Tugas 1 Akuntansi Biaya

Oleh Aa Andre

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas 1 Akuntansi Biaya

1.

A. Kos prima
Bahan baku digunakan
Tenaga kerja langsung
Total

Rp. 500.000.000
Rp. 350.000.000
Rp. 850.000.000

B. Kos konversi
Bahan penolong digunakan
Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja tak langsung
Listrik pabrik
Penyusutan gedung pabrik
Pajak bumi dan bangunan gedung pabrik
Perawatan dan pemeliharaan gedung pabrik
Total

Rp. 50.000.000
Rp. 350.000.000
Rp. 150.000.000
Rp. 50.000.000
Rp. 35.000.000
Rp. 20.000.000
Rp. 15.000.000
Rp. 670.000.000

C.Kos produk
Bahan baku digunakan
Bahan penolong digunakan
Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja tak langsung
Listrik pabrik
Penyusutan gedung pabrik
Pajak bumi dan bangunan gedung pabrik
Perawatan dan pemeliharaan gedung pabrik
Total

Rp. 500.000.000
Rp. 50.000.000
Rp. 350.000.000
Rp. 150.000.000
Rp. 50.000.000
Rp. 35.000.000
Rp. 20.000.000
Rp. 15.000.000
Rp. 1.170.000.000

D .Kos periode
Biaya penjualan
Biaya administrasi
Total

Rp. 125.000.000
Rp. 50.000.000
Rp. 175.000.000

2. A. Metode Fifo
Persediaan (inventory)Per 1 Jan 2017 (awal = 200 Kg x Rp 100 )
Pembelian Bahan (raw material purchase) :
Tgl 12/1/2017
= 400 x Rp 120
= Rp 48.000
26/1/2017
= 400 x Rp 90
= Rp 36.000
31/1/2017
= 350 x Rp 110
= Rp 38.500

Rp 20. 000

Pembelian bersih (net purchase)

Rp 122.500

Harga perolehan Bahan siap pakai (raw material available to use)1.200 Kg
Persediaan Bahan per 31 Jan 2017
200 x Rp 100 = Rp 20.000
400 x Rp 120 = Rp 48.000

Rp 142.500

400 x Rp 90 = Rp 36.000
250 x Rp 110 = Rp 27.500
Rp 131.500
Harga perolehan bahan yang dipakai (raw material used)

Rp

11.000

B. Metode Lifo
Persediaan (inventory)Per 1 Jan 2017 (awal = 200 Kg x Rp 100 )
Pembelian Bahan (raw material purchase) :
Tgl 12/1/2017
= 400 x Rp 120
= Rp 48.000
26/1/2017
= 400 x Rp 90
= Rp 36.000
31/1/2017
= 350 x Rp 110
= Rp 38.500

Rp 20. 000

Pembelian bersih (net purchase)

Rp 122.500

Harga perolehan Bahan siap pakai (raw material available to use)1.200 Kg
Persediaan Bahan per 31 Januari 2017
350 x Rp 110 = Rp 38.500
400 x Rp 90 = Rp 36.000
400 x Rp 120 = Rp 48.000
120 x Rp 100 = Rp 12.000

Rp 142.500

Rp 134.500
Harga perolehan bahan baku yang dipakai 750 kg
C. Metode Average
Persediaan bahan per 1 jan 2017
pembelian bahan per 12/1/2017
Pembelian bahan per 26/1/2017
Pembelian bahan per 31/1/2017

=
=
=
=

200 Kg x Rp 100
400 Kg x Rp 120
400 Kg x Rp 90
350 Kg x Rp 110

Persediaan bahan per 31 jan 2017 =1200 x Rp 118.7
Harga perolehan bahan yang dipakai 100 kg

3.

Rp
=
=
=
=

Rp 20.000
Rp 48.000
Rp 36.000
Rp 38.500
Rp 142.500

=

Rp 142.428
Rp 118.7

A. Langsung !
Tarif alokasi Departemen A = Rp 100.000.000 : 250 pekerja = Rp.400.000 pekerja
Alokasi ke Departemen 1 = 60 x Rp 400.000 = Rp. 24.000.000
Alokasi ke Departemen 2 = 190 x Rp 400.000 = Rp. 76.000.000
Tarif alokasi Departemen B = Rp 50.000.000 : 8.000 m2 = Rp.6250 per m2
Alokasi ke Departemen 1 = 5.000 x Rp.6250 = Rp.31.250.000
Alokasi ke Departemen 2 = 3.000 x Rp.6250 = Rp.18.750.000
Tarif overhead pabrik di Departemen A =
Rp 346.000.000 + Rp 24.000.000 + Rp 31.250.000

= Rp 370.000.893 per JKL

8.000

35.000 JKL
Tarif overhead pabrik di Departemen B =
Rp 368.000.000 + Rp 76.000.000 + Rp 18.750.000

= Rp 444.000.188 per JKL

100.000 JKL
B. Bertahap dengan asumsi departemen pembantu 1 memberi layanan atau dukungan ke
departemen pembantu 2 !
Tarif alokasi Departemen 1 = Rp.100.000.000 : 270 pekerja = Rp.370.370,37 pekerja
Alokasi ke Departemen 2 = 28 x Rp.370.370,37 = Rp.10.370.370,4
Alokasi ke Departemen A = 60 x Rp.10.370.370,4 = Rp.622.222.224
Alokasi ke Departemen B = 190 x Rp.10.370.370,4 = Rp.1.970.370.376
Tarif alokasi Departemen 2 = Rp.50.000.000 + Rp.1.970.370.376 : 8.000 m2
= Rp. 252.546,342 per m2
Alokasi ke Departemen A = 60 x Rp.252.546,342 = Rp.15.152.780.5
Alokasi ke Departemen B = 190 x Rp.252.546,342 = Rp.47.983.804.980
Tarif overhead pabrik Departemen A =
Rp. 346.000.000 + Rp.622.222.224 + Rp. 15.152.780,5 = Rp.28.096,4287 per JKL
35.000 JKL
Tarif overhead pabrik Departemen B =
Rp. 368.000.000 + Rp.1.970.370.376+ Rp.47.983.804.980 = Rp.503.221,754per JKL
100.000 JKL
C. Metode aljabar !
1 => 2 = 28/270 = 0,1 => 0,1 1
2 => 1 = 20 / 8.500 = 0,0023 2
1 = a + 0,0023 2 => 1 = 100.000.000 + 0,0023 2
2 = a + 0,1 1 => 2 = 50.000.000 + 0,1 1
1 = 100.000.000 + 0,0023(50.000.000 + 0,1 1)
= 100.000.000 + 115..000 + 0,01 1
1 – 0,1 1 = 100.115.000
0,1 1 = 100.115.000
1 = 100.115.000 / 0,1
1 = 10.011.500
2 = 50.000.000 + 0,1(10.011.500)
2 = 51.001.150
Tarif alokasi overhead Departemen 1 = 10.011.500/ 270 = Rp.370.796 per pekerja
Alokasi ke Departemen 2
= 28 x Rp.370.796 = Rp.10.382.288
Alokasi ke Departemen A
= 60 x Rp.370.796 = Rp.22.247.760

Alokasi ke Departemen B

= 190 x Rp.370.796 = Rp.70.451.240

Tarif alokasi overhead Departemen 2 = 51.001.150 / 8.500 m2 = Rp6.000,13 per m2
Alokasi ke Departemen 1
= 20 x 6.000,13 = Rp. 12.000,260
Alokasi ke Departemen A
= 60 x 6.000,13= Rp.36.000.780
Alokasi ke Departemen B
= 190 x 6.000,13= Rp.114.002.470
Tarif overhead pabrik Departemen A =
Rp.346.000.000 + Rp.22.247.760+ Rp.36.000.780

= Rp.368.248.789 per JKL

35.000 JKL
Tarif overhead pabrik Departemen B =
Rp. 368. 000.000 + Rp.70.451.240 + Rp.114.002.470
100.000 JKL

= Rp.438.452.380 per JKL

Judul: Tugas 1 Akuntansi Biaya

Oleh: Aa Andre


Ikuti kami