Jawaban Mid Semester

Oleh Ujang Rukajat

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Mid Semester

JAWABAN MID SEMESTER
MATA KULIAH : PERILAKU ORGANISASI PENDIDIKAN

1. Ada 3 tingkatan dalam analisis perilaku organisasi yaitu:
1). Tingkat individual Level
Anggota dalam suatu organisasi memiliki sikap, kepribadian, nilai dan
pengalaman yang berbeda yang mempengaruhi dalam berperilaku dan
bertindak. Dari perbedaan individual tersebut berpotensi menimbulkan
kejadian atau peristiwa.
2). Group Level
Dalam suatu kelompok terdapat aturan, nilai-nilai yang dianut, tujuan yang
ingin dicapai dan berbagai dinamika dalam kelompok. Dari kondisi
tersebut dapat mempengaruhi

Perilaku anggota kelompok sehingga

menimbulkan kejadian atau peristiwa.
3). Organisation system level
Pada tingkatan organisasi, struktur atau posisi seseorang dalam organisasi
dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau bagaimana
informasi dikomunikasikan terhadap anggota, sehingga membawa
pengaruh dalam interaksi soial dalam organisasi.
2. a.1. Pengertian Kelompok
Kelompok adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama
akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
a.2. Jenis - Jenis Kelompok Menurut Robert Bierstedt
 Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak
memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya.
 Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan
tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara
anggotanya.
 Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran
berkelompok untuk melaksanakan aktifitasnya dan berhubungan satu

dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
 Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai
kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun
kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan
hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan
organisasi formal.
a.3. Alasan terbentuknya kelompok
Manusia adalah makhluk social yang dalam memenuhi segala
kebutuhan hidupnya memerlukan bantuan orang lain. dalam memenuhi
segala kebutuhanya manusia membentuk suatu kelompok dari hasil
interaksi yang berlangsung secara terus-menerus.
b.

Faktor eksternal yang menentukan prestasi kelompok
factor lingkungan eksternal memiliki pengaruh dalam prestasi
kelompok, seperti strategi organisasi, struktur wewenang, peraturan,
sumber-sumber organisasi, proses seleksi, sistem imbalan, budaya
organisasi, dan lingkungan fisik.
1. Strategi Organisasi
Strategi merumuskan sasaran yang hendak dicapai organisasi dan
cara-cara mencapai sasaran tersebut. Strategi yang ditetapkan organisasi
mempengaruhi perilaku kelompok yang ada dalam organisasi tersebut.
Kelompok akan berperilaku sesuai dengan strategi yang ditetapkan
organisasi.
2. Struktur Wewenang
Struktur

organisasi

menentukan

dimana

posisi

kedudukan

seseorang dalam kelompok. Struktur wewenang menentukan kepada siapa
seseorang melapor, siapa yang membuat keputusan, dan bagaimana
wewenang yang diberikan kepada kelompok dalam mengambil suatu
keputusan.

3. Peraturan
Peraturan menentukan standar perilaku dari perkerja. Semakin
banyak peraturan formal yang diterapkan organisasi pada semua
pekerjanya,

maka

perilaku

kelompok

akan

semakin

konsisten

melaksanakan pekerjaan kearah yang diharapkan.
4. Sumber-Sumber Organisasi
Sumber daya yang dimiliki organisasi, mulai dari sumber daya
manusia, sumber daya alam, dana, material, mesin-mesin, pasar,
tekhnologi, informasi, jika dimiliki secara memadai, baik secara kulitas
maupun kuantitas, hal itu akan memacu karyawan untuk berkinerja secara
maksimal.
5. Proses Seleksi
Seleksi merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan
organisasi dalam mendapatkan karyawan yang berkinerja tinggi. Proses
seleksi menjadi faktor penting dalam menyaring orang-orang yang
berkualitas dan sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
6. Penilaian Prestasi dan Sistem Imbalan
Penilaian prestasi kerja karyawan yang memenuhi azas keadilan
bagi semua karyawan akan memacu karyawan untuk berprestasi. perilaku
kelompok akan dipengaruhi oleh bagaimana organisasi dalam menilai
prestasi anggota kelompok yang ada dalam organisasi dan bagaimana
sistem

imbalan

yang

diberikan.

Adanya

sistem

imbalan

yang

mengkaitkannya dengan prestasi dari kelompok kerja akan mempengaruhi
perilaku kelompok tersebut.
7. Budaya Organisasi
Organisasi memiliki budaya atau kebiasaan. Kebiasaan tersebut
berlangsung secara terus menerus dan berlangsung lama. Kebiasan
tersebut diyakini, dipercaya dan dilaksanakan sehingga menjadi aturan
tidak tertulis yang menentukan perilaku yang boleh dan tidak boleh
dilakukan para pekerja.

8. Faktor Lingkungan Fisik
Faktor lingkungan fisik sangat berpengaruh terhadap perilaku dan
prestasi kelompok. Apabila kondisi lingkungan fisik suatu organisasi tidak
baik maka kenyamanan dan daya tahan anggota kelompok dalam bekerja
tidak akan baik, sebaliknya apabila kondisi lingkungan fisik suatu
organisasi

tertata

dengan

baik

maka

anggota

kelompok

dalam

melaksanakan tugasnya akan lebih baik.
3. a. Mengapa motivasi kerja begitu penting dalam organisasi?
Motivasi ada dua jenis yaitu motivasi eksternal dan motivasi
internal. Motivasi eksternal mempengaruhi motivasi internal sehingga
muncul dorongan atau keinginan dari dalam diri untuk bekerja
berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
b.

Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan
atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner
(1990) yang dikutip Elliot et al. (2000), motivasi didefenisikan sebagai
kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong
kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam
kegiatan tertentu. Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai
dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan
dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan
cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa
yang membuat seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 1999)
menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang
dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).
 Disimpulkan bahwa Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang
menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai
tujuan tertentu.
 Proses timbulnya motivasi seseorang antara lain adalah: a) Kebutuhan
yang belum terpenuhi b) Mencari dan memilih cara-cara untuk
memuaskan kebutuhan c) Perilaku yang diarahkan pada tujuan d)

Evaluasi prestasi e) Imbalan atau hukuman f) Kepuasan g) Menilai
kembali kebutuhan yang belum terpenuhi.
c. Teori motivasi :
(1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori
McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer
(Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6)
Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8)
teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan
dengan Prestasi.
d.

Contoh ril upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam memberikan
motivasi terhadap tenaga kependidik dan non kependidikan
1. menjadi contoh yang baik : Hadir tepat waktu dan pulang sesuai jam
pulang, rapi dalam berpenampilan, bertutur kata yang sopan.
2. memelihara hubungan sosal yang baik
3. selalu mendengarkan ide-ide baru bawahan
4. membangun kepercayan antara bawahan dan atasan
5. membuat suasana kerja yang positif
6. dll

4. a.

Jenis –jenis konflik dalam organisasi :
1. Konflik peran (person – role conflict), hal ini dapat terjadi di dalam diri

seseorang, di mana peraturan yang berlaku tak dapat diterima oleh
seseorang sehingga orang itu memilih untuk tidak melaksanakan
sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut.
2. Konflik antar peran (inter-role conflict), di mana orang menghadapi

persoalan karena dia menjabat dua atau lebih fungsi yang saling
bertentangan, misalnya saja anggota serikat pekerja yang juga
pengawas atau mandor perusahaan.
3. Konflik pemenuhan harapan kelompok (intersender conflict), konflik

yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang
yang saling berbeda.
4. Konflik dari informasi yg bertentangan (intrasender conflict), konflik

timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.
b. Sumber-sumber konflik dalm organisasi :
1. Faktor komunikasi
2. Faktor struktur tugas dan struktur organisasi
3. Faktor personal
4. Faktor lingkungan
c. Hubungan konflik dengan prestasi kerja
Konflik ada dua yaitu konflik positif dan konflik negatife. di dalam
organisasi dapat menimbulkan pengaruh positif dan negatif. Dampak positif
yang terjadi antara lain terjadi persaingan sehat dalam menujukkan prestasi
kerja masing-masing indifidu. Sedangkan negatifnya terjadi persaingan tidak
sehat antara andifidu satu dengan yang lainya, misalnya saling menjatuhkan
atau menjelek-jelekan akibatnya adalah organisasi stagnan, tidak berkembang,
sehingga tidak mencapai tujuan yang diharapkan.
5. Pada masaalah yang dialami andi, memang perlu mempertimbangkan untuk

melakukan penyegaran tempat kerja atau suasana baru. Namun apabila
diperhadapkan pada situasi pilihan tawaran pekerjaan yang tidak jelas dan
bukan bidang keahlianya maka andi tidak perlu menggambil atau menerima
tawaran temanya tersebut. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kinerja
sesuai keahlian yang dimiliki.
Tindakan pemimpin terhadap karyawan yang kinerjanya memburuk adalah
melakukan evaluasi terhadap prestasi kerja karyawan dan memberikan
motivasi serta memberikan reword terhadap perstasi kerja setiap bawahan
sehingga menimbulkan semangat kerja.
Langkah selanjutnya setelah sebelumnya telah berbicara terhadap bawahan
yang bermasaalah namun tidak menunjukan kinerja yang baik maka pemimpin
perlu melakukan evaluasi penempatan posisi pekerjaan. Maksudnya adalah
karyawan mungkin saja ada ketidak kompakan atau tidak cocok bekerja dalam
satu tim dimana sebelumnya ia ditempatkan. Sehingga perlu memindahkan
ketempat posisi / bidang yang lain.

Judul: Jawaban Mid Semester

Oleh: Ujang Rukajat


Ikuti kami