Lembar Jawaban Manajemen Konstruksi

Oleh Looking Fordocx

178,6 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Lembar Jawaban Manajemen Konstruksi

UNIVERISTAS SERANG RAYA NAMA NO. UJIAN NIM SMT/KLS/JUR MATA KULIAH DOSEN HARI/TANGGAL LEMBAR JAWABAN UTSUAS : HEIDI PRATAMA : : 21318022 : 4/A1/TEKNIK SIPIL : MANAJEMEN KONSTRUKSI : Nira Indriani Shalihah, ST., MT : Senin,04 Mei 2020 Tanda tangan (..…………………..) HEIDI PRATAMA SOAL 1. Jelaskan apa saja yang termasuk dalam ketentuan dalam syarat-syarat diberlakukannya perpanjangan waktu pada suatu proyek! 2. Sebutkan dan jelaskan yang termasuk dalam unsur-unsur biaya! 3. Apa perbedaan biaya langsung dan biaya tidak langsung? Berikan contohnya! 4. Jelaskan pengertian manajemen konstruksi dan jelaskan tujuan dari manajemen konstruksi! JAWABAN 1) Faktor-faktor yang Mengubah Proyek •Dugaan perancanaan keliru •Persyaratan berubah •Batas waktu berubah •Anggaran dipotong •Prioritas proyek dalam pikiran manajemen senior bisa berubah •Bencana alam Keterlambatan Extension of Time (EOT) dapat diberikan dalam hal kontraktor gagal memenuhi kewajibannya, diantaranya keterlambatan pelaksanaan penyerahan akibat dari terlambatnya penyerahan lahan kerja (possession of site) oleh pemilik proyek, dan 11 klausula lainnya yang terdapat dalam FIDIC (FIDIC 1999) dengan definisi extension of time sebagai “the additional period of time granted to a contractor to complete a construction project on the occurrence of specified events or causes”. Banyak kontraktor beranggapan bahwa pemberian perpanjangan waktu secara otomatis akan menyebabkan mereka berhak memperoleh pembayaran yang berhubungan dengan pekerjaan awal (preliminary items) dan biaya operasi di lapangan (site overheads) untuk periode perpanjangan waktu tersebut, tetapi kenyataannya tidaklah begitu. Tujuan utama dari klausula perpanjangan waktu adalah untuk menghindarkan Kontraktor dari pembayaran ganti rugi (liquidated damages) untuk keseluruhan atau sebagian dari periode yang terlewati. Agar dapat memperoleh perpanjangan waktu, kontraktor harus mencari klausula yang ada di dalam kontrak 1. 2. 3. 4. Jenis-jenis keterlambatan Keterlambatan yang disebabkan oleh kontraktor: Kontraktor tidak memperoleh additional cost (biaya ekstra) dan tidak memperoleh perpanjangan waktu serta diharuskan membayar ganti rugi (liquidated damages). Keterlambatan yang disebabkan oleh kejadian yang bersifat alami/netral: Kontraktor tidak memperoleh biaya ekstra tetapi memperoleh perpanjangan waktu dan terbebas dari kewajiban pembayaran ganti rugi (liquidated damages). Keterlambatan ini biasanya disebabkan oleh perubahan keadaan cuaca. Keterlambatan yang disebabkan oleh Pengguna Jasa (Employer) atau Konsultan (Engineer): Kontraktor memperoleh tambahan biaya, perpanjangan waktu dan terbebas dari kewajiban pembayaran ganti rugi (liquidated damages). Keterlambatan berlapis: Keterlambatan disebabkan oleh dua sebab yang saling mempengaruhi, yang satu merupakan tanggung jawab kontraktor dan yang satunya merupakan tanggung jawab Employer atau Konsultan (Engineer). Keterlambatan berlapis pada prinsipnya adalah “kerugian terletak di tempat jatuhnya”. Sebagai contoh, keterlambatan yang satu merupakan tanggungjawab kontraktor di mana kontraktor tidak berhak memperoleh perpanjangan waktu karena kontraktor memperbaiki kerusakan. Namun disisi lain terjadi keterlambatan dari sisi Employer yang memberikan hak kepada kontraktor untuk memperoleh perpanjangan waktu dan penggantian biaya karena Employer terlambat menyerahkan site access atau memberikan gambar. Dalam kasus ini, Employer tidak boleh mengenakan denda keterlambatan (liquidated damages) karena ia penyebab salah satu keterlambatan dan kontraktor tidak seharusnya dibayar ekstra untuk kerugian yang mungkin diderita akibat pekerjaan memperbaiki bagian yang rusak tadi. Oleh karena itu, perpanjangan waktu patut diberikan tetapi tidak ada additional cost (pembayaran ekstra) untuk kasus aquo. Jenis-jenis EOT yang diberikan kepada Kontraktor 1. EOT terkait Sub-Clause7 Setting Out Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan dan/atau menanggung biaya karena melaksanakan pekerjaan yang diakibatkan oleh kesalahan informasi titik-titik referensi, dan Kontraktor yang berpengalaman sekalipun tidak mampu menemukan kesalahan tersebut dan menghindari keterlambatan dan/atau biaya. 2. EOT terkait Sub Clause12 Unforeseeable Physical Conditions Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan karena menemui kondisi fisik yang merugikan yang olehnya dianggap tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Kontraktor harus menyebutkan kondisi fisik yang dihadapi, sehingga dapat diinspeksi oleh Enjinir, dan harus menyatakan alasan mengapa Kontraktor menganggapnya sebagai tidak dapat diperkirakan sebelumnya. 3. EOT terkait Sub Clause24 Fossils Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan karena melaksanakan instruksi dari Enjinir untuk melakukan penanganan terhadap fosil, uang logam, barang berharga atau antik, dan struktur dan peninggalan lain atau benda-benda geologis atau arkeologis yang ditemukan di Lapangan. 4. EOT terkait Sub Clause 4 Testing Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan karena melaksanakan instruksi dari Enjinir untuk melakukan perubahan atau pengujian tambahan. 5. EOT terkait Sub Clause 4 Extension of Time for Completion Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan karena hal-hal sebagai berikut:  6. suatu Perubahan (kecuali apabila penyesuaian Waktu Penyelesaian telah disepakati berdasarkan Sub-Klausula 13.3 [Prosedur Variasi]) atau perubahan mendasar dalam kuantitas suatu jenis pekerjaan yang termasuk dalam Kontrak,  suatu penyebab keterlambatan yang memberikan hak perpanjangan waktu berdasarkan suatu Sub-Klausula dari Persyaratan ini,  keadaan cuaca yang sangat buruk,  kekurangan yang tak dapat diperkirakan sebelumnya dalam ketersediaan personil atau barang-barang akibat wabah atau kebijakan pemerintah, atau  keterlambatan, kesulitan atau hambatan yang disebabkan atau diakibatkan oleh Employer, personil Employer atau Kontraktor lain yang dipekerjakan oleh Employer. EOT terkait Sub Clause 9 Consequences of Suspension Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan dan/atau menanggung biaya akibat memenuhi instruksi Enjinir berdasarkan Sub-Klausula 8.8 [Penghentian Pekerjaan] dan/atau dari melanjutkan pekerjaan. 7. EOT terkait Sub Clause3 Interference with Tests on Completion Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan dan/atau menanggung biaya akibat keterlambatan pelaksanaan pengujian pada akhir pekerjaan. 8. EOT terkait Sub Clause7 Adjustments for Changes in Legislation Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami (atau akan mengalami) keterlambatan dan/atau mengeluarkan (atau akan mengeluarkan) biaya tambahan terkait perubahan aturan hukum atau dalam penafsiran. 9. EOT terkait Sub Clause 1 Contractor’s Entitlement to Suspend of Work Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan dan/atau mengeluarkan biaya sebagai akibat dari penghentian pekerjaan (atau mengurangi kecepatan pekerjaan) sesuai dengan Sub-Klausula ini. 10. EOT terkait Sub Clause4 Consequences of Employer’s Risks Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor mengalami keterlambatan dan/atau mengeluarkan Biaya untuk mengganti kehilangan atau memperbaiki kerusakan. 11. EOT akibat Sub Clause 4 Consequences of Force Majeure Perpanjangan waktu diberikan kepada Kontraktor apabila Kontraktor terhambat dalam pelaksanaan kewajiban mendasarnya menurut Kontrak yang pemberitahuannya telah disampaikan menurut Sub-Klausula 19.2 (Pemberitahuan Keadaan Kahar), dan mengalami keterlambatan dan/atau mengeluarkan biaya akibat Keadaan Kahar. Kesimpulan Dalam hal terjadi keterlambatan pekerjaan dimana kontraktor memiliki dasar dan bukti yang kuat dengan menggunakan salah satu klausula perpanjangan waktu di atas maka kontraktor berhak mendapatkan perpanjangan waktu di satu sisi dan hak pemilik proyek untuk mengenakan denda menjadi hilang di sisi lain.Dalam hal terjadi kondisi dimana kerugian nyata jauh lebih besar dari liquidated damages akibat dari kesalahan kontraktor maka upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pemilik proyek adalah mengajukan gugatan atas kerugian nyata yang diderita (general damages) dengan beban pembuktian. 2) A. Biaya langsung Biaya yang terkait langsung dengan suatu pekerjaan dan karenanya ridak akan dikeluarkan apabila pekerjaan tersebut tidak jadi dilaksanakan B. Biaya Operasi (Tak Langsung) Disebut juga biaya tidak langsung atau eksploitasi, yaitu biaya-biaya yang murni berasal dari pengoperasian unit usaha dan akan tetap harus dikeluarkan meskipun perusahaan tidak menjual atau membuat sama sekali. C. Laba Tidak hanya dibutuhkan sebagai seumber pemberian deviden bagi para pemegang saham maupun pengembalian atas modal pemilik melainkan juga berperan sebagai dana pembiayaan pengganti peralatan maupun penambahan aktiva perusahaan seperti peralatan dan kendaraan bermotor serta menyediakan dana bagi perluasan usaha 3) 4) Aspek Biaya langsung Biaya Tidak Langsung Arti Biaya yang mudah dikaitkan dengan objek biaya dikenal sebagai Biaya Langsung. Biaya Tidak Langsung didefinisikan sebagai biaya yang tidak dapat dialokasikan ke objek biaya tertentu. Manfaat Proyek spesifik Berbagai proyek Agregat Ketika semua biaya langsung diambil bersama-sama mereka dikenal sebagai biaya prima. Total semua biaya tidak langsung disebut sebagai biaya tetap atau oncost. Dilacak Dapat dilacak Tidak dapat dilacak Klasifikasi Bahan langsung, tenaga kerja langsung, biaya langsung Bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, biaya tidak langsung Biaya Mudah dibagi ke objek biaya tertentu Yang tidak dapat dibebankan ke objek biaya tertentu Pengertian manajemen konstruksi Manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan. Tujuan Manajemen konstruksi Tujuan Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan mutu (Quality Control), pengawasan biaya (Cost Control) dan pengawasan waktu pelaksanaan (Time Control).

Judul: Lembar Jawaban Manajemen Konstruksi

Oleh: Looking Fordocx


Ikuti kami