346034464-jawaban-rendra Nurhuda.docx

Oleh Re Ra

160,5 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip 346034464-jawaban-rendra Nurhuda.docx

Kata Pengantar Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat. Makalah yang berjudul “Motivasi” ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang “Motivasi" ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Jakarta, November 2016 Penyusun 1 Daftar Isi Kata Pengantar..............................................................................................................1 Daftar Isi.......................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang..................................................................................................3 2. Rumusan Masalah.............................................................................................3 3. Tujuan...............................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Motivasi..........................................................................................4 2. Proses Motivasi.................................................................................................5 3. Pendekatan Terhadap Motivasi.........................................................................6 4. Teori Tentang Motivasi.....................................................................................6 5. Tantangan Motivasi..........................................................................................9 6. Alat-alat Motivasi.............................................................................................9 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan.....................................................................................................10 Daftar Pustaka.............................................................................................................11 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Motivasi adalah suatu dorongan terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal. Dorongan yang kita dapat itu bisa bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri atu pun dari hal atau orang lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang menjadi suatu sumber tenaga dalam kita mengerjakan suatu hal agar kita mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Dalam hal ini kegiatan yang kita lakukan dapat berbentuk negatif ataupun positif meskipun motivasi kita semua awalnya “baik”. Motivasi ada banyak jenisnya antara lain motivasi belajar, motivasi berprestasi, motivasi agresi, motivasi berafiliasi, dll. Dalam hal ini motivasi berprestasi yang akan menjadi topik utamanya. Hal itu dikarenakan motivasi inilah yang sangat umum di masyarakat. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 1.2 Rumusan Masalah Apakah pengertian dari motif, motivasi, dan motivasi kerja Bagaimana proses terbentuknya motivasi ? Apa sajakah pendekatan dalam motivasi ? Teori apa sajakah yang terdapat dalam motivasi ?i Apa saja alat alat yang digunakan dalam motivasi ? 1.3 Tujuan Memahami arti dari motif , motivasi dan motivasi kerja dalam manajemen Mengetahui asumsi-asumsi dasar mengenai motivasi Mengetahui pendekatn-pendekatan yang ada dalam motivasi Memahami teori-teori dalam motivasi Mengetahui pendekatan sistem dalam motivasi 1.4 Manfaat Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai motivasi dalam manajemen Sebagai dasar penyusunan makalah mata kuliah pengantar manajemen 3 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Motivasi Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Sebelum menjelaskan motivasi, akan lebih baiknya menjelaskan “motiv” terlebih dahulu, karena kata “motiv” muncul terlebih dahulu sebelum kata “motivasi’. Kedua hal tersebut merupakan daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motiv dapat diartikan sebagai suatu kondisi internal (kesiapan, dan kesiagaan). Yang berawal dari kata “motiv” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah aktif pada saat-saat tertentu terutama apabila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan mendesak. Sujono Trimo memberikan pengertian motivasi adalah suatu kekuatan penggerak dalam prilaku individu dalam prilaku individu baik yang akan menentukan arah maupun daya tahan (perintence) tiap perilaku manusia yang didalamnya terkandung pula ungsurungsur emosional insane yang berasangkutan. Dari uraian diatas dapat di sipulkan bahwa motivasi secara etimologi adalah dorongan atau daya penggerak yang ada daya penggerak yang berada dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan untuk mencapai sebuah tujuan. Sedangkan secara terminonologi banyak para ahli yang memberikan batasan tentang pengertian motivasi diantaranya adalah:  Menurut Sartain, Motivasi adalah suatu pertanyaan yang komplek dimana dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal ) atau perangsang.  Menurut Fredrick J. Mc Donal, memberikan sebuah pernyataan yaitu motivasi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang ditantai dengan perasaan dan juga reaksi untuk mencapai sebuah tujuan. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat dipandang sebagai fungsi, berarti motivasi berfungsi sebagai daya penggerak dari dalam individu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan. Motivasi dipandang dari segi proses, berarti motivasi dapat dirangsang oleh faktor luar, untuk menimbulkan motivasi dalam diri siswa yang melalui proses rangsangan belajar sehingga dapat 4 mencapai tujuan yang di kehendaki. Motivasi daipandang dari segi tujuan, berarti motivasi merupakan sasaran yang akan dicapai. Jika seorang mempunyai keinginan untuk belajar suatu hal, maka dia akan termotivasi untuk mencapainya. Dorongan kerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisiensi dan ekonomis. Kemampuan manajer untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya akan menentukan efektifitas manajer yaitu manajer harus dapat memotivasi bawahannya agara pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat. 2. Proses Motivasi Proses motivasi itu sendiri merupakan gabungan dari konsep kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Proses motivasi dimulai : 1. Munculnya kebutuhan yang belum terpenuhi, yang menyebabkan adanya ketidak seimbangan dalam diri seseorang dan berupaya untuk menguranginya dengan perilaku tertentu. 2. Seseorang kemudian mencari cara-cara untuk memuaskan keinginan itu. 3. Seseorang mengarahkan perilakunya kearah pencapaian tujuan atau prestasi dengan cara-cara yang telah dipilihnya yang didukung kemampuan, keterampilan maupun pengalamannnya. 4. Penilaian prestasi dilakukan dirinya sendiri atau orang lain yang dalam hal ini dapat saja orang lain atau atasan, atas keberhasilan dalam mencapai tujuan, dan perilaku yang yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan itu, akan dinilai sendiri oleh individu bersangkutan, sedangkan perilaku yang ditujukannya untuk pemenuhan kebutuhan finansial atau jabatan, pada umumnya dilakukan atasan atau pimpinan organisasi/perusahaan. 5. Ganjaran (reward) ataupun hukuman (punishment) yang diterima atau dirasakan tergantung pada evaluasi atas prestasi yang dilakukan individu itu sendiri. 6. Pada akhirnya, individu tersebut, menilai sejauh mana perilaku dan ganjaran telah memuaskan kebutuhannya 5 3. Pendekatan Terhadap Motivasi 1. Pendekatan Tradisional Pendekatan ini selalu dikaitkan dengan Frederick Taylor dan manajemen ilmiah. Menurut pendekatan ini motivasi seseorang didorong oleh keinginannya untuk memperoleh gaji/uang. Manajer menentukan cara yang paling efisien untuk melakukan pekerjaan berulang dan memotivasi karyawan dengan sistem intensif upah. Manajer dianggap lebih tahu dari karyawan, karyawan pada umumnya malas bekerja, tetapi dengan didorong intensif upah, karyawan mau bekerja. 2. Pendekatan Hubungan Manusia (Human Relation) Pendekatan ini sering kali dihubungkan dengan Elton Mayo dan para peneliti lain yang sezaman. Menyatakan bahwa kebosanan dan pengulangan berbagai tugas merupakan faktor yang menurunkan motivasi. Manajer dapat memotivasi karyawan dengan memberikan kebutuhan sosial serta dengan membuat mereka merasa bermanfaat dan penting, misalnya pertemuan pengajian, kegiatan arisan. 3. Pendekatan Human Resource Management Pendekatan ini sering kali dihubungkan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa kepentingan karyawan harus diperhitungkan, dengan kata lain tanggung jawab terhadap perkerjaan, penyelesaian pekerjaan, dan prestasi kerja merupakan sumber motivasi penting yang haus diperhitungkan untuk mendorong karyawan. 4. Teori Tentang Motivasi A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970) Abraham Maslow mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks, yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus 6 terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.  Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)  Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)  Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)  Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)  Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya) Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman. B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966) Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik). 7 C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif),Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer: a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan. c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab. d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja. Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y : a. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain. b. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran. c. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab. d. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif. D. TEORI MOTIVASI VROOM (1964) Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:  Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas  Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).  Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan E. Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961), yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu: 8  Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)  Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)  Need for Power (dorongan untuk mengatur) F. Clayton Alderfer ERG Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi. 5. Tantangan Motivasi Dalam menerapkan praktenya ada beberapa tantangan yang sering dihadapi seperti : 1. Kebutuhan sangat berbeda pada setiap orang Dengan adanya kebutuhan yang berbeda maka penerapan teori motivasi juga harus berbeda 2. Cara menterjemahkan kebutuhan ke dalam tindakan secara individu juga berbeda Dengan adanya perbedaan ini maka cara pandang individu dalam hal menilai kebutuhan juga berbeda 3. Orang tidak selalu bertindak menurut kebutuhan Ada orang yang bekerja tidak untuk memenuhi kebutuhan tetapi hanya mengisi waktu luang sehingga motivasinya juga berbeda 4. Reaksi kepuasan seseorang terhadap pemenuhan akan kebutuhan atau tidak terpenuhi kebutuhannya akan berbeda. Ada seseorang yang cukup puas dengan terpenuhinya kebutuhan pshysiological tetapi ada yang tidak. 6. Alat-alat Motivasi a. Motivasi material atau insentif material, adalah motivasi yang bersifat materi sebagai imbalan atas prestasi seperti : upah, lembur, bonus, dan sebagainya. b. Motrivasi non material atau insentif non material : adalah motivasi yang tidak berbentuk materi seperti penghargaan tertulis atau pujian. 9 BAB III PENUTUP Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggerakan motivating merupakan suatu usaha untuk menggerakan anggota atau kelompok yang berkeinginan dan berusaha mencapai target yang ingin dicapai dan juga memenuhi kebutuhan individunya. Motivasi itu sangatlah penting sekali dalam dunia organisasi khususnya manajemennya, karena melalui motivasi para organisator dapat mengoptimalkan potensi dan kemampuam yang ada dan mungkin ada dalam dirinya demi tercapainya tujuan baik itu dari organisasinya ataupun tujuan individu itu sendiri. Karena dengan motivasi kita akan terdorong untuk memenuhi kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan afiliasi seperti yang di katakan David Mc. Clelland Setiap pimpinan organisasi harus benar-benar mampu dalam menggunakan tekhnik motivasi sehingga efisiensi kerja anggota akan maksimal. 10 Daftar Pustaka http://makalahtugasmu.blogspot.co.id/2015/09/makalah-motivasi-dalam-manajemen.html http://metyalutviani93.blogspot.co.id/2014/11/motivasi-proses-dan-penerapannya.html http://qunney.blogspot.co.id/2013/01/makalah-motivasi.html http://saptikarini.blogspot.co.id/2011/08/pengertian-teori-motivasibentuk.html http://manajemen-dasar.blogspot.in/2016/03/jenis-dan-alat-motivasi-motivasi-dalam.html 11

Judul: 346034464-jawaban-rendra Nurhuda.docx

Oleh: Re Ra


Ikuti kami