Makalah Menulis

Oleh Sri Meidawaty

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Menulis

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, atas kehendak dan pertolongan Allah SWT, kami dapat
menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia tentang “Konsep Menulis”. Shalawat dan
salam semoga tetap senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta
seluruh keluarga dan sahabatnya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh dosen
pengampu guna mempelajari Bahasa Indonesia. Dalam menyelesaikan makalah ini,
kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada
semua pihak yang telah membantu kami, terutama kepada dosen pengampu, yaitu Ibu
Elis Siti Julaihah, S.S., M.A., dan rekan-rekan semua yang telah memberikan
semangat dan motivasi untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat adanya
kekurangan dan kesalahan. Hal itu disebabkan karena keterbatasan kami, baik dalam
pemahama maupun dalam referensi yang dijadikan rujukan penyusunan makalah. Maka
dari itu, diharapkan kepada semua pihak agar memberikan saran dan kritik yang
konstruktif terhadap makalah ini, untuk perbaikan makalah di masa mendatang.
Mudah-mudahan penyusunan makalah ini mendapat ridla Allah SWT, serta kita
semua dapat mengambil manfaat keilmuan yang terdapat di dalamnya. Amin.

Ciamis, Mei 2013

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................1
A.

Latar Belakang.................................................................................................................1

B.

Rumusan Masalah............................................................................................................1

C.

Tujuan..............................................................................................................................1

D.

Manfaat............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................2
A.

Hakikat Menulis..............................................................................................................2

B.

Tujuan Menulis................................................................................................................3

C.

Fungsi Menulis.................................................................................................................5

D.

Teori Menulis...................................................................................................................6

BAB III PENUTUP.....................................................................................................................9
Kesimpulan..............................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................10

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yakni sebagai berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan hakikat menulis?
b. Bagaimana tujuan dari menulis ?
c. Bagaimana dan apa saja fungsi dari menulis?
d. Bagaimana teori dari menulis ?
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini ialah sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui hakikat dari menulis.
b. Untuk mengetahui tujuan dari menulis.
c. Untuk mengetahui fungsi dari menulis.
d. Untuk mengetahui teori menulis.
D. Manfaat
Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan para mahasiswa tentang konsep menulis.

3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Menulis
Menurut Tarigan,

menulis adalah menurunkan atau melukiskan

lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh
seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut
kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Dapat dikatakan juga
menulis

adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang

disampaikan penulis dapat di pahami pembaca. 1
Marwoto, dkk memberi pengertian bahwa menulis sebagai kemampuan
seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan, ilmu, pengalamanpengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak
dibaca, dan dapat dipahami orang lain.2 Enre berpendapat bahwa menulis
merupakan kemampuan menyusun atau menegosiasikan buah pikiran, ide,
gagasan, dan pengalaman dengan menggunakan bahasa tulis yang baik dan
benar. 3
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang aktif, produktif,
kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara
tertulis. Menulis juga merupakan keterampilan yang menuntut penulis untuk
menguasai berbagai unsur di luar kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi
dalam suatu tulisan. 4
Lebih lanjut Rusyana memberikan batasan bahwa kemampuan menulis
atau mengarang adalah kemampuan menggunakan pola-pola bahasa dalam
tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan. Kemampuan
menulis mencakup berbagai kemampuan, seperti kemampuan menguasai
gagasan yang dikemukakan, kemampuan menggunaka unsur-unsur bahasa,

1

Henry Guntur Tarigan. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. (Bandung: Penerbit Angkasa,
1986) hlm. 21.
2
Marwoto, dkk.. Komposisi Praktis. (Yogyakarta: Hanindita, 1987) hlm.12.
3
Fachruddin Ambo Enre. Dasar-dasar Kemampuan Menulis. (Jakarta: Depdikbud, 1988) hlm. 5-8.
4
Burhan Nurgiyantoro. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. (Yogyakarta: BPFE, 2001) hlm.
271.

4

kemampuan menggunakan gaya, dan kemampuan menggunakan ejaan serta
tanda baca.5
Berdasarkan konsep di atas, dapat dikatakan bahwa menulis merupakan
komunikasi tidak langsung yang berupa pemindahan pikiran atau perasaan
dengan memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata dengan
menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili
oleh simbol tersebut.
Mengkombinasikan dan menganalisis setiap unsur kebahasaan dalam
sebuah karangan merupakan suatu keharusan bagi penulis. Dari sinilah akan
terlihat sejauh mana pengetahuan yang dimiliki penulis dalam menciptakan
sebuah karangan yang efektif. Kosa kata dan kalimat yang digunakan dalam
kegiatan menulis harus jelas agar mudah dipahami oleh pembaca. Di samping
itu, jalan pikiran dan perasaan penulis sangat menentukan arah penulisan sebuah
karya tulis atau karangan yang berkualitas. Dengan kata lain hasil sebuah
karangan yang berkualitas umumnya ditunjang oleh keterampilan kebahasaan
yang dimiliki seorang penulis.
B. Tujuan Menulis
Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan ide, gagasan, perasaan
pikiran, pendapat secara jelas dan efektif kepada pembaca.Adapun beberapa
tujuan menulis adalah :
1. Untuk memberikan suatu informasi.
2. Untuk meyakinkan atau mendesak.
3. Untuk menghibur atau menyenangkan.
4. Untuk m engekspresikan perasaan dan emosi yang kuat.
Hugo Hartig dalam merumuskan tujuan menulis:
1. Tujuan penugasan ,sebenarnya tidak memilki tujuan karena orang
yang menulis melakukan nya karena tugas yang diberikan kepadanya.
2. Tujuan

altruistik,

penulis

pembaca,menghindarkan

bertujuan

kedudukan

untuk

menyenangkan

pembaca,ingin

menolong

pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalaranya,ingin

5

Y us Rusyana. Bahasa dan sastra dalam Gamitan Pendidikan. (Bandung: Diponegoro, 1988) hlm 191.

5

membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan
dengan karyanya itu.
3. Tujuan persuasif bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran
gagasan yang diutarakan.
4. Tujuan informasional penulis bertujuan memberi informasi atau
keterangan kepada para pembaca.
5. Tujuan pernyataan diri penulis bertujuan memperkenalkan atau
menyatakan dirinya kepada pembaca.
6.

Tujuan kreatif penulis bertujuan melibatkan dirinya dengan keinginan
mencapai norma artistik,nilai-nilai kesenian.

7. Tujuan pemecahan masalah penulis bertujuan untuk memecahkan
masalah yang dihadapi. 6
Sedangkan menurut Suparno dan Mohamad Yunus, tujuan yang ingin
dicapai seorang penulis bermacam-macam sebagai berikut.
1. Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar.
2. Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan.
3. Menjadikan pembaca beropini.
4. Menjadikan pembaca mengerti.
5. Membuat pembaca terpersuasi oleh isi karangan.
6. Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan
seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai
moral, nilai kemanusiaan dan nilai estetika.7
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa
tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti dan memahami
nilai-nilai dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat
atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan.

6

Henry Guntur Tarigan.Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. hlm. 24 – 25.
Soeparno dan Mohamad Yunus. Keterampilan Dasar Menulis. ( Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka, 2002) hlm. 37.
7

6

C. Fungsi Menulis
Pada prinsipnya fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi
tidak langsung.8 Darmadi mengemukakan bahwa tulisan memiliki beberapa
fungsi penting yaitu :
1. Sebagai suatu sarana menemukan sesuatu.
2. Memunculkan ide baru.
3. Melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep
atau ide yang kita miliki.
4. Melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang.
5. Membantu diri kita untuk menyerap dan memproses informasi.
6. Melatih kita memecahkan berbagai masalah sekaligus.
7. Menjadikan kita aktif dan tidak sekedar menjadi penerima informasi.9
Marwoto menyebutkan bahwa menulis memberikan beberapa fungsi,

seperti :
1. Memperdalam pemahaman suatu ilmu.
2. Bisa membuktikan sekaligus menyadari ilmu pengetahuan, ide, dan
pengalaman hidup.
3. Bisa menyumbang pengalaman, pengetahuan, dan ide yang berguna bagi
masyarakat secara lebih luas.
4. Meningkatkatkan prestasi kerja, dan
5. Memperlancar perkembangan ilmu, teknologi, dan seni.
Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak
langsung.Dengan menulis memudahkan kita mersakan dan menikmati
hubungan–hubungan,memperdalam

daya

tanggap

atau

persepsi

kita,

memecahkam masalah-masalah yang kita hadapi,menyusun urutan bagi
pengalaman, dapat menyumbangkan kecerdasan.
Bernard Percy secara rinci fungsi menulis adalah:
1. Sarana untuk mengungkapkan diri yaitu untuk mengungkapkan

perasaan hati seperti kegelisahan,keinginan amarah.

8

Henry Guntur Tarigan. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. hlm. 23.
Kaswan Darmadi. Meningkatkan Kemampuan Menulis Panduan untuk Mahasiswa dan Calon Guru.
(Yogyakarta: Andi, 1996) hlm.3.
9

7

2. Menulis sebagai sarana pemahaman artinya dengan menulis seseorang
bisa

mengikat

kuat

suatu

ilmu

pengetahuan

(menancapkan

pemahaman ) kedalam otaknya.
3. Menulis

dapat

membantu

mengembangkan

kepuasan

pribadi,

kebanggaan, perasaan harga diri artinya dengan menulis bisa
melejitkan perasaan harga diri yang semula rendah degan menulis
dapat meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan
artinya orang yang menulis selalu dituntut untuk terus menerus belajar
sehinnga pengetahuannya menjadi luas.
4. Menulis

dapat meningkatkan keterlibatan secara bersemangat

bukannya penerimaan yang pasrah,artinya dengan menulis seseorang
akan menjadi peka terhadap apa yang tidak benar disekitarnya
sehingga ia menjadi seoarang yang kreatif.
5. Menulis mampu mengembangkan suatu pemahaman dan kemampuan
menggunakan bahasa artinya dengan menulis seseorang akan selalu
berusaha memilih bentuk bahasa yang tepat dan menggunakannya
dengan tepat pula.10
D. Teori Menulis
Teori menulis yang berkembang saat ini adalah menulis model proses.
Dengan model ini menulis dilakukan dengan melalui tahapan – tahapan. Seperti
yang dikemukakan oleh Britton bahwa proses menulis dibagi menjadi tiga tahap
kegiatan, adalah sebagai berikut.
1. Tahap konsep. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah
memilih dan menentukan topik.
2. Tahap

inkubasi.

Pada

tahap

ini

kegiatan

siswa

adalah

mengembangkan topik dan menggabungkan informasi yang tersedia.
3. Tahap

hasil.

Pada

tahap

ini

siswa

melakukan

kegiatan

mengembangkan tulisan/menulis kemudian memperbaiki tulisan, dan
pada akhir kegiatan menulis siswa memeriksa karangan/tulisan.11
10

Muhamad Thohri, dkk. Bahasa Indonesia 1. (Surabaya : LAPIS PGMI, 2008) hlm.10-13.

11

Gaile E Tompkins. Teaching Writing :Balancing Process and Product.( New York: Macmilan College
Publishing Company, 1994) hlm.8.

8

Sedangkan menurut Tompkins mengemukakan lima tahap sebagai
berikut.
1. Tahap pramenulis (prewriting). Pada tahap ini siswa memilih topik,
siswa

mengumpulkan

mengidentifikasi

dan

pembacanya,

menyesuaikan
siswa

ide-ide,

siswa

mengidentifikasi

tujuan

menulis, siswa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan pembaca
dan tujuan menulis.
2. Tahap pengedrafan (drafting). Pada tahap ini siswa menulis draf
kasar, siswa menulis pokok-pokok yang menarik pembaca, siswa
lebih menekankan isi daripada mekanik.
3. Tahap merevisi (revising). Pada tahap ini siswa membagi tulisannya
kepada kelompok, siswa mendiskusikan tulisan dengan temannya,
siswa membuat perbaikan sesuai komentar teman dan gurunya, siswa
membuat perubahan substansif dan bukan sekedar perubahan minor
antara draf pertama dan draf kedua.
4. Tahap mengedit (editing). Pada tahap ini siswa membaca ulang
tulisannya, siswa membantu baca ulang tulisan temannya, siswa
mengidentifikasi kesalahan mekanik dan membetulkannya.
5. Tahap mempublikasikan (publishing). Pada tahap ini siswa
mempublikasikan tulisannya dalam bentuk yang sesuai, siswa
membagi tulisannyayang sudah selesai kepada teman sekelasnya.12
Burns, dkk juga mengemukakan bahwa langkah-langkah menulis
meliputi lima tahapan yaitu sebagai berikut.
1.

Pramenulis (prewriting), dengan aktivitas pengarang persiapan
menulis cerita, menggambar, membaca, memikirkan tulisan,
menyusun gagasan, dan mengembangkan rencana.

2.

Pembuatan

draf

(drafting),

dengan

aktivitas

pengarang

merangkaikan gagasan dalam sebuah tulisan tanpa memperhatikan
kerapian atau mekanik.

12

Gaile E Tompkins. Teching Writing :Balancing Process and Product. hlm.10.

9

3.

Perevisian (revising), pada tahap ini setelah mendapat saran-saran
dari orang lain, pengarang dapat membuat beberapa perubahan, dan
perubahan itu dapat melibatkan orang lain.

4.

Pengeditan (editing), pada tahap ini pengarang secara hati-hati
mengoreksi dan membetulkan ejaan dan mekanisme tulisan.

5.

Sharing dan publikasi (sharing and publishing), pada tahap ini hasil
tulisan dapat dipajangkan di kelas atau dijadikan bahan pustaka di
sekolah.13

13

Burns, P.C. Roe, B.D., & Ross, E.P. Teaching Reading in Todays Elementary School. (Boston:
Houghton Mifflin, 1996.) hlm.386.

10

BAB III
PENUTUP

11

DAFTAR PUSTAKA

Burns, P.C. Roe, B.D. & Ross, E.P. 1996. Teaching Reading in Todays Elementary
School, Boston: Houghton Mifflin.
Darmadi, Kaswan. 1996. Meningkatkan Kemampuan Menulis Panduan untuk
Mahasiswa dan Calon Guru. Yogyakarta: Andi.
Enre, Fachruddin Ambo. 1988. Dasar-dasar Kemampuan Menulis. Jakarta : Depdikbud.
Marwoto, dkk. 1987. Komposisi Praktis. Yogyakarta: Hanindita.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.
Yogyakarta: BPFE.
Rusyana, Yus. 1988. Bahasa dan sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung:
Diponegoro.
Soeparno dan Mohamad Yunus. 2002. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Pusat
Penerbitan Universitas Terbuka.
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Penerbit Angkasa.
Thohri,Muhamad,dkk. 2008. Bahasa Indonesia 1. Surabaya : LAPIS PGMI.
Tompkins, Gaile E. 1994. Teaching Writing: Balancing Process and Product. New
York: Macmilan College Publishing Company.

12

Judul: Makalah Menulis

Oleh: Sri Meidawaty


Ikuti kami