Jawaban Soal Uts Komnet

Oleh Dini Hardiyanti

33 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Soal Uts Komnet

MAKALAH
Toleransi Dan Empati Sosial Terhadap
Keberagaman Budaya

Disusun Oleh : Imam Wahyu F
Kelas : XI Tkj2
No : 15

SMK SHALAHUDDIN
Jln. Dr Wahidin Sudiro Husodo 63 Pasuruan
Tahun Ajaran 2013/2014

i
KATA PENGANTAR
Segala Puji bagi Allah S.W.T yang telah melimpahkan
Rahmat,Nikmat,taufik & Hidayanya Sehingga Saya dapat
menyelesaikan tugas makalah ini .
Namun Sebagai penulis, Saya menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan makalah ini, Semoga makalah ini
Dapat memberikan manfaat , Amin.......
Dan Saya ucapkan Terimah kasih Atas perhatianya .....

Wassalamualaikum Wr.Wb

ii
DAFTAR ISI
Kata pengantar...................................................................

i

Daftar Isi............................................................................

ii

BAB 1 Pendahuluan :
A.Latar Belakang................................................................ 1
B.Tujuan............................................................................... 2

BAB 2 Pembahasan :
A. Toleransi Dan Empati Sosial Terhadap
Keberagaman Budaya........................................................ 3
Daftar Pustaka................................................................... 10

BAB 1 Pendahuluan
A.Latar Belakang.
1. Toleransi Dan Empati Sosial Terhadap keberagaman
Budaya.
Banyaknya kebudayaan di Indonesia membuat kita bangga menjadi
Bangsa Indonesia. Namun di sisi lain , Keaneragaman budaya dan
suku bangsa dapat menjadi ancaman disintegrasi yang menakutkan
bahkan akan Menghancurkan bangsa ini apabila Keaneragaman
budaya dan istiadat tersebut tidak dapat dikelola dengan baik dan
benar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sikap Toleransi dan
Empati sosial terhadap keaneragaman kebudayaan yang ada dalam
kehidupan masyarakat.

1

TUJUAN
Dengan Adanya Makalah ini mudah-mudahan pembaca dapat
menambah wawasan tentang materi “Alternatif Penyelesaian
Masalah Akibat Keberagaman Budaya”.

2

SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP
KEBERAGAMAN BUDAYA
1.

Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya
Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai
perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap
yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan
dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan
pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalahmasalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat
dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial
yang dapat mengancam diisintegrasi nasional.
Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman
Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu,
sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku
bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik.
Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak
bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau
anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku
seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati
diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah,
tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus
menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan
bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan
sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi,
empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan
demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan
masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya nasional.

3

a.
b.

c.

d.

e.

f.

Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi
untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup
secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia
lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup
secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain
dimasyarakat.
Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau
suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat
dilakukan sebagai berikut:
Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain
sebagai dari bangsa Indonesia.
Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain
sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa
Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain
sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam
hal-hal tertentu.
Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain
sebagai manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat,
martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi.
Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain
sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan
Yang Maha Rsa
Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain
sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang
berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat,
profesi, golongan politik dan sebagainya.

4

2.

Sikap positif dan krisis terhadap keberagaman budaya
Selain dapat menimbulkan dampak negative berupa goncangan
budaya dan ketimpangan buadaya, globalisasi berdampak positif,
yaitu memperkaya khasanah budaya nasional Indonesia. Cukup
banyak nilai-nilai budaya global yang positif dan bermanfaat bagi
kehidupan masyarakat Indonesia. Proses alih teknologi dan ilmu
pengetahuan dari masyarakat Negara maju kepada masyarakat
Indonesia pada era global dewasa ini tentu saja menguntungkan
bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Demikian pula masuknnya
paham-paham baru dibidang politik, ekonomi, dan seni budaya, sepe
rti paham demokrasi, prinsip efesiensi dan produktivitas dalam
bidang industry atau ekonomi dan system persenjataan militer,
semua itu bermanfaat dalam emajukan kehidupan masyarakat
Indonesia.
Demikian pula dengan sikap dan perilaku disiplin,
keterbukaan, tertib dijalan raya, rapi dalam berbusana, mandiri
dalam kehidupan, sikap menghargai waktu, sikap positif dalam olah
raga, dan sejenisnya, semua itu diadopsi dari nilai-nilai budaya luar,
terutama dari masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Jepang.
Sikap dan perilaku hidup tertib dan disiplin tadi tertentu sja
sangat berguna untuk membina moral dan mentalitas masyarakat
Indonesia, yang cenderung bersikap santai dan malas. Selain itu,
masuknya benda-benda budaya fisik, seperti barang-barang
beteknologi canggih (televise, antenna parabola, telepon genggam,
internet, faksimil, mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya),
semuanya sangat berguna bagi masyarakat Indonesia unutk ditiru
dan dikembangkan dalam kehidupannya.

5

2.

manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal

pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan
secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri .
demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman
budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu
melihatnya
dari
perspektif
budaya
likal
itu
sendiri.
Dengan mengingatkan
definisi
budaya
sebagai
pola
keyakinannya ,sikap , dan perilaku yang dipelajari oleh suatu bangsa
kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka
keyakinan ,sikap dan perilaku seuatu etinis hendaknya dinyatakan
dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi
antar anggota etnis itu sendiri
banyak ungkapan yang mencerminkan keyakinan, sikap ,san
perilaku suku –sukubudaya kita yang tidak dapat dinyattakan dalam
bahasa indonesia tau bahasa asing . selain itu ,hasil pengalaman
hidup dan pemikirann yang sudah berlangsung ber abad – abad ,
misalnya dalm hal seni dan budaya.
Derasnya pengaruh nilai-nilai budaya global, sejalan dengan
proses modernisasi masyarakat, tentu saja menimbulkan masalahmasalah sosial. Adapun masalah sosial yang timbul sebagai dampak
negative globalisasidan modernsiasi yaitu sebagai berikut:
a. Semakin meningatnya arus urbanisasi dari desa ke kota, sehingga
timbul kerawanan sosial berupa pengangguran, permukiman kumuh,
kriminalitas, mobilitas gelandangan dan perminta-minta
b. Terjadinya perubahan struktur sosial, dari masyarakat pertanian
tradisional menjadi masyarakat industry modern yang cenderung
bersifat feudal, kapitalis, secular, dan materialistis.
c. Semakin memudahkan masuknya unsur-unsur budaya luar yang
negative, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat,
seperti berkembangnya budaya alkoholisme, penyimpangan seksual,
sikap hidup kebarat-baratan, penyalahgunaan narkotika dan
sejenisnya.

6

sikap negatif yang perlu dihindari
1) sikap tertutup dan curiga
Sikap tertutup dan curiga pada masryarakat tradisional
sering kali menghambat perubahan sosial . pada era global
sekarang ini, sikap yang demikian harus sudah ditinggalkan . sebab
sekarang ini proses perubahan tidak dapat dihindari lagi . apabila
kita selalu bersikap tertututp dan curiga ,maka proses
pembaharuan masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar . pada
masyarakat tertutup perubahan sosial dianggap sebagai sesuatu
yang merusak integritas kebudayaannya . sebagian masyarakat
masih menganggap bahwa unsur – unsur budaya global selalu negatif
.oleh karena itu masyarakat akan menentang setiap usaha – usaha
pembaharuan . sikap tertutup dan curiga merupakan salah satu ciri
masyarakat pedesaan yang tradisional . apabila pembaharuan
dipaksakan , maka akan terjadi pertentanga sosial .
2) sikap apatis
Perilaku negatif lainnya yang harus didhindari dalam
menghadapi perubahan sosial ialah sikap apatis . sikap apatis
artinya sikap yang acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di
dalam masyarakat yang kecewa . sebagai cintoh kelompok
masyarakat yang kecewa terhadap pemerintah yang berkuasa akan
melakukan aksi tertutup mata tertutup terhadap seluruh kebijakan
pemerintah . segala perubahan yang dilakukan pemerintah tidak
akan bermakna apa- apa dimata mereka.oleh karena itu , mereka
tidak menentukan sikap apa –apa (menerima atau menolak )
terhadap pengaruh perubahan yang terjadi .pada masyarakat
seperti itu ,proses perubahan sosial akan terhambat .
3) sikap tidak selektif
Sikap tidak selektif adalah sikap tidak mampu memilah –
milah dampak pengaruh perubahan sosial . pada orang – orang yang
tidak bersikap selektif pengaruh apapun akan diterimanya tanpa
diseleksi terlebih dahulu . sebagai akibatnya, mereka mudah sekali
terbawa arus perubahan yang bersifat negatif . dalam berteman

pun , kita harus selektif agar tidak terpengaruh oleh pergaulan
bebas .
7

MENJAGA DAN MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL

1.

a.
b.
c.

Bagaimanakah sikap kita terhadap budaya lokal ? budaya lokal
memiliki peran dan kedudukan oenting karena merupakan unsununsur pembentuk budaya nasional . karena itu kita perlu menjaga
dan melestarikan budaya lokal agat tidak punah .
Pentingnya menjaga dan memelihara budaya lokal
Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan budaya lokal , yang
utama ialah adanya kemauan untuk memlihara budaya lokal itu
sendiri . adanya kemauan yang keras akan memberi semangat untuk
mencari cara . pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan
berbagai cara , seperti melalui kongres bahasa daerah dan
pergelaran seni budaya daerah . dengan mengambil analoogi pada
kongres bahasa bali dan kongres bahasa jawa bahwa
penyelamatan ,pemeliharaan dan penghormatan bahasa – bahas
adaerah , terlebih dahulu pemilik dan penutur asli bahasa daerah
itu sendiri perlu dibuar sadar bahwa bahasa daerah itu berfungsi
sebagai :
Lambang kebanggan daerah dan masyarakat penuturnya
Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya
Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat

2.

8

manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal
pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan
secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri .
demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman
budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu
melihatnya
dari
perspektif
budaya
likal
itu
sendiri.
Dengan mengingatkan
definisi
budaya
sebagai
pola
keyakinannya ,sikap , dan perilaku yang dipelajari oleh suatu bangsa
kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka
keyakinan ,sikap dan perilaku seuatu etinis hendaknya dinyatakan
dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi
antar anggota etnis itu sendiri
banyak ungkapan yang mencerminkan keyakinan, sikap ,san
perilaku suku –sukubudaya kita yang tidak dapat dinyattakan dalam
bahasa indonesia tau bahasa asing . selain itu ,hasil pengalaman
hidup dan pemikirann yang sudah berlangsung ber abad – abad ,
misalnya dalm hal seni dan budaya.

Daftar Pustaka

http://tatanghusen.blogspot.com/2013/02/toleransi-danempati-sosial-terhadap-

9

10

Judul: Jawaban Soal Uts Komnet

Oleh: Dini Hardiyanti


Ikuti kami