Makalah Anthirium

Oleh Nurus Sholiha

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Anthirium

Budidaya Anthurium
Tanaman hias secara garis
besar dibagi menjadi dua
kelompok utama yaitu
tanaman taman
(landscaped plant) dan
tanaman penghias rumah
(house plant). Di antara
jenis tanaman hias yang
banyak diminati adalah
Anthurium. Anthurium
merupakan tanaman asli
dari daerah tropis yang
telah menyebar ke
seluruh penjuru dunia.
Anthurium adalah
tanaman hias tropis,
memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya
yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk
bunga potong berasal dari Eropa.
Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum
(kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum,
Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan
Anthurium scherzerianum.
Anthurium termasuk keluarga Araceae yang mempunyai perakaran yang banyak, batang
dan daun yang kokoh, serta bunga berbentuk ekor. Tanaman berdaun indah ini masih
berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron,
keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan
jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.
Anthurium, salah satu tanaman hias indoor yang memiliki daya tarik tersendiri karena
bentuk daun dan bunganya unik. Ada dua macam anthurium, yaitu anthurium daun dan
anthurium bunga. Anthurium daun dinikmati karena keindahan daunnya sedangkan
anthurium bunga karena keindahan bunganya (Fatihagriculture, 2007).
Di alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk
atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman
ini tidaklah sulit.
Akar utama pada tanaman anthurium adalah rimpang (rhizoma) yang memiliki akar
adventif. Morfologi dan sifat akar perlu diketahui agar dapat menentukan cara budidaya
dan perawatan anthurium secara benar karena akar berfungsi penting bagi pertumbuhan
dan perkembangan tanaman (Lingga, 2007). Tanaman anthurium memiliki dua macam
bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya
benangsari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan
menyilangkan bunga jantan dan bunga betina. Dengan menggunkan jentik, bunga sari
diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina (Tabloidgallery,
2007).

Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang baik
perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga mampu
menampilkan keindahan yang prima. Berikut ini perawatan standar untuk anthurium :
Media tanam
Anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekalipun. Tapi akan lebih baik bila media
tanamnya porus, berupa campuran pakis, sekam bakar, sekam biasa, dan bisa ditambah
pasir malang. Kalau akarnya bisa tumbuh bagus, tanaman juga akan baik. Media tanam
dan wadah (pot) wajib bersirkulasi udara baik. Untuk menghindari jamur yang sering
menyerang anthurium, media tanam direndam dalam larutan antijamur (Fungisida),
sebelum dipakai. Penggantian media dilakukan kalau pot sudah tak mampu menampung
pertumbuhan akar. Caranya, tanaman dipindahkan ke pot lebih besar berikut medianya,
kemudian tambahkan media sampai penuh.
Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).
1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)
Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan dan bunga
betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai
oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.
Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian
lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak,
di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai
bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur pada medium tanah halus. Persemaian
ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.
2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)
Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Cara
perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan
menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah dipotong kemudian ditanam,
pada medium tumbuh yang telah disiapkan. Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas
adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium
tumbuh yang telah disiapkan.
Lokasi penempatan
Flora berdaun indah ini tidak menyukai sinar matahari penuh. Pertumbuhan optimal akan
berlangsung di tempat yang relatif teduh. Untuk mengatur intensitas cahaya bisa
menggunakan paranet 65% rangkap dua. Piranti itu ber!ungsi untuk melindungi tanaman
dari sengatan sinar matahari langsung. Anthurium bisa juga ditempatkan di teras rumah
yang tidak terkena sinar matahari langsung. Disarankan rutin memutar tanaman supaya
pertumbuhan seimbang di setiap sisi.
Pemupukan dan penyiraman
pengaruh pemupukan tidak terlalu dahsyat. Namun pemupukan tetap harus dilakukan
agar anthurium cukup mendapatkan suplai hara. Jatah pupuk Oecastar diberikannya
setiap 3 bulan sekali. Setelah itu bisa diberikan pupuk berbarengan saat penyiraman,
semisal Growmore. Frekuensinya bisa setiap minggu atau setiap bulan dengan dosis
rendah. Setiap minggu diberikan B1 yang disemprotkan ke daun supaya tetap sehat.
Penyiraman tergantung musim. Saat musim kemarau disiram setiap hari sekali.
Sementara pada musim hujan, tak perlu disiram kalau anthurium sudah terkena air hujan
Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium
tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari

campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk
kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di
ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.
Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan
5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus
selama satu jam.
Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso.
Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat
meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam
dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang
melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot.
Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan
dalam pot
Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun yang sudah
tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan
menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan
sinar matahari langsung.

Judul: Makalah Anthirium

Oleh: Nurus Sholiha


Ikuti kami