Akuntansi Keperilakuan " Ilmu Keperilakuan Dalam Perspektif Akuntansi" Oleh: Santha Carlina Saragih...

Oleh Santha Carlina

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keperilakuan " Ilmu Keperilakuan Dalam Perspektif Akuntansi" Oleh: Santha Carlina Saragih C1c018167

AKUNTANSI KEPERILAKUAN
" ilmu keperilakuan dalam perspektif akuntansi"

OLEH:
SANTHA CARLINA SARAGIH C1C018167

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sebagai pencipta atas segala kehidupan
yang senantiasa memberikan rahmat sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih dengan hati yang tulus
kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini semoga Tuhan
senantiasa membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna
perbaikan di masa yang akan datang. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak.

Jambi,19 september 2020

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Beberapa riset akuntansi mulai mencoba menghubungkan dan menganggap penting untuk
memasukkan aspek keprilakuan dalam akuntansi. Sejak meningkatnya orang yang sudah
memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi terdapat suatu
kecenderungan untuk memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih
subtansial. Perspektif perilaku menurut pandangan ini telah dipenuhi dengan baik sehingga
membuat sistem akuntansi yang lebih dapat dicerna dan lebih dapat diterima oleh para
manajer/pimpinan dan karyawannya.

B. Rumusan masalah
Mengetahui arti penting dari tinjauan terhadap ilmu keperilakuan : dalam perspektif
akuntansi

C. Tujuan umum

Menjelaskan mengenai akuntansi adalah tentang manusia
Menjelaskan akuntansi adalah tindakan
Menjelaskan lingkup akuntansi keperilakuan
Menjelaskan akuntansi keperilakuan
Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil ilmu keperilakuan
Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan
Menjelaskan persamaan dan perbedaan ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan
Menejelaskan perspektif berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi, dan Psikologi
social.

BAB 2
PEMBAHASAN

A. Mempertimbangkan aspek keprilakuan terhadap akuntansi

Akuntansi adalah tentang manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan ffactor social secara jelas didesain
dalam aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Dari pengalaman dan
praktik banyak manajer dan akuntan telah memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar
aspek manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system
akuntansi masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan
penggunaan dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan.
Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil
laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas
organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di
inginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika
semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.

Akuntansi adalah tindakan
Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai
tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab dan
rasa tanggung jawab anggota terhadap. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian
organisasi dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing
mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
Kesadaran dapat terwujud manakala mematuhi ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan
dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota
organisasi dlaam memenuhi keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran informasi.

B. Dimensi akuntansi keprilakuan

Para akuntan dan manajer professional menyadari kebutuhan akan tambahan informasi
ekonomi yang dihasilkan system akuntansi. Oleh karena itu informasi ditambah tidak hanya
melaporkan data-data keuangan tetapi data-data non keuangan yang terkait dalam proses
pengambilan keputusan. Sehingga para akuntan wajar memasukkan dimensi-dimensi
keperilakuan dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh system.

lingkup akuntansi keprilakuan
Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti
mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian,
dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi,
serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan,
dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi,
menceminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Ruang lingkup
akuntansi keprilakuan sangat luas yang meliputi antara lain :

Aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system akuntansi
Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi
Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan keputusan
Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-perilaku para
pemakai data

Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita serta tujuan dari
orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.
Lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar :
Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan system akuntansi
Pengaruh system akunatnsi terhadap perilaku manusia
Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia
Akuntansi keperilakuan : perluasan logis peran akuntansi tradisional

Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat menjadi lebih
baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui
adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan penggungkapan penuh ( full
disclouser). Prinsip ini memelukan penjelasan yang tidak hanya berfusi sebagai pengganti an
penambahan informasi gyna mendukung laoran data perusahaan. Tetapi juga sebagai laporan
menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian non keuangan. Informasi tambahan dilaporkan
abik dalam sebuah kerangaka laaporan keuangan atau dalam cacatan laoran keuangan
sehingga diperlukan suatu msukan informasi keprilakuan guna melengkapi data keuangan
dan data lain yang akan dilaporkan.

C. Lingkup dan sasaran hasil ilmu keprilakuan

Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari
hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989) Istilah
ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu keprilakuan mencangkup biang
riset manapun yang mempelajrinya baik melalui metode obsevasi maupun esperimentasi,
perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian
dari ilmu social manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi,
sejarah, politik, psikologi.

D. Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan

Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya
yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa
depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari
perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan
mempengaruhi perilaku di masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian
secara penuh dari suatu organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan
perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang saling berhubungan dalam organisasi.

E. Persamaan dan Perbedaan Ilmu kerilakuan dan Akuntansi Keperilakuan

Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia.
Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi.
Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu
keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan
psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.

Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social, akuntansi keperilakuan merupakan
bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan. Akuntansi keprilakuan diterapkan
dengan praktis menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menunjukkan dan memperediksi
perilaku manusia.

Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari
hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989), istilah
sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi keseluruhan
desain alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, sistem
penganggaran, desain akuntansi pertanggung jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi
atau sentralisasi, desain pengumpulan biaya, desain penilaian kinerja serta pelaporan
keuangan. Secara lebih rinci ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi :
Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap desain, konstruksi dan penggunaan
sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana sikap dan gaya
kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dan desain orgaisasi
Mempelajari pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti bagaimana
sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktifitas, pengambilan keputusan, kepuasan
kerja dan kerja sama.
untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya, yang berarti
bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk mempegaruhi perilaku.

Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (Behavioral Science), teori-teori akuntansi
keperilakuan di kembangkan dari penelitian empiris atas perilaku manusia di organisasi.
Dengan demikian, peranan penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak
diragukan lagi. Ruang lingkup penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sangat luas sekali,
tidak hanya meliputi bidanga akuntansi manajemen saja, tetapi juga menyangkut penelitian
dalam bidang etika, auditing (pemeriksaan akuntan), sistem informasi akuntansi bahkan juga
akuntansi keuangan.

F. Perspektif Berdasarkan perilaku manusia : Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial

Menurut Robbins (2003), Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi sosial
menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk
menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan mereka
memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia. terutama merasa tertarik
dengan bagaimana cara individu bertindak. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang
ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan mereka, dan perilaku manusia
dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri, arah dan motivasi individu. Keutamaan psikologi
didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi. Psikologi, merupakan ilmu pengetahuan
yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia. Para
psikolog memperhatikan studi dan upaya memahami perilaku individual. Mereka yang telah
menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang perilaku organisasional teoritikus
pembelajaran, teoritikus keperibadian, psikologi konseling dan psikologi industri dan
organisasi.

Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu, sosiologi mempelajari sistem
sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari
orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog
telah memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi
mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan
rumit. Beberapa bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga
dari para sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teknologi
organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan dan konflik.

Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik
dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial.
Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan
fisik. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu
dinamika kelompok. Disamping itu para psikologi sosial memberikan sumbangan yang
berarti dalam bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap, pola
komunikasi, cara-cara dalam kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses
pengambilan keputusan kelompok.

Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan
dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir
tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian
utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi
lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya
pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan
kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial.
Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para
sosiolog. Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan
pengaruh situasi sosial terhadap proses dasar psikologikal persepsi, kognisi, emosi, dan
sejenisnya. Sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan
struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial, dan
lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. Jadi
psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamis dari seseorang; sedangkan
sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan dinamika seseorang, perilaku, interaksi,
struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor - aktor yang saling mempengaruhi satu sama
lainnya

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ilmu pengetahuan keperilakuan mempunyai kaitan dengan menjelaskan dan memperediksi
mengenai keprilakuan manusia.
Akuntansi keprilakuan menghubungkan antara keprilakuan manusia dan akuntansi.
Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social.
Akuntansi ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan
keprilakuan.
Akuntansi keprilakuan praktis digunakan dan diterapkan dengan menggunakan riset ilmu
keprilakuan untuk menjelaskan dan memperediksi perilaku manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba Empat

Judul: Akuntansi Keperilakuan " Ilmu Keperilakuan Dalam Perspektif Akuntansi" Oleh: Santha Carlina Saragih C1c018167

Oleh: Santha Carlina


Ikuti kami