Makalah Hidrologi

Oleh Cicilia Kartika

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Hidrologi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Air di planet bumi selalu mengalir dan bergerak. Bentuknya bervariasi
antara lain berupa cair, uap, dan es. Pergerakan dan perubahan bentuk air selalu
berputar dan berulang. Hal demikian disebut siklus hidrologi. Air di bumi yang
meliputi air laut, air danau, dan air sungai akan mengalami penguapan yang
disebabkan oleh pemanasan sinar matahari. Dalam hidrologi, penguapan dari
badan air secara langsung disebut evaporasi. Penguapan air yang terkandung
dalam tumbuhan disebut transpirasi.Jika penguapan dari permukaan air bersamasama dengan penguapan dari tumbuh-tumbuhan disebut evapotranspirasi.
Penguapan air dari dedaunan dan batang pohon yang basah disebut intersepsi.
Hujan dalam istilah hidrologi disebut presipitasi yakni tetes air dari awan yang
jatuh kepermukaan tanah.
Hujan yang turun ke permukaan bumi jatuh langsung kepermukaan tanah,
permukaan air danau, sungai, laut, hutan, atau perkebunan. Air yang meresap ke
tanah akan terus sampai kedalaman tertentu dan mencapai permukaan air
tanah(ground water) yang disebut perkolasi. Jika aliran tanah muncul atau keluar
akan menjadi mata air (spring). Mata air yang keluar dengan cara rembesan
disebut seepage.

1.2

Rumusan Masalah
1.

Apa pengertian air tanah?

2.

Apa saja jenis air tanah?

3.

Darimana saja sumber air tanah?

4.

Apa yang dimaksud dengan cekungan air tanah(CAT)?

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

1

1.3

Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa pengertian air tanah.
2. Mengetahui apa saja jenis air tanah.
3. Mengetahui darimana saja sumber air tanah.
4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan cekungan air tanah(CAT).

1.4

Manfaat Penulisan
1. Agar mengetahui pengertian air tanah.
2. Agar mengetahui apa saja jenis air tanah.
3. Agar mengetahui darimana saja sumber air tanah.
4. Agar mengetahui apa yang dimaksud dengan cekungan air tanah(CAT).

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air sungai
dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam
menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah
tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah,
ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.
B. Jenis – Jenis Air Tanah
Ada beberapa jenis air tanah. Menurut Sosrodarsono (2006) air tanah yang
bersangkutan dengan pengembangan air, diklasifikasikan dalam lima jenis sesuai
dengan keadaan kondisi air tanah yakni, air tanah dalam dataran alluvial, air tanah
dalam kipas detrital, air tanah dalam terras dilluvial, air tanah di kaki gunung api dan
air tanah dalam zone batuan retak.
1. Air Tanah Dataran Aluvial
Volume air tanah dalam dataran alluvial ditentukan oleh tebal, penyebaran
dan permeabilitas dari akuifer yang terbentuk dalam alluvium dan dilluvium yang
mengendap dalam dataran. Air susupan. air tanah yang dalam dataran. Airtanah
dataran alluvial terbagi atas air susupan (influent water ), airtanah dilapisan yang
dalam, dan airtanah sepanjang pantai.
2. Air Tanah di Dalam Kipas Detrital
Endapan kipas detrital terbagi atas endapan diatas kipas dan dibagian ujung
bawah kipas. Endapan diatas kipas terdiri atas lapisan pasir dan kerikil yang tidak
terpilih sedangkan menuju ke arah ujung bawah kipas cendrung di dominasi oleh
lempung.

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

3

3. Air Tanah di Dalam Teras Dilluvial
Air tanah dalam teras diluvial yang tertutup dengan endapan teras yang agak
tebal ditentukan oleh keadaan bahan dasar dan daerah pengaliran dari terras.
Kondisinya pada lembah terdapat akuifer yang tebal dan mata air pada batuan
dasar yang dangkal, sedangkan jika terras bersambung dengan gunung api dan
endapannya juga bersambung dengan endapan kasar gunung itu, maka pengisian
air tanah akan menjadi besar.
4. Air Tanah di Kaki Gunung Api
Kaki gunung api memiliki topografi dan geografi yang khas maka air
tanahnya mempunyai karakteristik tersendiri. Kaki gunung api yang tinggi
mengakibatkan curah hujan tinggi, fragmen-fragmen gunung api memiliki ruangruang yang banyak sehingga mudah menyalurkan air tanah serta memiliki mata air
di ujung terras, dan pada dasar aliran lava banyak retakan dan ruang maka air
tanah dengan mudah melalui dasar sepanjang lembah tersebut.
5. Air Tanah di Zone Retakan
Lapisan-lapisan zaman tersier mempunyai kepadatan yang besar, porositas
effektif antar butir tanah adalah kecil. Koeffisien permeabilitasnya adalah
kirakira10-4 sampai 10-6 cm/detik dan tidak terbentuk akuifer. Akan tetapi jika
terdapat zone retakan yang memotong lapisan-lapisan ini, maka didalamnya terisi
air celah.
C. Sumber Air Tanah
Ada sumber – sumber air tanah menurut Linsley, dkk (1996), yaitu :
1. Air meteorik (meteoric water) adalah air yang berasal dari hujan.
2. Air tersekap (connate water) terdapat pada batuan pada pembentukannya dan
seringkali banyak mengandung garam.

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

4

3. Air magna (juvenile water) yang terbentuk secara kimiawi di dalam tanah dan
terbawa ke permukaan pada batuan – batuan intrusif, terjadi dalam jumlah –
jumlah kecil.
D. Cekungan Air Tanah ( CAT)
Adanya krisis air akibat kerusakan lingkungan, perlu suatu upaya untuk menjaga
keberadaan/ketersediaan sumber daya air tanah salah satunya dengan memiliki suatu
sistem monitoring penggunaan air tanah yang dapat divisualisasikan dalam data
spasial dan atributnya. Dalam undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air
tanah disebut Cekungan Air Tanah (CAT) yang didefinisikan sebagai suatu wilayah
yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti
proses pengimbunan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.
Menurut Danaryanto, dkk. (2004), CAT di Indonesia secara umum dibedakan
menjadi dua buah yaitu CAT bebas (unconfined aquifer) dan CAT tertekan (confined
aquifer). CAT ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total besarnya potensi
masing-masing CAT adalah :


CAT Bebas : Potensi 1.165.971 juta m³/tahun



CAT Tertekan : Potensi 35.325 juta m³/tahun

Elemen CAT adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah, jadi seakanakan merupakan kebalikan dari air permukaan.

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

5

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
A. Pengertian Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan
di bawah permukaan tanah.
B. Jenis – Jenis Air Tanah
1.

Air Tanah Dataran Aluvial

2.

Air Tanah di Dalam Kipas Detrital

3.

Air Tanah di Dalam Teras Dilluvial

4.

Air Tanah di Kaki Gunung Api

5.

Air Tanah di Zone Retakan

C. Sumber Air Tanah
Ada sumber – sumber air tanah menurut Linsley, dkk (1996), yaitu:
1.

Air meteorik (meteoric water)

2.

Air tersekap (connate water)

3.

Air magna (juvenile water)

D. Cekungan Air Tanah ( CAT)
Dalam undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air tanah

disebut Cekungan Air Tanah (CAT) yang didefinisikan sebagai suatu
wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian
hidrogeologis seperti proses pengimbunan, pengaliran dan pelepasan air
tanah berlangsung.

3.2

Saran
Hal-hal yang perlu dicegah agar air tanah tetap lestari:
1.

penggunaan air tanah yang berlebihan

2.

kepadatan penduduk atau pemukiman yang berlebihan

3.

pemanfaatan air tanah di daerah pantai harus menaati peraturan

4.

perusakan hutan, menimbulkan ketimpangan tata air

5.

pembuangan limbah.

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

6

DAFTAR PUSTAKA

Takeda, K. dan S. Sosrodarsono. 2006. Hidrologi untuk Pengairan. Cetakan
Kesepuluh. Jakarta: Pradnya Paramita.
Linsley, Ray K, dkk. 1996. Hidrologi untuk Insinyur. Jakarta: Erlangga
http://id.wikipedia.org/wiki/Air_tanah
http://novikhrnisa.blogspot.com/2013/04/makalah-hidrologi-sma-kelas-x-air-tanah.html
http://www.psychologymania.com/2013/05/jenis-jenis-air-tanah.html
http://matakristal.com/tag/pengertian-air-tanah/

Pengetahuan Dasar Tentang Air Tanah

7

Judul: Makalah Hidrologi

Oleh: Cicilia Kartika


Ikuti kami