Akuntansi Internasional Bab 3

Oleh Ida Cahya Diniarti

11 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional Bab 3

TUGAS RINGKASAN
AKUNTANSI INTERNASIONAL
BAB 3. AKUNTANSI KOMPARATIF : EROPA

OLEH :
IDA CAHYA DINIARTI
(A1C113040)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
2016

BAB 3.
AKUNTANSI KOMPARATIF : EROPA
Bab ini membahas mengenai sitem akuntansi di lima negara di Eropa yang
mendominasi perkembangan akuntansi internasional saat ini. Kelima Negara ini termasuk
dalam pendiri Komite Standar Akuntansi Internasional (sekarang Badan Standar Akuntansi
Internasional) yang memiliki peranan penting dalam mengarahkan agenda IASB. Kelima
negara tersebut masuk dalam Uni Eropa. Adapun negara tersebut adalah Prancis, Jerman,
Republik Ceko, Belanda, dan Inggris.

SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
1. PRANCIS
a. Regulator
 CNC (Badan Akuntansi Nasional)
 CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
 AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
 OEC (Institut Akuntan Publik)
 CNCC (Institut Nasional Undang-Undang Auditor)

b. Regulasi
 Plan Compatable General (Undang-Undang Akuntansi Nasional)

c. Laporan Keuangan
 Neraca, Laporan laba rugi, Catatan atas laporan keuangan, Laporan direktur, Laporan

Auditor, Laporan arus kas (dirokemdasikan oleh CNC).
 Laporan khas Perancis adalah laporan pencegahan kebangkrutan bisnis dan sebuah

laporan sosial (bagi perusahaan besar).
 Laporan keuangan harus diaudit kecuali untuk perusahaan kecil, kewajiban terbatas,

dan kemitraan.
d. Pengukuran Akuntansi
Akuntansi di Prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan tersendiri harus
mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki

fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan individual merupakan dasar
hukum untuk membagikan dividen dan menghitung pendapatan kena pajak.


Penilaian aktiva berdasarkan biaya historis.



Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak dengan menggunakan dasar garis
lurus atau saldo berganda.



Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi
dengan menggunakan metode FIFO atau metode rata – rata tertimbang.



Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat
dikapitalisasikan dalam keadaan tertentu.
Dengan beberapa pengecualian, laporan keuangan konsolidasi Prancis mengikuti

pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk.
2. JERMAN
a. Regulator


DRSC (German Accounting Standards Committee), GASC (mengawasi DRSC),
FREP

(Dewan

Sektor

Swasta),

Wirtschaftspruferkammer

(Chamber

of

Accountants).
b. Regulasi
 German Commercial Code (HGB) dan keputusan hakim. Akuntansi Jerman

dirancang untuk menghitung jumlah pendapatan yang tepat yang bisa menjaga
kreditor setelah adanya pembagian kepada pemilik.
c. Laporan Keuangan
 Neraca, Laporan laba rugi, Catatan, Laporan Manajemen, Laporan Auditor
 Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan diperbolehkan untuk

menyusun sebuah neraca singkat. Laporan khas Jerman adalah laporan pribadi dari
auditor kepada dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan.
d. Pengukuran Akuntansi


Metode pembelian adalah metode konsolidasi yang utama



Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan
jumlah yang tersisa merupakan goodwill.



Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau
diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonominya.



Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi
proporsional atau metode ekuitas.



Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud.



Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar, metode
yang digunakan untuk menghitung biaya adalah FIFO atau rata – rata tertimbang.



Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya.

3. REPUBLIK CEKO
a. Regulator


Parlemen



Menteri Keuangan



Chamber of Auditors

b. Regulasi


Commercial Code



Accountancy Act



dan Dekrit Menteri Keuangan

c. Laporan Keuangan


Neraca, akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi) dan catatan, Perusahaan
kecil tidak diwajibkan melakukan audit memiliki persyaratan pengungkapan yang
singkat. Perusahaan Ceko yang terdaftar harus menggunakan IFRS dan
memberikan laporan laba rugi per 3 bulan.



Perusahaan tidak terdaftar bisa memilih IFRS atau standar akuntansi Ceko dalam
laporan keuangan gabungan mereka tapi harus menggunakan standar Ceko dalam
laporan perusahaan pribadi.

d. Pengukuran Akuntansi
Hukum Komersial mewajibkan perusahaan – perusahaan besar untuk
menyusun laporan konsolidasi.



Akun perusahaan secara terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi dan
umumnya prinsip akuntansi yang sama digunakan untuk keduanya.



Anak perusahaan dikonsolidasikan jika induk perusahaan secara langsung dan
tidak langsung mengendalikan kebijakan keuangan dan operasionalnya.



Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan
diamortisasi selama maksimum 20 tahun.



Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk
dan anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan
dan operasionalnya.



Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar, namun
biaya yang paling banyak digunakan.



Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya.

4. BELANDA
a. Regulator


DASB (Dutch Accounting Standards Board)



AMF (Authority for the Financial Markets)



Enterprise ChamberNivRA (Netherlands Institute of Registeraccountants)

b. Regulasi


Act on Annual Financial Statements 1970.

c. Laporan Keuangan


Neraca, laporan laba rugi, catatan, laporan direktur dan informasi lain yang sudah
ditentukan, laporan arus kas dianjurkan.



Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan dapat menyusun laba rugi
singkat dan neraca. Perusahaan menengah harus diaudit tapi boleh mengeluarkan
laporan laba rugi singkat.



Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda.
Perusahaan terdaftar harus menggunakan IFRS, tapi semua perusahaan
diperbolehkan menggunakan IFRS alih-alih pedoman Belanda.

d. Pengukuran Akuntansi
Pengukuran akuntansi Belanda memiliki fleksibilitas, hal ini terlihat dengan
diperbolehkannya penggunaan nilai kin untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan
aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan – perusahaan Belanda memiliki
fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran , dapat diduga bahwa terdapat
kesempatan untuk melakukan perataan laba.
5. INGGRIS
a. Regulator


CCAB (Consultative Committee of Accountancy Bodies)



FRC (Financial Reporting Council)



AIDB (Accountancy Investigation dan Discipline Board)



POB (Professional Oversight Board).

b. Regulasi


Undang-Undang Perusahaan 1981 dan profesi akuntansi.

c. Laporan Keuangan


Laporan direktur, akun laba dan rugi serta neraca, laporan arus kas, laporan
keseluruhan laba dan rugi, laporan kebijakan akuntansi, catatan

yang

direferensikan dalam laporan keuangan, dan laporan auditor.


Perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan
keuangan termasuk laporan gabungan, dan diizinkan untuk menyusun akun singkat
dengan informasi minimun yang telah ditentukan sebelumnya.
Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan

keuangan umumnya mencakup Laporan Direksi, Laporan Laba dan Rugi dan Neraca,
Laporan Arus Kas, Laporan Total keuntungan dan Kerugian yang Diakui, Laporan
Kebijakan Akuntansi, Catatan atas Referensi dalam Laporan Keuangan, dan Laporan
Auditor.

Judul: Akuntansi Internasional Bab 3

Oleh: Ida Cahya Diniarti


Ikuti kami