Makalah Desti.docx

Oleh Desti Juwita

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Desti.docx

KATA PENGANTAR
Syukur yang tak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah Rabbul
‘Alamin yang tiada henti-hentinya mengalirkan segala kearifan dalam setiap
kalbu hambanya yang haus dan cinta akan ilmu yang dengannya tiada akan
pernah kering samudera pikir dan terbukalah setiap mata hati. Begitu pula
dengan

segala

rahmat

dan hidayah-Nya-lah

sehingga

makalah

yang

berjudul ”Tumbuhnya Minat Kewirausahaan Kepada Mahasiswa di Asrama
Putra UM” dapat terselesaikan.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Kewirausahaan. Selain itu juga, ucapan terima kasih terbesar
dipersembahkan pada seorang yang telah memberi arah dan penuntun dalam
gelap dan buntu tatapan mata kami dalam mengetuk tiap-tiap pintu khazanah
budaya, diantaranya :
1.Dr. Mukhlis Catio, M. Ed. sebagai pembina mata kuliah Kewirausahaan
2.Orangtua dirumah yang tak pernah hentinya memberikan bantuan
materil dan doa serta segala bentuk dukungannya.
Demikianlah makalah ini dibuat dan tidak menutup kemungkinan dalam
penyusunannya terdapat kekurangan dan kesalahan didalamnya. Oleh karena
itu, kami mengharapkan saran dan komentarnya yang dapat dijadikan masukan
dalam penyusunan laporan tugas selanjutnya.

Tangerang Selatan, 13 Desember 2016

Penyusun

1

DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar

i

Daftar Isi

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1

1.2 Rumusan Masalah

3

1.3 Tujuan

3

1.4 Manfaat

3

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kewirausahaan

4

2.2 Menumbuhkan Minat Kewirahausahaan Pada Mahasiswa di
Asrama Putra

9

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian

11

3.2 POPULASI DAN SUBYEK PENELITIAN

11

3.3 TEMPAT DAN WAKTU
PENELITIAN

12

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

12

3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN

13

3.6 TEKNIK ANALISI DATA

14
2

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam Berwirausaha

16

4.2 Menumbuhkan Rasa dan Minat Berwirausaha dari
Asrama Putra ____________________________________17
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan

19

5.2 Saran

19

DAFTARRUJUKAN

20

LAMPIRAN

21

DAFTAR GAMBAR

37

3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri
dari 2 kata yaitu, wira yang berarti kesatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah
berani, sedangkan satu lagi adalah kata usaha yang berarti bekerja, melakukan
sesuatu. Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata
adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu.
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya
mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru
dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih
baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Menurut Sandiaga S.Uno jika esok pasti akan lebih baik dari hari ini.
Setiap kali ada masalah, pasti ada solusi. Setiap ada keinginan, pasti ada
jalannya. .Karena itu, Sandi melihat semua masalah berdasarkan hari per hari.
Menggelinding begitu saja. Dia hanya berprinsip tetap bisa survive. Kalau
sudah melihat jauh ke depan, tapi tak bisa fleksibel, akhirnya juga susah. Sebab,
dunia usaha itu sangat dinamis, tiap detik berubah. Tak cukup sampai di situ,
untuk kehidup
Tumbuhnya minat berwirausaha yang terdapat jiwa-jiwa muda
mahasiswa yang ada di asrama, sekarang semakin besar, mahasiswa sekarang
makin kreatif, inovtif, dan sangat bersungguh-sungguh untuk berwirausaha,
apapun resiko yang akan diterima, itulah beban yang akan ditanggung oleh
wirausaha, dan kegagalan mimpi paling terburuk yang selalu membayangi para
wirausahawan.

4

Wirausahawan sekarang tidak pernah takut dengan terbatasnya akses,
perlengkapan, dan lahan. Bahkan, wirausahawan sekarang yang terdapat di
asrama, tidak pernah takut lagi akan susah memperoleh tempat atau lahan untuk
menyimpan

barang-barang

atau

peralatan

untuk

usaha

yang

akan

dijalankannnya.
Bahkan, dapur sekarang bisa diguanakan untuk bersama, disini sangat
membantu mahasiswa yang berwirausaha yang harus menggunakan peralatan
dapur yang bisa digunakan oleh semua warga asrama.
Wirausahawan yang terdapat dalam arsama mahasiswa benar-benar
tumbuh, mereka tidak hanya membuat atau menciptakan produk baru, ada
beberapa jiwa-jiwa wirausaha yang terdapat di asrama. Tetapi, mereka mencari
peluang yang terdapat di asrama, dengan menjual produk-produk hasil daerah
masing-masing yang tidak terdapat dalam asrama.
Komitmen adalah Suatu perjanjian atau kesepakatan untuk melakukan
sesuatu. Wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi, mentaati atau memenuhi
janjinya

untuk

memajukan

usaha

bisnisnya

sampai

berhasil. Dalam

berwirausaha benar-benar sangat yang dibutuhkan yang namanya konsisten,
karena konsisten inilah yang menentukan keberhasilan. Dalam dunia bisnis atau
wirausaha konsisten itu juga berpengaruh kepada konsumen yang sangat
menentukan keberhasilan yang akan kita peroleh nantinya.
Menurut mas agus (ketum) wirausaha adalah bisa membuka usaha
sendiri dan mandiri, yang pasti tidak merugikan orang lain dan bisa membuat
lapangan pekerjaan buat teman-teman dan yang pasti bisa mendapat
penghasilan sendiri tanpa meminta kepada orang tua lagi.
Bagaimana menjaga komitmen kita menjadi wirausaha adalah jangan
pernah puas dengan apa yang telah kita dapatkan, dan terus kembangkan ide-ide
kreatif agar kita tidak bosan dan bisa terus tekun dalam menjalani usaha. Dan
segala ide yang didapatkan, jangan hanya menjadi rencana (planning) saja,
kalau hanya ide tanpa direalisasikan, itu hanya akan menjadi angan-angan saja.
5

Mas agus juga berkata, segala sesuatu yang diinginkan itu butuh proses, dan
proses itulah yang membuat kita sukses.
Menurut

mas

nuril

wirausaha

adalah

orang

yang

mampu

memanfaatkan peluang yang ada dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang
ada unutk mempergunakan sebaik-baiknya. Sama seperti penenyataan mas agus,
jangan pernah puas dengan apa telah didapat. tetapi, teruslah berkembang dan
berimanjinasi untuk mengembankan wirausahanya.
Beberapa pengertian tentang wirausaha yang membuat saya tertarik
untuk mengambil judul “TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN
KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA PUTRA”. Ini membuat tertarik
untuk mengambil judul tersebut, selain faktor minat kewirausahaan juga ada
faktor lain untuk mengambil judul ini yaitu, di tempat yang terbatas ini mereka
bisa menciptakan usaha walau belum begitu sempurna, dan mereka juga bisa
membagi pekerjaannya dengan kegiatan-kegiatan asrama dan membagi waktu
organisasi kampus yang sekarang dijabatinnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana mengatasi rasa takut kegagalan dalam berwirausaha?
1.2.2 Mengapa dilingkungan asrama tumbuh jiwa-jiwa wirausaha?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk Mengetahui Cara Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam
Berwirausaha.
1.3.2 Untuk Mengetahui Tumbuhnya Jiwa-Jiwa Wirausaha di Asrama.
1.4 Manfaat
1.4.1 Memberikan Wawasan Untuk Mengatasi Rasa Takut Akan Kegagalan
Dalam Berwirausaha
1.4.2 Memberikan Pengetahuan Tumbuhnya Jiwa-Jiwa Wirausaha di Asrama.
6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian kewirausahaan
Wirausaha atau kita sebut pengusaha adalah seorang pelopor bisnis baru
atau seorang manajer yang mencoba untuk memperbaiki suatu unit organisasi
dengan

memprakarsai

wirausaha

perubahan

(entrepreneur)adalah

bentuk.
seorang

Menurut Longenecker (2001)
yang

memulai

dan

atau

mengoperasikan bisnis.
Wirausaha merupakan seorang pembuat keputusan yang membantu
terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Pada berbagai industri,
wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan
memproduksi barang dan jasa bagi konsumen di dalam negeri maupun luar
negeri.
Sedangkan

kegiatan

kewirausahaan

merupakan

cara

atau

proses

terciptanya organisasi baru. Seorang usahawan memiliki kemampuan untuk
memberdayakan faktor-faktor produksi seperti alam, modal, tenaga kerja, skill
atau keahlian dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru.
Mereka memiliki kepekaan untuk menyadari peluang yang tidak dilihat atau
belum diperhatikan oleh orang lain.
Beriwirausaha bukan hanya menciptakan sesuatu yang beda dan
menciptakan

lapangan

usaha

sendiri,

tetapi,

beberapa

hal

yang

diperhatikandalam berwirausaha :
a. Menpunyai Niat dan Kemampuan
Memulai usaha itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya
diperlukan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan
ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan
kita dalam berwirausaha. Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan
7

banyaknya para pengusaha sukses yang dengan tulus membagikan kiat-kiat
suksesnya untuk kita.
Bewirausah bukan pekerjaan yang main-main, kita harus bisa menentukan
planning dan tujuan kita untuk beberapa waktu kedepannya. Karena rencana
(planning) yang menentukan beberapa kedepannya mau berbuat apa, dan mau
melakukan apa untuk usaha yang lagi dikembangkan. Tujuan kita harus
mempunyai tujuan yang kuat dan pasti, karena tujuan dapat membantu kita
melawan kebosanan,
b. Ketekunan
Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan
bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga
memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses
dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang
tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.
c. Berani Mengambil Resiko
Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang
pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara
perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru
seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi
banyak sekali.
d. Terampil & Tidak Putus Asa
Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak
kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit,
selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam
mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.
e. Berdoa
Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena
selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk

8

hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.Seseorang konsultan
usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.
"Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa
dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil.
Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa
akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka
dan keluarga mereka."
(file:///C:/Users/Acer/Desktop/SOSIOLOGI/rujukan/gagal%20sekali%20untuk
%20sukses%20seribukali%20%20hal-hal%20yang%20harus%20diperhatikan
%20dalam%20berwirausa.htm)
f. Berani Berubah
Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi
perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif
mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki
tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang
bakal menghadangnya.
Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha
kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya
sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan
tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.
Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera
mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan
atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang
konsultan menilainya dan memberikan test.
Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga
dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan
kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon
merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.

9

Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk
mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya
sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani
menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam
dunia usaha.
g. Pandai Mengelola
Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha
yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang
benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten
di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan
mempekerjakan orang-orang seperti ini.
Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus
pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll.
Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas
yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.
h. Seger & Pinter
Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:
“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah
profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah
wirausahawan.”
Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak.
Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah
ada pada kita.
Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari
pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaanpercobaan dan bermanuver dalam usahanya.

10

Menurut mas agus beriwirausaha memang sangat diperlukan terus belajar
karena setiap individu atau konsumen memiliki pendapat yang berbeda. Tentu,
dalam berusaha tidak ada wirausaha yang usahanya semulus jalan tol, terkadang
pastinya menemukan beberapa kali batu atau guncangan yang bisa mengancam
para wirausaha. Jadi, setiapa wirausaha itu, pasti pernah mengalami
guncanganyang yang sangat dahsyat yang bisa menjatuhkan para wirausaha
baik dari internal, maupun yang eksternal.
Masalah internal yang dialami pengusaha ialah, masalah dana, peralatan
dan tempat, itu semua bukan alasan sebagai wirausaha yang suskses, itu semua
hanya sebuah kerikil kecil yang bisa kita lewati. Masalah eksternal ialah
masalah yang wirausaha sering terima dari pelanggan yaitu, kritik, setiap kritik
yang diterima yang didapat itu harus benar dimasukan dalam evaluasi kerja,
karena kritik itu adalah sebuah masukan yang harus diterima oleh wirausaha.
Jadi, disinilah wirausaha harus menerap harus tetep semangat untuk terus
belajar, karena dari pengalam yang membuat wirausaha semakin handal dan
terampil dalam mengatasi masalah apapun dan dari manapun yang datang
2.2 Menumbuhkan Minat Kewirahausahaan Pada Mahasiswa di Asrama
Putra
Menumbuhkan minat kewirausahaan pada mahasiswa di asrama putra
bukanlah suatu hal yang mudah, karena dalam meyakinkan para mahasiswa itu
harus diperlukan bukti yang nyata. Jadi, untuk mahasiswa yang ingin menjadi
wirausaha yang sukses, ngga bisa harus menunggu dan diam dalam
berwirausaha harus diperlukan dari dalam diri sendiri dan juga pengaruh
pengalaman dari luar. Bukan berarti asrama diam saja tidak mau berbuat apaapa untuk menumbuhkan wirausaha pada mahasiswa di Asrama Putra, pada
tahun yang lalu asrama pernah mengadakan Traning Kewirausahaa (TKW), itu
salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa dan minat untuk berwirausaha.

11

Pada tahun yang lalu, asrama pernah mengadakan Tranning
Kewirausahaan yang salah satu niatnya untuk menumbuhkan minat mahasiswa
untuk berwirausaha. Belum cukup sampai disitu, mengingat wirausaha
dibutuhkan keterampilan dan kemampuan yang lebih sebagai modal utama
dalam berwirausaha. Seperti yang diupayakan oleh asrama untuk menumbuhkan
minat dan rasa wirausaha itu tumbuh, pada tahun ini asrama mengadakan Pekan
Kreatifitas Asrama (PKA). Didalam PKA tersebut mengadakan sebuah lomba,
yaitu lomba masak yang diberikan bahan dasar umbi-umbi (kentang) dan diberi
waktu dalam lomba masak tersebut.
Dalam lomba masak tersebut benar-benar membauat mahasiswa harus
lebih berfikir kreatif. Dengan bahan yang terbatas, tempat yang terbatas, dan
perlengkapan yang terbatas. Mereka harus menciptakan masakan dalam kondisi
yang sangat terbatas, tetapi, mereka semua bisa menyelesaikan semua dengan
tepat waktu dan karya yang luar biasa. Dan yang kita tau, wirausaha bukan
kuliner saja, banyak bagi orang yang peka dengan keadaan sekitar semua bisa
dijadikan usaha, walau hanya dari barang bekas.
Menurut mas agus, wirausaha itu orang yang mampu menfaatkan
yang ada dan bisa sesuatu apapun dan dalam kondisi apapun sekalipun dalam
keadaan terpepet.

12

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS PENELITIAN
Penelitian mengenai Tumbuhnya Minat Kewirausahaan Pada Mahasiswa
di Asrama Putra. Maka dari itu diperlukan rancangan penelitian yang
sistematis. Rancangan pada dasarnya merancangkan suatu kegiatan sebelum
dilaksanakan. Kegiatan merencanakan itu mencakup komponen-komponen
penelitian yang diperlukan. Dalam banyak hal pada penelitian kualitatif
komponen-komponen yang akan dipersiapkan itu masih bersifat sebagai
kemungkinan (Moleong,2002:236).
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tahap perencanaan dengan
menyusun pedoman wawancara dan lembar observasi, menyiapkan kamera
(HP), catatan lapangan. Ketika memasuki lapangan peneliti berusaha untuk
mencari data dengan mengobservasi dan mewawancarai terhadap subyek yang
telah ditentukan. Kehadiran peneliti di lapangan dengan melakukan observasi di
mulai sejak bulan 20 Maret 2013 sampai 20 April 2013, Setelah memperoleh
data dari hasil observasi dan wawancara, peneliti mengolah data tersebut
kemudian melaksanakan pelaporan penelitian.
3.2 POPULASI DAN SUBYEK PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Asrama Putra Universitas Negeri Malang di
Kota Malang. Alasan pemilihan lokasi ini secara umum didasarkan pada suatu
kenyataan bahwa di tengah perkembangan jaman yang semakin modern di Kota
Malang tepatnya di Universitas Negeri Malang masih ada warga asrama yang
berani untuk berwirausaha di tempat yang terbatas, perlengkapan yang terbatas,
dan berani membagi waktu usaha dengan organisasi yang kampus yang sangat
13

menyita waktu ditam lagi dengan kegiatan asrama yang tidak menentu
jadwalnya. Dengan adanya pembatasan lokasi penelitian ini diharapkan mampu
untuk membatasi ruang lingkup penelitian ini agar tidak meluas ruang
lingkupnya.
Dalam penelitian ini populasi dan subjek penelitian merupakan sumber
data yang sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat.
Dalam penelitian ini yang digunakan adalah populasi dan subjek
penelitian.
1.

Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto dalam Imron,

2005:40) sedangkan Zainal Arifin menyebutkan bahwa populasi adalah
kumpulan dari sumber data yang akan diteliti (2003:54).Sesuai dengan judul ini,
maka populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Psrama
Putra Universtas Negeri Malang.
2.

Subjek
Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diambil dari

beberapa mahasiswa Asrama Putra Universitas Negeri malang yang
berwirausaha.
3.3 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2013 sampai 20 April
2013. Penelitian ini bertempat Asrama Putra Univeristas Negeri Malang.
3.4 PROSEDUR PENELITIAN
Dalam melakukan penelitian, peneliti melakukan langkah-langkah secara
sistematis untuk memecahkan suatu masalah. Secara garis besar, langkah-

14

langkah yang ditempuh dalam penelitian ini dapat dikelompokkan dalam tiga
tahap penelitian, yaitu sebagai berikut:
1.

Tahap Pra-Lapangan

a. Penyusunan perijinan
Dalam suatu penelitian, perijinan sangatlah penting artinya yaitu agar
peneliti mendapatkan izin dalam melakukan penelitian. Dalam pengajuan
rancangan penelitian dan perijinan, syarat yang harus dipenuhi dalam penelitian
adalah ketersediaan narasumber untuk diwawancarai.
b.

Persiapan pengumpulan data
Di dalam langkah ini terlebih dahulu dilakukan persiapan penelitian
yang meliputi penyusunan pedoman observasi dan rancangan wawancara yang
akan dilaksanakan di lapangan berkaitan dengan data yang diperlukan dan
dokumentasi. Hal ini merupakan instrumen atau kelengkapan penelitian.
2.

Tahap Pelaksanaan

a. Pengumpulan data
Setelah dipersiapkan rancangan observasi dan wawancara, lalu dilakukan
pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dibatasi, yaitu sepanjang berkaitan
dengan fokus penelitian (Moleong, 2002).
b.

Analisis Data
Tahap analisis data dilakukan sejak pengumpulan data sampai dengan
berakhirnya penelitian di lapangan. Maka dalam menganalisis data digunakan
analisis interaktif dengan diawali pengumpulan data, kritik data (pemilihan
untuk memperoleh data valid dan menggugurkan data yang tidak valid),
interpretasi data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
3.

Tahap Pelaporan
Dalam tahap ini, data yang diperoleh dan dianalisis selanjutnya

diinterpretasikan, dijelaskan dan disimpulkan. Pada akhirnya hasil interpretasi
dan penyimpulan tersebut ditulis dalam bentuk laporan penelitian, yang dalam
hal ini berbentuk skripsi dengan judul “Tumbuhnya minat kewirausahaan Pada
15

Mahasiswa di Asrama Putra Universitas Negeri Malang”. Teknik penulisan
dilakukan dengan berpedoman pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Universitas Negeri Malang.
3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN
Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data.
Pengumpulan data tersebut adalah sebagai berikut:
1.

Observasi
Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi,

yaitu suatu teknik pengamatan langsung dilapangan untuk mendapatkan data
yang berupa aktifitas para mahasiswa yang berwirausaha di asrama putra UM.
Peneliti menggunakan observasi parsipatoris yaitu peneliti ikut secara langsung
mengamati objek yang diteliti. Observasi atau pengamatan adalah kegiatan
keseharian manusia dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu
utamanya selain pancaindra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut, dan kulit.
(Bungin,2007:151)
Observasi dilakukan pada bulan Maret 2012 sampai April 2012. Peneliti
mengamati kegiatan para mahasiswa yang berwirausaha di asrama putra UM.
2.

Wawancara
Proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode

wawancara. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara
informal. Dimana anatara peneliti dan narasumber berdialog dalam keadaan
santai dan ikut berperan serta dalam usaha yang dijalankannya. hal itu dilakukan
agar mendapatkan data yang maksimal. Peneliti juga menggunakan teknik
3.

Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan semua kumpulan data tertulis maupun

bergambar yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian. Dokumentasi
dilakukan sebagai penguatan dalam laporan penelitian.
16

3.6 TEKNIK ANALISI DATA
Dari data-data yang diperoleh tentang penganut mahasiswa yang
berirausaha, Tumbuhnya minat wirausah pada mahasiswa dan resposn
masyarakat dari angket akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
deskriptif, yaitu suatu teknik merangkum, meringkas dan menggambarkan segisegi yang sangat penting dari data sehingga data tersebut dapat memberikan
informasi(Imron, 2005: 30). Pendiskripsian tersebut bisa dalam bentuk tabel,
gambar, maupun nilai numerik.
Beberapa cara dengan penyajian data dengan teknik deskriptif adalah tabel
frekuensi, histogram, diagam titik, diagram batang dan diagram batang.
Penyajian data yang digunakan dalam penenlitian inia dalah tabel frekuensi.
Dimana dari tabel tersebut akan diketahui jumlah prosentasenya.

17

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam Berwirausaha
Mengatasi rasa takut kegagalan dalam berwirausaha adalah bukan hal
yang mudah, setiap wirausaha saat akan memulai untuk berwirausaha pasti akan
menjumpai dan menumui rasa takut gagal. Rasa takut gagal yang menjumpai
diawal berwirausaha belumlah semua itu pasti terjadi, jadi kita tidak perlu
memikirkan apa itu rasa takut gagal, tapi yang harus dipikirkan bagaimana kita
menjalankan usaha kita dengan sebaik mungkin agar kita bisa terhindar dari
kegagalan dalam berwirausaha.
Rasa takut yang kita hadapi dalam memulai berwirausaha itu memang
harus benar-benar dihadapi dalam memulai usaha. Rasa takut dalam memulai
berwirausaha salah satu penghambat yang berpengaruh dalam berwirausaha,
karena rasa takut yang dihadapi diawal berwirausaha, jika tidak bisa benarbenar mengatasinya itu akan menunda untuk memulai usaha yang sudah
direncanakan.
Seperti kata mas agus, berwirausaha itu pasti akan menemui rasa takut
gagal pada awal memulai berwirausaha, maka dari itu dalam memulai
berwirausaha sangat diperlukan berani menerima resiko, apapun yang hasil
yang didapatkan nanti, itu yang harus diterima dalam berwirausaha dan
jadikanlah motivasi untuk terus maju dalam berwirausaha.
Rasa takut gagal bukanlah hal yang menjadi penghambat atau
penghalang dalam memulai berwirausa atau berbisnis. Dari hasil wawancara
yang telah dilakukan, ada lima cara untuk mengatasi rasa takut dalam memulai
bisinis.

18

1. tentukan jenis usaha apa yang akan Anda geluti. Di sini, Anda tidak perlu
ikut-ikutan teman. Memang sih, hal ini membutuhkan waktu. Jika di benak
Anda sekarang muncul berbagai keinginan untuk membuka beraneka ragam
usaha, maka buatlah skala prioritas.
2. pelajari orang-orang yang sukses di bidang tersebut. Anda bisa
mempelajarinya via informasi di internet, buku-buku maupun orang-orang yang
telah Anda kenal. Pelajari bagaimana mereka merangkak, gigih, dan berjuang
untuk melewati berbagaikesulitan.
3. lakukan dari hal yang paling sederhana. Misalnya, Anda bisa memulainya
dari mulut ke mulut, membuat website gratis, dan sebagainya. Hindari
menggunakan modal besar di awal karena resikonya terlalu besar. Apalagi Anda
sebagai seorang pemula.
4. bergaullah dengan orang-orang yang positif. Bacalah hal-hal yang positif.
Jika Anda bertemu dengan orang yang gagal di dunia usaha, tanyalah
bagaimana ia bisa gagal. Karena di sini Anda bisa memetik pelajarannya. Jika
orang lain gagal melakukannya tidak berarti Anda juga gagal, bukan? Yang
penting adalah ketekunan, kegigihan, tanggung-jawab, dan kejujuran.
5. Gabunglah dengan organisasi yang mempunyai atau memiliki kegiatan yang
anda butuhkan, misalnya, organisasi kewirausahaan. Dari sini, Anda bisa Anda
dan kekurangan Anda. Dari sinilah Anda akan membangun pondasi yang lebih
kuat.
4.2. Menumbuhkan Rasa dan Minat Berwirausaha dari Asrama Putra
Pada setiap tahunnya mehasiswa yang berada di asrama putra
memang dilatih untuk berwirausaha dengan Tranning Kewirausahaan (TKW)
dan kegiatan Pekan Kreatif Asrama (PKA) yang membuat mahasiswa bisa
mengeluarkan ide-ide kreatifnya untuk berwirausaha. Semua itu untuk
menumbuhkan rasa minat mahasiswa untuk berwirausaha. Dan semua itu
19

dilakukan untuk semua mahasiswa punya kemampuan dan keterampilan, selain
mengaji dan ibadah yang diajarkan dalam asrama putra, tetapi kami juga dilatih
dengan berwirausaha dengan baik dan benar, dan bertujuan untuk menciptakan
lulusan asrama mempunya keterampilan yang handal, bukan hanya dibidang
mengaji dan beridah saja.
Didalam asrama sendiri juga memiliki banyak kegiatan yang banyak
menyita waktu para mahasiswa, disini juga melatih mahasiswa yang untuk bisa
mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, karena harus membagi waktu dengan
kegiatan asrama dengan kewirausahaan dan ditambah organisasi yang ada di
kampus. Jadi secara tidak langsung kegiatan asrama yang banyak menyita
waktu untuk para mahasiswa itu benar-benar mengajarkan mahasiswa untuk
menjadi wirausahawan yang handal dan terampil.
Semua itu benar mahasiswa asrama benar-benar membuat mahasiswa
di asrama berani untuk membuka wirausaha tanpa menghiraukan resiko yang
didapatkannya. Sehingga sekarang banyak mahasiswa yang berani membuka
usaha yang sederhana, walaupun tidak semua yang usahanya membuat sendiri,
tapi ada yang mengambil atau dititipkan (reseller), mereka melihat peluang
yang dengan berdagang atau berjualan yang belum ada disekitar atau wilayah
yang ada disekitar mereka berjualan.
Mengatasi perlengkapan yang terbatas di asrama, itu bukanlah alasan
untuk mahasiswa yang mau atau akan membuka usaha. Kalau masalah
perlengkapan aja tidak bisa mengatasinya, bagamana bisa memanfaatkan
peluang yang ada. Apapun halangan, hambata, dan rintangan itu semua harus
dihadapi. Karena sebagai wirausaha semua itupun akan dihadapi dalam
berwirausaha, dan semua wirausahawan pasti akan menjumpai masalah
tersebut, jadi itu bukan sebagai seorang wirausaha untuk membatalkan usaha
yang akan dijalani.

20

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Untuk para mahasiswa yang ingin berwirausaha rasa takut gagal
bukan sebuah alasan untuk menunda atau membatalkan usaha yang akan
dijalankan. Tapi, cobalah berpikir optimis, karena itu akan menambah
semangat, dan akan menghilangkan rasa takut gagal. Kegagalan itu akan terjadi
kalau kita tidak tekun dan terampil dalam mejalani usaha tersebut.
Rasa dan minat untuk berwirausaha haarus diawali dari diri sendiri
yang dibantu oleh kegiatan-kegiatan yang masih behubungan dengan usaha.
Rasa dan minat usaha juga bisa timbul karena faktor ekonomi keluarga atau
dengan berteman dengan seorang wirausahawan.
5.2 Saran
Rasa gagal dalam berwirausaha pasti kita pernah alami, tapi
kegagalan bukanlah penghalan atau penghambat dalam berwirausaha, kegagalan
bisa terjadi apabila kita tidak mejalani suatu usaha tidak dengan serius dan tidak
tekun dalam berwirausa. Coba buang rasa takut gagal dalam berwirausaha,
kalau kita selalu terbayang-bayang kegagalan yang ada kita takut dalam
berwirausaha.
Minat tumbuhnya wirausah dalam diri kita itu bukan karena orang
lain atau karena kegiatan yang kita jalani. Tetapi keinginan dalam diri dan niat
dari

diri

sendiri

yang

membuat

21

dirinya

menjadi

wirausahawan.

DAFTAR RUJUKAN
Alma, Buchari. 2010. Pengantar Bisnis. Bandung: ALFABETA
Arifin, Zainal, E. 2003. Dasar-dasar penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta:
Grasindo
Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan
Publik,
Moleong, L. J. 2002.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Rosidi, Imron.2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmah. Jakarta: PT Elex
Media Komputindo
Susilowarno, Remigius Gunawan. 2003. Kelompok Ilmiah Remaja Petunjuk
hal-hal yang harus diperhatikan dalam berwirausa,
(online), (file:///C:/Users/Acer/Desktop/SOSIOLOGI/rujukan/gagal
%20sekali%20untuk%20sukses%20seribukali%20%20hal-hal%20yang
%20harus%20diperhatikan%20dalam%20berwirausa.htm) di akses 23
April 2013
Pengertian dan Definisi Wirausaha Menurut Para Ahli, (online),
(file:///C:/Users/Acer/Desktop/SOSIOLOGI/rujukan/Pengertian%20dan
%20Definisi%20Wirausaha%20Menurut%20Para%20Ahli%20-%20Definisi
%20-%20CARApedia.htm) di akses 25 April 2013

22

Judul: Makalah Desti.docx

Oleh: Desti Juwita


Ikuti kami