Tugas Makalah

Oleh Astry Rahmadhania

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah

TUGAS MAKALAH

KELOMPOK 2
DISUSUN OLEH :
Assyfa Faoziah
Fitria Rahmawati
M.Raehan Dafa
Tania Sylvana Yoda
Tiara Pasya
SMA JAYA SUTI ABADI
JL.Raya Tambun-Tambelang KM 03,Mangunjaya,Tambun Selatan,B
ekasi,Jawa Barat 17510

Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan
puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah pendidikan kewarganegaraan tentang ancaman terhadap
negara
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah pendidikan kewarganegaraan ini.
kami berharap semoga makalah pendidikan kewarganegaraan tentang ancaman terhadap negara ini
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Bekasi,19 Agustus 2017
Penyusun

ANCAMAN TERHADAP NEGARA
Ancaman adalah setiap usaha atau kegiatan baik dari dalam maupun dari luar
yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu
negara, serta juga dapat berbahaya bagi keselamatan bangsa dan warga Negara.
Ancaman dapat diartikan juga sebagai suatu hal atau upaya yang bersifat dan
bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara
konseptual.
A. Ancaman terhadap Integrasi Nasional
Rasa nasionalisme Bangsa Indonesia berpengaruh terhadap disintegrasi bangsa
Indonesia dalam bingkai NKRI karena didasari oleh rasa kebangsaan(nasionalisme)
yang sama, yaitu perasaan mencintai bangsa Indonesia. Namun dalam
dinamikanya terjadi berbagai penyimpangan dari sikap nasionalisme, yaitu
muncul fenomena perpecahan kesatuan bangsa, seperti pemberontakan.
Penyebab disintegrasi bangsa terjadi karena hal hal berikut:
1. Perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah
2. Dalam kehidupan politik,terasa ada pengaharuh pada sendi sendi
kehidupan bangsa dari pendapat politik yang dilontarka oleh para pimpinan
nasional atau elite poltik akibat masih ada bentuk bentuk primodialisme
sempit.hal tersebut menunjukan bahwa para elite politik secara sadar atau
tidak sadar telah memprofokasi masyarakat.keterbatasan tingkat
intelektual sebagaian besar masyarakat Indonesia sangat mudah
terpengaruh oleh ucapan ucapan para elite politik sehingga dengan mudah
terpicu untuk bertindak menjurus ke arah kerusuhan atau konflik antar
kelompok atau golongan.
Aspek aspek yang meliputi kehidupan sosial antara lain:
-Penduduk Indonesia berada diantara daerah berpenduduk padat di utara dan
daerah berpenduduk jarang di selatan.
-Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme di selatan.

-Demokrasi Pancasila berada diantara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan
bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan.
-Ekonomi Indonesia berada diantara sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem
ekonomi kapitalis di selatan.
-Masyarakat Indonesia berada diantara masyarakat sosialis di utara dan
masyarakat individualis di selatan.
-Kebudayaan Indonesia dinatara kebuadayaan timur di utara dan kebudayaan
barat di selatan.
Ancaman terhadap integrasi bangsa dapat dipengaruhi faktor faktor berikut:
1. Faktor geografi
Indonesia yang terletak pada posisi dunia terjadi temppat strategis untuk
kepentingan lalu lintas perekonimian dunia yang menyebabkan timbul
permasalahan yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.
2. Faktor Demografi
Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, lahan pertanian
yang sempit, kualitas sumber daya manusia yang rendah, lapangan pekerjaan
yang sedikit, dan pengaruh buruk dari para elite politik yang menyebabkan
tingkat kemiskinan yang semakin tinggi
3. Faktor kekayaan alam
Kekayaan alam Indonesia yang melimpah,baik hayati atau non hayati menjadi
daya tarik tersendiri bagi Negara industri.walau belum secara keseluruhan
dapat digali dan di kembangkan,namun potensi sumber daya alam di Indonesia
perlu di daya gunakan dan dipelihara untuk kepentingan pemberdayaan
masyarakat dalam peran serta secara berkeadilan guna mendukung
kepentingan perekonomian nasional
4. Faktor ideologi
Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia yang dalam
penghayatan dan penegalamannya masih belum sesuai dengan nilai nilai dasar
pancasila. Ideology pancasila cenderung tergygah dengan keberadaan
kelompok kelompok tertentu yang mengedepankan paham liberal atau
kebebasan tanpa batas. Hal yang sama juga berlaku untuk paham keaagamaan
yang bersifat ekstrim,baik kiri atau kanan
5. Faktor politik

Berbagai masalah politik yang harus dipecahkan bersama oleh bangsa
Indonesia saat saat ini adalah pemberlakuan otonomi daerah, system multi
partai, pemisahan TNI dengan POLRI,serta penghapusan Dwi fungsi TNIPOLRI.permasalahan tersebut belum diselsesaikan secara tuntas sehingga
rawan terjadi konflik social yang dapat menyebabkan disimtegrasi bangsa.
6. Faktor ekonomi
Sistem perekonomian Indonesia masih mencari bentuk,memperdayakan
potensi sumber daya nasional yang diiringi dengan pemberantasan terhadap
korupsi.namun, hal tersebut dihadapkan dengan tantangan berupa krisis
moneter yang berkepanjangan,tingkat pendapatan masyarakat yang
rendah,tingkat pengagguran yang tinggi,serta lapangan pekerjaan yang
terbatas.
7. Faktor social budaya
Kemajemukan bangsa Indonesia memilikitingkat kepekaan yang tinggi dan
dapat menimbulkan konflik antar retnik.
8. Faktor pertahanan dan keamanan
Bentuk ancaman terhadap kedaulat Negara yang terjadi saat ini bersifat
multidimensional yang berasal dari dalam negri dan dari luar negeri.
Faktor tercapainya integrasi nasional
1. Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktorfaktor sejarah.
2. Adanya ideologi nasional yang tercermin di dalam simbol negara yakni
Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
3. Adanya sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu di dalam kalangan
Bangsa Indonesia seperti yang telah dinyatakan di dalam Sumpah Pemuda.
4. Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan adanyadan munculnya
semangat nasionalisme dalam kalangan Bangsa Indonesia
Faktor Pendukung Integrasi Nasional
1. Penggunaan bahasa Indonesia.
2. Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa, Bahasa dan Tanah Air
Indonesia.
3. Adanya Kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yakni
Pancasila.

4. Adanya jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong, solidaritas serta
toleransi keagamaan yang sangat kuat.
5. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh
penderitaan semasa penjajahan.
Faktor Penghambat Integrasi Nasional
1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat
heterogen.
2. Kurangnya toleransi antar sesama golongan.
3. Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia
terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar.
4. Adanya sikap ketidakpuasan terhadap segala ketimpangan dan ketidak
merataan hasil pembangunan.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai Integrasi Nasional ini dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti salah satu contohnya dengan menjaga
keselarasan antar budaya. Hal ini dapat diwujudkan jika adanya peran serta
pemerintah serta partisipasi masyarakat di dalam proses Integrasi Nasional.
Peran serta pemerintah dalam upaya penyelesaian setiap ancaman
terhadap integrasi nasional antara lain sebagai berikut:
a. Pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik
nasional yang dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat yang
memiliki kebudayaan berbeda.
b. Kemampuan desentralisasi pemerintah yang diwujudkan dalam
agenda otonomi daerah
c. Keterbukaan dan demokratisasi yang bertumpu pada kesamaan
hak dan kewajiban warga Negara



Ancaman di bidang ideologi,politik,ekonimi,social,budaya,pertahanan,dan keamanan

Ancaman terhadap kedaulatan Negara yang semula bersifat konvesional(fisik),saat ini berkembang
menjadi multidimensional(fisik dan non fisik),baik yang berasal dari luar negri atau dalam negri.
Ancaman yang bersifat multidiemsional dapat bersumber,baik dari permasalahan
ideologi,pencurian,kekayaan alam,bajak laut,dan perusakan linkungan.
Hal tersebut menyebabkan permasalahan menjadi sangat kompleks sehingga penyelesaian nya tidak
hanya bertumpu pada departemen yang menangani pertahanan, melainkan menjadi tangung jawab
seluruh instansi terkait, baik instansi perintah ataupun non perintah.
Ancaman terhadap integrasi bangsa dan Negara meliputi dua ancaman antara lain:
1. Ancaman yang bersifat nonmiliter (nirmiliter)
Ancaman nonmiliter atau nirmiliter meliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman
militer yaitu tidak bersifat fisik Karen ancaman non militer berdimensi
ideologi,politik,social,budaya,informasi dan keselamatan umum.
Ancaman yang bersifat non militer meliputi hal hal berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ancaman berdimensi ideology
Ancaman berdimensi politik
Ancaman berdimensi ekonomi
Ancaman berdimensi social dan budaya
Ancaman berdimensi teknologi dan informasi
Ancaman berdimensi keselamatan umum
Ancaman nirmiliter bersifat lintas Negara

Ancaman yang bersifat militer
Bentuk ancaman yang bersifat militer terhadap integrasi nasional berupa kekuatan militer yang bersifat
fisik ancaman militer tersebut meliputi hal hal tersebut
1. Ancaman agresi
Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh Negara lain terhadap kedaulatan Negara, keutuhan
wilayah dan keselamatan bangsa dalam bentuk dan cara cara berikut :
a. Invasi berupa serangan oleh kekuatan bersenjata Negara lain terhadap NKRI
b. Bombardemen berupa pengunaan senjata yang dilakukan oleh angkatan bersenjata oleh Negara
lain terhadap NKRI
c. Blockade terhadap pelabuhan,pantai atau wilayah NKRI oleh angkatan bersenjata Negara lain
d. Serangan unsur angkatan bersenjata Negara lain terhadap unsure satuan darat laut atau udara
tentara nasional Negara Indonesia

e. Unsur kekuatan bersenjata Negara lain yang berada dalam wilayah Negara kesatuan republik
Indonesia berdasarkan perjanjian yang tindakan atau keberadaan nya bertentangan dengan
ketentuan dalam perjanjian
f.

Tindakan suatu Negara yang mengizinkan pengunaan wilayahnya oleh Negara lain sebagai
daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI.

g. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh Negara lain untuk melakukan
tindakan kekerasan di wilayah NKRI.
2. Pelanggaran wilayah
Merupakan suatu tindakan memasuki wilayah tanpa izin, baik oleh pesawat terbang temur atau
kapal kapal perang.
3. Spionase
Merupakan kegiatan intelijen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi atau rahasia militer
suatu Negara
4. Sabotase
Dilakukan untuk merusak instansi penting militer atau objek vital nasional dan dapat
membahayakan keselamatan bangsa
5. Aksi terror bersenjata
Aksi terror bersenjata dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerja sama
dengan terorisme dala negeri atau luar negeri yang bereskalasi sehingga membahayakan
kedaulatan Negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.
6. Pemberontakan bersenjatan
Merupakan proses,cara,dan perbuatan pemberontakan atau penentangan terhadap kekuasaan
yang sah. Ancaman tersebut harus dicegah sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan
disentigrasi bangsa
7. Perang saudara
Perang saudara merujut kepada suatu jenis perang dimana bukan dua atau lebih Negara yang
menjadi kubu yang berlawanan,namun beberapa faksi(saudara) didalam sebuah etintas politik.
Perang saudara terjadi anatar kelompok masyarakat bersenjata dalam satu wilayah yang
sama.perang saudara di Indonesia yang berkala besar tidak pernah terjadi.

Judul: Tugas Makalah

Oleh: Astry Rahmadhania


Ikuti kami