Jawaban Mid Semester

Oleh Ujang Rukajat

83,3 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Mid Semester

JAWABAN MID SEMESTER MATA KULIAH : PERILAKU ORGANISASI PENDIDIKAN 1. Ada 3 tingkatan dalam analisis perilaku organisasi yaitu: 1). Tingkat individual Level Anggota dalam suatu organisasi memiliki sikap, kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda yang mempengaruhi dalam berperilaku dan bertindak. Dari perbedaan individual tersebut berpotensi menimbulkan kejadian atau peristiwa. 2). Group Level Dalam suatu kelompok terdapat aturan, nilai-nilai yang dianut, tujuan yang ingin dicapai dan berbagai dinamika dalam kelompok. Dari kondisi tersebut dapat mempengaruhi Perilaku anggota kelompok sehingga menimbulkan kejadian atau peristiwa. 3). Organisation system level Pada tingkatan organisasi, struktur atau posisi seseorang dalam organisasi dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau bagaimana informasi dikomunikasikan terhadap anggota, sehingga membawa pengaruh dalam interaksi soial dalam organisasi. 2. a.1. Pengertian Kelompok Kelompok adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. a.2. Jenis - Jenis Kelompok Menurut Robert Bierstedt  Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya.  Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.  Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran berkelompok untuk melaksanakan aktifitasnya dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.  Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. a.3. Alasan terbentuknya kelompok Manusia adalah makhluk social yang dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya memerlukan bantuan orang lain. dalam memenuhi segala kebutuhanya manusia membentuk suatu kelompok dari hasil interaksi yang berlangsung secara terus-menerus. b. Faktor eksternal yang menentukan prestasi kelompok factor lingkungan eksternal memiliki pengaruh dalam prestasi kelompok, seperti strategi organisasi, struktur wewenang, peraturan, sumber-sumber organisasi, proses seleksi, sistem imbalan, budaya organisasi, dan lingkungan fisik. 1. Strategi Organisasi Strategi merumuskan sasaran yang hendak dicapai organisasi dan cara-cara mencapai sasaran tersebut. Strategi yang ditetapkan organisasi mempengaruhi perilaku kelompok yang ada dalam organisasi tersebut. Kelompok akan berperilaku sesuai dengan strategi yang ditetapkan organisasi. 2. Struktur Wewenang Struktur organisasi menentukan dimana posisi kedudukan seseorang dalam kelompok. Struktur wewenang menentukan kepada siapa seseorang melapor, siapa yang membuat keputusan, dan bagaimana wewenang yang diberikan kepada kelompok dalam mengambil suatu keputusan. 3. Peraturan Peraturan menentukan standar perilaku dari perkerja. Semakin banyak peraturan formal yang diterapkan organisasi pada semua pekerjanya, maka perilaku kelompok akan semakin konsisten melaksanakan pekerjaan kearah yang diharapkan. 4. Sumber-Sumber Organisasi Sumber daya yang dimiliki organisasi, mulai dari sumber daya manusia, sumber daya alam, dana, material, mesin-mesin, pasar, tekhnologi, informasi, jika dimiliki secara memadai, baik secara kulitas maupun kuantitas, hal itu akan memacu karyawan untuk berkinerja secara maksimal. 5. Proses Seleksi Seleksi merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mendapatkan karyawan yang berkinerja tinggi. Proses seleksi menjadi faktor penting dalam menyaring orang-orang yang berkualitas dan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. 6. Penilaian Prestasi dan Sistem Imbalan Penilaian prestasi kerja karyawan yang memenuhi azas keadilan bagi semua karyawan akan memacu karyawan untuk berprestasi. perilaku kelompok akan dipengaruhi oleh bagaimana organisasi dalam menilai prestasi anggota kelompok yang ada dalam organisasi dan bagaimana sistem imbalan yang diberikan. Adanya sistem imbalan yang mengkaitkannya dengan prestasi dari kelompok kerja akan mempengaruhi perilaku kelompok tersebut. 7. Budaya Organisasi Organisasi memiliki budaya atau kebiasaan. Kebiasaan tersebut berlangsung secara terus menerus dan berlangsung lama. Kebiasan tersebut diyakini, dipercaya dan dilaksanakan sehingga menjadi aturan tidak tertulis yang menentukan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan para pekerja. 8. Faktor Lingkungan Fisik Faktor lingkungan fisik sangat berpengaruh terhadap perilaku dan prestasi kelompok. Apabila kondisi lingkungan fisik suatu organisasi tidak baik maka kenyamanan dan daya tahan anggota kelompok dalam bekerja tidak akan baik, sebaliknya apabila kondisi lingkungan fisik suatu organisasi tertata dengan baik maka anggota kelompok dalam melaksanakan tugasnya akan lebih baik. 3. a. Mengapa motivasi kerja begitu penting dalam organisasi? Motivasi ada dua jenis yaitu motivasi eksternal dan motivasi internal. Motivasi eksternal mempengaruhi motivasi internal sehingga muncul dorongan atau keinginan dari dalam diri untuk bekerja berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. b. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000), motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 1999) menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).  Disimpulkan bahwa Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.  Proses timbulnya motivasi seseorang antara lain adalah: a) Kebutuhan yang belum terpenuhi b) Mencari dan memilih cara-cara untuk memuaskan kebutuhan c) Perilaku yang diarahkan pada tujuan d) Evaluasi prestasi e) Imbalan atau hukuman f) Kepuasan g) Menilai kembali kebutuhan yang belum terpenuhi. c. Teori motivasi : (1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6) Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. d. Contoh ril upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam memberikan motivasi terhadap tenaga kependidik dan non kependidikan 1. menjadi contoh yang baik : Hadir tepat waktu dan pulang sesuai jam pulang, rapi dalam berpenampilan, bertutur kata yang sopan. 2. memelihara hubungan sosal yang baik 3. selalu mendengarkan ide-ide baru bawahan 4. membangun kepercayan antara bawahan dan atasan 5. membuat suasana kerja yang positif 6. dll 4. a. Jenis –jenis konflik dalam organisasi : 1. Konflik peran (person – role conflict), hal ini dapat terjadi di dalam diri seseorang, di mana peraturan yang berlaku tak dapat diterima oleh seseorang sehingga orang itu memilih untuk tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut. 2. Konflik antar peran (inter-role conflict), di mana orang menghadapi persoalan karena dia menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan, misalnya saja anggota serikat pekerja yang juga pengawas atau mandor perusahaan. 3. Konflik pemenuhan harapan kelompok (intersender conflict), konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang yang saling berbeda. 4. Konflik dari informasi yg bertentangan (intrasender conflict), konflik timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan. b. Sumber-sumber konflik dalm organisasi : 1. Faktor komunikasi 2. Faktor struktur tugas dan struktur organisasi 3. Faktor personal 4. Faktor lingkungan c. Hubungan konflik dengan prestasi kerja Konflik ada dua yaitu konflik positif dan konflik negatife. di dalam organisasi dapat menimbulkan pengaruh positif dan negatif. Dampak positif yang terjadi antara lain terjadi persaingan sehat dalam menujukkan prestasi kerja masing-masing indifidu. Sedangkan negatifnya terjadi persaingan tidak sehat antara andifidu satu dengan yang lainya, misalnya saling menjatuhkan atau menjelek-jelekan akibatnya adalah organisasi stagnan, tidak berkembang, sehingga tidak mencapai tujuan yang diharapkan. 5. Pada masaalah yang dialami andi, memang perlu mempertimbangkan untuk melakukan penyegaran tempat kerja atau suasana baru. Namun apabila diperhadapkan pada situasi pilihan tawaran pekerjaan yang tidak jelas dan bukan bidang keahlianya maka andi tidak perlu menggambil atau menerima tawaran temanya tersebut. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kinerja sesuai keahlian yang dimiliki. Tindakan pemimpin terhadap karyawan yang kinerjanya memburuk adalah melakukan evaluasi terhadap prestasi kerja karyawan dan memberikan motivasi serta memberikan reword terhadap perstasi kerja setiap bawahan sehingga menimbulkan semangat kerja. Langkah selanjutnya setelah sebelumnya telah berbicara terhadap bawahan yang bermasaalah namun tidak menunjukan kinerja yang baik maka pemimpin perlu melakukan evaluasi penempatan posisi pekerjaan. Maksudnya adalah karyawan mungkin saja ada ketidak kompakan atau tidak cocok bekerja dalam satu tim dimana sebelumnya ia ditempatkan. Sehingga perlu memindahkan ketempat posisi / bidang yang lain.

Judul: Jawaban Mid Semester

Oleh: Ujang Rukajat


Ikuti kami