Makalah Pancasila

Oleh Aldri Wijaya

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pancasila

MAKALAH PANCASILA
SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

DOSEN PENGAJAR
I NyomanArtana, S.Pd., M.Pd
DISUSUN OLEH
Gede Angga Ferarian (19104092)
I Made AldriApriansah (19104108)
I WayanAgus Tri Suteja (19104109)
Andreas TriantamaLumbanTabing (19104115)
KELAS I
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI DESAIN GRAFIS
MULTIMEDIA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STIKI INDONESIA
2019/2020

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunianya
sehingga makalah ini sanggup tersusun hingga selesai. Tidak lupa
Penulis Mengucapkan begitu banyak terima kasih atas uluran tangan dan bantuan
dari pihak yang telah ikut berkontribusi bersama dengan membantu meluruskan
kesalahan yang telah dilakukan penulis,
Penulis berharap semoga makalah ini mampu menambah pengalaman sertailmu
bagi para pembaca. Sehingga untuk kedepanya sanggup memperbaiki bentuk
kesalahan atau kekeliruan yang ada di dalam makalah. Menambahkan wawasan
para pembaca sehingga memiliki ilmu yang luas dan lebihbaiklagi.
Karena keterbatasan informasi yang di dapatkan baik dari perantara dunia maya
maupun pengalaman, penulis, penulis percaya memiliki banyak kekurangan dalam
makalah yang telah dibuatini, oleh Karena itu Penulis sangat berharap saran dan
kritik yang dapat membangun berasal dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.

DAFTAR PUSTAKA
KATA
PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR
ISI...................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN..............................................................................................
-

A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN

BAB 2
PEMBAHASAN.................................................................................................
BAB 3
PENUTUPAN...................................................................................................
-

A. KESIMPULAN
B. SARAN

DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pancasila merupakan dasar dari negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan dasar terbentuknya Negara dan
pandangan hidup bangsa Suatu bangsa tidak akan dapat berdiri dengan kokoh tanpa
adanya dasar Negara yang kuat dan tidak akan dapat mengetahui dengan jelas kemana
arah dan tujuan yang akan dicapai tanpa pandangan hidup.
Dengan adanya dasar Negara, suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam
menghadapi berbagai permasalahan, baik yang datang dari dalam maupun luar. Kalau kita
dapat umpamakan, Negara tanpa dasar Negara bagaikan sebuah bangunan yang tanpa
dasar dan bangunan tersebut akan cepat roboh. Sebagai warga Negara yang
baik,hendaknya kita lebih mengenal dasar Negara kita(Pancasila) secara lebih dalam dan
menyeluruh, agar kita dapat lebih menghargai dan menjunjung tinggi dasar Negara kita
tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan pembahasan di atas, maka rumusan masalah yang lahir adalah:
-

Bagaimanakah sejarah lahirnya Pancasila?
Apakah kedudukan dan fungsi Pancasila di Indonesia?
Apasajakah isi dari Pancasila?

C. TUJUAN
Mengacu pada rumusan masalah tersebut tujuan yang diharapkan adalah:
-

Untuk mengetahui sejarah lahirnya Pancasila.
Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi Pancasila di Indonesia.
Untuk mengetahui isi dari Pancasila.

BAB 2
PEMBAHASAN

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
Sejarah Pancasila – Pancasila adalah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia
yang asas-asasnya wajib diamalkan agar tercipta kehidupan yang aman dan
tentram serta selaras dengan Yang Maha Esa. Selain itu, kita juga harus
mengetahui dan memahami sejarah Pancasila agar kita selalu menghargai dan
menjunjung tingginilai-nilai Pancasila.Pancasila sendiriberasaldaridua kata
daribahasaSansekerta, yaitupanca yang berarti lima dan silaberartiasas. Pancasila
merupakanrumusan dan pedomanuntukseluruhrakyat Indonesia
dalamkehidupanberbangsa dan bernegara.Pancasila yang juga
dapatdiartikansebagai lima dasarterbentuknya negara. Istilah Pancasila ini juga
termuatdalam Kitab SutasomakaranganEmpuTantular.Berikutiniadalahtahapan
yang telahdilaluibangsa Indonesia dalammembentukdasar negara kitayaitu
Pancasila.
A. BUDI UTOMO
Organisasi Budi Utomo (BoediOetomo) merupakan salah satuorganisasipemuda
yang dibentuk pada tanggal 20 Mei 1908. Pendiriorganisasiinitidak lain ialah Dr.
Sutomobesertamahasiswa STOVIA yakniSoeraji dan
GoenawanMangoenkoesoemo. Menurutsejarahorganisasi Budi
Utomoiniawalnyaberasaldarigagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Kemudiandipelopori oleh Sekolah Sore bagi Orang Dewasa di Surabaya, Sekolah
Guru Bandung, para pemuda STOVIA, SekolahPamongPrajaMagelang dan
Probolinggo, besertaSekolahPeternakan dan Pertanian Bogor.Sejarah
organisasibudiutomoselanjutnyamejelaskantentangpendiriorganisasitersebut.
Organisasi Budi Utomodigagas oleh Wahidin Sudirohusodo (1852-1917).
Beliaumerupakanpendiri Budi
Utomokarenanamanyaselaludihubungkandengankebangkitanorganisasinasionalini.
Hal inidikarenakan Wahidin Sudirohusodotelahmenggagassebuahorganisasi yang
dibentuk oleh Dr Sutomobeserta para pemuda STOVIA.
B. SUMPAH PEMUDA
Sumpahpemudaterjadikarenainisiatif para pemudapemudi Indonesia
untukturutbangkitbersatumelawanbangsaportugis yang menjajah Indonesia.
Saatitu, Indonesia memangtelahberjuangmelawanpenjajah yang
datanguntukmencuri dan menguasairempah-rempahkhas Indonesia. Di masa itu
juga, telahlahirbanyakpahlawannamunmasihberada pada daerahnyasendiri dan
memperjuangkannya. SepertipangeranPonorogo di Jawa Tengah, Cut NyakDien
di Banda Aceh, Tuanku Imam Bonjol, dan tokoh lain sebagainya. Pada tahun
1908 munculkehadiran Dr. Sutomo, Dr. CiptoMangunkusumo, dan EFE. Douwes

Dekker yang memprakarsaiberdirinya Budi Utomo.
Tujuannyaadalahuntukmemajukanpendidikan, peternakan, pertanian, dan budaya.
OrganisasitersebutadalahcikalbanyakdariterjadinyapergerakankemerdekaanRepub
lik Indonesia dan organisasi-organisasikepemudaanseperti Jong Betawi, Jong
Ambon, Jong Minahasa, Pemuda Timor, Jong Java, dan SekarRukun. Salah
satuorganisasipemuda yang terusbersemangatberjuangmenggerakkanpersatuan
Indonesia adalahperhimpunan Indonesia PI. Organisasi PI terdiridaripemudapemudibangsa Indonesia dariberbagaimacamsuku yang berada di
Belandauntukmenuntutilmu.
C. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)
Badan Penyelidik Usaha-usahaPersiapanKemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
bertujuanuntukmembahashal-hal yang berhubungandengan tata
pemerintahanIndonesa, termasukdasar negara. Sidang BPUPKI inilah yang
menjadisejarah Pancasila sebagaidasar negara. Sidang BPUPKI inidiketuai oleh
Dr. RadjimanWidyodiningratdengan 33 pembicara pada sidangpertama BPUPKI
(29 Mei-1 Juni 1945).


Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

Mohammad Yamin yang merupakan salah satutokohpentingkemerdekaan
Indonesia, mengusulkandasar negara yang
disampaikandalampidatotidaktertulisnya pada sidang BPUPKI yang pertama,
diantaranya peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan,
dan kesejahteraanrakyat.
Setelah itu, beliau juga mengusulkanrumusan 5 dasar yang
merupakangagasantertulisnaskahrancangan UUD Republik Indonesia, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Ketuhanan Yang MahaEsa.
KebangsaanPersatuan Indonesia.
Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah
KebijaksanaandalamPermusyawaratan/Perwakilan.
5. KeadilanSosialbagiSeluruh Rakyat Indonesia.

1.
2.
3.
4.
5.

Soepomo (31 Mei 1945)
Dasar negara yang diusulkan oleh Mr. Soepomoantara lain:
PahamPersatuan.
Perhubungan Negara dan Agama.
Sistem Badan Permusyawaratan.
Sosialisasi Negara.
HubunganantarBangsa yang Besifat Asia Timar Raya.


Soekarno (1 Juni 1945)

Pada sidang BPUPKI yang pertamaini, Soekarno juga mengusulkandasar negara
yang terdiridari 5 poin. Dan kemudiandinamakandengan Pancasila yang meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Kebangsaan Indonesia
InternasionalismeatauPerikemanusiaan
MufakatatauDemokrasi
KesejahteraanSosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan

Hasil usulandariketigatokoh pada sidang BPUPKI tersebutditampung dan
kemudiandibahaslagi pada lingkupkepanitiaan yang lebihkecil. Panitia yang
merupakanbentukan BPUPKI tersebutseringdikenalsebagaiPanitia Sembilan.
D. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
Panitia yang beranggotakansembilan orang
iniberhasilmerumuskannaskahRancanganPembukaan UUD yang
dikenalsebagaiPiagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapunrumusan Pancasila yang
termaktubdalamPiagam Jakarta:






Ketuhanandengankewajibanmenjalankansyariat Islam bagipemelukpemeluknya
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmatkebijaksandalampermusaywaratan/perwakilan
Keadilansosialbagiseluruhrakyat Indonesia

E. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
Untukmembahashasilkerjapanitiasembilan, BPUPKI mengadakansidang yang
kedua dan menghasilkanbeberapakeputusan, yang meliputi: pertama,
kesepakatandasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang
tertuangdalamPiagam Jakarta. Kedua, negara Indonesia berbentuk negara
Republik, hsailinimerupakankesepakatan 55 suaradari 64 orang yang
hadir. Ketiga, kesepakatanmengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah
HindiaBelanda, Timor Timur, sampaiMalaka (Hasil kesepakatan 39 suara). Dan
yang terakhir, pembentukantigapanitiakecilsebagai: PanitiaPerancang
UUD, PanitiaEkonomi dan Keuangan, PanitiaPembela Tanah Air.Akhirnya, pada
tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia
secararesmimemproklamasikankemerdekaannya. Seharisetelahkemerdekaan,
BPUPKI diganti oleh PPKI yang bertujuanuntukmenyempurnakanrumusan
Pancasila yang tercantumdalamPembukaan UUD 1945.
F. PanitiaPersiapanKemerdekaan Indonesia ( 7 AGUSTUS 1945)

(DokuritsuJunbiIinkai) atau PPKI adalah panitia yang bertugas untuk
mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sebelumnyasudahdibentuk BPUPKI,
kemudiandibubarkan oleh Jepang dan dibentuk PPKI pada tanggal 7
Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Izinpembentukan badan
inidiberikan oleh Hisaichi Terauchi, seorang marsekal Jepang yang berada
di Saigon.Badan inidibentuksebelum MPR ada.
Pada awalnya PPKI beranggotakan 21 orang (12 orang dari Jawa, 3 orang
dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa
Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang darigolongan Tionghoa). Susunan awal
anggota PPKI adalah sebagai berikut:
1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
3. Prof. Mr. Dr. Soepomo (anggota)
4. KRT RadjimanWedyodiningrat (anggota)
5. R. P. Soeroso (anggota)
6. SoetardjoKartohadikoesoemo (anggota)
7. Kiai AbdoelWachidHasjim (anggota)
8. Ki BagusHadikusumo (anggota)
9. Otto Iskandardinata (anggota)
10.Abdoel Kadir (anggota)
11.PangeranSoerjohamidjojo (anggota)
12.PangeranPoerbojo (anggota)
13.Dr. Mohammad Amir (anggota)
14.Mr. Abdul Maghfar (anggota)
15.Teuku Mohammad Hasan
16.Dr. GSSJ Ratulangi (anggota)
17.Andi Pangerang (anggota)
18.A.A. Hamidhan (anggota)
19.I GoestiKetoetPoedja (anggota)
20.Mr. Johannes Latuharhary (anggota)
21.Drs. Yap Tjwan Bing (anggota)
Selanjutnyatanpasepengetahuan Jepang, keanggotaanbertambah 6 yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

AchmadSoebardjo (Penasihat)
SajoetiMelik (anggota)
Ki HadjarDewantara (anggota)
R.A.A. Wiranatakoesoema (anggota)
KasmanSingodimedjo (anggota)
IwaKoesoemasoemantri (anggota)

Tanggal 8 Agustus 1945, sebagai pimpinan PPKI yang
baru, Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat di undang ke Dalat untuk
bertemu Marsekal Terauchi.
Hal yang dibahas dan diubahdalamsidangtanggal 18 agustus 1945

1. Kata Mukadimah diganti menjadi kata Pembukaan
2. Sila pertama yaitu "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diganti menjadi "ketuhanan yang
mahaesa"
3. Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi "Negara
berdasaratasKetuhanandengankewajibanmenjalankansyariat Islam
bagipemeluk-pemeluknya" digantimenjadipasal 29 UUD 1945 yaitu
"Nagara berdasarkanKetuhanan yang MahaEsa"
4. Pada Pasal 6 Ayat (1) yang semulaberbunyi Presidenialah orang
Indonesia asli dan beragama Islam digantimenjadi Presidenialah orang
Indonesia asli.
Sidang 18 Agustus 1945
MengesahkanUndang-Undang 1945.
Memilih dan mengangkat Soekarno sebagaiPresiden dan Drs. Mohammad
Hatta sebagai Wakil Presiden.
 TugasPresidensementaradibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat
sebelumdibentuknya MPR dan DPR.
Sidang 19 Agustus 1945



PPKI mengadakansidangkedua pada tanggal 19 Agustus 1945.



Membentuk 12 Kementerian dan 4 Menteri Negara
MembentukPemerintahan Daerah. Indonesia dibagimenjadi 8 provinsi yang
dipimpin oleh seoranggubernur.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Sumatra
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Sunda Kecil
Maluku
Sulawesi
Borneo

: Mr. Teuku Muhammad Hasan
: Mas SutardjoKertohadikusumo
: RadenPandjiSoeroso
: R. M. T. ArioSoerjo
: I GustiKetutPudja
: Mr. Johannes Latuharhary
: Dr. G. S. S. Jacob Ratulangi
: Ir. H. Pangeran Muhammad Noor

Sidang 22 Agustus 1945
1. MembentukKomite Nasional Indonesia

Komite Nasional Indonesia Pusat (seringdisingkatdengan KNIP)
dibentukberdasarkan Pasal IV, AturanPeralihan, Undang-Undang Dasar 1945 dan
dilantiksertamulaibertugassejaktanggal 29 Agustus 1945 sampaidengan 15
Februari 1950.KNIP merupakan Badan Pembantu Presiden, yang ke
anggotaannya terdiri dari pemuka-pemuka masyarakat dari berbagai golongan dan
daerah-daerah termasuk mantan Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia.

KNIP ini di akui sebagai cikal bakal badan legislatif di Indonesia, sehingga
tanggal pembentukannya diresmikan menjadi Hari Jadi Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia.
2. Membentuk Partai Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia atau dikenal juga PNI adalah partai politik tertua
di Indonesia. Partai ini di dirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan
Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah
Dr. TjiptoMangunkusumo, Mr. Sartono, Mr. IskakTjokroadisurjo, dan
Mr. Sunaryo.
3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat
Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) bertujuan agar
tidakmemancingpermusuhandengantentaraasing di Indonesia. Anggota BKR
adalahhimpunanbekasanggota PETA, Heiho, Seinendan, Keibodan, dan semacamnya.

Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober sering kali diperingati sebagi hari Kesaktian Pancasila, Sejarahnya
sendiri lepaslepas dari adanya sebuah sebuah insiden berdarah yakni adanya
sebuah pembantaian terhadap enam Jenderal dan seorang Kapten serta beberapa
korban lain. Insiden tersebut di sebut-sebut sebagai sebuah upaya
kudetasertatersebarisu sebagai usaha dari sebuah partai yakni Partai Komunis
Indonesia atau dikenald engan sebutan PKI untuk mengubah ideologi Pancasila
dengan ideologi komunis. Gerakan tersebut kemudian dikenal sebagai Gerakan 30
September/ PKI atauGestapu (Gerakan septembertigapuluh). Berikut adalah
penjelasan mengenai sejarah hari kesaktian pancasila :
LatarBelakang Gerakan 30 September
Pada 30 september 1965 terjadi sebuah insiden berdarah yang menyebabkan enam
perwira tinggi berpangkat jenderal dan seorang kapten serta beberapa orang
lainnya terbunuh. Dalam insiden tersebut diduga sebagai sebuah upaya kudeta
yang dilakukan oleh beberapa pengawal istana yang dikenal sebagai pasukan
Cakrabirawa, yang dianggap mendukung PKI (Partai Komunis Indonesia) yang
pada saat tersebut dikomandoi oleh Letkol. Untung. Dibalik gerakan tersebut
muncul beberapa isu yang cukup meresahkan. Sebagaimana berikut diantaranya:


Isu Dewan Jenderal
Sekitarbulan September 1965 munculsebuahisumengenaiadanya Dewan
Jenderal yang telahmelaporkan pada presiden Soekarno
mengenaibeberapaperwiratinggi Angkatan Darat yang
hendakmelengserkanpemerintahan Soekarno. Terkait dengan adanya isu

tersebut, muncul isu lain jika presiden Soekano mengutus pasukan
pengawal istana (Cakrabirawa) untuk segera bertindak dengan membawa
perwira yang dicurigai tersebut untuk diadili. Namun secara tidak terduga,
dalam operasi tersebut telah da beberapa oknum yang terlebih dahulu
melakukan penangkapan pada perwira tinggi tersebut.


IsuDokumen Gilchrist
Dokumen Gilchrist merupakan sebuah dokumen yang diambil dari nama
seorang duta besar Inggris untuk pemerintah Indonesia Andrew Gilchrist.
Dokumen tersebut beredar pada saat yang hampir sama waktunya dengan
adanya isu Dewan Jenderal. Beberapa pihak menyebut isi dari dokumen
tersebut telah dipalsukan oleh intelejen Ceko yang berada di bawah
pengawasan Jenderal Agayant yang merupakan agenintlejen Rusia (KGB).
Dalam dokumen tersebut mengungkapkan mengenai adanya
“TemanTentaraLokal Kita” yang menciptakan anggapan bahwa para
perwira tinggi Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat.
Kedutaan Amerika Serikat pun juga mendapat tuduhan karena disebutsebut telah memberikan daftar nama para anggota PKI untuk
“ditindaklanjuti” oleh para tentara. Data yang diperoleh Pihak amerika
Serikat tersebut didapat dari beberapa sumber, salah satunya dari John
Hughes, seorangwartawan The Nation. Yang juga seorang penulis buku
“Indonesian Upheaval“.



IsuKeterlibatanSoeharto
IsumengenaiketerlibatanmaupunperanaktifSoeharto di
dalaminsidentersebuthinggasaatinibelumdapatdibuktikan.
SebuahbuktimengenaiketerlibatanSoehartohanyalahadanyaketerkaitanmen
genaipertemuanSoeharto yang pada
saattersebuttengahmenjabatsebagaiPangkostrad
(PanglimaKomandoStrategis Angkatan Darat) dengan Kolonel Abdul
Latief di RumahSakit Angkatan Darat. (baca juga: Sejarah Demokrasi di
Dunia dan di Indonesia)

Walupun demikian, nyatanya Soeharto-lah yang menjadi pihak paling
diuntungkan dengan adanya peristiwa tersebut. Karena banyak penelitian ilmiah
yang telah dipublikasikan dalam jurnal internasional yang memperlihatkan adanya
keterlibatan Soeharto dan CIA. Sebagaimana berikut diantaranya:
1. Cornell Paper, karya Benedict R.O’G. Anderson and Ruth T. McVey
(Cornell University),
2. Ralph McGehee (The Indonesian Massacres and the CIA),

3. Government Printing Office of the US (Department of State, INR/IL
Historical Files, Indonesia, 1963-1965. Secret; Priority; Roger
Channel; Special Handling),
4. John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement
and Suharto’s Coup d’État in Indonesia),
5. Prof. Dr. W.F. Wertheim (Serpihan Sejarah Thn 1965 yang
Terlupakan).
Para Korban Gerakan G30S/PKI
Insiden berdarah pada malam 30 Sepetember 1965 tersebut banyak memakan
korban jiwa sebagai mana berikut diantaranya:
1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan
Darat/KepalaStafKomandoOperasiTertinggi)
2. Mayjen TNI RadenSuprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD
bidangAdministrasi)
3. Mayjen TNI Mas TirtodarmoHaryono (Deputi III Menteri/Panglima AD
bidangPerencanaan dan Pembinaan)
4. Mayjen TNI SiswondoParman (Asisten I Menteri/Panglima AD
bidangIntelijen)
5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD
bidangLogistik)
6. Brigjen TNI SutoyoSiswomiharjo (InspekturKehakiman/OditurJenderal
Angkatan Darat)
Para korban tersebut di temukan pada 3 Oktober 1965 di sebuah lubang yang
berada di sebuah wilayah di PondokGede, yang kemudian lubang tersebut lebih
dikenal sebagai lubang buaya. Namun sasaran utama Jenderal TNI Abdul Harris
Nasution selamat dari insiden tersebut. Meskipun demikian, Lettu CZI Pierre
Andreas Tendeansertaputrinyaputri Jendral AH Nasutionyakni Ade Irma Suryani
Nasution terbunuh karena salah sasaran. Selain beberapa anggota perwira tersebut
juga terdapat beberapa korban lainnya yang turut menjadi korban, yaitu
diantaranya:
1. Bripka Karel SatsuitTubun (Pengawalkediamanresmi Wakil Perdana
Menteri II dr.J. Leimena)
2. Kolonel KatamsoDarmokusumo (KomandanKorem 072/Pamungkas,
Yogyakarta)
3. LetkolSugiyonoMangunwiyoto (KepalaStafKorem 072/Pamungkas,
Yogyakarta)
PascaInsiden 30 September 1965

Setelah insiden yang menewwaskan para perwiratinggi Angkatan Darat, PKI telah
melakukan pergerakan dengan menguasai dua sarana komunikasi penting, yakni
studio RRI (Radio Republik Indonesia) di Jalan Merdeka Barat serta Kantor
Telekomunikasi yang terletak di Jalan Merdeka Selatan. Dengan menggunkan
media RRI, PKI menyiarkan berita kepada seluruh masyarakat mengenai adanya
sebuah Gerakan 30 September yang dialamtkan pada para anggota “Dewan
Jenderal” yang hendak melakukan kudeta pada pemerintahan. Serta
mengumumkan bahwa telah dibentuk sebuah “Dewan Revolusi” yang diketuai
langsung oleh Letnan Kolonel Untung Sutopo.
Di wilayah Jawa Tengah dan juga DI. Yogyakarta, PKI pun juga telah tindakan
pembuunuh anter hadap dua perwira tinggi Angkatan
Daratkarenakeduaperwiratersebutmenolakadanyapembentukan Dewan Revolusi.
YakniKomandanKorem 072/Yogyakarta, Kolonel Katamso yang merupakan,
sertaKepalaStafKorem 072/Yogyakarta, Letnan Kolonel Sugiyono. PKI
melakukanpenculikan pada keduaperwiratersebut pada sore haritanggal 1 Oktober
1965.
Pada 1 Oktober 1965 presiden Soekarno dan sekretarisJenderal PKI
Aiditmenganggapadanyapembentukan Dewan
Revolusionersebagaisebuahupayapemberontakan. Dan
kemudianmemutuskanuntukmendapatkanperlindungandenganpindahkePangkalan
Angkatan Udara Halim yang ada di Jakarta. Pada 6 Oktoberpresiden Soekarno
menyatakanseruan pada seluruhrakyatuntukbersatu demi “persatuannasional”,
yaknisebuahpersatuan yang terjadidiantaraangkatanbersenjataserta para korban,
dan penghentiankekerasan.
Biro PolitikdariKomiteSentral PKI
kemudianmenyarankanseluruhanggotasertaorganisasimassa agar
segeramemberidukungan pada “pemimpinrevolusi Indonesia”
dengantidakmelakukanperlawananterhadapangkatanmiliter.
Pernyataantersebutkembalidicetakdalamsuratkabar CPA bernama “Tribune”. Pada
12 Oktober 1965, para pemimpin Uni-Soviet yakni Brezhnev, Mikoyan dan
Kosygin mengirimkansebuahpesansecarakhusus yang
ditujukankepadapresidenSoekarn.
Pesantersebutberisi, “Kita dan rekanrekankitabergembirauntukmendengarbahwakesehatanandatelahmembaik. Kita
mendengardenganpenuhminattentangpidatoanda di radio kepadaseluruhrakyat
Indonesia untuktetaptenang dan menghindarikekacauan.
Imbauaniniakandimengertisecaramendalam.” Kemudian pada 16 Oktober 1965,
presiden Soekarno mengangkatMayjenSoehartomenjadi Menteri
sekaligusPanglima Angkatan Darat di Istana Negara karenamendengarkan saran-

saran daribeberapapenasihatnya. Berikutkutipanamanatpresiden Soekarno yang
diberikankepadaSoeharto pada saatpelantikanberlangsung.
“…Saya
perintahkankepadaJenderal
Mayor
Soeharto,
sekarang
Angkatan
Daratpimpinannyasayaberikankepadamu, buatlah Angkatan Daratinisatu Angkatan
daripadaRepublik Indonesia, Angkatan BersenjatadaripadaRepublik Indonesia yang
samasekalimenjalankanPancaAzimatRevolusi, yang samasekaliberdiri di atasTrisakti,
yang samasekaliberdiri di atasNasakom, yang samasekaliberdiri di atasprinsipBerdikari,
yang samasekaliberdiriatasprinsipManipol-USDEK. Manipol-USDEK telahditentukan
oleh lembagakita yang tertinggisebagaihaluan negara Republik Indonesia…”
“….Dan oleh karenaManipol-USDEK iniadalahhaluandaripada negara Republik
Indonesia, makadiaharusdijunjungtinggi, dijalankan, dipupuk oleh semuakita. Oleh
Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara.
Hanyajikalaukitaberdiribenar-benar
di
atasPancaAzimatini,
kitasemuanya,
makabarulahrevousikitabisajaya. Soeharto, sebagaipanglima Angkatan Darat, dan sebagai
Menteri
dalamkabinetku,
sayaperintahkanengkau,
kerjakanapa
yang
kuperintahkankepadamudengansebaik-baiknya. Saya doakanTuhanselalubesertakita dan
besertaengkau!…”
AdanyaPembantaian pada Anggota PKI
Selepasinsiden 30 September 1965 yang menganggapbahwaadanyapembantaianterhadap
para
perwiratinggi
AD
merupakanperbuatan
PK.
Makaseluruhanggotabaikpendukungmaupungerakan lain yang berada di bawahnaungan
PKI
kemudiandimasukkankeseltahananuntukdisiksasertadiintrogasisetelahnyadibunuh.
Banyak pembunuhanterjadi di wilayah Jawa Tengah pada bulanOktober, Jawa Timur di
bulan November serta di Bali pada bulanDesember.
Surat PerintahSebelasMaret (Supersemar)
Pada 11 Maret 1966 atausekitar lima bulansetelahadanyainsidentersebut, presiden
Soekarno
memberimandatkepadaSoeharto
yang
pada
saattersebutmenjabatsebagaiPanglimaKomandoOperasiKeamanan
dan
Ketertiban
(Pangkopkamtib)
yaknimelaluisebuah
Surat
PerintahSebelasMaret.
Surat
perintahtersebutmerupakankekuasaan yang tidakterbatas yang diberikan oleh presiden
Soekarno
demi
menentukan
“langkah-langkah
yang
sesuai”
demi
memulihkankeadaansupayakembalitenangserta
demi
kepentinganpribadisertawibawapresiden Soekarno.
Kekuatan
yang
diberikankepadaSoehartotersebutlantasdigunakanuntukmembuatsebuahkeputusan,
yaknibahwa PKI terlarangberadamaupuntumbuh di wilayah Indonesia. Pemimpin PKI
terusmemberikanhimbauankepada para pendukungnyauntukmengikutisetiapkewenangan
yang
diberlakukan
oleh
Soekarno-Soeharto.
Aiditsebagaipemimpin
PKI
kemudiantertangkap dan dibunuh oleh TNI dalamupayapelariannya pada 24 November
1966.
Dan
karenamengingatjasa-jasapresiden
Soekarno

makanbeliautetapdipertahankannamunhanyasebagai presidentitulerdiktaturmiliter
hinggaMaret 1967.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Karena adanya insiden pembantaian pada 30 September, maka pada hari tersebut
kemudian hari ditetapkan serta diperingati sebagai sebuah Hari Gerakan 30
September (G-30-S/PKI), Gestapu (Gerakan September tiga puluh). Kemudian
pada hari berikutnya, yakni pada 1 Oktober ditetapkan sert diperingati sebagai
Hari Kesaktian Pancasila. Hari dimanabahwa Pancasila memiliki kesaktian yang
takdapat di gantikan oleh pahamapapun.

BAB 3
PENUTUPAN
A.Kesimpulan
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua
kata dari Sanskerta : Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara
bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah
Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar
1945. Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang
berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun
1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.Beberapa poin
pentingnya lainya:
1. Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan sebagai Dasar
Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.
2. Suatu bangsa tidak akan berdiri kokoh tanpa Dasar Negara yang
kuat.Dengan Dasar Negara suatu bangsa tidak akan terombang-ambingkan
dalam menghadapi berbagai permasalahan baik dari dalam maupun luar.
3. Fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa: yang dijadikan
pedoman hidup bagi bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir
batin dalam masyarakat yang beraneka ragam.
4. Fungsi Pancasila sebagai Sumber dari segala sumber tertib hukum: segala
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus
bersumber kepada Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.
Norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia
B.Saran
Warganegara Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di
negara Indonesia Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih
meyakini atau mempercayai, menghormati, menghargai menjaga, memahami dan
melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya
dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara
Indonesia. Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini dapat diatasi dan lebih
memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia ini.

Berdasarkan pembahasan di atas dan simpulan yang telah di kemukakan
sebelumnya, pada bagian ini penulis mengemukakan beberapa saran sebagai
berikut:
1. Bangsa Indonesia harus memantapkan kesetiaannya kepada Pancasila
dengan cara menghayati dan mengamalkannya dalam segala bidang
kehidupannya.
2. Sila- sila yang terkandung di dalam Pancasila hendaknya tidak dirubah,
baik itu secara isi,kedudukan maupun fungsinya.
3. Bangsa Indonesia harus bangga mempunyai Dasar Negara Pancasila dan
harus menjaga keutuhan Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA
Sumber : https://www.romadecade.org/sejarah-pancasila/#!
Sumber : http://materi4belajar.blogspot.com/2018/05/sejarah-organisasi-budi-utomolengkap.html

Sumber : https://salamadian.com/isi-teks-sumpah-pemuda/
Sumber : https://www.romadecade.org/sejarah-pancasila/#!
Sumber:
https://guruppkn.com/sejarah-hari-kesaktian-pancasila
https://id.wikipedia.org/wiki/Panitia_Persiapan_KemerdekaanIndonesia

Judul: Makalah Pancasila

Oleh: Aldri Wijaya


Ikuti kami