Makalah Mers

Oleh Nurul Izzah Syam

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Mers

TIFOID
Demam tifoid (Typhus abdominalis, Typhoid fever,
enteric fever) atau umumnya hanya tifus, adalah
infeksi akut pada saluran pencernaan yang diseb
abkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salmonella
adalah bakteri Gram-negatif, tidak berkapsul mempunyai flagella dan tidak membentuk spora.

Penularan Penyakit tifus ini adalah melalui air
dan makanan. Bakteri salmonella dapat bertahan
lama dalam makanan. Pengunaan air minum secara
masal yang tercemar bakteri sering menyebabkan te
rjadinya KLB. Vektor berupa serangga juga berperan
dalam penularan penyakit.

TUBERKULOSIS PARU (TBC)
Tuberkulosis Paru atau TBC adalah penyakit
yang disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosi dan Mycrobacterium bovis. Bakteri
tersebut mempunyai ukuran 0,5-4 Mikron
x 0,3-0,6, micron dengan bentuk tipis, lurus
atau agak bengkok, bergranular atau tidak me
mpunyai selabung, tetapi mempunyai lapisan
luar tebal yang terdiri dari lipoid. Penyakit ini
ditularkan melalui udara (droplet nuclei) saat
seorang pasien TBC batuk dan percikan ludah yang
mengandung bakteri tersebut terhirup oleh orang lain
saat bernafas.



MAKANAN YANG TERKONTAMINASI BAKTERI YANG MENYEBABKAN
ORANG KERACUNAN

KERACUNAN TEMPE BONGKREK
MARAKNYA kasus keracunan makanan akhir-akhir ini menuntut kita untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Kita
perlu tahu bahwa segala macam bahan makanan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembangbiakan
mikroorganisme. Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga
mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut.
Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena
makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena
makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih
hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil
terhadap panas; aflatoksin/toksoflavin seperti pada kasus keracunan tempe bongkrek.

Keracunan tempe bongkrek disebabkan oleh toksoflavin/ aflatoksin dan asam bongkrek yang dihasilkan oleh Pseudomonas
cocovenans yang dikenal sebagai bakteri asam bongkrek. Toksin ini dihasilkan dalam media yang mengandung ampas
kelapa. Keracunan tempe bongkrek dengan gejala klinis seperti mual, muntah, diare, pingsan, bahkan tewas. Kematian 34
orang warga Kecamatan Lumbir, Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, akibat keracunan tempe bongkrek tahun 1988 menjadi
cerita kelam yang terus terkenang. Sejak peristiwa itu, banyak papan larangan memproduksi, mengonsumsi, dan menjual
tempe bongkrek terpasang di berbagai pasar. Satu-satunya cara untuk mencegah keracunan ini adalah dengan tidak
mengkonsumsi tempe bongkrek. Jika terlanjur memakannya dan terjadi keracunan, usahakan untuk muntah, lakukan
pengurasan lambung, dan berikan pernapasan buatan jika perlu.

JENIS-JENIS BAKTERI PATOGEN

Bacillus cereus
Bacillus cereus merupakan bakteri yang berbentuk
batang, tergolong bakteri Gram-positif, bersifat
aerobik, dan dapat membentuk endospora.
Keracunan akan timbul jika seseorang menelan
bakteri atau bentuk sporanya, kemudian bakteri
bereproduksi dan menghasilkan toksin di dalam
usus, atau seseorang mengkonsumsi pangan ya
ng telah mengandung toksin tersebut.
Ada dua tipe toksin yang dihasilkan oleh Bacillus
cereus, yaitu toksin yang menyebabkan diare dan
toksin yang menyebabkan muntah (emesis).
Gejala keracunan:
- Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab diare, maka gejala
yang timbul berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah berupa mual, nyeri perut se
perti kram, diare berair, yang terjadi 8-16 jam setelah mengkonsumsi pangan.
- Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab muntah,
gejala yang timbul akan bersifat lebih parah dan akut serta berhubungan dengan saluran
pencernaan bagian atas, berupa mual dan muntah yang dimulai 1-6 jam setelah meng
konsumsi pangan yang tercemar.

Clostridium botulinum
Clostridium botulinum merupakan bakteri Gram-positif yang dapat membentuk spora tahan panas,
bersifat anaerobik, dan tidak tahan asam tinggi. Toksin yang dihasilkan dinamakan botulinum, ber
sifat meracuni saraf (neurotoksik) yang dapat menyebabkan paralisis. Toksin botulinum bersifat t
ermolabil. Pemanasan pangan sampai suhu 80 C selama 30 menit cukup untuk merusak toksin
. Sedangkan spora bersifat resisten terhadap suhu pemanasan normal dan dapat bertahan hidup
dalam pengeringan dan pembekuan.

Gejala keracunan:
Gejala botulism berupa mual, muntah, pening, sakit kepala, pandangan berganda, tenggorokan
dan hidung terasa kering, nyeri perut, letih, lemah otot, paralisis, dan pada beberapa kasus dapat
menimbulkan kematian. Gejala dapat timbul 12-36 jam setelah toksin tertelan. Masa sakit dapat
berlangsung selama 2 jam sampai 14 hari.

Staphilococcus aureus

Terdapat 23 spesies Staphilococcus, tetapi Staphilococcus aureus merupakan bakteri yang
paling banyak menyebabkan keracunan pangan. Staphilococcus aureus merupakan bakteri
berbentuk kokus/bulat, tergolong dalam bakteri Gram-positif, bersifat aerobik fakultatif, dan
tidak membentuk spora. Toksin yang dihasilkan bakteri ini bersifat tahan panas sehingga
tidak mudah rusak pada suhu memasak normal. Bakteri dapat mati, tetapi toksin akan tetap
tertinggal. Toksin dapat rusak secara bertahap saat pendidihan minimal selama 30 menit.
Gejala keracunan:
Gejala keracunan dapat terjadi dalam jangka waktu 4-6 jam, berupa mual, muntah (lebih da
ri 24 jam), diare, hilangnya nafsu makan, kram perut hebat, distensi abdominal, demam ri
ngan. Pada beberapa kasus yang berat dapat timbul sakit kepala, kram otot, dan perubahan
tekanan darah.

YOGHURT
Yoghurt adalah salah satu olahan dari susu yang difermentasi seperti keju namun
lebih sederhana dan singkat, yoghurt sendiri memiliki banyak sekali manfaat terut
ama bagi kelancaran sistem perncernaan tubuh sehingga sangat baik untuk dikon
sumsi. Yoghurt mengandung vitamin B, dan dapat menghambat kadar kolesterol
dalam darah.Cara pembuatan yoghurt sendiri mengandalkan fermentasi dari
bakteri baik (bakteri yang berguna bagi tubuh). Yaitu menggunakan bakteri
Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini hidup di dalam susu dan mengeluarkan
asam laktat yg dapat mengawetkan susu dan mengurangi gula susu

Namun demikian meskipun terbilang cukup mudah dan sederhana namun apabila tidak
mengetahui bagaimana langkah-langkah dan cara membuat yoghurt maka akan sulit dan
dipastikan pembuatan yoghurt tidak akan berhasil

Terlabih dahulu tentunya siapkan bahan dan alat :
1 liter susu
1 sendok makan gula pasir
2 sendok makan yoghurt plain(bakteri yoghurt yang masih aktif)
Panci
Sendok
Termometer
Wadah bertutup
Kulkas(lemari pendingin)

Adapun Langkah Untuk Membuat Yoghurt adalah sebagai berikut :
1.

2.

3.

4.
5.

Pertama panaskan susu dengan cara memasukkan ke panci, lalu letakan diatas panci
lain yang berisi air yang sedang dipanaskan, aduk dan panaskan hingga suhu 85 C, atau
ketika susu mulai berbuih kecil namun jika Anda meggunakan susu UHT maka lang
kah ini tak perlu dilakukan.
Setelah itu turunkan suhu susu dengan cara merendam panci susu pada baskom berisi air
es sampai suhu turun menjadi 43 C, kemudian tambahkan youghurt plain dan aduk
hingga mencapai suhu ruangan, untuk memastikan youghurt plainer tercampur rata
aduk menggunakan blender.
Proses selanjutnya adalah tuang campuran ke dalam wadah kemudian tutup erat den
gan apa saja. Dalam kondisi demikian pastikan yoghurt tetap hangat dengan suhu sekitar
38 C, dan letakkan di tempat yang stabil. (bisa dilakukan dengan merendam wadah di da
lam baskom berisi air hangat, merendam wadah yogurt dalam panci yang dihangatkan de
ngan api kecil, atau membungkus wadah dengan kain hangat).
Setelah tujuh jam, youghurt mempunyai tekstur seperti custard dengan aroma menye
rupai keju, dan mungkin juga cairan berwarna kehijauan di atasnya. Yoghurt akan sema
kin kental dan asam jika lebih lama didiamkan.
Sebelum disajikan youghurt harus didinginkan didalam kulkas selama beberapa jam.

Penyakit tifus ini terjadi saat Kondisi tubuh yang tidak fit,
menyebabkan daya tahan tubuh menurun mudah ters
erang penyakit ini.Sebagian kuman dihancurkan oleh
asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus
dan mencapai jaringan limpa, plak peyeri, hati dan ba
gian-bagian lain. Pada organ tersebut bakteri berkem
bang dan mengeluarkan toksin (racun) sehingga terjadi
peradangan yang mengakibatkan demam. Tapi siklusnya
cukup panjang sehingga dalam 1-2 hari banyak yang b
elum merasakannya. Setelah dites baru terbukti terjadi
peradangan saluran cerna.

TIFOID
Demam tifoid (Typhus abdominalis, Typhoid fever,
enteric fever) atau umumnya hanya tifus, adalah
infeksi akut pada saluran pencernaan yang diseb
abkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salmonella
adalah bakteri Gram-negatif, tidak berkapsul mempunyai flagella dan tidak membentuk spora.

Penularan Penyakit tifus ini adalah melalui air
dan makanan. Bakteri salmonella dapat bertahan
lama dalam makanan. Pengunaan air minum secara
masal yang tercemar bakteri sering menyebabkan te
rjadinya KLB. Selain itu Vektor berupa serangga juga berperan
dalam penularan penyakit.

Judul: Makalah Mers

Oleh: Nurul Izzah Syam


Ikuti kami