Jawaban Man Keuangan

Oleh Torang Rambe

247,4 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Man Keuangan

Tindakan Yang Harus Dilakukan Perusahaan Saat Merugi Dalam Jangka Panjang Ada suatu ketika perusahaan akan mengalami kerugian dalam pelaksanaan operasinya, hal tersebut ialah sangat lazim di dalam dunia bisnis dan usaha. Maka sudah seharusnya suatu perusahaan dapat mengantisipasi kerugian yang akan dialami agar pengaruh kerugian terhadap perusahaan tidaklah terlalu parah. Penutupan perusahaan atau sering disebut dengan shut down, akan terjadi bilamana jumlah dari biaya variable produksi tidak lagi dapat tertutupi oleh pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang dan jasa. Dengan demikian apabila perusahaan terus melanjutkan kegiatan produksi barang dan jasanya, maka kerugian yang diterima akan jauh lebih besar dibandingkan apabila perusahaan tidak lagi melakukan kegiatan produksi. Kerugian dalam jangka pendek akan mempersulit kondisi suatu perusahaan, dimana perusahaan harus mengambil keputusan untuk tetap melakukan kegiatan produksi atau menghentikan produksi untuk sementara waktu karena adanya biaya tetap yang harus dibayarkan meskipun produksi dihentikan. Adapun jika kerugian terjadi untuk jangka waktu yang panjang, maka perusahaan akan dituntut untuk mengambil keputusan apakah akan menambah atau menbgurang jumlah produksinya, bahkan adanya kemungkinan untuk menutup perusahaan. Terjadinya shut down point apabila harga barang output (P) sama dengan biaya variable rata – rata (AVC). Bila perusahaan tersebut tetap melanjutkan produksi dan mampu menjual barang yang dihasilkan, maka yang terjadi adalah perusahaan akan mengalami suatu kerugian sebesar biaya tetapnya, sama halnya apabila perusahaan tersebut tidak lagi berproduksi. Namun, apabila suatu perusahaan memiliki harga output (P) yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya variable rata – ratanya, maka sebaiknya perusahaan menutup usahanya tersebut. Karena dengan menutup usahanya tersebut, perusahaan hanya akan merugi sebesar biaya tetapnya. Namun, apabila produksi tetap dilanjutkan maka kerugian akan sebesar hasil penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable atau sebesar selisih antara biaya rata – rata variable dengan harga outputnya. Jadi, keputusan akan ditutupnya suatu usaha akan sangat bergantung dari apakah besar penerimaan perusahaan dapat menutupi biaya variable. Jika penerimaan perusahaan bisa melampaui biaya variabel, maka laba operasi dapat menutup biaya tetap dan akan mengurangi kerugian. Akan tetapi, Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha - shut-down point) dari kurva biaya variabel rata-rata maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut: penerimaan total lebih kecil dari biaya variabel total, laba operasi menjadi negative, maka perusahaan akan tutup. Langkah-langkah yang harus diambil jika mengalami kegagalan, diantaranya : Sadari Anda telah gagal Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang mengalami kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa melakukan langkah perbaikan berikutnya. Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai datangnya kegagalan, antara lain hasil penilaian kinerja yang buruk, masalah dalam komunikasi antar departemen, arus kas yang terhambat, menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam kurun waktu tertentu. Evaluasi Segera Setelah kita menyadari bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang terjadi. Kegagalan bisa terjadi disebabkan faktor internal (dalam), misalnya ketrampilan dan pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang negatif, kurang komitmen dan kurang persiapan. Kesalahan bisa juga datang dari eksternal (luar), misalnya kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan perundang-undangan baru yang tidak mendukung, atau adanya teknologi baru yang belum kita manfaatkan. Sebagai seorang pengusaha yang baru saja memulai usaha, Anda perlu mengevaluasi kembali mengenai keputusan-keputusan yang berkaitan dengan strategi bisnis (yaitu mempertanyakan kembali kemana arah perusahaannya), dan bagaimana seharusnya perusahaan mengalokasi sumber daya dalam memasuki persaingan pasar yang begitu ketat. Sebab salah satu faktor keberhasilan bisnis tergantung pada sejauh mana kinerja visi dan misi perusahaan. Hasil evaluasi ini dapat digunakan dalam upaya untuk meyakini apakah bisnis Anda punya peluang untuk mencapai keberhasilan dalam menembus pasar persaingan yang sehat. Karena itu sebuah perusahaan harus bisa memahami bagaimana go to market (strategi menuju pasar). Cepat koreksi dan lakukan perubahan Hasil evaluasi tersebut perlu kita olah agar bisa digunakan untuk mempelajari dan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan serta perubahan yang perlu diciptakan untuk membantu kita bangkit dari kegagalan. Sesuai perkembangan zaman, kini telah banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi (TI) dalam mengubah cara kerja mendasar baik pada kegiatan produksi, koordinasi dan kegiatan manajemen. Kemajuan teknologi akan membantu perkembangan bisnis ke arah yang lebih maju lagi. Selain itu teknologi sangat berperan dalam mendorong suasana berkompetisi, serta mampu membuka peluang strategi bisnis baru terutama dalam menilai ulang visi, misi dan cara-cara kerja perusahaan. Teknologi juga dapat membantu melakukan pekerjaanpekerjaan secara lebih ekonomis untuk mengurangi biaya produksi. Selain mampu merancang strategi bisnis yang jelas, sebagai seorang pemimpin harus bisa mengikuti perubahan. Keberanian mengikuti ataupun melakukan perubahan itu terbentuk karena adanya "keyakinan" yang begitu kuat tertanam dalam diri mereka serta ditunjang oleh pengetahuan dan pengalaman mereka dalam mengatasi kegagalan. Lakukan konsolidasi Setelah tindakan koreksi dan perubahan telah disusun, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolodasi. Konsolidasi bisa dilakukan ke dalam maupun ke luar, dan dengan berbagai pihak (antara lain atasan, bawahan, rekan kerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman). Konsolidasi ini diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, serta menyusun strategi sukses. Perusahaan yang baik adalah yang mampu menciptakan tujuan hidup, jadi buka hanya mendirikan bisnis semata. Selain itu juga mampu membuat pekerjanya memiliki perasaan nyaman, sehingga termotivasi untuk mengejar target atau cita-cita perusahaan secara bersamasama. Karena itu perusahaan harus mampu mempersiapkan nilai-nilai yang menarik yang ditujukan bagi pelanggan dan juga bagi para pekerjanya. Pelanggan memainkan peranan yang sangat penting dalam pengembagan perusahaan. Perusahaan yang mampu mengetahui kebutuhankebutuhan pelanggan cenderung mampu mangantisipasi perubahan dalam upaya mencari tahu keinginan dan keluhan-keluhan pelanggan. Jadi, penting bagi Anda untuk mengelalo manajemen perusahaan secara objektif. Buat rencana baru yang lebih efektif Setelah konsolidasi dilakukan, maka perencanaan yang lebih matang pun bisa kita siapkan. Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi setiap kendala, kesalahan, dan kegagalan mungkin kita alami, atau bahkan yang harus kita ciptakan untuk kita jadikam batu loncatan guna meraih sukses. Sebagai langkah awal mulailah Anda pikirkan baik-baik tujuan dan sasaran bisnis Anda. Menjadi perusahaan yang menguntungkan pun belum cukup, karena sebuah bisnis yang dibangun itu juga harus tumbuh. Untuk mencapai pertumbuhan ada baiknya Anda menetapkan strategi-strategi atau target dalam upaya pencapaian pendapatan. Setelah perusahaan Anda mampu menjelaskan tujuan serta strategi bisnis, Anda harus bisa mengembangkan sasaran-sasaran yang lebih spesifik bagi pengembangan usaha secara lebih terfokus. Jadi penting bagi perusahaan Anda untuk melakukan proses-proses perencanaan, implementasi serta pengawasan dengan system yang baik untuk tercapai atau tidaknya sasaran bisnis usaha Anda! Cepat bertindak Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan. Perencanaan tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah semuanya disusun dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakannya, yaitu melakukan tindakan, setelah itu barulah kita bisa memetik hasilnya. Melalui sikap mental yang kuat dan tangguh dalam menghadapi kegagalan melahirkan energi mereka untuk berani mengambil keputusan, Dengan kepemimpinan tersebut, visi, misi, strategi perusahaan dan nilai-nilai budaya perusahaan akan dapat direalisasikan dengan baik. Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa kita memetik manfaat dari kegagalan dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meraih sukses Akuntansi Untuk Transaksi Kas PENGANTAR AKUNTANSI 2 Dosen : Dr. Syamsu Alam, SE., M.Si., Ak. MODUL 2 AKUNTANSIUNTUK TRANSAKSI KAS FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2013 MODUL 2 AKUNTANSI TRANSAKSI KAS A. PENGENDALIAN INTERNAL Tanggung jawab dari seorang manajer bisnis adalah untuk menjaga agar operasinya tetap terkendali. Pemilik dan manajer puncak menentukan tujuan dari perusahaan, manajer yang memimpin perusahaan dan pekerja yang melaksana- kan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer yang baik harus dapat menentukan kemana arah organisasi dalam beberapa tahun mendatang. Akan tetapi, kecuali mereka dapat mengendalikan operasinya sekarang, mereka mungkin tidak akan bertahan lama untuk membuat rencana-rencana tersebut menjadi kenyataan. Manajer bertanggung jawab terhadap pengawasan dari bisnis mereka. Pengendalian internal adalah suatu rencana organisasional dan semua tindakan yang dilakukan perusahaan untuk: 1. Mengamankan aktiva 2. Mendorong diikutinya kebijakan perusahaan 3. Mendorong efisiensi operasional 4. Menjamin ketepatan dan dapat dipercayainya catatan-catatan akuntansi Pengendalian internal merupakan prioritas dari manajemen, dan bukan hanya merupakan bagian dari sistem akuntansi saja. Dengan demikian tanggung jawab dari pengendalian internal tidak hanya berada pada akuntan tetapi juga pada manajer. Sistem pengendalian internal dari suatu perusahaan akan sama efektifnya dengan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi. Misalkan manajer puncak yang mengharapkan para pekerjanya untuk berlaku etis, manajer tersebut harus menunjukkan tingkah laku yang etis pula. Laporan Pertanggungjawaban Manajemen Manajemen PT Putraindo, meliputi para eksekutif perusahaan, manajer-manajer ini bertanggungjawab atas kewajaran dan ketepatan dari laporan keuangan kami............... Laporan tersebut dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Manajemen telah membuat suatu sistem pengendalian intern yang memberikan jaminan bahwa, dalam segala hal yang material, aktiva-aktiva diperlihara dan diperhitungkan sesuai dengan kewenangan manajemen, dan transaksi-transaksi dicatat secara tepat/akurat di dalam buku-buku kami. Pengendalian internal kami memberikan pembagian tugas dan kewajiban/ pertanggungjawaban yang tepat, dan tersedianya kebijakan-kebijakan yang didokumentasikan mengenai penggunaan aktiva-aktiva perusahaan dan pelaporan keuangan yang tepat. Yaitu adalah ......kebijakan-kebijakan ini menurut suatu pelaksanaan yang etis dari semua karyawan. Kami melakukan pula suatu program pengauditan/pemeriksaan yang ketat yang secara independen mengevaluasi kecukupan dan keefektifan dari pengendalian internal. Para auditor yang independen, auditor intern, dan controller memiliki kebebasan penuh untuk menemui/bertemu dengan Komite Audit perusahaan setiap saat. .........., Sebuah kantor akuntan publik yang independen, digunakan untuk melakukaan pengauditan terhadap laporan keuangan gabungan. Ketua Dewan Direksi & CEO (Chief Executive Officer) Wakil Ketua Dewan Direksi . CFAO (Chief Financial and Administration Officer) Pengendalian internal akan menjadi efektif bila semua pegawai dalam setiap tingkat organisasi menerapkan sasaran dan tujuan organisasi. Manajemen puncak sebaiknya mengkomunikasikan sasaran perusahaan kepada para pekerjanya. Mantan presiden dari Chrysler Corporation, Lee Iacoca, menerap- kan tujuan manajemen kepada para pekerja Chrysler dengan cara keluar dari kamar kerjanya dan menghabiskan sebagian besar dari waktunya dengan buruh pabriknya (perusahaan Jepang merupakan pelopor dari manajemen partisipatif ini). Hasilnya, tingkat kerusakan turun secara drastis dan produk yang dihasilkan Chrysler menjadi lebih kompetitif. Penjualan mobil dan truk yang dilakukan meningkat 14 persen per tahun. Sekarang mari kita membahas secara lebih rinci bagaimana perusahaan untuk mencapai sasaran dari sistem pengendalian internal yang efektif. B. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF Baik perusahaan besar seperti PTBogasari maupun departemen store, mempunyai sistem pengendalian internal yang efektif jika memiliki karakteristik berikut. Personalia yang Kompeten, dapat Dipercaya, Beretika Para pegawai harus mampu dan dapat dipercaya. Untuk mendapatkan pegawai yang kompeten, perusahaan dapat memberikan gaji yang tinggi, mem- berikan pelatihan agar mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik, dan mengawasi pekerjaan mereka. Perusahaan dapat pula menambah fleksibilitas dalam penempatan karyawannya dengan cara melakukan rotasi dalam berbagai tugas. Jika seorang pegawai cuti atau sakit, pegawai yang lain dapat langsung menggantikan tugasnya. Melakukan rotasi pegawai dalam berbagai tugas juga dapat meningkatkan kepercayaan. Seorang pegawai akan sangat jarang mengalihkan tugasnya kepada orang lain jika ia menyadari bahwa mungkin saja kelalaian yang dilakukannya dapat diketahui oleh pegawai lain yang menggantikannya. Dengan alasan itu pula, perusahaan menghendaki pegawai mengambil cuti tahunan, dengan harapan pegawai yang menggantikan posisi tersebut dapat menyingkapkan kesalahan-kesalahan yang terjadi. Tugas Pertanggungjawaban Dalam suatu perusahaan yang mempunyai sistem pengendalian internal yang efektif, tidak ada satupun tugas yang terlewatkan. Tiap pegawai mem- punyai tanggung jawab tertentu. Perhatikan bahwa perusahaan tersebut mem- punyai seorang Wakil Presdir bidang Keuangan dan Akuntansi. Dua orang pegawai, yaitu treasurer dan controllermelapor kepada Wakil Presiden tersebut. Treasurer bertanggung jawab atas manajemen kas. Controller melakukan tugas-tugas akuntansi. Controller dapat bertanggung jawab atas persetujuan bagi faktur-faktur pembayaran, dan treasurer yang menandatangani cek tersebut. Di bawah Controller, ada seorang akuntan yang mengerjakan pajak pertambahan nilai dan ada akuntan lain yang mengerjakan pajak penghasilan. Secara keseluruhan, semua tugas telah didefinisikan dengan jelas dan ditugaskan kepada masing-masing indjvidu yang bertanggung jawab untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Pemberian Kuasa yang Tepat Suatu organisasi biasanya mempunyai aturan tertulis yang memuat pro - sedur pengesahan. Setiap penyimpangan dari kebijakan standar membu - tuhkan pemberian kuasa yang tepat. Misalnya manajer atau asisten manajer toko eceran harus memberikan persetujuan untuk cek pelanggan yang melebihi jumlah tertentu yang telah ditetapkan. Pembagian Tugas Manajemen yang cerdas akan membagi pertanggungjawaban atas trans - aksi pada satu atau beberapa orang atau departemen. Pembagian tugas akan membatasi kemungkinan terjadinya kesalahan dan juga memberikan ketepat- an catatan akuntansi. Komponen penting dari sistem pengendalian internal ini dapat dibagi menjadi empat bagian. 1. Pemisahan antara tugas operasional dengan akuntansi. Keseluruhanfungsi akuntansi harus benar-benar dipisahkan dari tugas operasional sehingga dapat memberikan catatan-catatan yang objektif. Misalnya pengawas produk,bukan operator mesin, harus menghitung unit-unit barang yang diproduksi olehsuatu proses manufaktur. Akuntan, bukan petugas penjual - an, harus menyimpancatatan-catatan persediaan. 2. Pemisahan antara penanggung jawab aktiva dengan akuntansi. Untukmengu- rangi godaan dan kesalahan, akuntan tidak boleh menangani uang kas,dan kasir tidak boleh memeriksa catatan akuntansi. Jika seorang pegawai menangani masalah kas dan tugas akuntansi, maka orang ini dapat mencuri uangkas dan menyembunyikan pencurian tersebut dengan membuat ayat jurnal palsudalam bukunya. Treasurer bertanggung jawabatas kas dan controller yang menghitung uang kas. Tidak ada satu orangpun yangmempunyai tanggung jawab secara keseluruhan terhadap kedua hal itu. Para pegawai gudang yang menangani persediaan tidak boleh mena- ngani tugas akuntansi. Jika mereka diperbolehkan menghitung persediaan, maka mereka dapat mencurinya dan mencatatnya sebagai barang yang rusak atau usang. Di dalam system akuntansi yang terkomputerisasi, seorang yang bertanggungjawabatas aktiva tidak boleh membuat program komputer. Begitu pula, seorang programmer tidak boleh memiliki akses ke aktiva perusahaan, seperti kas. 3. Pemisahan antara pemberian kuasa atas transaksi dengan penanggungjawab aktiva yang bersangkutan. Jika mungkin, orang yang memberi kuasa atastransaksi tidak boleh menangani aktiva yang berkaitan. Misalnya, pegawai yangsama tidak boleh memberikan kuasa atas pembayaran faktur pemasok dan jugamenandatangani cek untuk melunasi tagihan tersebut. Jika ia diberi kedua tugastersebut, maka ia akan memberikan kuasa pembayaran bagi dirinya sendiri dankemudian menandatangani cek untuk melunasi tagihan tersebut. Denganmemisahkan tugas tersebut, maka hanya tagihan yang sah yang dapat dibayar. Contoh lain, seseorang yang menangani penerimaan kas tidak boleh mempunyai wewenang untuk menghapuskan piutang (Perusahaan yang me- lakukan penjualan dengan kredit dapat menyatakan bahwa piutang tertentu tidak dapat ditagih lagi). Di antara piutang perusahaan yang ada di dalam buku besar pembantu ada nilai sisa akhir bagi Nina Sutopo sebesar Rp 500.000. Suratman dapat menyatakan bahwa piutang Nina Sutopo tidak dapat ditagih, dan perusaha- an mungkin harus menghentikan penagihan kepadanya. Jika Nina Sutopo mengirimkan sebuah cek sebesar Rp 500.000 untuk menutup sisa hutangnya, maka Suratman akan segera menandatangani dan menyimpan uang tersebut bagi dirinya sendiri. Nina Sutopo tentu saja tidak mengenali pegawai di perusahaan tersebut yang menerima cek, sehingga kejahatan Suratman tetap tidak diketahui. Pencurian ini dapat dicegah dengan membatasi Suratman untuk tidak menangani penerimaan kas atau tidak memberikan kuasa untuk menetapkan suatu piutang menjadi tidak tertagih. 4. Pemisahan tugas kewajiban di dalam fungsi akuntansi. Pelaksanaan tiaptahap- an akuntansi secara independen akan memperkecil kesalahan dan kesempatan untuk melakukan kejahatan. Misalnya akuntan yang berbeda akanbertanggung jawab atas pencatatan penerimaan kas dan pengeluaran kas. Pegawaiyang memproses hutang dan permintaan cek tidak boleh melakukan prosespemberian persetujuan. Audit Internal dan Eksternal Akan sangat tidak ekonomis bagi para auditor untuk memeriksa seluruh transaksi dalam suatu periode, sehingga mereka harus bergantung pada sistem akuntansi untuk menghasilkan catatan yang akurat. Untuk menguji tingkat kepercayaan dari sistem akuntansi perusahaan, para auditor akan mengevaluasi sistem pengendalian internalnya. Para auditor akan menemukan kelemahan dalam sistem tersebut dan menyarankan perbaikan. Para auditor akan memberikan objektivitas di dalam laporannya, sedangkan para manajer yang berkecimpung dalam operasi perusahaan mungkin tidak akan melihat kelemahan ini. Audit dapat dilakukan secara internal atau eksternal. Dalam beberapa organisasi, auditor intern langsung melapor kepada Wakil Direktur. Sepanjang tahun mereka akan mengaudit beberapa segmen dari organisasi. Para auditor ekstern sepenuhnya berada di luar perusahaan. Mereka bekerja pada Kantor Akuntan Publik dan akan disewa oleh perusahaan sebagai orang luar yang mengaudit perusahaan secara keseluruhan. Kedua kelompok auditor tersebut saling berdiri sendiri dari operasi perusahaan yang diperiksanya, dan tinjauan mereka terhadap pengendalian internal seringkali sama. Seorang auditor dapat menemukan bahwa seorang pegawai yang menangani kas juga menangani tugas akuntansi. Auditor juga dapat mengetahui bahwa kekurangan kas terjadi karena kurangnya usaha dalam menagih piutang. Rekomendasi auditor akan sangat membantu perusahaan menjalankan usaha- nya dengan lancar dan ekonomis. Dokumen dan Catatan Dokumen dan catatan sangat beragam, mulai dari dokumen sumber seperti faktur penjualan dan order pembelian hingga jumal khusus dan buku besar pembantu. Dokumen tersebut harus diberi nomor. Hilangnya urutan pada nomor tersebut akan menunjukkan adanya dokumen yang hilang. Pemberian nomor pada bukti penerimaan kas dari penjualan akan mengurangi pencurian oleh kasir, karena salinan yang disimpan oleh kasi, yang berisi jumlah penjualan, dapatdicocokkan denganjumlah yang benar-benar sudah diterima. Jika penerimaan tersebut tidak diberi nomor terlebih dahulu, maka kasir dapat menghancurkan salinan tersebut dan mengambil uang penjualan kas itu. Dalam sistem yang terkomputerisasi, catatan penjualan permanen akan disimpan secara elektronik pada saat transaksi selesai dilakukan. Elektronik dan Pengendalian Lainnya Perusahaan menggunakan alat-alat elektronik untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam melakukan pengawasan terhadap aktiva dan operasinya. Misalkan, perusahaan pengecer seperti Matahari mengawasi persediaan mereka dengan cara menempatkan sensor elektronik pada barang yang dijual. Pada saat barang tersebut terjual, kasir akan melepaskan sensor tersebut. Jika seseorang berusaha untuk membawa barang tersebut ke luar toko dengan tidak melepas sensor tersebut, maka alarm akan berbunyi. Menurut perusahaan yang memproduksi sensor elektronik, alat ini mengurangi kerugian yang terjadi akibat pencurian sampai sebesar 50 persen. Sistem akuntansi semakin tidak tergantung pada dokumen dan makin bergantung pada peralatan penyimpanan digital. Komputer akan menghasilkan pencatatan yang akurat dan meningkatkan efisiensi operasi, tetapi hal tersebut belum menjamin penjagaan yang efektif atas aktiva atau juga mendorong pekerjauntuk bertingkah laku sesuai dengan kebijakan perusahaan. Apa yang dilakukan komputer hanyalah memindahkan pengendalian internal kepada orangorang yang membuat program. Para pembuat program tersebut yang akan menjalankan rencana dari manajer dan akuntan. Semua pengendalian yang diterapkan oleh akuntan juga akan diterapkan pada pemrogram komputer tersebut. Perusahaan akan menyimpan uang dan dokumen penting lainnya seperti akte kepemilikan dalam suatu lemari yang tahan api. Mereka mempergunakan alarm untuk melindungi bangunan dan aktiva lain yang mereka miliki. Pengecer biasanya menerima uang secara tunai dari pelanggan. Untuk menjaga uang kas yang mereka terima, mereka mempergunakan point of sale terminal, yang berfungsi sebagai register kas dan alat untuk mencatat setiap transaksi yang dimasukkan ke dalam terminal tersebut. Beberapa kali sehari supervisor akan mengambil uang tunai tersebut dan akan menyetorkannya ke bank. Pekerja yang terkait dengan urusan kas ini berada pada posisi yang penuh godaan. Banyak perusahaan membelifidelitybonds terhadap kasir. Jenis obligasi ini merupakan suatu jenis asuransi yang akan mengganti kerugian perusahaan yang diakibatkan pencurian yang dilakukan oleh pegawai. Sebelum mengeluarkan fidelity bond, perusahaan asuransi akan menyelidiki latar belakang para pekerja untuk menjamin bahwa mereka memiliki perilaku yang etis. Setiap departemen yang berada di dalam suatu perusahaan dapat mengambil langkah-langkah sendiri untuk mengawasi aktiva dan pencatat - an akuntansi mereka. Misalkan perusahaan pengecer yang besar seperti Mata- hari. Bila sistem yang dimiliki Matahari dirancang secara baik, maka setiap departemen dapat menjamin bahwa setiap transaksi telah diproses dengan benar. Setiap departemen harus mempunyai catatan pengendalian atas total rupiah. Misalkan, bagian penjualan sepatu akan menyerahkan total penjualan sepatu secara kredit untuk diproses dengan komputer. Bagian penjualan sepatu tersebut mengharapkan agar hasil cetak komputer akan menunjukkan total penjualan yang sama dengan total catatan pengendalian yang telah dihitung sebelum dokumen-dokumen tersebut diberikan kepada operator komputer. Jumlah ini merupakan angka pengendalian. Departemen piutang bergantung kepada operator komputer untuk memindahbukukan secara benar transaksi yang terjadi ke dalam masing-masing akun pelanggan. Pemindahbukuan yang baik dapat dibuat dengan mem- beri nomor akun, sehingga angka terakhir merupakan fungsi matematis dari angka-angka sebelumnya (misalkan 1359, dimana 1 + 3 + 5 = 9). Kesalahan dalam memasukkan nomor akun pelanggan akan menyebabkan timbulnya "pesan salah" kepada penginput data, dan komputer tidak akan menerima nomor tersebut. Banyak perusahaan sekarang mempekerjakan auditor EDP (Electronic Data Processing) untuk menjamin keterkaitan pangkalan data komputer perusahaan. C. BATASAN PENGENDALIAN INTERNAL Kebanyakan ukuran pengendalian internal dapat diatasi. Sistem pengen- dalian internal yang telah dirancang untuk menemukan kesalahan yang telah dibuat oleh pegawai dapat dikacaukan oleh dua orang atau lebih pegawai yang berkolusi untuk menipu perusahaan. Perhatikanlah sebuah bioskop. Penjual tiket menerima uang kas dan pemeriksa tiket menyobek tiket sehingga tiket tersebut tidak dapat dipergunakan lagi dan menyimpan sebagian tiket yang telah disobeknya. Tetapi jika mereka bekerjasama dimana penjual tiket meng- ambil uang kas dari sepuluh orang pembeli dan pemeriksa tiket membolehkan pembeli masuk ke bioskop tanpa tiket. Siapa yang akan dapat menangkap mereka? Manajer dapat melakukan pengendalian tambahan dengan meng- hitung banyaknya orang di dalam bioskop dan mencocokkan jumlah tersebut dengan jumlah tumpukan tiket yang ada. Tetapi hal itu akan sangat menyita waktu. Jadi terlihat, semakin ketat suatu sistem pengendalian internal, makin mahal pula biayanya. Suatu sistem pengendalian internal yang sangat kompleks dapat menyulitkan. Efisiensi dan pengendalian tersebut tidak membantu dan malah akan menyusahkan. Makin rumit sistem tersebut, makin banyak menyita waktu dan uang. Seberapa ketatkah seharusnya suatu sistem pengendalian internal itu? Para manajer harus membuat penilaian yang cukup matang. Investasi dalam pengendalian internal harus dinilai dari sisi biaya dan manfaat. D. REKENING BANK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN Menyimpan kas di dalam rekening bank merupakan salah satu pengendali- an internal karena bank telah berpengalaman dalam mengamankan kas. Bank juga memberikan catatan terperinci mengenai transaksi kas kepada nasabah. Agardapat menarik manfaat yang sebesar-besarnya dari alat pengendalian ini, perusahaan harus menyimpan semua penerimaan kas di dalam rekening bank dan melakukan semua pembayaran melalui rekening itu (kecuali penge- luaran kas kecil, yang akan kita bahas kemudian). Kita sekarang akan membahas catatan dan dokumen perbankan. Bagi sebagian besar perusahaan, kas adalah aktiva yang sangat penting. Kas adalah alat tukar yang paling umum, dan sebagian besar dari transaksi pasti akan mempengaruhi kas. Tetapi kas merupakan aktiva yang paling mena- rik untuk dicuri. Konsekuensinya, pengendalian internal untuk kas lebih penting dibandingkan dengan aktiva lainnya. Kita tidak hanya mengartikan kas sebagai uang kertas dan uang logam saja, tetapi juga cek, "money order", dan uang yang disimpan di dalam rekening bank. Perangko tidak termasuk kas, tetapi termasuk perlengkapan, surat hutang IOU juga tidak merupakan kas, tetapi merupakan Hutang. Dokumen yang digunakan untuk mengendalikan suatu rekening bank adalah "signature card" (kartu tanda tangan), "deposit ticket" (formulir setoran), cek, rekening koran, dan rekonsiliasi bank. KARTU TANDA TANGAN Bank mengharuskan nasabah yang berhak me- lakukan transaksi melalui rekening bank untuk menandatangani kartu tanda tangan. Bank akan membandingkan tanda tangan pada dokumen dengan tanda tangan pada kartu tanda tangan untuk mencegah bank dan nasabah dari pemalsuan. FORMULIR SETORAN Bank menyediakan formulir standar sebagai formulir setoran. Nasabah mengisi jumlah rupiah dan tanggal setoran. Nasabah akan menerima (1) sebuah salinan duplikasi dari formulir setoran itu atau (2) sebuah tanda terima penyetoran, tergantung dari praktik bank masing-masing, sebagai tanda bukti transaksi. CEK Untuk menarik uang kas dari suatu rekening bank, nasabah harus menulis sebuah cek, yaitu suatu dokumen yang memerintahkan bank untuk membayar orang atau perusahaan yang ditunjuk sejumlah uang kas. Ada tiga pihak yang terlibat pada sebuah cek yaitu: pembuat cek, yang menandatangani cek; penerima uang, kepada siapa cek itu dibuat; dan bank yang mengeluarkan cek tersebut. Sebagian besar cek sudah diberi nomor dan sudah dicetak nama dan alamat dari si pembuat dan bank. Cek memuat tanggal, nama penerima uang, tanda tangan pembuat, dan jumlahnya. Nama bank dan nomor pengenal bank dan nomor rekening nasabah biasanya sudah dicetak dengan tinta magnetis agar dapat diproses dengan mesin. Cek tersebut mempunyai dua bagian yaitu, cek itu sendiri dan keterangan bagi penerima uang (remittance advice). Remittance advice ini bersifat opsional, yang menyatakan kepada penerima alasan dari pembayaran tersebut. Pembuat cek akan membuat salinan cek tersebut untuk pencatatan di dalam register cek (jurnal pengeluaran kas). Perhatikanlah bahwa pada cek tersebut ada dua tanda tangan sebagai pengendalian internal. REKENING KORAN Sebagian besar bank mengirimkan rekening korankepada nasabahnya. Rekening koran tersebut memperlihatkan nilai sisa awal dan akhir dari rekening koran pada periode tersebut, dan memuat daftar transaksi yang terjadi. Yang juga termasuk dalam rekening koran adalah cek yang dibatalkan oleh pembuatnya, yaitu cek yang telah dibayarkan oleh bank atas nama depositor. Rekening koran juga memuat jenis setoran lainnya dan perubahan yang terjadi pada rekening tersebut. Setoran ditampilkan secara kronologis dan cek dalam susunan logis, bersamaan dengan tanggal cek itu dicairkan oleh bank. Gambar 1. Rekening Koran Cheeking Account 136-213733 (Rekening Koran) PT Nusantara Niaga Jl. Nusantara 10 Jakarta 12015 Saldo Awal Total Setoran Total Penarikan Beban Pelayanan 6.556.120 4.352.640 4.963.000 14.250 Transaksi-transaksi Rekening Koran Saldo Akhir 5.931.510 Setoran-setoran: Setoran Setoran Setoran EFT - Penagihan Sewa Penagihan Bank Bunga Beban-beban: Beban Pelayanan Cek-cek: CEK Nomor Tgl 332 01-12 656 01-06 333 01-12 334 01-10 335 01-06 336 01-31 Tgl Jumlah 3.000.000 100.000 150.000 100.000 100.000 1.100.000 Beban Lain-lain NSF EFTAsuransi Pengambilan Pribadi 8 SISA Tgl 12-31 01-04 01-06 01-08 01-12 01-04 01-04 01-08 01-09 01-26 01-31 Jumlah 1.000.000 112.000 194.600 904.030 2.114.000 28.000 01-31 14.250 Sisa 6.556.120 7.616.120 7.416.120 7.610.720 4.360.720 Tgl 01-04 01-20 IKHTISAR BULANAN Saldo Minimum Rp 4.360.000 Tgl 01-17 01-20 01-26 01-31 Sisa 5.264.750 4.903.750 7.017.750 5.931.510 Jumlah 52.000 361.000 Saldo Rata-rata Rp 6.091.000 Gambar 1 adalah sebuah rekening koran. Dalam sebagian besar bank, nasa - bah akan menerima rekening koran pada minggu pertama, sebagian lagi pada minggu kedua bulan tersebut, dan seterusnya. Pemisahan ini akan mengurangi beban klerikal dari penyediaan rekening koran pada saat yang bersamaan. Sebagian besar perusahaan akan menerima rekening koran mereka setiap bulan. ELECTRONIC FUND TRANSFER Merupakan suatu sistem yang bergantung pada nadi elektronik - bukan dokumen kertas - untuk melakukan transfer kas. Semakin banyak perusahaan yang saat ini bergantung kepada EFT untuk transaksi kas yang sifatnya repetitif. Lebih murah bagi perusahaan untuk membayar pekerja dengan mempergunakan EFT (deposito langsung) dibandingkan dengan apabila perusahaan harus mengeluarkan beratus-ratus cek bagi pegawainya. Banyak orang melakukan pembayaran cicilan rumah, asuransi, sewa rumah, dengan mempergunakan EFT, dan tidak pernah menulis cek untuk pembayaran jenis-jenis tersebut. Rekening koran akan memperlihatkan penerimaan kas secara EFT dan pengeluaran kas dengan mempergunakan EFT, di samping transaksi cek dan beban pelayanan bank lainnya. Rekening koran bisa jadi merupakan satu-satunya bukti bagi nasabah mengenai transaksi tersebut. REKONSILIASI BANK Ada dua macam catatan tentang uang kas perusaha- an. Akun kas pada buku besar perusahaan itu sendiri dan laporan reke - ning koran bank, yang menyatakan tentang jumlah rupiah yang sesung- guhnya milik perusahaan itu pada bank. Nilai sisa pada akun Kas perusahaan jarang sekali sesuai dengan nilai sisa yang tampak dalam rekening koran bank. Buku dan rekening koran akan menunjukkan nilai yang berbeda, tetapi keduanya samasama benar. Perbedaan terjadi karena adanya perbedaan waktu pencatatan dari transaksi tertentu. Jika sebuah perusahaan menuliskan cek, maka ia akan langsung mengkredit akun Kas. Walaupun demikian, bank tidak akan mengurangkan nilai cek tersebut dari rekening koran perusahaan hingga cek tersebut sampai kepada bank untuk suatu pembayaran. Hal ini dapat memakan waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu jika si penerima uang menunda menguangkan cek tersebut. Begitu pula perusahaan akan mendebit Kas dan akan memakan waktu satu hari atau lebih bagi bank untuk menambahkan nilai itu ke dalam nilai sisa rekening perusahaan di bank. Pengendalian internal yang baik berarti dapat mengetahui darimana uang perusahaan berasal, bagaimana uang tersebut dikeluarkan dan berapa nilai sisa kas yang terakhir. Bagaimana cara agar akuntan dapat memiliki catatan yang tepat sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan manajemen dalam mengambil keputusan yang baik? Akuntan harus melaporkan jumlah kas yang tepat di dalam neraca. Untuk dapat menjamin ketepatan tersebut, akuntan akan menjelaskan sebab-sebab perbedaan antara catatan perusahaan dengan rekening koran pada suatu tanggal tertentu. Proses ini disebut sebagai rekonsiliasi bank. Setelah dilakukan dengan benar, rekonsiliasi bank tersebut akan dapat menjamin bahwa semua transaksi kas telah diperhitungkan dan catatan di bank dan di buku sudah benar. Hal-hal yang biasanya menyebabkan perbedaan antara nilai sisa di bank dengan nilai sisa buku adalah: 1. Hal-hal yang sudah dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank: a. Setoran dalam perjalanan (outstanding deposit). Perusahaan telahmencatat setoran ini tetapi bank belum mencatatnya. b. Cek dalam peredaran. Cek ini sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan dicatat dalam buku perusahaan tetapi belum dibayarkan oleh bank. 2. Hal-hal yang telah dicatat oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan: a. Inkaso. Bank kadang-kadang menerima uang untuk kepentingan nasabah.Banyak per- usahaan yang mempunyai pelanggan yang langsung membayarke rekening perusahaan di bank. Praktik ini disebut juga "lock-box system" akan mengurangi kemungkinan pencurian dan juga membuatperputaran b. c. d. e. f. g. kas perusahaan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan jikakas itu harus ditagih dahulu baru disetorkan oleh pegawai perusahaan. Satu contoh adalah penagihan uang kas oleh bank atas wesel tagih danpendapatan bunganya untuk nasabah. Bank akan memberitahukan kepadanasabah mengenai penagihan yang dilakukannya ini di dalam rekeningkoran. Elektronic Fund Transfer. Bank dapat saja menerima atau membayar kasatas nama nasabah. Rekening koran akan memperlihatkan transaksi EFTini yang nantinya dapat dipergunakan oleh nasabah untuk mencatattransaksi tersebut. Beban pelayanan. Jumlah ini adalah biaya bagi bank untuk mengolahtransaksi nasabah. Bank biasanya mendasarkan besarnya beban pelayananini pada nilai sisa dalam rekening koran. Nasabah akan mengetahuibesarnya beban pelayanan ini dari rekening koran. Pendapatan bunga atas rekening checking. Banyak bank membayar bungakepada nasabah yang memiliki nilai sisa yang cukup banyak di dalamrekeningnya. Hal ini umumnya terjadi untuk rekening checking perusahaan.Bank akan memberitahukan nasabah mengenai bunga ini di dalam rekeningkoran. Cek kosong yang diterima dari pelanggan. Untuk dapat memahamipenanganan cek kosong ini, anda harus mengerti terlebih dahulu mengenaiperjalanan panjang yang dilalui oleh sebuah cek. Pembuat cek menuliskansebuah cek, mengkredit kas untuk mencatat pengeluaran tersebut di dalambukunya, dan memberikan cek itu kepada penerima uang. Dalammenerima cek tersebut, si penerima mendebit kas di dalam bukunya danmenyetorkan cek itu ke bank. Bank si penerima uang akan langsungmenambahkan jumlah penerimaan tersebut ke dalam nilai sisa bank sipenerima dengan asumsi bahwa cek tersebut masih berlaku. Cek itukemudian dikembalikan ke bank pembuat cek, yang kemudian akanmengurangi jumlah pada cek itu dari nilai sisa bank si pembuat. Jika nilaisisa bank si pembuat tidak mencukupi untuk membayar cek tersebut, makabank si pembuat akan menolak membayarkan cek itu, membalik kembalicatatan pengurangnya, dan mengirimkan suatu catatan tentang cek kosongkepada bank si penerima uang. Bank si penerima akan mengurangkankembali jumlah penerimaan dari nilai sisa bank milik si penerima danmemberitahukan si penerima mengenai tindakannya ini. Proses ini memakan waktu tiga hingga tujuh hari. Perusahaan akan mengetahui tentang cek kosong ini melalui rekening koran, yang akan menuliskan cek kosong ini sebagai suatu beban, seperti tampak pada bagian bawah dari Gambar 1 (ditandai dengan NSF /Not Sufficient Fund). Cek yang ditagih, disetorkan, dan dikembalikan kepada di penerima olehbank karena sebab-sebab lain selain cek kosong. Bank akan mengembalikancek kepada si penerima jika (1) rekening nasabah pembuat cek sudahditutup (2) tanggal yang sudah kadaluarsa (3) tanda tangan tidak sah (4)cek sudah diganti (5) formulir cek itu sudah tidak memenuhi syarat.Akuntansi untuk semua cek yang dikembalikan ini sama dengan cek kosong. Biaya pencetakan cek. Biaya ini akan dibebankan dalam rekening koran perusahaan dan sifatnya seperti beban pelayanan bank yang lain. 3. Kesalahan baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun bank. Misalnya bank secara tidak sengaja mengurangi atau membebankan pada nilai sisa rekening perusahaan AA, atas sebuah cek yang dibuat oleh perusahaan lain, misalnya perusahaan AAA. Kesalahan penghitungan ini sangat jarang terjadi dengan makin meluasnya penggunaan komputer. Walaupun demikian semua kesalahan haruslah diperbaiki, dan perbaikan ini merupakan bagian dari rekonsiliasi bank. Langkah-langkah dalam Membuat Rekonsiliasi Bank Langkah-langkah dalam membuat Rekonsiliasi Bank adalah: 1. Dimulai dengan dua nilai, nilai sisa yang ada di dalam rekening koran (nilaisisa menurut bank) dan nilai sisa di dalam akun perusahaan (nilai sisa menurut buku) seperti tampak pada Gambar 2, Panel B. Kedua nilai ini akan berbedakarena adanya perbedaan waktu seperti telah kita bahas sebelumnya. Gambar 2. Rekonsiliasi bank PANEL A - Item-item Rekonsiliasi Setoran dalam perjalanan Rp 1.591.630 Kesalahan Bank, menambah Rp 100.000 ke rekening bank perusahaan Cek-cek dalam peredaran: No. 337- Rp 286.000, No. 338 - Rp 319.470; No. 339 – Rp 831.000; No. 340 - Rp 203.140; No. 341 - Rp 458.530 10. Pendapatan sewa secara EFT Rp 904.030 Penagihan eleh Bank Rp 2.114.000 termasuk pendapatan bunga Rp 214.000. Bunga yang dihasilkan dari rekening bank Rp 28.010 Kesalahan pada buku; menambahkan Rp 360.000 ke nilai sisa bank Beban pelayanan bank Rp 14.250 Cek kosong dari Rosita Lubis Rp 52.000 Pembayaran asuransi secara EFT Rp 361.000 PANEL B - Rekonsiliasi Bank Bank: Nilai sisa, 31 Januari................ Rp 5.931.510 Buku: Nilai sisa, 31 Januari......................... 3.294.210 Rp Ditambah: 1. Setoran tanggal 30 Jan. dalam perjalanan............... Rp 1.591.6301. 2. Koreksi terhadap kesalahan Bank. Cek salah dibebankan 2. pada rekening Koran perusahaan....................... Rp 100.000 Rp 7.623.140 3. Ditambah: Penerimaan EFT dari Pendapatan sewa....................... Rp 904.030 Penagihan oleh Bank atas wesel tagih, termasuk pendapatan bunga Rp 214.000.....Rp 2.114.000 Pendapatan bunga yang dihasilkan oleh rekening bank.................................................. Rp 28.010 4. Koreksi terhadap kesalahan buku-kelebihan jumlah dari cek No. 333.................................... Rp 360.000 3. Dikurangi cek-cek dalam peredaran: No. 337 Rp 286.000 No. 338 319.470 Dikurangi: No. 339 83.000 8. Beban pelayanan Rp14.250 No. 340 203.140 52.000 No. 341 458.530 (Rp1.350.140)9. Cek kosong....... 10. Pemb. asuransi.. 361.000 Nilai sisa bank yang disesuaikan 6.273.000 Rp (Rp 427.250) Nilai sisa buku yang disesuaikan Rp 6.273.000 2. Tambahkan pada, atau kurangkan dari nilai sisa bank hal-hal yang munculpada buku tetapi belum tampak pada rekening koran: a. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada nilai sisa bank. Setoran dalamperjalanan ini dapat diketahui dengan membandingkan setoran yangtercatat pada rekening koran dengan daftar yang ada pada penerimaankas perusahaan. Hal ini akan terlihat seperti penerimaan kas pada bukutetapi tidak sebagai setoran pada rekening koran. Sebagai alat pengendalian, harus diyakinkan pula bahwa seluruh setoran dalamperjalanan di bulan yang lalu juga sudah dimasukkan dalam rekening koran bulan berjalan. Jika belum dimasukkan, maka setoran tersebut akan hilang. b. Kurangkan cek dalam peredaran dari nilai sisa bank. Cek dalam peredaranini dapat diketahui dengan membandingkan cek yang dibatalkan dandikembalikan lagi bersama dengan rekening koran kepada perusahaandengan daftar cek menurut perusahaan di dalam jurnal pengeluaran kas.Hal ini akan terlihat sebagai pem- bayaran di dalam buku tetapi bukansebagai cek yang telah dibayarkan oleh bank di dalam rekening koran.Perbandingan ini juga membuktikan bahwa semua cek yang dibayarkanoleh bank adalah cek perusahaan yang sah dan telah dicatat dengan benar oleh bank dan oleh perusahaan. Cek dalam peredaran biasanya merupakanhal yang paling banyak terjadi di dalam rekonsiliasi bank. 3. Tambahkan pada atau kurangkan dari nilai sisa buku hal-hal yang tampak pada rekening koran tetapi belum muncul pada buku perusahaan: a. Tambahkan pada nilai sisa buku (a) penagihan oleh bank dan (b) setiap pen- dapatan bunga yang diterima dari uang yang ada di bank. Hal ini dapat di- ketahui dengan membandingkan daftar setoran yang ada di dalamrekening koran dengan daftar penerimaan kas perusahaan. Hal ini akantampak sebagai pene- rimaan kas di dalam rekening koran tetapi belum tampak pada buku. b. Kurangkan dari nilai sisa buku (a) beban pelayanan (b) beban pencetakan cek dan (c) beban bank lainnya (misalnya, beban atas cek kosong dan cekyang kadalu- warsa). Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan bebanlain-lain yang tercatat dalam rekening koran dengan catatan pengeluarankas di dalam buku perusahaan. Hal ini akan tampak sebagai pengurangan dalam rekening koran tetapi bukan sebagai pembayaran kas pada buku. 4. Menghitung nilai sisa bank yang telah disesuaikan dan nilai sisa buku yang disesuaikan. Kedua nilai sisa yang telah disesuaikan ini harus sama besar. 5. Membuat jurnal dari setiap hal di nomor 3, yaitu setiap hal yang tampak pada bagian buku dari rekonsiliasi bank tersebut. Hal-hal ini harus dicatat dalambuku perusahaan karena akan mempengaruhi kas. 6. Memperbaiki semua kesalahan pada buku dan memberitahukan bank mengenaisetiap kesalahan yang telah dibuatnya. Mencatat Ayat-ayat Jurnal dari Rekonsiliasi Rekonsiliasi bank tidak langsung mempengaruhi jurnal atau buku besar. Seperti halnya neraca lajur, rekonsiliasi bank adalah peralatan bagi akuntan, terpisah dari buku perusahaan. Rekonsiliasi bank berperan sebagai alat pengendalian dengan memberikan tanda bagi perusahaan untuk mencatat transaksi rekonsiliasi untuk di bagian buku, karena perusahaan belum mencatat transaksi tersebut. Misalnya, bank telah menagih wesel tagih untuk kepentingan perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan kas. Pada kenyataannya, perusa- haan mengetahui adanya penerimaan kas setelah menerima rekening koran. Berdasarkan rekonsiliasi dalam Gambar 2, Perusahaan Buana membuat ayat-ayat jurnal ini. Beri tanggal 31 Januari untuk memperbaharui akun Kas sesuai dengan nilai sisa yang benar pada tanggal tersebut: Jan 31 Kas Pendapatan Sewa Penerimaan dari sewa bulanan. 31 Kas Wesel tagih1.900.000 Pendapatan bunga Wesel tagih yang diterima oleh bank. 904.030 904.030 2.114.000 214.000 31 Kas Pendapatan bunga Bunga yang didapat dari nilai sisa rekening di bank 28.010 31 Kas Hutang - Perusahaan Coklat Mengoreksi register cek no. 333 360.000 28.010 360.000 31 Beban Iain-lain Kas 14.250 Beban pelayanan bank. 14.250 31 Piutang - Rosita Lubis Kas 52.000 Pengembalian cek kosong oleh bank. 52.000 31 Beban Asuransi Kas 361.000 Pembayaran asuransi bulanan. 361.000 Catatan: Beban lain-lain didebit untuk mencatat beban pelayanan bank karena beban pelayanan tidak termasuk kategori eban tertentu. Ayat-ayat jurnal ini akan memperbaharui buku perusahaan. Ayat jurnal untuk cek kosong memerlukan penjelasan. Setelah mengetahui bahwa cek dari Rosita Lubis sebesar Rp 52.000 tidak berlaku, maka perusahaan akan mengkredit Kas untuk memperbaharui akun Kas. Karena perusahaan masih mempunyai hutang dari Rosita Lubis, maka perusahaan akan mendebit Piutang Rosita Lubis dan akan menagihnya kembali. ILUSTRASI SOAL Akun kas milik perusahaan Bima Jaya pada tanggal 28 Februari 2013 adalah abagai berikut: Juni 3 400.000 123.100.000 191.100.000 25500.000 27. 900.000 Kas Peb 1 3.995.000 6 800.000 15 1.800.000 23 1. 100.000 28 2.400.000 Peb 28 Sisa 4.095.000 Perusahaan Bima Jaya menerima rekening koran pada tanggal 28 Pebruari 2013 (nilai minus berada di dalam kurung). Rekening Koran untuk Pebruari 2013 Nilai sisa awal............................................. Setoran-setoran: Peb. 7 15 22 Rp 3.995.000 Rp 800.000 1.800.000 1.100.000 3.700.000 Cek (jumlah per hari) Peb. 8 16 23 Rp 400.000 3.100.000 1.100.000 (4.600.000) Lain-lain: Beban Pelayanan Cek kosong dari Muh. Hanif Penagihan oleh bank atas wesel tagih perusahaan Pembayaran sewa (EFT Bunga atas nilai sisa rekening Nilai sisa akhir (10.000) (700.000) 1.000.000* (330.000) 15.000 Rp 3.070.000 * Termasuk bunga sebesar *Rp 119.000. Data tambahan: Perusahaan Bima Jaya menyetorkan semua penerimaan kas kepada bank dan membuat pembayaran kas dengan cek. Diminta 1. Buatlah rekonsiliasi bank dari Perusahaan Bima Jaya pada tanggal 28 Pebruari 2013. 2. Catatlah ayat-ayat jurnal berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.

Judul: Jawaban Man Keuangan

Oleh: Torang Rambe


Ikuti kami