Makalah Rida.docx

Oleh Sangpencinta Queen

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Rida.docx

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru dalam proses pembelajaran di kelas dipandang dapat memainkan peran
penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif
dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan
ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam
belajar. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki
pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
Selain itu seorang guru juga memiliki kompetensi yang akan menunjukan
kualitas profesionalisme seorang guru. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor16 tahun 2007 telah ditetapkan standar kompetensi pedagogik guru.
Standar kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan minimal yang harus
dimiliki guru dalam menyelenggarakan pembelajaran. Standar kompetensi guru
mencakup kompetensi inti guru yang dijabarkan ke dalam kompetensi guru. Dengan
adanya kualifikasi dan kompetensi tersebut diharapkan seorang guru menjadi tenaga
pendidik dan pengajar yang professional.
Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam
transformasi orientasi peserta didik dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari
ketergantungan menjadi mandiri, dari tidak terampil menjadi terampil, dengan
metode-metode pembelajaran bukan lagi mempersiapkan peserta didik yang pasif,
melainkan peserta didik berpengetahuan yang senantiasa mampu menyerap dan
menyesuaikan diri dengan informasi baru dengan berikir, bertanya, menggali,
mencipta dan mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah yang
berkaitan dengan kehidupannya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian Kompetensi Keguruan?
2. Bagaimana macam-macam Kompetensi Keguruan?
3. Bagaimana peran Kompetensi Keguruan dalam proses belajar mengajar?

1

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Kompetensi Guru
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (WJS. Purwadarminta) kompetensi
berarti (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal.
Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan.
Istilah kompetensi sebenarnya memiliki banyak makna sebagaimana yang
dikemukakan berikut:
Descriptive of qualitative natur or teacher behavior appears to be entirely
meaningful(Broke and Stone, 1975). Kompetensi merupakan gambaran hakikat
kualitatif dari perilaku guru yang tampak sangat berarti.
Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang
dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. The state of legally
competent or qualified (Mc.Lead 1989). Keadaan berwewenang atau memenuhi
syarat menuntut ketentuan hukum. Kompetensi guru merupakan kemampuan
seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab
dan layak.
Dengan gambaran pengertian tersebut, dapat diambil pengertian bahwa
kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan
profesi keguruannya.1
Guru merupakan orang yang profesinya atau pekerjaannya mengajar, Selain
itu, guru juga sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun
siswa dalam belajar.
Jadi pengertian dari kompetensi guru adalah orang yang profesinya atau
pekerjaannya mengajar dan memiliki kemampuan dan kewenangan dalam
melaksanakan profesi keguruannya.Selain itu, kompetensi guru merupakan
kemampuan atau kesanggupan guru dalam melaksanakan tugasnya, melaksanakan

1

Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002, hal 14

2

proses belajar mengajar, kemampuan atau kesanggupan untuk benar-benar memiliki
bekal pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan sebaik-sebaiknya.2
Makna penting kompetensi dalam dunia pendidikan didasarkan atas
keseimbangan rasional, bahwasannya proses pembelajaran merupakan proses yang
rumit dan kompleks. Ada beragam aspek yang saling berkaitan dan memengaruhi
berhasil atau gagalnya kegiatan pembelajaran. Banyak guru yang telah bertahuntahun mengajar, tetapi sebenarnya kegiatan yang dilakukan tidak banyak memberikn
aspek perubahan positif dalam kehidupan siswanya. Sebaliknya, ada juga guru yang
relatif baru namun telah memberikan kontribusi konkrit kearah kemajuan dan
perubahan positif pada diri siswa.3

2. Macam-macam Kompetensi
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa
kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kompetensi guru sebagai dimaksud
dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Sedangkan menurut peraturan Pemerintah nomor 74 Tahun 2008 tentang guru pada
pasal 2 disebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi,
sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan pengertian kompetensi yang
dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasi oleh guru dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan.
Sesuai dengan Undang-Undang Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2005,
pada pasal 8 mengatakan tentang kompetensi antara lain:
a. Kompetensi Pedagogik, adalah pemahaman guru terhadap anak didik,
perencanaan,

pelaksanaan

pembelajaran,

evaluasi

hasil

belajar,

dan

pengembangan anak didik untuk mengaktualisasikan sebagai kompetensi yang
dimilikinya. Kompetensi pedagogik ini juga sering dimaknai sebagai
2
3

Iwah Wahyudi, Panduan Lengkap Uji Sertifikasi Guru, Jakarta, Prestasi Pustaka Raya, 2012,
hlm.102
Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2013, hlm.56-57

3

kemampuan mengelola pembelajaran, yang mana mencakup tentang konsep
kesiapan mengajar, yang ditunujkkan oleh penguasaan pengetahuan dan
keterampilan mengajar.4 Hal-hal yang harus dimilki terkait dengan kompetensi
pedagogik adalah:
1. memiliki wawasan landasan pendidikan.
2. memiliki pemahaman terhadap peserta didik.
3. memiiki pengetahuan untuk mengembangkan kurikulum dan silabus.
4. mampu menyusun perencanaaan pembelajaran.
5. mampu melakasanakan pembelajaran yang dialogis.
6. mampu memanfaatkan sarana teknologi
7. mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran
8. mampu mengembangkan potensi peserta didik.
b. Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan yang dimiliki seorang guru terkait
dengan karakter pribadinya. Kompetensi kepribadian dari seorang guru
merupakan modal dasar dalam menjalankan tugasnya secara profesional.
Kegiatan pendidikan pada dasarnya merupakan pengkhususan komunikasi
personal antara guru dan anak didik.
Hal-hal yang terkait dengan kompetensi kepribadian antara lain:
a.

beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

b. Berakhlak mulia.
c.

Arif dan bijaksana.

d. Demokratis.
e.

Mantab.

f.

Berwibawa.

g. Stabil.
h. Dewasa.
i.

Jujur.

j.

Sportif.

k. Menjadi teladan bagi peserta didik.
4

Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2012,
hal 110

4

c. Kompetensi sosial yaitu suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki guru
terkait dengan hubungan atau komunikasi dengan orang lain. Dengan memiliki
kompetensi sosial ini. Seorang guru diharapkan mampu bergaul secara santun
dengan pihak-pihak lain.
Hal-hal yang terkait dengan kompetensi ini adalah:
a. Mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulis.
b. Mampu menggunakan teknologi, komunikasi dan informasi secara baik.
c. Mampu bergaul secara baik dengan sesame sejahwat, pimpinan, peserta
didik dan masyarakat.
d. Mampu bergaul secara santun dengan berbagai elemen masyarakat.
e. Menerapkan persaudaraan sejati dan memiliki semangat kebersamaan.
d. Kompetensi Profesional yaitu kemampuan menguasai ilmu pengetahuan secara
mendalam untuk bahan melaksanakan proses pembelajaran. Dengan menguasai
materi, maka diharapkan guru akan mampu menjelaskan materi ajar dengan baik,
dengan ilustrasi jelas dan landasan yang mampan, dan dapat memberikan contoh
yang kontekstual.
Hal-hal yang terkait dengan kompetensi ini adalah:
a.

Menguasai materi secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi
program satuan pendidikan, mata pelajaran dan atau kelompok mata
pelajaran yang akan diampu.

b. Menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi atau seni yang
relevan yang secara konseptual kohern dengan program satuan pendidikan,
mata pelajaran dan atau kelompok pelajaran yang akan diampu.5
c.

Menguasai iklim belajar di kelas, diantaranya yaitu memiliki keterampilan
interpersonal,

khususnya

kemampuan

untuk

menunjukkan

empati,

penghargaan kepada anak didik dan ketulusan.

5

Saekhan Muchith, Issu-Issu Kontemporer Dalam Pendidikan Islam, DIPA STAIN Kudus,
Kudus, 2009, hal 46-47

5

3. Peran Kompetensi Guru dalam proses kegiatan belajar mengajar
Guru sebagai seorang pendidik dapat melaksanakan perannya jika guru
tersebut memenuhi empat syarat kompetensi. Guru akan mampu mendidik dan
mengajar apabila dia mempunyai kompetensi kepribadian, misalnya mempunyai
kestabilan emosi, memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya.
serta bersifat terbuka dan peka terhadap perkembangan teknologi. Pada kompetensi
professional seorang guru harus menguasai ilmu yaitu dengan pengetahuan yang
luas, menguasai bahan pengajaran serta ilmu-ilmu yang berhubungan dengan mata
pelajaran yang diajarkan menguasai teknologi dan kurikulum pendidikan.
Kompetensi sosial misalnya guru memiliki ketrampilan dalam membina
hubungan antara guru dengan murid, guru dengan guru, guru dengan kepala sekolah,
guru dengan komite, serta guru dengan masyarakat atau lingkungan. Dan kompetensi
pedagogik dimana seorang guru harus dapat memahami peserta didiknya,
mengembangkan

kurikulum

atau

silabus,

merancang

pembelajaran

serta

mengevaluasi hasil belajar. Sehingga dengan begitu, seorang guru dapat
menjalankan perannya sebagai seorang pendidik.
Keberhasilan guru melaksanakan perannya dalam bidang pendidikan
sebagian besar terletak pada kemampuannya melaksanakan berbagai peranan yang
bersifat khusus dalam situasi khusus. Karena dengan memiliki guru yang
berkompeten, maka akan berpengaruh juga pada hasul belajar para siswanya.
Dengan begitu betapa pentingnya guru yang berkompeten, artinya guru yang mampu
melaksanakan unjuk kerja secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggung
jawabnya. Tugas dan tanggung jawab pokok seorang guru salah satunya yaitu guru
sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas.6

6

Didi Supriadie dan Deni Darmawan, Komunikasi Pembelajaran, Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2012, hal 62-63

6

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kompetensi guru adalah orang yang profesinya atau pekerjaannya mengajar
dan memiliki kemampuan dan kewenangan dalam melaksanakan profesi
keguruannya. Selain itu, kompetensi guru merupakan kemampuan atau kesanggupan
guru dalam melaksanakan tugasnya, melaksanakan proses belajar mengajar,
kemampuan atau kesanggupan untuk benar-benar memiliki bekal pengetahuan dan
keterampilannya sesuai dengan sebaik-sebaiknya.
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa
kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kompetensi guru sebagai dimaksud
dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Keberhasilan guru melaksanakan perannya dalam bidang pendidikan
sebagian besar terletak pada kemampuannya melaksanakan berbagai peranan yang
bersifat khusus dalam situasi khusus. Karena dengan memiliki guru yang
berkompeten, maka akan berpengaruh juga pada hasul belajar para siswanya.
B. Saran
Demikian makalah ini kami susun. Penulis menyadari dalam penulisan
makalah ini banyak terdapat kekurangan, oleh karena kritik dan saran yang
membangun kami perlukan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat
bagi pembacanya.

7

DAFTAR PUSTAKA

Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,
2002, hal 14.
Iwah Wahyudi, Panduan Lengkap Uji Sertifikasi Guru, Jakarta, Prestasi Pustaka
Raya, 2012, hlm.102
Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2013,
hlm.56-57
Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter, Yogyakarta, Pustaka Pelajar,
2012, hal 110
Saekhan Muchith, Issu-Issu Kontemporer Dalam Pendidikan Islam, DIPA STAIN
Kudus, Kudus, 2009, hal 46-47
Didi Supriadie dan Deni Darmawan, Komunikasi Pembelajaran, Bandung, PT
Remaja Rosdakarya, 2012, hal 62-63

8

Judul: Makalah Rida.docx

Oleh: Sangpencinta Queen


Ikuti kami