Jawaban Ushul Fiqh (ubed)

Oleh Ubaed Muhammad

70,1 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Ushul Fiqh (ubed)

KEMENTERIAN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO FAKULTAS USHULUDIN Jl Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telp. 7601295 Semarang 50185 ===================================================================================== NAMA: M.Ubaidillah Kelompok: TH E NIM: 1404026102 Mata Kuliah: Ushul Fiqih JAWABAN 1. Mazhab secara bahasa berarti ” jalan yang dilalui” dalam istilah fiqh mengikuti dan mengacu pada pemikiran mujtahid dalam kaitannya dengan sejumlah kemungkinan penafsiran dalam menentukan hukum Allah dari teks utama Al-Qur’an dan hadits. Mazhab mewakili seluruh pemikiran ulama dari imam mujtahid tertentu, tidak boleh dan harus bermazhab baik teologi maupun fiqh. Taqlid adalah mengikuti pendapat yang tidak ada hujjahnya dan tidak mengetahui sumber pendapat itu, taqlid ini bersifat naluriah maka batasannya sesuai dengan qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas Ittiba’ yang berarti mengikuti, artinya mengikuti pendapat seorang ulama’ yang di dasari dalil dan hujjah. Ibnu khuarizi mengatakan setiap orang yang engkau ikuti dengan hujjah dan dalil padanya, maka engkau adalah muttabi’ . Batasan ittiba’ harus sesuai Al-Qur’an dan hadits Talfiq artinya menyamakan, yakni mengambil, mengikuti dan mengontrol hukum dari peristiwa dengan mengambil hukum dari beberapa mcam mazhab yang sekira disitu sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. 2. Setuju, model jihad (perang) kurang bisa diaplikasikan di Indonesia, karena islam di Indonesia bisa ditegakkan dengan pendekatan kebudayaan, berpakaian sesuai dengan kultur negara, penegakan hukum qisosh tidak cocok diterapkan di Indonesia karena Indonesia bukan Darul Islam, tapi suatu negara yang bercita-cita menjadi Darussalam. 3. Penentuan hukum dengan berijtihad untuk mendapatkan solusi hukum jika terdapat suatu masalah yang harus diterapkan hukumnya, namun tidak dijumpai pada Al-Qur’an dan Hadits

Judul: Jawaban Ushul Fiqh (ubed)

Oleh: Ubaed Muhammad


Ikuti kami