Tugas Makalah

Oleh Astry Rahmadhania

101,4 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah

TUGAS MAKALAH KELOMPOK 2 DISUSUN OLEH : Assyfa Faoziah Fitria Rahmawati M.Raehan Dafa Tania Sylvana Yoda Tiara Pasya SMA JAYA SUTI ABADI JL.Raya Tambun-Tambelang KM 03,Mangunjaya,Tambun Selatan,B ekasi,Jawa Barat 17510 Kata Pengantar Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah pendidikan kewarganegaraan tentang ancaman terhadap negara Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah pendidikan kewarganegaraan ini. kami berharap semoga makalah pendidikan kewarganegaraan tentang ancaman terhadap negara ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Bekasi,19 Agustus 2017 Penyusun ANCAMAN TERHADAP NEGARA Ancaman adalah setiap usaha atau kegiatan baik dari dalam maupun dari luar yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara, serta juga dapat berbahaya bagi keselamatan bangsa dan warga Negara. Ancaman dapat diartikan juga sebagai suatu hal atau upaya yang bersifat dan bertujuan mengubah dan merombak kebijakan yang dilaksanakan secara konseptual. A. Ancaman terhadap Integrasi Nasional Rasa nasionalisme Bangsa Indonesia berpengaruh terhadap disintegrasi bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI karena didasari oleh rasa kebangsaan(nasionalisme) yang sama, yaitu perasaan mencintai bangsa Indonesia. Namun dalam dinamikanya terjadi berbagai penyimpangan dari sikap nasionalisme, yaitu muncul fenomena perpecahan kesatuan bangsa, seperti pemberontakan. Penyebab disintegrasi bangsa terjadi karena hal hal berikut: 1. Perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah 2. Dalam kehidupan politik,terasa ada pengaharuh pada sendi sendi kehidupan bangsa dari pendapat politik yang dilontarka oleh para pimpinan nasional atau elite poltik akibat masih ada bentuk bentuk primodialisme sempit.hal tersebut menunjukan bahwa para elite politik secara sadar atau tidak sadar telah memprofokasi masyarakat.keterbatasan tingkat intelektual sebagaian besar masyarakat Indonesia sangat mudah terpengaruh oleh ucapan ucapan para elite politik sehingga dengan mudah terpicu untuk bertindak menjurus ke arah kerusuhan atau konflik antar kelompok atau golongan. Aspek aspek yang meliputi kehidupan sosial antara lain: -Penduduk Indonesia berada diantara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan. -Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme di selatan. -Demokrasi Pancasila berada diantara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan. -Ekonomi Indonesia berada diantara sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan. -Masyarakat Indonesia berada diantara masyarakat sosialis di utara dan masyarakat individualis di selatan. -Kebudayaan Indonesia dinatara kebuadayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan. Ancaman terhadap integrasi bangsa dapat dipengaruhi faktor faktor berikut: 1. Faktor geografi Indonesia yang terletak pada posisi dunia terjadi temppat strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonimian dunia yang menyebabkan timbul permasalahan yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa. 2. Faktor Demografi Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, lahan pertanian yang sempit, kualitas sumber daya manusia yang rendah, lapangan pekerjaan yang sedikit, dan pengaruh buruk dari para elite politik yang menyebabkan tingkat kemiskinan yang semakin tinggi 3. Faktor kekayaan alam Kekayaan alam Indonesia yang melimpah,baik hayati atau non hayati menjadi daya tarik tersendiri bagi Negara industri.walau belum secara keseluruhan dapat digali dan di kembangkan,namun potensi sumber daya alam di Indonesia perlu di daya gunakan dan dipelihara untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam peran serta secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian nasional 4. Faktor ideologi Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia yang dalam penghayatan dan penegalamannya masih belum sesuai dengan nilai nilai dasar pancasila. Ideology pancasila cenderung tergygah dengan keberadaan kelompok kelompok tertentu yang mengedepankan paham liberal atau kebebasan tanpa batas. Hal yang sama juga berlaku untuk paham keaagamaan yang bersifat ekstrim,baik kiri atau kanan 5. Faktor politik Berbagai masalah politik yang harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat saat ini adalah pemberlakuan otonomi daerah, system multi partai, pemisahan TNI dengan POLRI,serta penghapusan Dwi fungsi TNIPOLRI.permasalahan tersebut belum diselsesaikan secara tuntas sehingga rawan terjadi konflik social yang dapat menyebabkan disimtegrasi bangsa. 6. Faktor ekonomi Sistem perekonomian Indonesia masih mencari bentuk,memperdayakan potensi sumber daya nasional yang diiringi dengan pemberantasan terhadap korupsi.namun, hal tersebut dihadapkan dengan tantangan berupa krisis moneter yang berkepanjangan,tingkat pendapatan masyarakat yang rendah,tingkat pengagguran yang tinggi,serta lapangan pekerjaan yang terbatas. 7. Faktor social budaya Kemajemukan bangsa Indonesia memilikitingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik antar retnik. 8. Faktor pertahanan dan keamanan Bentuk ancaman terhadap kedaulat Negara yang terjadi saat ini bersifat multidimensional yang berasal dari dalam negri dan dari luar negeri. Faktor tercapainya integrasi nasional 1. Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktorfaktor sejarah. 2. Adanya ideologi nasional yang tercermin di dalam simbol negara yakni Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 3. Adanya sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu di dalam kalangan Bangsa Indonesia seperti yang telah dinyatakan di dalam Sumpah Pemuda. 4. Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan adanyadan munculnya semangat nasionalisme dalam kalangan Bangsa Indonesia Faktor Pendukung Integrasi Nasional 1. Penggunaan bahasa Indonesia. 2. Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa, Bahasa dan Tanah Air Indonesia. 3. Adanya Kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yakni Pancasila. 4. Adanya jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong, solidaritas serta toleransi keagamaan yang sangat kuat. 5. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh penderitaan semasa penjajahan. Faktor Penghambat Integrasi Nasional 1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen. 2. Kurangnya toleransi antar sesama golongan. 3. Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar. 4. Adanya sikap ketidakpuasan terhadap segala ketimpangan dan ketidak merataan hasil pembangunan. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai Integrasi Nasional ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti salah satu contohnya dengan menjaga keselarasan antar budaya. Hal ini dapat diwujudkan jika adanya peran serta pemerintah serta partisipasi masyarakat di dalam proses Integrasi Nasional. Peran serta pemerintah dalam upaya penyelesaian setiap ancaman terhadap integrasi nasional antara lain sebagai berikut: a. Pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik nasional yang dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat yang memiliki kebudayaan berbeda. b. Kemampuan desentralisasi pemerintah yang diwujudkan dalam agenda otonomi daerah c. Keterbukaan dan demokratisasi yang bertumpu pada kesamaan hak dan kewajiban warga Negara  Ancaman di bidang ideologi,politik,ekonimi,social,budaya,pertahanan,dan keamanan Ancaman terhadap kedaulatan Negara yang semula bersifat konvesional(fisik),saat ini berkembang menjadi multidimensional(fisik dan non fisik),baik yang berasal dari luar negri atau dalam negri. Ancaman yang bersifat multidiemsional dapat bersumber,baik dari permasalahan ideologi,pencurian,kekayaan alam,bajak laut,dan perusakan linkungan. Hal tersebut menyebabkan permasalahan menjadi sangat kompleks sehingga penyelesaian nya tidak hanya bertumpu pada departemen yang menangani pertahanan, melainkan menjadi tangung jawab seluruh instansi terkait, baik instansi perintah ataupun non perintah. Ancaman terhadap integrasi bangsa dan Negara meliputi dua ancaman antara lain: 1. Ancaman yang bersifat nonmiliter (nirmiliter) Ancaman nonmiliter atau nirmiliter meliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer yaitu tidak bersifat fisik Karen ancaman non militer berdimensi ideologi,politik,social,budaya,informasi dan keselamatan umum. Ancaman yang bersifat non militer meliputi hal hal berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ancaman berdimensi ideology Ancaman berdimensi politik Ancaman berdimensi ekonomi Ancaman berdimensi social dan budaya Ancaman berdimensi teknologi dan informasi Ancaman berdimensi keselamatan umum Ancaman nirmiliter bersifat lintas Negara Ancaman yang bersifat militer Bentuk ancaman yang bersifat militer terhadap integrasi nasional berupa kekuatan militer yang bersifat fisik ancaman militer tersebut meliputi hal hal tersebut 1. Ancaman agresi Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh Negara lain terhadap kedaulatan Negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dalam bentuk dan cara cara berikut : a. Invasi berupa serangan oleh kekuatan bersenjata Negara lain terhadap NKRI b. Bombardemen berupa pengunaan senjata yang dilakukan oleh angkatan bersenjata oleh Negara lain terhadap NKRI c. Blockade terhadap pelabuhan,pantai atau wilayah NKRI oleh angkatan bersenjata Negara lain d. Serangan unsur angkatan bersenjata Negara lain terhadap unsure satuan darat laut atau udara tentara nasional Negara Indonesia e. Unsur kekuatan bersenjata Negara lain yang berada dalam wilayah Negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan perjanjian yang tindakan atau keberadaan nya bertentangan dengan ketentuan dalam perjanjian f. Tindakan suatu Negara yang mengizinkan pengunaan wilayahnya oleh Negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. g. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh Negara lain untuk melakukan tindakan kekerasan di wilayah NKRI. 2. Pelanggaran wilayah Merupakan suatu tindakan memasuki wilayah tanpa izin, baik oleh pesawat terbang temur atau kapal kapal perang. 3. Spionase Merupakan kegiatan intelijen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi atau rahasia militer suatu Negara 4. Sabotase Dilakukan untuk merusak instansi penting militer atau objek vital nasional dan dapat membahayakan keselamatan bangsa 5. Aksi terror bersenjata Aksi terror bersenjata dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerja sama dengan terorisme dala negeri atau luar negeri yang bereskalasi sehingga membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. 6. Pemberontakan bersenjatan Merupakan proses,cara,dan perbuatan pemberontakan atau penentangan terhadap kekuasaan yang sah. Ancaman tersebut harus dicegah sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan disentigrasi bangsa 7. Perang saudara Perang saudara merujut kepada suatu jenis perang dimana bukan dua atau lebih Negara yang menjadi kubu yang berlawanan,namun beberapa faksi(saudara) didalam sebuah etintas politik. Perang saudara terjadi anatar kelompok masyarakat bersenjata dalam satu wilayah yang sama.perang saudara di Indonesia yang berkala besar tidak pernah terjadi.

Judul: Tugas Makalah

Oleh: Astry Rahmadhania


Ikuti kami