Makalah Akuntansi Syariah Materi 4

Oleh Nisriinaa Faihaa Farhha Azwar

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Syariah Materi 4

MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH
“SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH”

DOSEN PENGAMPU:
Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si

DISUSUN OLEH:
NISRIINAA FAIHAA FARHHA AZWAR
C1C018109
R09 AKUNTANSI

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2021

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Sejarah dan Pemikiran
Akuntansi Syariah” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini
adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Syariah. Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan tentang Akuntansi Syariah bagi para pembaca dan juga
bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si, dosen
mata kuliah Akuntansi Syariah yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan
makalah ini.

Jambi, 10 Maret 2021

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sejarah dan pemikiran akuntansi syariah tidak dapat dilepaskan dari perkembangan
perkonomian Islam, termasuk nilai-nilai yang sesuai dengan Islam. Sedangkan di sisi lain,
akuntansi syariah sebagai cabang dari ilmu akuntansi yang merupkan ilmu pengetahuan tentu
harus melampaui proses dan tahapan tertentu. Telah disebut sebutkan bahwa akuntansi
sebagai bagian dari ilmu sosial memungkinkan terjadinya pengulangan diberbagai
masyarakat sehingga keterlibatan akuntansi syariah dalam perkembangan akuntansi
konvensional ataupun sebaliknya masih diperdebatkan hingga saat ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Jelaskan bagaimana perkembangan awal akuntansi!
2. Jelaskan sejarah akuntansi!
3. Jelaskan bagaimana perkembangan akuntansi syariah!
4. Jelaskan prosedur dan istilah yang digunakan!
5. Jelaskan hubungan antara akuntansi modern dan akuntansi syariah!
1.3 TUJUAN
1. Dapat menjelaskan bagaimana perkembangan awal akuntansi
2. Dapat menjelaskan sejarah akuntansi
3. Dapat menjelaskan bagaimana perkembangan akuntansi syariah
4. Dapat menjelaskan prosedur dan istilah yang digunakan
5. Dapat menjelaskan hubungan antara akuntansi modern dan akuntansi syariah

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PERKEMBANGAN ILMU AKUNTANSI
Penelitian akan sejarah akuntansi semakin menarik dan berkembang. Banyak para
peneliti mempublikasikan temuan-temuan mereka tentang sejarah perkembangan akuntansi
selama beberapa periode yang kemudian dimuat di dalam jurnal-jurnal diantaranya The
Accounting Historian Journal khususnya jurnal publikasi ilmiah dari The Academy of
Accounting Historian. Mengenal sejarah akuntansi berarti menuntun kita untuk mengetahui
apa yang terjadi di masa lalu dan dengan pengetahuan ini diharapkan kita akan mampu
memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan. Mempelajari sejarah akuntansi kita harus
dapat membedakan antara tiga hal, yaitu:
1. Sejarah lahirnya akuntansi itu dalam kehidupan manusia
2. Sistem pencatatan akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan sistem
pembukuan yang sekarang dikenal dengan sistem pencatatan berpasangan
3. Sejarah perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri, sejak ia merupakan satu bidang
ilmu akuntansi umum kemudian berkembang menjadi berbagai subbidang yang sudah
dikenal saat ini seperti Akuntansi
2.2 SEJARAH AKUNTANSI
Akuntansi merupakan salah satu bentuk profesi tertua. Dari sejak jaman pra sejarah,
setiap keluarga memiliki perhitungan tersendiri untuk mencatat makanan dan pakaian yang
harus mereka persiapkan dan mereka gunakan pada saatmusim dingin. Ketika masyarakat
mulai mengenal adanya “perdagangan”, maka pada saat yang sama mereka telah mengenal
konsep nilai (value) dan mulai mengenal sistem moneter (monetary system). Bukti tentang
pencatatan (book keeping) tersebut dapat ditemukan dari mulai kerajaan Babylonia (4500
SM), Firaun Mesir dan kode-kode Hammurabi (2250 SM), sebagaimana ditemukan adanya
kepingan pencatatan akuntansi di Ebla, Syria Utara.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PERKEMBANGAN AWAL AKUNTANSI
Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti, yaitu bagian dari ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan yang bersifat
memiliki kebenaran absolut. Sebagian bagian dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat
akumulatif maka setiap penemuan metode batru dalam akuntansi akan menambah dan
memperkaya ilmu akuntansi tersebut. Pemikir akuntansi pada awal perkembangannya yaitu
seorang ahli matematika seperti Luca Paciolli dan Musa Al-Kawarizmy. Penemuan metode
baru dalam akuntansi mengalami penyesuaian dengan kondisi setempat, sehingga dalam
perkembangan selanjutnya, ilmu akuntansi lebih enderung menjadi bagian dari ilmu sosial.
Perkembangan akuntansi dengan domain “arithmatic quality”-nya, ditopang dengan
ilmu lain seperti arithmatic, algebra, mathematics, dan algorithm pada abad ke-9 M. Ilmu ini
lebih dahulu berkembang sebelum perkembangan bahasa. Ilmu penting ini ternyata
dikembangkan oleh filsuf Islam yang terkenal yaitu Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq Al-Kindi
yang lahir pada tahun 809 M. Al-Khawarizmy lahir tahun 780 M mengenalkan sistem nomor,
desimal, dan angka “0” (zero, sifr, kosong, nol) seperti yang kita pakai sekarang atau yang
disebut dengan angka arab dan sudah dikenal sejak 830 M.
Akuntansi dalam Islam merupakan alat untuk melaksanakan perintah Allah SWT.
(dalam QS. Al-Baqarah: 282) untuk melakukan pencatatan dalam melakukan transaksi usaha
Titik akuntansi adalah keperluan terhadap suatu sistem pencatatan tentang hak dan kewajiban
sehingga menjadi pelaporan yang terpadu dan komprehensif Islam memandang akuntansi
tidak hanya sekedar ilmu yang bebas nilai untuk melakukan pencatatan dan pelaporan saja
tetapi juga sebagai alat untuk menjalankan nilai-nilai Islam sesuai ketentuan Syariah.
Akuntansi yang kita kenal sekarang di klaim berkembang dari peradaban barat padahal
apabila dilihat secara mendalam dari proses lahir dan perkembangannya, terlihat jelas
pengaruh keadaan masyarakat atau peradaban sebelumnya baik Yunani maupun Arab Islam.
Sebenarnya, sudah banyak akuntan yang mengakui keberadaan akuntansi Islam. Oleh
karena aljabar pada awalnya ditemukan oleh ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam,
Maka sangat logis jika ilmu akuntansi juga telah berkembang pesat di zaman itu paling tidak
menjadi dasar perkembangannya.

3. 2 SEJARAH AKUNTANSI
Akuntansi merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Dari sejak zaman prasejarah
sampai dengan ketika masyarakat mulai mengenal adanya “perdagangan”, maka pada saat
yang sama mereka telah mengenal konsep nilai dan mulai mengenal sistem moneter. Bukti
pencatatan tersebut ditemukan sejak zaman kerajaan Babilonia (4500 SM), Firaun Mesir, dan
kode-kode Hammurabi (2250 SM), sebagaimana ditemukan adanya kepingan pencatatan
akuntansi di Ebla, Syria Utara.
Saat ini kita mengenal Luca Paciolli sebagai Bapak

Akuntansi Modern. Yang

merupakan seorang ilmuwan dan pengajar dibeberapa universitas yang dianggap menemukan
persamaan akuntansi untuk pertama kali pada tahun 1494 dengan bukunya: Summa de
Arithmetica Geometria et Proportionalita (A Review of Arithmetic, Geometry and
Proportions). Dalam buku ini, ia memberikan penjelasan mengenai double entry boook
keeping sebagai dasar perhitungan akuntansi modern, bahkan juga hampir seluruh kegiata
rutin akuntansi yang kita kenal sekarang seperti penggunaan jurnal, buku besar dan
memorandum.
Sebenarnya, Luca Paciolli bukanlah orang yang menemukan double entry book keeping
system, mengingat sistem tersebut telah dilalukan sejak adanya perdagangan antara Timur
Tengah dan Kawasan Mediterania. Bahkan, pada tahun 1340 Bendahara kota Massri telah
melakukan pencatatan dalam bentuk double entry. Hal ini diakui oleh Luca Paciolli bahwa
apa yang dituliskannya berdasarkanapa yang telah terjadi di Venice sejak satu abad
sebelumnya. Menurut Peragallo, orang yang menuliskan double entry pertamakali adalah
seorang pedagang bernama Benedetto Cotrugli dalam buku Della Mercatua e del Mercate
perfetto pada tahun 1458 namun baru diterbitan pada tahun 1573.
Menurut Vernon Kam (1990), ilmu akuntansi diperkenalkan pada zaman Feodalisme
Barat. Namun, setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang
membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan ini sudah dikenal akuntansi. Perlu diingat
bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke-9 M berati bahwa
ilmu matematika yang ditulis Luca Paciolli pada tahun 1491 bukan hal yang baru lagi karena
sudah dikenal islam 600 tahun sebelumnya. Dalam buku “Accounting Theory”, Vernon Kam
(1990) menulis:
“menurut sejarahnya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul
di Italia pada abad ke-13. Itulah catatan paling tua yang kita miliki mengenai sistem

akuntansi “double entry” sejak akhir abad ke-13 itu. namun adalah mungkin sistem
double entry sudah ada sebelumnya”.
Hendriksen, dalam buku Accounting Theory menulis:
“...the introduction of Arabic Numerical greatly facilitated the growth of
accouinting.” (penemuan angka Arab sangat membantu perkembangan akuntansi).
Majunya peradaban sosial budaya masyarakat Arab waktu itu tidak hanya pada aspek
ekonomi atau perdagangan saja, tetapi juga pada proses transformasi ilmu pengetahuan yang
berjalan dengan baik. Selain Al-Jabr dan Al khawarizmi (logaritma), masih ada cabang ilmu
lain juga telah berkembang seperti ilmu kedokteran dari ibnu Sina (Avicenna), kimia yang
menjadi karya besar Ibnu Rusyd (averos), ilmu ekonomi (Ibnu Khaldun), dan lain-lain. Jadi
dapat dikatakan bahwa pada masa itu Islam telah menciptakan ilmu murni atau pure science
(aljabar, ilmu ukur, fisika, kimia) dan juga ilmu terapan atau applied science ( kedokteran,
astronomi, dan sebagainya) .
Menurut Littleton (Boydoun, 1959) perkembangan akuntansi di suatu lokasi tidak
hanya disebabkan oleh masyarakat di lokasi itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh
perkembangan pada saat atau periode waktu tersebut dan dari masyarakat lainnya. Mengingat
bahwa pacioli sendiri telah mengakui bahwa akuntansi telah dilakukan 1 abad sebelumnya
dan Venice telah menjadi salah satu pusat perdagangan terbuka Maka sangat besar
kemungkinan bahwa telah terjadi pertukaran informasi dengan para pedagang muslim yang
telah mengembangkan hasil pemikiran dari ilmuwan muslim. lieden (boydoun,

1968),

menyatakan bahwa para pemikir di Italia memiliki pengetahuan tentang bisnis yang baik
disebabkan hubungannya dengan rekan bisnis muslimnya. Bahkan have 1976 mengatakan
bahwa meminjam konsep double entry dari Arab.
Para ilmuwan muslim sendiri telah memberikan kontribusi yang besar, terutama adanya
penemuan angka nol dan konsep perhitungan desimal. Bahwa orang-orang Eropa mengerti
aljabar dengan menerjemahkan tulisan dari bangsa Arab tidak mustahil bahwa merekalah
yang pertama kali melakukan praktik bookkeeping (Heaps dalam Napier 2007). para pemikir
Islam yang dilaksanakan antara lain: Al-Kashandy, Jabir Ibnu Hayyan, Ar-Razy, Al-Bucasis,
Al-Kindy, Al-Khawarizmy, Avicenna, Abu Bacer, dan Al Mazendarany.
Selain dari bangsa Eropa yang belajar ke Timur Tengah pedagang-pedagang muslim
pun tak kalah andil nya di dalam mensiarkan ilmu pengetahuan. Ini dimungkinkan,

mengingat kekuasaan Islam saat itu telah menyebar hampir ke separuh daratan Eropa dan
Afrika dari jazirah Arab meluas ke Bizantium, Mesir, Suriah, Palestina, Irak berlanjut ke
Spanyol dengan penyerbuan pasukan yang dikomandani Panglima Jabal Thariq, ke Italia dan
daerah-daerah Asia timur hingga ke perbatasan China.
Terjadinya proses transformasi ilmu pengetahuan tadi, juga dimungkinkan mengingat
Alquran yang menyuruh kan semua orang-orang untuk berdakwah kota-kota yang berada di
wilayah kekuasaan Islam tersebut seperti Kairo Alexandria, Damsyik, Baghdad merupakan
pusat perdagangan internasional yang cukup pesat dan ramai. Melalui perdagangan inilah
kebudayaan dan teknologi muslim tersebar di Eropa Barat, Amalfi, Venice, Pisa dan Genoa
merupakan pelabuhan utama dan terpenting yang menghubungkan perdagangan dari
pelabuhan pedagang muslim di Afrika Utara dan laut tengah bagian timur ke kota-kota
Kristen seperti Barcelona, Konstantinopel dan Acre.
Apa yang dilakukan oleh Luca pacioli memiliki kemiripan dengan apa yang telah
disusun oleh pemikir muslim pada abad ke-8 sampai 10 Masehi. Kemiripan tersebut antara
lain (Siswantoro, 2003) adalah sebagai berikut
Tahun

Luca Paciolli

Islam

In the Name of God

Bismillah (dengan nama Allah)

Client

Mawla

Cheque

Sakk

Separate Sheet

Waraka khidma

Closing Book

Yutbak

622 M

Journal

Jaridah

750 M

Receivable – Subsidiary Ledger

Al-awraj

750 M

General Journal

Daftar al-yawmiah

750 M

Journal Voucher

Ash-shadad

Abad 8 M

Collectible Debt

Arra’ej menal mal

Uncollectible Debt

Munkaser menal mal

Doubful, difficult, complicated debt

Al-mutaakhher wal mutahyyer

Auditing

Hisab

Chart of acoount

Sabh Al asha

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Akuntansi telah mengalami metamorfosa yang panjang untuk menjadi bentuknya yang
modern seperti sekarang ini. Bagaimanapun juga, tidak ada catatan yang dapat digunakan
untuk menunjuk langsung kapan akuntansi mulai dipraktikkan. Namun bisa diperkirakan
bahwa akuntansi telah dipergunakan sejak jaman pra masehi. Di masa peradaban manusia
cukup maju, maka tentunya pencatatan, peringkasan, pelaporan telah menjadi bagian dari
proses transaksi. Hilangnya periode peradaban Islam dalam runtutan sejarah perkembangan
lmu pengetahuan versi Barat di atas, baik secara disengaja maupun tidak disengaja, seolah
berusaha menutupi sumbangan Islam atas perkembangan ilmu pengetahuan di kalangan
Barat. Padahal tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kemajuan negara-negara barat saat ini,
tidak bisa lepas dari sumbangan pemikiran dari sarjana-sarjana muslim, yang hidup jauh
sebelum Barat mencapai puncak kejayaannya sekarang ini.

Daftar Pustaka
Dr. Muammar Khaddafi., SE., M.Si, Dkk (2016). Akuntansi Syariah. Madenatera:
Medan
Sri Nurhayati dan Wasilah (2019) Akuntansi Syariah di Indonesia. Salemba Empat:
Jakarta

Judul: Makalah Akuntansi Syariah Materi 4

Oleh: Nisriinaa Faihaa Farhha Azwar


Ikuti kami