Makalah Biologi

Oleh Sari Iriyanti

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Biologi

PENGARUH JENIS AIR TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG MERAH

OLEH
1. AN’NISAA EKA RAHMAWATI
2. ARUM WINARSIH
3. BANGUN CHOLIFA NUSANTARA
4. MIFTHA AMELIA KHULJANAH
5. SARI IRIYANTI DEWI

SMA NEGERI 76 JAKARTA 2015
XII MIA 2
2015

1

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulilah, Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan hasil penelitian Petumbuhan dan
Perkembangan Tanaman Kacang Merah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Selama penyusunan hasil penelitian ini, kami tidak lepas dari berbagai hambatan
dan kesulitan, namun berkat bimbingan dan bantuan semua pihak, akhirnya kami dapat
menyelesaikannya , untuk itu perkenankanlah saya mengucapkan banyak terima kasih
terutama kepada :
1.

Ibu Novy Dhamayanti. S. Pd Selaku guru pembimbing dalam penyusunan
makalah Riset yang selalu memberikan arahan dan bimbingannya.

2.

Ibu Devia Rosa. S. Pd Selaku Wali Kelas kami yang memberikan kami dukangan
dalam belajar.

3.

Teman-teman sejawat XII MIA 2 yang telah membantu dalam terlaksananya
penelitian ini.

4.

Seluruh teman–teman kelas XII yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah
memberikan dukungan dan rasa kebersamaan selama pendidikan.
Dengan segenap kerendahan dan keterbatasan diri yang dimiliki, kami menyadari

bahwa ini jauh dari kesempurnaan, kesempurnaan hanyalah milik ALLAH semata. Besar
harapan kami semoga hasil penelitian ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kami dan
orang banyak.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh .
Jakarta, 16 Agustus 2015

Penyusun

2

DAFTAR ISI
HALAMAN
Halaman Judul Dalam............................................................................................... i
Kata Pengantar.......................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................... iv
BAB I : PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang...................................................................................... 1

B.

Rumusan Masalah................................................................................. 2

C.

Hipotesis............................................................................................... 2

D.

Tujuan Penelitian.................................................................................. 2

BAB II : BAHAN DAN METODE PENELITIAN
A.

Alat dan Bahan..................................................................................... 3

B.

Cara Kerja............................................................................................. 3

C.

Variabel Penelitian................................................................................ 3

BAB III : HASIL DAN PEMBAHASAN
A.

Hasil Penelitian..................................................................................... 4

B.

Grafik.................................................................................................... 5

C.

Pembahasan.......................................................................................... 6

BAB IV : KESIMPULAN
BAB V : DAFTAR PUSTAKA
BAB VI : LAMPIRAN

3

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Kacang merah ini memiliki 2 tipe yaitu, Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris
L.) berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney bean) atau
kacang jogo adalah tanaman asli lembah Tahuacan-Meksiko. Penyebarluasan
tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat
penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika,
sampai ke Indonesia.
Kacang merah warna bijinya merah bertotol – totol merah tua, sesuai
dengan namanya. Buahnya (polong ) berwarna kuning, kalau masih muda berwarna
hijau dan kadang – kadang berwarna merah. Kalau sudah tua berubah menguning,
mengering, dan siap panen. Buahnya yang berbentuk polong memanjang, hanya
sedikit lebih panjang bila dibandingkan dengan bucis. Dalam satu polong ada 2 – 3
biji kacang merah. Bentuk kacang merah yang masih utuh sama dengan kacang
buncis, baik daun, bunga maupun bentuk polongnya.
Kacang merah memiliki kandungan gizi yang sangat baik, hal ini sangat
menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia apalagi jika diolah secara baik dan
benar. Kacang merah merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks,
serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Folasin adalah zat
gizi esensial yang mampu mengurangi resiko kerusakan pada pembuluh darah.
Pertumbuhan dan perkembangan pada dipengaruhi oleh faktor internal dan
eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman adalah air. Air mutlak diperlukan tumbuhan, karena di
dalam hidupnya tak mungkin tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa
memerlukan air.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
pada kacang merah adalah air. Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan
pertumbuhan yang berbeda pula. Berdasarkan hal tersebut kelompok kami pun
tertarik untuk meneliti jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman
kacang merah.

4

Dalam penelitian ini kami menggunakan air bening atau air minum, air
teh, dan air kopi+gula.
B.

Perumusan Masalah
1. Apakah tipe perkecambahan kacang merah?
2. Apakah jenis air yang paling baik dalam pertumbuhan kacang merah?
3. Apakah perbedaan jenis air mempengaruhi proses perkecambahan

C.

Hipotesis
1. Tipe perkecambahan kacang merah adalah Epigeal.
2. Kandungan air mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman
kacang merah.
3. Tanaman yang disiram dengan air kopi+gula, air teh, dan air biasa akan
menghasilkan tinggi tanaman yang sama besar.

D.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu :
1. Mengetahui perbedaan pengaruh berbagai jenis air pada proses pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan kacang merah.
2. Mengetahui jenis air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan
perkembangan khususnya kacang merah.
3. Mengetahui proses perkecambahan pada kacang merah.
4. Mengetahui tipe perkecambahan kacang merah.

5

BAB II
BAHAN DAN METODE PENELITIAN
A.

B.

Alat dan bahan :
1.

15 buah kacang merah (setiap gelas berisi 5 kacang merah)

2.

3 buah gelas plastik

3.

Kapas

4.

Air bening atau air minum

5.

Air teh

6.

Air kopi+ Gula

7.

Penggaris

Variabel Penelitian
o

Sebagai Variabel Bebas

: Berbagai jenis air (air bening, air teh, air

kopi+gula)

C.

o

Sebagai Variabel Terikat

: Tinggi tanaman.

o

Sebagai Variabel Kontrol

: pengaruh Perbadaan Jenis air

Cara Kerja
1.

Siapkan 3 buah gelas plastik, kemudian letakan kapas secukupnya pada
masing-masing gelas.

2.

Letakan 5 buah kacang merah di setiap gelas plastik, lalu beri nama tiap gelas
plastik menggunakan kertas yang sudah di beri lem perekat.

3.

Siram ketiga gelas tersebut dengan 3 jenis air yang berbeda.

4.

Siram gelas pertama dengan air kopi+gula, gelas kedua dengan air teh, dan
gelas ketiga dengan air bening atau air minum secukupnya.

5.

Letakan ketiga tanaman di tempat yang gelap atau tidak terkena sinar matahari.

6.

Lakukan penyiraman sehari 1 kali.

6

7.

Mencatat hasil pengamatan dan membuat laporan dari hasil pengamatan
tersebut.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.

Hasil Penelitian

Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang merah pada ke
3 gelas plastik yang di siram dengan air kopi+gula, air teh, air bening
Hari ke

Air kopi+ Gula

Air teh

Air bening / Air
Minum

I.

Kecambah kacang

Kecambah kacang

Kecambah kacang

merah belum

merah belum

merah belum

menunjukan

menunjukan

menunjukan

pertumbuhan apapun.

pertumbuhan apapun.

pertumbuhan
apapun.

II.

III.

Kecambah masih sama

kecambah masih sama

2 Kecambah mulai

dengan hari pertama

seperti hari pertama.

mengeluarkan akar.

Kecambah masih sama

3 Kecambah mulai

2 Kecambah mulai

dengan hari kedua.

mengeluarkan akar.

mengeluarkan

Sisanya belum tumbuh

batang setinggi 1 cm.

apapun

Sisanya belum
tumbuh apapun.

IV.

3 kecambah mulai

3 kecambah mulai

2 kecambah mulai

tumbuh akar, sisanya

tumbuh batang setinggi

mengalami Epigeal,

belum tumbuh apapun.

1 cm

1 kecambah mulai
tumbuh akar, sisanya
belum tumbuh

7

apapun.
V.

VI.

VII.

Pertumbuhan kecambah

3 kecambah mulai

3 kecambah

terhenti dan mengalami

bertambah tinggi, 1

mengalami epigeal,

pembusukan.

kecambah mulai

kulit biji mulai

mengeluarkan akar, 1

mengelupas dan

lainnya belum tumbuh

meninggi sekitar 5

apapun.

cm.

Kecambah bertambah

3 kecambah meninggi 1

3 tanaman mulai

busuk dan terdapat

cm, 1 kecambah mulai

meninggi sekitar 10

belatung

mengelupas kulitnya.

cm.

Kecambah bertambah

Tanaman masih sama

3 tanaman meninggi

busuk dan terdapat

seperti hari ke-6.

sekitar 20 cm dan

belatung

mulai mengeluarkan
daun.

B.

Grafik
Pengamatan grafik panjang batang kecambah tanaman kacang merah dengan satuan
centimeter.

25

20
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Hari 6
Hari 7

15

10

5

0
Air Kopi + gula

Air Teh

8

Air Bening

C. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan perkecambahan yang memiliki pengaruh air yang berbeda. Hal
ini menunjukkan bahwa jenis air dapat mempengaruhi perkecambahan kacang
merah.
Bedasarkan tabel diatas tentang perkembangan biji kacangmerah, tampak
bahwa perkembangan peling cepat adalah perkembangan kacang merah yang di
siram menggunakan air bening/air minum daripada di siram dengan menggunakan
air teh dan air kopi+gula.

9

BAB IV
KESIMPULAN
Kacang merah merupakan tumbuhan yang proses perkecambahannya di atas tanah
(epigeal) karena daun lembaganya (cotyledon) terangkat ke atas akibat adanya
pembetangan ruas batang yang berada dibawah daun lembaga.
Jenis air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan perkembangan biji
kacang merah dari percobaan adalah air bening atau air minum. Adapun hasil percobaan
kami ini sesuai dengan hipotesis pertama dan kedua seperti yang telah kami tentukan
sebelumnya.
Tanaman kacang merah yang siram dengan air kopi hampir tidak mengalami
pertumbuhan, tanaman kacang merah yang disiram dengan air teh masih meengalami
pertumbuhan, sedangkan tanaman kacang merah yang disiram dengan air minum (air
bening) mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding dengan air kopi dan air teh. Maka
dari itu dapat disimpulkan bahwa, tanaman yang disiram dengan air kopi, air teh, dan air
biasa (air bening) memiliki tinggi yang berbeda. Adapun hasil percobaan kami ini tidak
sesuai dengan hipotesis ketiga seperti yang talah kami tentukan sebelumnya.

10

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
o

http://zaifbio.wordpress.com/2010/02/12/pertumbuhan-dan-perkembangan/

o

http://asnani-biology.blogspot.com/2009/05/pertumbuhan-dan-perkembangan.html

o

http://sandiapriadi.blogspot.com/2013/01/pengaruh-jenis-air-terhadappertumbuhan.html

o

http://dewahyu-wm.blogspot.com/2013/10/pengaruh-jenis-air-terhadappertumbuhan.html

o

Buku Tulis Biologi

11

BAB VI
LAMPIRAN
Hari 1

Air Kopi+gula

Air Teh

Air Bening / Air Minum

Air Teh

Air Bening

Air Teh

Air Bening

Hari 2

Air Kopi+gula
Hari 3

Air Kopi+gula

12

Hari 4

Air Kopi+gula

Air Teh

Air Bening

Hari 5

e

Air Kopi+gula

Air Teh

13

Air Bening

hari ke 6

Air kopi+gula

Air Teh

Air Bening/ Air minum

Hari ke 7

Air Kopi+gula

Air Teh

Air Biasa/Air Bening

14

Judul: Makalah Biologi

Oleh: Sari Iriyanti


Ikuti kami