Akuntansi Keuangan Syariah

Oleh Siti Nurhafshah

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Syariah

Akuntansi Keuangan Syariah
“Akuntansi Murabahah”
Disusun untuk memenuhi tugas kuliah
Akuntansi Keuangan Syariah

Disusun Oleh :
Nama : Siti Nurhafshah
Kelas : PS 3A
Nim : 1905161035
Nama Dosen : Dr. Nurlinda., SE., Ak., M.Si., CA

KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2021

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat yang
sangat banyak kepada kita sehingga kita bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Sholawat serta
salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw. Karena dengan wasilah
beliaulah kita bisa mendapatkan hidayah yang begitu besar, berupa agama Islam.
Saya sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang berjudul “Akuntansi
Murabahah” untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Syariah. Disamping itu,
saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama
pembuatan makalah ini sehingga terselesaikanlah tugas makalah ini. Demikian yang dapat kami
sampaikan, Jika ada yang kurang dalam penulisan atau yang lainnya saya mohon maaf.

Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif dan membangun, sangat
kami harapkan dari para pembaca. Terima kasih.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Medan, 14 Januari 2021

Penulis

i

Lampiran Foto
Warung Bro n’ Sis
Jln. Sei Petani No 12

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................................................... iii
BAB I ................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................. 2
2.1 Defenisi Akuntansi Murabahah ............................................................................................... 2
2.2 Bagaimana perlakuan akuntansi murabahah menurut PSAK 102? ......................................... 2
2.3 Bagaimana syarat dan rukun pelaksanaan akad murabahah? .................................................. 3
2.4 Apa landasan hukum akad murabahah? .................................................................................. 4
2.5 Pencatatan Transaksi Murabahah Pada Warung Bro n’ Sis .................................................... 4
BAB III ............................................................................................................................................. 6
PENUTUP......................................................................................................................................... 6
3.1

KESIMPULAN .................................................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 7

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akuntansi syariah yang berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Al-Hadis membantu manusia
untuk menyelenggarakan praktik ekonomi yang berhubungan dengan pengakuan, pengukuran
dan pencatatan transaksi dan pengungkapan hak-hak dan kewajiban-kewajiban secara adil
(Wiroso, 2011). Hak dan kewajiban itu timbul karena manusia ditugaskan oleh Allah SWT untuk
mengelola

bumi

secara

amanah.

Sehingga

akuntansi

sesungguhnya

adalah

alat

pertanggungjawaban kepada Sang Pencipta dan sesama makhluk, yang digunakan oleh manusia
untuk mencapai kodratnya sebagai khalifah.
Salah satu pembiayaan yang berlandaskan syariah adalah pembiayaan murabahah,
pembiayaan murabahah merupakan salah satu produk pembiayaan di perbankan syariah yang
paling mendominasi dan banyak diminati oleh masyarakat indonesia. Dalam pembiayaan
murabahah diperlukan adanya perlakuan akuntansi, perlakuan akuntansi merupakan sistem
akuntansi untuk melihat bagaimana proses pencatatan terhadap produk pembiayaan yang
memakai sistem jual beli dari pihak-pihak yang terkait menjadi sistem akuntansi yang dipakai
lembaga keuangan syariah. Sedangkan manfaat dari perlakuan akuntansi akan berdampak pada
laporan keuangan syariah yang disajikan sesuai dengan PSAK No. 101 yang digunakan untuk
mengukur kinerja penyajian dan pengungkapan laporan keuangan dan berguna untuk
pengambilan keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah tertera, Maka disusunlah rumusan masalah
sebagai berikut.:
1. Apa defenisi akuntansi murabahah?
2. Bagaimana perlakuan akuntansi murabahah menurut PSAK 102?
3. Bagaimana syarat dan rukun pelaksanaan akad murabahah?
4. Apa landasan hukum akad murabahah?

1

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Akuntansi Murabahah
Murabahah berasal dari kata bahasa Arab, ribh (ar-ribhu) yang berarti keuntungan, kelebihan,
atau tambahan. Di dunia perbankan syariah, perjanjian ini terjadi antara bank dengan nasabah
yang memerlukan barang dari bank tersebut. Pada dasarnya, murabahah adalah transaksi
penjualan. Yang membedakan akad ini dengan praktik penjualan konvensional adalah informasi
yang diberikan kepada pembeli. Menurut pendapat Utsmani, murabahah adalah bentuk jual-beli
yang menuntut penjual untuk memberi informasi kepada calon pembeli tentang harga dan biaya
di baliknya. Selain harga jual, calon pembeli juga berhak tahu tentang nilai pokok barang serta
jumlah keuntungan yang diambil penjual.

2.2 Bagaimana perlakuan akuntansi murabahah menurut PSAK 102?
PSAK No.102 merupakan sistem akuntansi yang melihat bagaimana proses pencataan terhadap
produk pembiayaan yang memakai sistem jual beli dari pihak-pihak yang terkait menjadi sistem
akuntansi yang dipakai di lembaga syariah.
a. Akuntansi untuk penjualan
Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan
(D) Aset Murabahah

xxx

(K) Kas

xxx

b. Akuntansi untuk pembeli
Aset yang diperoleh melalui transaksi murabahah diakui sebesar biaya perolehan
murabahah tunai.
(D) Aset

xxx

(K) Kas

xxx

2

1. Penyajian
Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) utang
murabahah.

2. Pengungkapan
Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi

tidak

terbatas pada:
(a) nilai tunai aset yang diperoleh dari transaksi murabahah;
(b) jangka waktu murabahah tangguh
(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor
101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

2.3 Bagaimana syarat dan rukun pelaksanaan akad murabahah?
Sebelum akad murabahah bisa terjadi, ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi,
antara lain:
1. Adanya pembeli dan penjual yang telah balig dan berakal sehat.
2. Keinginan bertransaksi dilakukan dengan kemauan sendiri tanpa adanya paksaan.
3. Adanya objek akad.
4. Adanya barang atau objek yang akan dijual.
5. Kejelasan harga dan kondisi barang, dengan harga yang disepakati bersama. Penjual juga
harus memberitahukan harga pokok beserta besaran keuntungan yang diinginkan kepada
pembeli
6. Ijab dan kabul.

3

2.4 Apa landasan hukum akad murabahah?
Landasan utama adanya transaksi murabahah adalah berasal dari Q.S. Al-Baqarah[2] : 275, yang
artinya “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Juga pada Q.S. An-Nisa[4]: 29
yang artinya, “hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan harta sesamu dengan jalan
yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu“
2.5 Pencatatan Transaksi Murabahah Pada Warung Bro n’ Sis
Warung Bro n Sis menggunakan akad murabahah, contoh transaksi yang dilakukan adalah :
Tanggal 1 November 2020, Warung Bro n Sis menerima pesanan dari ibu Rita berupa nasi
tumpeng. Atas pesanan tersebut Warung Bro n Sis membeli nasi tumpeng tersebut dari Ibu Wiwi
dengan harga barang Rp. 250.000,00. Namun, pada tanggal 3 November terjadi penurunan harga
sebesar Rp. 50.000,00.

4

Laporan WarungBro n’ Sis
Jln. Sei Petani No 12
Medan Baru
Transaksi Murabahah Tunai Dengan Pesanan
Penjual
Transaksi (dalam rupiah)
Debit
1 November 2020
Aset Murabahah
Penjual

dan

pembeli

melakukan

akad

Kredit
Kas /Utang

250.000,00

250.000,00

Beban Penurunan

Aset Murabahah

Nilai 50.000,00

50.000,00

Kas 200.000,00

Pendapatan Margin

Pembeli
Debit

Kredit

murabahah. penjual membeli dari pihak lain
barang yang akan dijual kepada pembeli.
Penjual membeli persediaan dari pihak lain
dengan

harga

Rp250.000,00

dan

akan

diserahkan pada 5 November 2020.
Pesanan meningkat.
3 November 2020
Terjadi penurunan nilai sebelum barang
pesanan diserahkan kepada pembeli sebesar
Rp50.000,00
5 November 2020
Penjual sesuai akad menyerahkan barang
kepada pembeli dengan nilai Rp40.000

Murabahah 50.000,00
Aset murabahah
150.000,00

Aset 200.000,00

Kas 200.000,00

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
1. bentuk jual-beli yang menuntut penjual untuk memberi informasi kepada calon pembeli
tentang harga dan biaya di baliknya. Selain harga jual, calon pembeli juga berhak tahu
tentang nilai pokok barang serta jumlah keuntungan yang diambil penjual.

2. Perlakuan akuntansi murabahah menurut PSAK 102 adalah bagaimana proses pencataan
terhadap produk pembiayaan yang memakai sistem jual beli dari pihak-pihak yang terkait
menjadi sistem akuntansi yang dipakai di lembaga syariah. Terdiri dari akuntansi untuk
penjual dan pembeli mulai dari perolehan sampai pada pengungkapan.
Alasan Warung Bro n Sis menggunakan Akad Murabahah
Usaha ini memiliki nisbah bagi hasil dengan pihak ketiga tanpa adanya unsur riba, tidak ada
pihak yang dirugikan, dan tentunya setiap transaksi dijalankan sesuai tatanan syariah. Tidak
ada satupun pihak yang dirugikan dan menurut pemilik usaha, Akad Murabahah ini sangat
sederhana, mudah diterapkan dam mudah dikelolah oleh pemilik dana ataupun pengelolah
dana.

6

DAFTAR PUSTAKA


https://qazwa.id/blog/murabahah/



http://iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansi-keuangan/pernyataan-sas-65-psak-102akuntansi-murabahah

7

Judul: Akuntansi Keuangan Syariah

Oleh: Siti Nurhafshah


Ikuti kami