Latihan Soal Soal Ujian Mtu Manajemen Ternak Unggas 2013

Oleh Muhammad Yunus Yunusuney

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Latihan Soal Soal Ujian Mtu Manajemen Ternak Unggas 2013

Rumus-Rumus
1.

Rumus Konversi Ransum

Konversi Ransum =

Konversi Ransum =

Rumus umum
konversi
ransum

Jumlah Ransum yang dikonsumsi (g atau kg )
Produktivitas ( g atau kg)

Rumus konversi ransum
untuk pedaging

Jumlah Ransum yang dikonsumsi ( g tau kg )
Berat badan atau Pertambahan Berat Badan (g atau kg )

Konversi Ransum =

Jumlah Ransum yang dikonsumsi (g atau kg )
Produksi telur (g atau kg )

Rumus konversi ransum
untuk petelur

Keterangan :
a)

Rumus konversi ransum tidak ada satuan, karena baik pembilang maupun penyebut sama-sama memiliki
satuan yang sama yaitu satuan massa (berat)
b) Rumus efisiensi ransum untuk unggas pedaging maupun petelur, rumus konversi ransum dibalik yaitu
berat badan per jumlah ransum yang dikonsumsi dikali 100 %. Hasilnya persentase.
c) Semakin rendah konversi ransum atau efisiensi ransum semakin tinggi, maka unggas tersebut efisiensi
dalam penggunaan ransum menjadi daging atau telur.
2.

Rumus menghitung kebutuhan tempat ransum dan tempat air minum
a) Untuk menghitung tempat ransum dan tempat air minum yang berbentuk bulat harus menggunakan
rumus keliling lingkaran yaitu :
2 π r dimana π = 3,14 atau 22/7, sebaiknya π menggunakan 22/7 supaya memudahkan perhitungan.
b) Kalau diketahui diameter maka sebaiknya menggunakan rumus : πd

3.

Rumus Hen day dan Hen housed
Hen-day % =

Jumlah produksi telur ( butir )
x 100 %
jumlah ayam pada saat ini

Hen-housed % =

Jumlah produksi telur ( butir )
x 100 %
jumlah ayam saat awal pemeliharaan

Keterangan :
 Harus diingat bahwa produksi telur harus dalam satuan butir
 Perhatikan cara menghitung berapa hari dalam satu bulan. Untuk bulan februari tahun kabisat (yang bisa
dibagi empat) jumlah hari 29 hari, di luar itu bulan februari 28 hari

Latihan Soal
1.

Bila diketahui feed konversi dari ayam broiler yang dipelihara oleh seorang peternak sekitar 2 dan jumlah
ayam yang dipelihara sampai umur 5 minggu adalah 1000 ekor. Berapa jumlah ransum yang dihabiskan bila
berat hidup rata-rata saat panen 1,5 kg/ekor.
Jawab :

Konversi Ransum =

2=

Jumlah Ransum yang dikonsumsi ( g tau kg )
Berat badan atau Pertambahan Berat Badan (g atau kg )

Jumlah Ransum yang dikonsumsi ( g tau kg )
1,5 x 1000

Jumlah ransum = 2 x ( 1,5 x1000 )= 2 x 1500 = 3000 kg

2.

Bila diketahui telur yang dihasilkan oleh seeekor induk rata-rata 250 butir/tahun. Hitung rate of productionnya.
Jawab :
Rate of production : Persentase produksi telur yang dihasilkan dihitung per tahun
rate of production =

3.

250 butir
x 100 % = 68,49 %
365 hari

Seorang peternak memelihara ayam broiler dalam sebuah kandang yang panjangnya 100 m, sedangkan
lebarnya 12 m. Berapa daya tampung kandang tersebut bila kepadatannya 10 ekor/m 2.
Jawab :
Hitung luas kandang = p x l = 100 x 12 = 1200 m2
Jadi daya tamping ayam broiler = 1200 m2 x 10 ekor/m2 = 12.000 ekor

4.

Seorang petani membeli konsentrat dengan protein 40 %, dan petani tersebut ingin membuat ransum untuk
ayam petelur dengan protein 18 %. Berapa kilogram dedak yang perlu dicampurkan dan berapa konsentrat
yang perlu dibeli bila ransum yang ingin dibuat 100 kg, bila diketahui protein dedak 12 %.
Jawab :
Hitung dengan menggunakan metode bujur sangkar (square method)

12

22

Dedak

= (22/28) x 100 kg = 78,57 kg

18
6

40

Konsentrat

= (6/28) x 100 kg = 21,43 kg

28
Keterangan :

5.



Perhitungan di atas bisa dikalikan 100 % lalu konversikan ke kg, sehingga hasilnya sama



Apakah jawaban di atas benar bisa di uji atau dicek dengan cara :
o

Dedak = 12 % (protein dedak) x 78,57 kg = 9,43 %

o

Konsentrat = 40% (protein konsentrat) x 21,43 kg = 8,57 %

o

Bila dijumlahkan maka 9,43 % + 8,57 % = 18 %. Jadi hasil perhitungan di atas benar

Seorang peternak memelihara ayam ras petelur periode layer sebanyak 1.000 ekor. Dia menggunakan bahan
makanan berupa konsentrat, jagung dan dedak dengan masing-masing kandungan proteinnya 30 %, 9 % dan
12 %. Peternak tersebut membuat ransum dengan perbandingan antara dedak dan jagung yaitu 3 berbanding
2. Berapa kebutuhan masing-masing bahan makanan tersebut (konsentrat, dedak, dan jagung) selama
seminggu apabila konsumsi itik sebanyak 120 g/ekor/hari dan kebutuhan protein ayam tersebut 18 % ?
Jawab :
Perbandingan di bawah ini didapat dari jumlah antara perbandingan dedak (3) dan jagung (2). Jadi bila
dijumlah kedua perbandingan menjadi = 3 + 2 = 5
Dedak = 3 (perbandingan) x 12 % (kandungan protein) = 36 %
Jagung 2 (perbandingan) x 9 % (kandungan dedak)

= 18 %

Bila dijumlahkan persentase tersebut 36 % + 18 % = 54 %. Jadi untuk satu bagian campuran dedak dan jagung,
maka protein campuran yaitu = 54%/5 = 10,8 %

Campuran

10,8

12

= (12/19,2) x 100 % = 62,5 %

7,2

= (7,2/19,2) x 100 % = 37,5 %

18
Dedak

30

19,2 %

Jadi :
Campuran terdiri dari dedak dan jagung
Dedak

= 3/5 (perbandingan) x 62,5 % (campuran) = 37,5 %

Jagung

= 2/5 (perbandingan) x 62,5 % (campuran) = 25 %

Jumlah ransum yang dikonsumsi selama satu minggu (7 hari)
Dedak

= 37,5 % x 7 hari x 120 g/ekor x 1000 ekor = 315.000 g = 315 kg

Jagung

= 25 % x 7 hari x 120 g/ekor x 1000 ekor =

Konsentrat

=

210.000 g = 210 kg

37,5 % x 7 hari x 120 g/ekor x 1000 ekor = 315.000 g = 315 kg

Keterangan :


Untuk menguji apakah jawaban tersebut benar yaitu :
Dedak

= 37,5 % x 12 % (kandungan protein dedak) = 4,5 %

Jagung = 25 % x 9 % (kandungan protein dedak)

= 2,5 %

Konsentrat =

37,5 % x 30 % (kandungan protein dedak)

= 11,25 %
Jadi kalau dijumlah yaitu 4,5 % + 2,5 % + 11,25 % = 18 %


Bila tidak ada perbandingan seperti contoh di atas, dapat menentukan perbandingan sendiri mana
yang paling murah harganya. Bila melihat bahan pakan di atas dedak lebih murah daripada jagung.
Jadi bisa membuat perbandingan antara dedak dan jagung seperti 2 : 1 atau 5 : 1 atau berapa saja.



Harus diingat dalam menyelesaikan metode perhitungan ransum dengan menggunakan metode
bujur sangkar kedua bagian (ruas) harus lebih besar dan lebih kecil dari kebutuhan nutrisi.



Misal yang hendak disusun protein dengan kandungan 17 %, maka harus bahan pakan yang
kandungan lebih rendah dari kebutuhan dan yang satu lagi harus lebih tinggi dari kebutuhan nutrisi.
Contoh antara dedak (12%) dan konsentrat (30 %). Tidak bisa menyusun ransum dengan
menggunakan metode bujur sangkar antara konsentrat (30 %) dengan tepung ikan (50%) karena
keduanya di atas kebutuhan nutrisi yang dicari (17 %). Begitu pula antara dedak (12%) dan jagung
(9%) karena kedua bahan pakan tersebut dibawah kebutuhan nutrisi yang dicari (17%).

6.

Seorang peternak memelihara ayam petelur sebanyak 10.000 ekor dan produksi telur pada bulan April
sebanyak 14.400 kg. Ayam tersebut mati pada tanggal 5, 11, 23, 27 masing-masing sebanyak 5, 10, 15, dan 5
ekor. Hitung berapa persen hen day dan house production, apabila bobot telur 60 g/butir.
Jawab :
Dalam menghitung hen day dan hen housed harus memperhatikan pembilang berupa produksi telur harus
dalam butir. Jadi bila ada soal dalam satuan massa (g atau kg) harus dikonversikan ke satuan butir.

Diketahui :
Bulan April = 30 hari
Produksi telur 14.400 kg : 60 g/butir = 14.400.000 g/60 g = 240.000 butir
Buatlah garis bilangan tanggal supaya memudahkan per hitungan, sebagai berikut
Ayam tersebut mati pada tanggal 5, 11, 23, 27 masing-masing sebanyak 5, 10, 15, dan 5 ekor.

Kematian (mortalitas)
5 ekor

10 ekor

15 ekor

5 ekor

Tanggal pada bulan April
1

5

11

23

27

30

Keterangan :
1. Dari tanggal 1 s/d tanggal 4, jumlah hari 4 hari, tanggal 5 tidak dihitung dan kematian tidak ada
jadi jumlah ayam 10.000 ekor
2. Dari tanggal 5 s/d tanggal 10, jumlah hari 6 hari, tanggal 11 tidak dihitung dan kematian 5 ekor
jadi jumlah ayam 10.000 – 5 = 9.995 ekor
3. Dari tanggal 11 s/d tanggal 22, jumlah hari 12 hari, tanggal 23 tidak dihitung dan kematian 10
ekor jadi jumlah ayam 10.000 – 5 – 10 = 9.985 ekor
4. Dari tanggal 23 s/d tanggal 26 jumlah hari 4 hari, tanggal 27 tidak dihitung dan kematian 15
ekor jadi jumlah ayam 10.000 – 5 – 10 – 15 = 9.970 ekor
5. Dari tanggal 27 s/d tanggal 30 jumlah hari 4 hari, tanggal 30 dihitung dan kematian 5 ekor jadi
jumlah ayam 10.000 – 5 – 10 – 15 – 5 = 9.965 ekor

Hen-day % =

Jumlah produksi telur ( butir )
x 100 %
jumlah ayam pada saat ini

Hen-day % =

240. 000
x 100 %
( 4 x 10 . 000)+(6 x 9 .995 )+( 12 x 9 . 985)+( 4 x 9 . 9970)+(4 x 9 . 965)

Hen-day % =

240 . 000
x 100 % = 80,13 %
40 . 000 + 59 . 970 + 119 .820 + 39 . 880 + 39 . 860

Hen-housed % =

Jumlah produksi telur ( butir )
x 100 %
jumlah ayam saat awal pemeliharaan

Hen-housed % =

7.

240 .000
x 100 % = 80 %
30 x 10. 000

Peternak Ayam Broiler memelihara sebanyak 1000 ekor DOC dengan bobot badan 40 g/ekor. Ayam dipelihara
selam 5 minggu dengan bobot akhir 1540 g/ekor dan menghabiskan ransum sebanyak 2700 kg. Berapa
konversinya ?
Jawab :
Pertambahan bobot badan = 1540 – 40 = 1500 g = 1,5 kg x 1.000 ekor =1500 kg

Konversi Ransum =

Konversi Ransum =

Jumlah Ransum yang dikonsumsi ( g tau kg )
Berat badan atau Pertambahan Berat Badan (g atau kg )

2700 kg
= 1,8
1500 kg

Konversi tidak ada satuan.

8.

Peternak Ayam Petelur memelihara sebanyak 1000 ekor induk. Hen day production 70 %. dan menghabiskan
ransum sebanyak 120 kg. Bila diketahui berat telur 52 g/butir, berapa konversinya ?
Jawab :
Ayam yang berproduksi = 1.000 ekor x 70 % = 700 ekor
Produksi telur = 700 ekor x 52 g/butir (berat telur) = 36.400 g = 36,4 kg
Konversi Ransum =

Konversi Ransum =

Jumlah Ransum yang dikonsumsi (g atau kg )
Produksi telur (g atau kg )

120 kg
= 3,3
36,4 kg

Konversi tidak ada satuan.

9.

Peternak ayam broiler mempunyai kandang dengan ukuran panjang 80 meter dan lebar 8 meter. Dia
memelihara ayam tersebut dengan kepadatan 10 ekor/m2. Peternak menggunakan tempat makan dan
tempat minum yang digantung dengan diameter keduanya sama 35 cm. Berapa jumlah tempat makan dan
tempat minum, apabila tiap ekor memerlukan 5 cm untuk tempat makan dan 2,5 cm untuk tempat minum.

Jawab :
Luas kandang = 80 m x 8 m = 640 m2
Populasi ayam yaitu = 640 m2 x 10 ekor/ m2 = 6.400 ekor

Keliling lingkaran 2 π r atau πd
Keliling lingkaran tempat makan = (22/7) x 35 = 110 cm
Untuk satu tempat makan = 110 cm/5 cm (space feeder) per ekor = 22 ekor/buah
Jadi untuk populasi 6400 ekor dibutuhkan tempat makan sebanyak = 6.400 ekor/22 ekor = 290,91 buah = 291 buah
Untuk satu tempat air minum = 110 cm/2,5 cm (space feeder) per ekor = 44 ekor/buah
Jadi untuk populasi 6400 ekor dibutuhkan tempat makan sebanyak = 6.400 ekor/44 ekor = 145,45 buah = 146 buah
Keterangan :
Baik kebutuhan tempat makan maupun tempat air minum, apabila ada decimal dibelakang angka lebih baik
dibulatkan ke satuan terbesar. Misal 43,1 jadi 44 atau 137,2 jadi 138 buah.

PERHATIKAN:


Untuk quiz perhatikan gambar-gambar ilustrasi, seperti gambar kandang cage, peyebaran anak ayam pada
brooder, bentuk kandang cage, dan sebagainya



Baca senarai pada buku manajemen ternak unggas pada bagian belakang.



Bahan dari biosecurity sampai layer ayam petelur, tetapi penetasan tidak termasuk.



Bahan biosecurity saya email.



SELAMAT BELAJAR DAN SUKSES

10. Berat rata-rata yang dianjurkan breeder pada saat mencapai dewasa kelamin 1,70 kg dengan penyimpangan
bobot badan 10 %. Bila berat badan ayam dalam populasi antara 1,4 – 2 kg, berapa ayam dengan berat badan
seragam, yang berat badan yang kecil dan berat badan yang besar serta bagaimana perlakuan dalam
pemberian ransum ?
Jawab :
Range berat badan yang seragam 1,70 kg + 10 % x 1,70 kg
Jadi :
Bobot badan yang seragam (1,7 – 0,17) s/d 1,7 + 0,17 = 1,53 kg – 1,87 kg
Berat badan yang kecil antara 1,4 – 1,52 kg
Berat Badan yang besar 1,88 – 2 kg

Perlakuan untuk berat badan yang kecil dilakukan perlakuan ransum secara adlibitum, sedangkan yang berat
badan terlalu besar dilakukan restricted feeding (pembatasan pemberian ransum). Untuk yang seragam
pemberian ransum diberikan secara normal.

Judul: Latihan Soal Soal Ujian Mtu Manajemen Ternak Unggas 2013

Oleh: Muhammad Yunus Yunusuney


Ikuti kami