Jawaban No 5 Ppt

Oleh Shofiyah Annihayah

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban No 5 Ppt

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PADA TUMBUHAN

CHCK IT
OUT

PE TA K ONSE P

PE RTUM BUHAN DAN
PE RK E M BANGAN
FAK TOR-FAK TOR YANG
M E M PE NGARUHI
PE RTUM BUHAN DAN
PE RK E M BANGAN PADA
TUM BUHAN BE RBUNGA
M E TAGE NE SIS

HOME

HOME

PERTUMBUHAN

PERKEMBANGAN

HOME

Nutrie n da n a ir

HOME

c a ha ya

Fa ktor lua r

s uhu
Fa ktor-Fa ktor
ya ng
m e m pe nga ruhi
Pe rtum buha n
da n
Pe rke m ba nga n

oks ige n
ke le m ba pa n

ge n
Fa ktor da la m
horm on

etilen

Asam
troumalit

Gas etilen

sitokinin

giberelin

auksin

HOME

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan
Perkembangan

 Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang.
 Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran,

volume dan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak
kembali lagi seperti semula).

 Perkembangan adalah suatu proses menuju suatu keadaan

yang lebih kompleks dan dewasa.

 Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil

interaksi antara faktor dalam dan faktor luar.

HOME






FAKTOR LUAR
Faktor luar atau faktor lingkungan adalah faktor yang
ada di sekeliling organisme.
Organisme yang cukup gizi akan tumbuh dengan baik
sedangkan yang kekurangan gizi mengalami gangguan
pertumbuhan.
Faktor lingkungan contohnya
1.
nutrien dan air,
2.
cahaya,
3.
suhu,
4.
oksigen dan
5.
kelembapan.

1. NUTRIEN DAN AIR








Nutrien atau zat makanan diperlukan sebagai sumber
energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai
komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan.
Hewan mendapatkan nutrien dari tumbuhan dan
hewan lain.
Tumbuhan mendapatkan nutrien dari dalam tanah.
Nutrien dibedakan menjadi dua yaitu
1.
makronutrien (unsur yang dibutuhkan dalam
jumlah banyak) dan
2.
mikronutrien (unsur yang dibutuhkan dalam
jumlah sedikit).
Tumbuhan yang kekurangan nutrien
pertumbuhannya terhambat.

HOME

Air sangat penting bagi
kehidupan karena air merupakan
bahan pelarut di dalam tubuh.
Tumbuhan yang kekurangan air
akan meningkatkan sintesis
hormon absisin yang dapat
menghambat pertumbuhan.
Air mempengaruhi kadar enzim
dan substrat sehingga secara
tidak langsung air
mempengaruhi laju reaksi
metabolisme.
.

HOME

2. CAHAYA
 Cahaya diperlukan oleh semua makhluk hidup.
 Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk

fotosintesis dan pertumbuhan.
 Dalam keadaan gelap, auksin merangsang
pemanjangan sel sehingga tumbuhan akan tumbuh
lebih cepat. Tetapi tumbuhan tersebut mengalami
etiolasi yaitu tampak kuning pucat dan kurus.
 Cahaya dibutuhkan tumbuhan dalam intensitas sedang
karena jika intensitas cahaya terlalu tinggi, klorofil akan
rusak.
 Hewan juga memerlukan cahaya matahari untuk
mengaktifkan provitamin D di dalam kulit menjadi
vitamin D untuk kekuatan tulang.

HOME

3. Suhu
 Semua organisme memerlukan suhu tertentu untuk bertahan
hidup.
 Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim dan fisiologi
orgnisme.
 Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah
10-38oC.

4. Oksigen
 Oksigen diperlukan organisme untuk pernafasan.
 Oksigen digunakan untuk membakar zat makanan agar
menghasilkan energi.
 Energi tersebut digunakan untuk beraktivitas.

HOME

5. Kelembapan


Pada tumbuhan, kelembaban udara mempengaruhi proses
penguapan air.



Jika kelembapan udara rendah, maka penguapan air meningkat
sehingga penyerapan air dan garam-garam mineral oleh akar
semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan.



Kelembapan tanah mempengaruhi kandungan zat organik di
dalam tanah.



Jika kelembapan tanah tinggi, maka kandungan air dan bahan
organik dalam tanah semakin banyak.

HOME

FAKTOR DALAM

 Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh

organisme contohnya sifat genetik dan hormon.

1. Gen
 Gen bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan.
 Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk
pembentukan protein, enzim dan hormon yang
mempengaruhi, mengatur dan mengendalikan
pertumbuhan.
 Setiap sel hidup akan mewarisi gen dari induknya.
 Informasi genetik yang tepat perlu diterima oleh setiap
sel pada saat pembelahan sel, agar setiap organ dapat
tumbuh dengan tepat.

HOME

2. Hormon
Hormon tumbuhan berperan untuk
pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan
sel dan ada yang menghambat pertumbuhan.
Contohnya hormon auksin, giberelin,
sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin
dan kalin,

HOME

1. Auksin
 Fungsi auksin adalah:

mengatur pembesaran sel,
2. memacu perpanjangan sel di daerah belakang
meristem ujung.
3. merangsang pembelahan sel-sel kambium,
4. meningkatkan perkembangan bunga dan buah,
5. merangsang perkembangan akar lateral.
 Auksin rusak jika terkena cahaya sehingga batang
yang terkena sinar memiliki kadar auksin yang rendah
dan membengkok menuju arah datangnya sinar.
1.

HOME

2. Giberelin
 Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman

misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah dan
terutama pada biji.
 Peranan giberelin adalah:
 merangsang pembelahan sel,
 merangsang aktivitas enzim amilase dan proteinase
dalam perkecambahan,
 merangsang pembentukan tunas,
 menghilangkan dormansi biji,
 merangsang munculnya bunga sebelum waktunya
 merangsang pertumbuhan buah secara partenokarpi.
 Giberelin dapat mengubah tanaman kerdil menjadi 3-5
kali lebih tinggi.

HOME

3. Sitokinin


Sitokinin banyak terdapat pada organ muda (biji,
buah dan daun) dan di ujung akar.



Sitokinin dibuat di akar lalu diangkut melalui xilem
menuju daun dan buah.



Peranan sitokinin adalah:
 merangsang pembelahan sel,
 merangsang pembentukan tunas,
 menghambat efek dominasi apikal oleh auksin dan
mempercepat pertumbuhan memanjang.
 Sitokinin menunda penuaan dan mempertahankan
kesegaran jaringan supaya tetap hijau.

HOME

4. Gas Etilen
 Gas etilen

ditemukan pada tahun 1934 oleh R.

Gane.
 Gas etilen berperan dalam mempercepat
pematangan buah.
 Nama perdagangan etilen adalah karbit.
 Etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang
menjadi tebal yang berguna untuk menahan
pengaruh angin.
 Kombinasi etilen dengan hormon lain dapat
menguntungkan. Misalnya etilen dengan auksin
dapat memacu pembungaan pada mangga dan
nanas.
 Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur
tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

HOME

5. Asam Traumatin
Asam traumatin (hormon luka), berperan merangsang

pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka supaya
tertutup.

6. Kalin
Hormon kalin dibedakan atas:





rizokalin untuk merangsang pembentukan akar;
kaulokalin merangsang pembentukan batang;
filokalin merangsang pembentukan daun; dan
antokalin atau florigen merangsang pembentukan
bunga.

PE RTUM BUHAN DAN PE RK E M BANGAN PADA
TUM BUHAN BE RBUNGA

PRKECAMBAHAN

PERTUMBUHAN
PRIMER

PERTUMBUHAN
SEKUNDER

HOME

PE RTUM BUHAN DAN PE RK E M BANGAN
PADA TUMBUHAN BE RBUNGA
A. Perkecambahan

Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan
perkembangan embrio.

Plumula menjadi batang dan radikula menjadi akar.

Perkecambahan dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Hipogeal, epikotil muncul di atas permukaan tanah
sedangkan hipokotil dan kotiledonnya tetap berada
di dalam tanah. Contohnya kecambah kacang merah
dan kacang kapri.
2. Epigeal, epikotil, hipokotil dan kotiledonnya muncul
di atas permukaan tanah. Contohnya kecambah
kacang hijau dan kacang tanah.

HOME

HOM
E

B. Pertumbuhan Primer
 Di ujung batang dan ujung akar
terdapat sel-sel meristem.
 Aktivitas sel-sel meristem
menyebabkan batang dan akar
tumbuh memanjang.
 Proses pertumbuhan ini disebut
pertumbuhan primer.
 Pertumbuhan primer batang
diukur secara kuantitatif,
misalnya dengan alat yang
dinamakan auksanometer.
 Daerah pertumbuhan pada ujung
batang dan ujung akar menurut
aktivitasnya dapat dibedakan
menjadi tiga daerah:

HOME

C. Pertumbuhan Sekunder










Pertumbuhan sekunder tumbuhan terjadi
akibat aktivitas kambium.
Sel kambium membelah ke arah luar
membentuk floem dan membelah ke dalam
membentuk xilem.
Pertambahan jumlah sel floem dan xilem
menyebabkan diameter batang bertambah
besar.
Aktivitas kambium yang membentuk xilem
dan floem ini merupakan pertumbuhan
sekunder.
Aktivitas pembentukan floem dan xilem
dipengaruhi oleh musim.
Pada musim kemarau lapisan yang
terbentuk lebih tipis dari pada pada saat
musim penghujan. Perbedaan pertumbuhan
ini membuat formasi lingkaran yang disebut
sebagai lingkaran tahun.

TUMBUHAN
LUMUT

TUMBUHAN
PAKU

METAGENESIS

TUMBUHAN
BERBIJI

HEWAN
HOME

HOME

Metagenesis

 Metagenesis

adalah pergiliran keturunan selama siklus
hidup organisme.

 Contohnya

tumbuhan lumut dan paku.

 Pergiliran

keturunan terjadi antara generasi gametofit dan
generasi sporofit.

 Generasi

gametofit menghasilkan gamet (sel kelamin),
sedangkan generasi sporofit menghasilkan spora.

1. Metagenesis pada Tumbuhan
a. Metagenesis Tumbuhan Lumut
 Spora tumbuh menjadi protonema.
 Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
 Tumbuhan lumut disebut gametofit (2n) karena
menghasilkan gamet.
 Tumbuhan lumut memiliki anteridium (kelamin
jantan) dan arkegonium (kelamin betina).
 Anteridium menghasilkan sperma, dan arkegonium
menghasilkan ovum.
 Peleburan sperma dan ovum mengasilkan zigot.
 Zigot berkembang menjadi sporofit (n) dan
menghasilkan spora.

HOME

HOME

b. Tumbuhan Paku


Spora tumbuh menjadi
protalium. Protalium
tumbuh menjadi
gametofit yang
menghasilkan anteridium
dan arkegonium.



Peleburan sperma dan
ovum mengasilkan zigot.
Zigot tumbuh menjadi
tumbuhan paku.
Tumbuhan paku bersifat
sporofit yang
mengasilkan spora.

c. Metagenesis Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji adalah sporofit.
Generasi gametofit betina berkembang di dalam bakal biji

yang masih berhubungan dengan tumbuhan induknya.
Gametofit jantan dimulai saat tebentuknya mikrospora,
setelah itu dilanjutkan pada saat setelah penyerbukan.
Generasi gametofit tumbuhan biji waktunya singkat,
perkembangannya terlindung, dan hidupnya tergantung
tumbuhan induknya.
Mikrospora yang keluar dari kotak spora berkembang
menjadi serbuk sari.
Setelah penyerbukan, serbuk sari berkembang menjadi buluh
serbuk sari.
Buluh serbuk sari membentuk sel sperma.
Buluh serbuk sari disebut sebagai generasi mikrogametofit.
Sedangkan generasi megagametofitnya (makrogametofit)
adalah kantung lembaga (kantong embrio).
Setelah terjadi peleburan sel sperma dan ovum, maka
terbentuklah zigot.
Zigot berkembang menjadi embrio (lembaga) di dalam biji.

HOME

2. Metagenesis pada Hewan


Beberapa jenis hewan Invertebrata mengalami
metagenesis, contohnya ubur-ubur.



Ubur-ubur hidup di laut dan mengalami pergiliran
keturunan, yaitu fase polip yang menetap di dasar
perairan dan fase medusa yang dapat berenang
bebas.



Polip pada ubur-ubur merupakan generasi
vegetatif, sedangkan medusa merupakan generasi
generatif.

HOME

HOME

Judul: Jawaban No 5 Ppt

Oleh: Shofiyah Annihayah


Ikuti kami