Jawaban Komnet Nomor 1

Oleh Nana Solihin

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Komnet Nomor 1

Nama : Nana Solihin
Kelas : Biologi B/VII
MK

: Pemb. Biologi Berbasis Komputer dan Internet

JAWABAN
1. Dalam desain bahan ajar multimedia, terdapat beberapa model bahan ajar yang
dapat diterapkan, salah satunya adalah model ADDIE dan model ASSURE
a. Model ADDIE
Menurut Mulyatiningsih (2012: 5) model ADDIE dikembangkan oleh
Dick and Carry untuk merancang sistem pembelajaran. Model ini terdiri
atas lima fase atau tahap utama, yaitu (A) analysis, (D) desain, (D)
development, (I) implementaion, dan (E ) evoaluation. Kelima fase atau
tahap dalam model ADDIE perlu dilakukan secara sistemik dan sistematik.

Gambar 1. Model ADDIE

Berikut ini penjelasan dari kelima tahapan dalam pengembangan model
ADDIE:
1) Analysis (Analisis)
Langkah anasis terdiri atas dua tahap, yaitu analisis kinerja atau
performance analysis dan analisis kebutuhan atau need analysis.
Tahap pertama yaitu analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan
mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan

solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran atau perbaikan
manajemen.
Contoh

masalah

kinerja

yang

memerlukan

solusi

berupa

penyelenggaraan program pembelajaran adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya
kinerja siswa dalam pembelajaran. Sedangkan contoh masalah kinerja
yang memerlukan solusi berupa perbaikan kualitas manajemen,
misalnya rendahnya motivasi berprestasi, kejenuhan, atau kebosanan
dalam belajar. Masalah-masalah ini memerlukan solusi berupa
perbaikan manajemen, misalnya pemberian intensif terhadap prestasi
kerja, rotasi dan promosi, serta penyediaan fasilitas belajar yang
memadai.
Pada tahap kedua yaitu analisis kebutuhan, merupakan langkah
yang diperlukan untuk menentukan kemampuan-kemampuan atau
kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa untuk meningkatkan
kinerja atau prestasi belajar. Hal ini dapat dilakukan apabila program
pembelajaran dianggap sebagai solusi dari masalah pembelajaran yang
sedang dihadapi.
2) Desain
Desain merupakan langkah kedua dari model pembelajaran
ADDIE. Pada langkah ini diperlukan adanya klarifikasi program
pembelajaran yang didesain sehingga program tersebut dapat mencapai
tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan. Langkah penting yang
perlu dilakukan dalam desain adalah menentukan pengalaman belajar
atau learning experience yang dimiliki oleh siswa selama mengikuti
aktivitas pembelajaran. Langkah desain harus mampu menjawab
pertanyaan apakah program pembelajaran yang didesain dapat
digunakan untuk mengatasi

masalah kesenjangan

kemampuan

(performance gap) yang terjadi pada diri siswa.
Contoh pernyataan kesenjangan kemampuan adalah “Siswa tidak
mampu mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan setelah
mengikuti proses pembelajaran". Contoh pernyataan lain yaitu "Siswa

hanya mampu mencapai tingkat kompetensi 60% dari standar
kompetensi yang telah digariskan". Pertanyan-pertanyaan kunci yang
harus dicari jawabannya oleh seorang desainer atau perancang program
pembelajaran pada saat melakukan tahap atau langkah desain, sebagai
berikut:
a) Kemampuan dan kompetensi khusus seperti apa yang harus dimiliki
oleh siswa setelah menyelesaikan program pembelajaran?
b) Indikator apa yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan
siswa dalam mengikuti program pembelajaran?
c) Peralatan atau kondisi bagaimana yang diperlukan oleh siswa agar
dapat melakukan unjuk kompetensi (pengetahuan, keterampilan,
dan sikap) setelah mengikuti program pembelajaran?
d) Bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat digunakan dalam
mendukung program pembelajaran?
3) Development (pengembangan)
Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah
pengembangan meliputi kegiatan membuat atau memodifikasi bahan
ajar atau learning materials untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditentukan.
Pengadaan

bahan

ajar

perlu

disesuaikan

dengan

tujuan

pembelajaran spesifik atau learning outcomes yang telah dirumuskan
oleh desainer atau perancang program pembelajaran dalam langkah
desain. Langkah pengembangan mencakup kegiatan memilih dan
menentukan metode, media, serta strategi pembelajaran yang sesuai
untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program
pembelajaran.
Terdapat dua tujuan penting yang perlu dicapai dalam melakukan
langkah pengembangan, yaitu:
a) Memproduksi, membeli, atau merevisi bahan ajar yang akan
digunakan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya, dan

b) Memilih media atau kombinasi media terbaik yang akan digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Implementaion (implementasi)
Implementasi atau penyampaian materi pembelajaran merupakan
langkah keempat dari model desain sistem pembelajaran ADDIE.
Langkah implementasi sering diasosiasikan dengan penyelenggaraan
program pembelajaran itu sendiri. Langkah ini memang mempunyai
makna adanya penyampaian materi pembelajaran dari guru atau
instruktur kepada siswa.
Tujuan utama dari tahap implementasi yang merupakan langkah
realisasi desain dan pengembangan adalah sebagai berikut:
a) Membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran atau
kompetensi.
b) Menjamin terjadinya pemecahan masalah/solusi untuk mengatasi
kesenjangan hasil belajar yang dihadapi oleh siswa.
c) Memastikan bahwa pada akhir program pembelajaran siswa perlu
memiliki kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang
diperlukan.
5) Evaluation (Evaluasi)
Langkah terakhir atau kelima dari model desain sistem
pembelajaran ADDIE adalah evaluasi. Evaluasi dapat didefinisikan
sebagai proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap
program pembelajaran. Pada dasarnya, evaluasi dapat dilakukan
sepanjang pelaksanaan kelima langkah dalam model ADDIE. Pada
langkah analisis misalnya, proses evaluasi dilaksanakan dengan cara
melakukan

klarifikasi

terhadap

kompetensi

(pengetahuan,

keterampilan, dan sikap) yang harus dimiliki oleh siswa setelah
mengikuti program pembelajaran. Evaluasi seperti ini dikenal dengan
istilah evaluasi formatif. Di samping itu, evaluasi juga dapat dilakukan
dengan cara membandingkan antara hasil pembelajaran yang telah
dicapai oleh siswa dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan
sebelumnya.

Evaluasi

terhadap

program

pembelajaran

bertujuan

untuk

mengetahui beberapa hal, yaitu:
a) Sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan.
b) Peningkatan kompetensi dalam diri siswa yang merupakan dampak
dari keikutsertaan dalam program pembelajaran, dan
c) Keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat adanya peningkatan
kompetensi siswa setelah mengikuti program pembelajaran.
b. Model ASSURE
Model ASSURE adalah salah satu petunjuk yang bisa membantu
bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan,
memilih metode dan bahan, serta evaluasi. Model ASSURE ini merupakan
rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam
pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan
mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi
lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik (Wordpress: 2011).
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalm mendesain sistem
pembelajaran dengan model ASSURE dapat digambarkan dalam diagram
berikut ini:

Gambar 2. Model ASSURE

Untuk lebih memahami model ASSURE, berikut ini dikemukakan
deskripsi dari setiap komonen yang terdapat dalam model tersebut:
1) Analyze Learners (Analisis Ciri-Ciri Pelajar)
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam menerapkan model ini
adalah mengidentifikasi karakteristik siswa yang akan melakukan
aktifitas pembelajaran. Siapakah siswa yang akan melakukan proses
belajar? Pemahaman yang baik tentang karakteristik siswa akan sangat
membantu siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Analisis
terhadap karakteristik siswa meliputi beberapa aspek penting, yaitu
karakteristik umum, kompetensi

spesifik yang telah dimiliki

sebelumnya, dan gaya belajar siswa.
2) State objectives (Menyatakan Objektif)
Langkah selanjutnya dari model desain sistem pembelajaran
ASSURE adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang bersifat
spesifik. Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari silabus atau
kurikulum, informasi yang tercacat dalam buku teks, atau dirumuskan
sendiri

oleh

perancang

atau

instruktur.

Tujuan

pembelajaran

merupakan rumusan atau pernyataan yang mendeskripsikan tentang
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa setelah
menempuh proses pembelajaran.
Setelah menggambarkan kompetensi yang perlu dikuasai oleh
siswa, rumusan tujuan pembelajaran juga mendeskripsikan kondisi
yang diperlukan oleh siswa untuk menunjukkan hasil belajar yang
telah dicapai dan tingkat penguasaan siswa terhadap pengetahuan dan
keterampilan yang dipelajari.
3) Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media,
Bahan)
Langkah berikutnya adalah memilih metode, media, dan bahan ajar
yang akan digunakan. Ketiga komponen ini berperan penting dalam
membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah digariskan.
Pemilihan metode, media, dan bahan ajar yang tepat akan mampu
mengoptimalkan hasil belajar siswa dan membantu siswa mencapai

kompetensi atau tujuan pembelajaran. Dalam memilih metode, media,
dan bahan ajar yang akan digunakan, ada beberapa pilihan yang dapat
dilakukan, yaitu memilih media dan bahan ajar yang telah tersedia, dan
memproduksi bahan ajar baru.
4) Utilize Materials (Menggunakan Bahan Ajar)
Setelah memillih metode, media, dan bahan ajar, langkah
selanjutnya adalah menggunakan ketiganya dalam kegiatan pembelajaran. Sebelum menggunakan metode, media, dan bahan ajar,
instruktur atau perancang terlebih dahulu perlu melakukan uji coba
untuk memastikan bahwa ketiga komponen tersebut dapat berfungsi
efektif untuk digunakan dalam situasi atau setting yang sebenarnya.
Langkah berikutnya adalah menyiapkan kelas dan sarana pendukung yang diperlukan untuk dapat menggunakan metode, media, dan
bahan ajar yang dipilih. Setelah semuanya siap, ketiga komponen
tersebut dapat digunakan.
5) Requires Learner Participation (Memerlukan Penyertaan Pelajar)
Proses pembelajaran memerlukan keterlibatan mental siswa secara
aktif dengan materi atau substansi yang sedang dipelajari. Pemberian
latihan merupakan contoh cara melibatkan aktifitas mental siswa
dengan materi yang sedang dipelajari.
Siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran akan dengan
mudah memelajari materi pembelajaran. Setelah aktif melakukan
proses pembelajaran, pemberian umpan balik berupa pengetahuan
tentang hasil belajar akan memotivasi siswa untuk mencapai prestasi
belajar yang lebih tinggi.
6) Evaluate and Revise (Menilai dan Merevisi)
Setelah mendesain aktifitas pembelajaran maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah evaluasi. Tahap evaluasi dalam model
ini dilakukan untuk menilai efektivitas pembelajaran dan juga hasil
belajar siswa. Proses evaluasi terhadap semua komponen pembelajaran
perlu dilakukan agar dapat memperoleh gambaran yang lengkap
tentang kualitas sebuah program pembelajaran.

Contoh pernyatan evaluasi yang perlu dilakukan untuk menilai
efektivitas proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a) Apakah siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan?
b) Apakah metode, media, dan strategi pembelajaran yang digunakan
dapat membantu berlangsunngnya proses belajar siswa?
c) Apakah siswa terlibat aktif dengan materi pembelajaran yang
dipelajari? Revisi perlu dilakukan apabila hasil evaluasi terhadap
program pembelajaran menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.

Judul: Jawaban Komnet Nomor 1

Oleh: Nana Solihin


Ikuti kami