakan akan mendekati 70% dari penduduk pribumi. Kerusakan yang dilakukan oleh penyakit ini secara signifikan dibantu upaya Eropa untuk menggantikan dan menaklukkan penduduk asli. Pandemi adalah epidemi di seluruh dunia. Pandemi flu tahun 1918, sering disebut sebagai flu Spanyol, kategori 5 pandemi influenza disebabkan oleh influenza yang luar biasa parah dan mematikan virus. Para korban seringkali orang dewasa muda sehat, berbeda dengan wabah influenza yang paling, yang sebagian besar mempengaruhi pasien remaja, lanjut usia, atau melemah. Pandemi flu Spanyol berlangsung 1918-1919. Perkiraan Lama mengatakan itu menewaskan 40-50 juta orang, sementara penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa mungkin telah membunuh sebanyak 100 juta orang, atau 5% dari populasi dunia pada tahun 1918. Sebagian besar peneliti percaya bahwa HIV berasal dari sub-Sahara Afrika selama abad kedua puluh, sekarang pandemi, dengan 38,6 juta orang diperkirakan kini hidup dengan penyakit di seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa Program Bersama tentang HIV / AIDS (UNAIDS) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981, menjadikannya salah satu epidemi yang paling destruktif dalam mencatat sejarah. Pada tahun 2007 ada 2,7 juta infeksi HIV baru dan 2 juta kematian terkait HIV. Beberapa patogen virus yang sangat mematikan adalah anggota Filoviridae''. Filoviruses adalah filamen seperti virus yang menyebabkan demam hemoragik virus, dan termasuk ebola dan virus Marburg. Virus Marburg menarik perhatian pers luas pada bulan April 2005 untuk wabah di Angola. Dimulai pada Oktober 2004 dan terus ke 2005, wabah itu epidemi terburuk di dunia dari segala jenis virus demam berdarah. Kanker Virus merupakan penyebab kanker yang didirikan pada manusia dan spesies lainnya. Kanker virus hanya terjadi pada sebagian kecil orang yang terinfeksi (atau hewan). Virus kanker berasal dari berbagai keluarga virus, termasuk virus RNA dan DNA, dan sehingga tidak ada satu jenis "oncovirus" (istilah usang awalnya digunakan untuk retrovirus akut mengubah). Perkembangan kanker ditentukan oleh berbagai faktor seperti kekebalan host dan mutasi dalam host. Virus diterima menyebabkan kanker pada manusia mencakup beberapa genotipe human papillomavirus, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus Epstein-Barr, sarkoma Kaposi yang terkait virus herpes dan human T-lymphotropic virus. Virus kanker yang paling baru ditemukan manusia adalah polyomavirus (polyomavirus sel Merkel) yang menyebabkan kebanyakan kasus suatu bentuk yang jarang dari kanker kulit yang disebut karsinoma sel Merkel. Virus hepatitis dapat berkembang menjadi infeksi virus kronis yang mengarah ke kanker hati. Infeksi oleh human T-lymphotropic virus dapat menyebabkan paraparesis spastik tropis dan dewasa T-cell leukemia. Human papillomaviruses merupakan penyebab mapan kanker leher rahim, kulit, anus penis, dan. Dalam'Herpesviridae', sarkoma-terkait virus herpes Kaposi menyebabkan sarkoma Kaposi dan limfoma rongga tubuh, dan Epstein-Barr virus penyebab limfoma Burkitt, limfoma Hodgkin, B gangguan lymphoproliferative dan karsinoma nasofaring. Sel Merkel polyomavirus terkait erat dengan SV40 dan polyomaviruses mouse yang telah digunakan sebagai model hewan untuk virus kanker selama lebih dari 50 tahun. Mekanisme pertahanan tuan rumah Garis pertama pertahanan tubuh terhadap virus adalah sistem kekebalan tubuh bawaan. Ini terdiri dari sel-sel dan mekanisme lain yang membela tuan rumah dari infeksi dengan cara yang non-spesifik. Ini berarti bahwa sel-sel dari sistem bawaan mengenali, dan merespon, patogen dengan cara yang umum, tapi tidak seperti sistem kekebalan tubuh adaptif, itu tidak memberikan kekebalan jangka panjang atau pelindung tuan rumah. Interferensi RNA adalah pertahanan bawaan penting terhadap virus. Banyak virus memiliki strategi replikasi yang melibatkan RNA untai ganda (dsRNA). Ketika seperti virus menginfeksi sel, ia melepaskan nya molekul RNA atau molekul, yang segera mengikat kompleks protein yang disebut pemain dadu yang memotong RNA menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Sebuah jalur biokimia yang disebut kompleks RISC diaktifkan, yang menurunkan mRNA virus dan sel bertahan infeksi. Rotaviruses menghindari mekanisme ini dengan tidak uncoating sepenuhnya di dalam sel dan dengan melepaskan mRNA yang baru dihasilkan melalui pori-pori di dalam kapsid partikel. Para dsRNA genomik tetap dilindungi di dalam inti dari virion. Ketika sistem kekebalan tubuh adaptif dari suatu pertemuan vertebrata virus, menghasilkan antibodi spesifik yang mengikat virus dan membuat itu tidak menular. Ini disebut imunitas humoral. Dua jenis antibodi penting. Yang disebut pertama IgM sangat efektif menetralkan virus tetapi hanya diproduksi oleh sel-sel dari sistem kekebalan tubuh selama beberapa minggu. Yang kedua, disebut, IgG diproduksi tanpa batas. Kehadiran IgM dalam darah host digunakan untuk menguji untuk infeksi akut, sementara IgG menunjukkan infeksi waktu di masa lalu. IgG antibodi diukur ketika tes untuk kekebalan dilakukan. Sebuah pertahanan kedua vertebrata terhadap virus disebut imunitas yang diperantarai sel dan melibatkan sel-sel imun yang dikenal sebagai sel T. Sel-sel tubuh terus-menerus menampilkan fragmen singkat mereka pada protein permukaan sel, dan jika sebuah sel T mengenali fragmen virus yang mencurigakan di sana, sel inang dihancurkan oleh sel T pembunuh''dan virusspesifik T-sel berkembang biak. Sel-sel seperti makrofag adalah spesialis di presentasi antigen. Produksi interferon merupakan mekanisme pertahanan yang penting tuan. Ini adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh ketika virus hadir. Perannya dalam kekebalan yang kompleks, namun pada akhirnya menghentikan virus dari mereproduksi dengan membunuh sel yang terinfeksi dan tetangga dekatnya. Tidak semua infeksi virus menghasilkan respon imun protektif dengan cara ini. HIV menghindari sistem kekebalan tubuh dengan terus-menerus mengubah urutan asam amino dari protein pada permukaan virion. Virus ini terus-menerus menghindari kontrol kekebalan tubuh dengan penyerapan, blokade presentasi antigen, resistensi sitokin, penghindaran dari aktivitas sel pembunuh alami, melarikan diri dari apoptosis, dan antigenic shift. Virus lain, yang disebut''neurotropic virus, yang disebarkan oleh saraf tersebar dimana sistem kekebalan tubuh mungkin tidak dapat menjangkau mereka. C. Pencegahan dan Pengobatan Karena virus menggunakan jalur metabolik vital dalam sel inang untuk meniru, mereka sulit untuk menghilangkan tanpa menggunakan obat yang menimbulkan efek toksik untuk host sel pada umumnya. Pendekatan medis yang paling efektif untuk penyakit virus vaksinasi pencegahan untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi, dan obat antivirus yang selektif mengganggu replikasi virus. Vaksin Vaksinasi adalah cara yang murah dan efektif untuk mencegah infeksi oleh virus. Vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi virus jauh sebelum penemuan virus yang sebenarnya. Penggunaan mereka telah menghasilkan penurunan dramatis dalam morbiditas (penyakit) dan mortalitas (kematian) yang berhubungan dengan infeksi virus seperti polio, campak, gondok dan rubela. Infeksi cacar telah diberantas. Vaksin yang tersedia untuk mencegah infeksi virus selama tiga belas manusia, dan lebih banyak digunakan untuk mencegah infeksi virus hewan. Vaksin dapat terdiri dari virus hidup yang dilemahkan atau dibunuh, atau protein virus (antigen). Vaksin hidup berisi bentuk lemah dari virus yang menyebabkan penyakit. Virus seperti ini disebut dilemahkan. Vaksin hidup dapat berbahaya apabila diberikan pada orang dengan kekebalan lemah, (yang digambarkan sebagai immunocompromised), karena dalam orangorang ini, virus yang lemah dapat menyebabkan penyakit asli. Bioteknologi dan teknik rekayasa genetik yang digunakan untuk memproduksi vaksin subunit. Vaksin ini hanya menggunakan protein kapsid virus. Vaksin hepatitis B adalah contoh dari jenis vaksin. Vaksin subunit yang aman untuk pasien immunocompromised karena mereka tidak dapat menyebabkan penyakit. Virus vaksin demam kuning, strain hidup yang dilemahkan disebut 17D, mungkin vaksin yang paling aman dan paling efektif yang pernah dihasilkan. Macam Macam Vaksin a) Hidup, dilemahkan Vaksin b) Vaksin yang dilemahkan c) Vaksin subunit d) Vaksin toksoid e) Vaksin Konjugat f) Vaksin DNA g) Vaksin rekombinan vector Cara Kerja Bakteri, virus dan kuman penyakit mengancam tubuh setiap harinya. Tetapi bila penyakit yang disebabkan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh kita akan membentuk suatu sistem kekebalan, membuat protein yang disebut antibodi untuik melawan mikroorganisme tersebut. Tujuan dari sistem kekebalan tubuh adalah mencegah penyakit dengan menghancurkan serbuan dari luar atau membuatnya menjadi tidak berbahaya. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh. Untuk memahami bagaimana vaksin bekerja, maka perlu diketahui juga bagaimana tubuh kita mendapatkan kekebalan. Cara pembuatan vaksin Pembuatan vaksin tidak seperti membuat obat racikan, namun proses pembuatan nya sangat rumit sehingga untuk 1 jenis vaksin baru, di butuhkan pembuatan hingga pengujian selama 1020 tahun. Produksi vaksin memiliki beberapa tahap yaitu  Pemilihan antigen  Ini melibatkan membuat persiapan antigen  Mengembangkan mikroorganisme  Pemurnian  Antigen terisolasi dimurnikan  Inaktivitas mikroorganisme  Organisme dinonaktifkan dengan menggunakan larutan tertentu, pasteurisasi / pemanasan, inaktivasi dengan pH rendah dan sinar ultraviolet  Formulasi  Antigen di murnikan dan dikombinasikan dengan ajuvan, stabilitator, dan pengawet untuk membentuk persiapan akhir vaksin Obat antivirus Selama dua puluh tahun terakhir, pengembangan obat antivirus telah meningkat pesat. Ini telah didorong oleh pandemi AIDS. Obat antivirus analog nukleosida sering, (blok bangunan DNA palsu), yang dimasukkan ke dalam genom virus mereka selama replikasi. Siklus hidup virus tersebut kemudian dihentikan karena DNA yang baru disintesis tidak aktif. Hal ini karena kurangnya analog gugus hidroksil, yang, bersama dengan atom fosfor, link bersama untuk membentuk "tulang punggung" yang kuat dari molekul DNA. Hal ini disebut DNA pemutusan rantai. Contoh analog nukleosida yang asiklovir untuk herpes simpleks infeksi virus dan lamivudine untuk HIV dan Hepatitis B infeksi virus. Asiklovir adalah salah satu obat antivirus tertua dan paling sering diresepkan. Obat antivirus lain dalam tahap menargetkan penggunaan yang berbeda dari siklus hidup virus. HIV adalah tergantung pada enzim proteolitik yang disebut protease HIV-1 untuk itu untuk menjadi sepenuhnya menular. Ada kelas besar obat yang disebut inhibitor protease yang menonaktifkan enzim ini. Hepatitis C disebabkan oleh virus RNA. Dalam 80% dari orang yang terinfeksi, penyakit ini kronis, dan tanpa pengobatan, mereka terinfeksi selama sisa hidup mereka. Namun, sekarang ada pengobatan yang efektif yang menggunakan analog nukleosida obat ribavirin dikombinasikan dengan interferon. Pengobatan kurir kronis dari virus hepatitis B dengan menggunakan strategi yang sama menggunakan lamivudine telah dikembangkan. BAB II PENUTUP A. Kesimpulan 1. Virus adalah parasit obligat intrasel, karenanya virus tidak dapat berkembang biak di dalam medium mati. Ada dua cara mengembangbiakan virus, yaitu: cara perbenihan jaringan (in vitro) dan telur bertunas (in ovo). 2. Perbenihan jaringan (in vitro), pembiakannya terbagi atas : Biakan sel primer, biakan sel haploid, dan biakan sel letusan (continous cell lines culture). 3. Pembiakan dengan cara telur bertunas (in ovo), pembiakan terdiri atas : Cara pertama: dengan mempergunakan lapisan luar (lapisan ektoderm) selaput korioalantois telur berembrio 10 hari. Cara kedua: dengan menyuntikkan bahan ke dalam ruang anion terlur berembrio yang berumur 10-15 hari. 4. Contoh penyakit manusia yang umum yang disebabkan oleh virus termasuk pilek, influenza, cacar air dan luka dingin. Banyak penyakit serius seperti ebola, AIDS, flu burung dan SARS. 5. cara mencegah dan mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh virus, antara lain : Vaksin, obat antivirus B. Saran Setiap unsur memiliki kerugian dan keuntungan begitu pula dengan virus. Virus memiliki kerugian dan juga keuntungan bagi manusia. Semakin orang menjadi pintar semakin orang menyadari bahwa dirinya tidak banyak tahu atas segala sesuatu. Dan kita tidak boleh menganggap ringan tintang hal yang kecil karena sesuatu yang kecil itu bahkan lebih membahayakan dari pada hal yang besar sehingga kebanyakan orang yang terkenal(orang besar) jatuh karena tidak melihat hal yang kecil itu. Daftar pustaka http://filzahazny.wordpress.com/2008/10/31/virologi/ tentang pembiakan virus http://www.news-medical.net/health/Human-Diseases-Caused-by-Viruses-%28Indonesian %29.aspx penyakit yang disebabkan oleh virus http://www.news-medical.net/health/Human-Diseases-Caused-by-Viruses-%28Indonesian %29.aspx pencegahan dan pengobatan untuk enyakit yang di timbulkan oleh virus

Judul: Makalah Mikrobiologi

Oleh: Herlina Novianti


Ikuti kami