Jawaban Uts Sosiologi Antropologi Gizi

Oleh Risma Umairoh

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uts Sosiologi Antropologi Gizi

Jawaban Ujian Tengah Semester Sosiologi dan Antropologi Gizi 2019
Nama : Risma Umairoh
NPM : P21331118065
Kelas : DIV – 2B
Dosen Pembimbing : Adilita Pramanti S.Sos. M.Si
Mata Kuliah : Sosiologi dan Antropologi Gizi
Asal Institusi : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II
1. Jelaskan seluruh faktor, fungsi dan urgensi Sosiologi dan Antropologi.
Berikan kerangka berpikir untuk menjelaskan langkah anda dalam perubahan
budaya makan masyarakat di Indonesia dan peran sosiologi antropologi gizi
sebagai kesatuan ilmu yang menurut anda penting dalam situasi negara serta
masyarakat saat ini!
 Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungann manusia
sebagi makhluk sosial ynag memiliki peran nya masing – masing
dalam tatanan kehidupan. Sedangkan antrpologi adalalh ilmu ynag
berkaitan dengan hasil karya budaya masyarakat yang tumbuh dan
berkembang dalam lingkup tertentu. Dan gizi adalah zat – zat yang
dibutuhkan oleh tubuh dan dimanfaatkan langsung untuk dapat
menjalankan fungsi tubuh masing – masing. Sosiologi dan antropologi
gizi sangat dubtuhkan dan memiliki keterkaitan yang erat. Melalui
sosiologi dan antropologi kita dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui pengenalan terhadap budaya yang berkembang
dalam masyarakat tersebut, sehingga kita dapat memberikan intervensi
yang sesuai dan dapat diterima oleh kalangan masyarakat tersebut.
 Fungsi Sosiologi dan Antropologi Gizi :
Sosiologi dan Antropolgi Gizi merupakan 3 cabang ilmu yang saling
berhubungan dan memiliki keterkaitan. Cabang – cabang ilmu tersebut
sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan sebagai ahli gizi.
 Urgensi Sosiologi dan Antropologi Gizi :
Sebagai seorang ahli gizi diperlukan berbagai kemampuan khusus
yang dapat menunjang profesinya, diantaranya adalah ilmu tentang
sosiologi dan antropologi gizi. Seiring dengan perkembangan zaman,
kebudayaan yang hidup dan berkembang di tengah- tengah masyarakat
pun ikut berkembang. Dengan memahami hal tersebut, seorang ahli

gizi dapat menjadi konsultan yang baik, karena telah memahami
kehidupan sosial dan budaya dalam suatu masyarkat tertentu.


Budaya makan masyarakat Indonesia merupakan suatu kebiasaan
makan yang berkembang di masyarakat Indonesia, hal ini merupakan
suatu hal yang banyak dilakukan oleh masyarakatnya dan terbentuk
akibat berbagai faktor. Secara umum, budaya makan di Indonesia tentu
berbeda dengan budaya makan di negara lain. Sebagai contoh, budaya
makan di Indonesia berbeda dengan budaya makan di Jerman. Di
Indonesia, tingkat konsumsi daging dan susu tergolong masih rendah
jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging dan susu di
Jerman. Sedangkan tingkat konsumsi tempe di Indonesia cenderung
lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi di Jerman. Hal
ini sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah
kebijakan pemerintah yang mengatur harga – harga di pasaran dan
juga hasil produksi dari suatu negara tersebut.
Budaya makan masyakarat di Indonesia sebenarnya sulit untuk
dipahami karena masyaraktnya yang sangat heterogen. Tetapi secara
garis besar budaya makan masyarakat Indonesia mula mengalami
pergeseran akibat adanya globalisasi dan modernisasi. Seperti yang
dapat kita lihat sekarang ini, banyak masyarakat baik yang di kota
maupun di desa sudah mulai terbawa oleh modernisasi. Hal ini dapat
dilihat dari asupan makanan yang dikonsumsi yang sangat dipengaruhi
oleh budaya – budaya lain sehingga budaya indonesia sendiri mulai
terkikis.

Modernisasi

Ketersedian
bahan pangan

Budaya
makan
masyarakat

Program
pendidikan



Berdasarkan bagan diatas, dapat diketahui bahwa budaaya makan
masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya modernisasi,
pengetahuan, program pendidikan, dan ketersediaan bahan pangan.
a. Modernisasi
Modernisasi menyangkut proses perkembangan zaman yang
mempengaruhi budaya makan masyarakat. Melalui
modernisasi ini banyak hal – hal yang baru masuk dan diterima
oleh masyarakat.
b. Pengetahuan
Pengetahuan seseorang mengenai makanan juga
mempengaruhi budaya makan masyarakat tersebut. Dengan
adanya pengetahuan lebih dalam bidang makanan, seseorang
tentu saja cenderung untuk lebih memperhatikan makanan
yang ia konsumsi
c. Program Pendidikan
Karena pengetahuan tersebut mempengaruhi budaya makan
suatu masyarakat, maka diperlukan program pendidikan yang
diselenggarakan oleh pemerintah demi meningkatkan
pengetahuan masyarakat agar budaya makannya pun dapat
berubah dan menjadi lebih baik.
d. Budaya makan di Indonesia semakin berkembang seiring
dengan berkembang zaman, terlebih sekarang ini akses untuk
mendapatkan bahan pangan tertentu terhitung mudah

Pentehuan

didapatkan daripada zaman dahulu yang hanya mengandalkan
bahan pangan yang diproduksi di daerah tempat tinggal
mereka. Hal ini tentu saja mempengaruhi budaya makan dalam
suatu masyarakat, karena dengan bahan pangan yang semakin
bervariasi dapat membuat makanan yang bervariasi pula.
Ditambah lagi dengan berbagai kemudahan akses untuk
menjangkau hal – hal baru yang mempengaruhi budaya makan
masyarakat tersebut.
2. Apakah yang dimaksud pola makan tersebut? Jelaskan faktor-faktor yang
membentuk pola makan pada masyarakat! Buatlah pola makan sehat dan
memiliki nilai sosial budaya bagi kelompok umur tertentu!
Pola makan pada masyarakat adalah kebiasaan makan suatu kelompok
masyarakat yang terbentuk sejak dini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Kelompok masyarakat tertentu memiliki pola makan tertentu seperti waktu
makan, jenis dan variasi makanan, pengolahan pangan, dll.
Pola makan dalam masyarakat terbentuk karena berbagai faktor, diantaranya :
a. Keluarga
Masyarakat sebagai suatu sistem yang luas terbentuk dari kumpulan
keluarga yang hidup dalam suatu tatanan lingkungan tertentu. Sebagai
suatu sistem struktural fungsional terkecil, keluarga memiliki peranan
besar dalam membentuk pola makan individu. Dari sinilah lahir
kebiasaan makan dalam masyarakat, karena pola makan terbentuk
sejak dini, yaitu dari bagaimana pola asuh orangtua dalam
meperhatikan asupan makanan bagi anaknya. Hal ini juga tentu
dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan pendidikan dari orangtua,
walaupun bukan menjadi hal yang mutlak karena kembali kepada
individu masing – masing. Namun, orangtua yang memiliki tingkat
pendidikan dan status ekonomi baik lebih cenderung untuk
memberikan makanan yang baik pula bagi anak – anaknya, dan
orangtua yang memiliki tingkat pendidikan dan status ekonomi rendah
terkadang sulit untuk memberikan makanan yang baik bagi anak –
anaknya.
b. Lingkungan sosial
Manusia hidup dalam fase kehidupan, setelah tumbuh mereka akan
menjadi bagian dalam suatu masyakat dan hidup didalamnya. Setelah
keluarga, lingkungan sosial tempat mereka hidup juga mempengaruhi
pola makan seseorang. Mulai dari teman, media dll yang dapat

c.

d.

e.

f.

memberikan intervensi dalam pola makan yang mungkin sudah
terbentuk.
Kondisi sumber daya alam
Sumber daya alam juga merupakan hal yang sangat mempengaruhi
pola makan dalam suatu masyarakat, karena biasanya masyarakat
mengonsumsi makanan yang banyak diproduksi dari daerah tersebut,
dan memaksimalkan hasil alam tersebut.Hal inilah yang membentuk
pola/kebiasaan makan dari suatu daerah karena tergantung dari bahan
bahan yang tersedia dan dibudidaya di alam. Namun karena nya justru
terciptanya berbagai jenis makanan dari seluruh daerah di Indonesia
yang kemudian memiliki ciri khas nya masing – masing.
Sosial budaya / adat istiadat
Dalam suatu tatanan masyarakat pasti memiliki kebudayaan atau adat
istiadat tertentu yang bersifat mengikat dan mempengaruhi pola makan
masyarakat tersebut. Biasanya hal ini telah dikenalkan sejak dini dan
menjadi hal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya,
sehingga sangat berpengaruh dalam pola makan masyarakat di daerah
tersebut.
Agama
Kelompok masyarakat tertentu biasanya memiliki kepercayaan yang
dianutnya dan dijalankan dalam kehidupan masing – masing. Agama
yang mengatur segala aspek dalam kehidupan, termasuk dalam aspek
makanan yang dikonsumsi, sehingga sebagai masyarkat yang tunduk
dan patuh dengan perintah agama pasti mengikutinya. Hal ini tentu
berpengaruh bagi pola makan masyarakt tertentu yang menganut
agama/ kepercayaan tertentu.
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah melingkupi berbagai aspek kehidupan dalam
suatu negara, termasuk didalamnya pangan. Pemerintah mempunyai
wewenang untuk mengatur kebijakan pangan di wilayah masing –
masing dan sangat mempengaruhi pola makan masyarakat di daerah
tersebut.

Pola makan sehat untuk orang dewasa yang hidup di daerah jawa tengah
dengan kondisi ekonomi yang baik, berprinsip pada gizi seimbang.
Kebiasaan makan :
Pagi : nasi putih, gadon ayam,tempe mendoan, anyang sayuran dan jeruk
Snack : arem – arem dan tahu petis
Siang : nasi putih, bronkos daging, botok tempe, lalapan dan melon

Snack : lumpia semarang dan es dawet ayu
Malam : nasi putih, pepes ikan, tahu bacem, trancam dan semangka
3. Gambar 1 :




Judul : Peranan orang tua dalam membentuk pola makan anak.
Perspektif sosiologi dan antropologi gizi mengenai gambar tersebut.
Berdasarkan gambar tersebut, menurut pandangan sosiologi bahwa
manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya
berperan dalam suatu keluarga yang merupakan sistem struktural
fungsional terkecil. Anggota keluarga memiliki peranannya masing –
masing yang harus dijalankan demi terciptanya sistem yang dinamis.
Orangtua memiliki tanggung jawab untuk menghidupi dan mengurusi
anak – anaknya, dalam hal ini adalah dengan memperhatikan
kebutuhan makanan dari anggota keluarga tersebut yang akan
membentuk pola makan dari anak – anaknya.
Sedangankan, menurut pandangan antropologi yang berhubungan
dengan budaya yang hidup dan berkembang dalam suatu kelompok
masyarakat. Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa sudah
menjadi hal yang wajar dan bahkan merupakan suatu bentuk
kewajiban bahwa orangtua dan anak memiliki tanggung jawab dalam
suatu keluarga yang harus dijalankan dengan baik, hal ini merupakan
suatu yang umum dan telah diketahui oleh masyarakat. Orangtua
memiliki peranan besar dalam membentuk pola makan anaknya
sehingga perlu dilakukan penerapan pola makan gizi seimbang pada
anak agar menjadi sebuah kebiasaan yang terus dilakukan.

 Sebutkan tujuan dan urgensi nya serta pengaruhnya terhadap
perkembangan pola konsumsi dan gizi masyarakat Indonesia.
Keluarga sebagai sistem struktural fungsional terkecil memiliki peran
besar dalam membentuk pola makan generasi bangsa. Pola makan
anak sangat dipengaruhi oleh pola makan yang diajarkan oleh orangtua

mereka, karena saat masih kecil mereka tidak memiliki pengetahuan
tentang hal –hal seperti itu, namun pola makan mereka terbentuk dari
pola yang diterapkan dalam suatu keluarga. Oleh karena itu, ini
menjadi suatu yang sangat penting bagi orangtua untuk memberikan
contoh pola makan gizi seimbang sejak dini, agar kelak hal ini menjadi
sebuah kebiasaan dan terus diterapkan oleh keturunanya.
Gambar 2 :

 Judul : Upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
 Perspektif sosiologi dan antropologi gizi mengenai gambar tersebut.
Berdasarkan gambar tersebut, menurut pandangan sosiologi adalah
manusia tentu saja berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
masing – masing, salah satunya adalah makanan. Sebagai bentuk
perwujudan masalah tersebut, manusia berlomba – lomba untuk
memproduksi bahan pangan yang berkualitas melalui sektor pertanian.
Sedangkan, berdasarkan pandangan antropologi, kegiatan menanam
dalam sektor pertanian merupakan suatu kegiataan yang banyak
dilakukan oleh masyarakat daerah pedesaan yang hidupnya bergantung
pada hasil pertanian tersebut. Hal ini biasanya menjadi kegiatan yang
secara turun temurun diwariskan dari keluarga. Namun sebenarnya,
pada zaman sekarang ini banyak petani yang tidak memiliki lahannya
sendiri, sehingga bekerja pada seseorang / kelompok tertentu yang
memiliki lahan. Hal ini juga berhubungan dengan alih fungsi lahan
yang sekarang banyak terjadi daerah pedesaan, sehingga hasil produksi
pertanian pun cenderung berkurang.

 Sebutkan tujuan dan urgensi nya serta pengaruhnya terhadap
perkembangan pola konsumsi dan gizi masyarakat Indonesia.
Sebagai suatu negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang tinggi,
Indonesia tentu harus memperhatikan kebutuhan warga negaranya,
termasuk dalam kebutuhan pangan. Ketahanan pangan merupakan
suatu yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar tercipta nya
sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu upaya untuk
mendukung ketahanan pangan adalah dengan upaya produksi makanan
dari berbagai daerah di Indonesia. Produksi pangan di indonesia
sebagian besar berasal dari hasil pertanian, oleh karena itu peningkatan
teknologi dalam sektor pertanian perlu ditingkatkan untuk menunjang
ketahanan pangan di Indonesia.

Judul: Jawaban Uts Sosiologi Antropologi Gizi

Oleh: Risma Umairoh


Ikuti kami