Makalah Kb

Oleh Elly Nu'ma Zahroti

151,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Kb

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana, selain dari membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik atau psikologik akibat tindakan abortus yang tidak aman serta tuntutan perkembangan sosial terhadap peningkatan status perempuan di masyarakat. Banyak perempuan mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, yaitu metode kontrasepsi sederhana dan modern, tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Banyak sekali yang harus dipertimbangkan untuk dapat memilih alat kontrasepsi yang aman dan efektif, seperti, status kesehatan, efek samping, konsekuensi kegagalan atau kehamilan yang tidak diinginkan, dll. (Abdul, 2005) Oleh karena itu diperlukan konseling mengenai pelayanan keluarga berencana dengan menggunakan metode kontrasepsi. Dan kami selaku kelompok, bermaksud memperkenalkan salah satu metode kontrasepsi yaitu metode kontrasepsi modern hormonal dengan kombinasi antara progestin dan estrogen. B. TUJUAN Memenuhi salah stau tugas mata kuliah Pelayanan Keluarga Berencana dalam memperkenalkan dan memaparkan salah satu metode kontrasepsi, yaitu metode kontrasepsi modern hormonal kombinasi yang terdiri dari pil kombinasi dan suntik kombinasi. 1 C. MANFAAT - Mahasiswa mengetahui apa itu metode kontrasepsi modern hormonal kombinasi. - Mahasiswa mengetahui tentang apa itu kontrasepsi pil kombinasi bagaimana cara kerja dan efektifitasnya, apa saja jenisnya, efek samping, dan siapa saja yang dapat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi tersebut serta bagaimana cara menggunakannya. - Mahasiswa mengetahui tentang apa itu kontrasepsi suntik kombinasi bagaimana cara kerja dan efektifitasnya, apa saja jenisnya, efek samping, dan siapa saja yang dapat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi tersebut serta bagaimana cara mendapatkannya. D. RUANG LINGKUP Makalah ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut: 1. Profil kontrasepsi pil kombinasi, jenis, cara kerja, manfaat, keterbatasan, siapa saja yang dapat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi pil kombinasi dan bagaimana cara menggunakan serta apa efek samping dari menggunakan kontrasepsi pil kombinasi 2. Profil kontrasepsi suntik kombinasi, cara kerja dan efektivitas, keuntungan, kerugian siapa saja yang dapat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi suntik kombinasi, waktu menggunakan, keadaan apa saja yang memerlukan perhatian khusus, efek samping serta bagaimana cara mendapatkannya. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Metode kontrasepsi modern pada dasarnya adalah metode kontrasepsi dengan alat bantu yang lebih modern. Metode ini diantaranya adalah dengan penggunaan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), kondom, spermisida, diafragma, susuk dan pil. (Adsense, 2010) Cara kontrasepsi modern/metode efektif. Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan matoda mantap, yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita), dan vasektomi (sterilisasi pada pria). (http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-12593-Paper.pdf) A. PIL KOMBINASI Pil kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang sampai saat ini dianggap paling efektif. Selain mencegah terjadinya ovulasi. Pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus genitalis, seperti menimbulkan perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang banyak dan kental, yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri. Juga terjadi perubahan-perubahan pada motilitas tuba Fallopii dan uterus. (Sarwono, 2010:546) Selain pengertian tentang pil kombinasi tersebut diatas, selanjutnya kelompok memberikan penjelasan tentang profil, jenis, cara kerja, manfaat juga indikasi dan kontraindikasi pil kombinasi, dan sebagai sumber utama yang dipakai acuan adalah Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi yang dikemukakan oleh Abdul Bari S. (2006) 3 1. Profil - Efektif dan reversibel - Harus diminum setiap hari - Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang - Efek samping serius sangat jarang terjadi - Dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum - Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil - Tidak dianjurkan pada Ibu yang menyusui - Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat 2. Jenis - Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif - Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif - Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif 3. Cara Kerja - Menekan ovulasi - Mencegah implantasi - Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma - Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula 4 4. Manfaat - Memiliki efektifitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan) - Risiko terhadap kesehatan sangat kecil - Tidak mengganggu hubungan seksual - Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid - Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan - Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause - Mudah dihentikan setiap saat - Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan - Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat - Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium dan endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenore, atau akne 5. Keterbatasan - Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari - Mual, terutama pada 3 bulan pertama - Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama - Pusing - Nyeri payudara - Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justru memiliki dampak positif - Berhenti haid (amenore), jarang pada pil kombinasi 5 - Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI) - Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang - Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke, dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan >35 tahun dan merokok perlu hati-hati - Tidak mencegah IMS, HBV, HIV/AIDS 6. Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti: - Usia reproduksi - Telah memiliki anak ataupun belum memiliki anak - Gemuk atau kurus - Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi - Setelah melahirkan dan tidak menyusui - Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan ASI ekslusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi ibu tersebut - Pascakeguguran - Anemia karena haid berlebihan - Nyeri haid hebat - Siklus haid tidak teratur - Riwayat kehamilan ektopik - Kelainan payudara jinak - Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata, dan saraf 6 - Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak - Menderita tuberkulosis (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin) - Varises vena 7. Yang Tidak Boleh Menggunakan Pil Kombinasi - Hamil atau dicurigai hamil - Menyusui ekslusif - Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya - Penyakit hati akut (hepatitis) - Perokok dengan usia >35 tahun - Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mmHg - Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis >20 tahun - Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara - Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi) - Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari 8. Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi - Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil - Hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid - Boleh menggunakan pada hari ke 8, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai hari ke 14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai Anda telah menghabiskan paket pil tersebut - Setelah melahirkan:  Setelah 6 bulan pemberian ASI ekslusif  Setelah 3 bulan dan tidak menyusui 7  - Paska keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari) Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan dengan pil kombinasi, pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid 9. Intruksi Kepada Klien Catatan: tunjukkan cara mengeluarkan pil dari kemasannya dan pesankan untuk mengikuti panah yang menunjuk deretan pil berikutnya - Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari - Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai ke 7 siklus haid - Sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid - Pada paket 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan hari yang ada pada paket - Beberapa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru - Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambillah pil yang lain - Bila terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam, maka bila keaadaan memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan Anda, pil dapat diteruskan - Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa - Bila lupa minum 1 pil (hari 1-21), segera minum pil setelah ingat boleh minum 2 pil pada hari yang sama. Tidak perlu menggunakan kontrasepsi yang lain. Bila lupa 2 pil atau lebih (1-21 hari), sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai sesuai jadwal yang ditetapkan. Juga sebaiknya gunakan metode kontrasepsi yang lain atau tidak melakukan hubungan menghabiskannya 8 seksual sampai telah - Bila tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan 10. Informasi lain yang perlu disampaikan  Pada masa permulaan menggunakan pil kadang-kadang timbul mual, pening atau sakit kepala, nyeri payudara serta pendarahan bercak (spotting) yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin lama penggunaannya kelainan tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Cobalah minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan malam. Bila tetap saja muncul keluhan, silahkan konsultasi ke dokter  Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektivitas pil, seperti rifampisin, fenitoin (Dilantin), barbiturate, griseofulvin,trisiklik antidepresan, ampisilin, dan penisilin, tetrasiklin. Klien yang memakai obat-obatan diatas untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50 µg atau dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi yang lain. 11. Efek Samping Efek samping yang biasa ditemukan dalam pil kombinasi pada umumnya ditemukan dengan kelebihan estrogen atau progesteron. a. Efek karena kelebihan estrogen Mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mammae, fluor albus. Rasa mual terkadang disertai muntah, diare, dan rasa perut kembung. Retensi cairan disebebkan oleh kurangnya pengeluaran air minum dan dapat meningkatkan bertambahnya berat badan. Sakit kepala sebagian juga disebabkan oleh retensi cairan Sedangkan apabila kadar estrogen rendah akan mengakibatkan spotting dan breakthrough bleeding dalam masa intermenstruum. (Sarwono, 2005:546) 9 b. Efek karena kelebihan progestagen Progestagen dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambah berat badan, akne, alopesia, kadang-kadang mammae mengecil, fluor albus, hipomenore. Bertambahnya berat badan karena progestagen kiranya disebabkan oleh adanya oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolik hormon. Akne dan alopesia bisa timbul karena efek androgenik dari jenis progestagen. Progestagen dapat mengecilkan mammae. Fluor albus yang kadang-kadang ditemukan pada pil dengan progestagen dalam dosis tinggi, mungkin disebabkan oleh meningkatnya infeksi dengan kandida albicans. (Sarwono, 2010:548) Tabel perhatian khusus untuk penggunaan pil kombinasi Keadaan Saran Tekanan darah tinggi Sistolik >160mmHg, Pil atau tidak boleh diastolic digunakan >90mmHg Kencing manis Tanpa komplikasi Migraine Tanpa Pil dapat diberikan gejala Pil dapat diberikan neurologic fokal yang berhubungan dengan nyeri kepala Menggunakan fenitoin, obat Pil barbiturate, dengan dosis etinilestradiol 50 µg rifampisin Anemia bulan sabit Pil jangan digunakan Tabel penangan efek samping yang sering terjadi dan masalah-masalah kesehatan lainnya. 10 Efek samping atau Penanganan masalah Amenorea Periksa dalam atau tes kehamilan. Bila tidak hamil dan klien minum pil dengan benar, tenanglah. Tidak datang haid kemungkinan besar karena kurang adekuatnya efek estrogen terhadap endometrium. Tidak perlu pengobatan khusus. Coba berikan pil dengan dosis estrogen 50 µg atau dosis estrogen tetap, tetapi dosis progestin dikurangi. Bila klien hamil intrauterine, hentikan pil, dan yakinkan pasien bahwa pil yang telah diminumnya tidak punya efek pada janin Mual, pusing atau Tes kehamilan, atau pemeriksan ginekologik. muntah (akibat reaksi Bila tidak hamil, sarankan minum pil saat makan anafilaktik) malam, atau sebelum tidur Pendarahan pervaginam/ Tes kehamilan, atau pemeriksaan ginekologik. spotting Sarankan minum pilpada waktu yang sama. Jelaskan bahwa pendarahan/ spotting hal yang biasa terjadi pada 3 bulan pertama, dan lambat laun akan berhenti. Bila pendarahan/spotting tetap saja terjadi, ganti pil dengan dosis estrogen lebih tinggi (50 µg) sampai pendarahan teratasi, lalu kembali ke dosis awal. Bila pendarahan/spotting timbul lagi, lanjutkan lagi dengan dosis 50 µg, atau ganti dengan metode kontrasepsi lain. Tabel keadaan yang perlu mendapat perhatian Tanda Masalah yang mungkin terjadi Nyeri dada hebat, batuk, nafas pendek Serangan jantung atau bekuan darah didalam paru Sakit kepala hebat Stroke, hipertensi, migrain Nyeri tungkai hebat (betis atau paha) Sumbatan pembuluh darah tungkai 11 Nyeri abdomen hebat Penyakit kandung empedu, bekuan darah pankreatitis Kehilangan penglihatan atau kabur Stroke, hipertensi, atau masalah vaskular Tidak terjadi pendarahan/spotting setelah Kemungkinan kehamilan. selesai minum pil 12. Memilih Pil Kombinasi Pada prinsipnya berbagai pil kombinasi mempunyai efektivitas yang sama, walaupun untuk pil yang mengandung hanya 20µg estrogen hal itu mungkin sedikit kurang. Pil yang mengandung estrogen yang kurang dari 50µg juga lebih sering menimbulkan gangguan perdarahan, sedangkan pil yang mengandung lebih dari 50µg dapat menimbulkan mual dan sebagainya. Sebaiknya pada pemberian pil untuk pertama kali, dipakai pil yang mengandung 50µg mestranol dan 1mg norethindrone. Jika pasien mendapat banyak efek samping yang disebabkan estrogen, gantilah dengan pil yang mengandung estrogen kurang dari 50µg. Jika terjadi break-through bleeding, gantilah dengan pil yang memiliki dosis estrogen yang lebih tinggi. 13. Kunjungan Ulang Wibisono (2001) dalam bukunya tentang Panduan Baku Klinis Program Pelayanan Keluarga Berencana mengemukakan bahwa kunjungan ulang pertama sebaiknya dilakukan dalam 3 bulan, sedang untuk pemakaian yang terus-menerus sebaiknya tiap 6-12 bulan. Dan berikan klien kartu peserta KB yang berisi nama pil, kode klinik dan tanggal kapan kunjungan selanjutnya. Jelaskan pada klien baru, bahwa mereka boleh kapanpun kembali ke klinik apabila ada keluhan dan lakukan pengamatan lanjut dengan:  Tanyakan pada klien dan pasangannya bila memungkinkan, apakah mereka puas dengan metoda tersebut  Tanyakan pada klien bagaimana minum pil agar yakin obat itu diminum dengan benar. Anjurkan dia untuk menunjukan paket pil yang dibawanya. 12  Periksa tekanan darah,BB, dan pemeriksaan lain bila perlu  Tanyakan tentang efek samping atau masalah-masalah, termasuk:  Penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan  Nyeri dada dan lengan  Bengkak, kemerahan dan nyeri tungkai, nyeri perut  Ikterus (pada mata dan kulit)  Sakit kepala yang tidak pernah diderita sebelumnya atau perubahan sakit kepala yang biasanya dialami  Spotting atau pendarahan bercak antara haid  Tidak mendapat haid  Perubahan pada payudara (nyeri, tegang, bengkak)  Mual dan muntah  Pertambahan berat badan atau penurunan berat badan  Vaginal discharge atau infeksi  Sering lupa minum pil  Kebiasaan merokok saat ini  Berilah penjelasan ringkas untuk menggunakan kondom dan atau spermisida dalam kasus dimana klien tidak dapat bertoleransi dengan pil kombinasi. Lupa minum pil atau resiko tertular PMS termasuk HIV/AIDS  Bila klien tidak dalam suatu kondisi perhatian khusus dalam penggunaan pil atau klien merasa metoda atau efek samping yang tak dapat diterima, bantulah ia menemukan metoda pilihan lainnya. 13 B. SUNTIK KOMBINASI Abdul Bari S. (2006) dalam BP3K menyatakan, yang dimaksud dengan suntik kombinasi adalah 25mg depomedroksiprogesteron asetat dan 5mg estradiol sipionat yang diberiakn injeksi I.M. sebulan sekali (cyclofem), dan 50mg noretindron enentat dan 5mg estradiol Valerat yang diberiakn injeksi I.M. Kemudian secara rinci, beliau mengemukakan mengenai cara kerja, efektivitas, keuntungan kontrasepsi dan nonkontrasepsi, kerugian, yang boloh dan tidak boleh melakukan suntik kombinasi, waktu dan cara memulai penggunaan suntik kombinasi. 1. Cara kerja  Menekan ovulasi  Membuat lender serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu  Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implantasi terganggu  Menghambat transportasi gamet oleh tuba 2. Efektivitas Sangat efektif (0.1-0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama 3. Keuntungan Kontarsepsi  Rsiko terhadap kesehatan kecil  Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri  Tidak diperlukan pemeriksaan dalam  Jangka panjang  Efek samping sangat kecil  Klien tidak perlu menympan obat suntik 14 4. Keuntungan Nonkontrasepsi  Mengurangi jumlah pendarahan  Mengurangi nyeri saat haid  Mencegah anemia  Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium  Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium  Mencegah kehamilan ektopik  Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul  Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopause 5. Kerugian  Terjadi perubahan pada pola haid, seperti tidak teratur, pendarahan bercak/spotting, atau pendarahan sela sampai 10 hari  Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluahn seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.  Ketergantunagn klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan  Efektivitas berkurang bila digunaan bersamaan dengan obatobat epilepsy (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuberkolusis (rifampisin)  Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati  Penambahan berat badan  Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV 15  Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian. 6. Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi  Usia reproduksi  Telah memiliki anak, ataupun yang belum memilki anak  Inngin mendapatkan pil kontrasepsi dengan efektivitas tinggi  Menyusui ASI pascapersalinan dan tidak menyusui  Anemia  Nyeri haid hebat  Haid teratur haid teratur riwayat kehamilan ektopik  Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi. 7. Yang tidak boleh menggunakan suntik kombinasi  Hamil atau diduga hamil  Menyusui dibawah 6 minngu pascapersalinan  Pendarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya  Penyakit hati akut (virus hepatitis)  Usia >35 tahun yang merokok  Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (>180/110 mmHg)  Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun  Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine  Keganasan pada payudara 8. Waktu mulai menggunakan suntikan kombinasi  Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan. 16  Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari.  Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja dapat dipastikan Ibu tersebut tidak hamil. Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual untuk 7 hari lamanya atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain selama masa waktu 7 hari.  Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikan pertama dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil.  Bila pasca persalinan > 6 bulan, menyusui, serta telah mendapat haid, maka suntikan pertama diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7.  Bila pascapersalinan < 6 bulan dan menyusui, jangan diberi suntikan kombinasi.  Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberi.  Pascakeguguran, suntikan kombinasi dapat segera diberikan atau dalam waktu 7 hari.  Ibu yang sedang menggunakan metode kontrasepsi hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama Ibu tersebut menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid. Bila ragu-ragu, perlu dilakukan uji kehamilan terlebih dahulu.  Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan Ibu tersebut ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya. Tidak diperlakukan metode kontrasepsi lain. 17  Ibu yang menggunakan metode kontrasepsi monohormonal dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan pertama dapat segera diberikan, asal saja diyakini Ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tanpa perlu menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1-7 siklus haid, metode kontrasepsi lain tidak diperlukan. Bila sebelumnya menggunakan AKDR, dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan pertama diberikan hari 1-7 siklus haid. Cabut segera AKDR. 9. Cara Penggunaan Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan intramuskuler dalam. Klien diminta dating setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain untuk 7 hari saja. Tabel 15-4: Keadaan yang memerlukan perhatian khusus Keadaan Anjuran   Tekanan darah tinggi < 180/110 diberikan, mmHg dapat tetapi perlu pengawasan   Kencing manis Dapat diberikan pada kasus tanpa komplikasi dan kencing manisnya terjadi < 20 tahun. Perlu diawasi.   Migrain Bila tidak ada gejala neurologic yang berhubungan dengan sakit kepala, boleh diberikan  Menggunakan  obat 18 Berikan pil kontrasepsi tuberkolosis epilepsi kombinasi dengan 50 mg etinilestradiol atau cari metode kontrasepsi lain   Mempunyai penyakit anemia Sebaiknya jangan menggunakan bulan sabit (sickle cell) suntikan kombinasi Sumber: BP3K 2006 Tabel 15-5: Penanganan efek samping yang sering terjadi Efek Samping  Penanganan  Amenorea Singkirkan kehamilan, bila tidak terjadi kehamilan, dan tidak perlu diberi pengobatan khusus. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim. Anjurkan klien untuk kembali ke klinik bila tidak datangnya haid masih menjadi masalah. Bila klien hamil, rujuk klien. Hentikan penyuntikan, dan jelaskan bahwa hormone progestin dan estrogen sedikit sekali pengaruhnya pada janin.   Mual/pusing/muntah Pastikan tidak ada kehamilan. Bila hamil, rujuk. tidak hamil, Bila informasikan bahwa hal ini adalah hal biasa dan akan hilang dalam waktu dekat.   Perdarahan/perdarahan bercak (spotting) Bila hamil, rujuk. Bila tidak hamil 19 cari penyebeb perdarahan yang lain. Jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal biasa. Bila perdarahan berlanjut dan mengkhawatirkan metode kontrasepsi klien, lain perlu dicari. Sumber: BP3K 2006 10. Instruksi untuk klien a. Klien harus kembali ke dokter/klinik untuk mendapatkan suntikan kembali setiap 4 minggu. b. Bila tidak haid lebih dari 2 bulan, klien harus kembali ke dokter/klinik untuk memastikan hamil atau tidak. c. Jelaskan efek samping tersering yang didapat pada penyuntikan dan apa yang harus dilakukan bila hal tersebut terjadi. Bila klien mengeluh mual, sakit kepala, atau nyeri pada payudara, serta perdarahan, informasikan kalau keluhan tersebut sering ditemukan, dan biasanya akan hilang pada suntikan ke-2 atau ke-3. d. Apabila klien sedang menggunakan obat-obat tuberkolosis atau obat epilepsi, obat-obat tersebut dapat mengganggu efektivitas kontrasepsi yang sedang digunakan. 11. Tanda-tanda yang harus diwaspadai pada penggunaan suntikan kombinasi a. Nyeri dada hebat atau napas pendek. Kemungkinan adanya bekuan darah di paru, atau serangan jantung. b. Sakit kepala hebat, atau gangguan penglihatan. Kemungkinan terjadi stroke, hipertensi , atau migraine. 20 c. Nyeri tungkai hebat. Kemungkinan telah terjadi sumbatan pembuluh darah pada tungkai. d. Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama 7 hari sebelum suntikan berikutnya, kemungkinan terjadi kehamilan. Tabel 15-6: Contoh daftar tilik penapisan klien suntikan kombinasi. Observasi petugas Ya pelayanan Perhatikan Instruksi keadaan di petugas Tidak pelayanan Jika jawaban pada kolom bawah ini YA, ikuti instruksi dibawah ini. 1. Apakah tekanan 1. Perhatikan dengan darah lebih dari lebih seksama. Metode 140/90 mmHg. kontrasepsi Atau apakah nonhormonal mungkin diastoliknya >110 merupakan mmHg? yang pilihan lebih Meskipun baik. tidak kecenderungan ada yang berarti pada pemakai kontrasepsi yang berarti pada pemakai kontrasepsi pil dilaporkan cenderung mengalami kenaikan tekanan darah. 2. Apakah nadi lebih dari 2 . Pertanyaan 2-4 100/menit atau jauh di atas Jika salah satu norma? 3. Apakah jawaban dari 3 pertanyaan adalah YA, pucat calon atau sianosis? 21 peserta KB 4. Apakah sesak kemungkinan nafas? mempunyai penyakit jantung yang serius. Rujuk ke dokter spesialis. Bantu calon peserta untuk memilih metode kontrasepsi nonhormonal. 5. Apakah putih bagian 5 . Pertanyaan 5-6 mata Jika salah satu jawaban berwarna kuning? 6. Apakah dari pertanyaan ini YA, ada pembengkakan mungkin indikasi hati? adanya penyakit hati. Rujuk ke spesialis. Bantu calon memilih peserta metode kontrasepsi nonhormonal. 7. Apakah terdapat 7 . Mungkin ada indikasi varises, rasa sakit, risiko tinggi dan penggumpalan darah. kaki bengkak? Rujuk ke spesialis. Bantu calon memilih peserta metode kotrasepsi nonhormonal. 8. Apakah kakinya 8 . Mungkin ada indikasi bengkak penyakit hati. Bantu dan mengandung calon peserta memilih cairan? metode sangat kontrasepsi nonhormonal. 22 9. Apakah terdapat benjolan 9 yang . Benjolan dicurigai yang sebagai mencurigakan di kanker biasanya tidak payudara? sensitive, Benjolan yang unilateral, tidak biasa bentuknya biasanya lembut, dengan jelas, sering mobility. terdapat di kedua spesialis payudara dievaluasi. Bantu calon pada decreased Rujuk ke untuk tempat yang sama peserta memilih dan metode kontrasepsi bergerak dapat bebas. hormonal. Benjolan tersebut dapat juga membengkak setiap bulan sebelum haid. 10. Apakah calon 10 . peserta hamil? Bila kemungkinan hamil, jangan berikan suntikan. Lakukan tes kehamilan (tes urin, jika ada). peserta menggunakan satu pencegahan Calon diminta salah metode dan kembali bila sudah haid. Sumber: BP3K 2006 23 DAFTAR PUSTAKA http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-12593-Paper.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20117/4/Chapter%20II.pdf Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka: Jakarta Saifuddin, Abdul Bari. 2005. Buku Panduan Praktis Pelayanan ontrasepsi. PT Bina Pustaka: Jakarta Wijono, Wibisono. 2001. Panduan Baku Klinis Program Pelayanan Keluarga Berencana. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Kesehatan Keluarga 24

Judul: Makalah Kb

Oleh: Elly Nu'ma Zahroti


Ikuti kami