Makalah Sosial

Oleh Futri Tiara Ayu

118,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Sosial

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja adalah masa dimana individu cenderung meningkatkan pemahaman dirinya, mengeksplorasi identitasnya, serta ingin mengetahui sifat sifat, dan apa yang hendak diraih dalam hidupnya. Pengertian konsep diri adalah gambaran yang dimiliki orang lain tentang dirinya, konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional. Salah satu yang mempengaruhi komponen konsep diri ialah harga diri (self esteem). Harga diri bisa sebagai penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisis seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Self atau diri memiliki dua komponen yaitu kognitif dan evaluatif. Konsep diri merupakan komponen kognitif yang berisikan ingatan ingatan pada diri merupakan komponen evaluatif yang berisi sikap individu dalam mengevaluasi diri sebagai objek melalui sikap suka atau tidak suka pada diri. Jadi perbedaan antara konsep diri dan harga diri adalah konsep diri bersifat deskriptif, sedangkan harga diri bersifat evaluatif. Konsep diri merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Banyak orang yang mampu menggapai kesuksesan dalam karna mereka memiliki karakter yaitu konsep diri. Konsep diri menjadi bagian penting dari perkembangan kepribadian seseorang, sebagai penentu bagaimana seseorang bersikap dan bertingkah laku. Masa remaja adalah masa yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karakteristik remaja yang memiliki masa masa sulit, dimana mereka harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam perubahan yang da dalam diri mereka. Masa remaja dalah masa yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dimulai dengan adanya perubahan fisiologis seperti emosional yng mudah tersinggung dan mudah berubah. Perubahan perubahan terkadang sering membuat remaja menjadi merasa tidak puas dengan kondisi dirinya dan seringkali menyebabkan mereka jatuh pada keadaan tidak percaya diri. 1 1.2 Rumusan Masalah Dari beberapa masalah yang terjadi pada konsep diri, dan dapatlah rumusan masalah yang terjadi pada makalah ini, ialah pengertian dari konsep diri, faktor faktor yang mempengaruhi konsep diri, dan hubungan antara konsep diri pada remaja dan hubungan aspek psikologis yang terdapat pada remaja. 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah : 1. Untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja awal yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada remaja awal 2. Untuk mengetahui gambaran dari konsep dari diri, remaja, penyimpangan perilaku seks bebas 3. Untuk mengetahui tingkat dan hubungan kreativitas konsep diri dan motivasi berprestasi remaja 4. Untuk mengetahui hubungan konsep diri dan kecerdasan emosi dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja 5. Untuk menjelaskan pengembangan akademik konsep diri untuk melakukan sampel umum. 1.4 Manfaat Selain sebagai pengetahuan serta bekal untuk kehidupan, dalam makalah ini sekiranya diharapkan dapat memberikan manfaat kepda para pembaca berupa informasi dimana dapat di aplikasikan di dalam kehidupan sehari hari agar pembaca lebih mengetahui apa itu konsep diri pada remaja. Dan memberikan hal yang positif bagi pembaca. 1.5 Hasil Review Jurnal 1. Obesitas atau kegemukan merupakan suatu masalah yang cukup merisaukan di kalangan remaja, karena keinginan untuk tampil sempurna yang seringkali diartikan dengan tubuh langsing atau ramping 2. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri (Mayasari,2013) 2 3. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang dirinya sendiri, karateristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi serta prestasi (Hurlock,1990) 4. Remaja sebagai periode “badai dan stress” yang besar, sesuai dengan waktu ketika umat manusia dalam tahap transisi dalam perjalanan untuk menjadi beradab (Hall, 1904) 5. Motivasi manusia dapat dipahami dalam hal kebutuhan, tetapi menekankan pentingnya kebutuhan sosial, daripada aktivitas psikologis atau dasar (Marsh, 2007) 6. Motivasi berprestasi bekerja sebagai faktor motivasi lain untuk fungsi efektif dan kreativitas (Conroy, 2003). 7. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu (Mulyasa,2000) 8. Konsep diri berpengaruh pada tingkah laku manusia, berfungsi sebagai “guiding principles”, paling sedikit sebagai sebab timbulnya bentuk mekanisme penyesuaian tertentu (Surakmat,1999) 9. Konsep diri adalah individu sebagaimana dia memandang atau mengetahui dan merasakan oleh individu itu sendiri (Purwanto, 1984) 10. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasan dan maknanya, dan engendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual (Stein, 2002) 11. Selama masa remaja, konsep diri menjadi lebih abstrak dan dibedakan, yang memungkinkan bentuk kompleks reprentasi diri untuk mengambil bentuk (Harter,1986) 12. Konsep diri akademik anak anak yang berbakat telah dibahas dalam berbagai cara dan menuju sejumlah tujuan yang berbeda (Dixon,1998) 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Konsep diri adalah aspek yang paling penting dari kita. Dimana kita mengetahui siapa kita, apa jenis kelamin kita, apa yang kita rasakan dan memori apa yang kita alami, dan sebagainya. Seorang ilmuwan neurosains menyatakan bahwa ada sebuah bagian syaraf yang terletak di celah antara kedua hemisfer otak kita tepat dibelakang mata, yang nampaknya membantu kita umtuk tetap memiliki kesadaran akan diri kita sendiri. Bagian ini disebut sebagai “korteks prefrontal medial”, dimana bagian ini menjadi lebih akif ketika kita memikirkan diri kita sendiri (Myers, 2012:47) Self memberikan kerangka berpikir yang menentukan dimana kit mengelola informasi tentang diri kita sendiri termasuk motivasi, keadaan emosional, evaluasi diri, kemampuan dan lain lain. Bagaimana kita melindungi citra diri kita dari informasi yang mengancam, mempertahankan konsistensi diri dan untuk menemukan alasan pada setiap inonsistensi (Barob & Byrne, 2004:165) Konsep diri menjadi fokus utama dalam psikologi sosial karena konsep diri membantu mengorganisasi pemikiran kita memandu perilaku sosial kita. Konsep diri meliputi keseluruhan persepsi diri individu dan penilaiannya terhadap diri pribadi, baik secara fisik, seksual, kognitif, moral, mengenai kemampuannya,nilai nilai, kompetensi, penampilan, motivasi, tujuan, dan emosi (Furmann, 1990) 2.2 Aspek Aspek Dalam Konsep Diri Pada Remaja Ada beberapa aspek menurut para ahli yang dikembangkan antara lain : 1. Aspek aspek konsep diri menurut Staines (Burns, 1993:81) a. Konsep diri dasar Aspek ini merupakan pandangan individu terhadap satatus, peranan, dan kemampuan dirinya. b. Diri sosial Aspek ini merupakan diri sebagaimana yang diyakini individu dan orang lain yang melihat dan mengevaluasi. 4 c. Diri ideal Aspek ini merupakan gambaran mengenai pribadi yang diharapkan oleh individu, sebagian berupa keinginan dan berupa keharusan keharusan. 2. Aspek aspek konsep diri menurut Hurlock (Hurlock, 1999:237) a. Aspek ini meliputi sejumlah konsep yang dimilki individu mengenai penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti penting tubuh, dn perasaan gengsi di hadapan orang lain yang disebabkan oleh keadaan fisiknya. Hal penting yang berkaitan dengan keadaan fisik adalah daya tarik dan penampilan tubuh dihadapan orang lain. b. Aspek ini meliputi penilaian individu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti rasa percaya diri, serta kemampuan dan ketidakmampuannya. Penilaian indivisu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti keadaan mengenai kemampuan atau ketidakmampuannya akan berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan harga diri. 3. Aspek aspek konsep diri menurut Berzonsky (Shandraningrum, 2009) a. Aspek fisik Bagaimana penelitian individu terhadap segala sesuatu secara fisik yang dimilikinya seperti tubuh, kesehatan, pakaian penampilan. b. Aspek sosial Bagaimana peranan sosial yang diperankan individu mencakup hubungan antara individu dengan keluarga, dan invidu dengan lingkungan. c. Aspek moral Merupakan nilai dan prinsip yang memberi arti dan arah dalam kehidupan individu dan memandang nilai etika moral dirinya seperti kejujuran, dan tanggung jawab. d. Aspek psikis meliputi pikiran, perasaan dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. 2.3. Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri Pada Remaja Menurut stuart dan sudeen ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep dri. Faktor faktor tersebut terdiri dari : 1. Teori perkembangan 5 Konsep diri belum ada waktu lahir,kemudian berkembang secara bertahap sejak lahir sampai mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain. Dalam melakukan kegiatan memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau pengenalana tubuh, nama panggilan, pengalaman budaya dan hubungan intrapersonal, kemampuan pada area tetentu yang dinilai pada diri sendiri atau masyarakat serta aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata. 2. Significant Other (orang yang terpenting atau orang yang terdekat) Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri merupakan interprestasi diri pandangan orang lain sangat dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi. 3. Self Perception (persepsi diri sendiri) Persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan aspek yang kritikah dan dasar dari perilaku individu. Individu dengan konsep diri yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan intrapersonal, kemampuan intelektual, dan penguasaan lingkungan. Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang terganggu. 2.4. Hubungan Konsep Diri Pada Remja Dengan Aspek Psikologis Hubungan konsep diri remaja dengan aspek psikologis 1. Hubungan kreativitas remaja, konsep diri, dan motivasi berprestasi dengan aspek psikologis yang sangat signifikan 2. Ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja 3. Pemaknaan dalam mencari luar dan dalam konsep diri remaja berbakat 6 4. Kurangnya konsep diri pada remaja yang melakukan penyimpangan perilaku seks bebas 5. Konsep diri remaja awal putri yang mengalami obesitas terhadap bentuk fisiknya 7 BAB III PEMBAHASAN 3.1. Analisis 1. Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, bentuk ungkapan rasa cinta (kasih sayang) pada remaja dapat dinyatakan dengan berbagai cara misalnya, pemberian hadiah bunga, berpelukan, berciuman, bahkan melakukan hubungan seksual. Salah satu faktor yang menentukan perilaku seks pranikah adalah Konsep diri (Mayasari, 2003) Survei yang dilakukan badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional di 12 kota besar Indonesia pada 2010 mengungkapkan 62,7% remaja pernah melakukan hubungan seks bebas. 2. Dalam anlisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, penyebab terjadinya obesitas pada subjek pertama adalah faktor eksternal yaitu pola makan yang berlebihan, sementara subjek kedua dan ketiga sudah mengalami obesitas sejak kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan oleh faktor genetik (Citra & Retnaningsih, 2009) Obesitas atau kegemukan terjadi jika individu mengkonsumsi lebih banyak dari yang dibutuhkannya (Papalia, Olds, & Feldman, 2004) 3. Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, konsep diri ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja, ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan kempuan penyesuaian diri pada remaja dan ada hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja (Mutamimmah, 2014) 4. Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, konsep diri dan motivasi dari laki laki yang memilki kreativitas yang rendah dan remaja kurang dari rata rata dan lebih besar daripada laki laki yang berkreativitas yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi rata rata rendah dan konsep diri yang tinggi silabus swasta dan silabus negara, bawa pencapaian motivasi dari total remaja yang menguasai konsep diri tinggi kurang dari rata rata konsep diri dan lebih besar dari rendah diri (Al-Qaisy & Turki, 2011) 8 5. Dalam analisa yang terdapat dlam jurnal yang saya kutip, penelitian ini berguna dalam memahami perkembangan konsep diri akademis yang diwajibkan dari siswa yang berbakat, dengan siswa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kekuatan yang dibuktikan dalam matematika, bidang verbal, atau kedua daerah (Plucker & Stocking, 2001). 9 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan 1. obesitas yang dialami individu tidak hanya berkaitan dengan konsep diri melainkan ada faktor yang sangat berperan penting dalam pembentukan konsep diri individu. 2. Pengetahuan seks subyek bersumber dari teman temannya, internet dan film porno. 3. Kreatif remaja yang berpotensi lebih tinggi daripada remaja yang kreatif berpotensi rendah tetapi berkaitan dengan konsep diri dan motivasi berprestasi peraih skor rendah lebih daripada skor tinggi. 4. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. 5. Pendidik tidak harus mengharapkan anak anak yang berbakat memiliki subjek khusus konsep diri yang tinggi dalam semua mata pelajaran dimana mereka unggul. 4.2. Saran 1. orang tua harus mengontrol dan mengawasi bagaimana pergaulan anaknya. 2. Peneliti menyarankan mempelajari berbagai faktor yang menyebabkan orang miskin akan konsep diri dan motivasi berprestasi di masa depan. 3. Subyek harus mempunyai hubungan yang positif dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja, sehingga hipotesis kedua dan ketiga dapat diterima. 4. Peneliti menyarankan untuk mengatasi pengaruh akademik konsep diri pada pengembangan dimensi nonakademis, seperti konsep diri di hubungan rekan, daya tarik fisik, dan hubungan intrapersonal untuk penelitian selanjutnya. 5. peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat menggali lebih banyak lagi aspek aspek kepribadian tersebut. 10 DAFTAR PUSTAKA Mutamimmah: (2014). Hubungan Konsep Diri dan Kecerdasan Emosi Dengan Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Jurnal Persona Psikologi Indonesia. Vol. 3, No.01 Januari, 42-51: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya: Surabaya Al-Qaisy,Lama,Turki,Jihad: (2011). Adolescents Creativity Self Concept and Achievement Motivation. British Journal of Arts and Social Sciences. Vol.2 No.2, 88-101 Plucker,Jonathan,Stocking,Vicki:(2011). Looking Outside and Inside Self Concept Development of Gifted Adolescents. The Council for Exceptional Children. Vol.67, No.4, 535-548: Indina University & Duke University Citra,Ajeng,Retnaningsih:(2009). Konsep Diri Remaja Awal Yang Mengalami Obesitas. Jurnal Psikologi. Volume 2, No.2 Juni, 166-171: Fakultas Psikologi Universitas Guna Darma: Jawa Barat Mayasari,Ervina: (2013). Konsep Diri Pada Remaja Yang Melakukan Penyimpangan Perilaku Seks Bebas. Psikovidya. Volume 17, No.2 Desember, 146-173: Malang Desmita: (2009). Psikologi Perkembangan Peseta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 11

Judul: Makalah Sosial

Oleh: Futri Tiara Ayu


Ikuti kami