Jawaban Uts Komnet

Oleh Hani Yaturrohmah

696,6 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uts Komnet

JAWABAN UTS (UJIAN TENGAH SEMESTER) PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KOMPUTER DAN INTERNET (KOMNET) Diajukan untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester (UTS) Dosen Pengampu : Ipin Aripin, M.Pd Disusun oleh: HANIYATURROHMAH 14121620639 JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI.C/VII FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 1. Tahapan desain bahan ajar multimedia menurut model : a. Addie Salah satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generik adalah model ADDIE ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Menurut langkahlangkah pengembangan produk, model ini dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media dan bahan ajar. Di bawah ini merupakan skema mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi model ADDIE: Dari skema model di atas dapat kita ketahui bahwa terdapat beberapa langkah-langkah tahap pengembangan yakni : 1) Analysis (analisa) Analisis merupakan tahap pertama yang harus dilakukan oleh seorang pengembang pembelajaran. Shelton dan Saltsman menyatakan ada tiga segmen yang harus dianalisis yaitu siswa, pembelajaran, serta media untuk menyampaikan bahan ajarnya. Langkah-langkah dalam tahapan analisis ini setidaknya adalah menganalisis siswa, menentukan materi ajar, menentukan standar kompetensi (goal) yang akan dicapai, dan menentukan media yang akan digunakan (Fadli, 2012). Langkah analisis melalui dua tahap, yaitu : a) Analisis Kinerja Analisis Kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran atau perbaikan manajemen (Alik, 2010). Contoh : (1) Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan menyebabkan rendahnya kinerja individu dalam organisasi atau perusahaan, hal ini diperlukan solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran. (2) Rendahnya motivasi berprestasi, kejenuhan, atau kebosanan dalam bekerja memerlukan solusi perbaikan kualitas manajemen.Misalnya pemberian insentif terhadap prestasi kerja, rotasi dan promosi, serta penyediaan fasilitas kerja yang memadai (Alik, 2010). b) Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah yang diperlukan untuk menentukan kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa untuk meningkatkan kinerja atau prestasi belajar (Alik, 2010). Oleh karena itu, output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan. 2) Design (desain/perancangan) Tahapan desain ini, pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes, dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran media dan yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci. Desain merupakan langkah kedua dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah ini merupakan: Inti dari langkah analisis karena mempelajari masalah kemudian menemukan alternatif solusinya yang berhasil diidentifikasi melalui langkah analisis kebutuhan. a) Langkah penting yang perlu dilakukan untuk, menentukan pengalaman belajar yang perlu dimilki oleh siswa selama mengikuti aktivitas pembelajaran. b) Langkah yang harus mampu menjawab pertanyaan, apakah program pembelajaran dapat mengatasi masalah kesenjangan kemampuan siswa? c) Kesenjangan kemampuan disini adalah perbedaan kemampuan yang dimilki siswa dengan kemampuan yang seharusnya dimiliki siswa. Contoh pernyataan kesenjangan kemampuan: (1) Siswa tidak mampu mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan setelah mengikuti proses pembelajaran. (2) Siswa hanya mampu mencapai tingkat kompetensi 60% dari standar kompetensi yang telah digariskan. Pada saat melakukan langkah ini perlu dibuat pertanyaan - pertanyaan kunci diantaranya adalah sebagai berikut : a) Kemampuan dan kompetensi khusus apa yang harus dimilki oleh siswa setelah menyelesaikan program pembelajaran? b) Indikator apa yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam mengikuti program pembelajaran? c) Peralatan atau kondisi bagaimana yang diperlukan oleh siswa agar dapat melakukan unjuk kompetensi – pengetahuan, ketrampilan, dan sikap setelah mengikuti program pembelajaran? d) Bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat digunakan dalam mendukung program pembelajaran? 3) Development (pengembangan) Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar. Dengan kata lain mencakup kegiatan memilih, menentukan metode, media serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program. Dalam melakukan langkah pengembangan, ada dua tujuan penting yang perlu dicapai. Antara lain adalah : a. Memproduksi, membeli, atau merevisi bahan ajar yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya. b. Memilih media atau kombinasi media terbaik yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada saat melakukan langkah pengembangan, seorang perancang akan membuat pertanyaan-pertanyaan kunci yang harus dicari jawabannya, Pertanyaan-pertanyaannya antara lain : a. Bahan ajar seperti apa yang harus dibeli untuk dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran? b. Bahan ajar seperti apa yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik dan spesifik? c. Bahan ajar seperti apa yang harus dibeli dan dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik dan spesifik? d. Bagaimana kombinasi media yang diperlukan dalam menyelenggarakan program pembelajaran? 4) Implementation (implementasi/eksekusi) Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Implementasi atau penyampaian materi pembelajaran merupakan langkah keempat dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Tujuan utama dari langkah ini antara lain : a) Membimbing siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi. b) Menjamin terjadinya pemecahan masalah / solusi untuk mengatasi kesenjangan hasil belajar yang dihadapi oleh siswa. c) Memastikan bahwa pada akhir program pembelajaran, siswa perlu memilki kompetensi – pengetahuan, ketrampilan, dan sikap - yang diperlukan. Pertanyaan-pertanyaan kunci yang harus dicari jawabannya oleh seorang perancang program pembelajaran pada saat melakukan langkah implementasi yaitu sebagai berikut : (1) Metode pembelajaran seperti apa yang paling efektif utnuk digunakan dalam penyampaian bahan atau materi pembelajaran? (2) Upaya atau strategi seperti apa yang dapat dilakukan untuk menarik dan memelihara minat siswa agar tetap mampu memusatkan perhatian terhadap penyampaian materi atau substansi pembelajaran yang disampaikan? 5) Evaluation (evaluasi/ umpan balik) Evaluasi yaitu proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap di atas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Evaluasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Evaluasi terhadap program pembelajaran bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu : a) Sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. b) Peningkatan kompetensi dalam diri siswa, yang merupakan dampak dari keikutsertaan dalam program pembelajaran. c) Keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat adanya peningkatan kompetensi siswa setelah mengikuti program pembelajaran. Beberapa pertanyaan penting yang harus dikemukakan perancang program pembelajaran dalam melakukan langkah-langkah evaluasi, antara lain : (1) Apakah siswa menyukai program pembelajaran yang mereka ikuti selama ini? (2) Seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh siswa dalam mengikuti program pembelajaran? (3) Seberapa jauh siswa dapat belajar tentang materi atau substansi pembelajaran? (4) Seberapa besar siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang telah dipelajari? (5) Seberapa besar kontribusi program pembelajaran yang dilaksanakan terhadap prestasi belajar siswa? Implementasi model desain sistem pembelajaran ADDIE yang dilakukan secara sistematik dan sistemik diharapkan dapat membantu seorang perancang program, guru, dan instruktur dalam menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. b. Assure Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam elajaran atau lebih. Contohnya adalah model ASSURE. Model ASSURE terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu: 1) Analyze Learners (Analisis Pelajar) Menurut Heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan cirri-ciri belajar, isi dari pelajaran yang akan dibuatkan medianya, media dan bahan pelajaran itu sendiri. Lebih lanjut Heinich, 2005 menyatakan sukar untuk menganalisis semua cirri pelajar yang ada, namun ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pelajar sesuai berdasarkan cirri-ciri umum, keterampilan awal khusus dan gaya belajar 2) States Objectives (Menyatakan Tujuan) Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika menentukan tujuan pembelajaran baik berdasarkan buku atau kurikulum. Tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. Menyatakan tujuan harus difokuskan kepada pengetahuan, kemahiran, dan sikap yang baru untuk dipelajari 3) Select Methods, Media, and Material (Pemilihan Metode, media dan bahan) Heinich et al. (2005) menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode, bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran, dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan. 4) Utilize Media and materials (Penggunaan Media dan bahan) Menurut Heinich et al (2005) terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan, sedikan persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran. 5) Require Learner Participation (Partisipasi Pelajar di dalam kelas) Sebelum pelajar dinilai secara formal, pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah, simulasi, kuis atau presentasi. 6) Evaluate and Revise (Penilaian dan Revisi) Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran. Penilaian yang dimaksud melibatkan beberapa aspek diantaranya menilai pencapaian pelajar, pembelajaran yang dihasilkan, memilih metode dan media, kualitas media, penggunaan guru dan penggunaan pelajar. 2. Flowchart Materi Protista Start Petunjuk Menu Utama Exit Tujuan Materi Evaluasi Kompetensi Inti Protista Kompetensi Dasar Tuhas Harian Penyusun Ulangan Protista Menyerupai Tumbuhan Protista Menyerupai Hewan Protista Menyerupai Jamur Filum Euglenophyta Rhizopoda Oomycota Filum Chlorophyta Flagellata Myxomycota Filum Phaeophyta Cilliata Acrosiomycota Filum Crhysophyta Sporozoa Indikator Tujuan Filum Rhodophyta Filum Pyrhophyta Peranan 3. RPP Materi Protista RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : MAN Buntet Pesantren Cirebon Kelas/Semester : X/1 Mata Pelajaran : Biologi Materi : Protista Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar 3.4 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis 4.5 Merencanakan dan melaksanan pengamatan tentang ciri-ciri dan peran protista dalam kehidupan dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk model/ charta/ gambar. C. Indikator 3.5.1 Mendeskripsikan gambaran umum protista 3.5.2 Mengkategorikan klasifikasi Protista berdasarkan ciri-ciri umum 3.5.3 Mengamati gambar atau foto berbagai jenis protista 3.5.4 Menjelaskan karakteristik protista mirip tuumbuhan 3.5.5 Menjelaskan karakteristik protista mirip jamur 3.5.6 Menjelaskan karakteristik protista mirip hewan 3.5.7 Menjelaskan peran menguntungkan protista dalam kehidupan sehari-hari 3.5.8 Menjelaskan peran merugikan protista dalam kehidpan sehari-hari 4.5.1 Melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri protista dalam kehidupan sehari-hari 4.5.2 Membuat laporan tentang pengamatan peranan protista dalam kehidupan 4.5.3. 4.5.3 Menyampaikan hasil pengamatan didepan kelas D. Tujuan Melalui proses pengamatan, bertanya, mengumpulkan informasi, bernalar, diskusi, serta mengasosiasi peserta didik dapat: 1. Mendeskripsikan gambaran umum protista 2. Mengkategorikan klasifikasi Protista berdasarkan ciri-ciri umum 3. Mengamati gambar atau foto berbagai jenis protista 4. Menjelaskan karakteristik protista mirip tuumbuhan 5. Menjelaskan karakteristik protista mirip jamur 6. Menjelaskan karakteristik protista mirip hewan 7. Menjelaskan peran menguntungkan protista dalam kehidupan sehari-hari 8. Menjelaskan peran merugikan protista dalam kehidpan sehari-hari 9. Melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri protista dalam kehidupan sehari-hari 10. Membuat laporan tentang pengamatan peranan protista dalam kehidupan 4.5.3. 11. Menyampaikan hasil pengamatan didepan kelas E. Materi Pembelajaran Secara umum, Pengertian Protista adalah organisme eukariot pertama atau paling sederhana. Protista merupakan organisme eukariotik sehingga memiliki membran inti sel. Dalam kajian evolusi bahwa Protista merupakan organisme eukariotik yang paling awal (tertua). Acritarch berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata akritos yang berarti membingungkan sedangkan arch berari asal-usl, dimana secara umum, Acritarch adalah struktur organik yang belum diperhitngkan untuk diklasifikasikan. Diyakini bahwa acritarch merupakan fosil Protista yang hidup pada zaman Prakambrium yang berumur sekitar 2,1 miliar tahun. Fosit tersebut mengandung kilit sista atau kulit pelindung yang mirip dengan kulit sista yang di bentuk Protista pada saat ini. Protista terdapat sekitar 600.000 spesies yang saat ini sudah diketahui. Sebagian besar uniseluler, tetapi ada juga yang berkoloni dan multiseluler. Protista mempunyai keanekaragaman metabolisme. Protista ada yang aerobik dan memiliki mitokondria sebagai alat resporasinya, serta ada juga yang anaerobik. Ada juga Protista yang fotoautotrof karena memiliki kloroplas, dan ada juga yang hidup secara heterotrof dengan cara menyerap molekol organik atau memakan organisme lainnya. Sebagian besar dari Protista memiliki alat gerak yangberupa flagela (bulu cambuk ) atau silia (rambut getar) sehingga dapat bergerak (motil), namun ada juga yang tidak mempunyai alat gerak. Protista dapat dengan mudah ditemukan karena hidup diberbagai habitat yang mengandung air seperti di tanah, sampah, tumpukan dedaunan, air tawar, air laut, pasir, endapan lumpur, dan batu. Namun ada juga yang hidup dengan bersimbiosis di dalam tubuh organisme lain secara parasit atau mutualisme. Protista merupakan organisme penyusun plankton. Plankton berasal dari baha yunani yaitu planktos yang berarti mengembara artinya organisme mikroskopis yang mengapung secara pasitf atau berenang secara lemah di permukaan air. Plankton yang bersifat fotoautotrof disebut dengan fitoplankton, sedangkan protista yang bersifat heterotrof disebut dengan zooplankton. 1. Ciri-Ciri Protista Protista memiliki berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda, maka dari itu kali ini mengenai ciri-ciri umum protista adalah sebagai berikut.  Memiliki membran inti sel  Umumnya uniseluler (bersel satu) tetapi ada juga organisme multiseluler atau kolonial  Hidup dengan bebas atau hidup sebagai parasit  Dapat ditemukan di tana, sampah, tumpukan dedaunan, air tawar, air laut, pasir,endapan lumpur, dan batu  Respirasi aerop dan memiliki mitokondria untuk respirasi sel serta ada juga yang anaerobik.  Umumnya bergerak dengan flagela atau silia, namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak.  Bereproduksi secara aseksual dan seksual  Dikelompokkan dalam 3 jenis yaitu protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang), protista mirip jamur (jamur protista) 2. Jenis-Jenis Protista/Klasifikasi Protista Berdasarkan dari kemiripan ciri-ciri dengan organisme lain dan cara memperoleh makanannya sebagai bentuk sumber energi. Protista di kelompokkan dalam 3 jenis golongan. Jenis-Jenis Protista adalah sebagai berikut... a. Protista Mirip Hewan (Protozoa) Protista mirip hewan (protozoa) adalah protista yang bersifat heterotrof yang memperoleh makanannya dari organisme lain dengan cara "menelan" atau memasukkan makanan tersebut ke dalam sel tubuhnya (intraseluler). Macammacam contoh protista mirip hewan dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu Mastigophora (protista berbulu cambuk), sarcodina (protista berkaki semu), Ciliphora (protista bersilia), dan Sporozoa (protista berspora). Ciri-Ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa)  Organisme bersel satu  Mempunyai inti eukariotik  Ukuran tubuh antara 100-300 mikron  Umumnya memiliki anggota gerak  Alat gerak protozoa antara lain kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), dan bulu cambuk (flagelum),  Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)  Hidup bebas, saprofit, atau parasit  Habitat di air laut, air tawar, tempat lembab, tubuh hewan atau tubuh manusia. b. Protista Mirip Tumbuhan (Alga atau Ganggang) Protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang) adalah protista fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotosintetis. Macammacam alga yang dikelompokkan dalam beberapa jenis antara lain Euglenophyta (euglena), Chrysophyta (alga keemasan), Phyrrophyta (alga api), Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), dan Rhodophyta (alga merah). Ciri-Ciri Protista Mirp Tumbuhan (Alga atau Ganggang)  Organisme eukariotik  Bersifat uniseluler dengan yang berbentuk benang/pita dan ada juga yang bersifat multiseluler yang berbentuk lembaran  Tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun.  Tubuhnya berupa talus  Bereproduksi secara aseksual dan seksual  Habitat di perairan, tempat lembab, dan epifit  Dapat berfotosintetis c. Protista Mirip Jamur (Jamur Protista) Protista mirip jamur (jamur protista) adalah protista heterotrof yang memperoleh makanan dari organisme lain dengan cara menguraikan atau menelan (fagositosis) makanan. Macam-macam jamur protista yang dikelompokkan dalam beberapa jenis yang meliputi kelompok jamur lendir dan jamir air (Oomycota). Jamur lendir terbagi menjadi dua jenis yaitu jamur lendir plasmodial (Myxomycota) dan jamur lendir seluler (Acrasiomycota). Ciri-Ciri Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)  Memiliki sel flagela pada waktu dalam siklus hidupnya  Bersifat heterotrof  Umumnya parasit atau saprofit  Khususnya pada jamur air, memiliki dinding sel yang tersusun oleh selulosa, sedangkan jamur tersusun oleh zat kitin  Membentuk spora diploid dan hasil miosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora  Fagositik F. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik 2. Model Pembelajaran : Discovery Learning 3. Media Pembelajaran : Gambar, Ppt, Video, Proyektop, Laptop 4. Sumber Belajar : Buku Paket G. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I : 2 x 45 menit Kegiatan : Kegiatan Deskripsi Pembelajaran Waktu Nilai Karakter Pendahuluan  salam dan 5 menit Peserta didik merespon dari guru berhubungan menghormati kondisi dan pembelajaran (salam, sapa, pertanyaan dengan senyum) sebelumnya  Saling Peserta didik tentang pembelajaran dilaksanakan menerima dengan informasi yang akan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.  Peserta didik menerima tentang kompetensi, materi, tujuan, informasi ruang lingkup manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan  Bertanya dan menagih secara lisan tugas mengumpulkan media hidup Protista, yaitu air kolam. Inti  Mengamati 1. Peserta didik mengamati dan 5 menit mencermati gambar video Protista Peduli lingkungan mirip jamur. 2. Peserta didik mencatat hasil pengamatannnya  Menanya 1. Peserta didik mendiskusikan (antar 10 meni Kritis peserta didik dalam satu kelompok atau diluar guru) kelompok, dan/atau tentang hasil pengamatan video Protista mirip jamur. 2. Peserta didik mengidentifikasi ciriciri Protista mirip jamur. 3. Peserta didik merumuskan masalah ciri-ciri, perkembangbiakan dan klasifikasi Protista mirip jamur.  Mengeksplorasi 1. Peserta didik secara berkelompok 40 menit melakukan pengamatan gambar Protista mirip jamur. 2. Peserta didik mengidentifikasi ciriciri dan menggambar Protista mirip Rasa tahu ingin jamur yang diamati. 3. Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/ menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan siswa menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah.  Mengasosiasi 1. Membandingkan hasil pengamatan 5 menit dengan gambar berbagai Kreatif jenis organisme golongan Protista mirip jamur. 2. Membuat kesimpulan tentang ciri Protista mirip jamur dari hasil pengamatan.  Mengkomunikasikan 1. Perwakilan kelompok 10 menit dari mempresentasikan Kerjasama hasil pengamatan Protista mirip jamur. 2. Peserta didik menyampaikan kesimpulan ciri-ciri Protista mirip jamur. 3. Peserta didik kesimpulan menyampaikan perkembangbiakan Protista mirip jamur Peserta didik kesimpulan menyampaikan klasifikasi Protista mirip jamur. Penutup  Peserta didik menyimpulkan materi 10 menit Tanggung yang telah dipelajari dengan merespon jawab, kreatif pertanyaan guru yang menuntun dan menggali. sifatnya  Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.  Peserta didik saling memberikan umpan balik hasil refleksi yang dilakukan  Guru memberikan tugas mandiri sebagai pelatihan keterampilan dalam menyelesaikan masalah peran Protista mirip jamur.  Peserta didik mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya. H. Penilaian 1. Penilaian sikap spiritual a. Teknik penilaian : Angket b. Bentuk penilaian : lembar angket c. Kisi-kisi : No Sikap yang dinilai Butir 1 Mensyukuri nikmat Tuhan yang telah menciptakan protista yang 1-8 memiliki peranan dalam kehidupan manusia Instrumen : lihat lampiran 1 2. Penilain sikap sosial a. Teknik penilaian : Observasi b. Bentuk penilaian : lembar observasi c. Kisi-kisi : No Sikap yang dinilai Butir instrumen 1 Kejujuran dalam mencatat data hasil pengamatan 1 Ketelitian dalam melakukan pengamatan mikroskopis 1 mikroskopis Protista 2 protista 3 Tanggung jawab pada saat melakukan pengamatan dan 1 setelah melakukan pengamatan mikroskopis Instrumen : lihat lampiran 2 3. Penilaian pengetahuan a. Teknik penulisan : Tes tulis b. Bentuk instrumen : soal uraian 6 butir c. Kisi-kisi Kisi-kisi soal uraian No Indikator Butir instrument 1 Menentukan 3 ciri umum kingdom protista 2 Menyelidiki keberadaan 2 jenis protista Soal tes tulis nomor 1 (mirip Soal tes tulis nomor 2 hewan/tumbuhan) yang hidup di air kolam dan air rendaman jerami/rumput 3 Menentukan 1 ciri umum setiap kelas dari protista mirip Soal tes tulis nomor 3 hewan 4 Menentukan 1 ciri umum setiap kelas dari protista mirip Soal tes tulis nomor 4 tumbuhan 5 Menentukan 2 ciri umum setiap kelas dari protista mirip Soal tes tulis nomor 5 jamur 6 Mengkaitkan antara ciri umum protista dengan peranannya Soal tes tulis nomor 6 dalam kehidupan Instrumen : lihat lampiran 3 4. Penilaian keterampilan a. Teknik penilaian : Observasi b. Bentuk instrument : lembar observasi c. Kisi-kisi Kisi lembar observasi untuk pengamatan protista pada air kolam dan air rendaman rumput/jerami No Keterampilan Butir instrument 1 Merencanakan pengamatan untuk mengamati protista yang hidup di 2 air kolam dan rendaman air jerami/rumput 2 Melaksanakan pengamatan mikroskopis dari kultur air kolam dan 2 rendaman air jerami 3 Menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk gambar 1 4 Mengkomunikasikan hasil pengamatan protista dalam bentuk 2 laporan secara tertulis Instrument : lihat lampiran 4 Kisi lembar observasi untuk diskusi No Keterampilan Butir instrument 1 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang protista mirip 1-4 hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur 2 Mempresentasikan hasil diskusi tentang peranan protista dalam 1-4 kehidupan Cirebon, 6 November 2015 Mengetahui Kepala SMA… Guru Mata Pelajaran, …………………… …………………… Lampiran 1: Penilaian sikap spiritual Penilaian sikap spiritual : Digunakan untuk menilai sikap spiritual siswa dalam materi peranan protista bagi kehidupan manusia Angket Petunjuk Angket Berilah tanda chek list (√) pada pernyataan yang menurut kalian sesuai dengan kebiasaan kalian. No Sikap yang dinilai 1 Jika saya mengamati air kolam yang bewarna hijau, saya Ya Tidak yakin ada makhluk hidup kecil yang memiliki klorofil untuk fotosintesis 2 Saya tidak suka membuang sampah ke sungai atau kolam karena dapat membunuh plankton dan zooplankton 3 Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan protista memiliki manfaat tersendiri bagi kehidupan manusia di bumi ini 4 Setelah memotong dan membersihkan rumput di lapangan, saya selalu mencuci tangan agar bebas dari kista 5 Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan sangat seimbang 6 Saya ingin sekali meneliti lebih lanjut tentang peranan protista untuk memenuhi kebutuhan manusia 7 Setelah mengamati video tentang Chlorella saya ingin mengunjungi tempat budidaya Chlorella yang ada di Pasuruan-Jatim agar bisa mencari informasi tentang budidaya Chlorella secara langsung 8 Melalui belajar protista ini dapat meningkatkan ketakwaan saya terhadap adanya Tuhan yang menciptakan makhluk di bumi mulai dari yang mikroskopis sampai makroskopis Rekapan Penilaian Siswa No Nama Siswa Skor pernyataan No. 1 2 3 4 5 6 Keterangan: Nilai 1 : jika benar Nilai 0 : jika salah Nilai sikap = (jumlah skor: jumlah skor maksimal) x 4 7 8 ∑ Nilai skor sikap Criteria Kriteria Rentangan nilai Sangat baik (A) 3,66 – 4, 0 Baik (B) 2,66-3,65 Cukup (C) 1,66 - 2,65 Kurang (D) < 1,66 Lampiran 2: Penilaian Sikap social Lembar Observasi : Digunakan untuk menilai sikap social peserta didik dalam hal melakukan pengamatan protista yang terdapat dalam air kolam dan air rendaman jerami/rumput, air sawah, dan air selokan/parit Lembar Observasi Nama siswa : No Aspek yang dinilai 1 Kejujuran dalam mencatat data hasil pengamatan 2 Ketelitian dalam mencari protista di bawah mikroskop 3 Tanggung jawab pada saat melakukan pengamatan dan setelah Skor 1 2 3 melakukan pengamatan protista Rubrik Penilaian Sikap Sosial No 1 Aspek yang dinilai Kejujuran dalam Skor 3 mencatat data hasil pengamatan Menuliskan, mencatat, atau menggambar sesuai dengan hasil pengamatan mikroskop 2 Menuliskan, mencatat, atau menggambar kurang sesuai dengan hasil pengamatan mikroskop 1 Menuliskan, mencatat, atau menggambar tidak sesuai dengan hasil pengamatan mikroskop 2 Ketelitian dalam mencari protista di 3 Mendapatkan jenis protista yang terdapat di dalam preparat dengan cepat (kurang dari 5 menit) bawah mikroskop 2 Mendapatkan jenis protista yang terdapat di dalam preparat kurang dari 10 menit 1 Mendapatkan jenis protista yang terdapat di dalam preparat lebih dari 10 menit 3 Tanggung jawab pada saat 3 Bertanggung jawab dalam menggunakan alat- alat melakukan pengamatan setelah labolatorium ketika pengamatan dan mengembalikan dan melakukan pengamatan protista alat-alat labolatorium ke tempat semula 2 Bertanggung jawab dalam menggunakan alat- alat labolatorium hanya ketika pengamatan 1 Tidak bertanggung jawab terhadap alat-alat labolatorium baik pada saat pengamatan ataupun setelah pengamatan Lampiran 3: Penilaian Pengetahuan Tes Tulis : Digunakan untuk menilai pengetahuan perserta didik dalam materi protista Kisi-kisi Soal Indikator Indikator Tingkat Butir Indikator Kompetensi butir soal berfikir Soal Kompetensi Menentukan ciri Siswa dapat umum menentukan ciri C3 1. Dalam klasifikasi 5 Menentukan kingdom, protista ciri kingdom protista umum kingdom terpisah menjadi kingdom melalui protista melalui kingdom sendiri. protista melalui pengamatan pengamatan Tentukan 3 ciri umum pengamatan video protista video protista dari makhluk yang masuk kingdom pritista? umum hidup video protista dalam Menyelidiki Siswa keberadaan menyelidiki protista hidup dapat C3 air protista kolam dan hidup rendaman rumah. yang di air kolam jerami/rumput Budi rendaman memiliki Menyelidiki kolam ikan di belakang keberadaan yang keberadaan di 2. Pak Air kolam protista tersebut tidak pernah hidup air diganti dan selama air di setidaknya kolam 1 sehingga jerami/rumput yang tahun air air dan ini rendaman air kolam jerami/rumput berwarna hijau. Tibatiba Pak Budi membeli ikan gatul (ikan kecil) lalu dimasukkannya ke dalam kolam tersebut. Setelah satu bulan, ikan gatul tersebut ternyata masih hidup, padahal tidak pernah diberi makan oleh Pak Budi. Selidiki jenis protista apa yang memiliki peran penting di dalam kolam ikan berdasarkan tersebut fakta dalam bacaan! Menentukan 1 Siswa dapat ciri umum setiap menentukan kelas dari ciri 1 umum protista mirip setiap kelas dari hewan protista mirip C3 3. Tentukan 1 ciri umum Menentukan 1 setiap kelas dari ciri protista mirip hewan? setiap dari umum kelas protista mirip hewan hewan Menentukan 1 Siswa dapat ciri umum setiap menentukan kelas dari ciri protista C3 1 Tentukan 1 ciri umum Menentukan 1 setiap kelas dari protista ciri umum mirip tumbuhan? setiap mirip setiap kelas dari tumbuhan protista dari mirip 2 Siswa dari ciri protista dapat C3 2 4. Tentukan 1 ciri umum Menentukan 2 setiap umum kelas dari ciri protista mirip jamur? mirip setiap kelas dari jamur protista protista tumbuhan ciri umum setiap menentukan kelas kelas mirip tumbuhan Menentukan umum setiap dari mirip umum kelas protista mirip jamur jamur Mengkaitkan antara umum Siswa dapat ciri mengkaitkan protista antara C4 5. Dalam teknologi Mengkaitkan modern, pemanfaatan antara ciri ciri dari protista menjadi umum protista dengan protista dengan unggulan. Contohnya dengan peranannya peranannya peranan protista mirip peranannya dalam dalam tumbuhan kehidupan kehidupan golongan alaga yaitu kehidupan Chlorella. teknologi canggih dari dalam Dengan yang Chlorella dapat diolah menjadi suplemen yang makanan banyak mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. a. Jelaskan kandungan gizi apa zat yang terkandung di dalam Chlorella? b. Jelaskan teknologi yang apa dapat memecahkan dinding sel Chlorella yang banyak tebal sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia? c. Dapatkah Chlorella dibudidayakan? Rubrik Penilaian No Jawaban Skor Maksimal 1 Eukariot (memiliki membrane inti), uniselular atau multiselular, 12 merupakan organisme yang mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur, habitat di air atau parasit pada hewan tertentu @4 2 Dimungkinkan ada protista mirip tumbuhan dan mirip hewan yang 16 berperan sebagai fitoplankton dan zooplankton yang menjadi makanan ikan gatul tersebut. Jadi meskipun tidak diberi makan, ikan gatul tersebut bisa hidup. 3 Memiliki alat gerak seperti hewan : Ciliata alat gerak berupa silia; flagelata alat gerak berupa bulu cambuk ; sarcodina berupa pseudopodia/ kaki semu; sporozoa tidak mempunyai alat gerak 6 4 a. Ganggang hijau (Chlorophyta) memiliki pigmen dominan berupa klorofil; Ganggang coklat (Phaeophyta) memiliki 12 pigmen fukosantin; b. Ganggang merah (Rhodophyta) memiliki pigmen fikoeritrin dan karotin; c. Ganggang keemasan (Chrysophyta) memiliki pigmen dominan karotin dan fukosantin, d. euglenophyta (memiliki alat gerak berupa flagel) e. Pyrrophyta (alga api) mampu memancarkan cahaya berwarna merah 5 Myxomycota (jamur lendir) : memiliki tubuh seperti lendir 8 (plasmodium), menghasilkan spora yang tidak berflagel. Oomycota (jamur air): ditemukan di air, menghasilkan sel berflagel untuk berenang di air. 6 a. Mengandung asam amino (protein nabati), mineral, dan vitamin. 12 b. Teknologi Dyno Mill yaitu metode pemecahan dinding sel secara fisika. (cari lain) c. Dapat, karena dapat melakuka reproduksi vegetative yaitu membelah diri. LEMBAR SOAL Petunjuk Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar! 1. Dalam klasifikasi 5 kingdom, protista terpisah menjadi kingdom sendiri. Tentukan 3 ciri umum dari makhluk hidup yang masuk dalam kingdom pritista? 2. Pak Budi memiliki kolam ikan di belakang rumah. Air kolam tersebut tidak pernah diganti setidaknya selama 1 tahun ini sehingga air kolam berwarna hijau. Tiba-tiba Pak Budi membeli ikan gatul (ikan kecil) lalu dimasukkannya ke dalam kolam tersebut. Setelah satu bulan, ikan gatul tersebut ternyata masih hidup, padahal tidak pernah diberi makan oleh Pak Budi. Selidiki jenis protista apa yang memiliki peran penting di dalam kolam ikan tersebut berdasarkan fakta dalam bacaan! 3. Tentukan 1 ciri umum setiap kelas dari protista mirip hewan? 4. Tentukan 1 ciri umum setiap kelas dari protista mirip tumbuhan? 5. Tentukan 1 ciri umum setiap kelas dari protista mirip jamur? 6. Dalam teknologi modern, pemanfaatan dari protista menjadi unggulan. Contohnya peranan protista mirip tumbuhan dari golongan alaga yaitu Chlorella. Dengan teknologi yang canggih Chlorella dapat diolah menjadi suplemen makanan yang banyak mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. a. Jelaskan kandungan zat gizi apa yang terkandung di dalam Chlorella? b. Jelaskan teknologi apa yang dapat memecahkan dinding sel Chlorella yang banyak tebal sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia? c. Dapatkah Chlorella dibudidayakan? Lampiran 3: Penilaian Keterampilan Penilaian Keterampilan : Digunakan untuk menilai keterampilan peserta didik dalam hal Merencanakan, melaksanakan, menyajikan, dan mengkomuni-kasikan hasil pengamatan protista Tabel Rata-rata Penilaian Keterampilan Jumlah skor No Keterampilan 1 Merencanakan Kel. 1 pengamatan untuk mengamati protista yang hidup di air kolam dan rendaman air jerami/rumput 2 Melaksanakan pengamatan mikroskopis dari kultur air kolam dan rendaman air jerami 3 Menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk gambar 4 Mengkomunikasikan hasil pengamatan protista dalam bentuk laporan secara tertulis a. Instrumen penilaian praktikum Kel. 2 Kel. 3 Nilai No Elemen yang dinilai 1 Merencanakan pengamatan Skor Kriteria penilaian untuk mengamati protista yang hidup di air kolam dan rendaman air jerami/rumput a. Menyiapkan media biakan protista 2 Menyiapkan untuk media menanam biakan protista sebanyak 4 botol 3 Menyiapkan untuk media menanam biakan protista sebanyak 2-3 botol 2 Menyiapkan untuk media menanam biakan protista sebanyak 1botol 1 Tidak menyiapkan media biakan b. Membiakan protista 4 Membawa hasil pembiakan ke sekolah sebanyak 4 botol sesuai dengan sampel habitat air yang diminta 3 Membawa hasil pembiakan ke sekolah sebanyak 3 botol sesuai dengan sampel habitat air yang diminta 2 Membawa hasil pembiakan ke sekolah sebanyak 2 botol sesuai dengan sampel habitat air yang diminta 1 Membawa hasil pembiakan ke sekolah sebanyak 1 botol sesuai dengan sampel habitat air yang diminta 2 Melaksanakan pengamatan mikroskopis dari kultur air kolam dan rendaman air jerami a. Membuat preparat basah dari kultur 4 protista Membuat preparat basah dan bisa diamati di bawah mikroskop 3 Membuat preparat basah dan kurang bisa diamati di bawah mikroskop b. Melakukan pengamatan di bawah 2 Kurang bisa membuat preparat 1 Tidak bisa membuat preparat 4 Menggunakan mikroskop mikroskop dengan benar dan mencari obyek pengamatan dengan cepat (< 5 menit) 3 Menggunakan dengan benar mikroskop dan mencari obyek pengamatan (> 5 menit) 2 Menggunakan dengan mikroskop kurang benar dan mencari obyek pengamatan (> 10 menit) 1 Tidak bisa menggunakan mikroskop dan mencari obyek pengamatan 3 Menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk gambar Penyajian data hasil pengamatan 4 Menyajikan data dalam bentuk gambar sebanyak organisme yang ditemukan dari kegiatan pengamatan mikroskopis 3 Menyajikan data dalam bentuk gambar tetapi kurang sesuai dengan hasil mikroskopis pengamatan 2 Menyajikan data dalam bentuk gambar tetapi tidak denganhasil sesuai pengamatan mikroskopis 1 Menyajikan data tidak dalam bentuk gambar Kisi lembar observasi (diskusi presentasi) A Penguasaan konsep sains 3 Menguasai konsep sains dengan sangat baik dan istilah-istilah sains yang digunakan tepat dan benar 2 Kurang mengusai konsep saint dan istilah-istilah sains yang digunakan kurang tepat 1 Tidak mengusai konsep sains dengan baik dan instilah-istilah yang digunakan tidak tepat B Penampilan presenter 3 Penyampaian komunikatif mudah dengan dipahami, audiens, dan memberi waktu audiens untuk berfikir 2 Penyampaian mudah dipahami, kurang komunikatif dengan audiens, dan kurang memberi waktu audiens untuk berfikir 1 Penyampaian tidak mudah dipahami, tidak komunikatif dengan audiens, dan tidak berfikir Nilai = Skor yang diperoleh x4 Total skor maksimal memberi waktu audiens untuk b. Instrumen penilaian laporan praktikum Skor No Elemen yang dinilai 1 Halaman judul: - topic praktikum, nama maksimal 5 anggota, menyebutkan nama instasi sekolah, dan waktu 2 Rumusan masalah sesuai dengan obyek 5 yang diamati 3 Hipotesis disusun berdasarkan teori yang 5 telah dipelajari sebelumnya 3 Data dan analisis data 20 - Menampilkan data hasil pengamatan - Data dianalisis dengan baik, dengan membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yangterdapat di dalam literatur 4 Pembahasan 30 - Membahas tentang hasil analisis data - Memuat tentang teori-teori yang sumber-sumber yang mendukung - Menggunakan dapat dipertanggung jawabkan (tidak anonim) - Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan EYD 5 Kesimpulan dan saran - 10 Hasil kesimpulan berdasarkan hasil praktikum - Mencantumkan saran yang bersifat membangun 6 Terdapat daftar pustaka minimal 3 5 Skor Kel.1 Kel.2 Kel.3 Kel.4 7 Laporan sementara dilampirkan 5 8 Laporan praktikum tersusun dengan baik, 5 mulai dari rumusan masalah, hipotesis, data, analisis data, pembahasan dan kesimpulan 90 Skor maksimal Nilai = Skor yang diperoleh x4 Total skor maksimal Kriteria Rentangan nilai Sangat baik (A) 3,66 – 4, 0 Baik (B) 2,66-3,65 Cukup (C) 1,66 - 2,65 Kurang (D) < 1,66

Judul: Jawaban Uts Komnet

Oleh: Hani Yaturrohmah


Ikuti kami