Makalah Shi

Oleh Dian Ramadhanty

891,1 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Shi

MAKALAH SISTEM HUKUM INDONESIA SISTEM HUKUM DUNIA NAMA : DIAN WIDYA RAMADANTI NRP : 1423017146 Fakultas Ilmu Komunikasi ( 2017-2018 ) Universitas Widya Mandala Surabaya DAFTAR ISI  Cover  Daftar Isi  Kata Pengantar Resume:  Pembahasan materi 2  Sumber KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya, yang berjudul “SISTEM HUKUM DUNIA”. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Allah Subhanahu Wata’ala . 2. Ibu Anastasia Yuni W.,S.Sos.,M.Med.Kom. selaku dosen mata kuliah Sistem Hukum Indonesia Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi dan menambah wawasan pengetahuan kepada kita semua tentang Sistem Hukum Didunia. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, Sehubungan dengan hal ini, kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun tentu saya harapkan demi sempurnanya makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih. Semoga Allah senantiasa Meridhoi segala usaha kita. AMIN. Surabaya,16 Agustus 2017 Dian Widya R. 3 Pembahasan Materi Dalam makalah ini , saya akan membahas beberapa sistem hukum di dunia antara lain yaitu : 1. Sistem Hukum Anglo-Saxon 2. Sistem Hukum Eropa Kontinental 3. Sistem Hukum Agama ( Sistem Hukum Agama Islam ) 4. Sistem Hukum Adat Dari ke-4 sistem hukum didunia , yang akan kita bahas lebih lanjut dari beberapa sistem Resume: tersebut yaitu : a. Definisi b. Negara yang bersangkutan c. Praktek atau cara kerja sistem hukum tersebut d. Keuntungan dan kerugiannya . 4 A. SISTEM HUKUM ANGLO-SAXON Sistem Hukum Anglo-Saxon berkembang dari inggris menyebar ke Negaranegara Amerika Serikat, Canada, Australia, dan sebagainya. Dalam sistem hukum Amerika Serikat sendi utamanya adalah pada Yurisprudensi. Berkembang dari kasus-kasus konkrit tersebut lahir berbagai kaidah dan asas hukum. Karena itu lah sistem hukum Amerika Serikat sering disebut sebagai hukum yang berdasarkan kasus (Case Law system). Perbedaan yang mendasar antara sistem hukum continental dengan sistem hukum Amerika Serikat adalah pada sistem hukum Anglo-Saxon pada dasarnya Yurisprudensi sangat penting sebagai sumber hukum. Sedangkan pada sistem hukum continental dasarnya peraturan perundangundangan sangat penting sebagai sumber hukum. Dalam sistem hukum continental ada Pemeo, “hakim adalah mulut undang-undang”, dalam sistem Anglo-Saxon “hakim adalah mulut Presiden yang mewajibkan hakim dalam perkara-perkara yang identik untuk mengikuti putusan yang terdahulu. Anglo-Saxon adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terlebih dahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada dan Amerika Serikat. Selain Negara-negara tersebut beberapa Negara lain juga menerapkan sistem Hukum Anglo-Saxon Campuran, misalnya Pakistan, India, dan Higeria, yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan Hukum Adat dan Hukum Agama. Anglo-Saxon mulai berkembang di Inggris pada abad 16, dan sering disebut Common Law. KELEBIHAN :  SISTEM HUKUM ANGLO SAXON, PENERAPANNYA LEBIH MUDAH TERUTAMA PADA MASYARAKAT DI NEGARA -NEGARA BERKEMBANG KARENA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN .  SUMBER HUKUM YANG ADA TELAH TERUJI DALAM MENYELESAIKAN SUATU PERKARA SEBELUMNYA . 5  KEPASTIAN HUKUM LEBIH DIHARGAI.  KENETRALAN DAN KEADILAN DAPAT LEBIH TERLIHAT NYATA.  HAKIM MEMILIKI PERAN YANG SANGAT BESAR DALAM MEMBENTUK SELURUH TATA KEHIDUPAN MASYARAKAT . SELAIN ITU, MENCIPTAKAN PRINSIP-PRINSIP HUKUM BARU YANG AKAN MENJADI PEGANGAN BAGI HAKIM -HAKIM LAIN UNTUK MEMUTUSKAN PERKARA YANG SEJENIS.  PUTUSAN-PUTUSAN YANG ADA BENAR-BENAR SESUAI KENYATAAN DAN MENYESUAIKAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT . KELEMAHAN :  TIDAK ADA JAMINAN KEPASTIAN HUKUMNYA.  HAKIM TERLALU DIBERI KEKUASAAN YANG AMAT BESAR DALAM MENENTUKAN HUKUMAN . SEHINGGA TERKADANG FAKTOR SUBYEK DAPAT TERJADI. Resume: B. SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL Pada awalnya sistem hukum Eropa Kontinental berasal dari kodifikasi hukum yang berlaku di kekaisaran romawi pada masa pemerintahan Kaisar Justinianus abad ke- VI SM. Kodifikasi tersebut merupakan kumpulan dari berbagai hukum yang ada sebelum masa Justinianus yang disebut “Corpas Juris Civilis” dan dalam perkembangan prinsip-prinsip hukum yang ada di dalamnya dijadikan sebagai dasar perumusan dan kodifikasi hukum di negara-negara Eropa daratan seperti Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Amerika Latin, dan Asia (termasuk Indonesia pada masa penjajahan Belanda). Sumber hukum utama dalam sistem hukum eropa kontinental adalah Undang-undang yang dibentuk oleh badan Legislatif, selain itu juga diakui peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan Eksekutif berdasarkan wewenang yang telah ditetapkan oleh undang-undang dan kebiasaan-kebiasaan yang dterima oleh masyarakat selama tidak bertentangan dengan Undang-undang. Kelebihan : 6  Sistem hukumnya tertulis dan terkodifikasi, sehingga ketentuan yang berlaku dengan mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap terjadi peristiwa hukum (kepastian hukum yang lebih ditonjolkan).  Kepastiam hukum di sistem hukum Eropa Kontinental ini sangat diperhatikan dan dijamin.  Ada kerja sama yang baik antar pemegang kekuasaan dalam pembentukan undangundang.  Adanya penggolongan sistem hukum Eropa Kontinental dalam 2 bidang, yaitu hukum privat dan hukum publik. Sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan sebuah perkara.  Adanya pembuatan undang-undang baru yang menyesuaikan perkembangan masyarakat.  Penyelesaian sebuah perkara akan selalu berpegang teguh pada undang-undang. Sehingga putusan-putusan diharapkan bersifat obyektif. Kelemahan :  Sistemnya terlalu kaku, tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena hakim harus tunduk terhadap perundang-undang yang sudah berlaku (hukum positif).  Hakim hanya berfungsi menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan dalam batas-batas wewenangnya. Putusan seorang hakim dalam suatu perkara hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. C. SISTEM HUKUM AGAMA DISINI SAYA AKAN MEMBAHAS TENTANG SISTEM HUKUM AGAMA . SEBAGAI CONTOHNYA SAYA MENGAMBIL TENTANG SISTEM HUKUM AGAMA ISLAM Hukum Islam adalah hukum kaum muslimin, artinya persekutuan orang Mukmin dalam agama Islam. Ia adalah hukum keagamaan oleh karena ia terdiri dari aturan-aturan hidup yang diturunkan dari Kitab Suci AL-QUR’AN, “Hukum ALLAH”, ia adalah hukum yang mengikat pada individu, yang berlaku bagi semua kaum Mukmin di mana saja mereka itu berada. Hukum Islam ini terutama dibangun dari “Ijmak”, artinya penafsiran para Ulama dalam abad VIII dan IX. Sejak abad X Hukum Islam secara teoritis tidak pernah berubah 7 pada hakikatnya telah membantu menyebabkan kemunduran Negara-negara yang tidak memahami ajaran Islam lebih mendalam, satu dan lain karena kurang menyesuaikan diri dengan evolusi ekonomi di dunia. Hukum Islam tetap diterapkan di wilayah-wilayah yang sangat luas Afrika Utara dengan suatu tendensi penting penyebaran ke Afrika Hitam, Asia (antara lain Negara Arab, Turki, Iran, Afganistan, Pakistan, Indonesia, dan sebagian Fhilipina), yang mewakili lebih dari 900 juta orang. Dinegara-negara Islam sedang berlangsung suatu pertentangan antara kaum tradisional (atau kaum Fundamentalis yang ingin mempertahankan kemurnian Islam terhadap pengaruh-pengaruh barat dan unsur-unsur lebih Moderat (yang serba permisif) yang berhasrat mengedepankan modernisasi antara lain dengan jalan menerima unsur-unsur tatanan dan pandangan Hukum Barat. D. SISTEM HUKUM ADAT Resume: Berkembang di lingkungan sosial di Indonesia, Cina, India, Jepang dan beberapa negara lain Di Indonesia disebut “adat recht” oleh Snouck Hugronje Sumber hukum: Peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan oleh masyarakat  Bersifat tradisional  Berubah-ubah sesuai dengan peristiwa sosial yang terjadi  Mudah menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat 8 SUMBER  Syarifin, pipin.SH. 1992, Pengantar Ilmu Hukum; Surabaya: CV Pustaka Setia.  Manan,Abdul.SH. 2006, Pengubah Hukum; Jakarta: CV Kencana.  Hartono,Sunarjati.SH. 1976, Perbandingan Hukum; Bandung: Alumni.  Soeroso,R.SH. 2009, Pengantar Ilmu Hukum; Jakarta: Sinar Grafika.  Tengker,Freddy.SH. 1991. Sejarah Hukum; Bandung: Pt Refika Aditama 9

Judul: Makalah Shi

Oleh: Dian Ramadhanty


Ikuti kami