Makalah Tenis.docx

Oleh Bayu Sugara

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Tenis.docx

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 2
1. Latar Belakang
2. Rumusan masalah............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................ 3
A.
B.
C.
D.
E.

Sejarah Tenis.................................................................................................... 3
Teknik Dasar Tenis Lapangan.......................................................................... 4
Cara Memegang Raket..................................................................................... 9
Penilaian Teknik Dasar..................................................................................... 14
Cara Melatih Teknik Dasar............................................................................... 17

BAB III PENUTUP.................................................................................................... 21
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 21
DAFTRA PUSTAKA................................................................................................. 22

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang
Olahraga adalah salah satu dari bentuk peningkatan kualitas manusia Indonesia yang

diarahkan pada pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi,
serta peningkatan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebangsaan nasional. Dalam
kehidupan modern ini manusia tidak dapat dipisahkan dengan olahraga. Baik untuk arena adu
prestasi ataupun sebagai kebutuhan untuk menjaga hidup tetap sehat. Olahraga tenis di
Indonesia sekarang juga mulai di gemari oleh para masyarakat khususnya orang – orang yang
umurnya memasuki 30 tahunan ke atas. Alasan mereka memilih olahraga tenis ini karena
olahraga ini termasuk olahraga yang mewah di karenakan peralatannya yang harganya
mahal.Namun bagi para remaja olahraga ini masih kurang di minati di karenakan peralatanya
yang harganya mahal dan olahraga tenis ini masih belum memasyarakat, serta kurangnya
lapangan tenis membuat remaja menjadi tidak tertarik dan lebih memilih olahraga lainnya.
Namun di kota- kota besar olahraga tenis sudah menjamur dan mampu menarik minat
masyarakat sehingga olahraga ini di jadikan sebagai olahraga pilihan baik untuk olahraga
prestasi maupun olahraga rekreasi. Pada umumnya, untuk berlatih olahraga tenis memerlukan
keterampilan yang tinggi sehingga memburtuhkan tahap – tahap tertentu untuk mampu
menguasai semua teknik dassar dalam olahraga tenis lapangan ini. Dan dalam makalah
ini,kelompok kami akan mencoba memberi tips –tips bagaiman berlatih olahraga tenis yang
mudah.
2. Rumusan masalah
a. Mengetahui Teknik Dasar tenis lapangan
b. Cara Memegang Raket
c. Penilaian Teknik Dasar

2

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Sejarah Tenis
Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa
ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan
sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi,
yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume,
yangmenyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan
diPerancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan pemukulnya
hanyalahtangan.Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13
dan mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di
antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat
kenegara-negara Eropa yang lain.Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15
oleh Antonio da Scalo,seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua
permainan yangmenggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris Sporting Magazine
menamakan permainan ini sebagai µtenis lapangan (lawn tennis). Dalam buku Book of
Games And Sports´,yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai tenis panjang. Tenis
pada mulanyamerupakan permainan masyarakat kelas atas.
Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan
menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.Klub tenis pertama yang didirikan
adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, HarryGem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr.
Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenisdisebut sebagai pelota atau lawn
rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kalidimainkan di Amerika Serikat
oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, AllEngland Croquet Club pun telah
didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalahkantornya di Jalan Worple,
Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersediamemperuntukkan sebagian dari lahannya
untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, peraturan permainan tenis
lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klubtenis yang pertama di Staten
Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat
sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat
dunia. Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877. Olahraga tenis di Indonesia sekarang
juga mulai di gemari oleh para masyarakat khususnya orang – orang yang umurnya
3

memasuki 30 tahunan ke atas.Alasan mereka memilih olahraga tenis ini karena olahraga ini
termasuk olahraga yang mewah di karenakan peralatannya yang harganya mahal.Namun bagi
para remaja olahraga ini masih kurang di minati di karenakan peralatanya yang harganya
mahal dan olahraga tenis ini masih belum memasyarakat, serta kurangnya lapangan tenis
membuat remaja menjadi tidak tertarik dan lebih memilih olahraga lainnya.
Namun di kota- kota besar olahraga tenis sudah menjamur dan mampu menarik minat
masyarakat sehingga olahraga ini di jadikan sebagai olahraga pilihan baik untuk olahraga
prestasi maupun olahraga rekreasi.Pada umumnya, untuk berlatih olahraga tenis memerlukan
keterampilan yang tinggi sehingga memburtuhkan tahap – tahap tertentu untuk mampu
menguasai semua teknik dassar dalam olahraga tenis lapangan ini. Tenis Lapangan
merupakan salah satu cabang olahraga yang dilakukan oleh seorang atau sepasang pemain
yang berhadapan dengan dibatasi oleh jaring. Untuk memainkannya diperlukan raket dan
bola yang terbuat dari karet yang berisi angin dan terbungkus dari bulu kempa. Selain
membutuhkan kekuatan memukul bola, juga keterampilan menempatkan bola pada sisi yang
kosong, agar pihak lawan sulit mengembalikan. Tujuan orang bemain tenis antara lain adalah
untuk mendapatkan kesenangan, memenuhi hasrat bergerak, memelihara kesehatan tubuh dan
untuk mencapai prestasi.

B. TEKNIK DASAR TENIS LAPANGAN
1) Pukulan Servis

4

Servis adalah pukulan yang penting pada permainan tenis, setiap permainan dimulai dengan
pukulan servis. Servis yang kuat dan penempatan bola yang baik merupakan senjata untuk
melancarkan serangan pertama, bahkan sekaligus dapat langsung memperoleh angka.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:


Pegang raket dengan pegangan continental



Berat badan dipindahkan ke depan pada saat melambungkan bola dan mengayun raket ke
bawah.



Lambungkan bola ke atas di depan sebelah kanan badan



Posisi raket seperti hendak diputar dan lutut dibengkokkan



Luruskan kaki ketika hendak memukul bola



Pukul bola dengan posisi tangan lurus dan posisi berat badan berada di kaki depan



Kaki belakang digerakkan ke depan, raket terus diayunkan ke bawah dan ke sisi



Kaki belakang digerakan depan, raket terus diayunkan ke bawah dan ke sisi



Jagalah keseimbangan badan

2) Pukulan Forehand

Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pukulan forehand drive dan backhand drive. Cara melakukan pukulan fore-hand drive sebagai berikut:


Pada saat bola sudah mulai meninggalkan raket lawan, putar badan ke depan pada pinggul,
sehingga bahu kiri menghadap ke arah net dan raket mengarah ke arah samping.
5



Saat bola lawan melewati net dan akan jatuh ke lapangan. Siapkan kaki kiri untuk
melangkah ke depan, sedangkan kepala raket mulai di turunkan sampai setinggi pinggang,
dan berakhir menuju ke arah lapangan.



Pada saat bola memantul , berat badan mulai dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri.
Bersamaan dengan itu, pukul bola di depan pinggul kiri.



Setelah bola dipukul, lanjutkan gerakan lengan lurus ke depan ke arah net. Jangan sekalikali menghentikan gerakan lanjutan ini walaupun dengan maksud memukul bola dengan
pelan.

3) Pukulan Back-Hand

Cara melakukan pukulan back-hand drive adalah sebagai berikut:


Putar seperempat lingkaran ke arah kiri dari pegangan forehand eastern



Peganglah raket kuat-kuat untuk mengendalikan pukulan dengan baik

Pegangan diubah pada saat membawa raket ke samping kiri badan

6

4) Pukulan Voli

Pukulan voli dilakukan sebelum bola jatuh ke lapangan. Pukulan voli sangat menguntungkan
bila dilakukan dekat net. Baik untuk forehand maupun back hand. Cara melakukannya adalah
sebagai berikut:


Peganglah raket dengan pegangan continental



Berat badan di kaki belakang, tariklah raket namun tidak terlalu ke belakang



Langkahkan kaki kiri ke depan dan berat badan dipindahkan ke kaki depan. Pergelangan
tangan di tegangkan ketika raket kontak dengan bola



Ayunkan raket mengikuti pergerakan bola

5) Pukulan Lob (Melambung)

7

Pada umumnya pukulan lob melambung melewati lawan dan jatuh dekat garis belakang.
Pukulan lob digunakan untuk menghambat usaha lawan mendekati net. Cara melakukannya
adalah sebagai berikut:


Gunakan pegangan eastern untuk pukulan fore-hand



Putarlah ke samping sambil membawa raket ke belakang



Siku tangan yang memukul bola harus rileks



Gerakan lanjutan dengan posisi kepala raket tinggi melebihi atas kepala dan menjaga
keseimbangan kaki belakang

6) Pukulan Overhead Smash

Pukulan ini biasanya digunakan untuk mematahkan bola-bola lambung (lob) yang dilakukan
dekat net. Pegangan dan pelaksanaanya sama dengan pukulan servis, tetapi tanpa
mengayunkan raket ke bawah dulu, melainkan langsung kepala raket dibawa ke belakang.
Cara melakukan adalah sebagai berikut:


Jari-jari tangan kiri memegang leher raket



Putarkan ke kanan dan letakkan kaki kanan ke belakang selebar bahu



Angkat raket ke posisi melontar ketika tangan kiri menunjuk kea rah bola



Raket dijatuhkan pada posisi melontar



Tangan kiri bebas, luruskan tangan yang memegang raket dan pukul bagian belakang bola



Gerakan lanjutan raket ditarik ke atas dan kaki belakang diayunkan ke depan



Akhir dari gerakan raket berada di samping kiri badan
8

7) Pukulan Chop/Slice

Pukulan slice dilakukan dari atas ke bawah, sehingga bola berputar ke belakang. Hal ini
mengakibatkan jalannya bola akan lebih lambat dan tidak akan melenting tinggi setelah
mengenai lantai. Pukulan silce bermanfaat apabila dilakukan dengan tepat dan tidak terduga.
Cara melakukan adalah sebagai berikut:


Putar badan ke samping kiri, raket dibawa ke belakang lebih jauh dan tinggi.



Lepaskan tangan kiri dan tarik raket ke samping kanan.



Bola dipukul pada posisi samping badan



Gerakan lanjutan mengikuti gerakan bola

C. CARA MEMEGANG RAKET
Grip (Pegangan Raket)
Anggota “lawn tennis regristered profesional coaches association” (perkumpulan
pelatih tennis profesional) yang telah berpengalaman menyebutkan bahwa permulaan dari
permainan tennis dengan mempelajari cara memegang raket sehingga merasakan “perasaan”
maksimal pada jari-jari dan tangan menyentuh senar raket.pegangan raket harus mencapai
jangkauan semaksimal mungkin dan harus bisa dilenturkan. Mengerahkan segala kemampuan
untuk mengembalikan pukulan-pukulan lawan yang terbaik.
Menguasai dan menjinakkan kekuatan bola yang sedang bergarak dibantu oleh sebuah
kelenturan. Sebagian besar pemain tingkat tinggi merasa bahwa kebutuhan ini dapat dipenuhi
dengan memegang raket melalui cara-cara tertentu yang khusus untuk pukulan-pukulan
pertama.
9

seringkali pemain yang baru atau belum pernah sama sekali bermain tenis terjebak pada
kesalahan dasar dalam memegang raket. Saya melihat hal ini kemungkinan besar disebabkan
oleh kebanyakan orang Indonesia yang jauh mengenal bulutangkis sebagai olahraga paling
populer dimainkan di Indonesia, sehingga seringkali mengadopsi gaya pegangan raket
bulutangkis.
Pegangan raket bulutangkis cenderung berada di tengah gagang, sedangkan tenis
cenderung berada di ujung dari gagang raket. Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

perbedaan ini dapat dimengerti dari kinetik ayunan dalam memukul bola atau kok dalam
bulutangkis. Tenis cenderung menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta
putaran bahu untuk memukul bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan
tangan dan merupakan satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik
tengah, maka akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain
halnya dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan dari tenis.
Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan daripada keseluruhan
lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah gagang justru lebih memperkuat
cengkerama
Berikut akan dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan
raket.

10

mumnya gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi
menjadi sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam) seperti yang
diilustrasikan pada gambar di samping. Yang dipakai menjadi patokan dari setiap tipe grip
adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk kita.
Selanjutnya kita tinjau beberapa grip atau pegangan raket dalam permainan tenis.

1. Forehand Continental grip
Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh pemain-pemain tenis jaman
dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket
dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4
(untuk pemain kidal).
Pemain pro modern yang tercatat masih menggunakan tipe ini adalah Stefan Edberg dan
sebelumnya adalah John McEnroe. Grip ini sangat baik digunakan di permukaan lapangan
yang cepat, seperti rumput, dan digunakan oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service
Volley’. Saat ini tidak banyak yang menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand
utamanya karena tempo permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar
(spin). Minus grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris
(slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini juga
seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak melambung parabolik.
Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk melakukan service dan juga untuk
pukulan volley serta overhead karena tangan mantap mencengkeram gagang raket.

11

2. Forehand Eastern grip
Eastern merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali
disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan memulai
pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. Posisi
dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau
sisi kiri (untuk pemain kidal).
Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat,

slice,

maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering mengandalkan permainan
volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan grip untuk
pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan ini sekali lagi agak susah untuk
menghadapi bola-bola topspin yang bersifat parabolik.
Salah satu pemain pro yang merajai tenis di tahun 90’an, yaitu Pete Sampras, memakai grip
ini sebagai pilihannya karena dia merupakan tipikal pemain Service Volley yang sangat
nyaman memakai grip ini.

3. Forehand Semi-Western grip
Grip jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern, terutama
yang memiliki tipe permainan baseliner (termasuk saya sendiri).
Anda dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut 2
(untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain kidal). Atau bisa juga berawal dari grip
eastern kemudian tangan anda diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.

12

Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga
kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parabolik. Grip ini
juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi tidak direkomendasikan untuk memukul slice.
Minus dari grip ini adalah sulit untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari
pukulan flat atau slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court).
Beberapa contoh pemain pro yang menggunakan grip ini adalah : Andre Agassi, Roger
Federer, Marat Safin.

4. Forehand Western grip
Grip jenis ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan
topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip jenis ini,
juga banyak pemain modern saat ini.
Saya sering menyebut grip ini sebagai ‘pegangan wajan’ karena cara memegang raket ini
seperti saat kita memegang gagang wajan atau panci masakan.
Caranya adalah anda menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari
gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu
sudut ke sisi bawah gagang raket.
Grip ini sangat baik digunakan bagi pemain yang ingin memukul bola dengan top spin yang
ekstrim. Arah bola dari hasil pukulan ini dapat melambung di atas net dan turun menurut
garis parabolik yang ekstrim. Grip ini juga sangat nyaman digunakan untuk mengantisipasi
13

bola-bola tinggi yang biasanya terjadi di lapangan tanah liat. Akan tetapi, minus dari grip
jenis ini adalah tidak bisa dipakai untuk melakukan pukulan flat serta slice dan juga sangat
sulit untuk mengantisipasi bola-bola slice yang jatuh rendah di lapangan cepat seperti rumput
(grass) atau semen (hard court).
Pemain pro yang mengadopsi jenis grip ini umumnya merupakan pemain spesialis tanah liat
seperti Rafael Nadal, Carlos Moya atau sebelumnya adalah
Sergi Bruguera.

D. PENILAIAN TEKNIK DASAR
Jumlah pantulan maksimal adalah satu kali. Jika kita membiarkan bola memantul 2
kali atau lebih, poin untuk lawan. Diperbolehkan memukul bola sebelum memantul (ini
disebut volley). Bola dinyatakan masuk jika dapat melewati net (tanpa memantul di daerah
sendiri) dan jatuh di dalam garis dan atau menyentuh garis. Bola dinyatakan keluar jika tidak
menyentuh garis mana pun (tentu garis permainan ganda tidak dihitung saat bermain
tunggal).
Penghitungan skor tenis lapangan sangat unik, berbeda dengan penghitungan skor olahraga
jenis apapun. Saat kita mencetak poin, kita tidak langsung mendapat 1 game. Inilah yang
membedakan penghitungan skor tenis lapangan dengan olahraga lainnya. Untuk mendapat 1
game, kita harus mencetak beberapa poin terlebih dahulu. Ini disebut poin kecil.
14

Poin kecil dimulai dari 0-0. Jika kita mencetak poin, lalu skor kecil menjadi 15-0. Bila kita
mencetak poin lagi, skor menjadi 30-0. Dan bila kita mendapat poin lagi, skor menjadi 40-0.
Dan bila kita mencetak poin lagi, akan terjadi game 1-0. Dan setelah itu akan dimulai game
selanjutnya.
Bila skor kecil 40-40, maka dilakukan deuce. Jika server mendapat poin, wasit akan
berteriak “advantage for server”, atau dalam permainan sehari-hari kita menyebutnya one in.
Bila server mendapat poin lagi, baru terjadi terjadi game. Bila reserver yang mendapat poin,
maka akan deuce kembali. Seterusnya.
Satu set permainan, pemain harus memenangi 6 game. Jadi, pemain dianggap menang
jika mendapat game minimal 6-0. Bila skor 5-5, set diakhiri bila ada pemain mencapai game
7. Bila skor 6-6, dilakukan sistem poin kecil tie-break. Berbeda dengan sebelumnya, tie-break
menggunakan skor kecil 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Jika skor kecil 6-6, maka dilakukan deuce
sampai tak hingga (tidak ada batas).
Satu pemain melakukan service pada setiap poin kecil pada satu game. Bila terjadi game,
giliran lawan melakukan service pada satu game. Terus begitu bergantian. Secara umum,
berdasarkan peraturan tenis internasional, pemain akan menang bila memenangkan 2 set
permainan.
Sebelum permainan dimulai, dilakukan penentuan siapa yang akan melakukan servis
atau memilih sisi lapangan berdasarkan undian (bisa menggunakan koin atau lainnya). Setiap
awal pertandingan, pemain selalu berada di sisi sebelah kanan lapangannya masing-masing.
Pemain yang melakukan servis pertama (anggap saja pemain a) harus berada di belakang
garis baseline ketika melakukan servis. Servis diarahkan secara diagonal ke lapangan pemain
penerima bola (anggap saja b). Bola harus terlebih dahulu memantul satu kali sebelum
dipukul pemain b. Dalam permainan ganda, rekan penerima bola tidak boleh menyentuh bola
servis sebelum dipukul penerima (pemain b).
Pemain kehilangan poin apabila:
- Bola yang dipukul keluar dari garis,
- Memukul bola dua kali
-Bagian tubuh pemain termasuk pakaian dan asesoris menyentuh net atau sisi lapangan lawan
- Memukul bola sebelum melewati net.

15

B.

Perhitungan skor

Perhitungan skor dalam tenis lapangan adalah sebagai berikut:
0 Love
1 15
2 30
3 40
Apabila skor mencapai 40-40 dinamakan deuce. Pemain harus memenangkan dua poin lagi
untuk memenangkan permainan. Pemain yang memasukan bola ketika kedudukan masih
deuce mendapakatkan “ad” atau advantage (unggul). Jika pemain yang melakukan servis
yang memperoleh nilai, disebut “ad in”, jika penerima yang memperoleh nilai, disebut “ad
out”.
Untuk memenangkan satu set, anda harus memenangkan 6 game dengan selisih 2
(kecuali menggunakan peraturan tie-break). Jadi anda dapat memenangkan pertandingan
dengan skor 6-4, 6-3, 6-2, 6-1, 6-0 tetapi tidak 6-5. Jika skor mencapai 6-5, game tambahan
akan dimainkan hingga salah satu pemain unggul 2 game, jadi skornya menjadi 7-5, 8-6, 108.
Sistem tie-break digunakan untuk mencegah jumlah set yang terlalu banyak. Umumnya
digunakan sistem 12 poin, jika game mencapai 6-6. Pemain pertama harus meraih 7 poin
dengan selisih 2 poin dengan lawan untuk memenangkan set. Dan berakhir dengan skor 7-6.
Umumnya pertandingan internasional memainkan 3 set, walau terkadang tunggal/ganda putra
memainkan 5 set. Dalam permainan 3 set, pemain atau tim yang meraih 2 set terlebih dahulu
menjadi pemenang.
C.

Poin

Seorang pemain kehilangan poin apabila:
 melakukan dua kali kesalahan pada servis
 tidak dapat memukul bola setelah lebih dari satu kali bola menyentuh tanah.
 memukul bola namun jatuhnya bola di luar garis permainan (out).
 pemain yang menerima servis memukul bola sebelum bola memantul.
 pemain dengan sengaja memukul bola lebih dari 2 kali sentuhan.

16

 seorang pemain menyentuh bagian dari net dengan raketnya atau dengan bagian
badannya saat bola masih dimainkan.
 pemain memukul bola sebelum bola melintasi net.
 bola menyentuh bagian tubuh atau apapun yang melekat pada tubuhnya selain raket
tenis.
 bola menyentuh raket namun pemain tidak memegangnya.
 pada permainan ganda, kedua pemain menyentuh bola dengan raketnya sekaligus.
E. CARA MELATIH TEKNIK DASAR
Cara Melatih Pukulan Forehand
Forehand adalah pukulan yang paling mudah dilakukan. Meski mudah diperlukan
latihan khusus untuk dapat menguasai teknik pukulan forehan dengan baik. Ada 3 tahap
dalam melatih pukulan forehand.
Tahap 1
Tahap 1 adalah tahap awal dimana seorang atlet berlatih dengan pasangannya
melakukan pukulan forehand dengan saling berdekatan di dalam lapangan tenis.
Lingkaran besar dan lingkaran kecil menunjukkan dua orang yang
sedang berlatih forehand. Keduanya derada dalam kotak servis dan melakukan pukulan
forehand dengan tidak tadak terlalu keras sambil berlatih control bola. Pukulannya hanya
cukup dilakukan ke depan lurus dengan arah pandangan pemukul.
Tahap 2
Tahap ini dilakukan bila tahap 1 sudah dikatakan lulus. Yaiti dengan cara drill depan

Li

net.

ng

karan kecil menunjukkan seorang trainer, lingkaran besar menunjukkan seorang atlet yang
berlatih. Trainer harus memberikan bola pada atlet pada sisi pukulan forehand atlet. Atlet
cukup memukul bola forehend kearah tengah yaitu pada trainer. Sehingga trainer dapat
melakukan pukulan volley. Jika atlet dirasa sudah mampu, maka atlet mundur dibekakang
garis. Hal ini dilakukan agar atlet dapat memukul lebih keras dengan kesulitan yang lebih
tinggi.Setelah itu trainer melatih posisi kaki atlet dengan cara meletakkan bola dengan
bervariasi. Bisa depan, bias di belakang agar atlet berlatih untuk memposisiskan tubuh untuk
melakukan forehand.

17

Tahap 3
Tahap 3 adalah tahap yang terakhir dimana seorang atlet sudah menguasai tahap 1 dan
2. Tahap 3 ini atlet dan trainer berada di belakang garis lapangan.
Trainer (lingkaran kecil) harus memberikan bola pada sisi pukulan forehand atlet. Dan atlet
harus mampu melakukan pukulan forehand kearah trainer. Pertama dilakukan pukulan saling
silang setelah dianggap mampu baru pukulan dicoba untuk lurus.
Dalam hal ini seorang trainer haris mampu melakukan variasi pukulan agar
posisi forehand berubah ubah dan atlet bias menyeuaikan posisi kakinya.
Cara Melatih Pukulan Backhand
Pukulan backhand relative lebih sulit dilakukan karena pemukul harus
memutar pinggul lebih jauh daripada forehand. Tetapi cara yang tepat untuk melatih pukulan
backhand. Caranya sama seperti melatih pukulan forehand. Hal ini karena perbedaan pukulan
backhand dan forehand hanya terdapat pada arah ayunannya saja. Usahakan dalam melatih
backhand atlet mengguanakan kedua tangannya untuk menambah daya dorong pada pukulan.
Berikut tahapan melatih pukulan backhand.
Tahap 1
Tahap 1 adalah tahap awal dimana seorang atlet berlatih dengan pasangannya melakukan
pukulan backhand dengan saling berdekatan di dalam lapangan tenis.
Lingkaran besar dan lingkaran kecil menunjukkan dua orang yang sedang
berlatih backhand. Keduanya derada dalam kotak servis dan melakukan pukulan backhand
dengan tidak tadak terlalu keras sambil berlatih control bola. Pukulannya hanya cukup
dilakukan ke depan lurus dengan arah pandangan pemukul.
Tahap 2
Tahap ini dilakukan bila tahap 1 sudah dikatakan lulus. Yaitu dengan cara drill depan net.
Lingkaran kecil menunjukkan seorang trainer, lingkaran besar menunjukkan seorang atlet
yang berlatih. Trainer harus memberikan bola pada atlet pada sisi pukulan backhand atlet.
Atlet cukup memukul bola backhand kearah tengah yaitu pada trainer. Sehingga trainer dapat
melakukan pukulan volley. Jika atlet dirasa sudah mampu, maka atlet mundur dibekakang
garis. Hal ini dilakukan agar atlet dapat memukul lebih keras dengan kesulitan yang lebih
tinggi.Setelah itu trainer melatih posisi kaki atlet dengan cara meletakkan bola dengan

18

bervariasi. Bisa depan, bisa di belakang agar atlet berlatih untuk memposisiskan tubuh untuk
melakukan backhand.
Tahap 3
Tahap 3 adalah tahap yang terakhir dimana seorang atlet sudah menguasai tahap 1 dan 2.
Tahap 3 ini atlet dan trainer berada di belakang garis lapangan.
Trainer (lingkaran kecil) harus memberikan bola pada sisi pukulan backhand atlet. Dan atlet
harus mampu melakukan pukulan backhand kearah trainer. Pertama dilakukan pukulan saling
silang setelah dianggap mampu baru pukulan dicoba untuk lurus. Dalam hal ini seorang
trainer haris mampu melakukan variasi pukulan agar posisi backhand berubah ubah dan atlet
bisa menyesuaikan posisi kakinya.
Cara Melatih Servis
Servis adalah cara untuk memulai permainan. Selain itu servis juga dapat dijadikan
senjata andalan seorang atlet dalam mendapatkan poin. Namun dibutuhkan sebuah servis
yang keras dan akurat untuk mendapatkan poin melalui servis. Terkadang ada atlet yang
membuang peluang melaui servis, malah karena servis seorang altet bias kecolongan pion
karena melakukan double fault. Untuk itu, servis perlu dilatih karena ini adalah teknik dasar
untuk bermain tenis lapangan.
Ada beberapa tahap untuk melatih teknik dasar servis agar seorang atlet bias
melakukan servis dengan keras dan akurat. Berikut cara melatihnya:
Tahap 1
Pertama kali yang harus dilatih adalah koordinasi tangan ketika akan melemparkan bola
untuk memulai serve. Anda harus dapat melempar bola (toss) secara konsisten pada satu
tempat yang sama. Toss yang baik untuk servis adalah agak di depan kepala anda dan
lemparkan bola lurus ke atas. Anda dapat melatihnya dengan menggambarkan lingkaran di
lantai dan melakukan toss hingga tempat jatuhnya bola selalu berada pada tempat yang
sama.Gambar diatas menunjukkan bahwa latihan pertama adalah melatih melambungkan bola
keatas.
Seorang atlet harus bias melambungkan bola berkali-kali dengan kekuatan dan daya
dorong yang sama. Hal ini dilakukan agar atlet mudah dan hafal mengenai karakteristik
bolanya.Bola harus dilempar dengan tangan yang lurus agar memudahkan atlet untuk
mengukur kekuatan lemparan.

19

Tahap 2
Tahap 2 adalah tahap untuk melakukan pukulan yang mengarah ke kotak servis lawan.
Pelatih dituntut untuk mengamati pukulan dan memeri intruksi mengenai perpindahan berat
badan atlet dari melempar dan saat mengayunkan raket. Atlet harus mampu melakukan
perpindahan berat badan saat melakukan servis. Lalu atlet harus melakukan pukulan agar
masusk kekotak lawan. Pertama pukulan tidak perlu keras. Yang penting akurat. Jika sudah
akurat barululah dipukul kencang. Jadi tahap 2 hanya untuk meningkatkan ketrampilan saja.

20

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
Ada empat metode grip yaitu Forehand Continental grip, Forehand Eastern grip, Forehand
Semi-Western grip, Forehand Western grip


Cara melatih teknik dasar pukulan forehand adalah dengan saling berdekatan di dalam
lapangan tenis, kemudian dengan cara drill depan net. Lalu atlet dan trainer berada di
belakang garis lapangan (baseline) melakukan groundstroke dengan pukulan
forehand.



Cara melatih teknik dasar backhand adalah melakukan pukulan backhand dengan
saling berdekatan di dalam lapangan tenis. Kemudian cara drill depan net. Setelah itu
atlet dan trainer berada di belakang garis lapangan (baseline) melakukan groundstroke
dengan pukulan backhand.



Cara melatih servis yang pertama aalah melatih konsistensi lemparan bola. Kedua
adalah melatih akurasi bola dan dilanjutkan dengan melatih pukulan keras yang
akurat.

21

DAFTAR PUSTAKA
http:// searchwinds.com/redirect?id=180689.
Warnadunia.com – All rights reserved. Copyright ® 2009. Segala Warna Dunia.
zhonie17.wordpress.com/2009/11/06/teknik-overhead-dalam-tenis-lapangan
novaperdanarozaputri.blogspot.com/2011/11/teknik-pukulan-volley-dan-lob-dalam.html
prasso.wordpress.com/2007/10/30/teknik-overhead-smash/

22

Judul: Makalah Tenis.docx

Oleh: Bayu Sugara


Ikuti kami