Makalah Isbd

Oleh Dende Gps

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Isbd

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dari berbagai ragam
kelompok suku, etnis, budaya, bahasa, agama dan lain-lain. Dengan
keragaman tersebut maka bangsa Indonesia dapat dikatakan sebagai bangsa
yang mempunyai "multikultural". Berdasarkan data dari Sensus Penduduk
terakhir yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia,
diketahui jumlah suku di Indonesia yang berhasil terdata sebanyak 1.128 suku
bangsa dan sedikitnya ada 442 bahasa daerah di Indonesia. Namun jumlah
tersebut bisa saja kurang dari jumlah yang sebenarnya, hal ini dikarenakan
luas wilayah Indonesia yang begitu luas dan terdapat beberapa wilayah
pedalaman yang masih sulit dijangkau.Dari zaman dahulu kebudayaan telah
melekat di dalam masyarakat Indonesia, kebudayaan tersebut sangat beragam
antara wilayah satu dengan wilayah yang lain pun akan berbeda. Kita sebagai
generasi penerus hanya mewarisi dan diharapkan agar menjaga dan
melestarikan kebudayaan tersebut. Namun di era sekarang ini nilai
kebudayaan di dalam masyarakat telah mulai meluntur bahkan ada sebagian
yang mulai menghilang. Sebagai generasi penerus hendaknya kita mencintai
dan melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan dari dulu, agar nilai-nilai
kebudayaan yang telah ada dapat diwariskan pada anak cucu kita. Jika
generasi muda tidak mengenal kebudayaan dari bangsanya, maka dengan
mudah kebudayaan tersebut diklaim oleh Negara lain.
Karena pembentukan kebudayaan membutuhkan waktu yang amat
sangat luar biasa lama sekali. Tidak hanya diciptakan dan dibentuk dalam
waktu yang singkat dan pembentukan kebudayaan tersebut tidak semudah
membalikkan telapak tangan yakni melalui proses waktu yang lama dan turun
temurun dari nenek moyang kita. Dan saat ini, seperti yang kita semua telah
sadari, kebudayaan daerah, mulai luntur tergantikan oleh kebudayaan barat
yang di agung-agungkan oleh generasi muda. Padahal orang-orang barat yang

1

kita tiru gayanya itu lebih menghargai budaya daerah asli Indonesia. Karena
mereka lebih menghargai originalitas suatu kebudayaan. Selain itu, klaimklaim dari negara tetangga atas kebudayaan kita juga membuktikan bahwa
kebudayaan yang kita miliki adalah salah satu kebudayaan paling luar biasa di
dunia. Sudah sepantasnya kita jaga dan kita lestarikan dengan baik dan
seharusnya kita mulai bangga akan budaya kita sendiri, dan melestarikannya
dengan sebaik dan sebisa mungkin.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud lunturnya budaya?
2. Apa penyebab lunturnya budaya itu?
3. Apa akibat dari lunturnya budaya Indonesia?
4. Nilai - nilai budaya Indonesia apa saja yang mulai luntur?

2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Apa Yang Dimaksud Lunturnya Budaya?
Budaya merupakan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijjadikan milik manusia dengan
cara belajar secara turun temurun. Budaya hanya dimiliki oleh manusia
diwujudkan dalam berbagai ide, nilai, norma, peraturan dan aktivitas serta
tindakan sehingga menghasilkan karya manusia.
Kebudayaan berfungsi sebagai acuan cara manusia bertindak, berbuat
dan berhubungan dengan orang lain. Budaya sendiri diciptakan oleh manusia
yang berkembang karena banyak faktor. Faktor dari dalam yaitu kreatifitas
(invention) dan inovasi (discovery) sedangkan faktor dari luar adalah
akulturasi atau yang dikenal sebagai kebudayaan asing yang diterima tanpa
kehilangan budaya itu sendiri. Yang kedua adalah asimilasi atau yang dikenal
sebagai kebudayaan baru yang muncul karena kesepakatan bersama yang
timbul dari percampuran berbagai kebudayaan. Yang ketiga adalah difusi
yang artinya penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari satu tempat ke
tempat yang lain.
Kini budaya telah berkembang dan dengan berkembangnya budaya
baru, banyak budaya baik yang hilang sehingga masyarakat mulai melupakan
budaya yang dulu sudah dijalankan namun tergantikan dengan budaya yang
baru.
Kebudayaan-kebudayaan bangsa sekarang sudah mulai luntur dari
masyarakat kita karena masyarakat kita khususnya para pemuda lebih
condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asli kita
sendiri. Sebagai contoh para remaja putri atau pemudi kita lebih senang
meniru memakai celana pendek seperti remaja putri atau pemudi bule yang
ternyata merupakan kebudayaan barat yang mereka anggap dapat membuat
mereka lebih cantik dari pada memakai pakaian yang menutup anggota tubuh
yang merupakan salah ciri khas kita sebagai negara yang penuh sopan santun

3

dan keramahannya. Remaja sekarang ini berbeda jauh dengan remaja-remaja
zaman dulu. Jika remaja dulu cenderung aktif, kreatif, ulet dan mau berusaha
sedangkan remaja sekarang ini sudah dimanjakan dengan peralatan serba
canggih dan makanan instan, dan kebanyakan tidak mau berusaha dengan
keras, sebagi generasi penerus hendaknya kita harus berusaha lebih keras .
Zaman yang serba ada ternyata mampu membuat seorang menjadi pemalas
dan lamban dalam berfikir serta bertindak.
Nasib bangsa Indonesia dan nilai-nilai kebudayaan sangat tergantung
kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen masyarakat khususnya
kaum muda sebagai generasi penerus. Sayang sekali sampai dengan saat ini,
masyarakat Indonesia mengalami krisis kebudayaan. hal ini disebabkan
Kebudayaan asli bangsa Indonesia dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak
dikembangkan oleh pihak-pihak yang berkompeten . Bahkan kebudayaan asli
bangsa terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing
khususnya kebudayaan barat. Watak-watak negatif masyarakat Indonesia
seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi
dan prestis, dan tidak suka bisnis, harus dihilangkan dan diganti dengan
watak-watak yang baik. Semangat rakyat yang senang bergotong royong
dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, bermusyawarah memutuskan cara
penyelesaian masalah sudah sangat jarang terlihat. Nilai-nilai kebudayaanpun
sudah mulai hilang terlindas oleh kemajuan jaman
Dahulu, nilai gotong royong sangat terasa sekali, jika ada tetangga yang
melaksanakan hajatan. Ketika petani mau menanam padi atau kedelai di
ladang atau panenan, pasti tidak bayar, upahnya hanya makan pagi dan siang
atau makan kecil. Jadi, kalau ada diantara mereka menanam atau memanen,
maka warga yang lainnya ikut gotong royong dan begitu sebaliknya, terjadi
semacam barter tenaga. Sekarang keadaanya telah bergeser, kalau mau
bercocok tanam atau panenan sudah harus memperhitungkan upah. Bahkan
sekarang jika ada kentongan dipukul untuk bergotong royong di rumah
tetangga, banyak orang yang berfikir praktis, cukup memberi uang dan tidak
udah ikut gotong royong.

4

B. Apa Penyebab Lunturnya Budaya Itu?
Di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui
cara cara tertentu membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif nya sendiri
Bagi Bangsa Indonesia. Terutama dalam Bidang Kebudayaan.Seiring dengan
kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang
teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah
hampir punah.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang
ini, yaitu:
1) Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih
terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih
praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan
zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian
bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan
zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut.
2) Minimnya Komunikasi Budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah
pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini
sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak
turunnya ketahanan budaya bangsa.
3) Kurangnya Pembelajaran Budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun
sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari
budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat
mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa
serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan
zaman.

5

C. Apa Akibat Dari Lunturnya Budaya Indonesia?
Lunturnya budaya bangsa sebagai identitas negara sangat terasa,
hingga banyak terjadi kemelut persoalan akibat kebudayaan yang sering
terjadi akhir-akhir ini. Kemelut yang terjadi di Indonesia disebabkan
hilangnya budaya asli bangsa yang terkontaminasi budaya Barat, sehingga
negara ini kehilangan arah dalam mengimbangi kemajuan zaman. Masyarakat
zaman dahulu memiliki sikap sosial yang tinggi antar sesama dan memiliki
kesadaran untuk menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah. Akan tetapi,
sekarang hal itu sangat sulit ditemukan. Selain sikap sosial yang tinggi, rakyat
zaman dulu juga memiliki kepedulian yang tinggi dalam menjaga lingkungan
di sekitarnya, sehingga kondisi alam pada era tersebut sangat cantik dan
menawan. Sebaliknya, pada zaman modern seperti sekarang, sikap seperti itu
tampaknya sudah luntur di hati rakyat Indonesia, sehingga alam menjadi
panas dan tidak bersahabat lagi dengan manusia karena telah tercemari.
Dahulu kondisi itu tidaklah separah seperti zaman sekarang ini, saat itu
nilai- nilai religius masih sangat dijaga dan sangat dipatuhi dengan baik.
Namun sejak masuknya pengaruh budaya-budaya barat ke negeri kita tercinta
ini hal itu mulai luntur berlahan lahan. Nilai-nilai religius khususnya islam
sangatlah kental pada saat itu, namun sekarang generasi muda sebagai
generasi penerus dengan bangganya memperlihatkan auratnya seperti orangorang bule. Ditambah lagi pergaulan bebas, narkoba dan tawuran menjadi
budaya dikalangan generasi muda saat ini sehingga menambah kemelutnya
bangsa kita. Kalau dibandingkan antara zaman sekarang dan zaman dahulu,
dapat di ibaratkan seperti bumi dan langit. Sangat memprihatin melihat
bangsa kita saat ini, moral masyarakat sudah sangat jauh dari etika ketimuran
bangsa kita. Budaya asli kita yang rapuh dan luntur ini menyebabkan kemelut
atau persoalan bangsa kita semakin kompleks. Sikap saling menghargai mulai
sulit kita jumpai, sikap egois semakin merajalela sopan santun yang muda
terhadap yang tua semakin menjadi barang mewah, sungguh budaya sangat
luntur dari masyarakat kita sekarang. Karena lunturnya kebudayaan bangsa
yang ramah, santun, saling tolong menolong dan pekerja keras maka

6

menambah begitu banyak persoalan bangsa. Kemiskinan dimana-mana,
pencurian merajalela, dan masih lebih banyak lagi yang lainnya. Rapuhnya
dan lunturnya kebudayaan Indonesia sangat terasa sekali, membuat
kemunduran negara Indonesia.

D. Nilai - Nilai Budaya Indonesia Yang Mulai Hilang
Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat Indonesia sudah
mulai

meninggalkan

nilai-nilai

budayanya,

sehingga

menyebabkan

kemerosotan moral, khususnya dikalangan generasi muda. Berikut merupakan
nilai-nilai budaya yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia :
1) Mencium Tangan Orang Tua
Mencium tangan orang tua (salim) merupakan suatu bentuk rasa hormat
kita kepada orang yang lebih tua. Rasa hormat kepada orang tua sudah
mulai luntur dikalangan generasi muda, entah apa penyebabnya, mungkin
dikarenakan pergaulan anak-anak muda saat ini yang semakin hari
semakin melenceng dari norma-norma yang ada, hal inilah yang
menyebabkan

budaya mencium tangan orang tua sudah mulai

ditinggalkan. Misalnya pada saat akan berangkat ke sekolah, jarang sekali
seorang anak mencium tangan orang tuannya, begitu pula pada saat pulang
dari sekolah, pada saat akan berangkat ke sekolah mereka biasanya
langsung berangkat begitu saja, terkadang pula mereka tidak berpamitan
dan langsung berangkat begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu, hal
ini tentunya sudah jauh dari adat kesopanan sebagaimana adat ketimuran
yang dianut masyarakat indonesia. Banyak anak muda saat ini sudah mulai
meninggalkan kebiasaan ini, mereka menganggap bahwa mencium tangan
orang tua sudah bukan zamannya lagi.
2) Bertegur Sapa
Zaman sekarang ini, budaya bertegur sapa sudah sangat kurang diamalkan.
Banyak sekali masyarakat yang enggan memberikan senyum meskipun
dengan tetangganya. Padahal senyum merupakan tegur sapa yang dapat
menambahkan rasa keakraban dengan orang lain disekitar kita. Budaya ini

7

seharusnya jangan sampai hilang, karena tegur sapa merupakan ciri khas
budaya orang timur. Lagipula tidak ada ruginya, bila kita melakukan hal
ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri karena senyum itu adalah ibadah.
3) Penggunaan Tangan Kanan
Bila di luar negeri menggunakan tangan kiri untuk berjabat tangan,
memberi dan menerima sesuatu bukanlah sebuah persoalan, lain halnya
dengan budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk melakukan sesuatu
yang baik dengan menggunakan tangan kanan (kecuali bila kidal sejak
lahir). Penggunaan tangan kiri untuk melakukan sesuatu, kini dipandang
oleh banyak orang khususnya kaum muda sebagai sesuatu yang sama
baiknya dengan penggunaan tangan kanan.
4) Musyawarah
Budaya musyawarah sudah mulai jarang kita temui khususnya di kota-kota
besar. Sebagian besar penduduk di kota besar menomor satukan egonya
masing-masing, untuk memarekan hal-hal yang tidak begitu penting, ingin
menjadi pemimpin dari suatu kelompok atau bahkan main hakim sendiri.
Mereka saling menjatuhkan satu sama lain, tidak mau kalah dalam soal
pendapat dan hal-hal lainnya.
5) Gotong – Royong
Negara Indonesia terkenal dengan sifat masyarakatnya yang suka bergotong
royong. Namun seiring perkembangan zaman, kebiasaan baik ini mulai
luntur. Padahal gotong royong merupakan suatu kegiatan sosial yang
menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak dari dahulu. Kebanyakan
masyarakat di kota besar, biasanya mereka meninggalkan tradisi yang baik
ini, mereka tinggal membayar orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang menurut mereka tidak terlalu penting. Padahal dengan bergotong
royong mereka bisa lebih akrab atau lebih kekeluargaan, dan bisa menjalin
silahturahmi dengan warga-warga lain yang jika hari-hari biasa tidak atau
jarang bertemu. Bergotong royong merupakan salah satu cermin yang
membuat Indonesia bersatu dari sabang hingga merauke, walaupun berbeda
agama,suku dan warna kulit tetapi kita tetap menjadi kesatuan yang kokoh.

8

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dapat diambil suatu kesimpulan bahwa, nilai-nilai kebudayaan bangsa
sekarang sudah mulai luntur . Khususnya para pemuda sudah melupakan
budaya asli kita sendiri. Mereka beranggapan bahwa budaya Indonesia adalah
budaya yang kuno, monoton dan membosankan. Rasa cinta dan bangga pada
budaya sendiri telah hilang. Nasib bangsa Indonesia dan nilai-nilai
kebudayaan sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan
manajemen masyarakat khususnya kaum muda sebagai generasi penerus.
Sayang sekali sampai dengan saat ini, masyarakat Indonesia mengalami krisis
kebudayaan. hal ini disebabkan Kebudayaan asli bangsa Indonesia dibiarkan
merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak-pihak yang
berkompeten. Idnonesia terkenal dengan budaya yang kuat namun semua itu
akan hilang begitu saja apabila budaya-budaya yang sudah mulai luntur ini
tidak diusahakan kembali kelestariannta.
Perlu adanya program pemberdayaan masytarakat pedesaan, perlunya
perhatian terhadap aspirasi masyarakat yang tercermin dalam nilai dan
perilaku keagamaan dan sosial budaya mereka pada saat ini, juga perlu dan
harus melakukan transformasi nilai dan ilmu pengetahuan terlebih dahulu
yang sesuai dengan modernisasi, sehingga pelaksanaan program pembangunan
(pemberdayaan masyarakat pedesaan) dapat mengena pada sasaran yang
diinginkan.
Sebagian besar anak bangsa dan generasi penerus juga mulai merasa
kehilangan arah dalam kehidupannya. Mereka tak mampu mengikuti arus
perubahan yang begitu cepat. Alih-alih terlindas dalam gelombang perubahan
itu sendiri tanpa bisa mengambil manfaat di dalamnya. Dunia sudah bergerak
sangat cepat. Di tengah gegap gempita teknologi dan inovasi baru, justru
sebagian besar masyarakat bangsa ini hidup dalam ketidakpastian, karena kini
inovasi banyak mengkikis budaya baik Indonesia.

9

Sekalipun demikian, pergeseran nilai dan perilaku keagamaan dan
sosial budaya tidak semuanya buruk . Perubahan dalam masyarakat berharga
adalah apabila ketahanan budaya dan nilai-nilai objektifnya selalu sanggup
memperbaharui diri. Dalam proses pembaharuan dengan perubahan tersebut
sikap mental dan ketahanan budaya berperan positif untuk menjaga
keseimbangan antara kesinambungan sistem nilai yang disepakati dengan
unsur perubahan menuju kemajuan.

B. Saran
Dalam proses pembaharuan dengan perubahan tersebut sikap mental
dan ketahanan budaya berperan positif untuk menjaga keseimbangan antara
kesinambungan sistem nilai yang disepakati dengan unsur perubahan menuju
kemajuan. Inilah yang secara umum harus dianggap sebagai muatan konsep
dasar kebudayaan Indonesia.
Selain menjadi tantangan bagi kelangsungan hidup kebudayaan, media
massa juga melakukkan hal-hal yang mendukung perkembangan kebudayaan
nasional. Bila hal ini dilakukan untuk mendukung perkembangan kebudayaan
nasional dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
kebudayaan nasional yang selama ini telah menjadi acuan dan tuntunan
kehidupan masyarakat, maka media massa patut mendapat apresiasi dan
acungan

jempol

serta

dihargai

setinggi-tingginya.

Dan kita sebagai anggota masyarakatpun harus menyambut gembira dan turut
mendukung pelestarian budaya nasional dengan sebaik yang kita bisa lakukan.

10

DAFTAR PUSTAKA

http://jendelamasimas.blogspot.co.id/2012/12/lunturnya-budaya-indonesia.html
(diakses pada 8 Juni 2017)
http://www.kompasiana.com/didno76/budaya-orang-indonesia-yang-mulaihilang_55197d0ba33311a618b65921 (diakses pada 8 Juni 2017)
http://lurutempe.blogspot.co.id/2015/02/nilai-nilai-budaya-indonesia-yangmulai.html (diakses pada 8 Juni 2017)

11

Judul: Makalah Isbd

Oleh: Dende Gps


Ikuti kami