Makalah Routinguo

Oleh Imelda Rizqi

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Routinguo

MAKALAH
ROUTING DAN NUMBERING

Disusun Oleh
Rizky Zulfikar Fauzi

16224005

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL (ISTN)
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI DAN PROGAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
JAKARTA
2018
DAFTAR ISI

Halaman
1

DAFTAR ISI ...............................................................................................

2

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................

3

B. Rumusan Masalah .................................................................

4

C. Tujuan .....................................................................................

4

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Routing.................................................................

5

B. Persamaan Gelombang Schrodinger untuk atom hydrogen

5

C. Jenis Jenis Routing..................................................................

7

D. Konsep Penomoran,Syarat Penomoran dan struktur penomoran 11

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................

14

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

15

2

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu
jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini disebut dengan route dan informasi route secara
dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke
router lain.
Konsep dasar dari routing

adalah bahwa router meneruskan paket-paket IP

berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP
address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri; suatu
entri yang menyatakan kepada router ke mana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika
tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka
router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk
mempunyai isian routing table yang tepat dan benar. Agar isian pada table routing tepat
dan benar, maka perlu bantuan dari adminstrator untuk mengisikannya, oleh karena itu
routing
Static adalah pilihan tepat untuk membangun sebuah jaringan, terutama untuk
jaringan berskala kecil. Perkembangan IT saat ini menuju dengan konsep-kosenp social
networkingnya, openess, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one click,
terdistribusi / tersebar, scalability, Concurency dan Transparan, Saat ini terdapat trend
teknologi yang masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar IT di dunia,
yaitu Cloud Computing. Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute
untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing Sebuah dynamic routing
dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol
routing Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis
mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang
kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah
ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan
rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan
table routing tidak dilakukan secara manual oleh admin.
3

B. Rumusan Masalah
a) Apa itu Routing ?
b) Apa Konsep Dasar Routing?
c) Jelaskan Jenis Jenis Routing?
d) Apa itu Konsep Penomoran,syarat Penomoran,dan Struktur Penomoran?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Makalah Schrodinger adalah :
a) Menjelaskan pengertian Routing
b) Menjelaskan Bagaimana Konsep Dasar Routing
c) Menjelaskan Jenis – Jenis dari Routing
d) Menjelaskan Konsep Penomoran,syarat Penomoran,dan Struktur Penomoran

4

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Routing
Routing adalah proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan
mengirimkannya melalui network ke alat lain di sebuah network yang berbeda.Apabila
dalam sebuah network tidak memiliki router, maka tidak akan dapat melakukan routing.
Atau proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju.Suatu router
membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua
routermenggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing
tersebut benar,router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router
menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika
menggunakan routing statis,seorang network administrator mengkonfigurasi informasi
tentang jaringan yang ingin ditujusecara manual
Fungsi utama dari routing itu sendiri adalah menentukan jalur terbaik pengiriman
paket dan mengirimkan paket tersebut ke destinasi. Router menggunakan routing table
yang dimilikinya untuk menentukan jalur terbaik pengiriman paket.

B. Konsep Dasar Routing
Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal
ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Data-data dari device yang
terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang
didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol
memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan.
Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram
tersebut langsung disampaikan.Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringan
yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat. Untuk itu
sangat penting untuk mempunyai isian table routing.yang tepat dan benar.ada 2 item
yang harus dimasukan oleh table routing untuk mengirim paket data diantara:
1. Destination Addres merupakan sebuah alamat pada jaringan yang tidak dapat
dijangkau oleh router.
5

2. Pointer to the destination merupakan penunjuk yang akan memberitahu bahwa
jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada table routing sebelum
mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam
mengirimkan paket data. Berikut adalah urutan table routing untuk menyesuaikan alamat
tujuan:
1. Host Addres
2. Subnet
3. Group of subnet
4. Major Network Number
5. Group of Major Network Number
6. Default Addres
7. Routing table
Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces
router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.
Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa
dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork
atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut. Router akan memberi
rekomendasi jalur mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data yang dikirim ke
alamat tertentu sesuai dengan informasi yang terdapat pada tabel routing sehingga pada
saat paket data telah dikirimkan atau diarahkan maka router akan melakukan
pemeriksaan yang terdapat pada tabel routing dan router akan menentukan jalur mana
yang paling sesuai dengan informasi yang ada.
Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing
melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual
ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router
yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat
tujuan dan memelihara tabel routing.Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat
atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah
dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh
router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan
6

pengalamatan pada address source pengirim. Tabel routing (routing table) terdiri atas
entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address. Berikut adalah field dari tabel
routing IPv4:
1. Destination :Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows,
kolom ini dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.
2. Network Mask Subnet: mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4
dari nilai paket yang dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini
dinamakan Netmask.
3. Next-Hop :Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router di Windows, kolom ini
dinamakan Gateway.
4. Interface :Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim kembali paket IPv4.
Dalam Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai interface.
5. Metric ;Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route
sehingga menjadi route yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang
sama bisa dipilih. Metric dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke tujuan
atau rute yang diinginkan untuk digunakan, tergantung banyak link.
C. Jenis- Jenis Routing
Bahwa dalamjaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP
(Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman
paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagi tugas
masing-masing mulai dari penerimaan paket data sampai pengiriman paket data dalam
sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam pengiriman paket data dapat
dipecahkan dengan baik.
a) Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing lansung
dan routing tidak langsung:
1. Routing langsung : merupakan sebuah pengalamatan secara langsung
menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah computer
dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer dengan alamat
192.168.1.3

7

2. Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus
melalui alamat host lain sebelum menuju alamat hort tujuan. (contoh:
computer dengan alamat 192.168.1.2 mengirim data ke komputer dengan
alamat 192.168.1.3, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat
192.168.1.3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat
192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.
b) Routing berdasarkan jenis konfogurasinya
1. Routing default: digunakan untuk mengirimkan paket-paket secara manual
menambahkan router ke sebuah tujuan yang tidak ada di routing table, ke
router hop berikutnya. Bisanya digunakan pada jaringan yang hanya
memiliki satu jalur keluar.
2. Static Routing: Static routing adalah metode routing yang tabel jaringannya
dibuat secara manual oleh administrator jaringannya. Static routing
mengharuskan admin untuk merubah route atau memasukkan command
secara manual di router tiap kali terjadi perubahan jalur. Router meneruskan
paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan route
(catatan: seperti route pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator.
Route pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual
oleh administrator.
3. Dinamic Routing: Dynamic routing adalah teknik routing dengan
menggunakan beberapa aplikasi networking yang bertujuan menangani
routing secara otomatis. Tabel routing akan dimaintain oleh sebuah protokol
routing. Dynamic Routing Protocol adalah routing protocol yang
memungkinkan network admin untuk

mengatur jaringan tanpa harus

merubah konten dari routing table secara manual bila terjadi perubahan.
Router mempelajari sendiri route yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator
tidak menentukan route yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut.
Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket,

8

dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Route pada dynamic routing
berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

c) Routing berdasarkan pembagian jenis Roouting protocol
1. Single Versus Multipath :Routing protocol menggunakan sebuah algoritma
untuk menentukan jalur terbaik ke tujuan. Jika hanya ada 1 jalur,
pengambilan keputusan akan simple. Jika ada beberapa jalur, routing
protocol akan mempunyai beberapa pilihan: mengambil

route terbaik,

meninggalkan route yang lain sampai dibutuhkan, atau ia bisa meninstall
multiple jalur ke destinasi tersebut.
2. Interior Vs Exterior: Jaringan yang di design dibawah 1 single
administrative control (autonomous system) disebut dengan interior routing
protocol. Sedangkan yang di design untuk topologi yang lebih besar seperti
WAN disebut dengan exterior. Exterior protocol mengabungkan autonomous
system bersama. Autonomous system (AS) adalah kumpulan router di bawah
administrasi seperti perusahaan atau organisasi. Konsep AS adalah yang
mendasari internet, oleh karena itu ada 2 jenis routing protocol:
9

a. Interior Gateway Protocol (IGP): digunakan untuk routing dalam
AS. Perusahaan, organisasi dan service provide menggunakan IGP
pada jaringan internal mereka. RIP, EIGRP, OSPF, dan IS-IS
termasuk ke dalam IGP.
b. Exterior Gateway Protocol(EGP): digunakan untuk routing antar
AS. Service provider dan perusahaan besar akan saling terhubung
dengan EGP. Border Gateway Protocol (BGP) merupakan EGP.
3. Flat versus Hierachial Ketika mengimplementasikan routing protocol,
router melakukan berbagai macam tugas, yaitu menghandle perubahan
topologi, mencari jalur terbaik. Jika router melakukan tugas yang sama,
protocol tersebut dikatakan flat, contohnya RIP. Akan tetapi, jika ada fungsi
lain yang dikerjakan router, protocol tersebut dikatakan bekerja secara
hierarchia.
4. Link State Versus Distance Vector Kedua istilah ini mengacu pada
algoritma yang digunakan oleh protocol untuk menentukan route yang
digunakan. Distance Vector menentukan dari asal ke tujuan dengan
menggunakan hop count (number of router). Tetapi tidak banyak informasi
yang didapat selain hop count dan arah jalur. Oleh karena itu sulit untuk
menentukan pilihan jalur dengan kualitas terbaik. RIP adalah distance vector
protocol. Distance vector protocol lebih lambat dibanding link state protocol.
Lambat dalam arti saat terjadi perubahan topologi proses untuk kembali ke
awal. Router yang menggunakan distance vector tidak mempunyai
pengetahuan tentang jalur ke semua destinasi. Informasi yang diketahui
hanya distance (jarak yang diketahui melalui metric, yaitu hop count).
Distance Vector meliputi RIPv1, RIPv2, IGRP, dan EIGRP. Link state
protocol memberikan detail informasi link atau koneksi antar router agar
pengambilan keputusan lebih baik. Sebagai contoh jika ada 2 jalur yang
mempunyai jarak yang sama, jalur pertama berdasarkan Ethernet 1Gbps dan
jalur kedua berdasarkan frame relay, maka jalur pertama yang akan dipilih,
bahkan jika hop count sama. Setelah routing sudah dilakukan, router akan
melakukan kontak secara regular dengan sesamanya via “hello” message
10

untuk melakukan pengecekan bahwa tidak ada terjadi perubahan. Karena
alasan inilah link state protocol bekerja lebih cepat dibanding distance vector.
OSPF dan IS-IS merupakan link state protocol.
D. Konsep Penomoran,syarat Penomoran,dan Struktur Penomoran
a) Konsep Penomoran
Penomoran berarti menentukan penomoran yang unik kepada pelanggan lokal dan
nasional yang memungkinkan pengaturan panggilan secara otomatis. Fungsi utama
penomoran

adalah

sebagai

berikut:Membedakan

setiap

pelanggan

dengan

memberikan mereka nomor yang unik., Merutekan setiap panggilan,Memungkinkan
proses pembebanan biaya/charging.
b) Syarat – Syarat Penomoran
Harus dibuat sependek mungkin ,Harus sesuai dengan sistem yang sudah ada serta
sesuai dengan penomoran international,Mudah dalam routing. Mudah disesuaikan
dengan pengembangannya.contoh aplikasi pada mekanisme penyambungan telepon
Setiap pelanggan dinyatakan dengan nomor yang khusus untuk dia sendiri. Jika
seseorang akan mengadakan suatu sambungan telepon, maka ia mengangkat handset
(off hook) dan menunggu sampai terdengar nada pilihan (dial tone) yang menyatakan
bahwa alat – alat penyambungan sudah siap untuk menerima instuksi – instruksi.
Instruksi – instruksi inilah yang berupa nomor nomor yang diputar atau ditekan
(pesawat tombol tekan) oleh pelanggan tersebut.Nomor – nomor inilah yang akan
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh alat – alat penyambung untuk
mendapatkan jalan yang akan dilalui serta untuk menentukan tarif dari pelanggan
yang memanggil.Karena nomor pelanggan yang satu berlainan dengan nomor
pelanggan yang lainnya, maka ada hubungan antara jumlah pelanggan dengan nomor
pelanggan.Jika suatu sentral mempunyai kapasitas 100 sambungan, maka ia dapat
melayani 100 pelanggan dengan nomor antara 00 sampai 99. Jika suatu sentral
mempunyai kapasitas 1000 sambungan, maka ia dapat melayani 1000 pelanggan
dengan nomor antara 000 sampai 999, dst

11

c) Struktur Penomoran
Ilustrasi dari struktur penomoran adalah sebagai berikut: Nomor Internasional
adalah nomor Nasional ditambah dengan kode negara (country code). Rekomendasi
dari CCIT/ITU-T adalah bahwa panjang nomor internasional tidak boleh lebih dari
12 digit dan panjang nomor nasional tidak boleh lebih dari 10 digit.International
Prefix: Digit yang harus diputar oleh pelanggan yang akan mengadakan hubungan
internasional. Sentral yang akan menyambungkan pada peralatan outgoing
internasional secara otomatis. Trunk Prefix: Digit didepan nomor pelanggan yang
harus diputar bila ingin menghubungi pelanggan lainnya di luar jaringan lokal.
Trunk Code: Suatu digit atau kombinasi digit yang menunjukan wilayah dari
pelanggan yang dipanggil. Country Code: Digit yang menyatakan negara yang
dipanggil. Subscriber Number: Nomor yang diputar atau dipanggil untuk
menghubungi pelanggan dalam wilayah layanan lokal yang sama.
d) Sistem Penomoran
Penomoran Khusus Dan Darurat: 1. Pelayanan Khusus Lokal 11x – Pemadam
Kebakaran (113) Pengaduan gangguan telepon (117). Pelayanan Khusus Terpusat
10x – Penerangan Lokal (108) – Billing Telepon (109) Untuk nomor pelanggan,
CCITT/ITU-T membagi menjadi 2 sistem yang dipakai yaitu:
1. Penomoran Uniform: Suatu sistem penomoran dimana panjang atau
banyaknya digit dari nomor pelanggan yang terletak di dalam satu daerah
penomoran lokal adalah sama
2. Penomoran Non Uniform: Apabila nomor pelanggannya yang terletak pada
satu daerah penomoran lokal mempunyai jumlah digit atau panjang yang
tidak sama.
Trunk Code terdiri dari 2 macam sistem: 1.Sistem penentuan dengan cara
sembarang, adalah jika penentuan trunk code-nya dengan jalan tidak melihat peta
geografisnya, tergantung dari perkembangan dan kebutuhan yang ada sekarang.Code
yang berturutan belum tentu daerahnya berdampingan atau berdekatan. 2. Sistem
penentuan dengan cara sematik, adalah jika penentuan trunk code-nya disesuaikan
dengan peta geografisnya Penomoran Pada Telepon Seluler. Berupa Mobile
12

Subscriber International ISDN Number (MSISDN):Merupakan nomor internasional
untuk terminal/pelanggan jaringan seluler. Terdiri Kode Negara (62untuk Indonesia)
diikuti oleh N(S)N-Mobil ,N(S)N-Mobil teridiri dari Kode Tujuan Nasional (NDC)
dan Nomor Pelanggan,Kode Tujuan Nasional .Setiap operator seluler diberi alokasi
NDC sendiri-sendiri terdiri atas 3 digit atau 4 digit ,digit terakhir berfungsi sebagai
identitas operator yang bersangkutan ,NDC 3 digit untuk operator seluler dengan
cakupan nasional sedangkan NDC 4 digit untuk operator seluler berlingkup regional

13

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari
satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini disebut dengan route dan informasi
route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat
diberikan secara statis ke router lain.
Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan paket-paket IP
berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia
mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan
menemukan kecocokan entri; suatu entri yang menyatakan kepada router ke
mana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang
ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan
membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai
isian routing table yang tepat dan benar. Agar isian pada table routing tepat
dan benar, maka perlu bantuan dari adminstrator untuk mengisikannya, oleh
karena itu routing

14

DAFTAR PUSTAKA
http://www.catatanteknisi.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Routing_table
http://www.catatanteknisi.com/2011/05/pengertian-routing-tabel-routing.html

15

Judul: Makalah Routinguo

Oleh: Imelda Rizqi


Ikuti kami