Makalah Kardiovaskuler.docx

Oleh Sugi Yanto

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Kardiovaskuler.docx

Makalah Kardiovaskuler

KATA PENGANTAR Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, dimana atas segala rahmat dan
izin-nya, kami dapat menyelesaikan makalah tentang system kardiovaskular. Shalawat serta
salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi semesta alam Muhammad SAW,
keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah, kami dapat
menyelesaikan makalah ini, walaupun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan
kesalahan didalam makalah ini. Untuk itu kami berharap adanya kritik dan saran yang
membangun guna keberhasilan penulisan yang akan datang. Akhir kata, kami mengucapkan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya makalah ini
semoga segala upaya yang telah dicurahkan mendapat berkah dari Allah SWT. Amin. Sukabumi,
9 Maret 2014 Kelompok 5 TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III
(SISTEM KARDIVASKULAR). 1

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………….
………………………………………………………..1 DAFTAR ISI…………….
……………………………………………………………………2 BAB I PENDAHULUAN 1.1
Latar Belakang……………………………………………………………….4 1.2 Rumusan
Masalah………….…………..…………………………………….4 1.3 Tujuan…………...
……………..………………….…………………………4 1.4 Manfaat….……………………..
……………………………………………5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Organogenesis
Jantung…….………………………………….……………6 2.2 Lokasi dan struktur jantung
……………………………………………….8 2.3 Vaskularisasi dan sistem konduksi jantung
………..………………………9 2.4 Otot jantung, siklus dan pengaturan pompa jantung ……….
……………..11 2.5 Perangsang ritmik pada jantung EKG normal…………………………….13
2.6 Distensibilitas vaskuler, fungsi vena dan arteri…………………………...15 2.7
Mikrosirkulasi dan sistem limfatik………………………………………..17 2.8 Pengaturan
aliran darah oleh jantung, dan pengaturan humoral………….17 2.9 Stroke volume, cardiac
output Serta faktor yang mempengaruhinya…….23 TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 2
1. 3. 2.10 Alur balik vena dan pengaturannya………………………………………24 2.11
Bunyi Jantung…………………………………………………………….25 BAB III
PENUTUP 3.1
Kesimpulan…………………………………………………………………….26 3.2
Saran…………………..……………………………………………………….26
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………………..27 TUGAS
KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR).
3

4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu
cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah.
Dalam hal ini mencakup sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan

pembuluh darah. Pusat peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah
pompa berotot yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60- 100x/menit. Setiap denyut
menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang
terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena
Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagai sistem
transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan ke seluruh jaringan
sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh. Dalam hal ini, faktor perubahan
volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu
memahami anatomi fisiologi yang ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami
berbagai problematika berkaitan dengan sistem kardivaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat
kita melakukan neglicent( kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali memahami anantomi
fisiologi kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam mengedarkan obat-obatan serta
oksigenasi dalam tubuh dalam proses kehidupan. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 4

5. Rumusan Masalah Bagaimana anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler itu? 1.3 Tujuan
Makalah ini di buat dengan tujuan agar mahasiswa, tenaga kesehatan atau tenaga medis dapat

memahami berkaitan dengan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler. 1.4 Manfaat Makalah
ini di buat oleh kami agar meminimalisir kesalahan dalam tindakan praktik keperawatan yang di
sebabkan oleh ketidakpahaman dalam anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler sehingga
berpengaruh besar terhadap kehidupan klien. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 5
2. 6. BAB II PEMBAHASAN 2.1 ORGANOGENESIS JANTUNG. Organogenesis yaitu
proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia).
Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada
fase gastrula. Contohnya yaitu Lapisan Ektoderm yang akan berdiferensiasi menjadi cor
(jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera kemudian
Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat
reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren dan
Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan,
dan alat respirasi seperti pulmo. Organogenesis jantung terjadi pada beberapa fase :
TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM
KARDIVASKULAR). 6
3. 7. • Pembentukan tabung jantung dan mulai meluas dengan menerima aliran darah vena
dari katup kaudalnya dan mulai memompakan darah keluar dari lengkung aorta pertama
menuju ke aorta dorsalis • Pembentukan 3 lapisan jantung, yaitu endokardium,
miokardium, dan epikardium atau pericardium visceral • Pemanjangan dan
pembengkokkan bentuk jantung (hari ke-23 sampai 28) • Perkembangan sinus venosus
(pertengahan minggu ke-4) • Pembentukan sekat-sekat jantung (antara hari ke 27- 37) •
Pembentukan sekat di dalam atrium komunis dan kanalis atrioventrikularis (akhir minggu
ke4) • Diferensiasi atrium selanjutnya • Pembentukkan katup-katup atrioventrikuler yang
dibantu dengan adanya muskuli papillares dan korda tendinea • Pembentukan sekat pada
trunkus arteriosus dank onus kordis (minggu ke-5) • Pembentukkan sekat di dalam
ventrikel (menjelang akhir minggu ke-4) • Pembentukkan katup semilunaris •
Pembentukkan system konduksi jantung Pembentukan sekat dalam jantung, sebagian
disebabkan oleh perkembangan dari jaringan bantalan endokardium dalam kanalis
atrioventrikularis ( bantalan atrioventrikularis ) dan dalam regio konotrunkal
( pembengkakan konotrunkal ). Karena lokasi utama dari jaringan bantalan, banyak
malformasi jantung yang berhubungan dengan morfogesis bantalan yang abnormal.
Pembentukan sekat di atrium. Septum primum, suatu Krista berbentun bulan sabit yang
turun dari atap atrium, mulai membagi atrium menjadi dua, tetapi meninggalkan sebuah
lubang ostium primum untuk menghubungakan kedua bagian atrium tersebut. Kemudian,
ketika ostium primum mengalami obliterasi karena bersatunya septum primum dengan
bantalan endokardium, ostium sukundum terbentuk oleh karena sel-sel mati dan
membentuk sebuah lubang di septum primum. Akhirnya, terbentuklah septum sekundum,
tetapi lubang antar kedua atrium, foramen ovale, tetap ada. Baru pada saat lahir, ketika
tekanan atrium di kiri meningkat, kedua TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 7
4. 8. sekat tersebut tertekan sehingga saling melekat dan hubungan diantara keduanya
tertutup. Kelainan sekat atrium dapat berkisar dari sama sekali tidak ada sekat hingga
terdapat lubang kecil yang dikenal sebagai foramen ovale paten. Pembentukan sekat
dalam kanalis atrioventrikularis. Empat bantalan endokardium mengelilingi kanalis

atrioventrikularis. Menyatunya bantalan atas dan bawah yang saling berhadapan,
menutup lubang dari kanalis atrioventrikularis kiri dan kanan. Jaringan bantalan tersebut
kemudian menjadi fibrosa dan membentuk katup mitral (bicuspid) di sebelah kiri dan
katup tricuspid di sebelah kanan. Menetapnya kanalis atioventrikularis komunis dan
pembagian saluran yang abnormal merupakan cacat yang siring ditemukan. Pembentukan
sekat di ventrikel Septum interventrikularis terbentuk dari pars muskularis yang tebal dan
pars membranasea yang tipis yang dibentuk dari bantalan atrioventrikularis endokardium
inverior, tonjolan konus kanan dan tonjolan konus kiri. Pada banyak kasus, ketiga
komponen ini gagal bersatu sehingga mengakibatkan foramen interventrikularis terbuka.
Walaupun kelainan ini berdiri sendiri, biasanya disertai dengan cacat kompensasi lainnya.
Pembentukkan sekat dalam bulbus. Bulbus terbagi menjadi trunkus (aorta dan trunkus
pulmonalis), konus (saluran keluar aorta dan trunkus pulmonalis), dan bagian ventrikel
kanan yang bertrabekula. Daerah trunkus dibagi oleh septum aortiko pulmonalis yang
berbentuk spiral menjadi dua arteri utama. Rigi-rigi konus membagi saluran keluar dari
pembuluh aorta dan pulmonalis serta menutup foramen interventrikularis. 2.2 LOKASI
DAN STRUKTUR JANTUNG. Lokasi Jantung Jantung terletak di rongga toraks (dada)
sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan vertebra
(tulang punggung) di sebelah posterior (Sherwood, Lauralee, 2001: 258). Bagian depan
dibatasi oleh sternum dan costae 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga bagian jantung terletak di
sebelah kiri garis median sternum. Jantung terletak di atas diafragma, miring ke depan
kiri dan apex cordis berada paling depan dalam rongga thorax. Apex cordis dapat diraba
pada ruang intercostal 4-5 dekat garis medio- clavicular kiri.Batas cranial jantung
dibentuk oleh aorta ascendens, arteri pulmonalis, dan vena cava superior (Aurum, 2007).
TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM
KARDIVASKULAR). 8
5. 9. Pada dewasa, rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm, dan lebar 9 cm, dengan berat 300
sakpai 400 gram (Setiadi, 2007: 164). Struktur Jantung Jantung manusia tersusun atas
tiga lapisan yaitu endokardium yang berbentuk selaput, miokardium yaitu lapisan yang
tersusun dari otot-otot jantung, dan perikardium yaitu lapisan yang berbentuk selaput
yang terbuat dari jaringan ikat longgar Jika jantung dibelah maka akan tampak bagian
dallamnya, bagian dalam jantung terbagi atas rongga-rongga. Rongga yang dimiliki
jantung terdiri atas empat rongga. empat rongga ini dibagi atas dua kelompok yaitu
atrium/serambi dan ventrikel/bilik, yang masing- masing terbagi menjadi kiri dan kanan.
selain terbagi dalam rongga-rongga, aspek lain yang perlu diketahui bahwa pada jantung
memiliki struktur yang menyebabkan darah tidak bisa kembali ke tempat sebelumnya
sehingga akan menyebabkan darah hanya mampu beredar dalam satu arah saja/tidak
bolak- balik. Struktur yang memegang peranan ini adalah klep jantung yang berada di
antara atrium dan ventrikel. Di antara atrium kiri dan serambi kiri terdapat dua buah klep,
sedangkan di antara atrium kanan dan serambi kanan memiliki tiga klep. Pemberian nama
klep jantung didasarkan pada jumlah klep tersebut. jika jumlahnya dua maka digunakan
bi, jika digunakan tiga maka digunakan kata tri. klep/katup dalam bahasa latin disebut
valvula, tinggal ditambahkan dengan akhiran pidalis. Jadi untuk lep yang berjumlah dua
disebut valvula bikuspidalis, sedangkan yang tiga klep disebut dengan valvula
trikuspidalis.Selain dua klep tersebut masih ada lagi klep yang disebut valvula
semilunaris yang berbentuk bulang sabit yang berfungsi agar darah tidak kembali ke
jantung.kuat terletak pada bagian jantung bilik kiri.ventrikel kiri/sinister ventrikel. Hal ini

disebabkan karena pada bagian jantung ini digunakan untuk memompa darah untuk
diedarkan ke seluruh tubuh. kondisi bilik kiri jantung mengalami pengembangan terbesar
disebut dengan keadaan sistole. Pda kondisi ini kecepatan aliran darah yang tertinggi.
Sedangkan pada waktu bilik kiri mengempis maksimum disebut dengan diastole. orang
dewasa normal memiliki perbandingan sistole/diastole adalah 120/80. Jantung bisa
mengembang dan mengempis karena karakter dari otot jantung. TUGAS KELOMPOK 5
ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 9
6. 10. 2.3 VASKULARISASI DAN SISTEM KONDUKSI JANTUNG. Vaskularisasi
Jantung Vaskularisasi jantung merupakan dimana jantung mendapatkan darah dari arteria
coronaria dextra dan sinistra, yang berasal dari aorta ascendens tepat di atas valva aorta.
Arteria coronaria dan cabang-cabang utamanya terdapat di permukaan jantung, terletak di
dalam jaringan ikat subepicardial. Sistem Konduksi Jantung Jantung mempunyai system
syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung yang disebut
system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya
mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu terjadinya kontraksi
sedangkan syaraf parasimpatis menghamabt kontraksi. Impuls untuk terjadinya kontraksi
jantung berasal dari SA node (nodus sinoatrial) yang terletak pada dinding atrium kanan.
SA node meneruskan impulsnya ke AV node (nodus atrioventrikular) melalui traktus
internodal. Ada tiga traktus internodal yaitu wenkebach, bachman dan tohrel. Impuls dari
AV node diteruskan ke berkas his kemudian ke serabut purkinye kiri dan kanan,
selanjutnya menyebar ke seluruh dinding ventrikel. Sistem konduksi jantung meliputi: 1.
SA node: Tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada di dalam dinding atrium
kanan di ujung Krista terminalis. 2. AV node: Susunannya sama dengan SA node berada
di dalam septum atrium dekat muara sinus koronari. 3. Bundle atrioventrikuler: dari
bundle AV berjalan ke arah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars membranasea
septum interventrikulare. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III
(SISTEM KARDIVASKULAR). 10
7. 11. 4. Serabut penghubung terminal(purkinje): Anyaman yang berada pada endokardium
menyebar pada kedua ventrikel. Jantung dilengkapi dengan suatu sistem khusus untuk (1)
mencetuskan impuls- impuls listrik ritmis yang menyebabkan kontraksi ritmis otot
jantung, dan (2) menghantarkan impuls. Didalam atrium ada nodus sinus. Nodus Sinus
(nodus sinoatrial atau sinus SA) merupakan bagian otot jantung yang khusus, kecil, tipis
dan berbentuk elips, lebar ± 3mm, panjang 15mm, dan tebal 1mm. Nodus ini terletak di
dalam dinding postero-lateral superior dari atrium kanan tepat dibawah dan sedikit lateral
dari lubang vena cava superior. Serabut- serabut nodus ini hampir tidak memiliki filamen
otot kontraktil dan hanya berdiameter 3-5 mikrometer. Namun serabut nodus sinus secara
langsung berhubungan serabut otot atrium, sehingga setiap potensial aksi yang dimulai di
nodus SA akan segera menyebar ke dinding otot atrium. Nodus atrioventrikular (Nodus
AV) terletak pada dinding posterior atrium kanan, tepat dibelakang katup trikuspid.
(Guyton, 2008) Eksitasi jantung normal berasal dari nodus sinus yang berfungsi sebagai
pace maker tempat impuls ritmis yang normal dicetuskan; jalur internodus yang
menghantarkan impuls dari nodus sinus menuju ke nodus AV; Nodus AV, tempat impuls
dari atrium mengalami perlambatan sebelum masuk ke ventrikel; berkas AV, yang
menghantarkan impuls dari atrium ke ventrikel, kedua cabangnya (tawara) atau (cabangcabang berkas serabut Purkinje kiri dan kanan). eksitasi yang mencapai serabut purkinje
akan diteruskan ke miokardium ventrikel. Di dalam miokardium, eksitasi menyebar dari

endokardium ke epikardium dan dari apeks ke basal. (Guyton, 2008; Silbernagle, 2007)
Dalam eksitasi nodus SA terdapat penundaan waktu ke nodus AV dan sistem berkas AV
sekitar 0,16 detik, sebelum akhirnya sinyal eksitasi menyebabkan kontraksi otot
ventrikel. Hal ini (penundaan) terjadi karena hilangnya sejumlah gap junction diantara sesel yang saling berderet dalam jalur konduksi sehingga terdapat resistensi terhadap
konduksi ion- ion yang tereksitasi dari satu serabur ke serabut lainnya. Sistem konduksi
ini diatur sedemikian rupa untuk memberi waktu yang cukup bagi atrium untuk
mengosongkan darah kedalam ventrikel sebelum kontraksi ventrikel dimulai. (Guyton,
2008) 2.4 OTOT JANTUNG,SIKLUS DAN PENGATURAN POMPA JANTUNG. Otot
Jantung. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM
KARDIVASKULAR). 11
8. 12. Jika didasarkan pada kalkulasi jumlah, maka otot yang paling sedikit dijumpai di
dalam tubuh manusia maupun hewan adalah otot jantung. Mengapa? Sebab otot yang
satu ini, sama seperti namanya, hanya berada di wilayah jantung saja. Otot jantung
disebut juga dengan nama otot myocardium. Otot jantung ini sebenarnya masih
“berkerabat” dengan otot lurik namun ia merupakan jenis otot lurik tidak sadar dan hanya
ada di wilayah organ jantung. Otot jantung ini diliputi oleh sel-sel yang dinamakan
cardiomycocyte atau yang dikenal juga dengan nama sel otot myocardiocyteal yang bisa
berjumlah satu sampai dua. Dan lama kondisi yang jarang, sel tersebut bisa berjumlah
tiga dan empat. Otot jantung melakukan kerja secara terus menerus dengan fungsi untuk
memompa darah ke seluruh tubuh. Suara otot yang sedang memompa tersebut bisa
didengarkan secara sayup berupa degupan. Otot ini bekerja di luar pengaruh saraf pusat
atau perintah otak. Ia dipengaruhi oleh interaksi dia sayaraf yakni simpatetik mapun
parasimpatetik yang berperan memperlambat maupun mempercepat denyutan jantung.
Meski demikian, pengaruh tersebut tidak sama sekali berada di bawah alam sadar atau
kontrol manusia. Otot ini bekerja umumnya secara lambat namun tidak mudah lelah. Otot
jantung harus bekerja secara terus menerus seba jika tidak tentu makhluk hidup akan
mengalami kematian. Otot jantung cenderung pendek dengan diameter yang jauh lebih
besar jika dibandingkan dengan otot lurik atau rangka. Ia memiliki cabang seperti bentuk
huruf Y. Serabut pada otot jantung ini memiliki panjang antara 50 sampai 100 um dengan
diameter yang berkisar di antara 14 um. Sel serabut otot berupa sarkolema. Serabut ini
terdiri atas myofibril-myofibril yang tampak berdampingan. Serabut ini memiliki kurang
lebih 1500 filamen. Energi yang dibutuhkan oleh otot jantung agar bisa bekerja dan
berkontraksi dengan baik adalah ATP. Senyawa ini berada pada bagian kepala jembatan
penyebrangan jantung. Sebelum dipakai, ia dipecah menjadi ADP juga P Inorganic. Zat
ADP yang telah dipakai tersebut akan mengalapo proses reposporilasi untuk kemudian
membentuk suatu ATP yang baru. Adapun sumber energi untuk membuat kembali ATP
baru adalah creatini phospat. Ia akan dipecah dan proses pelepasan energi tersebut akan
membuat ion phosphate terikat pada bagian ADP sehingga hasil akhirnya akan terbentuk
ATP. Sumber energi otot jantung lainnya adalah senyawa glikogen yang telah disimpan
di dalam otot. Glikogen tersebut akan dipecah dengan menggunakan enzim dan akan
berujung pada berubahnya ADP menjadi ATP. Sumber TUGAS KELOMPOK 5 ILMU
DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 12
9. 13. lainnya adalah energi yang dihasilkan dari proses metabolisme dalam tubuh yang
bersifat oksidatif dan berupa kombinasi bahan makanan juga o2 yang akan membebaskan
ATP. Kontraksi dan pergerakan yang terjadi terus menerus pada otot jantung bertujuan

untuk memompa darah sehingga mencapai seluruh tubuh. Kontraksi tersebut dikoordinasi
mulai dari sel otot jantung hingga ke bagian serambi juga bilik kemudian ke pembuluh
darah baik itu dari kiri maupun bagian kanan paru-paru. Sel pada otot jantung sangat
bergantung pada suplai darah dalam jumlah yang cukup agar oksigen juga nutrisi bisa
tersebar dengan baik ke seluruh tubuh manusia atau hewan. Siklus Jantung Siklus jantung
berawal dari permulaan sebuah denyut jantung sampai berakhirnya denyut jantung
berikutnya. Siklus jantung terdiri atas satu periode relaksasi yang disebut diastole,yaitu
periode pengisian jantung dengan darah,yang diikuti oleh suatu periode kontraksi yang
disebut sistol. Pengaturan Pompa Jantung Pengaturan pompa jantung terbagi menjadi 2 :
1. Pengaturan instrinsik. 2. Pengaturan system saraf otonom. 1. Pengaturan pompa
jantung secara instrinsik. Jumlah darah yang dipompa jantung : Kecepatan aliran darah
ke jantung. Darah yang berasal dari vena. Jumlah darah yang dating dari jaringan.
Kemampuan instrinsik ini disebut : Mekanisme Frank Starling. 2. Pengaturan pompa
jantung secara system saraf otonom. Saraf simpatis meningkatkan : TUGAS
KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR).
13
10. 14. Frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung. Volume darah yang di pompa dan
tekanan ejeksi. Saraf parasimpatis : Rangsang kuat menghentikan jantung.
Menurunkan Frekuensi jantung. 2.5 PERANGSANG RITMIK PADA JANTUNG EKG
NORMAL. Elektrokardiogram (EKG atau ECG) adalah grafik yang merekam perubahan
potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. Elektrodiografi adalah ilmu
yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau perubahan voltage yang terdapat
dalam jantung. Penggunaan EKG dipelopori oleh Einthoven pada tahun 1903 dengan
menggunakan Galvanometer. Galvanometer senar ini adalah suatu instrumen yang sangat
peka sekali yang dapat mencatat perbedaan kecil dari tegangan (milivolt) pada jantung.
Beberapa tujuan dari penggunaan EKG dapat kegunaan : 1. Untuk mengetahui adanya
kelainan-kelainan irama jantung/disritmia 2. Kelainan-kelainan otot jantung 3.
Pengaruh/efek obat-obat jantung 4. Ganguan -gangguan elektrolit 5. Perikarditis 6.
Memperkirakan adanya pembesaran jantung/hipertropi atrium dan ventrikel 7. Menilai
fungsi pacu jantung. Pada EKG terlihat bentuk gelombang khas yang disebut P, QRS, dan
T, sesuai dengan penyebaran eksitasi listrik dan pemulihannya melalui sistem hantaran
dan miokardium. Gelombang – gelombang ini direkam pada kertas grafik dengan skala
waktu horisontal dan voltase vertikal. Makna bentuk gelombang dan interval pada EKG
adalah sebagai berikut : 1. Gelombang P TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 14
11. 15. Sesuai dengan depolarisasi atrium. Rangsangan normal untuk depolarisasi atrium
berasal dari nodus sinus. Namun, besarnya arus listrik yang berhubungan dengan eksitasi
nodus sinus terlalu kecil untuk dapat terlihat pada EKG. Gelompang P dalam keadaan
normal berbentuk melengkung dan arahnya ke atas pada kebanyakan hantaran.
Pembesaran atrium dapat meningkatkan amplitudo atau lebar gelombang P, serta
mengubah bentuk gelombang P. Disritmia jantung juga dapat mengubah konfigurasi
gelombang P. misalnya, irama yang berasal dari dekat perbatasan AV dapat
menimbulkan inversi gelombang P, karena arah depolarisasi atrium terbalik. 2. Interval
PR Diukur dari permulaan gelombang P hingga awal kompleks QRS. Dalam interval ini
tercakup juga penghantaran impuls melalui atrium dan hambatan impuls melalui nodus
AV. Interval normal adalah 0,12 sampai 0,20 detik. Perpanjangan interval PR yang

abnormal menandakan adanya gangguan hantaran impuls, yang disebut bloks jantung
tingkat pertama. 3. Kompleks QRS Menggambarkan depolarisasi ventrikel. Amplitudo
gelombang ini besar karena banyak massa otot yang harus dilalui oleh impuls listrik.
Namun, impuls menyebar cukuop cepat, normalnya lamanya komplek QRS adalah antara
0,06 dan 0,10 detik. Pemanjangan penyebaran impuls melalui berkas cabang disebut
sebagai blok berkas cabang (bundle branch block) akan melebarkan kompleks
ventrikuler. Irama jantung abnormal dari ventrikel seperti takikardia juga akan
memperlebar dan mengubah bentuk kompleks QRS oleh sebab jalur khusus yang
mempercepat penyebaran impuls melalui ventrikel di pintas. Hipertrofi ventrikel akan
meningkatkan amplitudo kompleks QRS karena penambahan massa otot jantung.
Repolasisasi atrium terjadi selama massa depolarisasi ventrikel. Tetapi besarnya
kompleks QRS tersebut akan menutupi gambaran pemulihan atrium yang tercatat pada
elektrokardiografi. Gambar 2. Gelombang Normal pada EKG 4. Segmen ST TUGAS
KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR).
15
12. 16. Interval ini terletak antara gelombang depolarisasi ventrikel dan repolarisasi ventrikel.
Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi selama periode ini, tetapi perubahan ini terlalu
lemah dan tidak tertangkap pada EKG. Penurunan abnormal segmen ST dikaitkan dengan
iskemia miokardium sedangkan peningkatan segmen ST dikaitkan dengan infark.
Penggunaan digitalis akan menurunkan segmen ST. 5. Gelombang T Repolarisasi
ventrikel akan menghasilkan gelombang T. Dalam keadaan normal gelombang T ini agak
asimetris, melengkung dan ke atas pada kebanyakan sadapan. Inversi gelombang T
berkaitan dengan iskemia miokardium. Hiperkalemia (peningkatan kadar kalium serum)
akan mempertinggi dan mempertajam puncak gelombang T. Gambar 3. Variasi
Kompleks QRS 6. Interval QT Interval ini diukur dari awal kompleks QRS sampai akhir
gelombang T, meliputi depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Interval QT rata – rata
adalah 0,36 sampai 0, 44 cdetik dan bervariasi sesuai dengan frekuensi jantung. Interval
QT memanjang pada pemberian obat – obat antidisritmia seperti kuinidin, prokainamid,
sotalol (betapace) dan amiodaron (cordarone). 2.6 DISTENSIBILITAS
VASKULER ,FUNGSI VENA DAN ARTERI. Distensibilitas Vaskuler Karakteristik
sistem vaskular yang penting adalah bahwa semua pembuluh darah bersifat distensibilitas
(mudah meregang). Ketika tekanan pembuluh darah meningkat, hal tersebut akan
membuat pembuluh darah berdilatasi dan karena itu akan menurunkan tahanannya,
akibatnya adalah peningkatan aliran darah tidak hanya terjadi karena peningkatan tekanan
tetapi juga akibat penurunan tajamannya, yang biasanya menimbulkan peningkatan aliran
darah paling sedikit duakali lebih banyak untuk setiap peningkatan tekanan seperti yang
diharapkan. Fungsi Vena Dan Arteri 1. Pembuluh Darah Arteri ( Pembuluh Nadi )
TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM
KARDIVASKULAR). 16
13. 17. Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari
jantung . Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa
darah menuju jantung. Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup.
Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta
mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian
kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh
nadi, misalnya arterosklerosis. Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang

tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada
pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke
jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi
dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau
sfigmomanometer. 2. Pembuluh Darah Vena ( Pembuluh Balik ) Pembuluh balik atau
vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak
mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak
kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut
jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya.
Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut,
aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar
tetapi merembes. Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu
pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke
jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah
mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah
yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon
dioksida kecuali vena pulmonalis. Salah satu penyakit yang menyerang pembuluh balik
adalah varises. 2.7 MIKROSIRKULASI DAN SISTEM LIMFATIK. Mikrosirkulasi
TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM
KARDIVASKULAR). 17
14. 18. Mikrosirkulasi adalah sirkulasi darah yang melewati pembuluh darah terkecil. Dalam
mikrosirkulasi, yang paling penting adalah kapiler dimana kapiler adalah tempat yang
paling ideal untuk terjadinya pertukaran. Di dinding kapiler tidak terdapat sistem transpor
yang diperantari oleh pembawa, kecuali kapiler di otak yang berperan dalam sawar
darah- otak. Bahan-bahan dipertukarkan menembus dinding kapiler terutama dengan
difusi. Sistem Limfatik Sistem limfatik adalah komponen tambahan system
sirkulasi.Sistem ini terdiri dari organ-organ yang memproduksi dan menyimpan
limfosit;suatu cairan yang bersirkulasi;yang merupakan cairan jaringan;dan pembuluhpembuluh limfatik yang mengembalikan limfe ke sirkulasi. 2.8 PENGATURAN
ALIRAN DARAH OLEH JANTUNG, DAN PENGATURAN HUMORAL. Pengaturan
Aliran Darah Oleh Jantung Fungsi umum Jantung adalah untuk memompa darah ke
seluruh tubuh. Berdasarkan system sirkulasi, jantung memompakan darah melalui 2
sistem sirkulasi, yaitu : 1. Sirkulasi Pulmonar Melalui peran ventrikel kanan, darah
dengan kadar O2 rendah disampaikan melalui artery Pulmonar ke paru-paru, kemudian
terjadi pertukaran gas, sehingga darah yang keluar dari paru-paru kaya akan O2. Darah
yang kaya akan O2 ini akan dihantarkan kembali ke paru- paru melalui vena pulmonary.
2. Sirkulasi Peripheral atau Sistemik Darah kaya O2 yang berasal dari ventrikel kiri,
melalui aorta akan dihantarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan perifer, O2 akan digunakan
dan bertukar dengan CO2.Kemudian darah dengan kadar O2 rendah kembali ke jantung
melalui vena cava. Mekanisme special pada jantung mengakibatkan jatung dapat
berkontraksi secara konstan. Melalui penghantaran aksi potensial melalui otot jantung ,
jantung dapat berdetak secara konstan dan ritmis. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU
DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 18
15. 19. Fungsi arteri adalah untuk mentransport darah ke jaringan di bawah tekanan yang
tinggi. Arteri mempunyai dinding pembuluh darah yang kuat, dan darah mengalir dengan
kecepatan yg tinggi di arteri. Arteriol merupakan cabang-cabang kecil yang terakhir dari

sistem arteri dan berfungsi sebagai saluran kendali untuk menentukan darah yang akan
dilepaskan ke kapiler. Dinding otot arteriol yang kuat sehingga dapat menutup arteriol
secara total atau dengan berelaksasi dapat mendilatasi arteriol hingga beberapa kali lipat
sehingga mempunyai kemampuan untuk sangat mengubah aliran darah di dasar setiap
jaringan sebagai respon terhadap kebutuhan jaringan. Kapiler darah berfungsi sebagai
pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon dan bahan-bahan lainnya antara darah
dan cairan intertisial. Venula mengumpulkan darah dari kapiler dan secara bertahap
bergabung menjadi vena yang semakin besar. Vena merupakan saluran yang berfungsi
untuk mengangkut darah dari venula menuju jantung. Vena ini menjadi penampung
paling banyak dibanding arteri. Tekanan di sistem vena sangat rendah, dinding vena
sangat tipis. Meskipun demikian, dindingnya mempunyai otot yang mampu untuk dapat
berkontraksi atau melebar dan dengan demikian dapat berperan sebagai penampung darah
ekstra dan dapat dikendalikan, baik dalam jumlah kecil atau besar, bergantung pada
kebutuhan sirkulasi. Volume darah di berbagi bagian sirkulasi memiliki perbedaan
penampungan sejumlah darah total. 84 persen dari seluruh volume darah total terdapat di
sirkulasi sistemik, 16 persen di dalam jantung (7 persen) dan paru-paru (9 persen). Dari
ke 84 persen tersebut 64 persennya di vena, sedangkan 13 persen di arteri, dan 7 persen di
arteriol sistemik dan kapiler jantung. Pengaturan Humoral Pengaturan sirkulasi secara
humoral berarti pengaturan oleh zat-zat yang disekresi atau yang diabsorbsi ke dalam
cairan tubuh ; seperti hormon dan ion. Beberapa zat ini TUGAS KELOMPOK 5 ILMU
DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 19
16. 20. dibentuk oleh kelenjar khusus dan dibawa di dalam darah ke seluruh tubuh. Zat
lainnya dibentuk di daerah jaringan setempat dan hanya menimbulkan pengaruh sirkulasi
setempat. Faktor-faktor humoral terpenting yang mempengaruhi fungsi sirkulasi
diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Zat Vasokonstriktor Norepinefrin terutama adalah
hormon vasokonstriktor yang amat kuat, epinefrin tidak begitu kuat dan dibeberapa
jaringan, bahkan menyebabkan vasodilatasi ringan. (Contoh khusus vasodilatasi akibat
epinefrin dijumpai pada jantung untuk mendilatasikan arteri kororner selama peningkatan
aktivitas jantung). Ketika sistem saraf simpatis dirangsang di sebagian besar atau
diseluruh bagian tubuh selama terjadi stress atau olahraga, ujung saraf simpatis pada
masing-masing jaringan akan melepaskan norepinefrin yang merangsang jantung dan
mengkonstriksi vena serta arteriol. Selain itu, saraf simpatis untuk medula adrenal juga
menyebabkan kelenjar ini menyekresi norepinefrin dan epinefrin kedalam darah.
Hormon-hormon ini kemudian bersirkulasi ke seluruh area tubuh dan menyebabkan efek
perangsangan yang hampir sama dengan perangsangan simpatis langsung terhadap
sirkulasi, sehingga tersedia dua sistem pengaturan, yaitu perangsangan saraf secara
langsung dan efek tidak langsung dari norepinefrin dan/ atau epinefrin di dalam darah
yang bersirkulasi. 2. Pengaturan Aliran Darah Koroner a) Metabolisme Otot Lokal
Sebagai Pengatur Utama Aliran Koroner Aliran darah yang melalui sistem koroner diatur
hampir seluruhnya oleh vasodilasiarteriol setempat sebagai respons terhadap kebutuhan
nutrisi otot jantung. Dengan demikian, bila mana kekuatan kontraksi jantung meningkat,
apapun penyebabnya, kecepatan aliran darah koroner juga akan meningkat. Sebaliknya,
penurunan aktivitas jantung disertai dengan penurunan aliran koroner. Pengaturan lokal
aliran darah koroner ini hampir identik dengan yang terjadi yang terjadi di banyak
jaringan tubuh lainnya, terutama otot rangka diseluruh tubuh. b) Kebutuhan Oksigen
Sebagai Faktor Utama dalam Pengaturan Lokal Aliran Darah Koroner Aliran darah di

sistem koroner biasanya diatur hampir sebanding dengan kebutuhan oksigen otot jantung.
Biasanya sekitar 70 % oksigen di dalam darah arteri koroner dipindahkan selagi darah
mengalir melalui otot jantung. Karena tidak banyak oksigen yang TUGAS KELOMPOK
5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 20
17. 21. tersisa, maka tidak banyak lagi oksigen yang dapat ditambahkan ke otot jantung
kecuali bila aliran darah koroner meningkat. Untungnya, aliran darah koroner meningkat
hampir berbanding lurus dengan setiap konsumsi oksigen tambahan bagi proses
metabolik di jantung. Namun cara yang pasti bagaimana peningkatan konsumsi oksigen
dapat menyebabkan dilatasi koroner masih belum dapat ditentukan. Penurunan
konsentrasi oksigen di jantung menyebabkan dilepaskannya zat-zat vasodilator dari selsel otot, dan hal ini akan menimbulkan dilatasi arteriol. Zat dengan potensi vasodilator
yang besar adalah adenosin. Dengan adanya konsentrasi oksigen yang sangat rendah di
dalam sel-sel otot, maka sebagian besar ATP sel dipecah menjadi adenosin monofosfat,
kemudian sebagian kecil mengalami penguraian lebih lanjut guna membebaskan
adenosin ke dalam cairan jaringan otot jantung. Sesudah adenosin menimbulkan
vasodilatasi, sebagian besar diabsorbsi ke dalam sel-sel jantung untuk digunakan
kembali. Adenosin bukanlah satu-satunya produk vasodilator yang telah dikenali. Produk
vasodilator lainnya adalah senyawa adenosin fosfat, ion kalium, ion hidrogen,
karbondioksida, bradikinin, dan, kemungkinan prostaglandin dan nitrit oksida. Namun
tetap dijumpai beberapa kesulitan pada hipotesis vasodilator. Pertama, zat-zat yang
mengahambat atau mengambat sebagian efek vasodilator adenosin tidak mencegah
vasodilator koroner yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas otot jantung. Kedua,
penelitian pada otot rangka telah menunjukkan bahwa infus adenosin yang terus menerus
akan mempertahankan dilatasi vaskular hanya untuk 1 sampai 3 jam, dan ternyata
aktivitas otot akan tetap mendilatasi pembuluh darah lokal bahkan bila adenosin tidak
dapat lagi mendilatasi pembuluh darah tersebut. c) Pengaturan Aliran Darah Koroner oleh
Saraf Perangsangan saraf otonom ke jantung dapat mempengaruhi aliran darah koroner
baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh langsung merupakan hasil dari
kerja langsung zat-zat transmiter saraf, asetilkolin dari nervus vagus serta norepinefrin
dan epinefrin dari saraf simpatis pada pembuluh darah koroner itu sendiri. Pengaruh tidak
langsung akibat dari perubahan sekunder pada aliran darah koroner yang disebabkan oleh
peningkatan atau penurunan aktivitas jantung. Pengaruh tidak langsung, yang sangat
berlawanan dengan pengaruh langsung, berperan jauh lebih penting dalam pengaturan
aliran darah koroner yang normal. Jadi, rangsangan simpatis, yang melepaskan
norepinefrin dan epinefrin, meningkatkan frekuensi dan kontraktilitas jantung serta
meningkatkan kecepatan metabolisme jantung. Selanjutnya, peningkatan metabolisme
jantung akan mengaktifkan mekanisme pengaturan aliran darah lokal guna TUGAS
KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR).
21
18. 22. mendilatasi pembuluh darah koroner, dan aliran darah meningkat hampir sebanding
dengan kebutuhan metabolik otot jantung. Sebaliknya, perangsangan vagus, yang
melepaskan asetilkolin, akan memperlambat jantung dan memberi sedikit efek penekanan
pada kontraktilitas jantung. Kedua efek ini akan menurunkan konsumsi oksigen jantung,
dan karena itu, secara itdak lansung menyebabkan konstriksi arteri koroner. d) Pengaruh
Langsung Perangsangan Saraf pada Pembuluh Darah Koroner Distribusi serabut saraf
parasimpatis (vagus) di sistem koroner ventrikel tidak terlalu banyak. Namun, asetilkolin

yang dilepaskan akibat perangsangan parsimpatis memilki efek langsung untuk
mendilatasi arteri koroner. Terdapat persarafan simpatis yang jauh lebih luas di pembuluh
darah koroner. Zat transmiter simpatis norepinefrin dan epinefrin dapat memberi efek
dilator atau konstriktor pada pembuluh darah, bergantung pada ada atau tidaknya reseptor
konstriktor atau dilator di dinding pembuluh darah. Reseptor konstriktor disebut reseptor
alfa dan reseptor dilator disebut reseptor beta. Reseptor alfa dan beta ada di pembuluh
darah koroner. Pada umumnya, pembuluh darah koroner epikardial mempunyai reseptor
alfa yang lebih banyak, sedangkan arteri intramuskular memiliki lebih banyak reseptor
beta. Karena itu, perangsangan simpatis, setidaknya secara teoritis, dapat menyebabkan
sedikit konstriksi atau dilatasi koroner yang menyeluruh, tetapi biasanya lebih banyak
konstriksi. Pada beberapa orang, efek vasokonstriktor alfa tampak sangat tidak seimbang,
dan orang-orang ini dapat mengalami iskemia miokardium vasospastik selama periode
perangsangan simpatis yang berlebihan, sering kali menyebabkan nyeri angina. Faktor
metabolik (terutama konsumsi oksigen miokardium) merupakan pengendali utama aliran
darah miokardium. Bilamana efek langsung perangsangan saraf mengubah aliran darah
koroner ke arah yang salah, pengaturan metabolik terhadap aliran koroner biasanya akan
menghilangkan pengaruh saraf yang bekerja langsung dalam waktu beberapa detik. 3.
Gambaran Khusus Metabolisme Otot Jantung Dalam keadaan istirahat, otot jantung
biasanya menggunakan asam lemak untuk menyuplai sebagian besar energinya dan
bukan karbohidrat (sekitar 70 % energi berasal dari asam lemak). Namun, seperti juga
pada jaringan lainnya, pada keadaan anaerobik atau iskemik, metabolisme jantung harus
memakai mekanisme glikolisis anaerobik untuk energinya. Namun, glikolisis memakai
glukosa darah dalam jumlah yang banyak sekali dan pada waktu yang bersamaan
membentuk sejumlah besar asam laktat di jaringan jantung, yang mungkin merupakan
salah satu penyebab nyeri jantung pada keadaan iskemik jantung. TUGAS KELOMPOK
5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 22
19. 23. Seperti yang terjadi pada jaringan lainnya, lebih dari 95 presen energi metabolik yang
dilepaskan dari makanan dipakai untuk membentuk ATP di dalam mitokondria. ATP ini
kemudian bekerja sebagai pembawa energi untuk kontraksi otot jantung dan fungsi
seluler lainnya. Pada iskemia koroner yang berat, ATP mula-mula terurai menjadi
adenosin difosfat, kemudian menjadi adenosin monofosfat dan adenosin. Karena
membran sel otot jantung bersifat sedikit permeabel bagi adenosin, maka banyak
adenosin dapat berdifusi dari sel otot masuk ke dalam sirkulasi darah. Adenosin yang
terlepas ini dianggap sebagai salah satu zat yang menyebabkan dilatasi arteriol koroner
selama hipoksia koroner. Namun, hilangnya adenosin ini juga membawa akibat yang
serius pada sel. Dalam waktu paling sedikit 30 menit setelah iskemia koroner yang berat,
seperti yang terjadi setelah infark miokardium, kira-kira setengah dari basa adenin dapat
hilang dari sel-sel otot jantung yang terkena. Selanjutnya, kehilangan ini dapat diganti
oleh sintesis adenosin baru dengan kecepatan hanya 2 persen per jam. Karena itu, bila
serangan iskemia yang serius telah berlangsung selama 30 menit atau lebih, maka usaha
untuk menghilangkan iskemia koroner mungkin sudah terlambat untuk menyelamatkan
kelangsungan hidup sel-sel jantung. Hal ini hampir pasti menjadi salah satu penyebab
utama kematian sel-sel jantung selama iskemia miokardium. B. Metabolisme Otot
Jantung Iskemia Kebutuhan oksigen yang melebihi kapasitas suplai oksigen oleh
pembuluh darah yang mengalami gangguan menyebabkan terjadinya iskemia
miokardium lokal. Iskemia yang bersifat sementara akan menyebabkan perubahan

reversibel pada tingkat sel dan jaringan, dan menekan fungsi miokardium. Berkurangnya
kadar oksigen mendorong miokardium untuk mengubah metabolisme aerob menjadi
metabolisme anaerob. Metabolisme anaerob melalui jalur glikolitik jauh lebih tidak
efesien apabila dibandingkan dengan metabolisme aerob melalui fosforilasi oksidatif dan
siklus kreb. Pembentukan fosfat berenergi tinggi menurun cukup besar. Hasil akhir
metabolisme anaerob (yaitu asam laktat) akan tertimbun sehingga menurunkan pH sel.
Gabungan efek hipoksia, berkurangnya energi yang tersedia, serta asidosis dengan cepat
mengganggu fungsi ventrikel kiri. Kekuatan kontraksi daerah miokardium yang terserang
berkurang, serabut-serabutnya memendek, dan daya serta kecepatannya berkurang. Selain
itu, gerakan dinding segmen yang mengalami iskemia menjadi abnormal, bagian tersebut
akan menonjol keluar setiap kali ventrikel berkontraksi. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU
DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 23
20. 24. Berubahnya daya kontraksi dan gangguan gerakan jantung menyebabkan perubahan
hemodinamika. Perubahan hemodinamika bervariasi sesuai ukuran segmen yang
mengalami iskemia, dan derajat Prespon refleks kompensasi sistem saraf otonom.
Menurunnya fungsi ventrikel kiri dapat mengurangi curah jantung dengan berkurangnya
volume sekuncup (jumlah darah yang keluar setiap kali jantung berdenyut).
Berkurangnya pengosongan ventrikel saat sistol akan memperbesar volume ventrikel.
Akibatnya tekanan jantung kiri akan meningkat, tekanan akhir diastolik ventrikel kiri dan
tekanan baji dalam kapiler paru-paru akan meningkat. Tekanan semakin meningkat oleh
perubahan daya kembang dinding jantung akibat iskemia. Dinding yang kurang lentur
semakin memperberat peningkatan tekanan pada volume ventrikel tertentu. Pada iskemia,
manifestasi hemodinamika yang sering terjadi adalah peningkatan ringan tekanan darah
dan denyut jantung sebelum timbul nyeri. Terlihat jelas bahwa pola ini merupakan
respons kompensasi simpais terhadap berkurangnya fungsi miokradium. Dengan
timbulnya nyeri, sering terjadi perangsangan lebih lanjut oleh katekolamin. Penurunan
tekanan darah merupakan tanda bahwa miokardium yang terserang iskemia cukup luas
atau merupakan suatu respon vagus. 2.9 STROKE VOLUME,CARDIAC OUTPUT
SERTA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA. Stroke Volume (Isi sekuncup) Isi
sekuncup (Stroke Volume) adalah jumlah darah yang dipompa jantung ke dalam aorta
setiap denyut ventrikel. Volume sekuncup ditentukan oleh 3 faktor yang
mempengaruhinya yaitu: · Kontraktilitas instrinsik otot jantung · Derajat penegangan otot
jantung sebelum kontraksi (preload) · Tekanan yang harus dilawan otot jantung untuk
menyemburkan darah selama kontraksi (afterload). Cardiac Output (Curah Jantung)
Curah jantung (Cardiac Output) adalah jumlah darah yang dipompa keluar dari ventrikel
kiri setiap menit. Curah jantung normal adalah 4 sampai 6 liter per menit pada orang
dewasa yang sehat dengan berat badan 70 kg saat istirahat. Volume darah yang
bersirkulasi berubah sesuai kebutuhan oksigen dan metabolik tubuh. Misalnya, selama
latihan, kehamilan, TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III
(SISTEM KARDIVASKULAR). 24
21. 25. demam, curah jantung meningkat, tetapi selama tidur, curah jantug menurun. Curah
jantung dapat dihitung dengan rumus berikut: Curah Jantung (CJ) = Volume Sekuncup
(VS) x Frekuensi Denyut Jantung (FDJ) Curah jantung pada lansia dapat dipengaruhi
tegangan dinding arteri yang meningkat dan hipertrofi miokard yang sedang akibat
peningkatan darah sistolik. Faktor yang Mempengaruhi curah Jantung : Pengaturan
volume sekuncup Control frekuensi jantung 2.10 ALUR BALIK VENA DAN

PENGATURANNYA. Jumlah darah kembali ke jantung melalui vena cava superior dan
inferior berperan dalam sistem cardiac output. Kekuatan kontraksi ventrikel kiri
mengalirkan darah menuju aorta dan kemudian menuju arteri, arteriole dan kapilerkapiler, tidak cukup untuk mengembalikan darah menuju vena kembali ke jantung.
Faktor lain berperan dalam membantunya ke vena : Posisi tubuh. Gravitasi membantu
aliran darah vena kembali dari kepala dan leher ketika seseorang berdiri atau duduk dan
memberikan sedikit perlawanan ke pembuluh balik dari bagian bawah tubuh ketika
seseorang merebahkan diri. Kontraksi otot. Kontraksi otot, terutama sekali rangka otot
menyimpan tekanan pada vena. Tekanan ini memiliki efek dari dorongan darah kembali
ke jantung. Efek pergerakan respiratori. Selama inspirasi, ekspansi dada menghasilkan
tekanan negatif sampai toraks membantu aliran darah kembali ke jantung. Ketika
diafragma turun selama inspirasi, tekanan intra abdomen meningkat dan memeras darah
menuju ke jantung. Tekanan vena sentral merupakan tekanan darah pada pembuluh vena
besar pada muaranya di atrium kanan. Tekanan vena sentral diatur oleh dua
keseimbangan: Kemampuan jantung untuk memompakan darah keluar dari atrium
kanan. Kecenderungan darah untuk mengalir dari perifer ke atrium kanan. 2.11
BUNYI JANTUNG. TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR KEPERAWATAN III
(SISTEM KARDIVASKULAR). 25
22. 26. Tahapan bunyi jantung: 1. Bunyi pertama: lup 2. Bunyi kedua : Dup 3. Bunyi ketiga:
lemah dan rendah 1/3 jalan diastolic individu muda 4. Bunyi keempat: kadang-kadang
dapat didengar segera sebelum bunyi pertama BAB III TUGAS KELOMPOK 5 ILMU
DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 26
23. 27. PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penulisan tersebut, kami dapat mengambil
kesimpulan bahwa: 1. Kardiovaskuler terdiri dari 2 kata yaitu jantung dan pembuluh
darah dan 3 komponen yaitu salah satunya adalah hemoglobin dalam darah yang juga
berperan dalam sistem sirkulasi. 2. Jantung telah aktif dalam masa janin ketika berusia 3
bulan dalam kandungan dengan proses sirkulasi melalui plasenta. 3. Anatomi fisiologi
system kardiovaskuler sangat penting di pelajari karena perlu adanya pengetahuan dalam
menyelesaikan berbagai problematika kesehatan terkait system kardiovaskuler. B. Saran
Dari pemaparan diatas, kami memberikan saran agar dalam ilmu kesehatan maupun ilmu
alam lainnya penting sekali memahai anatomi sistem kardiovaskuler secara tepat agar
terhindar dari kesalahan baik itu dirumah sakit maupun di alam yang berkaitan dengan
perubahan fungsi tubuh akibat kurangnya aktifitas positif untuk memberikan kesehatan
terhadap jantung sebagai pusat kehidupan. DAFTAR PUSTAKA Syaifuddin. 2009.
Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta TUGAS KELOMPOK 5
ILMU DASAR KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR).
24.
25. Penerbit: Salemba Medika. Ethel Sloane.2003. Anatomi dan fisiologi untuk
pemula.Jakarta Penerbit: Buku Kedokteran EGC Guyton & Hall.2012.Buku ajar fisiologi
kedokteran.Jakarta Penerbit: Buku Kedokteran EGC
http://www.scribd.com/doc/55255412/Anatomi-FisiologiSistemKardiovaskular/ (Di
akses pada tanggal 9 Maret 2014 10.00 WIB) TUGAS KELOMPOK 5 ILMU DASAR
KEPERAWATAN III (SISTEM KARDIVASKULAR). 28

Judul: Makalah Kardiovaskuler.docx

Oleh: Sugi Yanto


Ikuti kami