Teori Akuntansi Tugas 1

Oleh Razief Aditya

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi Tugas 1

1.6 ISU-ISU AKUNTANSI INTERNASIONAL
1.6.1 Definisi akuntansi internasional
Dapat dipastikan banyak terjadi kebingungan dalam mengartikan akuntansi internasional karena adanya
bermacam-macam definisi yang lingkupnya berbeda-beda. Weirich dan beberapa penulis lain
memberikan klarifikasi yang bermanfaat atas definisi-definisi ini, dengan pengidentifikasian tiga konsep
utama yang mereka lakukan:
1. Akuntansi untuk induk perusahaan-anak perusahaan di luar negeri atau akuntansi untuk anak
perushaan;
2. Akuntansi komperatif atau internasional;
3. Akuntansi universal atau dunia.
Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini
mengarahkan akuntansi internasional menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi
lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional. Definisi yang diterapkan oleh Weirich dan
kawan-kawan adalah sebagai berikut:
AREA
BIOGRAFI

ASPEK-ASPEK PRINCIPAL
Pengaruh dari individu-individu kunci atas
konsep-konsep, public, dan institusi akuntansi

SEJARAH INSTITUSIONAL

Mempertibangkan pengaruh dari lingkungan
social, ekonomi, dan politik, sumber daya bagi
riset yang bersifat menjelaskan di subjek-subjek
sejarah akuntansi yang lainnya

PENGEMBANGAN PEMIKIRAN

Menegaskan dan mengembangkan dasar-dasar
konseptual

SEJARAH UMUM

Perspektif makro dari perkembangan akuntansi,
penekanan tradisional dan/atau nasional,
perkembangan area-area tertentu (misalnya
akuntansi biaya)

SEEJARAH PENTING

Menerapkan
sebuah
perspektif
yang
kecendrungannya mengarah kepada kritik atas
peranan dari factor sejarah di dalam konteks
social, politik, ekonomi dan interaksi institusional

BASIS DATA-TAKSONOMI DAN BIBIOGRAFI

Sumber dari informasi utama, dukungan bagi
riset sejarah dan kontemporer

HISTONOGRAFI

Struktur dari riset sejarah serta evaluasi sejarah
akuntansi

Meskipun patut dihargai, sasaran ini kemungkinan besar tidak akan dapat tercapai dalam waktu dekat,
dan boleh jadi dianggap sebagai sangat idealistic bagi sebagian orang, dan bahkan utopia bagi yang lain.
Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional
kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam akuntansi. Hal ini meliputi:
a. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dari praktikpraktik pelaporan;
b. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing Negara; dan
c. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan
keuangan.
Akuntansi Internasional. Konsep utama kedua dari istilah “akuntansi internasional” mencakup dua
pendekatan deskriptif dan informatif. Menurut konsep ini, akuntansi internasional meliputi seluruh jenis
prinsip, metode dan standar akuntansi yang dimili semua Negara.
Konsep dari akuntansi induk perusahaan-anak perusahaan di luar negeri, atau akuntansi untuk anak
perusahaan di luar negeri. Konsep utama ketiga yang dapat diterapkan pada akuntansi internasional
mengacu kepada praktik-praktik akuntansi dari sebuah induk perusahaan dan anak perusahaan di luar
negeri. Para akuntan khususnya berkeoentingan dalam translasi dan penyesuaian pada laporan
keuangan anak perusahaan. Munculnya masalah perbedaan akuntansi dan perbedaan prinsip akuntansi
yang diikuti akan bergantung kepada Negara mana yang digunakan sebagai referensi untuk tujuan
translasi dan penyesuaian.
Adapun teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal berikut ini:
1.
2.
3.
4.
5.

Teori universal atau dunia;
Teori multinasional
Teori komperatif
Teori transaksi-transaksi internasional
Teori transaksi

Teori-teori di atas masing-masing berarti:
1. Suatu konsep universal yang sedang dikembangkan oleh kaum pragmatis yang percaya bahwa
pemecahan dari permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pelaporan secara internal berada
pada keseragaman akuntansi di seluruh dunia;
2. Suatu konsep multinasional yang menyarankan agar akuntansi internasional mencakup seluruh
jenis prinsip-prinsip yang berbeda, standar, dan praktik-praktik dari seluruh Negara;
3. Suatu konsep internasional yang dibangun di sekitar informasi akuntansi yang dibutuhkan di dalam
keputusan-keputusan perdagangan internasiona dan investasi internasional;
4. Suatu konsep komparatif yang menyarankan adanya klasifikasi analitikal atas sistem-sistem
akuntansi tiap Negara, seperti yang telah dilakukan di ilmu-ilmu social lainnya seperti ilmu politik,
ekonomi dan hokum;
5. Suatu konsep translasi yang digunakan sebagai ciri-ciri pada akuntansi untuk induk perusahaan dan
anak perusahaan di luar negeri.

Satu penjelasan yang tepat dari berbagai zona pengaruh akuntansi adalah sasaran, standar, kebijakan,
dan teknik akuntansi yang dihasilkan oleh factor-faktor lingkungan di tiap Negara; jika factor lingkungan
ini memiliki perbedaan di tiap Negara. Maka konsep dan praktik akuntansi pun akan berbeda. Kondisi
kondisi lingkungan dapat dipastikan akan memberikan dampak kepada penentuan dari standar
akuntansi yang mencakup hal-hal berikut ini:
1. Relativisme kultural (cultural relativism), di mana konsep-konsep akuntansi di satu Negara
tertentu adalah sama uniknya dengan ciri-ciri kebudayaan yang lainnya.
2. Relativisme linguistik (linguistic relativism), dimana akuntansi sebagai suatu bahasa dengan sifat
feksikal dan tata bahasanya akan memengaruhi perilaku linguistic dan nonlinguistik dari para
penggunanya.
3. Relativisme politik dan sipil (political and civil relativism), di mana konsep akuntansi di setiap
Negara mana pun akan bergantung kepada konteks politik dan sipil.
4. Relativisme ekonomi dan demografis (economic and demographic relativism), dimana konsepkonsep akuntansi di seitpa Negara mana pun akan bergantung kepada konteks ekonomi dan
demografis dari Negara tersebut.
5. Relativisme hokum dan perpajakan (legal and tax relativism), di mana konsep-konsep akuntansi di
setiap Negara mana pun akan bergantung kepada dasar hukum dan perpajakan dari Negara
tersebut.

1.6.2 Harmonisasi standar akuntansi
Arti harmonisasi standar akuntansi
Menurut Wilson, istilah harmonisasi sebagai kebalikan dari standardisasi memiliki arti sebuah
rekonsiliasi atas berbagai sudut pandang yang berbeda. Istilah ini lebih bersifat sebagai pendekatan
praktis dan mendamaikan daripada standardisasi, terutama jika standardisasi berarti prosedur-prosedur
yang dimiliki oleh satu Negara hendaknya diterapkan oleh semua Negara yang lain.
Manfaat dari harmonisasi
Menurut Macrae, masing-masing bentuk ini tentu saja dapat menentukan dan menjalankan standar bagi
organisasi mereka sendiri, namun jika digabungkan, mereka menentukan standar yang diikuti oleh
bagian yang substansial dari penugasan-penugasan audit internasional. Internasionalisasi juga akan
memfasilitasi transaksi-transaksi internasional, penetapan harga dan keputusan-keputusan alokasi
sumber daya, dan dapat menjadikan pasar uang internasional menjadi lebih efisien. Kebutuhan
perusahaan untuk memperoleh modal dari luar juga amat penting untuk keharmonisasian akuntansi.
Batasan pada harmonisasi
Menurut Seidler, sistem pemungutan pajak yang sangat bervariasi untuk tiap-tiap negaram dank arena
pemerintah tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keinginan untuk mengharmonisasikan sistem
perpajakan (kecuali di dalam pemungutan jumlah maksimum dari perusahaan-perusahaan
multinasional), sulit untuk mengharapkan hilangnya berbagai hambatan bagi harmonisasi akuntansi
internasional ini. Kebijakan akuntansi hampir selalu dibuat untuk mencapai sasaran politik yang akhirnya
menjadi halangan untuk keharmonisasian itu sendiri.

1.7 KESIMPULAN
Bab ini menyajikan segi-segi yang penting dari sejarah dan perkembangan akuntansi. Hal ini
meningkatkan kemampuan orang yang berminat terharap disiplin ilmu akuntansi dalam membuat
pertimbangan dengan dasar yang lebih luas dan berdasarkan informasi. Disamping itu akan
memungkinkan kita untuk menghubungkan masa lalu dengan apa yang telah dipraktikkan, atau dengan
kata lain mata rantai antara kondisi historis dan kedua kondisi postif dan normatifnya, sebuah mata
rantai yang mendukung pandangan dari senjarah sebagai suatu produk kultural yang diperoleh dari
konteks penuh lingkungan social, politik, ekonomi, dan temporal.

TEORI DAN TEKNOLOGI AKUNTANSI
Teori menurut Suwardjono(2006), merupakan sesuatu yang abstrak, penjelasan ilmiah, penalaran logis.
Akuntansi menurut AICPA (1953) adalah seni pencatatan, pengelompokan, dan peringkasan, dalam
bentuk yang berarti tentang transaksi dan peristiwa ekonomi (keuangan) dan interprestasi
hasilnya.Prosedur yang digunakan organisasi untuk mencatat, mengelompokkan, meringkas, dan
interpretasi.
Sedangkan Teori Akuntansi menurut Hendrickson dan Van Breda (1992), adalah seperangkat prinsipprinsip yang luas yang memberikan rerangka referensi umum untuk mengevaluasi praktek akuntansi dan
memberikan pedoman dalam mengembangkan praktek dan prosedur akuntansi yang baru

Teori Akuntansi dan Perkembangannya
# Akuntansi sebagai seni
Seni adalah keterampilan mengerjakan sesuatu atau menrapkan konsep yang memerlukan perasaan,
intuisi, pengalaman, bakat, dan pertimbangan.Keahlian dan pengalaman diperlukan untuk memilih
perlakuan terbaik dalam rangka mencapai suatu tujuan.
Akuntansi sebagai seni yaitu akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan
kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya. Akuntansi menuntut pertimbangan dalam
penerapannya. Pertimbangan dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan.
# Akuntansi sebagai sains
Sains adalah pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa
adanya dengn metoda ilmiah. Mengajukan dan menetapkan kebenaran penjelasan atau pernyataan
tentang suatu masalah. Akuntansi sebagai sains yaitu akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang
menjelaskan fenomena akuntansi secara obyektif, apa adanya dan bebas nilai.
Teori akuntansi dari sudut sains adalah seperangkat konsep, definisi dan proporsi yang saling berkaitan
yang secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan fenomena akuntansi. Fenomena Akuntansi
yang menjadi perhatian adalah
# Akuntansi sebagai teknologi
Teknologi adalah seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Akuntansi sebagai teknologi yaitu penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk
menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomi.

Judul: Teori Akuntansi Tugas 1

Oleh: Razief Aditya


Ikuti kami