Makalah Geografi

Oleh Rahmat Dandy

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Geografi

MAKALAH GEOGRAFI
JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA SERTA LAHAN POTENSIAL DAN LAHAN KRITIS

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
KETUA

: M. RIZKY FIRDAUS

ANGGOTA : ALFI MAGHFIROH
RAHMAT DANDY
RIZKI FEROZA MARUDDANI
YESSI MEILASARI

MADRASAH ALIYAH NEGERI INSAN CENDEKIA JAMBI
KABUPATEN MUARO JAMBI
2015

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh .
Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah S.W.T karena berkah rahmat serta hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang “ Jenis-Jenis Tanah Di Indonesia serta Lahan
Potensial dan Lahan Kritis .
Tujuan utama dari penulisan makalah ini adalah guna menambah wawasan para siswa dan
memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai tugas Geografi . Terselesaikannya makalah ini tidak lepas
dari dukungan berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan support dan juga bimbingan
ilmu pengetahuan oleh guru, Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini penyusun
mengucapkan terimakasih.

Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik
guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Muaro Jambi, Januari 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Manfaat Penulisan
BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Jenis-Jenis Tanah Di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari
mineral dan bahan organik. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme .
Manusia tergantung pada tanah dan sampai batas-batas tertentu tanah yang baik tergantung pada
manusia dan pengelolanya. Tanah sebagai tubuh alam dimana tumbuhan dapat hidup. organisme,
membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai
'pedogenesis'. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisanlapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan prosesprosesfisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Tanah di Indonesia memiliki beberapa jenis yaitu : Tanah vulkanis ,tanah organosol ,tanah litosol
(berbatu-batu), tanah podsol,tanah laterit,tanah mergel,dan tanah terarosa(kapur) . Jenis yang
paling banyak adalah tanah litosol yang hampir tersebar di banyak daerah di Indonesia yaitu : Nusa
Tenggara,Maluku Selatan,Jawa Timur ,Madura,Jawa Tengah,dan Sumatra.
Istilah lahan digunakan berkenaan dengan permukaan bumi beserta segenap karakteristikkarakteristik yang ada padanya dan penting bagi perikehidupan manusia (Christian dan Stewart,
1968).

Secara lebih rinci, istilah lahan atau land dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah di

permukaan bumi, mencakup semua komponen biosfer yang dapat dianggap tetap atau bersifat siklis
yang berada di atas dan di bawah wilayah tersebut, termasuk atmosfer, tanah, batuan induk, relief,
hidrologi, tumbuhan dan hewan, serta segala akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia di masa
lalu dan sekarang; yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap penggunaan lahan oleh manusia pada
saat sekarang dan di masa mendatang (Brinkman dan Smyth, 1973; dan FAO, 1976). Lahan dapat
dipandang sebagai suatu sistem yang tersusun atas (i) komponen struktural yang sering disebut
karakteristik lahan, dan (ii) komponen fungsional yang sering disebut kualitas lahan. Kualitas lahan
ini pada hakekatnya merupakan

sekelompok

unsur-unsur lahan (complex attributes) yang

menentukan tingkat kemampuan dan kesesuaian lahan (FAO, 1976).
Lahan sebagai suatu "sistem" mempunyai komponen- komponen yang terorganisir
secara spesifik dan perilakunya menuju kepada sasaran-sasaran tertentu. Komponen-komponen lahan
ini dapat dipandang sebagai sumberdaya dalam hubung- annya dengan aktivitas manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Oleh karena kegiatan yang dilakukan manusia dalam pemanfaatan lahan, baik untuk
area pertanian, pemukiman dan lain-lain, maka lahan dapat dibagi menjadi lahan yang potensial dan
lahan yang kritis.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan kami menulis makalah ini adalah untuk memenuhi nilai tugas geografi terutama untuk
menambah wawasan para siswa mengenai :
1. Jenis-Jenis tanah di Indonesia
2. Lahan Potensial , dan
3. Lahan Kritis
1.3 Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu :
1. Mengetahui Jenis-Jenis tanah di Indonesia serta Lahan Potensial dan Lahan Kritis
2. Memberi tambahan informasi terhadap siswa
3. Mengetahui cara menanggulangi lahan kritis

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jenis Jenis Tanah yang ada di Indonesia
Jenis jenis tanah yang ada di Indonesia sangat beragam.Hal ini dipengaruhi oleh banyak
hal,salah satunya relief dataran Indonesia yang beragam.Berikut adalah jenis jenis tanah yang ada di
Indonesia :
a. Tanah Organosol atau Tanah Gambut
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organikdari hutan rawa,memiliki ciri ciri:
 Warna coklat hingga kehitaman
 Tekstur debu lempung
 Tidak berstruktur
 Kandungan organik > 30% untuk tanah lempung
 Kandungan organik > 20% untuk tanah tekstur pasir
 Kandungan unsur hara rendah
Tanah gambut adalah tanah yang mendominasi tanah di Indonesia.Contoh penyebarannya
dapat ditemukan di Cilacap(jawa tengah),Sumatera,Dataran Tinggi Dieng.
b. Tanah Aluvial
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari
material halus yang diendapkan oleh aliran sungai,tekstur beraneka ragam,belum terbentuk
struktur,PH bermacam-macam. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar
sepanjang aliran sungai,dataran aluvial pantai,dan daerah cekungan(depresi)

c. Tanah Regosol
Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar.Ciri-ciri tanah
regosol:
 Jenis tanah masih muda
 Belum mengalami diferensiasi horizon
 Tekstur pasir
 Sruktur berbukit tunggal
 Konstitensi lepas-lepas
 PH umumnya netral
 Kesuburan sedang

Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa
Tenggara dan gumuk-gumuk pasir pantai.

d. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak
begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses
pelapukan secara sempurna.tekstur tanah beraneka ragam,pada umumnya
berpasir,umumnya tidak berstruktur,terdapat kandungan batu,kerikil,dan kesuburannya
bervariasi. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali,
dan Nusa Tenggara.
e. Tanah Latosol
Jenis tanah ini telah mengalami diferensiasi horizon,tekstur lempung,sruktur remah hingga
gumpal,warna coklat merah hingga kuning,batuan induk dari tuf atau material vulkanik contohnya
breksi dari hasil batuan intrusi. Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300
mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter.
f.

Tanah Grumusol

Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil,agak tebal,tekstur lempeng
beratkonsistensi sangatlekat dan plastis bila basah,dan sangat kering dan retak-retak bila
kering.Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim
subhumidatau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.
g. Tanah Podsolik
Tekstur tanah ini lempung hingga berpasir,struktur gumpal,konstitensi lekat,bersifat agak
asam (Ph kurang dari 5,5),kesubaran rendah hingga sedang,warna merah hingga kuning,kejenuhan
basa rendah,peka erosi.Tanah ini berasal dari batuan pasir karsa ,tuf vulkanik,bersifat asam.Jenis
tahah podsolik ini banyak tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering,curah hujan lebih
dari 2500/tahun.
h. Tanah Podzol
Jenis tanah ini telah mengalami perubahan profil,susunan horizonnya dari horizon albic(A2)
dan spodic(B2H).Kandungan pasir kuarsanya tinggi,sangat masam,kesuburan rendah,batuan
lempung dan tuf vulkan masam.Tanah ini tersebar di daerah beriklim basah,curah hujan lebih dari
2000mm/tahun tanpa bulan kering,topografi pegunungan.Daerahnya Kalimantan
Tengah,Sumatera Utara,dan Irian Jaya.
i.

Tanah Andosol
Tanah ini baresal dari batuan induk abu atau tuf vulkanik.Tanah ini juga telah mengalami
perkembangan profil,solum agak tebal,warna agak coklat kekelabuan hingga hitam,kandungan
organik tinggi,tekstur geluh berdebu,struktur remah,konstitensi gembur dan bersifatlicin
berminyak,agak masam,kejenuhan basa tinggi dan gaya absorpsi sedang,permeabilitas
sedang,kelembapan tinggi,peka erosi.

j.

Tanah Mediteran Merah Kuning
Tanah mempunyai perkembangan profil,solum sedang hingga dangkal,warna coklat hingga
merah,horizon B argilik,tekstur geluh hingga lempung,struktur gumpal bersudut,konstitensi
teguh dan lekat bila basah,pH basa hingga agak asam ,berasal dari batuan keras(limestone)
dan tuf vulkanis bersifat basa.penyebaran di daerahpegunungan lipatan,topografi karst dan
lereng vulkan ketinggian dibawah 400m.Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah
topografi karst disebut terra rossa .

k. Hidromorf Kelabu
Tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal,topografinya merupakan
dataran rendah atau cekungan ,hampir selalu tergenang air,solum tanah sedang,warna
kelabu hingga kekuningan ,tekstur geluh atau berlumpur,bersifat asam(pH 4.5-6.0).Ciri khas
tanah ini yaitu adanya lapisan glei yang berwarna kelabu pucat pada kedalaman kurang dari
0,5 m akibat dari profil tanah selalu jenuh air.Penyebarannya di daerah beriklim hunid
hingga subhumid,curah hujan lebih dari 2000mm/tahun.

2.2 lahan Potensial dan lahan Kritis di Indonesia
Lahan adalah suatu wilayah di permukaan bumi (daratan) yang berkaitan dengan ciri-ciri
alami, yaitu : Iklim, batuan, tanah, topografi, hidrologi, dan biologi .
Sumber daya lahan mempunyai potensi yang sangat berbeda-beda, antara lain sebagai berikut.
1. Lahan tanah humus sangat subur dan merupakan lahan pertanian yang baik.
2. Lahan tanah vulkanis banyak mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan.
Tanah vulkanis sangat subur dan baik untuk pertanian. Lahan ini cocok ditanami padi, kina,
kopi dan teh.
3. Lahan tanah mergel merupakan tanah yang subur, terdapat didaerah lereng pegunungan
dan didataran rendah. Tanah mergel cocok untuk lahan pertanian.
4. Lahan tanah kapur relative subur untuk pertanian . Lahan ini cocok untuk ditanami pohon
jati, palawija, dan tembakau

1. Lahan Potensial
Lahan potensial adalah sebidang lahan yang dapat memberikan produk secara optimal.
Umumnya lahan potensial dikaitkan dengan sector pertanian, sehingga lahan ini mempunyai
kemampuan untuk lahan produksi. Permasalahan dan penggunaan lahan di seluruh dunia bersifat
umum, baik di negara maju maupun negara sedang berkembang. Hal ini terutama akan menjadi
menonjol bersamaan dengan terjadinya peningkatan jumlah penduduk dan proses industrialisasi.
Ciri-ciri lahan potensial untuk permukiman antara lain:

1.Daya Dukung Tanah Besar
Artinya memiliki kemampuan untuk menahan beban dalam ton tiap satu meter kubik. Jadi bila
didirikan bangunan di atasnya tidak amblas.
2.Fluktuasi Air Baik
Artinya memiliki kedalaman air tanah yang sedang. Fluktuasi air berpengaruh terhadap kondisi
lingkungan, jika air tanahnya dangkal maka keadaan di atasnya lembab dan jika air tanahnya dalam
maka keadaan di atasnya gersang (kering/tandus).
3.Kandungan Lempung cukup
Kandungan lempung berpengaruh terhadap kembang kerutnya tanah. Hal ini erat kaitannya dengan
pembuatan pondasi,pembangunan jalan, saluran air, dan sebagainya.
4.Topografi
Topografi yang ideal untuk permukiman adalah yang kemiringan lahannya antara 0% sampai 3%.
Kemiringan merupakan perbandingan antara jarak vertikal dan jarak horisontal dikali 100%.
Kemiringan lereng 0% berarti tanahnya rata, dan kemiringan lereng 100% berarti sudut
kemiringannya 45% (sangat curam). Topografi erat kaitannya dengan kenyamanan hunian (tempat
tinggal) dan keamanan dari ancaman bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan sebagainya.
Ciri-ciri Lahan Potensial Untuk Pertanian
1.Tingkat Kesuburan Tinggi
Lahan yang subur adalah lahan dengan tanah yang banyak mengandung mineral untuk
kebutuhan hidup tanaman. Hal ini sangat tergantung pada jenis tanaman yang diusahakan. Untuk
tanaman biji-bijian banyak membutuhkan mineral posfor, untuk tanaman sayuran membutuhkan
mineral zat lemas (N2), dan tanaman umbi-umbian membutuhkan mineral alkali. Jadi agar lahan
dapat berproduksi secara optimal harus disesuaikan, antara jenis mineral yang dikandung lahan
dengan jenis tanaman yang akan diusahakan.
2.Memiliki Sifat Fisis yang Baik
Lahan yang memiliki sifat fisis baik adalah lahan yang daya serap air dan sirkulasi udara di
dalam tanahnya cukup baik. Sifat fisis ini ditunjukkan oleh tekstur dan struktur tanahnya. Tekstur
tanah adalah sifat fisis tanah yang berkaitan dengan ukuran partikel pembentuk tanah. Partikel
utama pembentuk tanah adalah pasir, lanau (debu), dan lempung (tanah liat). Berasarkan ukuran
partikel batuan.
3.Belum Terjadi Erosi
Terjadinya erosi pada suatu lahan akan menyebabkan berubahnya lahan potensial menjadi
lahan kritis. Lahan yang telah mengalami erosi, tingkat kesuburannya berkurang, sehingga kurang
baik untuk pertumbuhan tanaman. Erosi mengakibatkan lahan tanah yang paling atas terkelupas.
Sisanya tinggal tanah yang tandus, bahkan sering merupakan batuan yang keras (padas). Proses erosi
yang kuat sering dijumpai di daerah pantai, akibat abrasi (pengikisan oleh gelombang laut) dan di
daerah pegunungan dengan lereng terjal serta miskin tumbuhan. Erosi di pegunungan akibat adanya
longsor dan soil creep (tanah merayap).

2. Lahan Kritis
Lahan Kritis adalah sebidang lahan yang penggunaan atau pemanfaatannya tidak sesuai dengan
kemampuannya.sehingga tanah menjadi sulit untuk dimanfaatkan kembali,maka pemanfaatan
tanah harus disesuaikan dengan kemampuan tanah tersebut.akan tetapi kita masih bisa mengolah
lahan tersebut menjadi lahan yang produktif.

Ciri-ciri Lahan Kritis Untuk Pertanian
1.Tidak Subur
Lahan tidak subur adalah lahan yang sedikit mengandung mineral yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan tanaman. Umumnya lahan tidak subur terdapat di daerah yang resiko ancamannya
besar (ancaman erosi dan banjir).
2.Miskin Humus
Lahan yang miskin humus umumnya kurang baik untuk dijadikan lahan pertanian, karena tanahnya
kurang subur. Anda pernah mendengar istilah tanah humus? Tanah Humus adalah tanah yang telah
bercampur dengan daun dan ranting pohon yang telah membusuk. Tanah humus dapat dijumpai di
daerah yang tumbuhannya lebat, contohnya hutan primer. Sedangkan lahan yang miskin humus
adalah lahan yang terdapat di daerah yang miskin atau jarang tumbuhan, contohnya kawasan
pegunungan yang hutannya rusak.
Ciri-ciri Lahan Kritis untuk Permukiman

Ciri-ciri lahan kritis untuk permukiman adalah kebalikan dari ciri-ciri lahan potensial untuk pertanian,
yaitu:
1) Daya dukung tanah rendah, artinya tidak mampu menahan beban dalam ton tiap satu meter
kubik. Sehingga bila didirikan bangunan di atasnya, bangunan tersebut akan roboh (amblas).
2) Fluktuasi air tidak baik, artinya air tanahnya terlalu dangkal atau terlalu dalam. Hal ini dapat
mempengaruhi bangunan dan kesehatan penduduk yang tinggal di atas lahan tersebut.
3) Topografi
Topografi yang tidak cocok untuk permukiman adalah yang kemiringannya lebih dari 3%. Karena
topografi dengan kemiringan lebih dari 3% resiko ancaman bencana alam seperti tanah longsor dan
banjir besar. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan hunian dan keamanan dari bencana alam
tersebut.
Kemiringan lereng 0% berarti tanahnya rata, dan kemiringan lereng 100% berarti sudut
kemiringannya 45% (sangat curam). Topografi erat kaitannya dengan kenyamanan hunian (tempat

tinggal) dan keamanan dari ancaman bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan
sebagainya.

Berikut beberapa cara yang dilakukan untuk penanggulangan lahan kritis:
1. Reboisasi hutan pelindung yang keadaannya gundul
2. Penghijauan lahan-lahan terbuka
3. Diadakan pohon-pohon penyangga
4. Penebangan hutan jangan berlebihan karena dapat mengakibatkan terbukanya lahan
5. Menghindari erosi tanah yang diakibatkan oleh tetesan air hujan secara langsung
6. Tanah yang belum kritis diusahakan dilakukan pemupukan secara seimbang dan tidak
berlebihan dengan tujuan menghindari kejenuhan atau keracunan tanah yang dapat
menjadikan tanah menjadi kritis kembali.
7. Eksplorasi hutan di Kalimantan Timur pada awal Orde Baru selain meningkatkan pendapatan
masyarakat setempat, ternyata juga menyebabkan munculnya permasalahan sosial budaya.

BAB III
PENUTUP

A . Kesimpulan
Jadi,dari makalah yang penyusun sampaikan tentang “Jenis Jenis Tanah serta Lahan Potensial
dan Lahan kritis”dapat diambil kesimpulan bahwa tanah yang mendominasi Indonesia adalah Tanah
Gambut.Namun hal ini dapat diatasi dengan beberapa metode.Begitupun dengan lahan potensial di
Indonesia.Di Indonesia banyak terdapat Lahan Potensial yang berguna untuk sektor pertanian dan
sektor produksi.Lahan potensial ini berguna untuk menunjang kemakmuran suatu negara.Sedangkan
Lahan Kritis adalah lahan yang penggunaannya tidak sesuai kemampuannya.Namun bukan berarti
tidak dapat digunakan.Lahan Kritis dapat digunakan kembali dengan berbagai cara dan
metode.contohnya melakukan penghijauan pada lahan lahan terbuka.
B . Saran
Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran yang
membangun sangat diperlukan dari para pembaca.
Apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini mohon dapat dimaafkan dan memakluminya karna
kesempurnaan hanya milik Allah dan karna kami hanya hamba Allah yang tak luput dari khilaf dan
salah.

Daftar Pustaka

Anhar Aan, Vege Zamaludin. 2007. Geografi SMA/MA kelas X. Bogor: CV. Regina
Sugiyanto, Danang Endarto. 2012. Mengkaji Ilmu Geografi 1. Solo: Platinum

http://geografi-geografi.blogspot.com/2013/08/jenis-jenis-tanah-di-indonesia .html
http://www.seputarpengetahuan.com/2014/10/lahan-potensial-dan-lahan-kritis.html
http://belajarilmugeografi.blogspot.com/2013/04/mengurai-jenis-jenis-tanah-diindonesia_12.html

Judul: Makalah Geografi

Oleh: Rahmat Dandy


Ikuti kami