Makalah Atletik

Oleh Thariq Febrianto

546,2 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Atletik

Apakah itu Antibiotik, Antipiretik,Analgetik dan Anti Fungi PENDAHULUAN 1. ANTIBIOTIKA A. Pengertian Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Antibiotika ( latin: anti dan bios: hidup ) adalah zat-zat kimia yang dihasilkan mikro organisme hidup tertuam fungi dan bakteri ranah. Yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat bakteri dan pertumbuhan banyak bakteri dan beberapa virus besar, sedangkan toksitasnya bagi manusia relative kecil. B. Pembuatan Antibiotika mikro organisme dibiak dalam tangki-tangki besar dengan zat-zat gizi khusus ke dalam cairan pembiakan disalurkan oksigen atau udara steril guna mempercepat pertumbuhan jamur sehingga produksi antibiotiknya dipertinggi setelah diisolasi dan cairan kultur, antibiotika dimurnikan dan ditetapkan aktivitasnya beberapa antibiotika tidak dibuat lagi dengan jalan biosintesis ini, melakukan secara kimiawi, antara lain kloramfenikol. C. Mekanisme Kerja Beberapa antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosforin) atau membran sel (kelompok polimiksin), tetapi mekanisme kerja yang terpenting adalah perintangan selektif metabolisme protein bakteri sehingga sintesis protein bakteri, sehingga sintesis protein dapat terhambat dan kuman musnah atau tidak berkembang lagi misalnya kloramfenikol dan tetrasiklin. D. Golongan Antibiotika A. PENISILIN Penisilin diperoleh dari jamur Penicilium chrysogeneum. Penisilin bersifat bakterisid dan bekerja dengan cara menghambat sintesi dinding sel. Penisilin terdiri dari: 1. Benzyl Penisilin Dan Fenoksimetil Penisilin  Benzyl Penisilin  Indikasi: infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, bronchitis kronis, salmonelosis invasive, genore.  Peringatan: riwayat alargi, gangguan fungsi ginjal, lesi eritematous pada grandula fever, leukemia, limfositik kronik, dan AIDS.  Interaksi: obat ini berdifusi dengan baik dengan jaringan dan cairan tubuh. Tapi penetrasi kedalam cairan otak kurang baik kecuali jika selaput otak mengalami infeksi.   Kontraindikasi: Hipersensitivitas(alargi) terhadap penisilin Efek Samping: reaksi alargi berupa urtikardi, demam, nyeri sendi, angiodem, leukopoia, trombositopenia, diare pada pemberian per oral.  Dosis: injeksi IV dan IM atau infuse: 1.2 gr/hari dalam dosis terbagi 4, jika diperlukan dapat ditingkatkan 2.4 gr/hari atau lebih.BAYI PREMATUR dan NEONATAL 50 mg/kg dalam dosis terbagi 3: anak 1-12 tahun 100mg/kg/hari dalam dosis terbagi 4 (dosis lebih tinggi mungkin dibutuhkan)  Fenoksimetilpenisilin 2. Penisilin Tahap Penisilinase  Kloksasilin   Indikasi: infeksi karena stapilokokus yang memproduksi penisilinase. Peringatan: riwayat alargi, gangguan ginjal, lesi eritamatous pada glandula fever, leukemia, limfositik kronik dan AIDS.  Interaksi: obat ini berdifusi dengan baikdengan jaringan dan cairan tubuh. Tapi penetrasi kedalam cairan otak kurang baik kecuali jika selaput otak mengalami infeksi.   Kontraindikasi: hipersensivitas (alargi) terhadap penisilin. Efek Samping: reaksi alargi berupa urtikardi, demam, nyeri sendi, angiodem, leukopoia, trombositopenia, diare pada pemberian per oral.  Dosis: oral 500 mg tiap 6 jam, diberikan 30 menit sebelum makan. IM 250 mg tiap 4-6 jam. Dalam khasus yang berat dosis dapat dinaikkan 2 kali. Anak kurang dari 2 tahun 0.25 dari dosis dewasa. Anak 2-10 tahun 0.5 dosis dewasa.  Flukoksasilin 3. Penisilin Spectrum Luas  Ampisilin  Indikasi: infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, bronchitis kronis, salmonelosis invasive, genore. Peringatan: riwayat alargi, gangguan fungsi ginjal, lesi eritematous pada grandula fever, leukemia, limfositik kronik, dan AIDS.  Interaksi: obat ini berdifusi dengan baik dengan jaringan dan cairan tubuh. Tapi penetrasi kedalam cairan otak kurang baik kecuali jika selaput otak mengalami infeksi.   Kontraindikasi: Hipersensitivitas(alargi) terhadap penisilin Efek Samping: reaksi alargi berupa urtikardi, demam, nyeri sendi, angiodem, leukopoia, trombositopenia, diare pada pemberian per oral.  Dosis: oral 0,25-1gr tiap 6 jam, diberikan 30 menit sebelum makan. Untuk gonore 2-3,5 gr dosis tunggal, ditambah 1 gr. Infeksi saluran kemih 500 mg tiap 8 jam. IM, IV atau infuse 500mg tiap 4-6 jam. Anak dibawah 10 tahun setengah sendok dewasa  Amoksisilin 4. Penisilin Anti Pseudomona  Tikarsilin  Piperasilin  Sulbenisilin B. SEFALOSFORIN Merupakan antibiotic betalaktam yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding mikroba. Farmakologi SEFALOSFORIN mirip dengan penisilin, ekseresi terutama melalui ginjal dan dapat dihambat probenisid. Sefalosforin terbagi atas: 1. Sefaklor 2. Sefadroksil 3. Sefeksim 4. Sefrozil 5. Sefodizim 6. Sefotakzim 7. Sefripom 8. Seftazidim 9. Seftibuten 10. Seftriakson 11. Sefuroksim 12. Sefaleksin 13. Sefamandol 14. Sefodixim 15. Sefotaksim 16. Sefpirom 17. Sifuroksim 18. Sefaleksin 19. Sefradin 20. Sefazolin 21. Sefpodoksim C. TETRASIKLIN Tetrasiklin merupakan antibiotic dengan spectrum luas. Penggunaannya semakin lama semakin berkurang 1. Tetrasiklin 2. Demeklosiklin Hidroklorida 3. Doksisiklin 4. Oksitetrasiklin D. AMINOGLIKOSIDA Amingoglikosida bersifat bakterisidal dan aktif terhadap bakteri gram positif dan gram negative. Penggunaannya sekarang hampir terbatas untuk tuberkalosa. 1. Amikasin 2. Gentamisin 3. Kanamisin 4. Neomisin sulfat 5. Netilmisin 6. Tobramisin E. KLORAMFENIKOL Merupakan antibiotic dengan spectrum luas namun bersifat toksik. obat ini seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat akibat Haemophilus influenza, demam typhoid, meningitis dan abses otak bakteremia dan infeksi berat lainnya. Karena toksisitasnya, obat ini tidak cocok untuk penggunaan sistemik, kecuali untuk keadaan yang disebutkan diatas. 1. Kloramfenikol F. MAKROLID Obat ini digunakan sebagai alternative penisilin. 1. Eritromisin 2. Azitromisin 3. Klaritomisin G. POLIPEPTIDA Kelompok ini terdiri dari polimiksin B, polimiksin E, basi trasin dan gramisidin, dan berciri struktur polipeptida siklis dengan gugusan-gugusan amino bebas. Berlainan dengan antibiotic lainnya yang semuanya diperoleh dari jamur, antibiotika ini dihasilkan oleh beberapa bakteri tanah. Plimiksin hanya aktif terhadap basil gram-negatif termasuk pseudomonas, basitrasin dan gramisidin terhadap kuman gram-positif. Dikombinasi dengan antibiotika bakterio static seperti krolamfenikol dan tetrasiklin. Resorpisinya dari usus praktek nihil, maka hanya digunakan secara parenteral, atau oral untuk bekerja didalam usus. Distribusi obat setelah injeksi tidak merata, ekresinya lewat ginjal. Penggunaannya pada infeksi pseudomonas kini sangat berkurang dengan munculnya antibiotika yang lebih aman (gentamisin dan karbenisilin)  Polimiksin B  Kolistin (= polimiksin E) : Colistine (dumex)  Basitrasin 2. ANTIPIRETIK Antipiretik adalah obat-obat yang dapat menurunkan suhu badan pada keadaan demam. Pada umumnya demam adalah suatu gejala dan bukan merupakan suatu penyakit tersendiri. Oleh sebab itu pembahasan antipiretik jarang ada, pembahasannya antipiretik ada pada pembahasan obat anti nyeri (analgetika) Obat yang memiliki efek antipiretik antara lain:  Paracetamol: asetaminopen, panadol, Tylenol, tempra, nipe. Efek samping dari paracetamol jarang ada, ibu hamil juga aman apabila menkonsumsi paracetamol 3. ANALGESIK/ANALGETIKA Adalah obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran. Pada umumnya diartikan sebagai suatu obat yang efektif untuk menghilangkan sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan nyeri lainnya. Hampir semua analgetika ternyata memiliki efek anti inflamasi dimana efek anti inflamasi sendiri berguna untuk mengobati radang sendi (arthritis remautoid). Jadi analgetika anti inflamasi non steroid adalah obat-obat analgetika yang selain mempunyai efek analgetika juga mempunyai efek anti inflamasi, sehingga obat-obat jenis ini digunakan dalam pengobatan reumatik dan gout. Dan obat ini merupakan obat yang banyak diresepkan oleh dokter, obat-obat golongan ini merupakan suatu obat yang heterogen secara kimia. A. MEKANISME KERJA Mekanisme kerja anti inflamasinon steroid (AINS) berhubungan dengan system biosintesis progstaglandin yaitu dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakhidonat menjadi PGG2 menjadi terganggu. Enzim siklooksigenase terdapat dalam 2 isoform yang disebut COX-1 dan COX-2. Kedua infrom tersebut dikode oleh gen yang berbeda. COX-1 dalam pemeliharaa berbagai fungsi dalam keadaan normal diberbagai jaringan khususnya ginjal, saluran cerna dan trombosi. Dimukosa lambung aktivitas COX-1 menghasilkan prostasiklin yang bersifat protektif. Siklooksigenase 2 diinduksi berbagai stimulus inflamator, termasuk sitokin, endotoksindan growth factors. Teromboksan A2 yang disintesis trombosit COX-1 menyebabkan agregasi trombosit vasokontriksi dan ploriferasi otot polos. Sebaliknya prostasiklin PGL2 yang disintesis oleh COX-2 diendotel malvro vasikuler melawan efek tersebut dan menyebabkan penghambatan agregasi trombosit. B. OBAT-OBAT ANAL GETIK ANTI INFLAMASI 1. Asam mefenamat dan Meklofenamat 2. Diklofenak 3. Ibuprofen 4. Fenbufen 5. Indometasin 6. Piroksikam dan meloksikam 7. Salisilat 8. Diflunsial 9. Fenilbutazon dan Oksifenbutazon 10. Allopurinol C. ANALGETIKA NARKOTIKA Memiliki daya penghalang nyeri yang kuat sekali dengan titik kerja terletak di system saraf pusat. 4. ANTI FUNGI Anti fungi atau anti mikotik yaitu obat yang digunakan untuk membunuh atau menghilangkan jamur. A. Penggolongan obat jamur 1. Gol. Polien Mekanisme kerja: berikatan kuat dengan sterol pada membrane sel jamur -> membrane sel bocor terjadi kehilangan beberapa bahan intrasel >kerusakan tetap pada sel jamur. a. Amfoterisin B b. Nistatin 2. Gol. Imidazol Termasuk dalam golongan ini a. Klotrimazol b. Ketokonazol c. Tiokonazol d. Mikonazol 3. Gol. Triazol Mekanisme kerja: mempengaruhi aktifitas sitokrom P450 -> menurunkan sintesis ergosterol -> menghambat formasi sel membrane termasuk dalam golongan ini: a. Flukonazol b. Itrakonazol 4. Gol. Anti Jamur Lain a. Giseofulvin 5. KESIMPULAN Setiap yang ada didalam kandungan obat itu berbeda-beda baik kandungannya, kegunaannya, dosisnya dan efek sampingnya. Dan setiap obat juga mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri. Tergantung bagaimana kita yang menggunakan sesuai aturan atau tidak. Penggolongan setiap obat juga masih banyak lagi saya hanya menyebutkan salah satunya. 6. SARAN Diharapkan kepada antipiretik, analgetik, pembaca anti dapat inflamasi lebih dan menerapkan anti fungi antibiotic, berdasarkan golongannya secara bijak. Karena setiap kandunga itu ibarat seperti pisau apabila kita menggunakannya dengan benar maka akan mengguntunkan bagi dirikita tetapi apabila kita menggunakannya salah akan berbahya sendiri pada diri kita. Jadi gunakanlah secara tepat dan sesuai dengan aturan lebih amannya lagi sesuai dengan petunjuk dari dokter. Jenis jenis antibiotik dan penggolongan antibiotik Saat ini ada ratusan jenis obat antibiotik, tetapi kebanyakan dari jenis atau penggolongan antibiotik dapat secara luas diklasifikasikan menjadi enam kelompok. Akan dijelaskan di bawah ini. Penisilin Penisilin digunakan secara luas untuk mengobati infeksi tertentu seperti infeksi kulit, radang tenggorokan, infeksi dada dan infeksi saluran kemih. Beberapa jenis penisilin banyak digunakan meliputi:   Antibiotik Amoxicillin ( amoksisilin ) Flukloksasilin Sekitar 1 dari 15 orang akan mengalami reaksi alergi setelah menggunakan obat penisilin dan sejumlah kecil orang akan mengalami reaksi alergi antibiotik yang cukup parah (anafilaksis). Sangat penting untuk memberitahu dokter atau profesional kesehatan yang merawat Anda jika Anda berpikir Anda mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik penisilin. Masalah lain dengan penisilin adalah bahwa beberapa jenis bakteri telah menjadi kebal terhadap itu karena telah begitu banyak digunakan. Antibiotik Sefalosporin Obat Sefalosporin adalah anti biotik spektrum luas, yang berarti mereka efektif dalam mengobati berbagai jenis infeksi termasuk infeksi yang lebih serius, seperti:  Septicemia - infeksi darah   Pneumonia Meningitis - infeksi lapisan pelindung terluar dari otak dan sumsum tulang belakang Contoh Sefalosporin meliputi:   Obat Cefalexin Obat Cefixime Jika Anda alergi terhadap penisilin Anda mungkin juga alergi terhadap sefalosporin. Aminoglikosida Aminoglikosida adalah jenis obat antibiotik yang digunakan secara luas diresepkan sampai ditemukan bahwa Aminoglikosida dapat menyebabkan kerusakan baik pendengaran maupun ginjal. Karena itu, Aminoglikosida cenderung sekarang digunakan hanya untuk mengobati penyakit yang sangat serius seperti meningitis. Aminoglikosida memecah dengan cepat di dalam sistem pencernaan sehingga mereka harus diberikan melalui suntikan atau tetes. Obat tetrasiklin Tetrasiklin adalah jenis lain dari obat antibiotik spektrum luas yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi. Tetrasiklin umumnya juga merupakan salah satu obat antibiotik untuk jerawat yang digunakan untuk mengobati jerawat yang parah dan kondisi yang disebut rosacea, yang menyebabkan kemerahan pada kulit dan bintik-bintik. Makrolida Manfaat antibiotik Makrolida adalah jenis antibiotik yang berguna dalam mengobati infeksi paru-paru dan dada. Makrolida juga bisa menjadi pengobatan alternatif yang berguna bagi orang-orang dengan alergi penisilin atau untuk mencegah bakteri yang kebal obat penisilin. Contoh golongan antibiotik makrolida termasuk:   Eritromisin Spiramisin Fluoroquinolones Fluoroquinolones adalah tipe terbaru dari antibiotik. Fluoroquinolones merupakan obat antibiotik spektrum luas yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi. Contoh fluoroquinolones adalah:   Obat Ciprofloxacin Obat Norfloksasin Efek samping Antibiotik Kebanyakan antibiotik diatas (kecuali aminoglikosida) tidak menimbulkan banyak masalah bagi orang-orang yang menggunakannya dan efek samping yang parah jarang terjadi. Efek samping antibiotik yang dilaporkan yang paling umum adalah:    Sakit Gangguan pencernaan Diare Pertimbangan dan interaksi Beberapa jenis antibiotik tidak cocok untuk orang dengan kondisi medis tertentu atau untuk ibu hamil dan menyusui. Anda sebaiknya menggunakan antibiotik yang telah diresepkan dokter untuk Anda, jangan meminjam dari anggota keluarga seorang teman. Beberapa antibiotik juga dapat bereaksi tak terduga dengan obat lain dan pil kontrasepsi oral. Oleh karena itu sangat penting untuk membaca pelaturan pemakaian yang telah ditetapkan dengan hati-hati. Resistensi antibiotik Organisasi kesehatan di seluruh dunia sedang mencoba untuk mengurangi penggunaan antibiotik, terutama untuk kondisi yang tidak serius. Hal ini untuk mencoba memerangi masalah resistensi antibiotik, yang ketika strain bakteri tidak lagi merespon terhadap pengobatan dengan satu atau beberapa jenis antibiotik. Resistensi antibiotik dapat terjadi dalam beberapa cara. Strain bakteri dapat bermutasi (berubah) dan dari waktu ke waktu menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik tertentu. Kesempatan ini meningkat jika seseorang tidak mengetahui tentang antibiotik karena beberapa bakteri dapat dibiarkan untuk mengembangkan resistensi. Juga, antibiotik dapat menghancurkan banyak strain berbahaya dari bakteri yang hidup pada tubuh. Hal ini memungkinkan bakteri resisten untuk berkembang biak dengan cepat dan menggantinya. Penggunaan obat antibiotik yang berlebihan dalam beberapa tahun terakhir telah memainkan peranan utama dalam resistensi antibiotik. Ini termasuk menggunakan macammacam antibiotik untuk mengobati kondisi kecil. Hal ini telah menyebabkan munculnya strain bakteri yang sudah kebal terhadap berbagai jenis antibiotik. Mereka termasuk:    Meticillin resistant Staphylococcus aureus ( MRSA ) Clostridium difficile ( C.diff ) Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis yang resistan terhadap obat ( MDR-TB ) Jenis infeksi bisa serius dan menantang untuk mengobati, dan menjadi penyebab meningkatnya kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Sebagai contoh, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperkirakan bahwa ada sekitar 150.000 kematian akibat TB-MDR setiap tahun. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa mungkin muncul strain bakteri baru yang efektif sulit untuk dapat diobati dengan antibiotik yang ada. Sudah ada tanda-tanda ini dengan munculnya jenis bakteri yang disebut New Delhi Metallo-beta-laktamase ( NDM-1 ), yang tampaknya sangat resisten terhadap pengobatan. Analgetik, Antipiretik,NSAID A. Analgetik Analgetik atau obat-obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. - Penyebab sakit/ nyeri. Didalam lokasi jaringan yang mengalami luka atau peradangan beberapa bahan algesiogenic kimia diproduksi dan dilepaskan, didalamnya terkandung dalam prostaglandin dan brodikinin. Brodikinin sendiri adalah perangsang reseptor rasa nyeri. Sedangkan prostaglandin ada 2 yang pertama Hiperalgesia yang dapat menimbulkan nyeri dan PG(E1, E2, F2A) yang dapat menimbulkan efek algesiogenic. - Mekanisame: Menghambat sintase PGS di tempat yang sakit/trauma jaringan. - Karakteristik: 1. Hanya efektif untuk menyembuhkan sakit 2. Tidak narkotika dan tidak menimbulkan rasa senang dan gembira 3. Tidak mempengaruhi pernapasan 4. Gunanya untuk nyeri sedang, ex: sakit gigi Analgesik di bagi menjadi 2 yaitu: 1. Analgesik Opioid/analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memilikisifat-sifat seperti opium atau morfin. Golongan obat ini digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri seperti pada fractura dan kanker. Macam-macam obat Analgesik Opioid: a. Metadon. - Mekanisme kerja: kerja mirip morfin lengkap, sedatif lebih lemah. - Indikasi: Detoksifikas ketergantungan morfin, Nyeri hebat pada pasien yang di rumah sakit. - Efek tak diinginkan: * Depresi pernapasan * Konstipasi * Gangguan SSP * Hipotensi ortostatik * Mual dam muntah pada dosis awal Methadon b. Fentanil. - Mekanisme kerja: Lebih poten dari pada morfin. Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. - Indikasi: Medikasi praoperasi yang digunakan dalan anastesi. - Efek tak diinginkan: Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Rigiditas otot, bradikardi ringan. Fentanil c. Kodein - Mekanisme kerja: sebuah prodrug 10% dosis diubah menjadi morfin. Kerjanya disebabkan oleh morfin. Juga merupakan antitusif (menekan batuk) - Indikasi: Penghilang rasa nyeri minor - Efek tak diinginkan: Serupa dengan morfin, tetapi kurang hebat pada dosis yang menghilangkan nyeri sedang. Pada dosis tinggi, toksisitas seberat morfin. Kodein 2. Obat Analgetik Non-narkotik Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. Analgetika perifer (nonnarkotik), yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik Non-Narkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik). Efek samping obat-pbat analgesik perifer: kerusakan lambung, kerusakan darah, kerusakan hati dan ginjal, kerusakan kulit. Macam-macam obat Analgesik Non-Narkotik: a. Ibupropen Ibupropen merupakan devirat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Ibu hamil dan menyusui tidak di anjurkan meminim obat ini. Ibuprofen b. Paracetamol/acetaminophen Merupakan devirat para amino fenol. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan penggunaan salisilat. Sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Dalam sediaannya sering dikombinasikan dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektinitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya. Acetaminophen c. Asam Mefenamat Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma, sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. Asam Mefenamat B. Antipiretik Obat antipiretik adalah obat untuk menurunkan panas. Hanya menurunkan temperatur tubuh saat panas tidak berefektif pada orang normal. Dapat menurunkan panas karena dapat menghambat prostatglandin pada CNS. Macam-macam obat Antipiretik: 1. Benorylate Benorylate adalah kombinasi dari parasetamol dan ester aspirin. Obat ini digunakan sebagai obat antiinflamasi dan antipiretik. Untuk pengobatan demam pada anak obat ini bekerja lebih baik dibanding dengan parasetamol dan aspirin dalam penggunaan yang terpisah. Karena obat ini derivat dari aspirin maka obat ini tidak boleh digunakan untuk anak yang mengidap Sindrom Reye. 2. Fentanyl Fentanyl termasuk obat golongan analgesik narkotika. Analgesik narkotika digunakan sebagai penghilang nyeri. Dalam bentuk sediaan injeksi IM (intramuskular) Fentanyl digunakan untuk menghilangkan sakit yang disebabkan kanker. Menghilangkan periode sakit pada kanker adalah dengan menghilangkan rasa sakit secara menyeluruh dengan obat untuk mengontrol rasa sakit yang persisten/menetap. Obat Fentanyl digunakan hanya untuk pasien yang siap menggunakan analgesik narkotika. Fentanyl bekerja di dalam sistem syaraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Beberapa efek samping juga disebabkan oleh aksinya di dalam sistem syaraf pusat. Pada pemakaian yang lama dapat menyebabkan ketergantungan tetapi tidak sering terjadi bila pemakaiannya sesuai dengan aturan. Ketergantungan biasa terjadi jika pengobatan dihentikan secara mendadak. Sehingga untuk mencegah efek samping tersebut perlu dilakukan penurunan dosis secara bertahap dengan periode tertentu sebelum pengobatan dihentikan. 3. Piralozon Di pasaran piralozon terdapat dalam antalgin, neuralgin, dan novalgin. Obat ini amat manjur sebagai penurun panas dan penghilang rasa nyeri. Namun piralozon diketahui menimbulkan efek berbahaya yakni agranulositosis (berkurangnya sel darah putih), karena itu penggunaan analgesik yang mengandung piralozon perlu disertai resep dokter. C. NSAID (Anti-Inflamasi) - Efek dari NSAID (Anti-Inflamasi) Inflamasi adalah rekasi tubuh untuk mempertahankan atau menghindari faktor lesi. COX2 dapat mempengaruhi terbentuknya PGs dan BK. Peran PGs didalam peradangan yaitu vasodilatasi dan jaringan edema, serta berkoordinasi dengan bradikinin menyebabkan keradangan. - Mekanisme Anti-Inflamasi Menghambat prostaglandin dengan menghambat COX. - Karakteristik Anti-Inflamasi NSAID hanya mengurangi gejala klinis yang utama (erythema, edema, demam, kelainan fungsi tubuh dan sakit). Radang tidak memiliki efek pada autoimunological proses pada reumatik dan reumatoid radang sendi. Memiliki antithrombik untuk menghambat trombus atau darah yang membeku. - Contoh obat NSAID (Anti Inflamasi) 1. Gol. Indomethacine - Proses didalam tubuh Absorpsi di dalam tubuh cepat dan lengkap, metabolisme sebagian berada di hati, yang dieksresikan di dalam urine dan feses, waktu paruhnya 2-3 jam, memiliki anti inflamasi dan efek antipiretic yang merupakan obat penghilang sakit yang disebabkan oleh keradangan, dapat menyembuhkan rematik akut, gangguan pada tulang belakang dan asteoatristis. - Efek samping a. Reaksi gastrointrestianal: anorexia (kehilangan nafsu makan), vomting (mual), sakit abdominal, diare. b. Alergi: reaksi yang umumnya adalah alergi pada kulit dan dapat menyebabkan asma. 2. Gol. Sulindac Potensinya lebih lemah dari Indomethacine tetapi lebih kuat dari aspirin, dapat mengiritasi lambung, indikasinya sama dengan Indomethacine. 3. Gol. Arylacetic Acid Selain pada reaksi aspirin yang kurang baik juga dapat menyebabkan leucopenia thrombocytopenia, sebagian besar digunakan dalam terapi rematik dan reumatoid radang sendi, ostheoarthitis. 4. Gol. Arylpropionic Acid Digunakan untuk penyembuhan radang sendi reumatik dan ostheoarthitis, golongan ini adalah penghambat non selektif cox, sedikit menyebabkan gastrointestial, metabolismenya dihati dan di keluarkan di ginjal. 5. Gol. Piroxicam Efek mengobati lebih baik dari aspirin indomethacine dan naproxen, keuntungan utamanya yaitu waktu paruh lebih lama 36-45 jam. 6. Gol. Nimesulide Jenis baru dari NSAID, penghambat COX-2 yang selektif, memiliki efek anti inflamasi yang kuat dan sedikit efek samping. bat Analgetik Antalgin Indikasi: Karena risiko efek sampingnya, penggunaannya sebagai analgesik-antipiretik sangat dibatasi yaitu: – Nyeri akut hebat sesudah luka atau pembedahan. – Nyeri karena tumor atau kolik. – Nyeri hebat akut atau kronik bila analgesik lain tidak menolong. – Demam tinggi yang tidak bisa diatasi antipiretik lain. Kontra Indikasi: Alergi dipiron, granulositopenia, porfiria intermiten, defisiensi G6PD, payah jantung, bayi < 3 bulan, hamil trisemester pertama dan 6 minggu terakhir. Komposisi: Tiap tablet mengandung Antalgin 500 mg. Dosis: Oral Dewasa: 500 – 1000 mg 3 – 4 kali sehari (maksimum 3 gram sehari). Anak-anak: 250 – 500 mg 3 – 4 kali sehari (maksimum 1 gram untuk < 6 tahun dan 2 gram untuk 6 – 12 tahun). Parental 500 – 1000 mg sekali suntik. Jangan lebih dari 1 gram karena dapat menimbulkan syok. Perhatian: Pengobatan harus segera dihentikan bila timbul gejala pertama turunnya jumlah sel darah atau granulositopenia atau sakit tenggorokan atau tanda infeksi lain. Hati-hati pada penderita yang pernah memiliki penyakit darah. Jangan digunakan untuk kelainan yang ringan, masih ada obat lain yang lebih aman. Efek Samping: Infeksi lambung, hiperhidrosis. Retensi cairan dan garam. Reaksi elaergi cukup sering: reaksi kulit dan edema angioneurotik. Efek samping yang berat: agranulositosis, pansitopenia dan nefrosis. Interaksi Obat: Bila digunakan bersama dengan klorpromazine, dapat menimbulkan hipotermia yang berat. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui: Jangan diberikan pada wanita hamil karena potensi karsigonik dari metabolit nitrosamin. Penggunaan pada anak: Jangan diberikan pada bayi kurang dari 3 bulan (atau BB < 5 kg). Jenis: Tablet Produsen: PT Kimia Farma Dexamethasone 0,5 mg Indikasi: Dexamethasone Harsen adalah obat anti inflamasi dan anti alergi yang sangat kuat. Sebagai perbandingan Dexamethasone 0.75 mg setara obat sbb: 25 mg Cortisone, 20 mg hydrocortisone, 5 mg prednisone, 5 mg prednisolone. Kontra Indikasi: – Dexamethasone Harsen tidak boleh diberikan pada penderita herpes simplex pada mata; tuberkulose aktif, peptio ulcer aktif atau psikosis kecuali dapat menguntungkan penderita. – Jangan diberikan pada wanita hamil karena akan terjadi hypoadrenalism pada bayi yang dikandungnya atau diberikan dengan dosis yang serendah-rendahnya. Komposisi: Tiap tablet Dexamethasone Harsen mengandung: a. Dexamethasone …………….. 0.5 mg. b. Dexamethasone …………….. 0.75 mg. Tiap ml injeksi Dexamethasone Harsen mengandung: Dexamethasone Sodium phosphat ….. 5 mg. Uraian dan Penggunaan: Dexamethasone Harsen adalah obat anti inflamasi dan anti alergi yang sangat kuat. Sebagai perbandingan Dexamethasone 0.75 mg setara obat sbb: 25 mg Cortisone, 20 mg hydrocortisone, 5 mg prednisone, 5 mg prednisolone. Dexamethasone Harsen praktis tidak mempunyai aktivitas mineral conticoid dari cortisone dan hydrocortisone, sehingga pengobatan untuk kekurangan adrenocotical tidak berguna. Obat ini digunakan sebagai glucocorticoid khususnya: untuk anti inflamasi, pengobatan rheumatik arthritis dan penyakit colagen lainnya, alergi dermatitis dll, penyakit kulit, penyakit inflamasi pada masa dan kondisi lain dimana terapi glukocorticoid berguna lebih menguntungkan seperti penyakit leukemia tertentu dan lymphomas dan inflamasi pada jaringan lunak dan anemia hemolytica. Efek Samping: – Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis dan penghambatan pertumbuhan anak. – Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan beberapa glucocorticoid lainnya. – Penambahan nafsu makan dan berat badan lebih sering terjadi. Dosis: Dewasa: Oral: 0.5 mg – 10 mg per hari (rata-rata 1.5 mg – 3 mg per hari) Parenteral: 5 mg – 40 mg per hari Untuk keadaan yang darurat diberikan intra vena atau intra muskular. Anak-anak: 0.08 mg – 0.3 mg/kg berat badan/perhari dibagi dalam 3 atau 4 dosis. Perhatian: – Kekurangan adrenocotical sekunder yang disebabkan oleh pengobatan dapat dikurangi dengan mengurangi dosis secara bertahap. – Ada penambahan efek Corticosteroid pada penderita dengan hypothyroidism dan chirrhosis. HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jenis: Tablet DIVOLTAR Indikasi: – Penyakit reumatik inflamatoar dan degeneratif: artritis reumatoid, termasuk bentuk juvenil, ankilosing, osteoartritis, dan penyakit priai akut. – Kelainan muskulo-skeletal akut: periatritis, tendinitis, tenosinovitis, bursitis, salah urat dan dislokasi. – Menghilangkan/mengurangi rasa nyeri dan inflamasi nonreumatik. Kontra Indikasi: – Ulkus peptikum atau perdarahan saluran cerna. – Hipersensitivitas terhadap diklofenak. – Penderita asma yang mengalami serangan asma, urtikaria atau rinitis akut bilamendapat asetosal atau obat-obat antiinflamasi nonsteroid lainnya. Komposisi: Tiap tablet salut enterik mengandung: Diklofenak natrium 25 mg atau 50 mg Farmakologi: DIVOLTAR adalah obat antiinflamasi nonsteroid dengan struktur kimia yang baru (suatu derivat asam asetat). Obat ini mempunyai sifat antiinflamasi, analgesik dan antipiretik yang kuat. Seperti obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, DIVOLTAR merupakan penghambat prostaglandinsintetase. Sebagai tablet salut enterik, DIVOLTAR hancur dan melarut langsung dalam usus halus, dimana diklofenak diabsorpsi dengan cepat. Dengan demikian, iritasi lambung dikurangi. Diklofenakmengalami metabolisme lintasan pertama dalam hati. Kadar puncak dalam plasma akan dicapai setelah 1 – 4 jam. Obat ini 99.7% terikat pada protein plasma dan waktu paruh eliminasinya 1 – 2 jam. Diklofenak dimetabolisme hampir sempurna dalam hati, ekskresi obat yang utuh melalui ginjal kurang dari 1%. Peringatan dan Perhatian: 1. Gunakan dengan hati-hati pada: – penderita dengan gangguan saluran cerna atau dengan riwayat ulkus peptikum. – penderita dengan insufisiensi hati, jantung atau ginjal yang parah. – penderita usia lanjut (lebih mudah mengalami efek samping obat-obat antiinflamasi nonsteroid). 2. Penderita dengan pengobatan jangka panjang dengan DIVOLTAR seperti halnya dengan obat-obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, harus dimonitor sebagai tindakan berjaga-jaga(mis. fungsi ginjal, hati dan hitung darah). 3. DIVOLTAR tidak boleh diberikan selama kehamilan, kecuali bila mutlak diperlukan. 4. DIVOLTAR dapat meningkatkan kadar plasma lithium atau digoksin. Efek Samping: Pada awal pengobatan, dapat terjadi nyeri epigastrum, sendawa, nausea dandiare, nyeri kepala atau pusing. Efek samping ini biasanya ringan. Reaksi kulit, retensi cairan dan peningkatanserum transaminase kadang-kadang terjadi. Userasi dan pendarahan saluran cerna, ikterus, hepatitis, gagal ginjal dan sindroma nefrotik juga terjadi. Bila ini terjadi, DIVOLTAR harus dihentikan. Leukopenia, trombositopenia, dan anemia aplastik dapat juga terjadi, tetapi sangat jarang. Dosis: Dewasa: Dosis awal 75 – 150 mg sehari, dibagi dalam 2 – 3 dosis. Untuk terapi jangka panjang, dosis biasanya 75 – 100 mg sehari. Anak 1 tahun atau lebih 1 – 3 mg/kg sehari, dibagi dalam 2 – 3 dosis. Tablet harus ditelan seluruhnya sewaktu makan atau setelah makan. Penyimpanan: Lindungi dari cahaya. Simpan pada suhu kamar (di bawah 30 derajat Celsius). HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jenis: Tablet Produsen: PT Kalbe Farma Natrium Diklofenak Indikasi: Pengobatan akut dan kronis gejala-gejala reumatoid artritis, osteoartritis dan ankilosing spondilitis. Kontra Indikasi: – Penderita yang hipersensitif terhadap diklofenak atau yang menderita asma, urtikaria atau alergi pada pemberian aspirin atau NSAIA lain. – Penderita tukak lambung. Komposisi: Natrium Diklofenak 25 mg Tablet Salut Enterik Tiap tablet salut enterik mengandung: Natrium Diklofenak 25 mg. Natrium Diklofenak 50 mg Tablet Salut Enterik Tiap tablet salut enterik mengandung: Natrium Diklofenak 50 mg. Cara Kerja Obat: Diklofenak adalah golongan obat non steroid dengan aktivitas anti inflamasi, analgesik dan antipiretik. Aktivitas diklofenak dengan jalan menghambat enzim siklo-oksigenase sehingga pembentukan prostaglandin terhambat. Efek Samping: – Efek samping yang umum terjadi seperti nyeri/keram perut, sakit kepala, retensi cairan, diare, nausea, konstipasi, flatulen, kelainan pada hasil uji hati, indigesti, tukak lambung, pusing, ruam, pruritus dan tinitus. – Peninggian enzim-enzim aminotransferase (SGOT, SGPT) hepatitis. – Dalam kasus terbatas gangguan hematologi (trombositopenia, leukopenia, anemia, agranulositosis). Peringatan dan Perhatian: – Hati-hati penggunaan pada penderita dekomposisi jantung atau hipertensi, karena diklofenak dapat menyebabkan retensi cairan dan edema. – Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal, jantung, hati, penderita usia lanjut dan penderita dengan luka atau perdarahan pada saluran pencernaan. – Hindarkan penggunaan pada penderita porfiria hati. – Hati-hati penggunaan selama kehamilan karena diklofenak dapat menembus plasenta. – Diklofenak tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena diklofenak diekskresikan melalui ASI. – Pada anak-anak efektivitas dan keamanannya belum diketahui dengan pasti. Dosis dan Cara Pemakaian: – Osteoartritis : 2 – 3 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg. – Reumatoid artritis : 3 – 4 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg. – Ankilosing spondilitis : 4 kali sehari 25 mg ditambah 25 mg saat akan tidur. Tablet harus ditelan utuh dengan air, sebelum makan. Interaksi Obat: – Penggunaan bersama aspirin akan menurunkan konsentrasi plasma dan AUC diklofenak. – Diklofenak meningkatkan konsentrasi plasma digoksin, metotreksat, siklosporin dan litium sehingga meningkatkan toksisitasnya. – Diklofenak menurunkan aktivitas obat-obatan diuretik. Kemasan: Natrium Diklofenak 25 mg Tablet Salut Enterik Dus berisi 5 strip @ 10 tablet Natrium Diklofenak 50 mg Tablet Salut Enterik Dus berisi 5 strip @ 10 tablet Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya. HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jenis: Tablet Sanmol Indikasi: Sanmol diindikasikan untuk meringankan raa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi dan menurunkan demam Kontra Indikasi: – Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat – Hipersensitif terhadap paracetamol Deskripsi: N/A Jenis: Tablet Produsen: PT Sanbe Farma Sanmol Syrup Indikasi: SANMOL diindikasikan untuk meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi, menurunkan demam yang menyertai influenza dan demam setelah imunisasi. Kontra Indikasi: – Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat – Hipersensitif terhadap paracetamol Komposisi: Tiap 5 ml mengandung Paracetamol 120mg. Farmakologi: SANMOL mengandung Paracetamol yang bekerja sebagai nalgesik, bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit dan sebagai antipiretik, diduga bekerja langsung pada pusat penghantar panas di hipotalamus. Efek Samping: – Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati. – Reaksi hipersensitivitas. Perhatian:    Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal. Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi unit pelayanan kesehatan. Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat mengakibatkan risiko kerusakan fungsi hati. Dosis: 1 – 2 tahun: 5 ml, 3 – 4 kali sehari. 2 – 6 tahun: 5 – 10 ml, 3 – 4 kali sehari. 6 – 9 tahun: 10 – 15 ml, 3 – 4 kali sehari. 9 – 12 tahun: 15 – 20 ml, 3 – 4 kali sehari. Atau menurut petunuk dokter. Penyimpanan: Simpan pada suhu kamar (25 – 30 derajat C), terlindung dari cahaya. Jenis: Fls Produsen: PT Sanbe Farma SUMAGESIC Indikasi: SUMAGESIC ideal untuk menyembuhkan rasa sakit termasuk sakit kepala, sakit gigi, sakit pada otot dan persendian, rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan sakit karena trauma ringan dan tindakan pembedahan. Juga ideal untuk menurunkan demam yang menyertai flu, masuk angin, tonsilitis, tuberkulosis dan infeksiinfeksi lainnya. Kontra Indikasi: N/A Komposisi: Setiap tablet mengandung: Asitominofen …………………………………… 600 mg Sumagesik mengandung dosis optimum yang efektif dari 600 mg asetaminofen. Pada dosis ini, asetaminofen menyembuhkan rasa sakit sebanding dengan penyembuhan oleh 600 mg asam asetilsalisilat dan 60 mg kodeina tanpa efek samping dari obat-obat tersebut. SUMAGESIC menyembuhkan rasa sakit dengan cara bekerja pada pusat rasa sakit dalam otak dan mencegah timbulnya rangsangan rasa sakit pada tempattempat bersangkutan. SUMAGESIC juga menurunkan demam dengan cara mempengaruhi pusat pengatur suhu dalam otak untuk menurunkan panas dengan jalan mengeluarkan peluh. Khasiat antipiretiknya hampir dua puluh lima kali lebih hebat daripada aspirin. SUMAGESIC lebih manjur dan bekerja lebih cepat daripada asam asetilsalisilat sebagai antipiretik. SUMAGESIC adalah analgetik-antipiretik pilihan utama bagi penderita yang peka terhadap asam asetilsalisilat dan obat-obatan sejenis. SUMAGESIC dua kali lebih aman daripada asam asetilsalisilat dan jauh lebih aman dibandingkan dengan obatobat analgetik-antipiretik lainnya. SUMAGESIC tidak menyebabkan iritasi lambung, karenanya dapat diberikan dengan aman kepada penderita-penderita hiperasiditas (pengeluaran asam lambung yang berlebihan), tukak lambung dan gastritis (radang pada lambung). Aturan Pakai: (3 – 4 kali sehari) Anak-anak …………………………………………. 1/4 – 1/2 tablet Dewasa ……………………………………………. 1 tablet Atau menurut petunjuk dokter. Penyimpanan: Simpan pada suhu 25 – 30 derajat Celsius. Jenis: Tablet Produsen: PT Medifarma Lab Thrombophop Gel Indikasi: Flebitis permukan, dengan atau tanpa pembentukan gumpalan-gumpalan. Penyumbatan pembuluh balik yang berlebihan.gangguan-gangguan olah raga dan kecelakan-kecelakan seperti memar, bengkak, keseleo, dan sebagainya.Tendovaginitis, tendosynovitis. Kejang betis, Furunculosis dan bengkak-bengkak. Kontra Indikasi: N/A Deskripsi: Thrombophop gel adalah suatu bentuk baru dalam terapi heparin sodium untuk kulit. Heparin dapat mencegah pembekuan darah dan membantu proses fibrinolisa. Mikrotrombi (butir-butir bekuan darah) yang terdapat disekitar kulit dapat diserap lebih cepat. heparin juga berkhasiat sebagai anti-radang, sehingga dapat menyembuhkan bengkak dan mehilangkan rasa nyeri. obat ini menurunkan ketegangan otot-otot pembuluh darah, sehingga melancarkan peredaran darah. Jenis: Tube Produsen: PT Tunggal Idaman Abdi VOLTADEX Indikasi: – Nyeri yang disebabkan oleh inflamasi non-rematik. – Artritis rematik, osteoartritis, spondilitis ankilosa, spondiloartritis. Kontra Indikasi: – Ulkus peptikum – Reaksi hipersensitif terhadap diclofenac – Bila aspirin atau obat anti-inflamasi diketahui menimbulkan asma, urtikaria, atau rinitis, maka VOLTADEX tidak boleh diberikan. Komposisi: VOLTADEX 25 mg Tiap tablet salut enterik mengandung: Diclofenac sodium 25 mg VOLTADEX 50 mg Tiap tablet salut enterik mengandung: Diclofenac sodium 50 mg Farmakologi: VOLTADEX adalah turunan asam fenil asetat yang memiliki khasiat antirematik, anti-inflamasi, antipiretik, dan analgetik. Dosis: 25 mg – 50 mg, 3 kali sehari. Untuk pengobatan jangka panjang cukup dengan dosis 75 – 100 mg sehari. Dosis sehari jangan melebihi 150 mg. Anak-anak umur 6 tahun atau lebih: 1 – 3 mg/kg berat badan sehari dalam dosis terbagi. Tablet harud ditelan utuh pada waktu atau sesudah makan. Efek Samping: Pada umumnya VOLTADEX ditoleransi dengan baik dalam tubuh. Efek samping yang paling sering terjadi adalah gangguan saluran cerna, selain itu dapat pula timbul sakit kepala, mual, muntah, kembung, sukar tidur, ruam kulit, dan pruritus. Tetapi efek samping tersebut akan hilang sendiri berangsur-angsur tanpa menghentikan penggunaan VOLTADEX. Peringatan dan Perhatian: – Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat dekompensasi jantung atau hipertensi. – Karena kegagalan ginjal akut mungkin dapat terjadi pada penderita yang sudah mempunyai gangguan fungsi ginjal, maka pada penderita seperti ini, VOLTADEX harus diberikan dengan hati-hati dan fungsi ginjal harus terus dimonitor. – Hati-hati bila digunakan padawanita hamil atau menyusui (hanya bila sangat diperlukan). HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jenis: Tablet Produsen: PT Dexa Medica Kalium Diklofenak Indikasi: Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi – kondisi akut sebagai berikut: – Nyeri inflamasi setelah trauma, seperti karena terkilir. – Nyeri dan inflamasi setelah operasi, seperti operasi tulang atau gigi. – Sebagai ajuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga, hidung atau tenggorokan, misalnya faringotonsilitis, otitis. Sesuai dengan prinsip pengobatan umum, penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar. Demam sendiri bukan suatu indikasi. Kontra Indikasi: – Tukak lambung – Hipersensitif terhadap zat aktif] – Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, kalium diklofenak dikontraindikasikan pada pasien dimana serangan asma, urtikaria atau rhinitis akut ditimbulkan oleh asam asetilsalisilat atau obat-obat lain yang mempunyai aktivitas menghambat prostaglandin sintetase Tablet Salut Enterik 25 mg & 50 mg Komposisi: Kalium Diklofenak 25 mg Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 25 mg Kalium Diklofenak 50 mg Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 50 mg Cara Kerja Obat: Farmakodinamik Kalium diklofenak adalah suatu zat anti inflamasi non steroid dan mengandung garam kalium dari diklofenak. Pada kalium diklofenak, ion sodium dari sodium diklofenak diganti dengan ion kalium. Zat aktifnya adalah sama dengan sodium diklofenak. Obat ini mempunyai efek analgesik dan antiinflamasi. Tablet kalium diklofenak memiliki mula kerja yang cepat. Penghambatan biosintesa prostaglandin, yang telah dibuktikan pada beberapa percobaan, mempunyai hubungan penting dengan mekanisme kerja kalium diklofenak. Prostaglandin mempunyai peranan penting sebagai penyebab dari inflamasi, nyeri dan demam. Pada percobaan-percobaan klinis Kalium Diklofenak juga menunjukkan efek analgesik yang nyata pada nyeri sedang dan berat. Dengan adanya inflamasi yang disebabkan oleh trauma atau setelah operasi, kalium diklofenak mengurangi nyeri spontan dan nyeri pada waktu bergerak serta bengkak dan luka dengan edema. Kalium diklofenak secara in vitro tidak menekan biosintesa proteoglikan di dalam tulang rawan pada konsentrasi setara dengan konsentrasi yang dicapai pada manusia. Dosis: Dewasa: – Umumnya takaran permulaan untuk dewasa 100-150 mg sehari. – Pada kasus-kasus yang sedang, juga untuk anak-anak di atas usia 14 tahun 75100 mg sehari pada umumnya mencukupi. Dosis harian harus diberikan dengan dosis terbagi 2-3 kali Anak-anak: Tablet kalium diklofenak tidak cocok untuk anak-anak. Peringatan dan Perhatian:  Ketepatan diagnosa dan pengawasan yang ketat harus dilakukan pada pasien-pasien dengan gejala gangguan saluran pencernaan, pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung, dengan ulkus kolitis, atau pasien dengan penyakit Crohn, juga pada pasien yang menderita gangguan hati yang berat.  Umumnya perdarahan saluran pencernaan atau ulkus/ perforasi mempunyai konsekwensi yang lebih serius pada orang tua. Hal ini dapat terjadi setiap waktu selama pengobatan dengan atau tanpa gejala peringatan atau riwayat sebelumnya.  Bila terjadi perdarahan saluran pencernaan atau ulkus pada pasien yang menerima kalium diklofenak, obat ini harus dihentikan.  Karena prostaglandin penting untuk mempertahankan aliran darah pada ginjal, perhatian khusus harus diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung atau ginjal, pasien yag diobati dengan diuretik, dan pada pasien dengan ”extracellular volume depletion”dari berbagai sebab,misalnya pada fase peri atau sesudah operasi dari operasi bedah yang besar.  Pemantaun fungsi ginjal sebagai tindakan pencegahan direkomendasikan jika digunakan pada kasus-kasus tertentu. Penghentian pengobatan diikuti oleh penyembuhan seperti keadaan sebelum pengobatan.  Walaupun jarang, apabila timbul tukak lambung atau perdarahan lambung selama masa pengobatan dengan kalium diklofenak , obat harus segera dihentikan.  Pada pasien dengan usia lanjut perhatian harus diberikan sesuai dengan prinsipprinsip pengobatan kedokteran. Khususnya direkomendasikan untuk menggunakan dosis efektif terendah pada pasien tua yang lemah atau dengan berat badan rendah. Seperti halnya dengan antiinflamasi non steroid lainnya, kenaikan satu atau lebih enzim hati mungkin terjadi dengan kalium diklofenak.  Pemantauan fungsi hati diindikasikan sebagai tindakan pencegahan. Jika test fungsi hati yang abnormal tetap atau menjadi lebih buruk, dan jika tanda-tanda klinis atau gejala-gejala tetap dengan berkembangnya penyakit hati atau jika terjadi manifestasi lainnya (misalnya eosinofilia, ruam, dsb) kalium diklofenak harus dihentikan. Hepatitis mungkin terjadi tanpa gejala-gejala prodromal.  Perhatian harus diberikan jika menggunakan kalium diklofenak pada pasien-pasien dengan porfiria hati, karena obat ini mungkin menyebabkan serangan.  Pengobatan dengan kalium diklofenak untuk indikasi seperti tersebut di atas biasanya hanya untuk beberapa hari. Tetapi bila berlawanan dengan rekomendasi untuk pemakaiannya dimana kalium diklofenak diberikan untuk jangka waktu lama, sebaiknya seperti halnya obat-obat anti inflamasi non steroid yang mempunyai aktivitas yang tinggi lainnya, dilakukan hitung darah.  Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, reaksi alergi termasuk reaksi anafilaktik/anafilaktoid, dapat juga terjadi walaupun tanpa pernah terpapar dengan obat ini sebelumnya.  Mutagenisitas, karsinogenisitas dan studi toksisitas reproduksi: Diklofenak tidak menunjukkan efek mutagenik, karsinogenik atau teratogenik pada studi yang dilakukan.  Pemakaian pada waktu kehamilan dan laktasi: Pada masa kehamilan, kalium diklofenak hanya digunakan pada keadaan yang sangat diperlukan dan dengan dosis efektif yang terkecil Seperti halnya obat-obat penghambat prostaglandin sintetase lainnya, hal ini terutama berlaku pada 3 bulan terakhir dari masa kehamilan (karena kemungkinan terjadinya inertia uterus dan atau penutupan yang prematur dari ductus arteriosus). Sesudah pemberian oral dosis 50 mg setiap 8 jam, zat aktif dari kalium diklofenak dijumpai dalam air susu ibu, seperti obat-obat lainnya yang diekskresikan ke dalam air susu ibu, kalium diklofenak tidak dianjurkan untuk digunkan pada ibu yang menyusui.  Efek pada kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin: Pasien yang mengalami pusing atau gangguan saraf pusat lainnya harus dihindarkan dari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Jenis: Tablet Produsen: PT Dexa Medica RHEUMACYL pegel linu Indikasi: – Membantu meredakan pegel linu, sakit otot pinggang, dan encok. – Membantu memelihara kesehatan tubuh. Kontra Indikasi: N/A Komposisi: Setiap kapsul mengandung ekstrak berkhasiat: Zingiberis rhizoma 12,5 mg, Recrofracti fructus 10 mg, Zingiber aromaticum rhizoma 12,5 mg, Myristicae semen 12,5 mg, Curcuma domestica rhizoma 20 mg, Panax gingseng 10 mg, Bupleurum falcatum 25 mg, Royall jelly 5 mg, Menthae folia 5 mg. Terbuat dari kombinasi tanaman berkhasiat. Mengandung Bupleurum Falcatum yang dikenal pada pengobatan tradisional china untuk meredakan nyeri. Aturan Pakai: Dewasa dan anak diatas 12 tahun minum 1-2xsehari 2 kapsul. Sebaiknya diminum sebelum tidur. Anjuran: Istirahat yang cukup Jenis: Kapsul Produsen: PT Tempo Scan Pasific Thrombogel 10gr Indikasi: Trombosis permukaan, Tromboflebitis, Haematomata, mencegah dan mengobati radang pembuluh balik setelah penyuntikan i.v. Kontra Indikasi: Hipersensitif terhadap komponen obat-obat. Deskripsi: Heparin adalah suatu antikoagulan yang dapat mencegah terbentuknya gumpalan- gumpalan dalam darah dan membatu mencegah pembekuan darah yang telah terbentuk. Jenis: Tube Produsen: PT Tunggal Idaman Abdi TRAMADOL Indikasi: TRAMADOL diindikasikan untuk mengobati dan mencegah nyeri yang sedang hingga berat, seperti tersebut di bawah ini: – Nyeri akut dan kronik yang berat. – Nyeri pasca bedah. Kontra Indikasi: – Keracunan akut oleh alkohol, hipnotik, analgesik atau obat-obat yang mempengaruhi SSP lainnya. – Penderita yang mendapat pengobatan penghambat monoamin oksidase (MAO). – Penderita yang hipersensitif terhadap TRAMADOL. Komposisi: Tiap kapsul mengandung: Tramadol Hidroklorida……………………………….50 mg Cara Kerja Obat: TRAMADOL adalah analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat. TRAMADOL mengikat secara stereospsifik pada reseptor di sistem saraf pusat sehingga menghentikan sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri. Di samping itu TRAMADOL menghambat pelepasan neutrotransmiter dari saraf aferen yang bersifat sensitif terhadap rangsang, akibatnya impuls nyeri terhambat. Efek Samping: – Sama seperti umumnya analgesik yang bekerja secara sentral, efek samping yang dapat terjadi: mual, muntah, dispepsia, obstipasi, lelah, sedasi, pusing, pruritus, berkeringat, kulit kemerahan, mulut kering dan sakit kepala. – Meskipun TRAMADOL berinteraksi dengan reseptor apiat sampai sekarang terbukti insidens ketergantungan setelah penggunaan TRAMADOL, ringan. Perhatian: – Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan trauma kepala, peningkatan tekanan intrakranial, gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat atau hipersekresi bronkus; karena dapat meningkatkan resiko kejang atau syok. – Dapat terjadi penurunan fungsi paru apabila penggunaan TRAMADOL dikombinasi dengan obat-obat depresi SSP lainnya atau bila melebihi dosis yang dianjurkan. – TRAMADOL tidak boleh digunakan pada penderita ketergantungan obat. Meskipun termasuk agonis opiat, TRAMADOL tidak dapat menekan gejala putus obat, akibat pemberian morfin. – TRAMADOL sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil, kecuali benar-benar diperlukan. – 0,1% TRAMADOL diekskresikan melalui ASI (Air Susu Ibu). – TRAMADOL dapat mengurangi kecepatan reaksi penderita, seperti kemampuan mengemudikan kendaraan ataupun mengoperasikan mesin. – Lama pengobatan Pada pengobatan jangka panjang, kemungkinan terjadi ketergantungan, oleh karena itu dokter harus menetapkan lamanya pengobatan. Tidak boleh diberikan lebih lama daripada yang diperlukan. Interaksi Obat: – Penggunaan TRAMADOL bersama dengan obat-obat yang bekerja pada SSP (seperti: tranquillizer, hipnotik), dapat meningkatkan efek sedasinya. – Penggunaan TRAMADOL bersama dengan tranquillizer juga dapat meningkatkan efek analgesiknya. Dosis: Seperti halnya obat-obat analgesik, dosis harus diatur sesuai dengan beratnya rasa sakit dan respon klinis dari penderita. Dosis untuk dewasa dan anak berumur di atas 14 tahun: Dosis tunggal: 1 kapsul. Dosis perhari: hingga 8 kapsul. Apabila sakit masih terasa, dapat ditambahkan dosis tunggal kedua 1 kapsul TRAMADOL lagi, setalah selang waktu 30 – 60 menit. Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati, perlu dilakukan penyesuaian dosis. Kemasan: Dus isi 5 strip @ 10 kapsul. Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya. HARUS DENGAN RESEP DOKTER Jan 23 Obat Panas (Demam), Batuk, Pilek, Flu, Alergi Yang Biasa Digunakan Published By horizonwatcher under Berita dan Info Kesehatan Tags: obat pengobatan, demam panas, batuk, pilek, flu, alergi, jenis obat Demam, batuk, pilek, flu, atau alergi memang termasuk kondisi yang sering dialami banyak orang; menyangkut hal ini penulis memiliki jenis obat-obatan tertentu yang berdasarkan pengamatan biasa dikonsumsi atau digunakan dalam meringankan kondisi atau penyakit tersebut. Dalam hal ini saya tak akan membahas “merek” dagang obat, akan tetapi lebih kepada senyawa kimia obat tersebut, yang biasanya tertera dalam kemasan merek obat. Demam atau panas tubuh yang tinggi sebenarnya bukanlah penyakit. Akan tetapi demam adalah reaksi alami tubuh ketika sedang sakit atau menghadapi kuman penyakit. Ada bagian otak yang mengontrol suhu tubuh, termasuk dalam “memerintahkan” kenaikan suhu setelah mendapat “laporan-laporan” dan “masukan” dari bagian tubuh yang lain. Oleh karena itu, jika tak terlalu parah ada baiknya tak usah minum obat, tapi cukup dengan banyak minum air dan beristirahat. Akan tetapi jika sudah mengganggu atau kenaikan suhu tubuh mencapai titik yang membahayakan seperti mencapai 39 derajat celcius atau lebih, maka intervensi dari obat-obatan diperlukan. Obat demam atau panas yang tergolong populer adalah paracetamol atau acetaminophen. Obat ini tergolong antipyretic (penurun panas), dan analgesic (penghilang rasa sakit). Untuk dewasa biasanya 500 mg per tablet, 3x sehari jika perlu. Jangan sampai meminumnya lebih dari satu tablet sekali minum, dan tentunya sebaiknya sesuai dengan anjuran dosisnya (jika 3x sehari artinya diminum setiap 6-8 jam). Paracetamol ini muncul dalam berbagai kemasan obat dengan merek yang berbeda-beda (silakan diteliti di label kemasan obat) baik pada obat penurun panas, maupun sebagian obat batuk, atau flu. Jika anda sudah mengkonsumsi paracetamol, pastikan anda tidak mengkonsumsi obat batuk atau flu yang juga mengandung paracetamol. Selain paracetamol, terdapat juga golongan senyawa obat lain yang juga bisa berfungsi menurunkan panas yakni dari golongan anti-radang non-steroid (NSAIDs, Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs). Contoh obat-obatan golongan ini adalah dari jenis salicylates ( seperti : acetyl salicylic acid atau aspirin, sodium salicylate, choline salicylate, dll), ibuprofen, ketoprofen, naproxen. Obat jenis ini juga berfungsi menghilangkan rasa sakit (terutama akibat peradangan). Pilek dan flu adalah suatu kondisi atau penyakit yang disebabkan oleh virus. Pilek ditandai dengan hidung berair, hidung tersumbat, bersin-bersin, juga bisa sakit kepala, sakit tenggorokan, sedangkan flu ditandai dengan demam, batuk, lemah, capek, sakit di sekujur tubuh, dsb selain sebagian gejala-gejala pilek. Tak ada obat yang dikatakan tepat untuk menyembuhkan pilek dan flu. Obat-obatan yang ada lebih bersifat mengurangi gejala-gejala tak nyaman sebagaimana disebutkan di atas. Khusus untuk flu saat ini ada obat yang memang bersifat menyerang virus penyebab flu seperti Tamiflu, Relenza; akan tetapi digunakan hanya bila dirasa perlu dan harus atas resep dokter. Pilek atau flu yang relatif biasa akan hilang sendiri (melemah) dalam beberapa hari terutama jika diiringi dengan istirahat yang banyak, banyak minum air, dan bantuan suplemen dan vitamin. Jika dirasa perlu maka obat-obatan yang mengurangi gejala-gejala tak nyaman yang dirasakan penderita pilek atau flu bisa dikonsumsi. Jika diikuti dengan demam, maka paracetamol bisa dikonsumsi (untuk anak-anak dan remaja, saya membaca tak boleh menggunakan aspirin ketika berpenyakit yang disebabkan virus termasuk flu). Untuk rasa tak nyaman di hidung (berair, dan tersumbat), maka ada senyawa obat yang bersifat decongestant yang mempersempit pembuluh darah di hidung sehingga mencegah keluarnya cairan dari pembuluh darah dan hidung tersumbat. Senyawa obat yang bersifat decongestant di antaranya pseudoephedrine dan phenylephrine. Selain itu juga ada senyawa yang disebut phenylpropanolamine dimana ditemukan di dalam obat-obatan flu yang beredar di Indonesia, walaupun di Amerika Serikat sudah dilarang sama sekali peredarannya karena berisiko pendarahan otak dan stroke (Indonesia berdalih dosis yang digunakan sangat rendah dan aman, sedangkan di Amerika Serikat dosis tinggi sering disalahgunakan untuk melangsingkan tubuh, akan tetapi saya pribadi sekarang memilih tak memakai obat yang mengandung phenylpropanolamine). Obat-obatan flu dan pilek biasanya juga dilengkapi dengan antihistamine, yang berfungsi mengurangi reaksi yang bersifat alergi seperti bersin-bersin dan sebagainya (tak heran, obat ini juga digunakan untuk penderita alergi). Obat antihistamine ini biasanya bersifat sedative (menimbulkan kantuk). Contohnya yang terkenal di Indonesia adalah ctm (chlorpheniramine maleas), diphenhydramine, cetirizine, loratidine, fexofenidine (Tips : perhatikan saja di label obat-obat flu yang beredar, biasanya yang berakhiran “amine” atau “ine” kemungkinan sifatnya antihistamine; untuk memastikannya tentu anda perlu mengecek lebih lanjut). Kemudian untuk batuk, baik yang muncul terpisah maupun beriringan dengan pilek dan flu, terdapat dua jenis obat batuk sesuai kategori batuk : batuk kering atau batuk berdahak. Batuk berdahak (terkadang di awal-awal sakit tak jelas berdahak, tapi penderita tahu ada banyak lendir di tenggorokan, dan suara batuknya biasanya lebih “tebal) maka gunakanlah obat batuk yang bersifat expectorant yang mendorong pengeluaran atau penipisan cairan lendir di saluran pernapasan. Kandungan senyawa obat untuk ini di antaranya yang cukup populer adalah guaifenesin (bisa ditemukan dalam label beberapa obat batuk yang beredar). Untuk batuk kering (biasanya ditandai dengan suaranya yang melengking), maka gunakanlah obat batuk yang sifatnya suppressant. Contoh senyawa obat yang populer dan banyak ditemui dalam kemasan obat untuk jenis suppressant ini adalah dextromethorphan. Selain itu juga ada codeine, hydrocodone yang biasanya lebih jarang ditemui bebas di pasaran. Ada catatan penting untuk pilek, flu, dan batuk. Jangan langsung mengkonsumsi obat antibiotik karena antibiotik yang sifatnya membunuh bakteri tak akan ada efeknya terhadap penyakit yang disebabkan virus sebagaimana pada pilek, flu, dan sebagian batuk. Malahan dengan mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan akan berbahaya karena beresiko membuat bakteri kebal terhadap antibitok, selain sebagiannya membunuh mikroba yang baik bagi tubuh. Baru ketika yakin terjadi infeksi (biasanya ditandai dengan peradangan di saluran pernapasan, lendir yang berwarna dan kental) maka antibiotik bisa digunakan atau sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter. Kemudian yang tak kalah pentingnya, obat-obatan yang disebutkan di atas lebih bersifat sebagai “pertolongan pertama”. Jika dalam tiga hari tak ada perkembangan, maka hentikan pemakaian obat dan segeralah kunjungi dokter. Kemudian, obat-obatan di atas tak semuanya aman bagi kelompok tertentu seperti anak-anak, ibu hamil, menyusui dan orang-orang yang berpenyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit-penyakit / resiko lainnya seperti alergi obat (konsultasikan dengan dokter). Jika anda sudah mengkonsumsi suatu merek obat tertentu, pastikan komposisi di dalamnya (dibaca pada label obat untuk memastikan golongan obatnya : penurun panas, penghilang rasa sakit, decongestant, antihistamine, obat batuk) sebelum anda memutuskan untuk menambah mengkonsumsi jenis obat tertentu demi mencegah anda secara tak sengaja mengkonsumsi dua jenis obat atau lebih dari golongan yang sama yang bisa membahayakan. Tentunya tak ada pilihan yang lebih baik selain berkunjung ke dokter ketika sakit. Untuk penutup tulisan, pada pembahasan terdapat jelas pilihan obat untuk penurun panas, obat batuk, dan alergi. Jika anda hanya demam, maka anda cukup meminum obat paracetamol saja misalnya. Begitu juga ketika alergi (misalnya cukup meminum obat ctm). Sedangkan untuk batuk ada dua pilihan : obat batuk kering atau berdahak sebagaimana penjelasan di atas. Untuk pilek dan flu, maka obat-obatan pembantunya tergantung dari gejala atau gangguan yang dirasakan : apakah disertai demam, gejala alergi seperti bersin-bersin, hidung berair/tersumbat, batuk, dsb, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Semoga pembahasan tentang obat penurun panas (demam), batuk, pilek, flu, dan alergi di atas bisa bermanfaat bagi pembaca.

Judul: Makalah Atletik

Oleh: Thariq Febrianto


Ikuti kami