Jawaban Ujian Akhir Semester 1

Oleh Rizki Putri

135,9 KB 8 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Ujian Akhir Semester 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== UJIAN AKHIR SEMESTER Nama : Rizki Putri Kesuma NPM : A1C020069 Identitas Mata Kuliah Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nama Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Jumlah SKS :2 Semester : II Program Studi : Pendidikan Matematika Dosen : Dr. Muhammad Kristiawan, M.Pd. Ketikkan URL Academia.edu Saudara: https://independent.academia.edu/rizkiputri78 Ketikkan Seluruh Video yang diunggah dalam YouTube: Video Bandicam: https://youtu.be/nVZ763QQYxI Video Presentasi Kelompok: https://youtu.be/VKX3mT-j0DQ SOAL 1. Problematika pendidikan banyak terkait dengan bagaimana melahirkan guru profesional. Silahkan saudara jelaskan bagaimana melahirkan guru-guru profesional di Indonesia, dukung pendapat saudara dengan berbagai jurnal yang saudara baca! (Score 30, jika saudara dapat memberikan rujukan minimal 5 jurnal sebagai referensi, dan ditulis Daftar Pustakanya) Jawab: Guru adalah tulang punggung dari pendidikan yang tugas utamanya yaitu mendidik, mengajar, membimbing, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Seperti yang tertera pada UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, UU ini mengatakan bahwa guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Saat ini tugas guru sebagai pendidik lebih terfokus pada perubahan dan pembentukan karakter baru sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakatnya. Hal ini tertuang pada UU No.20 tahun 2003, yang menegaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.Sedangkan guru yang professional ialah guru yang mempunyai kemampuan dalam bidangnya, dan juga memiliki kemampuan praktis untuk mengajar peserta didik, membuat peserta didik senang dengan pembelajaranya dan membuat peserta didik mencapai kemampuan belajar nya minimal 80% dari target yang diberikan oleh sekolah. Guru perfesional ini tidak akan dilahirkan secara genetic tanpa melakukan proses pembelajaran. Cara Stillings Candal dari Pioneer menegaskan “Great teachers aren’t born, great teachers are made”,yaitu guru yang besar tidak dilahirkan tapi diciptakan. Oleh karena itu, untuk melahirkan guru-guru yang propesional harus dilakukan proses yang sistematis. Proses ini tertera pada UU No. 14 tahun 2005, Bab IV pasal 8, bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kemudian ditegaskan lagi pada pasal UU No. 14 tahun 2005, Bab IV pasal 9, bahwa kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Selain itu, calon guru yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana harus mengikuti pendidikan profesi yang diatur dalam PP No. 74 tahun 2008 tentang guru, karena dibedakan antara pendidikan profesi guru untuk calon guru berlatar belakang pendidikan keguruan dan mereka yang berlatar belakang pendidikan non keguruan. Oleh karena itu, untuk melahirkan guru-guru yang professional ini diperlukan proses yang panjang dan sistematis sehingga nantinya dapat mengajar dan mendidik peserta didiknya menjadi guru yang professional pula. Daftar Pustaka: Pemerintah Indonesia. 2005. Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 1 ayat 1. Lembaran Negara RI Tahun 2005, No. 157. Sekretariat Negara. Jakarta Pemerintah Indonesia. 2003. Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2003, No. 78. Sekretariat Negara. Jakarta Pemerintah Indonesia. 2008. Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 tentang Guru. Lembaran Negara RI Tahun 2008, No. 194. Sekretariat Negara. Jakarta KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== Rosyada, Dede. 2016. Guru: Bagaimana Menjadi Profesional. http://dederosyada.lec.uinjkt.ac.id/reviews/gurubagaimanamenjadiprofesional (akses 29 Desember 2020) Azmi, Shofiyatul. (2008) Menumbuhkan Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah, Vol. 15(1) , hal 2-3 Amrizal, Desilawati. (2014) Guru Profesional Di Era Global. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 20 (77), hal 2-4 Yusutria. (2017) Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jurnal Curricula, vol 2(1), hal 40 Danil, Deden. (2009) Upaya Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Di Sekolah (Study Deskriptif Lapangan Di Sekolah Madrasah Aliyah Cilawu Garut). Jurnal Pendidikan Universitas Garut Danil, Vol 3(1), hal 31 Wisnarni. (2018) Implikasi Guru Profesional Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Tarbawi, vol 14(1), hal 32-33 2. Banyak aliran filsafat pendidikan, di antaranya Filsafat Esensialisme, Filsafat Perenialisme, Filsafat Progresivisme, Filsafat Eksistensialisme, Filsafat Rekonstruktivisme. Silahkan saudara deskripsikan konsep pendidikan menurut berbagai aliran-aliran filsafat pendidikan tersebut! (Score 50, jika saudara dapat memberikan rujukan minimal 5 jurnal sebagai referensi, dan ditulis Daftar Pustakanya) Jawab:  Aliran filsafat esensialisme, menurut (KBBI) kata esensialisme berasal dari kata “esensi” yang berarti “hakikat, inti, dasar” dan ditambahkan menjadi “esensial” yang berarti “sangat perinsip, sangat berpengaruh, sangat perlu” (Santoso, 2012: 162). Sehingga dapat disimpulkan bahwa aliran esensialisme adalah aliran yang mengembalikan segala sesuatu ke hakikat dasar yang sebenarnya. Aliran esensialisme ini adalah sebuah aliran filsafat yang ingin manusia kembali ke kebudayaan lama. Menurut aliran ini, kebudayaan lama telah banyak memberikan kebahagian kepada manusia.  Aliran filsafat perenialisme, aliran ini timbul karena adanya krisis kebudayaan pada masa modern ini. Aliran ini menentang adanya perubahan, jalan yang ditempuh oleh aliran ini dengan jalan mundur dengan kata lain ia KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== menggunakan kembali prinsip atau nilai-nilai zaman dahulu yang menjadi pandangan hidup yang kuat. Aliran perenialisme beranggapan bahwa pendidikan harus didasari oleh nilai-nilai cultural masa lampau, regressive road to culture, oleh karena kehidupan modern saat ini banyak menimbulkan krisis dalam banyak bidang (Assegaf, 2011: 193).  Aliran Progresivisme, aliran ini merupakan kebalikan dari aliran perenialisme. Dimana, aliran progresivisme merupakan suatu aliran filsafat yang mengingikan adanya suatu perubahan. Pendapat lain menyebutkan bahwa progresivisme adalah sebuah aliran yang menginginkan perubahanperubahan secara cepat (Muhmidayeli, 2011). Sedangkan aliran progresivisme menurut Radja Mudyaharjo ( M. Nasrudin Rosid 2011) “ Suatu usaha pendidikan yang mengunggulkan sistem pendidikan sekolah yang berpusat kepada anak, sebagai acuan rangsangan pendidikan yang berpusat kepada guru.  Aliran Eksistensialisme, istilah eksistensialisme ini berasal dari kata exist yang berarti keluar dan sister yang berarti berada atau ada, sehingga dapat disimpulkan eksistensialisme adalah sesuatu yang sanggup keluar dari keberadaannya atau sesuatu yang mampu melampaui dirinya sendiri. Eksistensialisme merupakan filsafat yang memandang segala gejala berpangkal pada eksistensi. Eksistensi adalah cara manusia berada di dunia (Drs. Uyoh saduloh, M. Pd ).  Aliran Rekonstruktivisme, kata Rekonstruksionisme berasal dari bahasa inggris Reconstruct yang berarti menyusun kembali.. Aliran Rekontruksi ini merupakan suatu aliran yang berusaha untuk merombak atau mengubah tata susunan lama dengan membangun tata kebudayaan modern. Aliran filsafat ini merupakan kebalikan dari aliran filsafat perenialisme yang menentang adanya perubahan. Menurut Bakri (1986:51), aliran ini berpendirian bahwa alam nyata ini mengandung dua macam hakikat sebagai asal sumber, yakni hakikat materi dan hakikat rohani. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== Daftar Pustaka: Abas, Erajati. (2015) Asas Filosofi Teori Belajar Essensialisme Dan Implikasinya Dalam Pendidikan. LENTERA 119 STKIP-PGRI Bandar Lampung, vol 2: 106-107. Kristiawan, Muhammad. (2016) Filsafat Pendidikan: The Choice is Yours, Yogyakarta: Valia Pustaka. Mubin, Ali. (2018) Pengaruh Filsafat Rekonstruksionisme Terhadap Rumusan Konsep Pendidikan Serta Tinjauan Islam Terhadapnya. Rausyan Fikr, 14(1): 69 -70. S. Praja, Juhaya. (2005) Aliran-aliran Filsafat dan Etika, Jakarta: Prenada Media. Siregar, RL. (2016) Teori Belajar Perenialisme. Jurnal Al-hikmah, 13(2) : 172-173 Nanuru RF. (2018) Perspektif Aliran filsafat progresivisme tentang perkembangan peserta didik, vol 2(2), hal 211 Muhammad, Fadlillah. (2017) Aliran Progresivisme Dalam Pendidikan Di Indonesiajurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 5(1), hal 17 3. Silahkan saudara uraikan bagaimana mengatasi relevansi pendidikan dengan pembangunan dan kebutuhan masyarakat! Kemudian saudara jelaskan juga bagaimana menanggulangi karakter peserta didik yang kian hari kian mengkhawatirkan! (Score 20, jika saudara dapat memberikan rujukan minimal 5 jurnal sebagai referensi, dan ditulis Daftar Pustakanya) Jawab: Hasil penelitian membuktikan bahwa relevansi antar pendidikan dengan pembangunan dan kebutuhan masyarakat menunjukkan hubungan yang sangat erat karena keduanya saling mempengaruhi. Sehingga mutu dari pendidikan itu sangatlah penting. Dalam kamus besar bahasa indonesia, mutu adalah ukuran baik buruk suatu benda; kadar, taraf, derajat (kepandaian, kecerdasan dan sebagainya), kualitas. Untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik kita harus memperhatikan sistem pendidikan tersebut, selain itu ada beberapa factor lainnya meliputi faktor kependudukan, politik, ekonomi, ketenagakerjaan, sosial-budaya, hubungan internasional dan sebagainya. Pembangunan memiliki peran yang sangat penting disini. Oleh karena itu, Pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia haruslah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== merata. Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan di daerah yang terpencil, sehingga seluruh rakyat Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Selain pembangunan, masalah pendidikan Indonesia juga terdapat pada kebutuhan masyarakatnya. Kurangnya lapangan pekerjaan menjadi masalah selanjutnya yang dihadapi oleh rakyat Indonesia. Sehingga orangtua dari peserta didik mendapatkan masalah pada kebutuhan anak untuk mendapatkan pendidikan. Apalagi teknologi dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini, sehingga dengan begitu tidak semua anak mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, relevansi antara pendidikan dengan pembangunan dan kebutuhan masyarakat dapat dipecahkan dengan cara melakukan perluasan dan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak yang tidak mendapatkan pendidikan. Kemudian, meningkatan kemampuan akademik atau standarisasi pendidikan Indonesia dan juga melakukan pembaharuan sistem pendidikan Dengan begitu mutu pendidikan akan meningkat pula. Selain itu, dengan cara mengembangkan kualitas sumber daya manusia, karena manusia merupakan pelaku dalam kegiatan pembangunan serta usaha pendidikan yang mempunyai orientasi ke depan dan harus dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Sehingga kualitas sumber daya manusia juga harus diperhatikan. Salah satu cara menanggulangi karakter peserta didik yang kian hari kian mengkhawatirkan ialah dengan pendidikan karakter. Samani&Hariyanto (2013: 45) mengemukakan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikiran, raga, serta rasa dan karsa. Dan Suyanto (Kemendiknas, 2010: 37) merumuskan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Sudarminta (Kemendiknas: 2010: 20) merumuskan pentingnya pendidikan karakter di sekolah; 1) bagi siswa sekolah dasar, sekolah adalah tempat dalam proses pembiasaan diri, mengenal dan mematuhi aturan bersama dan proses pembentukan identitas diri, 2) sekolah adalah tempat sosialisasi kedua setelah keluarga. Ditempat ini siswa dirangsang pertumbuhan moralnya karena berhadapan dengan cara bernalar dan bertindak moral yang mungkin berbeda dengan apa yang selama ini dipelajari dari keluarga, 3) pendidikan disekolahmerupakan proses pembudayaan subyek didik. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BENGKULU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUSI PENDIDIKAN MATEMATIKA Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A. ===================================== Maka sebagai proses pembudayaan seharusnya memuat pendidikan moral. Selain untuk menanggulangi hal tersebut, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab sekolah dan pendidik. Hal tersebut sesuai dengan Udang-undang dan peraturan menteri serta instruksi presiden.Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Daftar Pustaka: Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1996), h. 667 Asnawan. (2020) Relevansi Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam.Tafhim Al-‘Ilmi4, h. 224 Cahyo, ED. (2017) Pendidikan Karakter Guna Menanggulangi Dekadensi Moral Yang Terjadi Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, vol 9(2) : 16-18 Suroto. (2014) Kebijakan Pembangunan Pendidikan nasional Indonesia Dan Kendala Yang dihadapi Sebagai Upaya Perbaikan Dalam Rangka Mempersiapkan Warga Negara Muda Yang Baik Dan Cerdas. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan: Vol 4, (7) : 496-499 Suyahman. (2015) Pendidikan Untuk Semua Antara Harapan Dan Kenyataan (Studi Kasus Permasalahan Pendidikan Di Indonesia). SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN UNS & ISPI JAWA TENGAH 2015: 274 Muslim, I. F. & Ranam, S. (2020). Pendidikan Kedisiplinan Di Pondok Pesantren El Alamia Untuk Menanggulangi Degradasi Moral. Research and Development Journal of Education, 1(1), 102-109. JAWABAN LANGSUNG DIKETIK DI BAWAH SOALNYA, BUAT DALAM PDF KEMUDIAN UNGGAH DI ACADEMIA.EDU DAN DI KOLOM KOMENTAR ELEARNING SESUAI POSTING YANG AKAN DISEDIAKAN. SELAIN ITU JAWABAN JUGA DIKIRIMKAN KE ALAMAT EMAIL muhammadkristiawan@unib.ac.id

Judul: Jawaban Ujian Akhir Semester 1

Oleh: Rizki Putri


Ikuti kami