Jawaban Uts No 1

Oleh Sumyati Katsir

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uts No 1

1. Tahapan desain bahan ajar multimedia
A. Model ADDIE
model ADDIE adalah sebuah rangkaian proses desain instruksional yang terdiri
dari lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation
dan Evaluation. Kelima tahapan tersebut adalah panduan bagi para pembuat
konten e-learning dalam menciptakan sebuah pembelajaran yang efektif. Kelima
tahapan tersebut adalah:
1) Analyze (Analisis)
Tahap pertama pembangunan konten adalah Analisis. Analisis mengacu pada
pengumpulan informasi tentang trainee, seperti tugas yang harus
diselesaikan, bagaimana trainee akan melihat konten, dan tujuan keseluruhan
proyek. Desainer instruksional kemudian mengklasifikasikan informasi untuk
membuat konten yang lebih aplikatif dan sukses.
2) Design (Desain)
Pada tahap desain, didapatkan seluruh informasi dari tahap analisis dan
memulai proses kreatif dari merancang bahan ajar berbasis teknologi
informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran (training). Kita juga
mengidentifikasi materi dan sumber daya yang akan dibutuhkan, merancang
kegiatan pembelajaran, dan menentukan bagaimana cara mengukur prestasi
belajar trainee. Hasil akhir dari tahap desain adalah sebuah cetak biru
(blueprint) atau storyboard pembelajaran berbasis teknologi informasi.
3) Development (Pengembangan)
Pada tahap pengembangan, materi pembelajaran dibuat dan disusun sesuai
dengan rancangan atau storyboard yang telah dibuat pada tahap desain.
Sumber daya yang diperlukan seperti audio, video, grafis dan multimedia
lainnya yang mulai dikemas dalam sebuah bahan ajar. Pada tahap ini pula
dilakukan
ujicoba
materi
ajar
yang
telah
dibuat
kepada
beberapa traineeuntuk memperoleh feedback dari mereka. Hasil akhir dari
tahap pengembangan ini adalah sebuah bahan ajar berbasis TIK.
4) Implementation (Pelaksanaan)
Pada tahap pelaksanaan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di kelas,
peserta didik dibantu belajar, penampilan mereka dinilai, dan cara-cara untuk
meningkatkan hasil belajar diidentifikasi. Pada tahap ini peserta didik
dibimbing bagaimana menggunakan teknologi yang dipakai. Perlu dipastikan
bahwa pada tahap ini semua teknologi yang dipakai harus dapat berjalan
sebagaimana mestinya.
5) Evaluation (Evaluasi)
Pada tahap ini apa yang telah dilakukan direfleksikan dan direvisi yaitu mulai
dari tahap analisis, desain, pengembangan, hingga pelaksanaan. Jika terdapat
beberapa hal yang perlu diperbaiki, maka perlu diidentifikasi untuk kemudian
disempurnakan. Terdapat dua bentuk evaluasi yakni evaluasi formatif, yang
dilakukan pada masing-masing tahapan, serta evaluasi sumatif untuk
mengukur sampai seberapa jauh trainee mampu belajar dari bahan ajar
berbasis teknologi informasi serta memperoleh umpan balik dari trainee.
Hasil akhir dari tahap ini adalah laporan evaluasi dan revisi dari masingmasing tahap untuk digunakan sebagai acuan revisi masing-masing tahapan
serta feedback secara keseluruhan dari bahan ajar yang telah dibuat.
B. Model ASSURE
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi
untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi

kelas. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan
yaitu: Perencanaan pembelajaran model ASSURE dikemukakan oleh Sharon E.
Maldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russell dalam bukunya edisi 9 yang
berjudul Instructional Technology & Media For Learning. Perencanaan
pembelajaran model ASSURE meliputi 6 tahapan sebagai berikut:
1) Analyze Learners
Tahap pertama adalah menganalisis pembelajar. Pembelajaran biasanya kita
berlakukan kepada sekelompok siswa atau mahasiswa yang mempunyai
karakteristik tertentu. Ada 3 karakteristik yang sebaiknya diperhatikan pada
diri pembelajar, yakni: Karakteristik umum yang termasuk dalam
karakteristik umum adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan,
etnis, kebudayaan, dan faktor sosial ekonomi. Karakteristik umum ini dapat
digunakan untuk menuntun kita dalam memilih metode, strategi dan media
untuk pembelajaran. State Standards and Objective. Tahap kedua adalah
merumuskan standar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Standar
diambil dari Standar Kompetensi yang sudah ditetapkan. Dalam merumuskan
tujuan pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : Gunakan
format ABCD adalah audiens, siswa atau mahasiswa yang menjadi peserta
didik kita. Instruksi yang kita ajukan harus fokus kepada apa yang harus
dilakukan pembelajar bukan pada apa yang harus dilakukan pengajar, B
(behavior) – kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan baru yang harus
dimiliki pembelajar setelah melalui proses pembelajaran dan harus dapat
diukur), C (conditions) – kondisi pada saat performa pembelajar sedang
diukur, dan D adalah degree – yaitu kriteria yang menjadi dasar pengukuran
tingkat keberhasilan pembelajar.
2) Select Strategies, Technology, Media, And Materials
Tahap ketiga dalam merencanakan pembelajaran yang efektif adalah memilih
strategi, teknologi, media dan materi pembelajaran yang sesuai. Strategi
pembelajaran harus dipilih apakah yang berpusat pada siswa atau berpusat
pada guru sekaligus menentukan metode yang akan digunakan. Yang perlu
digaris bawahi dalam point ini adalah bahwa tidak ada satu metode yang
paling baik dari metode yang lain dan tidak ada satu metode yang dapat
menyenangkan/menjawab kebutuhan pembelajar secara seimbang dan
menyeluruh, sehingga harus dipertimbangkan mensinergikan beberapa
metode. Memilih teknologi dan media yang akan digunakan tidak harus
diidentikkan dengan barang yang mahal. Yang jelas sebelum memilih
teknologi dan media kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu kelebihan
dan kekurangannya. Jangan sampai media yang kita gunakan menjadi
bumerang atau mempersulit kita dalam pentransferan pengetahuan kepada
pembelajar. Ketika kita telah memilih strategi, teknologi dan media yang
akan digunakan, selanjutnya menentukan materi pembelajaran yang akan
digunakan. Langkah ini melibatkan tiga pilihan: (1) memilih materi yang
sudah tersedia dan siap pakai, (2) mengubah/ modifikasi materi yang ada,
atau (3) merancang materi dengan desain baru. Bagaimanapun caranya kita
mengembangkan materi, yang terpenting materi tersebut sesuai dengan
tujuan dan karakteristik si pembelajar.
3) Utilize Technology, Media and Materials
Tahap keempat adalah menggunakan teknologi, media dan material. Pada
tahap ini melibatkan perencanaan peran kita sebagai guru/dosen dalam

menggunakan teknologi, media dan materi. Untuk melakukan tahap ini ikuti
proses “5P”, yaitu:
a) Pratinjau (previw), mengecek teknologi, media dan bahan yang akan
digunakan untuk pembelajaran sesuai dengan tujuannya dan masih layak
pakai atau tidak.
b) Menyiapkan (prepare) teknologi, media dan materi yang mendukung
pembelajaran kita.
c) Mempersiapkan (prepare) lingkungan belajar sehingga mendukung
penggunaan teknologi, media dan materi dalam proses pembelajaran.
d) Mempersiapkan (prepare) pembelajar sehingga mereka siap belajar dan
tentu saja akan diperoleh hasil belajar yang maksimal.
e) Menyediakan (provide) pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau
pembelajar), sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar dengan
maksimal.
4) Require Learner Participation
Tahap kelima adalah mengaktifkan partisipasi pembelajar. Belajar tidak
cukup hanya mengetahui, tetapi harus bisa merasakan dan melaksanakan
serta mengevaluasi hal-hal yang dipelajari sebagai hasil belajar. Dalam
mengaktifkan pembelajar di dalam proses pembelajaran yang menggunakan
teknologi, media dan materi alangkah baiknya kalau ada sentuhan
psikologisnya, karena akan sangat menentukan proses dan keberhasilan
belajar. Psikologi belajar dalam proses pembelajaran yang perlu diperhatikan
adalah:
a) Behavioris, karena tanggapan/respon yang sesuai dari pengajar dapat
menguatkan stimulus yang ditampakkan pembelajar.
b) Kognitifis, karena informasi yang diterima pembelajar dapat
memperkaya skema mentalnya.
c) Konstruktivis, karena pengetahuan dan ketrampilan yang diterima
pembelajar akan lebih berarti dan bertahan lama di kepala jika mereka
mengalami langsung setiap aktivitas dalam proses pembelajaran.
d) Sosial, karena feedback atau tanggapan yang diberikan pengajar atau
teman dalam proses pembelajaran dapat dijadikan sebagai ajang untuk
mengoreksi segala informasi yang telah diterima dan juga sebagai
support secara emosional.
5) Evaluate and Revise
Tahap keenam adalah mengevaluasi dan merevisi perencanaan pembelajaran
serta pelaksanaannya. Evaluasi dan revisi dilakukan untuk melihat seberapa
jauh teknologi, media dan materi yang kita pilih/gunakan dapat mencapai
tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya. Dari hasil evaluasi akan
diperoleh kesimpulan: apakah teknologi, media dan materi yang kita pilih
sudah baik, atau harus diperbaiki lagi.

Judul: Jawaban Uts No 1

Oleh: Sumyati Katsir


Ikuti kami