Makalah Aja

Oleh Nurdin Mateka

264,8 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Aja

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………i DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG…………………………………………………………………..1 1.2 RUMUSAN MASALAH………………………………………………………………..2 1.3 TUJUAN……………………………………………………………………………........3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN PENCEMARAN UDARA…………………………………………...4 2.2 KLASIFIKASI BAHAN PENCEMARAN UDARA………………………………….5 2.3 FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN UDARA………………………….………..7 2.4 PERMASALAHAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA………………………….9 2.5 UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA ……………….……....17 BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN……………………………………………………………………….…21 3.2 SARAN……………………………………………………………………………….….21 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..……....22 KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat, taufik dan hidayah-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Pencemaran Udara ini dengan baik. Sesuai dengan materi pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk mengetahui dan memahami segala sesuatu yang berhubungan dengan Pencemaran Lingkungan salah satunya mengenai Pencemaran Udara. Maka dari itu, kami membuat makalah ini agar mahasiswa lebih mengetahui tentang Pencemaran Udara. Kami sebagai manusia menyadari bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam penyusunan tugas makalah ini dan untuk menyempurnakannya kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman maupun dosen pembimbing. Atas perhatiannya saya ucapkan terimah kasih. Gorontalo, 18 November 2019 Penulis BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan daya dukungan bagi mahluk hidup untuk hidup secara optimal. Namun, saat ini kualitas udara sangat memprihatinkan akibat pencemaran udara. Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Pencemaran udara merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus, khususnya untuk daerah-daerah kota besar. Pencemaran udara yang ada dapat berasal dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik ataupun partikel-partikel yang lain. Saat ini mulai dilakukan upaya pemantauan pencemaran udara. Dari hasil pemantauan tersebut diketahui ada beberapa parameter yang cukup memprihatinkan, diantaranya: debu (partikulat), Sulfur Dioksida (SO2), Oksida nitrogen (NOx), Carbon dioksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Pencemar lainnya adalah timbal (Pb) yang dikandung dalam bensin (Premium). Keberadaan timbal (Pb) di udara dapat membahayakan bagi kesehatan manusia. Pencemaran udara akan terus berlangsung sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan semakin berkembangnya kehidupan ekonomi, masyarakat akan semakin banyak menggunakan bahan-bahan berteknologi tinggi yang dapat menimbulkan pencemaran udara seperti motor dan mobil. Hal ini memberikan kontribusi besar dalam menurunkan kwalitas udara yang dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan dan bahkan keseimbangan iklim global. Kualitas udara sangat dipengaruhi oleh besar dan jenis sumber pencemar yang ada seperti dari kegiatan industri, kegiatan transportasi dan lain-lain. Masing-masing sumber pencemar yang berbeda-beda baik jumlah, jenis, dan pengaruhnya bagi kehidupan. Pencemar udara yang terjadi sangat ditentukan oleh kualitas bahan bakar yang digunakan, teknologi serta pengawasan yang dilakukan. Hasil penelitian Bapedal (1992) di beberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya) menunjukkan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hal ini dapat dilihat dari persentase cemaran CO sebesar 98,8%, NO x sebesar 73,4% dan HC sebesar 88,9%, Pb sebesar 100% yang semuanya berasal dari hasil pembakaran kendaraan bermotor. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Kepmen LH no 35 tahun 1993 tentang Baku Mutu Emisi kendaraan bermotor. Pemerintah Daerah juga merespon situasi ini seperti contoh keluarnya SK Gubernur DKI Jakarta no 1041 tahun 2000 dengan batasan yang lebih rendah. 1.2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang permasalahan didapatkan suatu perumusan masalah, yaitu: 1. Apakah pengertian dari pencemaran udara? 2. Bagaimana klasifikasi bahan pencemar udara? 3. Apakah factor-faktor penyebab pencemaran udara? 4. Bagaimana dampak dari pencemaran udara? 5. Bagaimana upaya penanggulangan pencemaran udara? 1.3 TUJUAN Adapun tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari pencemaran udara 2. Mahasiswa mengetahui klasifikasi bahan pencemar udara 3. Mahasiswa mengetahui factor-faktor penyebab pencemaran udara 4. Mahasiswa mengetahui dampak dari pencemaran udara 5. Mahasiswa mengetahui upaya yang dilakukan untuk menangulangi pencemaran udara. BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN PENCEMARAN UDARA Pencemaran udara atau sering kita dengar dengan istilah polusi udara menurut Akhmad (2000) diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya. Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai macam zat kimia, baik berdampak langsung maupun tidak langsung yang semakin lama akan semakin mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution). Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogenoksida) 2.2 KLASIFIKASI BAHAN PENCEMARAN UDARA Bahan pencemar udara atau polutan dapat dibagi menjadi dua bagian: 1. Polutan Primer Polutan primer adalah polutan yang dikeluarkan langsung dari sumber tertentu. Polutan primer berupa polutan gas dan partikel.Polutan gas terdiri dari:senyawa karbon, senyawa sulfur, senyawa nitrogen , senyawa halogen. Partikel yang di atmoser mempunyai karakteristik yang spesifik, dapat berupa zat padat maupun suspensi aerosol caor di atmosfer. Bahan partikel tersebut berasal dari proses kondensasi, proses disperse, maupun proses erosi bahan tertentu. Asap sering kali dipakai untuk menunjukkan campuran bahan partikulat, uap, gas, dank abut. 2. Polutan Sekunder Polutan sekunder biasanya terjadi karena reaksi dari dua atau lebih bahan kimia di udara, Misalnya reaksi foto kimia. Sebagai contoh adalah disosiasi NO2 dan O radikal. Sifat fisik dari polutan sekunder terbagi ats dua yaitu sifat fisik dan kimia yang tidak stabil. Termasuk dalam polutan sekunder ini adalah Ozon ,Peroxy Acyl Nitrat (PAN), dan Formaldehid. 2.3 FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN UDARA Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: 1. Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam, seperti: - abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi - gas-gas vulkanik - debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin - bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organic 2. Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia, seperti: - hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor - bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat kimia organik dan anorganik - pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara - pembakaran sampah rumah tangga - pembakaran hutan Kualitas udara sangat dipengaruhi oleh besar dan jenis sumber pencemar yang ada seperti dari kegiatan industri, kegiatan transportasi dan lain-lain. Masing-masing sumber pencemar yang berbeda-beda baik jumlah, jenis, dan pengaruhnya bagi kehidupan. Pencemar udara yang terjadi sangat ditentukan oleh kualitas bahan bakar yang digunakan, teknologi serta pengawasan yang dilakukan. Sumber pencemaran umumnya dari kegiatan industri pengolahan, transportasi dan rumah tangga. Menurut Setyowidagdo (2000) dari beberapa penelitian yang telah dilakukan ternyata 70% dari total emisi yang dibuang ke udara berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Pencemaran udara yang melampaui batas kewajaran akan menimbulkan dampak terhadap makhluk hidup yang hidup di atas bumi ini. Oleh sebab itu, maka perlu kita fahami dampak apa saja yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran udara khususnya terhadap tumbuhan. Seiring dengan laju pertambahan kendaraan bermotor, maka konsumsi bahan bakar juga mengalami peningakatan dan berujung pada bertambahnya jumlah polutan yang dilepaskan ke udara. Di Indonesia kurang lebih 70 % pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang memiliki dampak negatif baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungannya. Dalam beberapa tahun terakhir pencemaran udara terutama di kota-kota besar di Indonesia merupakan masalah yang serius, beberapa sumber pencemar udara utama Indonesia antara lain emisi gas buang kendaraan bermotor, emisi dari pabrikpabrik, rumah tangga dan kebakaran hutan, data penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% pencemaran udara yang terjadi di kotakota besar di Indonesia di sebabkan oleh kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor merupakan sumber pencemaran udara yaitu dengan dihasilkannya gas CO, HC, NOx yang merupakan bahan logam timah yang ditambahkan kedalam bensin berkualitas rendah untuk meningkatkan nilai oktan guna mencegah terjadinya letupan pada bensin. Peningkatan polusi udara yang signifikan dari tahun ketahun disebabkan oleh naiknya angka pertumbuhan pemakaian kendaraan. kondisi ini diperparah dengan angka pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang hanya 2% pertahun, semakin memperburuk kondisi udara diberbagai kota. Sektor transportasi telah dikenal sebagai salah satu sektor yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi yang menyeluruh. Penggunaan bahan bakar minyak secara intensif dalam sektor ini menjadi penyebab utama timbulnya dampak terhadap lingkungan udara terutama didaerah perkotaan. Pembangunan lebih banyak dicerminkan oleh adanya perkembangan fisik berupa bangunan sarana dan prasarana, misalnya pertokoan, pemukiman, tempat rekreasi dan industri otomotif. Dengan meningkatkan pembangunan tersebut mengakibatkan berkurangnya lahan yang seharusnya untuk penghisapan. Hal tersebut dapat menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan sehingga udara menjadi tercemar dan kotor. 2.4 PERMASALAHAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA Salah satu permasalahan lingkungan dapat terjadi karena polusi udara yang dihasilkan oleh industri. Meskipun saat ini telah banyak aturan yang diadakan perkenaan dengan asap yang dihasilkan oleh industri, namun hal ini tidak terjadi begitu saja. Manusia umumnya akan mengantisipasi, bila telah merasakan akibat dari perbuatannya. Ada beberapa peristiwa yang terjadi diakibatkan polusi udara yang sangat mematikan, bahkan menyebabkan kematian ribuan orang, yaitu great smoke of London (1952) dan Donora Smog (1948). 1. Great Smoke of London Revolusi industri yang terjadi di Inggris telah membawa perubahan pada gaya hidup masyarakatnya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Penggunaan bahan bakar berbasiskan batu bara menjadi sumber utama masyarakat di London pada sekitar tahun 1500-an. Semenjak penggunaan batu bara sebagai sumber bahan bakar, telah terjadi beberapa kali peristiwa kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran batu bara. Pada Desember 1952 yang merupakan musim dingin, meningkatkan pembakaran di skala rumah tangga (untuk penghangat) dan industri. Ribuan rumah tangga menghasilkan asap yang berasal dari batu bara. Namun bukannya sebagai penghangat, lebih banyak asap yang dihasilkan dari pembakaran ini. Tidak pernah ada peristiwa yang lebih berbahaya dan mematikan dari pada peristiwa di tahun 1952 ini. Pada peristiwa ini ribuan ton jelaga hitam, tar, dan SO2 telah terakumulasi di udara akibat pembakaran batu bara. Konsentrasi bahan-bahan tersebut mencapai 3000-14.000 gr/m3 di udara, sekitar 50 kali diatas ambang batas normal pada saat itu. Sebuah kabut cahaya telah berdiam di kota itu sejak tanggal 5 Desember, asap dan uap dari pembakaran tetap bergerak dan membentuk asap padat. Salah satu faktor yang menyebabkan peristiwa ini juga adalah cuaca yang sangat dingin saat musim salju saat itu. Terjadi inversi temperatur, sehingga asap yang dihasilkan dari pembakaran akan terjebak dan terakumulasi. Peristiwa mematikan yang terjadi disebabkan penyakit pneumonia, bronchitis, tubercolosis, kerusakan jantung, asma dan kematian karena keracunan yang berasal dari asap tersebut. Ketika asap menyebar ke seluruh London, 4000 orang meninggal, beberapa berita menyatakan total korban jiwa dari peristiwa ini mencapai 12.000 jiwa. 2. Donora Smog Asap yang menyebabkan peristiwa ini pertama kali terlihat pada tanggal 27 Oktober 1948 di Donora, Pennysylvania. Akibat dari peristiwa ini banyak kematian dan penyakit yang disebabkan oleh asma dan penyakit pernafasan lainnya, 20 orang meninggal dan sepertiga dari penduduk kota sakit. Dampak dari peristiwa ini juga masih terlihat sepuluh tahun kemudian, dimana tingkat kematian di kota tersebut meningkat dengan pesat. Donora Zinc Works yang merupakanindustri besi di Amerika membuat emisi yang menghasilkan HF dan SO2 . Peristiwa ini disebabkan emisi tersebut terjebak karena terjadinya inversi temperatur, dimana asap manjadi bertemperatur lebih tinggi, udara terjebak di dalam bongkahan tersebut, serta tercampurnya polutan kedalam asap. Peristiwa ini berhasil diatasi dengan waktu yang cukup cepat, dengan menghentikan untuk sementara kegiatan di industri tsb. Dengan hal ini, jumlah korban yang lebih buruk dapat dicegah hingga tanggal 31 Oktober 1948. Donora smog merupakan salah satu peristiwa paling mematikan disebabkan oleh polusi udara. Dari peristiwa Great Smoke of London, pemerintah setempat langsung mengambil tindakan untuk membersihkan udara nasional. Peristiwa yang mematikan tersebut terjadi karena kelalaian masyarakat akan berbahayanya pembakaran bahan bakar, pulusi udara terhadap kesehatan. Pada tahun 1968 Clean Air Act memberikan standar polusi udara yang dapat dibuang ke udara bebas, serta menyarankan rumah tangga untuk menggunakan bahan bakar pemanas yang lebih ramah lingkungan seperti gas, minyak, dan listrik. Peristiwa Donora Smog yang juga mengakibatkan kematian yang fatal, telah mendapat perhatian serius dari pemerintah AS saat itu. Industri besi yang merupakan sumber pencemaran telah dihukum, dan dikenakan denda, juga pelaku sebanyak 80 orang yang terlibat. Semenjak peristiwa itu juga aksi dan tindakan untuk menjaga lingkungan khususnya polusi udara terus digalakkan. Dari kedua peristiwa di atas, dapat dilihat bahwa peningkatan polusi udara dan zat beracun dalam asap tsb terjadi di kota-kota besar di dunia. Meskipun peristiwa mematikan seperti itu tidak terjadi lagi hari-hari ini, namun permasalahan lingkungan karena polusi udara di kota-kota besar tetap terjadi. Untuk mencegah dan mengurangi dampak dari polusi udara yang terjadi dan semakin pesat di berbagai belahan dunia, maka pada tahun 1974 UNEP(The United Nations of Environment Programme) dan WHO (World Health Organizations) menginisiasi program sistem pengawasan terhadap keadaan lingkungan global. Organisasi ini telah memantau keadaan udara di lebih dari 50 kota di 35 negara berkembang. Fokus pertama adalah memantau kadar SO 2 yang terakumulasi dengan high-volume sample matter serta Pb dalam polutan. Hasil dari pendataan ini sangat bermanfaat untuk menganalisa permasalahan udara secara global. Pantauan dilanjutkan dengan mendata kandungan NO2, CO dan O3 di udara. Selain itu pada konferensi Lingkungan Internasional yang diadakan pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, permasalahan polusi udara di perkotaan juga mendapat sorotan yang penting. Meskipun polusi udara hanya merupakan salah satu permasalahan yang terjadi selain kontaminasi perairan, hal ini merupakan salah satu kontroversi politik yang menjadi fokus di kota-kota besar. Pemantauan terhadap kandungan polutan udara yang ada di beberapa kota besar terus dilakukan. Umumnya polutan yang tinggi terjadi di negara-negara berkembang, yang polutan nya berasal dari industri ataupun pembakaran melalui kendaraan bermotor. Hingga saat ini, usaha pengurangan polutan di kota-kota besar dilakukan secara parsial oleh kebijakan masing-masing kota. Peraturan mengenai udara buang yang boleh dihasilkan industri, filtrasi asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, hingga pengurangan penggunaan kendaraan bermotor terus dilakukan. Selain itu penanaman pohon yang dapat mengurangi polutan di perkotaan merupakan salah satu kebijakan di berbagai kota. Sistem pengawasan lokal di masing-masing kota juga dilakukan dengan pemasangan alat pemantauan komposisi udara di perkotaan. 1. Dampak Pencemaran Udara Bagi Alam Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain:hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global. 1. Hujan Asam Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O2 yang dihirup oleh makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap di tanah sehingga mencemari air dan mineral tanah. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun. Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam. Namun, bila H2SO2 dan HNO2 dalam bentuk butiran-butiran padat dan halus turun ke permukaan bumi akibat adanya gaya gravitasi bumi, maka peristiwa ini disebut dengan deposisi asam. 2. Penipisan Lapisan Ozon Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan. Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Hal ini dapat terjadi karena zat kimia buatan tersebut dapat membebaskan atom klorida (Cl) yang akan mempercepat lepasnya ikatan O3 menjadi O2. Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (ozone hole). Diyakini bahwa penyebab menipisnya lapisan ozon ini adalah gas CFC baik CFC-11(CFCl2) dan CFC-12 (CF2Cl2). Gas ini banyak dipergunakan dalam industri untuk pendingin yang lebih dikenal dengan istilah freon (Graedel and Crutzen, 1990). 3. Pemanasan Global Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim. Permukaan bumi akan menyerap sebagian radiasi matahari yang masuk ke bumi dan memantulkan sisanya. Namun, karena meningkatnya CO2 di lapisan atmosfer maka pantulan radiasi matahari dari bumi ke atmosfer tersebut terhalang dan akan kembali dipantulkan ke bumi. Akibatnya, suhu di seluruh permukaan bumi menjadi semakin panas (pemanasan global). Peristiwa ini sama dengan yang terjadi di rumah kaca. Rumah kaca membuat suhu di dalam ruangan rumah kaca menjadi lebih panas bila dibandingkan di luar ruangan. Hal ini dapat terjadi karena radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah kaca tidak dapat keluar. 2. Dampak Pencemaran Udara Bagi Manusia Selain mempengaruhi keadaan lingkungan alam, pencemaran udara juga membawa dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup (organisme), baik hewan, tumbuhan dan manusia. Dampak pencemaran udara bagi manusia, antara lain: 1. Karbon monoksida (CO) Mampu mengikat Hb (hemoglobin) sehingga pasokan O2 ke jaringan tubuh terhambat. Hal tersebut menimbulkan gangguan kesehatan berupa; rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual, menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur. Selain itu, fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah. Bila keracunan berat (70 – 80 % Hb dalam darah telah mengikat CO), dapat menyebabkan pingsan dan diikuti dengan kematian. 2. Nitrogen dioksida (SO2) Dapat menyebabkan timbulnya serangan asma. 3. Hidrokarbon (HC) Menyebabkan kerusakan otak, otot dan jantung. 4. Chlorofluorocarbon (CFC) Menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orang-orang berkulit terang, katarak dan melemahnya sistem daya tahan tubuh 5. Timbal (Pb) Menyebabkan gangguan pada tahap awal pertumbuhan fisik dan mental serta mempengaruhi kecerdasan otak. 6. Ozon (O3) Menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar dan memperkecil paru-paru. 7. NOx Menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung. 3. Dampak Pencemaran Bagi Hewan 1. Penipisan lapisan ozon Menimbulkan kanker mata pada sapi, terganggunya atau bahkan putusnya rantai makanan pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton. 2. Hujan asam Menyebabkan pH air turun di bawah normal sehingga ekosistem air terganggu. 3. Pemanasan global Penurunan hasil panen perikanan. Selain membawa dampak negatif pada kehidupan hewan, pencemaran udara juga mampu merusakkan bangunan dan candi-candi. Iklim dunia yang berubah polanya mengakibatkan timbulnya kemarau panjang, bencana alam dan naiknya permukaan laut. Kemarau panjang memicu terjadinya kebakaran hutan dan menurunnya produksi panen, bencana alam (banjir, gempa, tsunami) banyak terjadi dan permukaan laut yang meninggi akan mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau kecil dan daerah-daerah pesisir pantai. 4. Dampak Pencemaran Udara Bagi Tumbuhan Dampak pencemaran udara terhadap kehidupan tumbuhan, antara lain: 1. Hujan Asam - Merusak kehidupan ekosistem perairan, menghancurkan jaringan tumbuhan (karena memindahkan zat hara di daun dan menghalangi pengambilan Nitrogen) dan mengganggu pertumbuhan tanaman. - Melarutkan kalsium, potasium dan nutrient lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya dan akibatnya pohon akan mati. 2. Penipisan Lapisan Ozon Merusak tanaman, mengurangi hasil panen (produksi bahan makanan, seperti beras, jagung dan kedelai), penurunan jumlah fitoplankton yang merupakan produsen bagi rantai makanan di laut. 3. Pemanasan Global Penurunan hasil panen pertanian dan perubahan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dapat berubah karena kemampuan setiap jenis tumbuhan untuk bertahan hidup berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. 4. Gas CFC Mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, ganggang di laut punah, terjadi mutasi genetic (perubahan sifat organisme). 2.5. UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA Upaya penanggulangan dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan tindakan kuratif yang dilakukan sesudah terjadinya pencemaran. 1. Usaha Preventif (sebelum pencemaran) - mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan - mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat - mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industry atau usaha yang menghasilkan limbah - tidak membakar sampah di pekarangan rumah - tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC (freon) dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari - tidak merokok di dalam ruangan - menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot - ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan - ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung - tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara sembarangan - mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan ruang - menghentikan penggunaan busa plastik yang mengandung CFC - mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC - mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan CCl4 2. Usaha kuratif (sesudah pencemaran) Bila telah terjadi dampak dari pencemaran udara, maka perlu dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki keadaan lingkungan, dengan cara: - menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran lingkungan. - kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansiinstansi untuk membersihkan lingkungan dari polutan. - melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai tempat/pabrik daur ulang. - menggunakan penyaring pada cerobong-cerobong di kilang minyak atau pabrik yang menghasilkan asap atau jelaga penyebab pencemaran udara. - mengidentifikasi dan menganalisa serta menemukan alat atau teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan setelah adanya musibah/kejadian akibat pencemaran udara, misalnya menemukan bahan bakar dengan kandungan timbal yang rendah (BBG). Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut, antara lain :  Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah: 1. Untuk udara yang mengandung gas atau uap : - Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat. - Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua. 2. Untuk udara yang mengandung debu atau alcohol - Udara kotor yang akan di buang di alirkan dalam satu kamar khusus, yang di sebut kamar - pengendap agar debu-debunya mengendap. Udara kotor di lewatkan pada alat khusus perangkap kelembapan sehingga partikel yang ada di dalam nya tidak ikut bersama aliran udara. - Udara kotor di lewatkan pada ruangan khusus secara melingkar-lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat di dinding - Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling-balingyang menyebabkan partikel-partikel yang terdapat pada udara kotor terhempas dan terkumpul di sekitar baling-baling. - Partikel-partikel yang terdapat dalam udara kotor di saring dengan suatu filter khusus. Partikel dalam udara kotor di endapkan secara elektrik karena adanya perbedaan tegangan listrik diantara dua kutub listrik. 3. Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih banyak, sebaiknya menggunakan jalan-jalan di pinggir kota. 4. Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan oksigen pada siang hari di samping menyerap karbon dioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkankotoran di udara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran di udara tersebar luas, sehinggatidak terkonsentrasi pada daerah tertentu. Selain usaha preventif dan kuratif, Pemerintah juga perlu mencanangkan programprogram yang bertujuan untuk mengendalikan pencemaran, khususnya pencemaran udara, yaitu; - PROGRAM LANGIT BIRU yang dicanangkan sejak Agustus 1996. Bertujuan untuk meningkatkan kembali kualitas udara yang telah tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor. - Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik. - Imbauan mengurangi bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya dengan energy alternatif lainnya. - Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan tidak layak pakai. - Larangan menggunakan gas CFC - Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT (dikhloro difenil trikhloro etana). - Melarang penggunaan CFC pada produksi kosmetika. - Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan perlindungan lapisan ozon (secara nasional dan internasional). BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsurunsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Sumber pencemaran dapat berasal dari gejala alam seperti letusan gunung, emisi industri dan buangan gas dari kendaraan bermotor yang dapat mencemari udara. Hujan asam menyebabkan menurunnya pH perairan dan mengendapnya zat asam di tanah, yang menyebabkan kerusakan bagi tanaman. Zat-zat yang berasal dari kegiatan industri maupun kendaraan separti Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Partikulat (asap atau jelaga), Chlorofluorocarbon (CFC), Timbal (Pb), karbon dioksida (CO2) Pencemaran udara tersebut akan mengakibatkan Hujan Asam, Penipisan Lapisan Ozon Dan Pemanasan Global. Dan berdampak pada lingkungan, manusia, hewan dan tumbuhan. 3.2 SARAN Untuk mengendalikan pencemaran Pb tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan teknis yaitu dengan mengupayakan pembakaran sempurna dan mencari bahan bakar alternatif. Pemerintah mempunyai posisi yang strategis untuk melakukan pendekatan planatologi, administrasi dan hukum. Sedangkan untuk meningkatkan kedisiplinan perawatan dan cara pengemudian yang baik dan benar dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif. DAFTAR PUSTAKA Arif Sumantri. 2010. Kesehatan Lingkungan Edisi Ketiga. Jakarta: Kencana. Chandra B. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007. Kastiyowati I. Dampak dan Upaya Penanggulangan Pencemaran Udara. Jakarta: Staf Puslitbang Tek Bakitbang Dephan; 2001. Mohammed A, Lee K, Irvan D. Pengenalan Kepada Pencemaran Udara. Malaysia: Unversiti Sains Malaysia Press; 2015. Mukono. 2006. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan Ed. 2. Airlangga University Press: Surabaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2015. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2014. Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup.

Judul: Makalah Aja

Oleh: Nurdin Mateka


Ikuti kami