Tugas Makalah

Oleh Ega Veganza

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Makalah

Tugas Makalah
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

JUDUL
FILSAFAT SEBAGAI ILMU DAN METODE PENDIDIKAN DALAM PANCASILA
Dosen Pengampu:
Prof.Dr.Ir.H.Syarif Imam Hidayat,MM
Disusun oleh:
KHARISMALLAH VEGANZA MOCHTAR
(17024010040)
Agribisnis A
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”JAWA TIMUR 2017

KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrohiim,
Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk, rahmat,
dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan tanpa ada halangan apapun.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas terstruktur pada mata
kuliah Pendidikan Pancasila. Makalah ini membahas tentang “Pancasila sebagai
ilmu dan metode pendidikan dalam pancasila”. Dengan ini, bimbingan, arahan,
koreksi, dan saran yang membangun sangat saya harapkan supaya saya dapat
lebih baik lagi dalam membuat makalah selanjutnya.
Demikian makalah ini saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi para
pembacanya. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan untuk membuat
makalah ini saya ucapkan teriima kasih

.
Surabaya, 18 November 2017

Penyusun,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………..….i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………….….…ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………...….1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………..…………………2
1.3 Tujuan………………………………………………………………………2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………….…….3
BAB III METODE PENELITIAN………………………………………………………3
BAB IV HASIL PEMBAHASAN…………………………………………………..…4
2.1 Pengertian Filsafat………………………………………………………..4
2.2 Pancasila sebagai suatu sistem filsafat………………………………..6
2.3 Inti sila-sila Pancasila…………………………………………………….7
BAB V KESIMPULAN……………………………………………………………….
BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan masyarakat yang semakin cepat secara langsung
maupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar bagi bangsa di
dunia. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui
globalisasi telah mengancam. Akibatnya yang terlihat adalah terjadinya
pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya benturan.
Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi
semakin kompleks dan rumit. Maraknya tuntutan rakyat, yang secara
opbjektif mengalami suatu kehiupan yang jauh dari kesejahteraan dan
keadilan social. Nilai-nilai yang baru masuk, baik secara sujektif maupun
objektif, serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada
akhirnya mengancam prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia.
Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar
filsafat bernegara, itulah pancasila.
Dengan pemahaman demikian, maka pancasila sebagai filsafat hidup
bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai
baru dari luar dan pergeseran nilai-nilai yang terjasdi secara ilmiah harus
disadari bahwa suatu bangsa, senantiasa memiliki suatu pandangan hidup
atau filsafat hidup masing-masing. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada
hakikatnya merupakan sistem filsafat. Pemahan demikian memerlukan
pengkajian menyangkut aspek ontologi, espitomologi, dan aksiologi dari
kelima sila pancasila.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian filsafat?
2. Bagaimana pancasila sebagai suatu sistem filsafat?
3. Bagaimana intisari sila-sila pancasila?
1.3 Tujuan
1. Mengerti pengertian filsafat.
2. Mengerti pancasila sebagai suatu sistem filsafat
3. Mengetahui intisari sila-sila pancasila

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini yaitu Penelitian Deskriptif.
Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
peristiwa atau kejadian yang terjadi saat sekarang. Teknik pengumpulan data
pada makalah ini adalah dari jurnal yang disusun oleh Fitri Nurunnisa.

BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Filsafat
Istilah “filsafat” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu
“philein” artinya cinta, “sophos” artinya kebijaksanaan. Dengan demikian
philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, maka filsafat dapat berkaitan engan ilmuilmu seperti filsafat politik, social, hukum, bahasa, ilmu pengetahuan, dan
lain-lain. Berfilsafat berarti berfikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap
sesuatu secara menyeluruh untuk mencari hakikat tertentu.
Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat yaitu:
1. Keheranan yaitu rasa heran itu akan mendorong untuk menyelidiki.
2. Kesangsian yaitu sikap ini sangat berguna untuk menemukan titik
pangkal yang kemudian tidak disangsikan lagi.
3. Kesadaran dan keterbatasan yaitu manusia jika menyadari bahwa dirinya
sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam
sekelilingnya.
Filsafat merupakan kegiatan yang tinggi dan murni dan segala obyek pola
pikir manusia dalam memahami segala sesuatu untuk mencari kebenaran.
Filsafat sebagai kegiatan oleh pikir manusia menyelidiki obyek yang tidak
terbatas yang ditinjau dari sudut isinya yaitu:
a. Obyek Material Filsafat
Obyek Material Filsafat yaitu obyek pembahasan filsafat yang
mencakup segala sesuatu, baik yang bersifat material kongkrit (manusia,
alam, benda, binatang, dll) atau bersifat abstrak spiritual (nilai-nilai, ide-ide,
ideologi, moral, pandangan hidup, dll)

b.

Obyek Formal Filsafat
Obyek Formal Filsafat yaitu cara memandang seseorang peneliti

terhadap obyek material tersebut.
Adapun cabang-cabang filsafat yang pokok adalah:
1. Metafisika
Membahas tentang hal-hal yang bereksistensi dibalik fisis yang meliputi:
ontologi (teori sifat dasar dan ragam kenyataan), kosmologi (teori proses
kenyataan), dan antropologi.
2. Epistomologi
Pikiran-pikiran dengan hakikat pengetahuan/kebenaran.
3. Metodologi
Ilmu yang membicarakan cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
4. Logika
Membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dapat mengambil
kesimpulan yang benar.
5. Etika
Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan tingkah laku manusia
tentang baik-buruk.
6. Estetika
Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan hakikat keindahankejelekan.
Adapun aliran-aliran filsafat, yaitu:
a. Aliran Materialisme : Aliran ini mengajarkan bahwa hakikat realitas
kesemestaan termasuk makhluk hidup dan manusia ialah materi yang
bersifat objektif.
b. Aliran Idealisme/Spiritualisme : Aliran ini mengajarkan bahwa ide
manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia. Jadi hakikat
diri dan kenyataan kemestaan adalah akal budi.

c. Aliran Realisme : Aliran ini mengajarkan bahwa kedua aliran diatas
adalah bertentangan (tidak sesuai dengan realita/kenyataan)
1.2 Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat
1. Pancasila sebagai jati diri Bangsa Indonesia
Seluruh kedudukan dan fungsi Pancasila itu bukanlah berdiri secara
sendiri, namun bila dikelompokkan maka akan kembali pada dua
kedudukan dan fungsi pancasila sebagai filsafat Negara.
2. Rumusan kesatuan sila-sila pancasila sebagai system
Pancasila yang terdiri dari lima sila pada hakikatnya merupakan suatu
sistem filsafat. Pengertian sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian
yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu.
3. Susunan kesatuan sila-sila pancasila yang bersifat organis
Kesatuan sila-sila yang bersifat organis pada hakikatnya secara filisofis
bersumber pada dasar ontologism manusia sebagai pendukung dari inti,
isi dari pancasila.
4. Susunan kesatuan yang bersifat hirarkhis dan berbentuk piramida
Hirarkhis dan piramida mempunyai pengertian yang digunakan untuk
menggambarkan hubungan sila-sila Pancasila dalam hal isi sifatnya.
Dengan demikian Pancasila mempunyai ikatan yang kuat pada setiap
silanya.
5. Rumusan hubungan kesatuan sila-sila pancasila yang mengisi dan
mengkualifikasi
Kesatuan sila-sila Pancasila yang majemuk tunggal, hirarkhis pyramidal
juga memiliki sifat saling mengisi dan mengkualifikasi.
6. Pancasila sebagai ilmu
Filsafat ilmu aalah dua kata yang saling terkait karena kelahiran ilmu tidak
lepas dari peranan filsafat.
7. Fungsi utama filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia
Filsafat sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah nilai-nilai
yang dimiliki bangsa itu sendiri untuk mewujudkannya menjadi Negara
yang sejahtera.

1.3 Inti sila-sila pancasila
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini terkandung bahwa nilai Negara
yang didirikan adalah tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab didasari oleh sila Ketuhanan
Yang Maha Esa, dan ketiga sila berikutnya. Nilai kemanusiaan ini adalah
susunan kodrat jiwa dan raga.
3. Persatuan Indonesia
Sila persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah
sbagai penjelmaan sifat kodrat manusia yaitu sebagai makhluk individu
dan makhluk sosial.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan Perwakilan
Sila ini didasari oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan
yang adil dan beradab, serta Persatuan Indonesia dan Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai yang terkandung dalam sila ini dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, serta Persatuan
Indonesia dan Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan
Dalam Permusyawaratan Perwakilan

BAB V
KESIMPULAN
Jadi, kesimpulan yang saya dapat dari makalah ini adalah filsafat pancasila
yaitu hasil dari pemikiran yang paling dalam yang dipercaya sebagai sesuatu
nilai-nilai yang paling dianggap benar, paling baik dan paling sesuai untuk
bangsa Indonesia.
Demikian makalah ini saya buat, maaf apabila terdapat salah kata dan
semoga bermanfaat untuk pembaca. Terima Kasih.
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Sulaiman,Asep.2014.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaaraan,
Bandung; Fadillah Press

Judul: Tugas Makalah

Oleh: Ega Veganza


Ikuti kami