Soal Latihan Korelasi

Oleh Themy Prasetyo

11 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Soal Latihan Korelasi

(+/-)

Kategori
Sangat lemah
Lemah
Cukup/sedang/moderat
Kuat
Sangat kuat

0.0 – 0.2
0.2 - 0.4
0.4 – 0.6
0.6 – 0.8
0.8 – 1.0



probabilitas pada sig.(2-tailed):
 Jika > 0.05, Ho diterima
 Jika < 0.05, Ha diterima (Ho ditolak) atau lihat *

1. Ujilah hubungan antara variabel tingkat pendidikan dengan tingkat tingkat jabatan.
Buatlah
 Hipotesis
 Bacalah hasil olahan spss
 Buatlah kesimpulan berdasar hasil olahan
Correlations

Pearson Correlation
Pendidikan Formal Minimal

Tingkatan

Formal Minimal

jabatan

1

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

Tingkatan jabatan

Pendidikan

-.012
.741

789

788

-.012

1

Sig. (2-tailed)

.741

N

788

1013

1. Ada hubungan antara variabel tingkat pendidikan dengan variabel tingkat jabatan (sign
0.000>0.05)
2. Hubungan kedua variabel (korelasi= -0.012) tersebut termasuk dalam kategori Sangat lemah
(±0.0 – 0.2)
3. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang, semakin tinggi juga tingkat jabatan yang
dimilikinya, dan berlaku sebaliknya. (korelasi = negatif)  perlu diteliti apakah variabel
tingkat pendidikan tersebut justru menyebarkan nilai-nilai yang tidak mendukung variabel
pendidikan formal (ethnocentrism).

2. Ujilah hubungan antara variabel jenis kelamin dengan variabel penampilan Buatlah





Hipotesis
Bacalah hasil olahan spss
Buatlah kesimpulan berdasar hasil olahan
Correlations
Jenis Kelamin

Pearson Correlation
Jenis Kelamin

1

-.084

Sig. (2-tailed)

.342

N
Pearson Correlation
Penampilan

Penampilan

954

131

-.084

1

Sig. (2-tailed)

.342

N

131

131

1. Tidak ada hubungan antara variabel intensitas mendengarkan jenis kelamin dengan
variabel penampilan (sign 0.000<0.05)
2. Hubungan kedua variabel (korelasi= -0.084) tersebut termasuk dalam kategori Kuat (±0.6
– 0.8)
3. Diantara kedua jenis variabel tidak menunjukan tanda-tanda sebuah hubungan korelatif
yang sesuai, atau dapat dikatakan hubungan kedua variabel memang tidak ada
3. LATIHAN V
Ujilah hubungan variabel sikap terhadap tema dengan manfaat hiburan yang diperoleh dari
sandiwara radio ketika dikontrol oleh variabel kejernihan siaran radio.
Buatlah:
 Hipotesis
 Bacalah hasil olahan spss
 Buatlah kesimpulan berdasar hasil olahan
Correlations
sikap thd tema

manfaat hiburan

cerita
Pearson Correlation
sikap thd tema cerita

manfaat hiburan

suara siaran jernih

suara siaran
jernih

1

Sig. (2-tailed)

.100

.158*

.149

.022

N

209

209

209

Pearson Correlation

.100

1

.062

Sig. (2-tailed)

.149

N

209

212

209

Pearson Correlation

.158

*

.062

1

Sig. (2-tailed)

.022

.373

N

209

209

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Zero order correlation:

.373

209

1. Ada hubungan antara variabel sikap terhadap tema dengan manfaat hiburan (sign
0.000<0.05)
2. Hubungan kedua variabel (korelasi= -1.100) tersebut termasuk dalam kategori sangat
kuat (±0.8 – 1.0)
3. Semakin tinggi sikap terhadap tema, semakin rendah manfaat hiburan untuk mendukung
nilai toleransi atau Semakin rendah sikap terhadap tema, semakin tinggi manfaat hiburan
untuk mendukung nilai toleransi (korelasi = negatif).

Correlations
Control Variables

sikap thd tema

manfaat hiburan

cerita
Correlation
sikap thd tema cerita
suara siaran jernih
manfaat hiburan

1.000

.092

Significance (2-tailed)

.

.187

df

0

206

Correlation

.092

1.000

Significance (2-tailed)

.187

.

df

206

0

Pembandingan dengan First order correlation:
1. Ada hubungan antara variabel variabel sikap terhadap tema dengan manfaat hiburan setelah
dikontrol oleh variabel suara siaran jernih (sign 0.001<0.05)
2. Kekuatan hubungan kedua variabel tersebut setelah dikontrol oleh variabel suara siaran
jernih turun menjadi -0.092, sehingga hubungan yang tadinya mempunyai kekuatan yang
sangat kuat tetap menjadi sangat kuat (±0.8 – 1.0)
3. Kehadiran variabel suara siaran jernih tidak mengubah arah hubungan, hanya memperlemah
hubungan variabel sikap terhadap tema dengan manfaat hiburan.

Judul: Soal Latihan Korelasi

Oleh: Themy Prasetyo


Ikuti kami