Jawaban Man Keuangan

Oleh Torang Rambe

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Man Keuangan

Tindakan Yang Harus Dilakukan Perusahaan Saat Merugi Dalam Jangka
Panjang
Ada suatu ketika perusahaan akan mengalami kerugian dalam pelaksanaan operasinya,
hal tersebut ialah sangat lazim di dalam dunia bisnis dan usaha. Maka sudah seharusnya suatu
perusahaan dapat mengantisipasi kerugian yang akan dialami agar pengaruh kerugian terhadap
perusahaan tidaklah terlalu parah. Penutupan perusahaan atau sering disebut dengan shut down,
akan terjadi bilamana jumlah dari biaya variable produksi tidak lagi dapat tertutupi oleh
pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang dan jasa. Dengan demikian apabila
perusahaan terus melanjutkan kegiatan produksi barang dan jasanya, maka kerugian yang
diterima akan jauh lebih besar dibandingkan apabila perusahaan tidak lagi melakukan kegiatan
produksi.
Kerugian dalam jangka pendek akan mempersulit kondisi suatu perusahaan, dimana
perusahaan harus mengambil keputusan untuk tetap melakukan kegiatan produksi atau
menghentikan produksi untuk sementara waktu karena adanya biaya tetap yang harus dibayarkan
meskipun produksi dihentikan. Adapun jika kerugian terjadi untuk jangka waktu yang panjang,
maka perusahaan akan dituntut untuk mengambil keputusan apakah akan menambah atau
menbgurang jumlah produksinya, bahkan adanya kemungkinan untuk menutup perusahaan.

Terjadinya shut down point apabila harga barang output (P) sama dengan biaya variable
rata – rata (AVC). Bila perusahaan tersebut tetap melanjutkan produksi dan mampu menjual
barang yang dihasilkan, maka yang terjadi adalah perusahaan akan mengalami suatu kerugian

sebesar biaya tetapnya, sama halnya apabila perusahaan tersebut tidak lagi berproduksi. Namun,
apabila suatu perusahaan memiliki harga output (P) yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya
variable rata – ratanya, maka sebaiknya perusahaan menutup usahanya tersebut. Karena dengan
menutup usahanya tersebut, perusahaan hanya akan merugi sebesar biaya tetapnya. Namun,
apabila produksi tetap dilanjutkan maka kerugian akan sebesar hasil penjumlahan dari biaya
tetap dan biaya variable atau sebesar selisih antara biaya rata – rata variable dengan harga
outputnya.
Jadi, keputusan akan ditutupnya suatu usaha akan sangat bergantung dari apakah besar
penerimaan perusahaan dapat menutupi biaya variable. Jika penerimaan perusahaan bisa
melampaui biaya variabel, maka laba operasi dapat menutup biaya tetap dan akan mengurangi
kerugian. Akan tetapi, Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan
perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha - shut-down point)
dari kurva biaya variabel rata-rata maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut: penerimaan total
lebih kecil dari biaya variabel total, laba operasi menjadi negative, maka perusahaan akan tutup.

Langkah-langkah yang harus diambil jika mengalami kegagalan, diantaranya :
Sadari Anda telah gagal
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang mengalami
kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa melakukan langkah perbaikan berikutnya.
Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai datangnya kegagalan, antara lain hasil penilaian
kinerja yang buruk, masalah dalam komunikasi antar departemen, arus kas yang terhambat,
menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam kurun waktu
tertentu.
Evaluasi Segera
Setelah kita menyadari bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah selanjutnya adalah
mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut
kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang
terjadi.
Kegagalan bisa terjadi disebabkan faktor internal (dalam), misalnya ketrampilan dan
pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang negatif, kurang
komitmen dan kurang persiapan. Kesalahan bisa juga datang dari eksternal (luar), misalnya
kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan perundang-undangan baru yang tidak
mendukung, atau adanya teknologi baru yang belum kita manfaatkan.

Sebagai seorang pengusaha yang baru saja memulai usaha, Anda perlu mengevaluasi kembali
mengenai keputusan-keputusan yang berkaitan dengan strategi bisnis (yaitu mempertanyakan
kembali kemana arah perusahaannya), dan bagaimana seharusnya perusahaan mengalokasi
sumber daya dalam memasuki persaingan pasar yang begitu ketat. Sebab salah satu faktor
keberhasilan bisnis tergantung pada sejauh mana kinerja visi dan misi perusahaan.
Hasil evaluasi ini dapat digunakan dalam upaya untuk meyakini apakah bisnis Anda punya
peluang untuk mencapai keberhasilan dalam menembus pasar persaingan yang sehat. Karena itu
sebuah perusahaan harus bisa memahami bagaimana go to market (strategi menuju pasar).
Cepat koreksi dan lakukan perubahan
Hasil evaluasi tersebut perlu kita olah agar bisa digunakan untuk mempelajari dan menentukan
tindakan koreksi yang harus dilakukan serta perubahan yang perlu diciptakan untuk membantu
kita bangkit dari kegagalan.
Sesuai perkembangan zaman, kini telah banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan
teknologi informasi (TI) dalam mengubah cara kerja mendasar baik pada kegiatan produksi,
koordinasi dan kegiatan manajemen. Kemajuan teknologi akan membantu perkembangan bisnis
ke arah yang lebih maju lagi. Selain itu teknologi sangat berperan dalam mendorong suasana
berkompetisi, serta mampu membuka peluang strategi bisnis baru terutama dalam menilai ulang
visi, misi dan cara-cara kerja perusahaan. Teknologi juga dapat membantu melakukan pekerjaanpekerjaan secara lebih ekonomis untuk mengurangi biaya produksi.
Selain mampu merancang strategi bisnis yang jelas, sebagai seorang pemimpin harus bisa
mengikuti perubahan. Keberanian mengikuti ataupun melakukan perubahan itu terbentuk karena
adanya "keyakinan" yang begitu kuat tertanam dalam diri mereka serta ditunjang oleh
pengetahuan dan pengalaman mereka dalam mengatasi kegagalan.
Lakukan konsolidasi
Setelah tindakan koreksi dan perubahan telah disusun, langkah selanjutnya adalah melakukan
konsolodasi. Konsolidasi bisa dilakukan ke dalam maupun ke luar, dan dengan berbagai pihak
(antara lain atasan, bawahan, rekan kerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman).
Konsolidasi ini diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang
diperlukan, serta menyusun strategi sukses.
Perusahaan yang baik adalah yang mampu menciptakan tujuan hidup, jadi buka hanya
mendirikan bisnis semata. Selain itu juga mampu membuat pekerjanya memiliki perasaan
nyaman, sehingga termotivasi untuk mengejar target atau cita-cita perusahaan secara bersamasama.
Karena itu perusahaan harus mampu mempersiapkan nilai-nilai yang menarik yang ditujukan
bagi pelanggan dan juga bagi para pekerjanya. Pelanggan memainkan peranan yang sangat
penting dalam pengembagan perusahaan. Perusahaan yang mampu mengetahui kebutuhankebutuhan pelanggan cenderung mampu mangantisipasi perubahan dalam upaya mencari tahu
keinginan dan keluhan-keluhan pelanggan. Jadi, penting bagi Anda untuk mengelalo manajemen
perusahaan secara objektif.
Buat rencana baru yang lebih efektif
Setelah konsolidasi dilakukan, maka perencanaan yang lebih matang pun bisa kita siapkan.
Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi setiap kendala, kesalahan, dan kegagalan

mungkin kita alami, atau bahkan yang harus kita ciptakan untuk kita jadikam batu loncatan guna
meraih sukses.
Sebagai langkah awal mulailah Anda pikirkan baik-baik tujuan dan sasaran bisnis Anda. Menjadi
perusahaan yang menguntungkan pun belum cukup, karena sebuah bisnis yang dibangun itu juga
harus tumbuh. Untuk mencapai pertumbuhan ada baiknya Anda menetapkan strategi-strategi
atau target dalam upaya pencapaian pendapatan. Setelah perusahaan Anda mampu menjelaskan
tujuan serta strategi bisnis, Anda harus bisa mengembangkan sasaran-sasaran yang lebih spesifik
bagi pengembangan usaha secara lebih terfokus.
Jadi penting bagi perusahaan Anda untuk melakukan proses-proses perencanaan, implementasi
serta pengawasan dengan system yang baik untuk tercapai atau tidaknya sasaran bisnis usaha
Anda!
Cepat bertindak
Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan.
Perencanaan tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah
semuanya
disusun
dengan
baik,
langkah
selanjutnya
adalah
melaksanakannya, yaitu melakukan tindakan, setelah itu barulah kita bisa
memetik hasilnya.
Melalui sikap mental yang kuat dan tangguh dalam menghadapi kegagalan
melahirkan energi mereka untuk berani mengambil keputusan, Dengan
kepemimpinan tersebut, visi, misi, strategi perusahaan dan nilai-nilai budaya
perusahaan akan dapat direalisasikan dengan baik.
Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa
kita memetik manfaat dari kegagalan dan menggunakannya sebagai batu
loncatan untuk meraih sukses

Akuntansi Untuk Transaksi Kas

PENGANTAR AKUNTANSI 2
Dosen : Dr. Syamsu Alam, SE., M.Si., Ak.

MODUL 2
AKUNTANSIUNTUK TRANSAKSI KAS

FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR
2013
MODUL 2
AKUNTANSI TRANSAKSI KAS
A. PENGENDALIAN INTERNAL
Tanggung jawab dari seorang manajer bisnis adalah untuk menjaga agar operasinya tetap
terkendali. Pemilik dan manajer puncak menentukan tujuan dari perusahaan, manajer yang
memimpin perusahaan dan pekerja yang melaksana- kan rencana yang telah ditetapkan.
Seorang manajer yang baik harus dapat menentukan kemana arah organisasi dalam beberapa
tahun mendatang. Akan tetapi, kecuali mereka dapat mengendalikan operasinya sekarang,
mereka mungkin tidak akan bertahan lama untuk membuat rencana-rencana tersebut menjadi
kenyataan. Manajer bertanggung jawab terhadap pengawasan dari bisnis mereka.
Pengendalian internal adalah suatu rencana organisasional dan semua tindakan yang
dilakukan perusahaan untuk:
1.

Mengamankan aktiva

2. Mendorong diikutinya kebijakan perusahaan
3. Mendorong efisiensi operasional
4. Menjamin ketepatan dan dapat dipercayainya catatan-catatan akuntansi
Pengendalian internal merupakan prioritas dari manajemen, dan bukan hanya
merupakan bagian dari sistem akuntansi saja. Dengan demikian tanggung jawab dari
pengendalian internal tidak hanya berada pada akuntan tetapi juga pada manajer. Sistem
pengendalian internal dari suatu perusahaan akan sama efektifnya dengan kualitas sumber

daya manusia dalam organisasi. Misalkan manajer puncak yang mengharapkan para pekerjanya
untuk berlaku etis, manajer tersebut harus menunjukkan tingkah laku yang etis pula.
Laporan Pertanggungjawaban Manajemen
Manajemen PT Putraindo, meliputi para eksekutif perusahaan, manajer-manajer ini
bertanggungjawab atas kewajaran dan ketepatan dari laporan keuangan kami............... Laporan
tersebut dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Manajemen telah membuat suatu sistem pengendalian intern yang memberikan jaminan
bahwa, dalam segala hal yang material, aktiva-aktiva diperlihara dan diperhitungkan sesuai dengan
kewenangan manajemen, dan transaksi-transaksi dicatat secara tepat/akurat di dalam buku-buku
kami. Pengendalian internal kami memberikan pembagian tugas dan kewajiban/
pertanggungjawaban yang tepat, dan tersedianya kebijakan-kebijakan yang didokumentasikan
mengenai penggunaan aktiva-aktiva perusahaan dan pelaporan keuangan yang tepat. Yaitu
adalah ......kebijakan-kebijakan
ini menurut suatu pelaksanaan yang etis dari semua karyawan. Kami melakukan pula suatu
program pengauditan/pemeriksaan yang ketat yang secara independen mengevaluasi kecukupan
dan keefektifan dari pengendalian internal. Para auditor yang independen, auditor intern, dan
controller memiliki kebebasan penuh untuk menemui/bertemu dengan Komite Audit perusahaan
setiap saat.
.........., Sebuah kantor akuntan publik yang independen, digunakan untuk melakukaan
pengauditan terhadap laporan keuangan gabungan.
Ketua Dewan Direksi & CEO (Chief Executive Officer)
Wakil Ketua Dewan Direksi
.
CFAO (Chief Financial and Administration Officer)
Pengendalian internal akan menjadi efektif bila semua pegawai dalam setiap tingkat organisasi
menerapkan sasaran dan tujuan organisasi. Manajemen puncak sebaiknya mengkomunikasikan
sasaran perusahaan kepada para pekerjanya. Mantan presiden dari Chrysler Corporation, Lee
Iacoca, menerap- kan tujuan manajemen kepada para pekerja Chrysler dengan cara keluar dari
kamar kerjanya dan menghabiskan sebagian besar dari waktunya dengan buruh pabriknya
(perusahaan Jepang merupakan pelopor dari manajemen partisipatif ini). Hasilnya, tingkat
kerusakan turun secara drastis dan produk yang dihasilkan Chrysler menjadi lebih kompetitif.
Penjualan mobil dan truk yang dilakukan meningkat 14 persen per tahun. Sekarang mari kita
membahas secara lebih rinci bagaimana perusahaan untuk mencapai sasaran dari sistem
pengendalian internal yang efektif.
B. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF
Baik perusahaan besar seperti PTBogasari maupun departemen store, mempunyai sistem
pengendalian internal yang efektif jika memiliki karakteristik berikut.
Personalia yang Kompeten, dapat Dipercaya, Beretika

Para pegawai harus mampu dan dapat dipercaya. Untuk mendapatkan pegawai yang
kompeten, perusahaan dapat memberikan gaji yang tinggi, mem- berikan pelatihan agar
mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik, dan mengawasi pekerjaan mereka.
Perusahaan dapat pula menambah fleksibilitas dalam penempatan karyawannya dengan cara
melakukan rotasi dalam berbagai tugas. Jika seorang pegawai cuti atau sakit, pegawai yang
lain dapat langsung menggantikan tugasnya.
Melakukan rotasi pegawai dalam berbagai tugas juga dapat meningkatkan kepercayaan.
Seorang pegawai akan sangat jarang mengalihkan tugasnya kepada orang lain jika ia menyadari
bahwa mungkin saja kelalaian yang dilakukannya dapat diketahui oleh pegawai lain yang
menggantikannya. Dengan alasan itu pula, perusahaan menghendaki pegawai mengambil cuti
tahunan, dengan harapan pegawai yang menggantikan posisi tersebut dapat menyingkapkan
kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Tugas Pertanggungjawaban
Dalam suatu perusahaan yang mempunyai sistem pengendalian internal yang efektif,
tidak ada satupun tugas yang terlewatkan. Tiap pegawai mem- punyai tanggung jawab
tertentu. Perhatikan bahwa perusahaan tersebut mem- punyai seorang Wakil Presdir bidang
Keuangan dan Akuntansi. Dua orang pegawai, yaitu treasurer dan controllermelapor kepada Wakil
Presiden tersebut. Treasurer bertanggung jawab atas manajemen kas. Controller melakukan
tugas-tugas akuntansi.
Controller dapat bertanggung jawab atas persetujuan bagi faktur-faktur pembayaran,
dan treasurer yang menandatangani cek tersebut. Di bawah Controller, ada seorang akuntan
yang mengerjakan pajak pertambahan nilai dan ada akuntan lain yang mengerjakan pajak
penghasilan. Secara keseluruhan, semua tugas telah didefinisikan dengan jelas dan ditugaskan
kepada masing-masing indjvidu yang bertanggung jawab untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut.
Pemberian Kuasa yang Tepat
Suatu organisasi biasanya mempunyai aturan tertulis yang memuat pro - sedur
pengesahan. Setiap penyimpangan dari kebijakan standar membu - tuhkan pemberian
kuasa yang tepat. Misalnya manajer atau asisten manajer toko eceran harus memberikan
persetujuan untuk cek pelanggan yang melebihi jumlah tertentu yang telah ditetapkan.
Pembagian Tugas

Manajemen yang cerdas akan membagi pertanggungjawaban atas trans - aksi pada satu
atau beberapa orang atau departemen. Pembagian tugas akan membatasi kemungkinan
terjadinya kesalahan dan juga memberikan ketepat- an catatan akuntansi. Komponen penting
dari sistem pengendalian internal ini dapat dibagi menjadi empat bagian.
1. Pemisahan antara tugas operasional dengan akuntansi. Keseluruhanfungsi akuntansi harus
benar-benar dipisahkan dari tugas operasional sehingga dapat memberikan catatan-catatan
yang objektif. Misalnya pengawas produk,bukan operator mesin, harus menghitung unit-unit
barang yang diproduksi olehsuatu proses manufaktur. Akuntan, bukan petugas penjual - an,
harus menyimpancatatan-catatan persediaan.
2. Pemisahan antara penanggung jawab aktiva dengan akuntansi. Untukmengu- rangi godaan dan
kesalahan, akuntan tidak boleh menangani uang kas,dan kasir tidak boleh memeriksa
catatan akuntansi. Jika seorang pegawai menangani masalah kas dan tugas akuntansi, maka
orang ini dapat mencuri uangkas dan menyembunyikan pencurian tersebut dengan membuat
ayat jurnal palsudalam bukunya. Treasurer bertanggung jawabatas kas dan controller yang
menghitung uang kas. Tidak ada satu orangpun yangmempunyai tanggung jawab secara
keseluruhan terhadap kedua hal itu.
Para pegawai gudang yang menangani persediaan tidak boleh mena- ngani tugas
akuntansi. Jika mereka diperbolehkan menghitung persediaan, maka mereka dapat mencurinya
dan mencatatnya sebagai barang yang rusak atau usang. Di dalam system akuntansi yang
terkomputerisasi, seorang yang bertanggungjawabatas aktiva tidak boleh membuat program
komputer. Begitu pula, seorang programmer tidak boleh memiliki akses ke aktiva perusahaan,
seperti kas.
3. Pemisahan antara pemberian kuasa atas transaksi dengan penanggungjawab aktiva yang
bersangkutan. Jika mungkin, orang yang memberi kuasa atastransaksi tidak boleh menangani
aktiva yang berkaitan. Misalnya, pegawai yangsama tidak boleh memberikan kuasa atas
pembayaran faktur pemasok dan jugamenandatangani cek untuk melunasi tagihan tersebut.
Jika ia diberi kedua tugastersebut, maka ia akan memberikan kuasa pembayaran bagi dirinya
sendiri

dankemudian

menandatangani

cek

untuk

melunasi

tagihan

tersebut.

Denganmemisahkan tugas tersebut, maka hanya tagihan yang sah yang dapat dibayar.
Contoh lain, seseorang yang menangani penerimaan kas tidak boleh mempunyai
wewenang untuk menghapuskan piutang (Perusahaan yang me- lakukan penjualan dengan kredit
dapat menyatakan bahwa piutang tertentu tidak dapat ditagih lagi).

Di antara piutang perusahaan yang ada di dalam buku besar pembantu ada nilai sisa
akhir bagi Nina Sutopo sebesar Rp 500.000. Suratman dapat menyatakan bahwa piutang Nina
Sutopo tidak dapat ditagih, dan perusaha- an mungkin harus menghentikan penagihan
kepadanya. Jika Nina Sutopo mengirimkan sebuah cek sebesar Rp 500.000 untuk menutup sisa
hutangnya, maka Suratman akan segera menandatangani dan menyimpan uang tersebut bagi
dirinya sendiri. Nina Sutopo tentu saja tidak mengenali pegawai di perusahaan tersebut yang
menerima cek, sehingga kejahatan Suratman tetap tidak diketahui. Pencurian ini dapat dicegah
dengan membatasi Suratman untuk tidak menangani penerimaan kas atau tidak memberikan
kuasa untuk menetapkan suatu piutang menjadi tidak tertagih.
4. Pemisahan tugas kewajiban di dalam fungsi akuntansi. Pelaksanaan tiaptahap- an akuntansi
secara independen akan memperkecil kesalahan dan kesempatan untuk melakukan
kejahatan. Misalnya akuntan yang berbeda akanbertanggung jawab atas pencatatan
penerimaan kas dan pengeluaran kas. Pegawaiyang memproses hutang dan permintaan cek
tidak boleh melakukan prosespemberian persetujuan.
Audit Internal dan Eksternal
Akan sangat tidak ekonomis bagi para auditor untuk memeriksa seluruh transaksi dalam
suatu periode, sehingga mereka harus bergantung pada sistem akuntansi untuk menghasilkan
catatan yang akurat. Untuk menguji tingkat kepercayaan dari sistem akuntansi perusahaan, para
auditor akan mengevaluasi sistem pengendalian internalnya. Para auditor akan menemukan
kelemahan dalam sistem tersebut dan menyarankan perbaikan. Para auditor akan memberikan
objektivitas di dalam laporannya, sedangkan para manajer yang berkecimpung dalam
operasi perusahaan mungkin tidak akan melihat kelemahan ini.
Audit dapat dilakukan secara internal atau eksternal. Dalam beberapa organisasi,
auditor intern langsung melapor kepada Wakil Direktur. Sepanjang tahun mereka akan
mengaudit beberapa segmen dari organisasi. Para auditor ekstern sepenuhnya berada di luar
perusahaan. Mereka bekerja pada Kantor Akuntan Publik dan akan disewa oleh perusahaan
sebagai orang luar yang mengaudit perusahaan secara keseluruhan. Kedua kelompok
auditor tersebut saling berdiri sendiri dari operasi perusahaan yang diperiksanya, dan tinjauan
mereka terhadap pengendalian internal seringkali sama.
Seorang auditor dapat menemukan bahwa seorang pegawai yang menangani kas
juga menangani tugas akuntansi. Auditor juga dapat mengetahui bahwa kekurangan kas terjadi
karena kurangnya usaha dalam menagih piutang. Rekomendasi auditor akan sangat membantu
perusahaan menjalankan usaha- nya dengan lancar dan ekonomis.

Dokumen dan Catatan
Dokumen dan catatan sangat beragam, mulai dari dokumen sumber seperti faktur
penjualan dan order pembelian hingga jumal khusus dan buku besar pembantu. Dokumen
tersebut harus diberi nomor. Hilangnya urutan pada nomor tersebut akan menunjukkan
adanya dokumen yang hilang.
Pemberian nomor pada bukti penerimaan kas dari penjualan akan mengurangi
pencurian oleh kasir, karena salinan yang disimpan oleh kasi, yang berisi jumlah penjualan,
dapatdicocokkan denganjumlah yang benar-benar sudah diterima. Jika penerimaan tersebut
tidak diberi nomor terlebih dahulu, maka kasir dapat menghancurkan salinan tersebut dan
mengambil uang penjualan kas itu. Dalam sistem yang terkomputerisasi, catatan penjualan
permanen akan disimpan secara elektronik pada saat transaksi selesai dilakukan.
Elektronik dan Pengendalian Lainnya
Perusahaan menggunakan alat-alat elektronik untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam
melakukan pengawasan terhadap aktiva dan operasinya. Misalkan, perusahaan pengecer
seperti Matahari mengawasi persediaan mereka dengan cara menempatkan sensor elektronik
pada barang yang dijual. Pada saat barang tersebut terjual, kasir akan melepaskan sensor
tersebut. Jika seseorang berusaha untuk membawa barang tersebut ke luar toko dengan tidak
melepas sensor tersebut, maka alarm akan berbunyi. Menurut perusahaan yang memproduksi
sensor elektronik, alat ini mengurangi kerugian yang terjadi akibat pencurian sampai sebesar
50 persen.
Sistem akuntansi semakin tidak tergantung pada dokumen dan makin bergantung pada
peralatan penyimpanan digital. Komputer akan menghasilkan pencatatan yang akurat dan
meningkatkan efisiensi operasi, tetapi hal tersebut belum menjamin penjagaan yang efektif atas
aktiva atau juga mendorong pekerjauntuk bertingkah laku sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Apa yang dilakukan komputer hanyalah memindahkan pengendalian internal kepada orangorang yang membuat program. Para pembuat program tersebut yang akan menjalankan
rencana dari manajer dan akuntan. Semua pengendalian yang diterapkan oleh akuntan juga
akan diterapkan pada pemrogram komputer tersebut.
Perusahaan akan menyimpan uang dan dokumen penting lainnya seperti akte
kepemilikan dalam suatu lemari yang tahan api. Mereka mempergunakan alarm untuk
melindungi bangunan dan aktiva lain yang mereka miliki.

Pengecer biasanya menerima uang secara tunai dari pelanggan. Untuk menjaga uang
kas yang mereka terima, mereka mempergunakan point of sale terminal, yang berfungsi
sebagai register kas dan alat untuk mencatat setiap transaksi yang dimasukkan ke dalam terminal
tersebut. Beberapa kali sehari supervisor akan mengambil uang tunai tersebut dan akan
menyetorkannya ke bank.
Pekerja yang terkait dengan urusan kas ini berada pada posisi yang penuh godaan. Banyak
perusahaan membelifidelitybonds terhadap kasir. Jenis obligasi ini merupakan suatu jenis
asuransi yang akan mengganti kerugian perusahaan yang diakibatkan pencurian yang dilakukan
oleh pegawai. Sebelum mengeluarkan fidelity bond, perusahaan asuransi akan menyelidiki latar
belakang para pekerja untuk menjamin bahwa mereka memiliki perilaku yang etis.
Setiap departemen yang berada di dalam suatu perusahaan dapat mengambil
langkah-langkah sendiri untuk mengawasi aktiva dan pencatat - an akuntansi mereka.
Misalkan perusahaan pengecer yang besar seperti Mata- hari. Bila sistem yang dimiliki Matahari
dirancang secara baik, maka setiap departemen dapat menjamin bahwa setiap transaksi telah
diproses dengan benar. Setiap departemen harus mempunyai catatan pengendalian atas total
rupiah. Misalkan, bagian penjualan sepatu akan menyerahkan total penjualan sepatu secara
kredit untuk diproses dengan komputer. Bagian penjualan sepatu tersebut mengharapkan agar
hasil cetak komputer akan menunjukkan total penjualan yang sama dengan total catatan
pengendalian yang telah dihitung sebelum dokumen-dokumen tersebut diberikan kepada
operator komputer. Jumlah ini merupakan angka pengendalian.
Departemen

piutang

bergantung

kepada

operator

komputer

untuk

memindahbukukan secara benar transaksi yang terjadi ke dalam masing-masing akun
pelanggan. Pemindahbukuan yang baik dapat dibuat dengan mem- beri nomor akun, sehingga
angka terakhir merupakan fungsi matematis dari angka-angka sebelumnya (misalkan 1359,
dimana 1 + 3

+ 5 = 9). Kesalahan dalam memasukkan nomor akun pelanggan akan

menyebabkan timbulnya "pesan salah" kepada penginput data, dan komputer tidak akan
menerima nomor tersebut. Banyak perusahaan sekarang mempekerjakan auditor EDP
(Electronic Data Processing) untuk menjamin keterkaitan pangkalan data komputer
perusahaan.

C. BATASAN PENGENDALIAN INTERNAL
Kebanyakan ukuran pengendalian internal dapat diatasi. Sistem pengen- dalian internal
yang telah dirancang untuk menemukan kesalahan yang telah dibuat oleh pegawai dapat

dikacaukan oleh dua orang atau lebih pegawai yang berkolusi untuk menipu perusahaan.
Perhatikanlah sebuah bioskop. Penjual tiket menerima uang kas dan pemeriksa tiket menyobek
tiket sehingga tiket tersebut tidak dapat dipergunakan lagi dan menyimpan sebagian tiket yang
telah disobeknya. Tetapi jika mereka bekerjasama dimana penjual tiket meng- ambil uang kas
dari sepuluh orang pembeli dan pemeriksa tiket membolehkan pembeli masuk ke bioskop tanpa
tiket. Siapa yang akan dapat menangkap mereka? Manajer dapat melakukan pengendalian
tambahan dengan meng- hitung banyaknya orang di dalam bioskop dan mencocokkan jumlah
tersebut dengan jumlah tumpukan tiket yang ada. Tetapi hal itu akan sangat menyita waktu. Jadi
terlihat, semakin ketat suatu sistem pengendalian internal, makin mahal pula biayanya.
Suatu sistem pengendalian internal yang sangat kompleks dapat menyulitkan.
Efisiensi dan pengendalian tersebut tidak membantu dan malah akan menyusahkan. Makin
rumit sistem tersebut, makin banyak menyita waktu dan uang. Seberapa ketatkah seharusnya
suatu sistem pengendalian internal itu? Para manajer harus membuat penilaian yang cukup
matang. Investasi dalam pengendalian internal harus dinilai dari sisi biaya dan manfaat.
D. REKENING BANK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN
Menyimpan kas di dalam rekening bank merupakan salah satu pengendali- an internal
karena bank telah berpengalaman dalam mengamankan kas. Bank juga memberikan catatan
terperinci mengenai transaksi kas kepada nasabah. Agardapat menarik manfaat yang
sebesar-besarnya dari alat pengendalian ini, perusahaan harus menyimpan semua
penerimaan kas di dalam rekening bank dan melakukan semua pembayaran melalui rekening
itu (kecuali penge- luaran kas kecil, yang akan kita bahas kemudian). Kita sekarang akan membahas catatan dan dokumen perbankan.
Bagi sebagian besar perusahaan, kas adalah aktiva yang sangat penting. Kas adalah alat
tukar yang paling umum, dan sebagian besar dari transaksi pasti akan mempengaruhi kas.
Tetapi kas merupakan aktiva yang paling mena- rik untuk dicuri. Konsekuensinya, pengendalian
internal untuk kas lebih penting dibandingkan dengan aktiva lainnya. Kita tidak hanya
mengartikan kas sebagai uang kertas dan uang logam saja, tetapi juga cek, "money order", dan
uang yang disimpan di dalam rekening bank. Perangko tidak termasuk kas, tetapi
termasuk perlengkapan, surat hutang IOU juga tidak merupakan kas, tetapi merupakan
Hutang.
Dokumen yang digunakan untuk mengendalikan suatu rekening bank adalah "signature
card" (kartu tanda tangan), "deposit ticket" (formulir setoran), cek, rekening koran, dan
rekonsiliasi bank.

KARTU TANDA TANGAN Bank mengharuskan nasabah yang berhak me- lakukan transaksi
melalui rekening bank untuk menandatangani kartu tanda tangan. Bank akan membandingkan
tanda tangan pada dokumen dengan tanda tangan pada kartu tanda tangan untuk mencegah
bank dan nasabah dari pemalsuan.
FORMULIR SETORAN Bank menyediakan formulir standar sebagai formulir setoran. Nasabah
mengisi jumlah rupiah dan tanggal setoran. Nasabah akan menerima (1) sebuah salinan
duplikasi dari formulir setoran itu atau (2) sebuah tanda terima penyetoran, tergantung dari
praktik bank masing-masing, sebagai tanda bukti transaksi.
CEK Untuk menarik uang kas dari suatu rekening bank, nasabah harus menulis sebuah cek,
yaitu suatu dokumen yang memerintahkan bank untuk membayar orang atau perusahaan yang
ditunjuk sejumlah uang kas. Ada tiga pihak yang terlibat pada sebuah cek yaitu: pembuat cek,
yang menandatangani cek; penerima uang, kepada siapa cek itu dibuat; dan bank yang
mengeluarkan cek tersebut.
Sebagian besar cek sudah diberi nomor dan sudah dicetak nama dan alamat dari si pembuat
dan bank. Cek memuat tanggal, nama penerima uang, tanda tangan pembuat, dan jumlahnya.
Nama bank dan nomor pengenal bank dan nomor rekening nasabah biasanya sudah dicetak
dengan tinta magnetis agar dapat diproses dengan mesin.
Cek tersebut mempunyai dua bagian yaitu, cek itu sendiri dan keterangan bagi penerima
uang (remittance advice). Remittance advice ini bersifat opsional, yang menyatakan kepada
penerima alasan dari pembayaran tersebut. Pembuat cek akan membuat salinan cek tersebut
untuk pencatatan di dalam register cek (jurnal pengeluaran kas). Perhatikanlah bahwa pada cek
tersebut ada dua tanda tangan sebagai pengendalian internal.
REKENING KORAN Sebagian besar bank mengirimkan rekening korankepada nasabahnya.
Rekening koran tersebut memperlihatkan nilai sisa awal dan akhir dari rekening koran pada
periode tersebut, dan memuat daftar transaksi yang terjadi. Yang juga termasuk dalam rekening
koran adalah cek yang dibatalkan oleh pembuatnya, yaitu cek yang telah dibayarkan oleh bank atas
nama depositor. Rekening koran juga memuat jenis setoran lainnya dan perubahan yang terjadi
pada rekening tersebut. Setoran ditampilkan secara kronologis dan cek dalam susunan logis,
bersamaan dengan tanggal cek itu dicairkan oleh bank.
Gambar 1. Rekening Koran
Cheeking Account 136-213733
(Rekening Koran)

PT Nusantara Niaga
Jl. Nusantara 10
Jakarta 12015
Saldo Awal
Total Setoran
Total Penarikan
Beban Pelayanan
6.556.120
4.352.640
4.963.000
14.250
Transaksi-transaksi Rekening Koran

Saldo Akhir
5.931.510

Setoran-setoran:
Setoran
Setoran
Setoran
EFT - Penagihan Sewa
Penagihan Bank
Bunga
Beban-beban:
Beban Pelayanan
Cek-cek:
CEK
Nomor
Tgl
332
01-12
656
01-06
333
01-12
334
01-10
335
01-06
336
01-31

Tgl

Jumlah
3.000.000
100.000
150.000
100.000
100.000
1.100.000

Beban Lain-lain
NSF
EFTAsuransi
Pengambilan Pribadi 8

SISA
Tgl
12-31
01-04
01-06
01-08
01-12

01-04
01-04
01-08
01-09
01-26
01-31

Jumlah
1.000.000
112.000
194.600
904.030
2.114.000
28.000

01-31

14.250

Sisa
6.556.120
7.616.120
7.416.120
7.610.720
4.360.720
Tgl
01-04 01-20

IKHTISAR BULANAN
Saldo Minimum Rp 4.360.000

Tgl
01-17
01-20
01-26
01-31

Sisa
5.264.750
4.903.750
7.017.750
5.931.510

Jumlah
52.000
361.000
Saldo Rata-rata Rp
6.091.000

Gambar 1 adalah sebuah rekening koran. Dalam sebagian besar bank, nasa - bah akan
menerima rekening koran pada minggu pertama, sebagian lagi pada minggu kedua bulan
tersebut, dan seterusnya. Pemisahan ini akan mengurangi beban klerikal dari penyediaan
rekening koran pada saat yang bersamaan. Sebagian besar perusahaan akan menerima
rekening koran mereka setiap bulan.
ELECTRONIC FUND TRANSFER Merupakan suatu sistem yang bergantung pada nadi elektronik
- bukan dokumen kertas - untuk melakukan transfer kas. Semakin banyak perusahaan yang saat
ini bergantung kepada EFT untuk transaksi kas yang sifatnya repetitif. Lebih murah bagi
perusahaan untuk membayar pekerja dengan mempergunakan EFT (deposito langsung) dibandingkan dengan apabila perusahaan harus mengeluarkan beratus-ratus cek bagi
pegawainya. Banyak orang melakukan pembayaran cicilan rumah, asuransi, sewa rumah,
dengan mempergunakan EFT, dan tidak pernah menulis cek untuk pembayaran jenis-jenis
tersebut. Rekening koran akan memperlihatkan penerimaan kas secara EFT dan pengeluaran
kas dengan mempergunakan EFT, di samping transaksi cek dan beban pelayanan bank lainnya.
Rekening koran bisa jadi merupakan satu-satunya bukti bagi nasabah mengenai transaksi
tersebut.

REKONSILIASI BANK Ada dua macam catatan tentang uang kas perusaha- an. Akun kas pada
buku besar perusahaan itu sendiri dan laporan reke - ning koran bank, yang menyatakan
tentang jumlah rupiah yang sesung- guhnya milik perusahaan itu pada bank. Nilai sisa pada akun
Kas perusahaan jarang sekali sesuai dengan nilai sisa yang tampak dalam rekening koran bank.
Buku dan rekening koran akan menunjukkan nilai yang berbeda, tetapi keduanya samasama benar. Perbedaan terjadi karena adanya perbedaan waktu pencatatan dari transaksi
tertentu. Jika sebuah perusahaan menuliskan cek, maka ia akan langsung mengkredit akun Kas.
Walaupun demikian, bank tidak akan mengurangkan nilai cek tersebut dari rekening koran
perusahaan hingga cek tersebut sampai kepada bank untuk suatu pembayaran. Hal ini dapat
memakan waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu jika si penerima uang menunda
menguangkan cek tersebut. Begitu pula perusahaan akan mendebit Kas dan akan memakan
waktu satu hari atau lebih bagi bank untuk menambahkan nilai itu ke dalam nilai sisa rekening
perusahaan di bank.
Pengendalian internal yang baik berarti dapat mengetahui darimana uang perusahaan
berasal, bagaimana uang tersebut dikeluarkan dan berapa nilai sisa kas yang terakhir.
Bagaimana cara agar akuntan dapat memiliki catatan yang tepat sehingga dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan manajemen dalam mengambil keputusan yang baik? Akuntan harus
melaporkan jumlah kas yang tepat di dalam neraca. Untuk dapat menjamin ketepatan
tersebut, akuntan akan menjelaskan sebab-sebab perbedaan antara catatan perusahaan
dengan rekening koran pada suatu tanggal tertentu. Proses ini disebut sebagai rekonsiliasi
bank. Setelah dilakukan dengan benar, rekonsiliasi bank tersebut akan dapat menjamin bahwa
semua transaksi kas telah diperhitungkan dan catatan di bank dan di buku sudah benar.
Hal-hal yang biasanya menyebabkan perbedaan antara nilai sisa di bank dengan nilai sisa
buku adalah:
1. Hal-hal yang sudah dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank:
a. Setoran dalam perjalanan (outstanding deposit). Perusahaan telahmencatat setoran ini tetapi
bank belum mencatatnya.
b. Cek dalam peredaran. Cek ini sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan dicatat dalam buku
perusahaan tetapi belum dibayarkan oleh bank.
2. Hal-hal yang telah dicatat oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan:
a. Inkaso. Bank kadang-kadang menerima uang untuk kepentingan nasabah.Banyak per- usahaan yang
mempunyai pelanggan yang langsung membayarke rekening perusahaan di bank. Praktik ini disebut
juga "lock-box system" akan mengurangi kemungkinan pencurian dan juga membuatperputaran

b.

c.

d.

e.

f.

g.

kas perusahaan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan jikakas itu harus ditagih dahulu baru
disetorkan oleh pegawai perusahaan. Satu contoh adalah penagihan uang kas oleh bank atas wesel
tagih danpendapatan bunganya untuk nasabah. Bank akan memberitahukan kepadanasabah mengenai
penagihan yang dilakukannya ini di dalam rekeningkoran.
Elektronic Fund Transfer. Bank dapat saja menerima atau membayar kasatas nama nasabah. Rekening
koran akan memperlihatkan transaksi EFTini yang nantinya dapat dipergunakan oleh nasabah
untuk mencatattransaksi tersebut.
Beban pelayanan. Jumlah ini adalah biaya bagi bank untuk mengolahtransaksi nasabah. Bank biasanya
mendasarkan besarnya beban pelayananini pada nilai sisa dalam rekening koran. Nasabah akan
mengetahuibesarnya beban pelayanan ini dari rekening koran.
Pendapatan bunga atas rekening checking. Banyak bank membayar bungakepada nasabah yang memiliki
nilai sisa yang cukup banyak di dalamrekeningnya. Hal ini umumnya terjadi untuk rekening checking
perusahaan.Bank akan memberitahukan nasabah mengenai bunga ini di dalam rekeningkoran.
Cek kosong yang diterima dari pelanggan. Untuk dapat memahamipenanganan cek kosong ini, anda
harus mengerti terlebih dahulu mengenaiperjalanan panjang yang dilalui oleh sebuah cek. Pembuat cek
menuliskansebuah cek, mengkredit kas untuk mencatat pengeluaran tersebut di dalambukunya, dan
memberikan cek itu kepada penerima uang. Dalammenerima cek tersebut, si penerima mendebit
kas di dalam bukunya danmenyetorkan cek itu ke bank. Bank si penerima uang akan
langsungmenambahkan jumlah penerimaan tersebut ke dalam nilai sisa bank sipenerima dengan
asumsi bahwa cek tersebut masih berlaku. Cek itukemudian dikembalikan ke bank pembuat cek,
yang kemudian akanmengurangi jumlah pada cek itu dari nilai sisa bank si pembuat. Jika nilaisisa bank
si pembuat tidak mencukupi untuk membayar cek tersebut, makabank si pembuat akan menolak
membayarkan cek itu, membalik kembalicatatan pengurangnya, dan mengirimkan suatu catatan tentang
cek kosongkepada bank si penerima uang. Bank si penerima akan mengurangkankembali jumlah
penerimaan dari nilai sisa bank milik si penerima danmemberitahukan si penerima mengenai
tindakannya ini. Proses ini memakan waktu tiga hingga tujuh hari. Perusahaan akan mengetahui
tentang cek kosong ini melalui rekening koran, yang akan menuliskan cek kosong ini sebagai suatu beban,
seperti tampak pada bagian bawah dari Gambar 1 (ditandai dengan NSF /Not Sufficient Fund).
Cek yang ditagih, disetorkan, dan dikembalikan kepada di penerima olehbank karena sebab-sebab lain selain
cek kosong. Bank akan mengembalikancek kepada si penerima jika (1) rekening nasabah pembuat cek
sudahditutup (2) tanggal yang sudah kadaluarsa (3) tanda tangan tidak sah (4)cek sudah diganti (5)
formulir cek itu sudah tidak memenuhi syarat.Akuntansi untuk semua cek yang dikembalikan ini sama
dengan cek kosong.
Biaya pencetakan cek. Biaya ini akan dibebankan dalam rekening koran perusahaan dan sifatnya
seperti beban pelayanan bank yang lain.

3. Kesalahan baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun bank. Misalnya bank secara tidak sengaja
mengurangi atau membebankan pada nilai sisa rekening perusahaan AA, atas sebuah cek yang dibuat
oleh perusahaan lain, misalnya perusahaan AAA. Kesalahan penghitungan ini sangat jarang terjadi
dengan makin meluasnya penggunaan komputer. Walaupun demikian semua kesalahan haruslah
diperbaiki, dan perbaikan ini merupakan bagian dari rekonsiliasi bank.

Langkah-langkah dalam Membuat Rekonsiliasi Bank
Langkah-langkah dalam membuat Rekonsiliasi Bank adalah:
1.

Dimulai dengan dua nilai, nilai sisa yang ada di dalam rekening koran (nilaisisa menurut bank) dan
nilai sisa di dalam akun perusahaan (nilai sisa menurut buku) seperti tampak pada Gambar 2, Panel B.
Kedua nilai ini akan berbedakarena adanya perbedaan waktu seperti telah kita bahas sebelumnya.

Gambar 2. Rekonsiliasi bank
PANEL A - Item-item Rekonsiliasi
Setoran dalam perjalanan Rp 1.591.630
Kesalahan Bank, menambah Rp 100.000 ke
rekening bank perusahaan
Cek-cek dalam peredaran: No. 337- Rp
286.000, No. 338 - Rp 319.470; No. 339 – Rp
831.000; No. 340 - Rp 203.140; No. 341 - Rp
458.530
10.
Pendapatan sewa secara EFT Rp 904.030
Penagihan eleh Bank Rp 2.114.000
termasuk pendapatan bunga Rp 214.000.

Bunga yang dihasilkan dari rekening bank
Rp 28.010
Kesalahan pada buku; menambahkan Rp
360.000 ke nilai sisa bank
Beban pelayanan bank Rp 14.250
Cek kosong dari Rosita Lubis Rp 52.000
Pembayaran asuransi secara EFT Rp
361.000

PANEL B - Rekonsiliasi Bank
Bank:
Nilai sisa, 31 Januari................ Rp 5.931.510

Buku:
Nilai sisa, 31 Januari.........................
3.294.210

Rp

Ditambah:
1. Setoran tanggal 30 Jan.
dalam perjalanan...............
Rp 1.591.6301.
2. Koreksi terhadap kesalahan
Bank. Cek salah dibebankan
2.
pada rekening Koran
perusahaan.......................
Rp 100.000
Rp 7.623.140
3.

Ditambah:
Penerimaan EFT dari
Pendapatan sewa....................... Rp 904.030
Penagihan oleh Bank atas
wesel tagih, termasuk pendapatan bunga Rp 214.000.....Rp 2.114.000
Pendapatan bunga yang
dihasilkan oleh rekening
bank.................................................. Rp 28.010
4. Koreksi terhadap kesalahan
buku-kelebihan jumlah dari
cek No. 333.................................... Rp 360.000

3. Dikurangi
cek-cek dalam peredaran:
No. 337 Rp 286.000
No. 338
319.470
Dikurangi:
No. 339
83.000
8. Beban pelayanan Rp14.250
No. 340
203.140
52.000
No. 341
458.530 (Rp1.350.140)9. Cek kosong.......
10.
Pemb. asuransi..

361.000

Nilai sisa bank yang disesuaikan
6.273.000

Rp

(Rp 427.250)
Nilai sisa buku yang disesuaikan Rp
6.273.000

2.

Tambahkan pada, atau kurangkan dari nilai sisa bank hal-hal yang munculpada buku tetapi belum
tampak pada rekening koran:

a. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada nilai sisa bank. Setoran dalamperjalanan ini dapat
diketahui dengan membandingkan setoran yangtercatat pada rekening koran dengan daftar yang
ada pada penerimaankas perusahaan. Hal ini akan terlihat seperti penerimaan kas pada bukutetapi
tidak sebagai setoran pada rekening koran. Sebagai alat pengendalian, harus diyakinkan
pula bahwa seluruh setoran dalamperjalanan di bulan yang lalu juga sudah dimasukkan dalam
rekening koran bulan berjalan. Jika belum dimasukkan, maka setoran tersebut akan hilang.
b. Kurangkan cek dalam peredaran dari nilai sisa bank. Cek dalam peredaranini dapat diketahui dengan
membandingkan cek yang dibatalkan dandikembalikan lagi bersama dengan rekening koran
kepada perusahaandengan daftar cek menurut perusahaan di dalam jurnal pengeluaran kas.Hal ini
akan terlihat sebagai pem- bayaran di dalam buku tetapi bukansebagai cek yang telah dibayarkan
oleh bank di dalam rekening koran.Perbandingan ini juga membuktikan bahwa semua cek yang
dibayarkanoleh bank adalah cek perusahaan yang sah dan telah dicatat dengan benar oleh bank
dan oleh perusahaan. Cek dalam peredaran biasanya merupakanhal yang paling banyak terjadi di
dalam rekonsiliasi bank.
3. Tambahkan pada atau kurangkan dari nilai sisa buku hal-hal yang tampak pada rekening
koran tetapi belum muncul pada buku perusahaan:
a. Tambahkan pada nilai sisa buku (a) penagihan oleh bank dan (b) setiap pen- dapatan bunga
yang diterima dari uang yang ada di bank. Hal ini dapat di- ketahui dengan membandingkan
daftar setoran yang ada di dalamrekening koran dengan daftar penerimaan kas perusahaan. Hal
ini akantampak sebagai pene- rimaan kas di dalam rekening koran tetapi belum tampak pada
buku.
b. Kurangkan dari nilai sisa buku (a) beban pelayanan (b) beban pencetakan cek dan (c) beban bank
lainnya (misalnya, beban atas cek kosong dan cekyang kadalu- warsa). Hal ini dapat diketahui
dengan membandingkan bebanlain-lain yang tercatat dalam rekening koran dengan catatan
pengeluarankas di dalam buku perusahaan. Hal ini akan tampak sebagai pengurangan dalam
rekening koran tetapi bukan sebagai pembayaran kas pada buku.
4. Menghitung nilai sisa bank yang telah disesuaikan dan nilai sisa buku yang disesuaikan. Kedua
nilai sisa yang telah disesuaikan ini harus sama besar.
5. Membuat jurnal dari setiap hal di nomor 3, yaitu setiap hal yang tampak pada bagian buku dari
rekonsiliasi bank tersebut. Hal-hal ini harus dicatat dalambuku perusahaan karena akan
mempengaruhi kas.

6. Memperbaiki semua kesalahan pada buku dan memberitahukan bank mengenaisetiap kesalahan
yang telah dibuatnya.
Mencatat Ayat-ayat Jurnal dari Rekonsiliasi
Rekonsiliasi bank tidak langsung mempengaruhi jurnal atau buku besar. Seperti halnya
neraca lajur, rekonsiliasi bank adalah peralatan bagi akuntan, terpisah dari buku perusahaan.
Rekonsiliasi bank berperan sebagai alat pengendalian dengan memberikan tanda bagi
perusahaan untuk mencatat transaksi rekonsiliasi untuk di bagian buku, karena perusahaan
belum mencatat transaksi tersebut. Misalnya, bank telah menagih wesel tagih untuk
kepentingan perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan kas.
Pada kenyataannya, perusa- haan mengetahui adanya penerimaan kas setelah menerima
rekening koran.
Berdasarkan rekonsiliasi dalam Gambar 2, Perusahaan Buana membuat ayat-ayat jurnal
ini. Beri tanggal 31 Januari untuk memperbaharui akun Kas sesuai dengan nilai sisa yang
benar pada tanggal tersebut:
Jan 31 Kas
Pendapatan Sewa
Penerimaan dari sewa bulanan.
31 Kas
Wesel tagih1.900.000
Pendapatan bunga
Wesel tagih yang diterima oleh bank.

904.030
904.030

2.114.000
214.000

31 Kas
Pendapatan bunga
Bunga yang didapat dari nilai sisa rekening di bank

28.010

31 Kas
Hutang - Perusahaan Coklat
Mengoreksi register cek no. 333

360.000

28.010

360.000

31 Beban Iain-lain
Kas 14.250
Beban pelayanan bank.

14.250

31 Piutang - Rosita Lubis
Kas 52.000
Pengembalian cek kosong oleh bank.

52.000

31 Beban Asuransi
Kas 361.000
Pembayaran asuransi bulanan.

361.000

Catatan:
Beban lain-lain didebit untuk mencatat beban pelayanan bank karena beban pelayanan tidak termasuk
kategori eban tertentu.
Ayat-ayat jurnal ini akan memperbaharui buku perusahaan.
Ayat jurnal untuk cek kosong memerlukan penjelasan. Setelah mengetahui bahwa cek dari
Rosita Lubis sebesar Rp 52.000 tidak berlaku, maka perusahaan akan mengkredit Kas untuk
memperbaharui akun Kas. Karena perusahaan masih mempunyai hutang dari Rosita Lubis,
maka perusahaan akan mendebit Piutang Rosita Lubis dan akan menagihnya kembali.
ILUSTRASI SOAL
Akun kas milik perusahaan Bima Jaya pada tanggal 28 Februari 2013 adalah abagai berikut:
Juni 3
400.000
123.100.000
191.100.000
25500.000
27. 900.000
Kas
Peb 1
3.995.000
6 800.000
15 1.800.000
23 1. 100.000
28 2.400.000
Peb 28 Sisa 4.095.000

Perusahaan Bima Jaya menerima rekening koran pada tanggal 28 Pebruari 2013 (nilai minus
berada di dalam kurung).
Rekening Koran untuk Pebruari 2013
Nilai sisa awal.............................................
Setoran-setoran:
Peb.
7
15
22

Rp 3.995.000
Rp 800.000
1.800.000
1.100.000
3.700.000

Cek (jumlah per hari)

Peb.

8
16
23

Rp 400.000
3.100.000
1.100.000
(4.600.000)

Lain-lain:
Beban Pelayanan
Cek kosong dari Muh. Hanif
Penagihan oleh bank atas wesel tagih perusahaan
Pembayaran sewa (EFT
Bunga atas nilai sisa rekening
Nilai sisa akhir

(10.000)
(700.000)
1.000.000*
(330.000)
15.000
Rp 3.070.000

* Termasuk bunga sebesar *Rp 119.000.
Data tambahan:
Perusahaan Bima Jaya menyetorkan semua penerimaan kas kepada bank dan membuat
pembayaran kas dengan cek.
Diminta
1. Buatlah rekonsiliasi bank dari Perusahaan Bima Jaya pada tanggal 28 Pebruari 2013.
2. Catatlah ayat-ayat jurnal berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.

Judul: Jawaban Man Keuangan

Oleh: Torang Rambe


Ikuti kami