Jawaban Soal Keairan

Oleh Yusuf Dzaky

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Soal Keairan

Jawaban Soal Keairan

(1) Arah kebijakan nasional yang harus dilakukan dalam pengelolaam SDA di
Indonesia adalah :
- Pengelolaan SDA diselenggarakan secara terpadu , menyeluruh dan
berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan SDA
yang berkelanjutan untuk sebesar -besarnya (pasal 3, ayat 1, Rpp PSDA)
- Pengelolaan SDA didasarkan pada kebijakan pengelolaan SDA di tingkat
nasional, provinsi dan kabupaten / kota serta pola pengelolaan SDA yang
berbasis wilayah sungai (pasal 3, ayat 2, Rpp PSDA )
- Kebijakan pengelolaan SDA sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (2)
meliputi arahan strategi konservasi dan pendayagunaan SDA serta pengendalian
daya rusak air untuk memecahkan masalah SDA dan mengantisipasi
perkembangan situasi dan kondisi SDA ditingk at nasional, provinsi dan
kabupaten / kota (pasal 4, Rpp PSDA)
- Kebijakan pengelolaan SDA di tingkat nasional yang selanjunya disebut sebagai
kebijakan nasional SDA, m enjadi acuan bagi penyusun kebijak an pengelolaan
SDA di tingkat provinsi (pasal 5, ayat 3, Rpp PSDA)
- Kebijakan nasional SDA dirumuskan oleh Dewan SDA nasional dan ditetapkan
oleh Presiden (pasal 6, ayat 1, Rpp PSDA)
- Kebijakan nasinal SDA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi acuan
bagi menteri yang terkait di bidang SDA (pasal 6, ayat 4, R pp PSDA)

(2) Beberapa model yang dipakai dalam menentukan besar limpasan dari suatu
daerah pengaliran adalah :
1) Dengan model Empiris
2) Dengan model Statistik atau kemungkinan
3) Dengan Unit Hidrograf
- Dengan model empiris biasanya digunakan sebagai alat terakhir jika tidak ada
data cukup untuk memeriksa hasil yang didapat dengan cara lain.
- Dengan cara ke dua , digunakan jika terdapat cukup data dan jika tidak terdapat
variasi yang besar dari kondisi aliran sungai sebelum dan sesudah periode
pengamatan, maka perhi tungan dengan cara kemungkinan adalah cukup baik.
- Dengan unit hidrograf satuan adalah cara untuk memperoleh hidrograf limpasan
permukaan dari curah hujan lebih. Cara ini sangat berguna dan terbaik untuk
perhitungan debit banjir. Dasar cara ini adalah hidrograf limpasan permukaan
yang diakibatkan oleh curah hujan yang relative singkat dengan intensitas tinggi .

(6) Prinsip pengelolaan irigasi pada pasca otonomi daerah adalah :
- Irigasi diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan air yang
menyeluruh terpadu, dan berwawasan ling kungan, serta untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat khusunya petani.
- Irigasi berfungsi mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan untuk
mencapai hasil pertanian yang optimal tanpa mengakibatkan kepentingan
lainnya.
- Pengelolaan irigasi diselenggarakan dengan mengutamkan kepentingan
masyarakat dan dengan menempatkan perkumpulan petani pemakai air (P3A)
sebagai pengambil keputusan dan pelaku utama dalam pengelolaan irigasi yang
menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan P3A
secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
- Untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan irigasi yang efisien dan efektif
serta dapat memberikan manfaat yang sebesar -besarnya kedapa masyarakat
petani, pengelolaan irigasi doalksanakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan
air permukaan dan air bawah tanah secara terpadu.
- Pengelolaan irigasi dialksanakan dengan prinsip satu system irigasi satu
kesatuan pengelolaan, dengan memperhatikan kepentingan pengguna di bagian
hulu, tengah, dan hilir secara seimbang serta melibatkan semua pihak yang
berkepentingan agar dapat dicapai pemanfaatan jaringan irigasi yang optimal
- Keberlanjutan system irigasi dialksanakan dengan dukungan keandalan air
irigasi dan prasarana irigasi yang baik , guna menunjang peningkatan
pendapatan petani dengan mengantisupasi modernisasi pertanian dan
diversifikasi usaha dengan dukungan penyediaan infrastruktur sesuai kebutuhan.
- Wujud dukungan keandalan air irigasi yaitu pembangunan waduk dan atau
waduk lapangan, pengendalian kualitas air, jaringan drainase yang sepadan, dan
pemanfaatan kembali air pembuangan / drainase.
(7)

Suatu model pengendalian banjir berwawasan lingkungan di daerah perkotaan
adalah : sistem drainase berwawasan lingkungan untuk pengendalian air, baik
mengatasi banjir dan kekeringan adalah melalui sumur resapan. Upaya ini akan
berfungsi bila semua warga masyarakat sad ar dan mau membantu meredam
puncak banjir dari daerah tangkapannya.

(8) Tujuan akan dicapai dalam perencanaan su mber daya air adalah :
- Untuk menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung , daya tampung dan
fungsi SDA

- Untuk memanfaatkan SDA secara berkelanjutan dengan mengutamakan
pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat secara adil
- Untuk mencegah, men anggulangi dan memulihkan akibat kerusakan kualitas
lingkungan yang diakibatkan oleh daya rusak air
- Sebagai pedoman bagi para staheholder dalam pengelolaan SDA
- Untuk menghasilkan rencana sebagai pedoman / arahan dalam pelaksanaan
konservasi pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air.
(9) Kegiatan penanggulangan banjir dan pengendalian banjir,
- Pengendalian daya rusak air (banjir) adalah upaya untuk mencegah,
menanggulangi, dan memulihkan akibat kerusaan lingkungan yang disebabkan
oleh daya rusak air (misal nya banjir, tanah longsor)
- Pengendalian daya rusak air dialkukan secara menyeluruh yang mencakup
upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihannya.
- Pencegahannya diutamakan pada bagian hulu sungai perlu dijaga, agar tidak
terjadi penebangan pohon, pembaka ran hutan dan penambangan liar dan
sampah –sampah dibuang pada tempatnya.
- Dengan cara pemulihan adalah dengan memulihkan kembali (merehabilitasi)
system prasarana sumber daya air yang ada, dengan cara menghijaukan
kembali lokasi tersebut dengan penanaman p ohon-pohon baru.
(10) Model water supply sytem (clean and drinking) pada daerah metropolitan adalah :
Water supply / pemberian air minum meliputi suatu bagian yang luas mulai dari
mencari sumber airnya sehingga air itu dapat digunakan untuk air minum.
- Air minum harus memenuhi 4 syarat penting,
(1) memenuhi syarat phisik untuk estetika yaitu tidak berwarna, tidak berbau,
tidak berasa dan suhu antara 20 0C – 250C
(2) memenuhi syarat kimia : kadar zat kimia dalam air banyak pengaruhnya, oleh
sebab itu perlu diberikan batas – batas tertentu sehingga membahayakan
dan tidak merugikan.
(3) Memenuhi syarat mikrobiologis : p ada suhu 27 0C dalam a ml air
diperbolehkan terdapat 100 kuman, tetapi untuk kuman tertentu (coli) tiap 100
ml harus = 0 kuman. Bakteri ini penyebab sakit perut, bakteri pathogen tidak
diperbolehkan ada dalam air minum
(4) Memenuhi syarat radio aktifitas : sinar α dan sinar β
-

Jenis- jenis penggunaan air / pemakaian air
Komposisi yang termasuk dalam hal -hal water supply system adalah :
(1) Pekerjaan pengumpulan air

(2) Pengolahan / pembersihan
(3) Transportasi
(4) Distribusi
(5) Service
-

Sumber- sumber air minum
(1) Air hujan
(2) Air permukaan
(3) Air tanah
(4) Air laut

-

Perencanaan umum
Dalam perencanaan kebutuhan air , maka :
(1) harus diperhatikan jumlah penduduk didaerah tersebut
(2) dilihat dalam jangka waktu yang lama
(3) pertambahan jumlah penduduk di daerah tersebut.

Sorry bu…ibu juga bingung jawabannya”””””””” …..kalau ada jawaban no lainnya
diemail ke ibu ya …..tks

Judul: Jawaban Soal Keairan

Oleh: Yusuf Dzaky


Ikuti kami