Makalah Agama

Oleh Widdy Sutysna

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Agama

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah mahluk hidup yang bertubuh dan berjiwa, ber-roh dan
berakal-budi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa manusia mampu untuk
bertransedensi (menguasai) diri dan lingkungannya. Keunikan kodrat manusia
dibandingkan dengan mahluk lain adalah akal-budi yang dimilikinya. Dengan
kemampuan akal-budinya maka manusia memiliki kemampuan untuk “mengambil
keputusan” dan “menentukan diri sendiri”. Disinilah nampak bahwa manusia
adalah mahluk yang berdimensi rasional dan individual. Dimensi rasionalitas
manusia dicetuskan dalam kemampuannya untuk mengambil keputusankeputusan dalam hidupnya. Dimensi rohani manusia sebagai pribadi nampak
dalam rasionalitas tersebut, sehingga manusia menjadi subyek dari segala
perbuatannya.
Tuhan menciptakan manusia secara unik bahkan “limited edition”. Tidak
ada yang sama atau serupa antara orang yang satu dengan yang lain. Keunikan
manusia bukan hanya terletak pada fisik semata melainkan juga pada talentanya
masing-masing. Ada pemikir, ada pekerja, ada seniman, ada olahragawan, ada
pebisnis/pedagang, dsb

1.3 Rumusan Masalah
Permasalahan utama yang diangkat dalam tugas ini adalah :
1. Bagaimana teori tentang manusia .
2. Bagaimana teori tentang martabat manusia.
3. Bagaimana teori tentang meluhurkan martabat manusia sebagai
citra Allah .
4. Bagaimana fakta-fakta tindakan dan perbuatan yang melecehkan
atau merendahkan martabat manusia sebagai citra Allah.

1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana teori tentang manusia.
2. Untuk mengetahui bagaimana teori tentang martabat manusia.
3. Untuk mengetahui teori tentang meluhurkan martabat manusia
sebagai citra Allah.
4. Untukn mengetahui bagaimana fakta-fakta tindakan dan
perbuatan yang melecehkan atau merendahkan martabat
manusia sebagai citra Allah.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Teori tentang manusia.

menjadi apa dan siapa bergantung ia bergaul dengan siapa. Manusia tidak bisa
hidup sendirian, sebab jika hanya sendirian ia tidak “menjadi” manusia. Dalam
pergaulan hidup, manusia menduduki fungsi yangbermacam-macam. Di satu sisi
ia menjadi anak buah, tetapi di sisi lain ia adalah pemimpin. Di satu sisi ia adalah
ayah atau ibu, tetapi di sisi lain ia adalah anak. Di satu sisi ia adalah kakak, tetapi
di sisi lain ia adalah adik. Demikian juga dalam posisi guru dan murid, kawan dan
dan seterusnya. . Dalam hubungan antar manusia (interpersonal), ada pemimpin
yang sangat dipatuhi dan dihormati
Rakyatnya, ada juga yang hanya ditakuti bukan dihormati, begitupunguru atau
orang tua, ada yang dipatuhi dan dihormati , ada juga orang tua dan guru yang
tidak dipatuhi dan tidak pula dihormati. Mengapa terjadi demikian ?
Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan
antar manusia itu.
Hubungan antar manusia (interpersonal) itu berlangsung mengikuti kaidah
transaksional, yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan
dalam transaksinya atau malah merugi. Jika merasa memperoleh keuntungan
maka hubungan itu pastimulus, tetapi jika merasa rugi maka hubungan itu akan
terganggu , putus, atau bahkan berubah menjadi permusuhan.
Demikian juga rakyat dan pemimpin, suami- isteri, mantu – mertua direktur-anak
buah, guru-murid, mereka berfikir; kontribusi mereka sebanding dengan
keuntungan yang diperoleh atau malah rugi. Demikian juga hubungan antara
daerah dengan pusat, antara satu entitas dengan entitas lain.
2.2 Teori

Judul: Makalah Agama

Oleh: Widdy Sutysna


Ikuti kami