Makalah Presentase.docx

Oleh Rezqi Fitriah Fitri

122,4 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Presentase.docx

“BAHASA BAKU DAN NON BAKU” MATA KULIAH BAHASA INDONESIA OLEH: Rezqi Fitriah Qolbi (5173144024) Rifa Faradhiba (5172144012) Rini Fahrira (5172144013) DOSEN PENGAMPU : Dr. MALAN LUBIS, M.Hum FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA RIAS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Swt, berkat rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan Tugas Rutin tentang “Bahasa Baku dan Non Baku” untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Dr. MALAN LUBIS, M.Hum selaku dosen Bahasa Indonesia.di Universitas Negeri Medan atas kesempatan yang telah diberikan kepada penulis untuk mengerjakan Tugas Rutin ini. 2. Semua sahabat dan teristimewa kepada orangtua yang telah memberikan dorongan dan doa kepada kami dan juga memberikan bantuan kepada kami sehingga Tugas Rutin ini dapat terselesaikan. Tak lepas dari kekurangan, kami sadar bahwa Bahasa Indonesia ini masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi karya yang lebih baik dimasa mendatang. Semoga Tugas Rutin ini dapat melengkapkan tugas kami sebagai mahasiswa dan untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. Medan, 19 September 2018 Rezqi, Rifa dan Rini 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...............................................................................................................2 DAFTAR ISI..............................................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................5 Latar Belakang........................................................................................................................5 Rumusan Masalah..................................................................................................................5 Tujuan.....................................................................................................................................5 BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................6 Pengertian Bahasa Baku.........................................................................................................6 Ciri-Ciri Bahasa Baku............................................................................................................7 Fungsi Bahasa Baku...............................................................................................................7 Pengertian Bahasa Non Baku.................................................................................................8 Ciri-ciri Bahasa Non Baku.....................................................................................................8 Fungsi Bahasa Non Baku.......................................................................................................8 BABIII PENUTUP...................................................................................................................10 SIMPULAN..........................................................................................................................10 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku. Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku”. (Pateda, 1997 : 30). Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku. Berdasarankan uraian diatas,ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas tentang pengertian bahasa baku, pengertian bahasa nonbaku, pengertian bahasa Indonesia baku, fungsi pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku. Terakhir dibahas tentang ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku, serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan bahasa baku? 2. Apa yang dimaksud dengan bahasa non baku? 3. Apa fungsi bahasa baku dan non baku? 4. Apa ciri-ciri bahasa baku dan non baku? 1.3. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian bahasa baku 2. Untuk mengetahui pengertian bahasa non baku 3. Untuk mengetahui fungsi bahasa baku dan non baku 4. Unutk mengetahi ciri-ciri bahasa baku 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Bahasa Baku Bahasa baku ialah satu jenis bahasa yang menggambarkan keseragaman dalam bentuk dan fungsi bahasa, menurut ahli linguistik Einar Haugen. Ia dikatakan sebagai “loghat yang paling betul” bagi sesuatu bahasa. Halim (1980) mengatakan bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian masyarakat, dipakai sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya. Pei dan Geynor (1954: 203) menggatakan bahwa bahasa baku adalah dialek suatu bahasa yang memiliki keistimewaan sastra dan budaya melebihi dialek-dialek lainnya, dan disepakati penutur dialek-dialek lain sebagai bentuk bahasa yang paling sempurna. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1988 : 71), kata baku juga ada dijelaskan. baku I (1) pokok, utama; (2) tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas dan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar; Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu dan Zain menjelaskan makna kata baku. baku I (Jawa) yang menjadi pokok; (2) yang utama; standar. baku II Bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang menjadi standar. Penjelasan makna kata itu tentu saja belum cukup untuk memahami konsep yang sesungguhnya. Di dalam bahasa baku itu terdapat 3 aspek yang saling menyatu, yaitu kodifikasi, keberterimaan, difungsikan sebagai model. Ketiganya dibahas di bawah ini. Istilah kodifikasi adalah terjemahan dari “codification” bahasa Inggris. Kodifikasi diartikan sebagai hal memberlakukan suatu kode atau aturan kebahasaan untuk dijadikan norma di dalam berbahasa (Alwasilah, 1985 :121). 5 Masalah kodifikasi berkait dengan masalah ketentuan atau ketetapan norma kebahasaan. Norma-norma kebahasaan itu berupa pedoman tata bahasa, ejaan, kamus, lafal, dan istilah. Kode kebahasaan sebagai norma itu dikaitkan juga dengan praanggapan bahwa bahasa baku itu berkeseragaman. Keseragaman kode kebahasaan diperlukan bahasa baku agar efisien, karena kaidah atau norma jangan berubah setiap saat. Kodifikasi kebahasaan juga dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan menghasilkan ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak dalam pemakaian bahasa lisan dan tulis. Dengan demikian kodifikasi kebahasaan bahasa baku akan tampak dalam pemakaian bahasa baku. Bahasa baku atau bahasa standar itu harus diterima atau berterima bagi masyarakat bahasa. Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa baku. Dengan penerimaan ini bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan menyimbolkan masyarakat bahasa baku. Bahasa baku itu difungsikan atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Acuan itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan kode pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu. 2.2. Ciri-Ciri Bahasa Baku a. tidak terpengaruh bahasa daerah. b. tidak dipengaruhi bahasa asing. c. bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari. d. pemakaian imbuhannya secara eksplisit. e. pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat. f. tidak terkontaminasi dan tidak rancu. 2.3. Fungsi Bahasa Baku a. Pemersatu, pemakaian bahasa baku dapat memersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa. Seseorang dapat dikatakan sebagai bangsa Indonesia, antara lain, ditandai oleh kemampuannya dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. 6 b. Pemberi kekhasan, pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya. c. Pembawa kewibawaan, pemakaian bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya. d. Kerangka acuan, bahasa baku menjadi tolok ukur benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang. Contoh Bahasa Baku 1. Kepada seluruh pengunjung yang membawa telepon genggam harap segera dinonaktifkan. 2. Ayah membelikan sepeda untuk Adik. 3. Kakak berkata, “Jangan pergi malam-malam.” 4. Mereka saling bertatapan. 5. Bagi pengendara mobil harap memarkirkan mobilnya di bagian selatan gedung. 6. Para pengunjung saling berebut untuk mendapatkan barang yang mereka impikan. 7. Harap menyimpan semua barang dengan rapi. 8. Kakak pergi ke sekolah dengan menaiki sepeda barunya. 2.4. Pengertian Bahasa Non Baku Bahasa nonbaku adalah ragam bahasa yang berkode berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi. Ragam bahasa nonbaku dipakai pada situasi santai dengan keluarga, teman, di pasar, dan tulisan pribadi buku harian. Ragam bahasa nonbaku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan. 2.5. Ciri-ciri Bahasa Non Baku a. Walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama. b. Dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman. c. Dapat terpengaruh oleh bahasa asing. d. Digunakan pada situasi santai/tidak resmi. 7 2.6. Fungsi Bahasa Non Baku Untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan orang lain. Contoh Bahasa Non Baku a. Semua peserta dari pada pertemuan itu sudah pada hadir. b. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya. Contoh Kata Dalam Bahasa Baku Dan Non Baku Apotek - apotikAtlet - atlit Bus - bis Cenderamata - cinderamata Konkret - konkrit-kongkrit Sistem - sistim Telepon - tilpon-telpon Pertanggungjawaban - pertanggung jawaban 8 BAB III PENUTUP Simpulan Bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok acuan, dan dijadikan dasar ukuran atau standar, digunakan secara efektif, baik, dan benar. Efektif karena memuat gagasan-gagasan yang mudah diterima dan diungkapkan kembali. Baik karena sesuai kebutuhan : ruang dan waktu karena sesuai kaidah kebahasaan, secara tertulis maupun terucap. Bahasa tidak baku adalah ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi. Bahasa nonbaku sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti keluarga, teman, dan lain-lain. 9

Judul: Makalah Presentase.docx

Oleh: Rezqi Fitriah Fitri


Ikuti kami