Makalah Olahraga

Oleh Nissa Melinda

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Olahraga

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemainan bola voli merupakan pemainan beregu yang dimainkan oleh dua regu
dengan jumlah pemain masing – masing regu enam orang. Dimainkan dengan cara
memvoli bola hilir mudik diatas net dan masing – masing regu berusaha secepat nya
menjatuhkan bola di lapangan lawan dengan pantulan bola sempurna. Penguasaan teknik,
kemampuan fisik, taktik , dan mental yang baik , serta kerja sama sangat di butuhkan
untuk memenangkan permainan .
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Beliau
adalah seorang pembina pendidikan jasmani pada organisasi Young Men’s Christian
Association (YMCA) di kota Massachusetts, Amerika Serikat. Pada mulanya , pemainan
bola voli di beri nama mintonete, di mana tujuan semula, yaitu untuk mengembangkan
kesegaran jasmani pada tubuh, selain untuk bersenam umum.
Kemudian, permainan ini di ubah menjadi volleyball yang artinya memvoli bola
secara bergantian. Tahun 1892, YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli
di Amerika Serikat. Pada tahun 1847, untuk pertama kalinya permainan bola voli
dipertandingkan di Polandia. Pada tahun 1948 dibentuk organisasi bola voli dunia dengan
nama IVBF (International Volley Ball Federation ) dengan beranggota 15 negara dan
berpusat di Paris dan FVBI.
Permainan bola voli di Indonesia berkembang dengan sangat pesat di seluruh lapisan
masyarakat , sehingga timbul klub – klub di kota – kota besar di seluruh Indonesia.
Permainan bola voli di Indonesia sudah di kenal sejak tahun 1982 yang di bawa oleh
orang – orang Belanda. Namun pada saat itu permainan ini belum populer di masyarakat.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, perkembangan bola voli nasional dan
organisasi bola voli semakin cepat dan populer. Pada PON II di Jakarta tahun 1951
1

permainan bola voli mulai dipertandingkan, namun pada saat itu belum ada / belum
terbentuk organisasi bola voli. Baru pada tanggal 22 Januari 1955 dibentuk organisasi
bola voli nasional dengan nama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVI), dengan
ketua W.J.Latumenten.

2

Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih memvolibola
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di
Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur
tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.

Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran
nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan
jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesiamenduduki
tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat
mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang
berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini
dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang
Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang
kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam
kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
1. Uni Sovyet
2. Kuba
3. Jepang
4. Yunani
5. Brazil
6. Polandia
7. Bulagaria
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15.
3

Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad
Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada
maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung,; sampai dengan kegiatan
yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.
Demonstrasi pertandingan yang dibawakan oleh kedua tim, serta penjelasan yang
telah disampaikan oleh Morgan-pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette.
Perubahan pertama yang terjadi pada permainan tersebut terjadi pada namanya. Atas
saran dari Profesor Alfred T. Halstead yang juga menyaksikan dan memperhatikan
demonstrasi serta penjelasan Morgan, nama Mintonette-pun berubah
menjadiVolleyball (bola voli). Pemilihan nama Volleyball sebagai pengganti Mintonettepun tidak dilakukan dengan tanpa pertimbangan.
Nama Volleyball dipilih berdasarkan gerakan-gerakan utama yang terdapat pada
permainan tersebut, yaitu gerakan memukul bola sebelum bola tersebut jatuh ke tanah
(volley). Pada awalnya, nama Volleyball-pun dieja secara terpisah (dua kata), yaitu
“Volley Ball”. Kemudian pada tahun 1952, Komite Administratif USVBA (United States
Volleyball Association) memilih untuk mengeja nama tersebut dalam satu kata, yaitu
“Volleyball”. USVBA adalah persatuan olahraga bola voli yang terdapat di Amerika
Serikat. Asosiasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1928, dan pada saat ini USVBA
lebih dikenal dengan nama USAV (USA Voleyball). Setelah demonstrasi tersebut,
komite YMCA berjanji untuk mempelajari peraturan-peraturan permainan yang telah
ditulis dan diserahkan oleh Morgan.
Sejak saat itu mulai di dakan kejuaraan bola voli nasional dan organisasi bola voli
nasional juga ikut dalam kegiatan yang bertaraf internasional, seperti Sea Games, Asian
Games, bahkan Olympiade. Pada tahun 1996 untuk pertama kalinya tim bola voli
indonesia mengikuti pertandingan Olympiade di Atlanta, Amerika Serikat. Bahkan untuk

4

bola voli pantai Indonesia merupakan negara yang menjadi unggulan dalam kejuaraan
dunia.

1.2 Rumusan Masalah
Adanya permainan bola voli yang sering dimainkan maka menimbulkan pertanyaan
diantaranya :
1.

Apa peraturan dalam permainan bola voli

2.

Apa teknik dasar dalam permainan bola voli

3.

Apa yang dimaksud smash dan bagaimana cara melakukan smash dalam

permainan bola
voli
4.

Apa yang dimaksud blok(bendungan) dan bagaimana cara melakukan block /

bendungan
5.

Bagaimana cara melakukan kombinasi teknik dasar (tekni terpadu) dalam

permainan bola
voli
6.

Bagaimana cara melakukan teknik terpadu

1.3 Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1.

Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran

2.

Mengetahui hal mengenai bola voli

5

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peraturan Permainan
Adapun peraturan permainan bola voli diantaranya sebagai berikut :
1.

Lapangan Bola Voli

6

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter.Garis batas serang
untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis
tepi lapangan adalah 5 cm.
2.

Net/ Jaring

a.

Panjang

: 9,5 m

b.

Lebar

:1m

c.

Tinggi jaring putra

d.

Tinggi jaring putri

: 2, 43 m
: 2, 24 m

Di bagian tepi jaring di pasang antena dengan ukuran panjang antena 1,80 m.

3.

Jumlah Permain

a.

Setiap regu terdiri dari 6 orang permain

b.

Permainan cadangan maksimal 6 orang

4.

Pergeseran Permain

Jika regu penerima servis berhasil mematikan bola di lapangan lawan, maka permain
bergeser satu posisi searah jarum jam (misalnya : posisi satu ke posisi enam, posisi enam
ke posisi lima, posisi lima ke posisi empat, dan seterusnya)
5.

Game/ Set.

Permainan ditentukan dengan game/set. Regu yang memperoleh / mengumpulkan
angka 25 terlebih dahulu adalah pemenang dalam game tersebut. Jika kedudukkan angka
7

24 – 24, maka dinyatakan jus (deuce) dan regu yang memperoleh selisih dua angka
terlebih dahulu adalah pemenangnya.
Kemenangan regu bola voli ditentukan dengan dua sistem:
a.

Sistem Two Winning Set yaitu setiap regu dikatakan menang bila telah

memenangkan dua set.
b.

Sistem Three Winning Set yaitu regu dikatakan menanng bila memenangkan

tiga set

6.

Memainkan Bola

a.

Suatu regu berhak memukul / memainkan bola maksimal 3 kali (disamping

blok)
b.

Seorang permain boleh memukul / memainkan bola dua kali berturut – turut

(kecuali memblok / membendung)
c.

Permain diperbolehkan memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh

(misalnya : kaki, kepala) dengan catatan pantulan bola sempurna / tidak berhenti.
d.

Dua atau tiga permain boleh memukul bola pada saat yang sama (serentak)dan

hal itu di hitung sebagai dua atau tiga kali pukulan (kecuali membendung)
e.

Jika dua atau tiga permain menjangkau bola tetapi hanya satu permain yang

memukulnya maka dihitung satu pukulan
7.

Permainan Dekat Net

a.

Seorang pembendung (bloker) boleh menyentuh bola di daerah lawan, asal

tidak menggangu permain lawan (menyentuh bola sebelum dipukul lawan)
b.

Setelah melakukan serangan (smash) tangan boleh melewati net / masuk ke

daerah lawan
c.

Boleh melewati ruang permain lawan di bawah net, asalkan tidak mengganggu

permain lawan
8

d.

Tidak noleh menyentuh / menginjak garis tengah

e.

Bagian dari badan tidak boleh menyentuh lapangn lawan

8.

Bola Keluar

Bola dinyatakan keluar apabila :
a.

Jatuh seluruhnya di sisi luar garis – garis batas lapangan

b.

Menyentuh bola diluar lapangan

c.

Menyentuh antena , tali, tiang atau net di luar batas antenna

9.

Kesalahan – Kesalahan Pada Saat Bermain

a.

Bola dipukul menyentuh antena /rods

b.

Bola dipukul keluar lapangan

c.

Bola dipukul menyentuh suatu benda di luar lapangan

d.

Pemain menyentuh net

e.

Pemain baris belakang melakukan smash dari depan garis serang

f.

Seorang pemain memukul bola dua kali berturut – turut (kecuali memblok)

g.

Pemain pengganti masuk lapangan dengan melapor

10. Kesalahan – Kesalahan Pada Saat Servis
a.

Bola servis menyentuh antena

b.

Pada saat memukul bola , kaki menginjak garis lapangan

c.

Bola tidak dilambungkan terlebih dahulu

d.

Bola dipukul keluar lapangan

e.

Mengulur – ulurkan waktu / memperlambat permainan

f.

Servis dari luar garis perpanjangan lapangan.

11. Bola
Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga
9

280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2
(4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).

2.2 Teknik Dasar Permainan Bola Voli
1.

Servis Tennis (Tennis Servis)

a.

Sikap pemulaan

Berdiri dengan kaki kiri ke depan, bola di pegang dengan dua tangan (tangan kiri
menyangga bola dan tangan kanan memengang bagian atas).
b.

Pelaksanaan

Bola dilambungkan dengan tangan kiri ke atas kurang lebih

meter di atas kepala.

Tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala , telapak tangan menghadap ke
depan. Kemudian bola dipukul dengan tangan pada bagian belakang atas, dibantu dengan
lecutan pergelangan tangan, sehingga jalannya bola top spin (berputar ke depan).
Gerakan diakhiri dengan melangkahkan kaki ke depan
c.

Cara permainan

Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain
dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.Dalam sebuah tim, terdapat 4
peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker (smash), libero, dan defender (pemain
bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan
bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk
memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan
yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang
net.Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus
dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia
10

perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik
sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2
tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai
angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
2.

Servis Mengapung(Floanting Servis)

a.

Sikap permulaan

Berdiri dengan kaki kiri ke depan , bola dipengan dengan tangan kiri, tangan kanan
berada di samping atas kepala setinggi pelipis.

b.

Pelaksanaan

Bola dilambungkan dengan tangan kiri tidak terlalu tinggi ke atas kanan. Begitu bola
melambung ke atas setinggi kepala, bola segera di pukul dengan tangan kanan di bagian
tengah belakang. Pada saat memukul bola tidak ada gerakkan/lecutan pergelangan
tangan, sehingga jalannya mengapung /mengambang. Gerakkan diakhiri dengan
melangkahkan kaki ke depan.
Pada servis mengapung sikap tangan dalam keadaan menggenggam atau ibu jari
dilipat ke dalam menempel pada telapak tangan.

2.3 Teknik Dasar Smash
Smash adalah memukul bola yang dilakukan di atas net dengan kuat dan keras hingga
bola jatuh menukik di lapangan lawan, dan sulit untuk dikembalikkan /diterima. Smash
sendiri merupakan rangkaian gerakkan yang komplek terdiri dari empat tahap sehingga
diperlukan koordinasi gerakkan yang baik untuk melakukannya. Keempat tahapan smash
tersebut adalah:
1.

Langkah awalan

11

Diawali dengan sikap berdiri agak serong, dengan jarak 2 – 4 m dari net. Langkahkan
kaki ke depan kaki kiri diikuti dengan kaki kanan dan langkah panjang kaki kiri dengan
posisi terakhir kaki hampir sejajar untuk ditekuk/ posisi badan merendah.

2.

Tolakan/ tumpuan

Sambil merendahkan badan kedua lengan di belakang badan, segera lakukan tolakan
ke atas dengan kuat sambil mengayun lengan ke depan atas, tangan kanan berada di
samping atas kepala.
3.

Perkenalan bola

Perkenalan/pukulan bola dilakukan saat mencapai titik tertinggi dari loncatan, jarak
bola satu jangkauan tangan, posisi bola tepat di depan atas kepala. Lakukan pukulan di
bagian atas belakang bola dengan telapak tangan terbuka disertai dengan lecutan tangan
hingga menghasilkan bola top spin.
4.

Pendaratan.

Pendaratan dengan kedua kaki sejajar disertai gerakan ngeper pada kedua lutut, dan
tetep menjaga keseimbangan untuk segera kembali pada sikap siap normal.

2.4 Teknik Dasar Memblok (Membendung)
Merupakan salah satu teknik bertahan yang dilakukan di atas net, dengan cara
melompat sambil menjulurkan kedua tangan untuk menahan smash lawan.
Ada dua teknik blok yaitu :
1.

Block aktif

Di mana saat melakukan block kedua tangan dengan kuat menahan bola dan saat
perkenaan tangan tangan aktif menekan bola ke bawah.
2.

Block pasif

12

Dimana saat melakukan tangan dijulurkan kdekat net tanpa disertai gerakkan apapun.
Cara ini dilakukan oleh pemain dengan postur tubuh pendek dengan keterbatasan
jangkauan tangan.
Block yang baik sangat efektif untuk melakukan pertahanan smash lawan kkarena
dapat dilakukan secara perorangan maupun berpasangan dua atau tiga pemain sekaligus.
Teknik melakukan block / bendungan.
1.

Sikap awal

Berdiri menghadap net kaki sejajar kedua tangan di depan dada, lutut ditekuk badan
agak condong ke depan. Pandangan fokus ke arah bola dan pergerakkan smasher lawan.

2.

Pelaksanaan

Lakukan tolakan dengan kuat kedua tangan dijulurkan ke atas net selebar bahu telapak
jari–jari terbuka. Arahkan tangan ke daerah perkiraan lintasan bola/smash lawan. Saat
perkenaan jari – jari ditegangkan agar kuat menahan smash lawan.
3.

Gerakan akhir

Lakukan pendaratan dengan kedua kaki disertai gerakan ngeper pada lutut,
seimbangan tetap terjaga dan segera mengambil posisi siap kembali pada permainan.

2.5 Kombinasi Teknik Dasar (Teknik Terpadu)
Teknik terpadu atau latihan kombinasi merupakan bentuk latihan dengan
mengkombinasikan beberapa unsur teknik dasar permainan voli yang ada.
Contohnya:
1.

Latihan Kombinasi Passing Atas Dan Passing Bawah

Cara melakukannya :

13

a.

Lakukan passing atas tegak lurus setelah bola turun lakukan pula passing bawah

dan setelah bola naik/ melambung ke atas dan seterusnya.
b.

Untuk tahap pertama dilakukan di tempat dan tahap kedua lakukan sambil

berjalan.
2.

Latihan Kombinasi Servis, Smash, Dan Passing Bawah

Cara melakukannya:
a.

Pemainan 1 melakukan servis atas/ smash

b.

Pemain 2 melakukan passing bawah kea rah pemain 3

c.

Pemain 3 menangkap bola dan meneruskannya pada pemain 4 dengan

digulirkan
d.

Setiap pemain setelah menyentuh bola langsung bergerak lari berpindah tempat

2.6 Posisi Pemain
Posisi pemain bola voli dibagimenjadi dua kelompok yaitu :
1.

Pemain posisi depan 3 orang yaitu posisi 2, 3, dan 4

2.

Pemain posisi belakang 3 orang yaitu posisi 1, 6, dan 5

Posisi 2, 3, dan 4 bertugas sebagai penyerang sekaligus pertahanan di daerah
atas net (blok). Posisi 5, 6, dan 1 bertugas sebagai pertahanan di daerah belakang dan
tidak boleh melakukan blok maupun serangan dari daerah depan. Posisi 1 melakukan
servis pada awal permainan.
14

2.7 TEKNIK
1. Service
Service ada beberapa macam:
1.) Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya.
Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
2.) Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak
memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul
bola dengan ayunan tangan dari bawah.
3.) Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang
hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak
terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap
di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service :
• Sikap badan dan pandangan
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
2. Passing
• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
-Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
-tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
-Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
-Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
-Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan
setengah bola.
15

-Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
-Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring,
untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan
faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
3. Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang
datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan
satu regu untuk bergantian memblok.

2.8 PERATURAN BOLA VOLI

Ø Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim
dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4
(empat) tim.
Ø Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan
4 pemain cadangan.
Ø Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak
dibatasi.
Ø Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim
sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
Ø Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Ø Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan
16

dianggap kalah.
Ø Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di
pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
Ø Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24)
maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih
2 poin akan memenangi pertandingan.
Ø Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim
atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat
dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.

2.9 KESALAHAN BOLA VOLI

Ø Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
Ø Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa
mengenai dasar lapangan.
Ø Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum
menyentuh permukaan lapangan.
Ø Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu
juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin
bagi lawan.
Ø Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
Ø Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
Ø Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
Ø Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung
sebagai double faults. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap
babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki
nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka
13. Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
17

Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan
international.

2.10 KEDUDUKAN BOLA VOLI
Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masingmasing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang.
Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga
dinamakan set upper atau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor
lima dan enam dinamakan libero.

2.11 ATURAN PERMAINAN BOLA VOLI
Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan
bola dan musuh mendapatkan nilai Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan
masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

2.12 SISTEM PERMAINAN BOLA VOLI

18

Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim
dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4
(empat) tim. Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di
lapangan dan 4 pemain cadangan. Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat
pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah
satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang. Apabila di
lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap
kalah. Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak
sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24)
maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih
2 poin akan memenangi pertandingan.
Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim
atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat
dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan
apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh
meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan
internasional.

19

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan dan Saran
Dalam pemainan dan olahraga bola voli dapat membuat tubuh menjadi sehat
karena mengeluarkan keringat dari tubuh. Bola voli juga dapat mehilangkan atau
menghidari kejenuhan siswa / siswi dalam mempelajari teknik dasar pemain bola
voli. Karena, pemainan dan olahraga bola voli mempunyai peraturan yang
dimodifikasi yang membuat siswa / siswi dapat mehilangkan atau menghindari
kejenuhan ketika belajar atau memainkan permainan atau olahraga bola voli ini.

Dalam rangkah memainkan permainan bola voli ini, permainan ini dapat
dilakukan dengan cara membuat lapangan kecil dengan teknik passing bawah dan
cara servis tangan bawah , dan hendaklah dalam permainan atau olahraga bola voli
ini ditekankan penggunaan teknik yang benar dan terarah sehingga bisa lebih
meningkatkan penguasaan teknik nya dalam permainan bola voli itu sendiri. Dan
bagi orang yang kelebih lemak, mungkin dengan memainkan permainan bola voli
ini bisa membakar lemak karena hasil pembakaran yaitu dengan mengeluarkan
keringat bias sedikit demi sedikit membuat kita mempunyai tubuh yang ideal.
20

DAFTAR PUSTAKA
 Irwansyah.2004.Sehat dan Tangkas berolahraga pendidikkan jasmani.Bandung:

Grafindo Media Pratama
 Brown, Richard L. dan Joe Henderson.2001.Bugar dengan Lari. Jakarta :
Rajagrafindo Persada.
 Direktorat Pendidikan Dasar.1996. Metode Pengajaran Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan di Sekolah dasar. Jakarta : Mawar Gempita.
 Husni, Agusta.tt. Buku Pintar Olaharaga. Jakarta: Mawar Gempita
 Kantor Menteri Negara Pemuda Olahraga. 1999. Petunjuk Pelaksanaan Senam
Kesegaran Jasmani 2000.
 Kokasih, Engkos. 1985. Olahraga; Teknik dan Program Latihan. Jakarta: Akademi
Pressindo

21

Judul: Makalah Olahraga

Oleh: Nissa Melinda


Ikuti kami