Makalah Pengantar Akuntansi Tentang : " Akuntansi Perusahaan Industri " Oleh : Nama : Tiara Fazila P...

Oleh Tiara Fazila

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pengantar Akuntansi Tentang : " Akuntansi Perusahaan Industri " Oleh : Nama : Tiara Fazila Prodi Manajemen

MAKALAH
PENGANTAR AKUNTANSI
Tentang :
" Akuntansi perusahaan industri ”
Dosen Pengampu :
Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si.
Fredy olimsar, S.E., M.Si

OLEH :
NAMA : TIARA FAZILA
NIM : C1B020048
KELAS : R-004

PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AJARAN
2020

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan kemampuan,
kekuatan, serta keberkahan baik waktu, tenaga, maupun pikiran kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan resume yang berjudul “AKUNTANSI PERUSAHAAN INDUSTRI” tepat
pada waktunya.
Saya sangat berharap resume ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai akuntansi dan lingkungannya. Penulis menyadari bahwa
masih banyak kekurangan pada penulisan makalah ini. Maka dari itu, saran dan kritik yang
membangun sangat penulis harapkan dari pembaca sekalian. Penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Jambi, 24 November 2020

Tiara fazila

DAFTAR ISI
Halaman Judul........................................................................................................................ i
Kata pengantar........................................................................................................................ ii
Daftar Isi................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... 3
2.1 Akuntansi Perusahaan Manufaktur............................................................................... 3
2.2 Kegiatan dan Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur...............................................3
2.3 Elemen-elemen Biaya Produksi.........................................................................................3
2.4 Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)..............................5

BAB III PENUTUP................................................................................................................ 8
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................... 8
3.2 Saran ................................................................................................................................8
Daftar Pustaka......................................................................................................................... 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian Indonesia sedang mengalami masa-masa sulit akibat krisis yang terjadi pertengahan
tahun 1997 dan sampai sekarang belum mengalami pemulihan secara total. Banyak perusahaan yang
gulung tikar karena menderita kerugian dan tidak bisa bertahan dalam perekonomian seperti ini. Maka
setiap perusahaan dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan, baik yang menyangkut
perencanaan maupun pengendaliannya. Selain itu di zaman perdagangan bebas ini, setiap perusahaan
harus siap untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing.
Setiap perusahaan baik itu perusahaan dagang, perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur selalu
menjalankan aktivitas yang beragam. Setiap perusahaan akan berbeda cara perhitungan, terutama
perusahaan manufaktur yang memproduksi dari barang mentah sehingga menjadi barang jadi, Dengan
adanya makalah tentang perusahaan manufaktur ini diharapkan akan memberikan suatu pengetahuan
yang terpadu dalam pengenalan kegiatan perusahaan manufaktur dengan lancar. Hal yang perlu
diperhatikan dalam penerapan perusahaan manufaktur adalah kesesuaian dan kecocokan antara sistem
itu sendiri dengan aktivitas perusahaan. Salah satu aktivitas yang sering dilakukan adalah aktivitas yang
berhubungan dengan Laporan keuangan perusahaan manufaktur.
Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian dan
pelaporan atas kejadian ekonomi dan dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Kegiatan
dalam suatu perusahaan manufaktur yaitu untuk mencapai produksi dan produktifitas yang optimal agar
dapat digunakan untuk pengambilan-pengambilan keputusan atau kebijakan dalam memilih alternative
sehingga operasional produksinya dapat lebih efektif dan efesien. Konsep dasar dalam penyusunan
laporan keuangan adalah penyediaan data yang akurat dan dapat dipercaya, serta dapat teruji
kebenarannya sehingga dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan.
1.2 Rumusan Masalah
Saat ini banyak generasi muda terutama kalangan para pelajar yang tidak peduli dengan ilmu
pengetahuan tentang perusahaan, padahal hal ini sangat penting untuk bekal para pelajar ketika bekerja
di suatu perusahaan, berikut ini adalah masalah-masalah yang sebenarnya terjadi saat ini.
1.

Mereka tidak mengenal apa itu perusahaan manufaktur ?

2.

Bagaimana laporan keuangan dalam perusahaan manufaktur?

3.

Bagaimana sistem produksi dalam perusahaan manufaktur?

1.3 Tujuan
1.

Mengenal perusahaan manufaktur

2.

Mengetahui cara menyusun laporan keuangan dalam perusahaan manufaktur

3.

Mengetahui sistem produksi di dalam perusahaan manufaktur.[1]

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan
baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan
manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses
produksi. Bidang akuntansi yang menangani masalah produksi disebut akuntansi biaya (cost accounting).
Tujuannya, menetapkan beban pokok produksi barang jadi. Bab ini akan membahas sesuai ruang lingkup
yang telah disebutkan, yakni penetapan beban pokok produksi. Titik berat pembahasan masih
diletakkan pada pengenalan terhadap proses akuntansi dan laporan khusus untuk perusahaan
manufaktur.[2]
Perbedaan yang terdapat dalam akuntasi untuk perusahaan manufaktur dengan perusahaan
dagang,disebabkan oleh adanya perbedaan dalam sifat operasinya.ciri pokok operasi perusahaan
dagang adalah menjual barang dagangan tanpa mengolah lebih dahulu barang yang dibelinnya.dengan
perkataan lain perusaahaan dagang tidak melakukan proses produksi,sehingga barang yang dibeli
langsung dijual.dengan demikian penentuan harga pokok barang yang dibeli maupun dijual dalam
perusahaan dagang relative mudah.operasi perusahaan manufaktur tidak sesederhana perusahaan
dagang,karena perusahaan manufaktur membuat sendiri barang yang akan dijualnya.Dalam perusahaan
manufaktur,penentuan harga pokok barang yang diproduksi dan harga pokok penjualan harus melalui
beberapa tahapan yang lebih rumit.perusahaan manufaktur harus menggabungkan harga bahan yang
dipakai,dengan biaya tenaga kerja dan biaya produksi lain untuk dapat menentukan harga pokok barang
yang siap untuk dijual.
2.2. Kegiatan dan Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur
Pada perusahaan dagang, persediaan barang dagang diperoleh dengan membeli barang tersebut dari
pedagang besar lainnya atau langsung membeli dari produsen.Tanpa terlebih dahulu melakukan
perubahan bentuk, barang tersebut kemudian dijual kembali. Pada perusahaan manufaktur
(manufacturing company), persediaan barang yang siap untuk dijual merupakan hasil proses produksi
dengan pemakaian sejumlah bahan baku dan penggunaan sumber daya tenaga kerja dan kapasitas
pabrik seperti mesin.
2.3 Elemen-elemen Biaya Produksi
Dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk,perusahaan manufaktur biasanya
mengeluarkan berbagai macam biaya.Biaya yang beraneka ragam tersebut dapat dikelompokan menjadi
3 golongan besar,yakni :bahan langsung,tenaga kerja langsung,dan overhead pabrik.
1. Bahan Langsung
Bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari produk jadi disebutbahan langsung.sebagai
contoh,bahan langsung dalam sebuah pabrik sepatu terdiri dari kulit,kain,benang,paku,dan lem. Bahan
langsug harus dibedakan daribahan tak langsung yang meliputi bahan-bahan perlengkapan pabrik
seperti minyak dan oli mesin,bahan bakar dan sebagainya.bahan tak langsung digunakan dalam proses

produksi,tetapi tidak menjadi bagian dari produk jadi.oleh karena itu,biaya bahan tak langsung menjadi
sukar untuk ditelusuri ke unit barang tertentu atau proses tertentu Itulah sebabnya, dalam akuntansi
untuk biyaya produksi, biaya bahan tak langsung diperlukan sebagai overhead pabrik.
Barang-barang yag dibeli perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi disebut bahan baku(raw
material).biasanya bahan baku digunakan dalam proses produksi,seperti halnya bahan langsung.pada
saat dibeli bahan tersebut didebet ke rekening pembelian bahan baku.akan tetapi jika bahan yang dibeli
tersebut akan digunakan sebagai bahan tak langsung,maka rekening yang digunakan adalah
perlengkapan pabrik.
2. Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses mengubah bahan menjadi produk jadi disebut tenaga
kerja langsung.tenaga kerja tak langsung digunakan dalam proses produksi tetapi tidak bias
dihubungkan atau diterapkan pada suatu produk tertentu.oleh karena itu tenaga kerja tak langsung
tidak dapat dengan mudah dihubungkan atau dibebankan pada unit atau proses tertentu. Contoh
tenaga kerja tak langsung adalah tenaga pengawas,tenaga pemeliharaan mesin,dan tenaga pembersih.
Rekening yang digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung dalam system akuntansi umum
disebut tenaa kerja langsung.Sedangkan biaya kerja tak langsung dicatat dalam satu atau beberapa
rekening tenaga kerja tak langsung.
3. Overhead Pabrik
Biaya-biaya produksi lain,selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung disebut overhead
pabrik.Biaya-biaya ini disebut juga biaya produksi tak langsung.Contoh biaya overhead pabrik adalah:
Contoh overhead pabrik
Tenaga kerja tak langsung

Biaya listrik pabrik

Bahan tak langsung :

Biaya gas pabrik

Bahan Pembersih

Depresiasi mesin dan peralatan

Bahan Pelumas (oil dll)

Amortisasi hak paten

Bahan bakar (solar dll)

Penghapusan alat-alat kerja kecil

Reparasi gedung dan peralatan pabrik

Asuransi tenaga kerja

Asuransi peralatan pabrik

Pajak penghasilan tenaga kerja

Pajak bangunan pabrik

Pabrik

2.4 Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)

Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu
periode. Biaya ini terdiri dari persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya pabrikasi
(manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya pabrikasi
adalah semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Tiga komponen biaya yang terdapat
dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Biaya
overhead adalah semua biaya pabrikasi (semua biaya yang terkait dengan proses produksi) yang bersifat
tidak langsung, termasuk biaya-biaya yang dibebankan pada persediaan dalam proses pada akhir
periode. Biaya overhead ini seringkali tidak dapat diatribusikan/dilekatkan pada masing-masing unit
produk yang dikerjakan secara spesifik. Karena biaya ini biasanya dinikmati bersama selama proses
produksi berlangsung. Dalam situasi tertentu dapat pula disebut sebagai biaya bersama (common cost).
Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung sering pula disebut sebagai biaya utama (prime
cost), yaitu biaya yang merupakan komponen utama dari produk yang dibuat dan dapat dengan mudah
diatribusikan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan atau dibuat. Biaya tenaga kerja langsung
dan biaya overhead sering pula disebut sebagai biaya konversi (conversion cost), yaitu biaya yang
dikeluarkan atau terjadi sehingga bahan baku dapat diubah menjadi produk jadi.
Kelompok biaya lain selain biaya produksi adalah biaya periode (period cost), yaitu biaya nonpabrikasi
yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Biaya ini
dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni beban penjualan atau pemasaran dan beban-beban
administratif. Klasifikasi biaya yang berbeda-beda ini dilakukan agar dapat mengukur kinerja atau
prestasi masing-masing bagian secara lebih fair. Kata lainnya adalah, alokasi yang tepat akan dapat
meningkatkan pertanggungjawaban masingmasing bagian. Sehingga sebuah beban, bisa jadi
teralokasikan ke dalam pos-pos yang berbeda walaupun jenisnya sama. Beban depresiasi komputer,
misalnya, bisa jadi merupakan kelompok biaya overhead, jika komputer tersebut berada di atau
dipergunakan untuk kegiatan oleh departemen produksi. Mungkin juga merupakan beban
pemasaran/penjualan jika komputer tersebut dimanfaatkan oleh bagian tersebut. Atau boleh jadi pula
beban depresiasi komputer tersebut merupakan kelompok beban adminstratif jika komputernya
digunakan oleh bagian kantor atau administrasi. Oleh karena itulah kita harus dapat mengklasifikasikan
setiap beban ke dalam kelompok biaya yang tepat karena berdasarkan laporan tersebut kinerja suatu
bagian/seseorang akan diukur.

1. Beban pokok produksi (Cost of Goods Manufactured)
Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai
(cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari
biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir
periode. Beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of
goods manufactured statement). Laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of
goods sold).
Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Seperti telah dijelaskan, siklus akuntansi meliputi tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran yang
terdiri dari:
a. Tahap pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2. Pencatatan dalam jurnal
3. Pemindahanbukuan ( posting ) ke buku besar
b. Tahap pengikhtisaran
4. Pembuatan neraca saldo
5. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyelesaian
6. Penyusunan laporan keuangan
7. Pembuatan jurnal penutup
8. Pembuatan neraca saldo penutup
9. Pembuatan jurnal balik

2 Bahan Baku (Raw Materials)
Pembelian bahan baku, seperti halnya perusahaan dagang, dicatat dalam buku pembelian (untuk
pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (untuk pembelian tunai). Pembayaran hutang yang
bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas. Di buku besar, pembelian bahan baku dicatat dalam
rekening pembelian dan rekening-rekening lain yang berhubungan, misalnya potongan pembelian serta
pembelian retur dan pengurangan harga. Pengeluaran bahan baku dari gudang untuk produksi tidak
dicatat.
Jadi, seperti dalam perusahaan dagang, perkiraan persediaan bahan baku hanya digunakan untuk
menampung ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode. Jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai
persediaan yang ada di awal dan akhir periode. Sementara itu, nilai persediaan ditentukan dengan
mengadakan penghitungan fisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan (awal dan akhir) dilakukan
terhadap rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.
.3 Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)
Pembayaran gaji kepada tenaga kerja langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam buku perlu
disediakan perkiraan tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada akhir periode dibuatkan jurnal
penyesuaian untuk upah yang masih belum saatnya dibayar. Pembebanan biaya buruh langsung
dilakukan dengan mambuat jurnal penutup ke rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.

4. Biaya Overhead Pabrik (Overhead)
Biaya ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya: bahan pembantu, tenga keja tidak langsung, gaji, listrik,
telepon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan perbaikan, asuransi, penyusutan bangunan pabrik,
penyusutan mesin-mesin pabrik, penyusutan kendaraan pabrik, penyusutan peralatan pabrik dan lainlain. Untuk tiap-tiap jenis biaya dapat dibuatkan rekening tersendiri di buku besar. Atau, kalau ingin
lebih sederhana, dalam buku besar hanya disediakan satu rekening saja yaitu biaya overhead pabrik
sebagai rekening induk (sesungguhnya). Rincian biaya overhead pabrik ke dalam tiap-tiap jenis biaya
dicatat dalam buku tambahan. Pembelian biaya overhead pabrik, misalnya pembelian bahan pembantu,
dicatat dalam buku pembelian. Pembayarannya, dicatat dalam buku pengeluaran kas. Pembebanan
biaya overhead pabrik ke dalam produksi dilakukan dengan membuat jurnal penutup atas rekening yang
bersangkutan. Rekening lawanya adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.
.5 Persediaan dalam Proses ( Work in Process Inventory )
Proses produksi adalah kegiatan yang berlangsung terus menerus. Sementara itu, akuntansi harus
melaporkan informasi keuangan secara berkala. Akibatnya, pada saat laporan keuangan harus dibuat,
terdapat kemungkinan adanya sebagian barang yang belum selesai diproses. Walaupun demikian, biaya
yang telah terjadi untuk barang itu, tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai persediaan
dalam proses. Untuk memperoleh beban pokok produksi barang yang telah selesai, biaya pabrik
ditambah dengan nilai persediaan dalam proses di awal periode dan dikurangi dengan nilai persediaan
dalam proses di akhir periode.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan kita selama menyusun dan mencari sumber referensi makalah ini bahwa:
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang dari bahan baku, bahan setengah
jadi ssampai dengan barang jadi yang siap untuk di jual.
Setiap perusahaan manufaktur harus menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan cara
BBB+BTKL+BOP.
Setiap data laporan keungan perusahaan manufaktur harus valid, akurat, dapat dipercaya dan ada
buktinya.
3.2 Saran

Proses penyelesaian makalah harus diselesaikan tepat waktu dan akurat, untuk itu agar penulis betulbetul lebih meiliki rasa tanggungjawab yang besar agar data tersebut dapat terselesaikan dengan baik.
Sebaiknya dalam suatu penyusunan makalah harus benar-benar jelas dan tidak membingungkan agar
pembaca dapat mengerti apa yang dituliskan oleh penulis.[6]

DAFTAR PUSTAKA
http://syahrulloh76.blogspot.com/2015/05/makalah-akuntansi-perusahaan-manufaktur.html?m=1

Judul: Makalah Pengantar Akuntansi Tentang : " Akuntansi Perusahaan Industri " Oleh : Nama : Tiara Fazila Prodi Manajemen

Oleh: Tiara Fazila


Ikuti kami