Makalah Mp_asi

Oleh Kuneng Kunengsih

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Mp_asi

TUGAS MANAJEMEN ASI DAN MP-ASI
“REFLEKS-REFLEKS BAYI INGIN MENYUSUI DAN TANDA-TANDA
KEBERHASILAN MENYUSUI”

Tugas ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Asi dan MP-ASI

Dosen pengampu :
Sholichin, SP., MT

Di susun oleh :
Kelompok 2
Indah Nurwulan

NIM.P2.06.31.2.13.015

Kunengsih

NIM.P2.06.31.2.13.017

Lusiyana

NIM.P2.06.31.2.13.019

Marliana Tiwi Fauziah

NIM.P2.06.31.2.13.021

Maryana Novita Sari

NIM.P2.06.31.2.13.023

Mia Tania

NIM.P2.06.31.2.13.025

Muh. Hilman Luthfi

NIM.P2.06.31.2.13.027

PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI CIREBON
JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2015

ISI
A. Refleks-refleks bayi ingin menyusui
1. Perkembangan Gerak Refleks
Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan
bulan pertama setelah lahir. Sebagian besar gerak yang dilakukan anak masih bersifat
refleks artinya setiap gerakan dilakukan tidak secara sukarela, namun sebagai respon
terhadap rangsangan tertentu. Contoh, apabila diberikan rangsangan berupa sentuhan
pada telapak tangan bayi, maka telapak tangan tersebut akan menutup
2. Refleks-refleks bayi ingin menyusui (annonimous).
a. Refleks menangkap / mencari (rooting reflek)
Refleks mencari Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya. Terjadi ketika
pipi bayi diusap atau disentuh pada bagian pinggir mulutnya. Sebagai respons,
bayi itu memalingkan kepalanya ke arah sentuhan atau benda yang
menyentuhnya, dalam upaya menemukan seseatu yang dapat dihisap. Bibir bayi
dirangsang dengan papilla mamae, maka bayi akan membuka mulut dan berusaha
menangkap puting susu.
Payudara ibu yang menempel pada pipi atau derah sekeliling mulut merupakan
rangsangan yang menimbulkan refleks mencari pada bayi. Ini menyebabkan
kepala bayi berputar menuju puting susu yang menempel tadi diikuti dengan
membuka mulut dan kemudian puting susu ditarik masuk ke dalam mulut.
Refleks menghisap dan mencari menghilang setelah bayi berusia sekitar 3
sampai 4 bulan. Refleks digantikan dengan makan sukarela. Refleks menghisap
dan mencari adalah upaya untuk mempertahankan hidup bagi bayi mamalia atau
binatang menyusui yang baru lahir, karena dengan begitu dia dapat menentukan
susu ibu untuk memperoleh makanan.
b. Reflek menghisap
Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika anda menyentuhkan
puting susu ke ujung mulut bayi. Refleks menghisap terjadi ketika bayi yang baru
lahir secara otomatis menghisap benda yang ditempatkan di mulut mereka.
Refleks menghisap memudahkan bayi yang baru lahir memperoleh makanan
sebelum mereka mengasosiasikan puting susu dengan makanan. Menghisap
adalah refleks yang sangat penting pada bayi. Refleks ini merupakan rute bayi
menuju pengenalan akan makanan. Kemampuan menghisap bayi yang baru lahir

berbeda-beda. Sebagian bayi yang baru lahir menghisap dengan efisien dan
bertenaga untuk memperoleh susu. Rangsangan ini menimbulkan dua respons
yaitu timbul aksi menghisap, dan lidah akan menekan ke arah atas dan sedikit ke
arah depan dengan setiap aksi menghisap.
c. Reflek menelan
Air susu yang penuh dalam mulut bayi akan ditelan sebagai pernyataan reflek
menelan dari bayi. Pada saat bayi menyusu, akan terjadi peregangan puting susu
dan areola untuk mengisi rongga mulut. Oleh karena itu, sebagian besar areola
harus ikut masuk ke dalam mulut. Lidah bayi akan menekan ASI keluar dari sinus
laktiferus yang berada di bawah areola.
B. Tanda-tanda keberhasilan menyusui
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama pada bayi berusia kurang dari 6 bulan.
ASI mengandung nutrien lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi.
Dibawah ini adalah tanda-tanda keberhasilan menyusui (annonimous):
1. Kenaikan berat badan
Salah satu tanda kecukupan ASI adalah kenaikan berat badan bayi Anda.
Memang, segera setelah dilahirkan bayi akan mengalami penurunan berat badan,
tetapi dalam 1-2 minggu kemudian bayi Anda akan kembali ke berat badan lahirnya.
Berat badan bayi Anda bisa mencapai 2 kali lipat berat lahirnya pada usia 3-4 bulan,
dan mencapai 3x lipat berat lahirnya pada usia 1 tahun. Setiap kali Anda melakukan
kunjungan berkala di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, pastikan bayi Anda
mengalami kenaikan berat badan sesuai Kartu Menuju Sehat (KMS).
2. Frekuensi menyusui
Bayi baru lahir menyusu dengan frekuensi 8-12 kali perhari atau setiap 2-3
jam sekali. Semakin sering bayi Anda menyusu, semakin banyak ASI yang
diproduksi. Frekuensi menyusu akan semakin jarang seiring bertambahnya usia bayi,
karena volume ASI yang dikonsumsi juga semakin besar setiap kali menyusu
menyesuaikan kapasitas lambung bayi.
3. Frekuensi buang air
Frekuensi buang air kecil pada bayi semakin meningkat pada beberapa hari
pertama setelah dilahirkan. Salah satu tanda kecukupan ASI adalah setelah usia 5 hari
bayi Anda buang air kecil sedikitnya 6 kali per hari dan buang air besar kurang lebih 3
kali per hari.

4. Bayi tenang dan tidak rewel setelah menyusu
Bila bayi telah mendapat ASI dalam jumlah cukup, bayi akan tenang, tidak
rewel dan bahkan dapat tertidur setelah menyusu.
5. Perlekatan benar saat menyusu
Saat menyusu seharusnya mulut bayi terbuka lebar dengan dagu menempel pada
payudara, bibir bawah terjulur keluar, dan sebagian besar areola masuk ke dalam
mulut bayi. Perlekatan yang benar akan memberikan kenyamanan pada ibu saat
menyusui, mencegah nyeri dan luka pada puting. Setelah beberapa kali menghisap,
bayi akan terlihat dan terdengar menelan ASI.
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter bila Anda menemukan hal-hal sebagai berikut
pada bayi Anda:
a. Tidak bertambah berat badan
b. Buang air kecil kurang dari 6 kali per hari
c. Urin berwarna kuning pekat
d. Tetap rewel setelah menyusu
e. Tampak lemas dan mengantuk setiap saat
f. Kulit dan mata berwarna kuning
Sepuluh langkah menju keberhasilan menyusui (annonimous):
1. Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan penerapan 10 langkah menuju
keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI
2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri dan lainnya
3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan
menyusui. . Memberi konseling apabila ibu menderita infeksi HIV positif
4. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir ( 1/2 - 1 jam setelah lahir)
5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi perlekatan tubuh bayi
dan perlekatan mulut bayi pada payudara)
6. Hanya memberi ASI saja tanpa minuman pralaktal sejak bayi lahir
7. Melaksanakan Rawat gabung ibu dan bayi
8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi
9. Tidak memberi dot/ kempeng
10. Menindaklanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan

Berikut beberapa kiat pilihan untuk membantu Anda dan si kecil sukses menyusui
sedari awal (annonimous):
1. Susui bayi sesegera mungkin setelah kelahiran. Dengan syarat, Anda berdua dalam
keadaan sehat.
2. Bila Anda terus merasa kesakitan saat menyusui,bisa jadi posisi menyusuinya salah.
Cari bantuan dari bidan rumah sakit atau konselor laktasi yang dapat mengunjungi
Anda di rumah. Tak ada krim mau pun obat yang dapat meringankan rasa sakit bila
masalah utamanya adalah posisi yang salah.
3. Berusahalah untuk selalu dekat dengan bayi. Bila memungkinkan, lakukan kontak
kulit saat bayi dalam dekapan. Hal ini menenangkan bayi dan membantu Anda
mengenali tanda-tanda ia mulai lapar.
4. Seringnya bayi menyusu di masa-masa awal hidupnya adalah normal. Sebisa mungkin
hindari menjadwalkan pemberian ASI.
5. Coba berikan kedua payudara di setiap sesi menyusu. Namun, adalah normal bila bayi
cukup terpuaskan hanya dengan satu payudara.
6. Ingatlah, proses menyusui adalah hal yang harus Anda dan bayi pelajari. Butuh waktu
dan proses alami hingga Anda berdua merasa nyaman. Apa yang terjadi di minggu
pertama, berbeda dengan minggu-minggu berikutnya.
7. Hindari penggunaan dot botol susu selama bayi Anda menyusu. Hal ini akan
menyebabkan menurunnya kemampuan bayi menyusu langsung dari payudara Anda.
8. Puting Anda luka, padahal selama ini tidak pernah ada masalah saat menyusui. Bisa
jadi ada penyumbatan di puting. Anda dan bayi perlu penanganan.
9. Tak perlu menandai berapa lama bayi menyusu. Tak ada relevansi antara waktu
menyusu dengan keberhasilan Anda menyusui. Bahkan tidak mewakili berapa banyak
ASI yang didapatkan bayi Anda. Beberapa bayi kenyang hanya dengan beberapa
menit menyusu, sementara yang lain butuh waktu yang lebih lama. Kebanyakan bayi
memiliki waktu jeda yang berbeda-beda, termasuk rentang waktunya.
10. Namun begitu, bila bayi menyusu sangat lama (lebih dari satu jam), dan ia tidak
terpenuhi kebutuhannya, mungkin ada yang salah. Perhatikan posisi menyusui, agar
bayi Anda dipastikan terpenuhi kebutuhannya.
11. Ganti secara rutin alas payudara. Alas yang lembab adalah tempat berkembangnya
bakteri.
12. Pindahkan dengan lembut mulut bayi dari puting. Tetap dengan lembut masukkan jari
ke sudut mulut bayi, lalu tarik menjauh dari puting

13. Perah sedikit ASI dan oleskan pada puting. Bila memungkinkan, angin-anginkan
puting Anda.

Daftar Pustaka
Enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/09/reflek-pada-laktasi.html
Http://catatanbidan-aliahani.blogspot.co.id/2013/05/10-langkah-menju-keberhasilanMenyusui.html?m=1

Http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/yudanto,%20s.pd.%20jas.%20m.pd./mater
i%20pm%207.%20perkembangan%20gerak%20refleks.pdf
Http://www.huggies.co.id/perawatan-bayi/memberi-makan-buah-hati/menyusui/kiatMenyusui.aspx

Http://www.sehatmagz.com/pregnancy/tanda-kecukupan-asi-keberhasilan-menyusui

Judul: Makalah Mp_asi

Oleh: Kuneng Kunengsih


Ikuti kami