Bab 1 : Pengertian Teori Akuntansi

Oleh Andra Kurnia

7 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Bab 1 : Pengertian Teori Akuntansi

BAB 1 : PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI
Pengertian Teori Akuntansi
Teori akuntansi menjelaskan mengapa praktik akuntansi berjalan seperti yang
diamati sekarang. Praktik akuntansi yang nyatanya berjalan di suatu negara belum
tentu merefleksi pilihan terbaik ditinjau secara konseptual dan ideal serta dari tujuan
yang ingin dicapai. Teori akuntansi membahas perlakuan-perlakuan dan model-model
alternatif yang dapat menjadi jawaban atau masalah-masalah yang dihadapi dalam
praktik.
Arti Penting Teori Akuntansi
Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik. Pemahamannya oleh
praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorong pengembangan serta perbaikan
menuju praktik yang sehat. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan
masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar yang secara etis dan ilmiah
dapat dipertanggungjawabkan.
Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu
teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkn atas dasar
penalaran (couses and reasons). Dari argumen-argumen tersebut dapat dikatakan
bahwa teori akuntansi merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan
memajukan praktik akuntansi.
Pengembangan Akuntansi
Seperangkat pengetahuan akuntansi dapat dipandang dari dua sisi pengertian
yaitu sebagai pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikkan di dunia nyata dan
sekaligus sebagai suatu disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Dari
segi profesi, akuntansi sering dipandang semata-mata sebagai serangkaian prosedur ,
metoda, dan teknik tanpa memperhatikan teori dibalik praktik tersebut.

Di lain pihak, sebagai objek pengetahuan di perguruan tinggi, akademisi
memandang akuntansi sebagai dua bidang kajian yaitu bidang praktik dan teori.
Bidang praktik berkepentingan dengan masalah bagaimana praktik dijalankan sesuai
dengan PABU. Bidang teori berkepentingan dengan penjelasan, deskripsi dan
argumen yang dianggap melandasi praktik akuntansi yang semuanya dicakup dalam
suatu pengtahuan yang disebut teori akuntansi.
Pengetahuan teknis akuntansi tetap merupakan pengethuan dasar yang
diajarkan kepada dan harus dikuasai oleh peserta didik di perguruan tinggi.
Peran Riset Akuntansi
Dalam dua dasawarsa terakhir, ada kecendurungan bahwa akademis berusaha
lebih jauh untuk membawa akuntansi menjadi suatu ilmu pengetahuan ilmiah atau
sains yang makin menjauhkan antara dunia praktik dan dunia akademik. Penempatan
akuntansi sebagai sains membawa konsekuensi bahwa teori akuntansi harus bebas
dari pertimbangan nilai dan bersifat deskriptif.
Praktik akuntansi akan mengalami perkembangan yang pesat dan memuaskan
apabila terjadi interaksi yang baik antara ketiga aspek diatas. Aliran yang berlawanan
dengan arah jarum jam (aliran luar) menunjukkan kontribusi riset terhadap
pengajaran/pendidikan yang pada gilirannya pengajaran menambah pengetahuan
profesional untuk meningkatkan kualitas praktik. Aliran panah searah jarum jam
(aliran dalam) menunjukkan kemampuan pengajar untuk mengevaluasi apa yang
nyatanya dipraktikkan dan apa yang secara normatif atau ideal harus dipraktikkan
sehingga timbul gagasan-gagasan baru untuk pengembangan praktik.
Pengertian Akuntansi
Teori akuntansi sangat erat kaitannya dengan akuntansi keuangan bahkan teori
akuntansi dijumpai khususnya dalam konteks akuntansi keuangan. Pengertian teori
akuntansi sangat bergantung pada pengertian atau pendefinisian akuntansi sebagai

suatu bidang pengetahuan. Artinya, kedudukan akuntansi dalam tatanan (taksonomi)
pengetahuan juga akan menentukan pengertian dan lingkup teori akuntansi.
Dalam arti sempit sebagai proses, fungsi atau praktik, akuntansi dapat
didefinisikan sebagai : proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran,
pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan, dan penyajian data keuangan dasar
(bahan olah akuntansi) yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau
kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan
informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan.
Seni, Sains atau Teknologi
Pada awal perkembangannya, akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan
(art) karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi
harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjaka magang pada praktisi.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengetahuan dan keterampilan akuntansi dapat
didefinisikan dengan jelas sehingga membentuk seperangkat pengetahuan utuh yang
dapat diajarkan melalui institusi pendidikan.
Bila akuntansi dipandang sebagai sains, akuntansi akan banyak membahas
gejala akuntansi seperti mengapa perusahaan memilih metoda akuntansi tertentu,
factor-faktor apa yang mendorong manajemen memanipulasi laba, dan apakah
partisipasi dalam penyusunan anggaran mempengaruhi kinerja manajer divisi.
Sudibyo menegaskan bahwa dengan mengenali karakteristik akuntansi,
seperangkat pengetahuan akuntansi sebenarnya lebih merupakan suatu teknologi
(paling tidak teknologi lunak) dan oleh karenanya harus dikembangkan sesuai dengan
sifat teknologi tersebut agar lebih bermanfaat dan mempunyai pengaruh nyata dalam
kehidupan sosial tertentu. Teknologi digunakan untuk mengendalikan variabelvariabel alam dan sosial untuk mencapai kehidupan tertentu yang lebih baik.

Perekayasaan Pelaporan Keuangan
Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan
pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori,
pengetahuan yang tersedia , konsep, metoda, teknik, serta pendekatan untuk
menghasilkan suatu produk (konkret atau konseptual).
Dalam

perekayasaan

pelaporan

keuangan,

akuntansi

memanfaatkan

pengetahuan dan sains dari berbagai disiplin ilmu. Tujuan akuntansi akan menjadi
kekuatan pengaruh dalam merekayasa akuntansi karena tujuan tersebut akan
digunakan untuk mengevaluasi kebermanfaatan dan keefektifan produk yang
dihasilkan.
Teori Akuntansi Sebagai Sains
Teori akuntansi akan merupakan seperangkat hipotesis-hipotesis yang bersifat
deskriptif sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metoda ilmiah tertentu. Teori
akuntansi sebagai sains inilah yang disebut dengan teori akuntansi positif.
Karena teori akuntansi disetarakan dengan sains, apa yang dibahas dan
dihasilkan oleh teori ini harus memenuhi kriteria sains yaitu bebas nilai (tidak untuk
mencapai tujuan social atau ekonomik tertentu), koheren, universal, dan dapat
diuji/diverifikasi secara empiris.
Teori Akuntansi Sebagai Penalaran Modis
Teori dapat pula diartikan sebagai suatu penalaran logis yang melandasi
praktik (berupa tindakan, kebiajakan atau peraturan) dalam kehidupan nyata.
Bila diterapkan untuk akuntansi, teori akuntansi sering dimaksudkan sebagai
suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alas an tentang perlakuan
akuntansi tertentu (baik menurut standar akuntansi atau menurut tradisi) dan tentang
struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu.

Aspek Sasaran Teori
Aspek sasaran ini mendasari perbedaan teori akuntansi menjadi teori
akuntansi positif dan normatif.
Penjelasan positif berisi pernyataan tentang sesuatu (kejadian, tindakan atau
perbuatan). Penjelasan positif diarahkan untuk member jawaban apakah sesuatu itu
benar atau salah atas dasar criteria ilmiah. Penjelasan normatif berisi pernyataan dan
penalaran untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk atau relevan atau tak
relevan dalam kaitannya dengan kebijakan ekonomik atau sosial tertentu. Penjelasan
normative diarahkan untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga
bersifat pembuatan kebijakan.
Teori Akuntansi Semantik
Teori

akuntansi

semantik

menekankan

pembahasan

pada

masalah

penyimbolan dunia nyata atau realitas ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi
(elemen statemen keuangan) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan fisis
perusahaan tanpa harus secara langsung menyaksikan kegiatan tersebut.
Teori Akuntansi Sintaktik
Teori akuntansi sintaktik adalah teori yang berorientasi untuk membahas
masalah-masalah tentang bagaimana kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah
disimbolkan secara semantik dalam elemen-elemen keuangan dapat diwujudkan
dalam bentuk statemen keuangan.
Teori Akuntansi Pragmatik

Teori ini memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap
perubahan perilaku pemakai laporan. Teori ini membahas reaksi pihak yang dituju
oleh informasi akuntansi.
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu
pernyataan umum yang disepakati ke pernyataan khusus sebagai simpulan.
Penalaran Induktif
Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran ini
berawal dari suatu pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan
pernyataan umum yang merupakan generalisasi dari keadaan khusus tersebut.
Verifikasi Teori Akuntansi
Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori
valid atau tidak. Pendekatan untuk mengevaluasi validitas teori bergantung pada
sasaran dan tataran teori yang diverifikasi.
Rangkuman
Praktik akuntansi dalam suatu negara harus selalu berkembang untuk
memenuhi tuntutan perkembangan dunia bisnis. Teori akuntansi membahas berbagai
masalah konseptual dan ideal yang ada dibalik praktik akuntansi. Teori akuntansi
mempunyai peran penting dalam pengembangan akuntansi yang sehat.
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang
pengertian akuntansi sebagai suatu disiplin pengetahuan.
Berbagai aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji validitasnya secara
tepat atas dasar penalaran logi, bukti empiris, daya prediksi dan standar nilai yang
telah disepakati.

Judul: Bab 1 : Pengertian Teori Akuntansi

Oleh: Andra Kurnia


Ikuti kami