Makalah Mers

Oleh Nurul Izzah Syam

701,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Mers

TIFOID Demam tifoid (Typhus abdominalis, Typhoid fever, enteric fever) atau umumnya hanya tifus, adalah infeksi akut pada saluran pencernaan yang diseb abkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salmonella adalah bakteri Gram-negatif, tidak berkapsul mempunyai flagella dan tidak membentuk spora. Penularan Penyakit tifus ini adalah melalui air dan makanan. Bakteri salmonella dapat bertahan lama dalam makanan. Pengunaan air minum secara masal yang tercemar bakteri sering menyebabkan te rjadinya KLB. Vektor berupa serangga juga berperan dalam penularan penyakit. TUBERKULOSIS PARU (TBC) Tuberkulosis Paru atau TBC adalah penyakit yang disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosi dan Mycrobacterium bovis. Bakteri tersebut mempunyai ukuran 0,5-4 Mikron x 0,3-0,6, micron dengan bentuk tipis, lurus atau agak bengkok, bergranular atau tidak me mpunyai selabung, tetapi mempunyai lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid. Penyakit ini ditularkan melalui udara (droplet nuclei) saat seorang pasien TBC batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh orang lain saat bernafas.  MAKANAN YANG TERKONTAMINASI BAKTERI YANG MENYEBABKAN ORANG KERACUNAN KERACUNAN TEMPE BONGKREK MARAKNYA kasus keracunan makanan akhir-akhir ini menuntut kita untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Kita perlu tahu bahwa segala macam bahan makanan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut. Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas; aflatoksin/toksoflavin seperti pada kasus keracunan tempe bongkrek. Keracunan tempe bongkrek disebabkan oleh toksoflavin/ aflatoksin dan asam bongkrek yang dihasilkan oleh Pseudomonas cocovenans yang dikenal sebagai bakteri asam bongkrek. Toksin ini dihasilkan dalam media yang mengandung ampas kelapa. Keracunan tempe bongkrek dengan gejala klinis seperti mual, muntah, diare, pingsan, bahkan tewas. Kematian 34 orang warga Kecamatan Lumbir, Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, akibat keracunan tempe bongkrek tahun 1988 menjadi cerita kelam yang terus terkenang. Sejak peristiwa itu, banyak papan larangan memproduksi, mengonsumsi, dan menjual tempe bongkrek terpasang di berbagai pasar. Satu-satunya cara untuk mencegah keracunan ini adalah dengan tidak mengkonsumsi tempe bongkrek. Jika terlanjur memakannya dan terjadi keracunan, usahakan untuk muntah, lakukan pengurasan lambung, dan berikan pernapasan buatan jika perlu. JENIS-JENIS BAKTERI PATOGEN Bacillus cereus Bacillus cereus merupakan bakteri yang berbentuk batang, tergolong bakteri Gram-positif, bersifat aerobik, dan dapat membentuk endospora. Keracunan akan timbul jika seseorang menelan bakteri atau bentuk sporanya, kemudian bakteri bereproduksi dan menghasilkan toksin di dalam usus, atau seseorang mengkonsumsi pangan ya ng telah mengandung toksin tersebut. Ada dua tipe toksin yang dihasilkan oleh Bacillus cereus, yaitu toksin yang menyebabkan diare dan toksin yang menyebabkan muntah (emesis). Gejala keracunan: - Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab diare, maka gejala yang timbul berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah berupa mual, nyeri perut se perti kram, diare berair, yang terjadi 8-16 jam setelah mengkonsumsi pangan. - Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab muntah, gejala yang timbul akan bersifat lebih parah dan akut serta berhubungan dengan saluran pencernaan bagian atas, berupa mual dan muntah yang dimulai 1-6 jam setelah meng konsumsi pangan yang tercemar. Clostridium botulinum Clostridium botulinum merupakan bakteri Gram-positif yang dapat membentuk spora tahan panas, bersifat anaerobik, dan tidak tahan asam tinggi. Toksin yang dihasilkan dinamakan botulinum, ber sifat meracuni saraf (neurotoksik) yang dapat menyebabkan paralisis. Toksin botulinum bersifat t ermolabil. Pemanasan pangan sampai suhu 80 C selama 30 menit cukup untuk merusak toksin . Sedangkan spora bersifat resisten terhadap suhu pemanasan normal dan dapat bertahan hidup dalam pengeringan dan pembekuan. Gejala keracunan: Gejala botulism berupa mual, muntah, pening, sakit kepala, pandangan berganda, tenggorokan dan hidung terasa kering, nyeri perut, letih, lemah otot, paralisis, dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan kematian. Gejala dapat timbul 12-36 jam setelah toksin tertelan. Masa sakit dapat berlangsung selama 2 jam sampai 14 hari. Staphilococcus aureus Terdapat 23 spesies Staphilococcus, tetapi Staphilococcus aureus merupakan bakteri yang paling banyak menyebabkan keracunan pangan. Staphilococcus aureus merupakan bakteri berbentuk kokus/bulat, tergolong dalam bakteri Gram-positif, bersifat aerobik fakultatif, dan tidak membentuk spora. Toksin yang dihasilkan bakteri ini bersifat tahan panas sehingga tidak mudah rusak pada suhu memasak normal. Bakteri dapat mati, tetapi toksin akan tetap tertinggal. Toksin dapat rusak secara bertahap saat pendidihan minimal selama 30 menit. Gejala keracunan: Gejala keracunan dapat terjadi dalam jangka waktu 4-6 jam, berupa mual, muntah (lebih da ri 24 jam), diare, hilangnya nafsu makan, kram perut hebat, distensi abdominal, demam ri ngan. Pada beberapa kasus yang berat dapat timbul sakit kepala, kram otot, dan perubahan tekanan darah. YOGHURT Yoghurt adalah salah satu olahan dari susu yang difermentasi seperti keju namun lebih sederhana dan singkat, yoghurt sendiri memiliki banyak sekali manfaat terut ama bagi kelancaran sistem perncernaan tubuh sehingga sangat baik untuk dikon sumsi. Yoghurt mengandung vitamin B, dan dapat menghambat kadar kolesterol dalam darah.Cara pembuatan yoghurt sendiri mengandalkan fermentasi dari bakteri baik (bakteri yang berguna bagi tubuh). Yaitu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini hidup di dalam susu dan mengeluarkan asam laktat yg dapat mengawetkan susu dan mengurangi gula susu Namun demikian meskipun terbilang cukup mudah dan sederhana namun apabila tidak mengetahui bagaimana langkah-langkah dan cara membuat yoghurt maka akan sulit dan dipastikan pembuatan yoghurt tidak akan berhasil Terlabih dahulu tentunya siapkan bahan dan alat : 1 liter susu 1 sendok makan gula pasir 2 sendok makan yoghurt plain(bakteri yoghurt yang masih aktif) Panci Sendok Termometer Wadah bertutup Kulkas(lemari pendingin) Adapun Langkah Untuk Membuat Yoghurt adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Pertama panaskan susu dengan cara memasukkan ke panci, lalu letakan diatas panci lain yang berisi air yang sedang dipanaskan, aduk dan panaskan hingga suhu 85 C, atau ketika susu mulai berbuih kecil namun jika Anda meggunakan susu UHT maka lang kah ini tak perlu dilakukan. Setelah itu turunkan suhu susu dengan cara merendam panci susu pada baskom berisi air es sampai suhu turun menjadi 43 C, kemudian tambahkan youghurt plain dan aduk hingga mencapai suhu ruangan, untuk memastikan youghurt plainer tercampur rata aduk menggunakan blender. Proses selanjutnya adalah tuang campuran ke dalam wadah kemudian tutup erat den gan apa saja. Dalam kondisi demikian pastikan yoghurt tetap hangat dengan suhu sekitar 38 C, dan letakkan di tempat yang stabil. (bisa dilakukan dengan merendam wadah di da lam baskom berisi air hangat, merendam wadah yogurt dalam panci yang dihangatkan de ngan api kecil, atau membungkus wadah dengan kain hangat). Setelah tujuh jam, youghurt mempunyai tekstur seperti custard dengan aroma menye rupai keju, dan mungkin juga cairan berwarna kehijauan di atasnya. Yoghurt akan sema kin kental dan asam jika lebih lama didiamkan. Sebelum disajikan youghurt harus didinginkan didalam kulkas selama beberapa jam. Penyakit tifus ini terjadi saat Kondisi tubuh yang tidak fit, menyebabkan daya tahan tubuh menurun mudah ters erang penyakit ini.Sebagian kuman dihancurkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limpa, plak peyeri, hati dan ba gian-bagian lain. Pada organ tersebut bakteri berkem bang dan mengeluarkan toksin (racun) sehingga terjadi peradangan yang mengakibatkan demam. Tapi siklusnya cukup panjang sehingga dalam 1-2 hari banyak yang b elum merasakannya. Setelah dites baru terbukti terjadi peradangan saluran cerna. TIFOID Demam tifoid (Typhus abdominalis, Typhoid fever, enteric fever) atau umumnya hanya tifus, adalah infeksi akut pada saluran pencernaan yang diseb abkan oleh bakteri Salmonella typhi. Salmonella adalah bakteri Gram-negatif, tidak berkapsul mempunyai flagella dan tidak membentuk spora. Penularan Penyakit tifus ini adalah melalui air dan makanan. Bakteri salmonella dapat bertahan lama dalam makanan. Pengunaan air minum secara masal yang tercemar bakteri sering menyebabkan te rjadinya KLB. Selain itu Vektor berupa serangga juga berperan dalam penularan penyakit.

Judul: Makalah Mers

Oleh: Nurul Izzah Syam


Ikuti kami