Makalah Penyesuaian Siklus Akuntansi

Oleh Nursidik B A R U Lagi

8 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Penyesuaian Siklus Akuntansi

MAKALAH
PENYESUAIAN SIKLUS AKUNTANSI

Dosen pembimbing
Wirmie ekaputra SE, M.si
Disusun oleh:
NURSIDIK PARMADI
NIM : C1B020064

UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MANAJEMEN
TAHUN AJARAN 2020/2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah swt, yang memberikan nikmat-Nya sehingga
penulis makalah dapat menyusun dan menyelesaikan makalah tentang
Penyesuaian siklus akuntansi ini, Shalawat dan salam kita kirimkan kepada
Nabi Muhammad saw, karena berkat beliaulah kita dapat merasakan pendidikan
seperti saat sekarang ini.
Dalam penulisan dan penyelesaian makalah ini penulis tidak terlepas dari
bantuan dan dorongan dari berbagai pihak Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada beliau dan terima kasih juga penulis ucapkan
kepada Semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian makalah ini.
Semoga Makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan juga bagi penulis.

i

DAFTAR ISI

Kata pengantar.......................................................................................................................i
Daftar isi..............................................................................................................ii
Bab 1 pendahuluan

1.1 Latar belakang............................................................................................................1
1.2 Rumusan masalah......................................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................................1
Bab 2 pembahasan

2.1 Pengertian jurnal penyesuaina...................................................................................2
2.2 Pembuatan Neraca dan perhitungan laba rugi dengan teknik neraca lajur.......................2
2.3 Jurnal penutup............................................................................................................9
2.4 Jurnal pembalik..........................................................................................................12
Bab 3 penutup

3.1 kesimpulan...................................................................................................................14
Daftar Pustaka..........................................................................................................................15

ii

iii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Sekilas balik mengenai jurnal, jurnal akuntansi adalah sebuah catatan yang tersusun secara
sistematis dan berdasarkan kronologis dari transaksi-transaksi finansial yang jumlah dan
keterangannya ringkas diantaranya waktu kejadian, keterangan transaksi serta debit dan
kredit, yang artinya adalah sumber pencatatan ke dalam jurnal yaitu bukti, serta pencatatan
transaksi dilakukan secara berurutan (kronologis) sesuai tanggal terjadinya transaksi.
Dalam sebuah sistematis artinya pencatatan yang dilakukan dengan mengikuti aturan
mendebit dan mengkredit akun. Namun Selain itu, setiap transaksi dicatat secara berpasangan
ke dalam debit dan kredit (double entry accounting), dan jumlah debit dengan jumlah kredit
harus sama/seimbang. Jurnal dapat juga disebut sebagai “book of original entry”.

1.2 Rumusan masalah


Apa pengertian jurnal penyesuain



Bagaimana pembuatan neraca dan perhitungan laba rugi dengan teknik neraca lajur



Bagaimana membuat jurnal penutup



Bagaimana membuat jurnal pembalik

1.2 Tujuan


Mengetahui pengertian jurnal penyesuain



Mengetahui cara pembuatan neraca dan perhitungan laba rugi dengan teknik neraca lajur



Mengetahui cara membuat jurnal penutup



Mengetahui cara membuat jurnal pembalik

1

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian jurnal penyesuaian
Di dalam suatu kegiatan akuntansi, ada sebuah jurnal yang bermanfaat untuk menetapkan
catatan akun pada buku besar di periode akhir, jurnal tersebut adalah jurnal yang
jurnal. Namun tak hanya itu, jurnal ini juga berfungsi untuk menghitung beban dan
pendapatan pada periode yang bermasalah.
Namun secara luas, pengertian dari jurnal (jurnal penyesuaian) itu sendiri merupakan jurnal
yang dibuat pada proses pencatatan perubahan saldo di akun yang pada akhirnya akan
mencerminkan saldo pada jumlah yang sebenarnya.
Namun Jurnal Penyesuaian dibuat di akhir periode akuntansi pendapatan yang dapat
dilaporkan pada saat dihasilkan, dan beban aktual pada saat kejadian. Lalu laporan yang
dihasilkan dapat memenuhi kualitas informasi akuntansi yang diperlukan oleh pihak pihak
yang berkepentingan.

2.2 Neraca dan laba rugi dengan teknik neraca lajur
Laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa
dikenal sebagai NERACA adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau
entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas
keuangan perusahaan tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar
dalam menghasilkan keputusan bisnis.
Struktur Neraca
Posisi neraca keuangan terdiri atas dua (2) pos yaitu aktiva (aset) dan pasiva.
Dua pos tersebut terdiri atas 3 unsur yang terdiri atas aset (aktiva), dan pada pos pasiva terdiri
atas kewajiban atau hutang (liabilitas), dan ekuitas atau modal (equity).

Ketiganya dihubungan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi berikut :
Aktiva = Utang + Modal

2

Informasi yang bisa disajikan didalam neraca diantaranya posisi atas sumber kekayaan
perusahaan dan sumber dari pembiayaan untuk mendapatkan/memperoleh kekayaan
perusahaan tersebut didalam suatu periode akuntansi. baik itu 3 bulan, 4 bulan atau tahunan.
Adapun beberapa tahapan langkah-langkah menyusun neraca lajur dalam akuntansi adalah
antara lain:
1. Membuat Format Neraca Lajur
Berikut format neraca lajur:

2. Isi Kolom No. Akun dan Nama akun Beserta Saldo Akunnya
Pada kolom No akun dan nama akun isikan dengan nomor akun dan nama akun yang tertera
pada neraca saldo. kemudian untuk kolom neraca saldo, isi dengan saldo saldo akun yang
tertera pada neraca saldo yang sudah di buat sebelumnya.
Contoh tabel dalam jutaan:

3

Cara pengisiannya:
Untuk yang baris jumlah itu di isi dengan jumlah debet dan kredit dari kolom neraca saldo,
jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, neraca, dan laporan laba rugi.
Untuk baris laba atau rugi itu adalah baris yang menunjukan nominal laba atau rugi dari
perusahaan. Dan yang terakhir baris total kolom neraca dan laba rugi di isi dengan total
jumlah dari kolom neraca dan laporan laba rugi.

3. Isi Kolom Jurnal Penyesuaian.
Untuk kolom jurnal penyesuaian isilah dengan nominal-nominal yang telah dicatat dijurnal
penyesuaian sebelumnya.
Contohnya seperti ini:

4

Untuk jurnal penyesuaian contoh diatas hanya menyesuaikan pemakaian perlengkapan,
penyusutan peralatan, dan penyusutan gedung, anda bisa masukan sesuai dengan jurnal
penyesuaian yang sudah di buat sebelumnya.

4. Mengisi Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Prosesnya adalah dengan mengurangi atau menjumlah atau di sebut dengan menselisihkan
tiap nominal akun yang ada pada kolom neraca saldo dengan akun yang ada pada kolom
jurnal penyesuaian. Jika pada kolom neraca sado saldo akun di debet dan pada kolom jurnal
penyesuaian ada saldo akun yang sama dengan nominal tertentu di sebelah kredit, maka
nominal akun yang ada pada jurnal penyesuaian dapat mengurangi nominal akun yang ada
pada neraca saldo.

5

5. Mengisi Kolom Neraca
Untuk mengisi kolom ini hanya memindahkan semua akun-akun neraca yang ada pada kolom
neraca saldo setelah disesuaikan. Akun neraca adalah semua akun rill atau akun yang bersifat
nyata.
Yang termasuk ke dalam akun neraca adalah semua akun kecuali akun beban dan akun
pendapatan.

6

Ketika anda mengisi baris jumlah pada kolom debet dan kredit yang ada pada kolom neraca,
biasanya terjadi perbedaan antara kolom debet dan kredit. Hal disebabkan karena ada sebuah
keuntungan atau kerugian pada perusahaan tersebut.
Jika pada kolom neraca jumlah kolom debetnya lebih besar dari pada kolom kreditnya maka
perusahaan tersebut artinya mendapat keuntungan, sebaliknya maka prusahaan mengalami
kerugian.

6. Mengisi Kolom Laporan Laba Rugi
Cara mengisi kolom ini ialah dengan memindahkan semua saldo akun nominal yang ada pada
kolom neraca saldo setelah penyesuaian ke kolom laporan laba rugi. pengisian ini merupakan
kebalikan dari pengisian klom neraca.

Akun nominal itu merupakan kebalikan dari akun rill, akun rilll bukan akun beban dan
pendapatan, justru akun nominal adalah semua akun pendapatan dan semua akun beban.
7

Baris laba atau rugi pada kolom laporan laba rugi nominalnya berada di sebelah debet.
Karena pada kolom laporan laba rugi ini jika perusahaan mengalami keuntungan maka akan
lebih besar jumlah kolom kredit dari pada debet pada kolom laporan laba rugi. Untuk
mengisi baris laba atau rugi anda tidak usah bingung. Krena baris tersebut hanya berisi selisih
antara debet dan kreditnya. Dan jumlah yang paling besarnya di simpan di baris total kolom
neraca dan laba rugi.

Tabel neraca lajur benar apabila jumlah nominal baris laba atau rugi pada kolom neraca dan
kolom laporan laba rugi nominalnya sama. Penempatan antara debet dan kreditnya berbeda
pada klom neraca di catat di sebelah kredit dan pada kolom laporan laba rugi dicatat di
sebelah debet.
Langka-langkah menyusun neraca lajur dalam akuntansi adalah:
1. Membuat Format Neraca Lajur
2. Isi Kolom No. Akun dan Nama akun Beserta Saldo Akunnya
3. Isi Kolom Jurnal Penyesuaian.
4. Mengisi Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
8

5. Mengisi Kolom Neraca
6. Mengisi Kolom Laporan Laba Rugi
2.2 Jurnal penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mentransfer
saldo dari akun sementara ke akun permanen. Perusahaan menggunakan Jurnal penutup untuk
mengatur ulang saldo akun sementara. Akun yang menunjukkan saldo selama periode
akuntansi tunggal menjadi nol.
Jumlah dalam satu periode akuntansi harus ditutup atau dibawa ke nol sehingga ini tidak akan
tercampur dengan periode berikutnya. Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan
memindahkan saldo-saldo ini ke dalam rekening permanen di neraca. Akun permanen ini
menunjukkan keuangan lama perusahaan.
Akun sementara adalah akun dalam buku besar yang digunakan untuk mengakumulasi
transaksi selama periode akuntansi tunggal. Saldo akun-akun ini pada akhirnya digunakan
untuk menyusun laporan laba rugi pada akhir tahun.
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang digunakan untuk menggambarkan kinerja
keuangan dan kegiatan perusahaan selama masa pembukuan satu tahun. Karena alasan inilah
baris tanggal dalam laporan laba rugi tahunan ditulis sebagai “Tahun berakhir.”
Akun sementara dalam buku besar terdiri dari akun laporan laba rugi seperti akun penjualan
atau pengeluaran. Ketika laporan laba rugi diterbitkan pada akhir tahun, saldo akun-akun ini
ditransfer ke ringkasan pendapatan, yang juga merupakan akun sementara.
Ringkasan pendapatan digunakan untuk mentransfer saldo akun sementara ke laba ditahan,
yang merupakan akun permanen di neraca. Ringkasan pendapatan adalah akun sementara
yang digunakan untuk membuat jurnal penutupan.
Semua akun sementara harus diatur ulang ke nol pada akhir periode akuntansi. Untuk
melakukan ini, saldo mereka dikosongkan ke dalam akun ringkasan pendapatan. Akun
ringkasan pendapatan kemudian mentransfer saldo bersih semua akun sementara ke laba
ditahan, yang merupakan akun permanen di neraca.
Akun permanen adalah akun yang menunjukkan posisi keuangan lama perusahaan. Akun
neraca adalah akun permanen. Akun-akun ini meneruskan saldo mereka selama beberapa
periode akuntansi.
Ada 4 langkah dalam pembuatan jurnal penutup berdasarkan laporan keuangan diatas, yaitu
sebagai berikut:
Langkah 1: Tutup semua akun pendapatan ke Ringkasan Penghasilan

9

Date 2019

Keterangan

Debit

31 Desember

Pendapatan Layanan

Rp9.850.000

Ringkasan Pendapatan

Kredit

Rp9.850.000

Dalam data yang diberikan, hanya ada 1 akun pendapatan, yaitu Pendapatan Layanan. Ia
memiliki saldo kredit Rp9.850.000. Untuk menutup itu, kami mendebit Pendapatan Layanan
untuk jumlah penuh dan Ringkasan Pendapatan kredit untuk hal yang sama.
Akun Ringkasan Penghasilan bersifat sementara. Ini digunakan untuk menutup pendapatan
dan pengeluaran. Seperti yang akan Anda lihat nanti, Ringkasan Penghasilan akhirnya
tertutup untuk modal.
Langkah 2: Tutup semua akun pengeluaran ke Ringkasan Penghasilan

Date 2019

Keterangan

Debit

31 Desember

Ringkasan pendapatan

Rp8.790.000

Kredit

Biaya sewa

Rp1.500.000

Biaya gaji

Rp3.500.000

Pajak dan lisensi

Rp370.000

Biaya utilitas

Rp1.800.000

Biaya persediaan layanan

Rp900.000

Biaya penyusutan

Rp720.000

Untuk menutup biaya, Anda harus mengkredit akun pengeluaran dan mendebit Ringkasan
Penghasilan. Sekarang untuk langkah selanjutnya, kita perlu mendapatkan saldo dari akun
10

Ringkasan Pendapatan. Pada langkah 1, kami mengkreditkannya sebesar Rp9.850.000 dan
mendebitnya pada langkah 2 sebesar Rp8.790.000. Kemudian akan memiliki saldo kredit
Rp1.060.000.
Perhatikan bahwa saldo akun Ringkasan Pendapatan sebenarnya adalah pendapatan bersih
untuk periode tersebut. Ingat bahwa penghasilan bersih sama dengan semua pendapatan
dikurangi semua biaya termasuk pengeluaran tidak terduga.
Langkah 3: Tutup Ringkasan Penghasilan ke akun modal yang sesuai
Saldo Ringkasan Penghasilan akhirnya ditutup ke akun modal.

Date 2019

Keterangan

Debit

31 Desember

Ringkasan pendapatan

Rp1.060.000

Modal pemilik

Kredit

Rp1.060.000

Langkah 4: Tutup penarikan ke akun modal
Catatan: Langkah ini hanya berlaku untuk kepemilikan perseorangan dan kemitraan.
Dalam kepemilikan perseorangan, akun penarikan dikelola untuk mencatat semua penarikan
yang dilakukan oleh pemilik. Dalam suatu kemitraan, akun penarikan dikelola untuk masingmasing mitra. Rekening penarikan ditutup untuk modal pada akhir periode akuntansi.
Contoh yang kami sajikan adalah bisnis kepemilikan tunggal. Penarikan modal dicatat dalam
Prive Pemilik. Untuk menutup akun penarikan ke akun modal, kami mengkredit rekening
penarikan dan mendebit rekening modal.

Date 2019

Keterangan

Debit

31 Desember

Modal pemilik

Rp7.000.000

Prive pemilik

Kredit

Rp7.000.000

Tujuan dari jurnal penutup adalah untuk menyiapkan akun sementara untuk periode akuntansi
berikutnya. Dengan kata lain, akun pendapatan dan pengeluaran “dimulai kembali”.

11

Setelah menyiapkan jurnal penutup di atas, Pendapatan Layanan sekarang akan menjadi nol.
Akun pengeluaran dan akun penarikan sekarang juga akan menjadi nol. Saldo akun-akun ini
telah diserap oleh akun modal Mr. Gray, Capital, yang sekarang memiliki saldo Rp7.260.000
(Rp13.200.000 saldo awal + Rp1.060.000 pada langkah 3 – Rp7.000 pada langkah 4).

2.4 jurnal pembalik

Ada banyak jenis jurnal yang disusun dalam pembukaan atau penutupan sebuah periode,
salah satunya adalah jurnal pembalik. jurnal ini akan disusun ketika memasuki awal periode.
Singkatnya, ini adalah jurnal yang harus dibukukan sebelum adanya transaksi di awal sebuah
periode.
Secara umum, fungsi dari jurnal ini adalah untuk penyesuaian yang terjadi pada semua akun
di dalam jurnal penyessuaian. Oleh karena itu, jurnal ini sangat penting untuk dibuat oleh
setiap perusahaan. Jadi, proses penggunaan rekening yang digunakan perusahaan tersebut
bisa tetap stabil hingga memasuki setiap periode berikutnya.
Apa Itu Jurnal Pembalik?
Secara umum, jurnal ini merupakan timbal balik dari adanya penyusunan jurnal penyesuaian.
Hanya saja, tidak semua jenis jurnal penyesuaian harus menggunakan laporan jurnal
pembalik ini.
Akun-Akun Yang Memerlukan Jurnal Pembalik
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwasanya tidak semua akun akan memerlukan
pembuatan jurnal ini. Namun, akun-akun yang membutuhkan jurnal pembalik, yaitu:
1. AJP (Ayat Jurnal Penyesuaian) Atas Beban
AJP yang berlaku untuk masalah hutang atau beban yang masih perlu untuk dilunasi atau
dibayarkan. Misalnya saja : beban bunga atau hutang bunga dari peminjaman ataupun hutang
untuk biaya upah tertentu.
2. AJP Atas Pendapatan
Ini merupakan jenis AJP yang berlaku untuk pendapatan yang masih bisa diterima atau
dibayarkan. Misalnya saja: sejumlah piutang bunga yang masih bisa diterima secara rutin.
3. AJP atas Biaya Yang Dibayarkan Dimuka
AJP ini pada awalnya akan tercatat sebagai sebuah beban piutang bukan tercatat sebagai
salah satu aset atau aktiva. Misalnya saja:
1. Pembiayaan terhadap asuransi yang harus dibayarkan di awal penggunaan.
12

2. Beban iklan yang tercatat sevagai biaya iklan.
3. Beban sewa yang sudah dilaporkan sebagai biaya sewa.
4. AJP Atas Pendapatan Yang Diterima Dimuka
Seperti poin nomor 3, ini adalah AJP yang sebelumnya dicatat sebagai sebuah penghasilan
bukan sebuah beban. Misalnya saja : Pendapatann sewa alias rent revenue menjadi unearned
rent revenue atau pendapatan yang sudah didapatkan pada awal sewa.
Fungsi Jurnal Pembalik
Untuk mengenali lebih dalam, berikut fungsi-fungsi dari jurnal pembalik, yaitu:
1. Memudahkan setiap pencatatan informasi terkait ayat jurnal penyesuaian yang
dilakukan di awal periode akutansi.
2. Memudahkan penyusunan jurnal yang akan dilakukan di periode berikutnya dan
menyederhanakan banyak jurnal yang akan dibuat tersebut.
3. Membantu dalam mengoreksi dan meminimalisir adanya kesalahan penulisan ayat
jurnal penyesuaian. Misalnya saja pencatatan ganda tentang nominal beban maupun
pendapatan di dalam sebuah periode akutansi.
Bagaimana Cara Penyusunan Yang Benar?
Menyusun jurnal pembalik bukanlah pekerjaan yang begitu rumit. secara sederhana kita
hanya perlu membalikkan posisi diantara kredit dan debet dalam sebuah akun di awal periode
akutansi.
Jadi, perbedaan nama akun-akun pada kedua jenis jurnal tersebut hanya terletak pada posisi
yang akan dibalik. Yakni akun yang sebelumnya berada di sebelah informasi debet pada
jurnal penyesuaian nantinya akan diletakakan pada bagian kredit di jurnal pembalik, dan
begitu juga sebaliknya.

BAB 3
PENUTUP

3.1 kesimpulan

13

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal penting dalam pencatatan akuntansi. Pada
dasarnya untuk pengelolaan akuntansi setiap jurnalnya tentu penting. Namun yang akan kita
bahas adalah bagaimana dan seperti apa pentingnya sebuah jurnal itu. Kali ini kita akan
membahas tentang pentingnya Jurnal Penyesuaian.
Tapi untuk mengetahui pentingnya maka kita harus batasi dulu yang dimaksud
dengan Jurnal Penyesuaian itu. Secara garis besar Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang
dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar
menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Dikenal juga
sebagai jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo rekening-rekening ke saldo yang
sebenarnya sampai dengan periode akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan
beban dari suatu periode dengan periode yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

14

https://www.harmony.co.id/blog/contoh-soal-jurnal-penyesuaian-untuk-perusahaan-jasadandagang#:~:text=Di%20dalam%20suatu%20kegiatan%20akuntansi,pendapatan
%20pada%20periode%20yang%20bersangkutan
http://nichonotes.blogspot.com/2015/02/neraca-pengertian-dan-contoh-neraca.html?m=1
https://akuntansiz.blogspot.com/2018/01/langkah-langkah-menyusun-neraca-lajur.html?
m=1
https://accurate.id/akuntansi/pengertian-jurnal-penutup/
https://cpssoft.com/blog/akuntansi/jurnal-pembalik/

15

Judul: Makalah Penyesuaian Siklus Akuntansi

Oleh: Nursidik B A R U Lagi


Ikuti kami