Jawaban No 4.docx

Oleh Shofiyah Annihayah

170,1 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban No 4.docx

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULIM 2013 MUTASI GEN DAN KROMOSOM Disusun Oleh: SITI SHOFIYAH 1414161055 BIOLOGI-B/ VI JURUSAN TADRIS IPA BIOLOGI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SYEKH NURJATI CIREBON 2017 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 A. Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 WALED Kelas / Semester : XII/ 2 Peminatan : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Tema / Topik : Mutasi Gen dan Kromosom Petemuan ke : 1 Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran Agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahu nya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian , serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. KOMPETENSI DASAR 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan terhadap perbedaan setiap makhluk hidup 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan, pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 3.1 Memahami konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya 4.1 Menyajikan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam saling temas C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI KI 1 Menjelaskan pengertian mutasi gen dan kromosom. KI 2 Menjelaskan macam-macam mutasi gen dan kromosom berdasarkan perubahan struktur, jumlah dan urutan susunan DNA. D. KI 3 Mengidentifikasifaktor penyebabterjadinya mutasi gen dan kromosom. KI 4 Menjelaskan dampak terjadinya mutasi gen dan kromosom. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian mutasi gen dan kromosom. 2. Siswa mampu menjelaskan macam-macam mutasi kromosom berdasarkan perubahan struktur, jumlah dan urutan susunan DNA. 3. Siswa mampu mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya mutasi gen (mutagen) dan kromosom. 4. Siswa mampu menjelaskan dampak terjadinya mutasi gen dan kromosom. E. MATERI PEMBELAJARAN Mutasi merupakan perubahan materi genetik (gen,DNA dan kromosom)dari bentuk aslinya. Perubahan tersebut bersifat menurun kecuali mutasi somatic.Individu yang mengalami mutasi disebut mutan, sedangkan penyebab mutasi disebut mutagen. 1. Mutasi gen (Mutasi Kecil atau Titik) Mutasi gen yaitu perubahan gen dalam kromosom (letak dan sifat) yang menyebab-kan perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya lazim. Mutasi gen merupakan mutasi tingkat molekuleryang hanya terjadi pada satu ataubeberapa nukleotida dan menyebabkan perubahan nukleotida tersebut sehingga merubah jenis dan fungsi polipetida (protein) yang dihasilkan.Jenis-jenis mutasi gen terbagi menjadi: a. Mutasi tak bermakna (nonsense mutations) Yaitu terjadinya perubahan kodon (triplet) dari kode basa N asam amino tetapi tidak mengakibatkan kesalahan pembentukan protein. Contoh: UUU (fenil alani) diganti UUC (fenilalanin) b. Mutasi ganda tiga (triplet mutations) Yaitu terjadi penamnbahan atau pengurangan tiga basa secara bersama-sama. c. Mutasi bingkai (frameshift mutations) d. Yaitu terjadinya penambahan sekaligus pengurangan satu atau beberapa pasangan basa secara bersama-sama Contoh mutasi titik =>AGCGT GGCGT TCGCA CCGCA Mutasi ini dapat menyebabkan beberapa hal tergantung dari letak mutasinya pada gen.Bila penggantian basa berlangsung di dalam gen yang mengkode protein, maka mRNA yang ditranskripsi dari gen akan membawa basa yang salah. Bila mRNA tersebut ditranslasi menjadi protein, maka kesalahan basa tersebut dapat menyebabkan tidak terjadinya pembentukan protein, atau terbentuknya protein abnormal, atau terbentuknya kodon nonsense (kodon STOP) yang menghentikan sintesis lengkap protein fungsional, dikenal sebagai nonsense mutation. Terbentuknya asam amino yang berbeda dari normal pada sintesis asam amino akibat kesalahan basa pada mutation. Misalnya sickle-cell mutasi anemia (anemia titik sel disebut sabit), dengan missense merupakan penyakit akibatmissense mutation tunggal pada basa pengkode protein hemoglobin.Protein hemoglobin tersusun atas 147 asam amino. Pada asam amino ke-6, adenine digantikan dengan timin. Perubahan ini menyebabkan perubahan asam amino glutamate menjadi valin, sehingga mengubah bentuk molekul hemoglobin pada kondisi kadar oksigen rendah, dan menyebabkan sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit. Bentuk bulan sabit menyulitkan transport sel darah merah melalui pembuluh darah kapiler. Contoh missense mutation =>TACAACGTCACCATT Untai sense mRNA =>AUGUUGCAGUGGUAA Metionin-fenilalanin-glisin-triptofan TACAACTCACCATT AUGUUGaAGUGGUAA Metionin-fenilalanin-lisin- triptofan Mutasi pasangan basa dapat juga menyebabkan perubahan pada DNA yang disebut dengan frameshift mutation.Mutasi ini berupa delesi (pemotongan) atau insersi (penyisipan) satu atau beberapa pasang nukleotida pada DNA dan menyebabkan terjadinya pergeseran pembacaan kerangka sandi (reading frameshift), sehingga akan menyebabkan perubahan asam amino. Contoh kasus frameshift mutation adalah penyakit Huntungton (Huntungton disease), suatu penyakit saraf yang disebabkan oleh adanya penyisipan basa tambahan pada DNA. Mutasi penggantian (substitusi) basa dan mutasi frameshift dapat terjadi secara spontan akibat kesalahan pada replikasi DNA.Mutasi spontan ini umumnya muncul tanpa pengaruh dari bahan – bahan penyebab mutasi (bahan mutagenic atau mutagen) seperti halnya senyawa kimia atau factor pengaruh radiasi. Jenis mutasi yang lain adalah mutasi supresor, mutasi yang dapat meniadakan mutasi yang terjadi sebelumnya sehingga menjadi normal kembali. Mutasi ini disebut juga mutasi balik (reversed mutation) dan menghasilkanrevertan, yaitu gen yang mengalami mutasi balik dan menjadi normal kembali.contoh mutasi gen adalah reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat hipoxanthine. Zat ini akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin, bukan lagi dengan timin. 2. Mutasi Kromosom Istilah mutasi umumnya digunakan untuk perubahan gen, sedangkan perubahan kromosom yang dapat diamati dikenal sebagai variasi kromosom atau mutasi besar/gross mutation adalah perubahan jumlah kromosom dan susunan atau urutan gen dalam kromosom.Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan meiosis dan sedikit dalam mitosis. Pada prinsipnya mutasi kromosom dibagi menjadi 2, yaitu : a. Mutasi kromosom terjadi karena perubahan jumlah kromosom Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan jumlah kromosom (ploid) melibatkan kehilangan atau penambahan perangkat kromosom (genom) disebut euploid, sedang yang terjadi pada hanya pada salah satu kromosom dari genom disebut aneuploid. 1) Euploid (Eu = benar; ploid = unit) Makhluk hidup yang terjadi secara kawin, biasanya bersifat diploid, memiliki 2 perangkat kromosom atau 2 genom pada sel somatisnya (2n kromosom). Organisme yang kehilangan 1 set kromosomnya disebut monoploid. Organisme monoploid memiliki satu genom atau satu perangkat kromosom (n kromosom) dalam sel somatisnya.Sel kelamin (gamet), yaitu sel telur (ovum) dan spermatozoa, masing-masing memiliki satu perangkat kromosom.Satu genom (n kromosom) yang disebut haploid.Sedangkan organism yang memiliki lebih dari dua genom disebut poliploid, misalnya triploid (3n kromosom), tetraploid (4n kromosom), heksaploid (6n kromosom).Poliploid yang terjadi pada tumbuhan misalnya pada apel dan tebu.Poliploid pada hewan misalnya Daphnia, Rana esculenta, dan ascaris.Poliploid dibagi menjadi dua, yaitu otopoliploid, terjadi pada kromosom homolog, misalnya semangka tak berbiji; dan alopoliploid, terjadi pada kromosom non homolog, misalnya Rhaphanobrassica (akar sepeti kol, daun mirip lobak). 2) Aneuploid (An = tidak; eu = benar; ploid = unit) Aneupliodi adalah perubahan jumlah n-nya.Mutasi kromosom ini tidak melibatkan seluruh genom yang berubah, melainkan hanya terjadi pada salah satu kromosom dari genom.Biasa disebut juga dengan aneusomik. Macam-macam aneusomik antara lain : a) Monosomik (2n-1); mutasi karena kekurangan 1 kromosom b) Nullisomik (2n-2); mutasi karena kekurangan 2 kromosom c) Trisomik (2n+1); mutasi karena kelebihan 1 kromosom d) Tetrasomik (2n+2); mutasi karena kelebihan 2 kromosom Aneusomi pada manusia dapat menyebabkan: a) Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovariculardisgenesis). b) Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sehingga tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta payudaranya tumbuh. c) Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs. d) Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15 e) Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada autosom. Autosom mengalami kelainan pada kromosom nomor 16,17, atau 18. Penderita sindrom ini mempunyai tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga agak ke bawah dan tidak wajar. b. Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan struktur kromosom Mutasi karena perubahan struktur kromosom atau kerusakan bentuk kromosom disebut juga dengan istilah aberasi. Macam-macam aberasi dapat dijelaskan sebagi berikut : 1) Delesi Mutasi ini karena kekurangan segmen kromosom. Macam-macam delesi antara lain : a) Delesi terminal; ialah delesi yang kehilangan ujung segmen kromosom. b) Delesi interstitial; ialah delesi yang kehilangan bagian tengah kromosom. c) Delesi cincin; ialah delesi yang kehilngan segmen kromosom sehingga berbentuk lingkaran seperti cincin. d) Delesi loop; ialah delesi cincin yang membentuk lengkungan pada kromosom lainnya.Hal ini terjadi pada waktu meiosis, sehingga memungkinkan adanya kromosom lain (homolognya) yang tetap normal. 2) Duplikasi, Mutasi ini karena kelebihan segmen kromosom. 3) Translokasi Translokasi adalah mutasi yang mengalami pertukaran segmen kromosom ke kromosom non homolog . Macam-macam translokasi antara lain : a) Translokasi homozigot (resiprok); ialah translokasi yang mengalami pertukaran segmen kedua kromosom homolog dengan segmen kedua kromosom non homolog. b) Translokasi Heterozigot (non resiprok); ialah translokasi yang hanya mengalami pertukaran satu segmen kromosom ke satu segmen kromosom non homolog. c) Translokasi Robertson (fusion) 4) Inversi Inversi adalah mutasi yang mengalami letak gen-gen, karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma. Macam-macam inverse antara lain : a) Inversi parasentrik; terjadi pada kromosom tidak bersentromer b) Inversi perisentrik; terjadi pada kromosom bersentromer. 5) Isokromosom Isokromosom adalah mutasi kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri, pembelahan sentromernya mengalami perubahan arah pembelahan sehingga terbentuklah dua kromosom yang masingmasing berlengan identik (sama). Jika dilihat dari pembelahan sentromernya maka isokromosom disebut juga fision, jadi peristiwanya berlawanan dengan translokasi Robertson (fusion) yang mengalami penggabungan 6) Katenasi Katenasi adalah mutasi kromosom yang terjadi pada dua kromosom non homolog yang pada waktu membelah menjadi empat kromosom, saling bertemu ujung-ujungnya sehingga membentuk lingkaran. 3. Penyebab terjadinya Mutasi a. Menurut tipe sel atau macam sel yang mengalami mutasi: 1) Mutasi somatic, yaitu mutasi yang terjadi pada sel tubuh atau sel soma. Mutasi somatis kurang memiliki arti genesis (mutasi ini tidak akan diwariskan pada keturunannya) 2) Mutasi germina, yaitu mutasi yang terjadi pada sel kelamin (gamet), sehingga dapat diturunkan. b. Menurut sifat genetiknya: 1) Mutasi dominan, terlihat pengaruhnya dalam keadaan heterozigot 2) Mutasi resesif, pada organisme diploid tidak akan diketahui selama dalam keadaan heterozigot, kecuali resesif pautan seks. Namun pada organisme haploid (monoploid) seperti virus dan bakteri, pengaruh mutasi dominan dan juga resesif dapat dilihat pada fenotipe virus dan bakteri tersebut. c. Menurut arah mutasinya: 1) Mutasi maju atau forward mutations, yaitu mutasi dari fenotipe normal menjadi abnormal 2) Mutasi balik atau back mutations, yaitu mutasi yang dapat mengembalikan dari fenotipe tidak normal menjadi fenotipe normal. d. Menurut kejadiannya: 1) Mutasi alam atau mutasi spontan, yaitu mutasi yang penyebabnya tidak diketahui. Mutasi ini terjadi di alam secara alami (spontan), secara kebetulan dan jarang terjadi. Contoh mutagen alam adalah sinar kosmis, radio fektif alam, dan sinar ultraviolet. 2) Mutasi buatan, yaitu mutasi yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia. Proses perubahan gen atau kromosom secara sengaja diusahakan oleh manusia dengan zat kimia, sinar X, radiasi dan sebagainya. Maka sering disebut juga mutasi induksi. Mutasi buatan dengan sinar X dipelopori oleh Herman Yoseph Muller (murid morgan) yang berkebangsaan Amerika Serikat ( 1890-1945 ). Muller berpendapat bahwa tidak membawa perubahan, sedangkan mutasi pada sel-sel generative atau gamet dan membawa kematian sebelum atau segera sesudah lahir. Selanjutnya pada tahun 1927 dapat diketahui bahwa sinar X dapat menyebabkan gen mengalami ionosasi sehinggga sifatny menjadi labil. Dan akhirnya mutasi buatan dilaksanakan pula dengan pemotongan daun/ penyisipan DNA pada organisme-organisme yang kita inginkan. Mutan-mutan buatan yang telah kita peroleh antara lain: anggur tanpa biji, tomat tanpa biji, hewan atau tumbuhan poliploidi (misal: kol poliploidi), pamato raphanobrassica (akar seperti kol, daun seperti lobak). Bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Mutagen dibagi menjadi 3, yaitu: a. Mutagen bahan kimia, contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel pada anafase. b. Mutagen bahan fisika, contohnya sinar ultraviolet, sinar radioaktif,dll. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit. c. Mutagen bahan biologi, diduga virus dan bakeri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. 4. Dampak terjadinya Mutasi Gen dan Kromosom Terjadinya mutasi gen menyebabkan beberapa kelainan pada manusia antara lain: a. Dampak Merugikan: 1) Penemuan buah tanpa biji dapat mengakibatkan tanaman mengalami kesulian untuk mendapatkan generasi penerusnya. 2) Penggunaan sinar radioaktif pada proses mutasi dapat mengakibatkan timbulnya sel kanker dan cacat bawaan pada janin dalam rahim. 3) Penyebab letal, artinya mutasi dapat menyebabkan organisme yang mengalaminya akan mati. b. Dampak Menguntungkan : 1) Dihasilkan buah-buahan tanpa biji, seperti semangka. Varietas baru ini dapat dihasilkan dengan pemberian kolkisin pada tanaman. 2) Mutasi dapat meningkatkan produksi pertanian, di antaranya gandum, tomat, kelapa poliploidi, dan sebagainya. Hasil antibiotik, seperti mutan Penicillium akan lebih meningkat lagi. 3) Mutasi merupakan proses yang sangat berguna untuk evolusi dan variasi genetic 4) Dapat memeriksa proses biologi dan dapat menambah keanekaragaman. F. G. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Scientific Strategi : Card Shortdan Scramble Model :Discovery learning Metode : Ceramah, Diskusidan Tanya Jawab KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi pembelajaran Waktu Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan 10 menit Nilai karakter Saling mengabsen peserta didik satu per menghormati satu. dengan 3S(salam , 2. Mengajak semua peserta didik berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran). Apersepsi 1. Guru melakukan apresepsi dan sapa dan Senyum) melakukan ice breaking. 2. Guru mengajak peserta didik menebak kata yang ditayangkan. 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajarankepada siswa. Inti Mengamati 1. Guru menyiapkan 10 menit Rasa Ingin tahu 10 menit Berpikir kritis beberapa gambar mengenai contoh kelainankelainan genetik yang terjadi. Siswa menganalisis gambar yang diberikan oleh guru. 2. Guru menyampaikan materi dengan menayangkan power point. tentang mutasi gen dan kromosom disertai penayangan vidio proses terjadinya mutasi kromosom. 3. Peserta didik mencermati mengamati dan tampilanyang diberikan guru. Menanyakan 1. Guru menawarkan kepada peserta didik untuk bertanya terkait materi materi yang disampaikan. 2. Peserta didik melakukan tanya jawab dalam kelompok kecil mengenai “apa yang menyebabkan terjadinya mutasi dalam tubuh?” 3. Peserta didik yang lain dapat mencoba memberikan jawaban/hasil analisa sementara. 4. Guru menilai keterampilan peserta didik dalam permasalahan mengungkapkan mengenai pertanyaan yang diajukan. Mengeksplorasi 1. Setiap peserta didik 15 menit Rasa ingin tahu 20menit Kerja sama diberi potongan kartu yang berisi macam kelainan struktur kromosom dan peserta didik diminta untuk menemukan dengan kategori yang sama. 2. Guru meminta setiap kelompok untuk mencari kelainan pewarisan genetic selain yang telah dijelaskan. 3. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan tentang contoh kelainan pewarisan genetic. 4. Guru membantu peserta didik mendefinisikan danmengorganisasikan pertanyaanatau masalah yang akan dicari penyelesaiannya. 5. Guru menilai sikap peserta didik dari kerja kelompok 6. Guru membimbing peserta didik dalam diskusi per kelompok. Mengasosiasi 1. Guru mendorongpeserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 2. Peserta didik mengumpulkan informasi untuk membangun ide mereka sendiri dalam memecahkan masalah terjadinya genetik. tentangpenyebab kelainan pewarisan 3. Peserta didik menganalisis dan membuat kesimpulan dari hasil pengamatan tentang penyakit kelainan genetic. 15 menit Kompetitif Mengkomunikasikan 1. Salah satu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 2. Setiap kelompok memberikan respon dan tanggapan terhadap hasil yang dipaparkan terkait kelainan penyakit genetic. 3. Guru menilai kemampuan setiap peserta didik dalam berkomunikasi secara lisan dan kerjasama kelompok. 4. Guru menanggapi hasil presentasi peserta didik. 5. Guru menambahkan penjelasan mengenai hasil presentasi. Penutupan 1. Guru memberikan soal-soal latihan 10 menit pilihan ganda. 2. Peserta didik jawab dan kreatif menjawab soal latihan di lembar kerja siswa. 3. Guru dan menyimpulkan peserta didik bersama-sama mengenai kegiatan pembelajaran. 4. Guru memotivasi peserta didik dan mengajak Bertanggung mengucapkan hamdallahbersama-sama. 5. Guru mengucapkan salam. H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media a. Laptop b. Proyektor c. Papan tulis d. Kertas e. Power Point (PPT) f. Vidio mutasi 2. Sumber belajar a. Buku Biologi SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. b. Lembar Kerja Peserta didik (LKS) c. Suryo. (2012). Genetika. Yogyakarta: UGM press d. Internet I. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Teknik dan Bentuk Instrumen No. Teknik Bentuk Instrumen 1. Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik 2. Tes Unjuk Kerja Tes Uji Presentasi 3. Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda (PG) 2. Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik No. Sikap 1. Teliti 2. BertanggungJawab 3. Disiplin Belum Terlihat Mulai Terlihat Mulai Berkembang Membudaya Ket. 3. Lembar Tes Uji Presentasi No. Aspek yang dinilai Ketrampilan Nama Siswa Materi presentasi dalam mengemukakan pendapat 1. 2. 3. Keaktifan Nilai LAMPIRAN A. SOAL PILIHAN GANDA 1. Ketidaknormalan susunan kromosom suatu organisme sehingga terjadi kelebihan satu kromosom disebut…. a. Monosomi d. Tetrasomi b. Disomi e. Nulisomi c. Trisomy 2. Jika pada seekor tikus terjadi mutasi gen, jumlah kromosom pada tikus tersebut…. a. Bertambah d. Tidak tetap b. Tetap e. Dapat bertambah dan c. Berkurang berkurang 3. Jika satu set kromosom haploid adalah ABCD, tipe kromosom monosominya adalah…. a. AABBCC d. ABC b. AA e. ABBCCDD c. AB 4. Kelainan-kelainan berikut yang bukan diakibatkan oleh kelainan trisomy adalah…. a. Sindrom Turner d. Sindrom Patau b. Sindorm Down e. Sindrom Edward c. Sindrom Klinefelter 5. Perubahan pada organisme yang disebabkan oleh perubahan jumlah set kromosom disebut…. a. Aneuploidy d. Mutagenesis b. Aneusomi e. Aberasi c. Euploidi B. SCRAMBLE (TEBAK KATA) 1. NIDSROM => SINDROM 2. NGINKLO => KLONING 3. SAMITU => MUTASI C. CARD SHORT (PENCOCOKKAN KARTU) DELESI DUPLIKASI INVERSI TRANSLOKASI LAMPIRAN SINTAK 1. Sintak Strategi Pembelajaran Scramble (susun kata) Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Guru menyajikan kata Peserta didik menerka dan Pembukaan yang diacak dalam menjawab sesuai pemikiran bentuk powerpoint mereka dengan antusias Guru memberikan Peserta didik merasa senang jawaban dari rasa dengan hasil jawaban mereka penasaran peserta didik Kegiatan Pokok berupa kata yang sudah tersusun dan sebuah gambar keterangan Guru menyampaikan Peserta tujuan Penutup didik memahami pembelajaran penyampaian dari guru yang berkaitan dengan mengenai tujuan pembelajaran permainan tebak kata 2. Sintak Strategi Pembelajaran CARD SHORT Tahap Pembukaan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Guru memberisatu potongan Peserta didik mendapatkan satu kartu yang kelainan berisi struktur macam potongan kartu untuk kromosom menemukan bersama peserta (delesi, duplikasi, didik lainnya dengan kategori inversi,translokasi) Kegiatan Pokok 1. Guru meminta yang sama setiap 1. Setiap pesertadidik kelompok untuk mencari berperan kelainan pewarisan genetic kelompok selain menemukan apa yang dinstruksikan oleh guru yang dijelaskanpada powerpoint telah tayangan menggunakan dengan aktif ikut dalam untuk memanfaatkan berbagai macam sumber sumber belajar yang ada. belajar. 2. Guru membimbing peserta 2. Peserta didik mendapat didik untuk menyelesaikan arahan dari guru dan paham tugas dengan baik. terhadap bimbingan gurunya. 3. Guru meminta salah satu 3. Salah satu peserta didik peserta didik mempresentasikan mepresentasikan hasil diskusi kelompok di depan diskusi. hasil kelas. 4. Guru menilai setiap peserta 4. Setiap kelompok didik dalam berkomunikasi memberikan respon dan secara lisan dan kerjasama tanggapan terhadap hasil kelompok. yang dipaparkan kelompok oleh lainterkait kelainan penyakit genetic. 5. Guru menanggapi presentasi dari hasil 5. Peserta didik mendengarkan peserta didik. 6. Guru dengan seksama apa yang disampaikan oleh guru. memberi kepada setiap reward 6. Peserta anggota kelompok yang presentasi didik bertepuk tangan sebagai penghargaan kepada kelompok lain. Guru meminta peserta Peserta didik bersama dengan Penutup didik menyimpulkan guru materi menyimpulkan pelajaran pelajaran. bersama-sama. Mengetahui Kepala Sekolah, Guru Kelas XII ( ___________________ ) ( ___________________ ) materi NIP .................................. NIP ..................................

Judul: Jawaban No 4.docx

Oleh: Shofiyah Annihayah


Ikuti kami