Makalah Sosial

Oleh Futri Tiara Ayu

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja adalah masa dimana individu cenderung meningkatkan pemahaman dirinya,
mengeksplorasi identitasnya, serta ingin mengetahui sifat sifat, dan apa yang hendak diraih
dalam hidupnya.
Pengertian konsep diri adalah gambaran yang dimiliki orang lain tentang dirinya, konsep
diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang
meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional. Salah satu yang mempengaruhi
komponen konsep diri ialah harga diri (self esteem). Harga diri bisa sebagai penilaian
individu tentang pencapaian diri dengan menganalisis seberapa jauh perilaku sesuai dengan
ideal diri.
Self atau diri memiliki dua komponen yaitu kognitif dan evaluatif. Konsep diri
merupakan komponen kognitif yang berisikan ingatan ingatan pada diri merupakan
komponen evaluatif yang berisi sikap individu dalam mengevaluasi diri sebagai objek
melalui sikap suka atau tidak suka pada diri. Jadi perbedaan antara konsep diri dan harga diri
adalah konsep diri bersifat deskriptif, sedangkan harga diri bersifat evaluatif.
Konsep diri merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang peranan penting
bagi kehidupan manusia. Banyak orang yang mampu menggapai kesuksesan dalam karna
mereka memiliki karakter yaitu konsep diri. Konsep diri menjadi bagian penting dari
perkembangan kepribadian seseorang, sebagai penentu bagaimana seseorang bersikap dan
bertingkah laku.
Masa remaja adalah masa yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karakteristik
remaja yang memiliki masa masa sulit, dimana mereka harus menyesuaikan diri dengan
berbagai macam perubahan yang da dalam diri mereka. Masa remaja dalah masa yang
ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dimulai dengan adanya perubahan
fisiologis seperti emosional yng mudah tersinggung dan mudah berubah. Perubahan
perubahan terkadang sering membuat remaja menjadi merasa tidak puas dengan kondisi
dirinya dan seringkali menyebabkan mereka jatuh pada keadaan tidak percaya diri.

1

1.2 Rumusan Masalah
Dari beberapa masalah yang terjadi pada konsep diri, dan dapatlah rumusan masalah
yang terjadi pada makalah ini, ialah pengertian dari konsep diri, faktor faktor yang
mempengaruhi konsep diri, dan hubungan antara konsep diri pada remaja dan hubungan
aspek psikologis yang terdapat pada remaja.
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1.

Untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja awal
yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya
obesitas pada remaja awal

2. Untuk mengetahui gambaran dari konsep dari diri, remaja, penyimpangan
perilaku seks bebas
3. Untuk mengetahui tingkat dan hubungan kreativitas konsep diri dan motivasi
berprestasi remaja
4. Untuk mengetahui hubungan konsep diri dan kecerdasan emosi dengan
kemampuan penyesuaian diri pada remaja
5. Untuk menjelaskan pengembangan akademik konsep diri untuk melakukan
sampel umum.
1.4 Manfaat
Selain sebagai pengetahuan serta bekal untuk kehidupan, dalam makalah ini sekiranya
diharapkan dapat memberikan manfaat kepda para pembaca berupa informasi dimana dapat
di aplikasikan di dalam kehidupan sehari hari agar pembaca lebih mengetahui apa itu konsep
diri pada remaja. Dan memberikan hal yang positif bagi pembaca.
1.5 Hasil Review Jurnal
1. Obesitas atau kegemukan merupakan suatu masalah yang cukup merisaukan di
kalangan remaja, karena keinginan untuk tampil sempurna yang seringkali
diartikan dengan tubuh langsing atau ramping
2. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri
(Mayasari,2013)

2

3. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang
dirinya sendiri, karateristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi serta
prestasi (Hurlock,1990)
4. Remaja sebagai periode “badai dan stress” yang besar, sesuai dengan waktu
ketika umat manusia dalam tahap transisi dalam perjalanan untuk menjadi
beradab (Hall, 1904)
5. Motivasi manusia dapat dipahami dalam hal kebutuhan, tetapi menekankan
pentingnya kebutuhan sosial, daripada aktivitas psikologis atau dasar (Marsh,
2007)
6. Motivasi berprestasi bekerja sebagai faktor motivasi lain untuk fungsi efektif
dan kreativitas (Conroy, 2003).
7. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu
bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu
(Mulyasa,2000)
8. Konsep diri berpengaruh pada tingkah laku manusia, berfungsi sebagai
“guiding principles”, paling sedikit sebagai sebab timbulnya bentuk
mekanisme penyesuaian tertentu (Surakmat,1999)
9. Konsep diri adalah individu sebagaimana dia memandang atau mengetahui
dan merasakan oleh individu itu sendiri (Purwanto, 1984)
10. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan
membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasan dan
maknanya, dan engendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu
perkembangan emosi dan intelektual (Stein, 2002)
11. Selama masa remaja, konsep diri menjadi lebih abstrak dan dibedakan, yang
memungkinkan bentuk kompleks reprentasi diri untuk mengambil bentuk
(Harter,1986)
12. Konsep diri akademik anak anak yang berbakat telah dibahas dalam berbagai
cara dan menuju sejumlah tujuan yang berbeda (Dixon,1998)

3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Konsep diri adalah aspek yang paling penting dari kita. Dimana kita mengetahui siapa
kita, apa jenis kelamin kita, apa yang kita rasakan dan memori apa yang kita alami, dan
sebagainya. Seorang ilmuwan neurosains menyatakan bahwa ada sebuah bagian syaraf yang
terletak di celah antara kedua hemisfer otak kita tepat dibelakang mata, yang nampaknya
membantu kita umtuk tetap memiliki kesadaran akan diri kita sendiri. Bagian ini disebut
sebagai “korteks prefrontal medial”, dimana bagian ini menjadi lebih akif ketika kita
memikirkan diri kita sendiri (Myers, 2012:47)
Self memberikan kerangka berpikir yang menentukan dimana kit mengelola informasi
tentang diri kita sendiri termasuk motivasi, keadaan emosional, evaluasi diri, kemampuan dan
lain lain. Bagaimana kita melindungi citra diri kita dari informasi yang mengancam,
mempertahankan konsistensi diri dan untuk menemukan alasan pada setiap inonsistensi
(Barob & Byrne, 2004:165)
Konsep diri menjadi fokus utama dalam psikologi sosial karena konsep diri
membantu mengorganisasi pemikiran kita memandu perilaku sosial kita.
Konsep diri meliputi keseluruhan persepsi diri individu dan penilaiannya terhadap diri
pribadi, baik secara fisik, seksual, kognitif, moral, mengenai kemampuannya,nilai nilai,
kompetensi, penampilan, motivasi, tujuan, dan emosi (Furmann, 1990)
2.2 Aspek Aspek Dalam Konsep Diri Pada Remaja
Ada beberapa aspek menurut para ahli yang dikembangkan antara lain :
1. Aspek aspek konsep diri menurut Staines (Burns, 1993:81)
a. Konsep diri dasar
Aspek ini merupakan pandangan individu terhadap satatus, peranan, dan
kemampuan dirinya.
b. Diri sosial
Aspek ini merupakan diri sebagaimana yang diyakini individu dan orang lain
yang melihat dan mengevaluasi.
4

c. Diri ideal
Aspek ini merupakan gambaran mengenai pribadi yang diharapkan oleh
individu, sebagian berupa keinginan dan berupa keharusan keharusan.
2. Aspek aspek konsep diri menurut Hurlock (Hurlock, 1999:237)
a. Aspek ini meliputi sejumlah konsep yang dimilki individu mengenai
penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti penting tubuh, dn perasaan
gengsi di hadapan orang lain yang disebabkan oleh keadaan fisiknya. Hal
penting yang berkaitan dengan keadaan fisik adalah daya tarik dan penampilan
tubuh dihadapan orang lain.
b. Aspek ini meliputi penilaian individu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti
rasa percaya diri, serta kemampuan dan ketidakmampuannya. Penilaian
indivisu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti keadaan mengenai
kemampuan atau ketidakmampuannya akan berpengaruh terhadap rasa
percaya diri dan harga diri.
3. Aspek aspek konsep diri menurut Berzonsky (Shandraningrum, 2009)
a. Aspek fisik
Bagaimana penelitian individu terhadap segala sesuatu secara fisik yang
dimilikinya seperti tubuh, kesehatan, pakaian penampilan.
b. Aspek sosial
Bagaimana peranan sosial yang diperankan individu mencakup hubungan
antara individu dengan keluarga, dan invidu dengan lingkungan.
c. Aspek moral
Merupakan nilai dan prinsip yang memberi arti dan arah dalam kehidupan
individu dan memandang nilai etika moral dirinya seperti kejujuran, dan
tanggung jawab.
d. Aspek psikis
meliputi pikiran, perasaan dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya
sendiri.
2.3. Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri Pada Remaja
Menurut stuart dan sudeen ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan
konsep dri. Faktor faktor tersebut terdiri dari :
1. Teori perkembangan
5

Konsep diri belum ada waktu lahir,kemudian berkembang secara bertahap
sejak lahir sampai mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain.
Dalam melakukan kegiatan memiliki batasan diri yang terpisah dari lingkungan dan
berkembang melalui kegiatan eksplorasi lingkungan melalui bahasa, pengalaman atau
pengenalana tubuh, nama panggilan, pengalaman budaya dan hubungan intrapersonal,
kemampuan pada area tetentu yang dinilai pada diri sendiri atau masyarakat serta
aktualisasi diri dengan merealisasi potensi yang nyata.

2. Significant Other (orang yang terpenting atau orang yang terdekat)
Dimana konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang
lain, belajar diri sendiri melalui cermin orang lain yaitu dengan cara pandangan diri
merupakan interprestasi diri pandangan orang lain sangat dipengaruhi oleh orang lain
yang dekat dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau orang penting sepanjang siklus
hidup, pengaruh budaya dan sosialisasi.
3. Self Perception (persepsi diri sendiri)
Persepsi individu terhadap diri sendiri dan penilaiannya, serta persepsi
individu terhadap pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri dapat dibentuk
melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif. Sehingga konsep merupakan
aspek yang kritikah dan dasar dari perilaku individu. Individu dengan konsep diri
yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat dari kemampuan
intrapersonal, kemampuan intelektual, dan penguasaan lingkungan. Sedangkan
konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang
terganggu.
2.4. Hubungan Konsep Diri Pada Remja Dengan Aspek Psikologis
Hubungan konsep diri remaja dengan aspek psikologis
1. Hubungan kreativitas remaja, konsep diri, dan motivasi berprestasi dengan aspek
psikologis yang sangat signifikan
2. Ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan
penyesuaian diri pada remaja
3. Pemaknaan dalam mencari luar dan dalam konsep diri remaja berbakat

6

4. Kurangnya konsep diri pada remaja yang melakukan penyimpangan perilaku seks
bebas
5. Konsep diri remaja awal putri yang mengalami obesitas terhadap bentuk fisiknya

7

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Analisis
1.

Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, bentuk ungkapan
rasa cinta (kasih sayang) pada remaja dapat dinyatakan dengan berbagai cara
misalnya, pemberian hadiah bunga, berpelukan, berciuman, bahkan melakukan
hubungan seksual. Salah satu faktor yang menentukan perilaku seks pranikah
adalah Konsep diri (Mayasari, 2003)
Survei yang dilakukan badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional di 12 kota
besar Indonesia pada 2010 mengungkapkan 62,7% remaja pernah melakukan
hubungan seks bebas.

2. Dalam anlisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, penyebab terjadinya
obesitas pada subjek pertama adalah faktor eksternal yaitu pola makan yang
berlebihan, sementara subjek kedua dan ketiga sudah mengalami obesitas sejak
kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan oleh faktor genetik (Citra &
Retnaningsih, 2009)
Obesitas atau kegemukan terjadi jika individu mengkonsumsi lebih banyak dari
yang dibutuhkannya (Papalia, Olds, & Feldman, 2004)
3. Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, konsep diri ada
hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan
penyesuaian diri pada remaja, ada hubungan positif antara kecerdasan emosi
dengan kempuan penyesuaian diri pada remaja dan ada hubungan antara konsep
diri dan kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja (Mutamimmah,
2014)
4. Dalam analisa yang terdapat dalam jurnal yang saya kutip, konsep diri dan
motivasi dari laki laki yang memilki kreativitas yang rendah dan remaja kurang
dari rata rata dan lebih besar daripada laki laki yang berkreativitas yang tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi rata rata rendah dan konsep diri
yang tinggi silabus swasta dan silabus negara, bawa pencapaian motivasi dari
total remaja yang menguasai konsep diri tinggi kurang dari rata rata konsep diri
dan lebih besar dari rendah diri (Al-Qaisy & Turki, 2011)

8

5. Dalam analisa yang terdapat dlam jurnal yang saya kutip, penelitian ini berguna
dalam memahami perkembangan konsep diri akademis yang diwajibkan dari
siswa yang berbakat, dengan siswa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan
kekuatan yang dibuktikan dalam matematika, bidang verbal, atau kedua daerah
(Plucker & Stocking, 2001).

9

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
1. obesitas yang dialami individu tidak hanya berkaitan dengan konsep diri
melainkan ada faktor yang sangat berperan penting dalam pembentukan
konsep diri individu.
2. Pengetahuan seks subyek bersumber dari teman temannya, internet dan film
porno.
3. Kreatif remaja yang berpotensi lebih tinggi daripada remaja yang kreatif
berpotensi rendah tetapi berkaitan dengan konsep diri dan motivasi berprestasi
peraih skor rendah lebih daripada skor tinggi.
4. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan kecerdasan
emosi dengan kemampuan penyesuaian diri pada remaja, sehingga hipotesis
pertama dalam penelitian ini diterima.
5. Pendidik tidak harus mengharapkan anak anak yang berbakat memiliki subjek
khusus konsep diri yang tinggi dalam semua mata pelajaran dimana mereka
unggul.
4.2. Saran
1. orang tua harus mengontrol dan mengawasi bagaimana pergaulan anaknya.
2. Peneliti menyarankan mempelajari berbagai faktor yang menyebabkan orang
miskin akan konsep diri dan motivasi berprestasi di masa depan.
3. Subyek harus mempunyai hubungan yang positif dengan kemampuan
penyesuaian diri pada remaja, sehingga hipotesis kedua dan ketiga dapat
diterima.
4. Peneliti menyarankan untuk mengatasi pengaruh akademik konsep diri pada
pengembangan dimensi nonakademis, seperti konsep diri di hubungan rekan,
daya tarik fisik, dan hubungan intrapersonal untuk penelitian selanjutnya.
5. peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat menggali lebih banyak
lagi aspek aspek kepribadian tersebut.

10

DAFTAR PUSTAKA
Mutamimmah: (2014). Hubungan Konsep Diri dan Kecerdasan Emosi Dengan
Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Jurnal Persona Psikologi Indonesia. Vol. 3,
No.01 Januari, 42-51: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya: Surabaya
Al-Qaisy,Lama,Turki,Jihad: (2011). Adolescents Creativity Self Concept and
Achievement Motivation. British Journal of Arts and Social Sciences. Vol.2 No.2, 88-101
Plucker,Jonathan,Stocking,Vicki:(2011). Looking Outside and Inside Self Concept
Development of Gifted Adolescents. The Council for Exceptional Children. Vol.67, No.4,
535-548: Indina University & Duke University
Citra,Ajeng,Retnaningsih:(2009). Konsep Diri Remaja Awal Yang Mengalami
Obesitas. Jurnal Psikologi. Volume 2, No.2 Juni, 166-171: Fakultas Psikologi Universitas
Guna Darma: Jawa Barat
Mayasari,Ervina: (2013). Konsep Diri Pada Remaja Yang Melakukan Penyimpangan
Perilaku Seks Bebas. Psikovidya. Volume 17, No.2 Desember, 146-173: Malang
Desmita: (2009). Psikologi Perkembangan Peseta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

11

Judul: Makalah Sosial

Oleh: Futri Tiara Ayu


Ikuti kami